Anda di halaman 1dari 28

PERJALANAN HIDUP

A.

Menggunakan Buku ini


Bismillahirahmanirrahim

Saudaraku sekalian, segala puji bagi Allah swt Rabb semesta alam karena berkatNYA-lah maka buku ini sekarang berada dihadapan saudara untuk dibaca, dipelajari,
dipahami dan diamalkan. Berkat bimbingan-NYA-lah maka
Bacalah buku ini dalam waktu yang khusus, berusahalah agar dalam membaca
buku ini tidak dilakukan secara sekilas dan terburu-buru. Sediakanlah waktu khusus dan
bacalah perlahan-lahan, hadirkanlah jiwa, raga, dan pikiran saudara ketika sedang
membaca buku ini.
Hadirkanlan seluruh jiwa, raga dan pikiran saudara ketika membaca buku ini
sehingga manfaat dari apa yang disampaikan dalam buku ini akan sangat terasa bagi kita
semuanya.
B.

Hidup Hanyalah Sementara


Manusia, kita semua lahir dan hidup didunia ini hanyalah sementara saja. Tidak
ada satupun yang dapat menyangkal hal tersebut. Usaha apapun yang dilakukan manusia
agar dapat lepas dari kematian atau agar hidup selamanya, pastilah hanya akan menemui
kesia-siaan belaka.
C.

D.
E.
F.

1.

2.

Khalifah di Bumi
Manusia, kita semua ini adalah memikul tanggungjawab

Ada ada ada


Ini adalah proses dimana jiwa seseorang ada di alam ruh untuk kemudian lahir
didunia dan selalu mengingat-NYA sehingga DIA selalu ada di hatinya sehingga
ketika dia meninggalkan dunia fana ini maka dia kembali ada bersama-NYA.
Ada ada tiada

3.

4.

Ini adalah proses dimana jiwa seseorang ada di alam ruh untuk kemudian lahir
didunia dan sering mengingat-NYA sehingga DIA sering ada di hatinya tetapi
ketika dia meninggalkan dunia fana dia sedang melupakan-NYA sehingga dia
tiada kembali bersama-NYA.
Ada tiada ada
Ini adalah proses dimana jiwa seseorang ada di alam ruh untuk kemudian lahir
didunia tapi kemudian sering melupakannya-NYA sehingga DIA sering tiada di
hatinya tetapi berkat hidayah-NYA ketika dia meninggalkan dunia fana dia sedang
mengingat dan pasarah kepada-NYA sehingga dia kembali ada bersama-NYA.
Ada tiada tiada
Ini adalah proses dimana jiwa seseorang ada di alam ruh untuk kemudian lahir
didunia tetapi didunia dia tiada pernah mengingat-NYA DIA sehingga ketika dia
meninggalkan dunia fana dia benar-benar telah melupakan-NYA sehingga dia
tiada kembali bersama-NYA.

Allah swt, Sang Maha Pencipta, yang telah menganugerahkan kehidupan ini
kepada kita semuanya telah mempersiapkan diri kita dengan segala keperluan yang kita
butuhkan untuk menjalani kehidupan ini bahkan sebelum kita lahir kedunia ini. Sebelum
kita lahir dialam jasad ini DIA telah menyiapkan bumi tempat kita berpijak dan alam
semesta ini sebagai sarana kehidupan kita.
Sebelum kita lahir didunia ini, DIA telah menyiapkan bentuk jasad kita, telah
menyiapkan berbagai ilmu yang dapat kita gunakan untuk menunjang keberhasilan
pencapaian tujuan kehidupan kita. Masing-masing diri kita telah mempunyai jalur
kehidupannya masing-masing agar bisa menghadap kembali kepadanya dengan sempurna
pada saatnya nanti.

dengan berbagai hal yang diperlukan untuk menjalani kehidupan ini. Manusia
lahir didunia ini dan terus tumbuh dewasa kemudian

Bagaimanapun manusia berusaha agar dapat hidup


Sebenarnya, perjalanan hidup setiap manusia merupakan suatu proses yang sangat
menarik untuk disimak dan dipelajari. Setiap individu manusia menjalani hidupnya yang
berbeda dengan yang lainnya. Tidak ada satupun manusia yang menjalani kehidupan
sama persis dengan orang lain. Ada kemiripan perjalanan hidup antara satu orang dengan
orang lain adalah satu kemungkinan yang pasti terjadi. Tetapi tidak ada satupun yang
persis sama.

1. Hidup di 5 (lima) tahapan : - Alam ruh, - Alam dunia (dalam


kandungan & ruang bebas), - Alam kubur, - Padang Mashar, - Alam
kekal (surga & neraka)
ya
telah banyak ditulis, di

Tahapan Perjalanan Manusia Menuju Hari


Kebangkitan di Akhirat
Posted by: bungkoes in Uncategorized

( Tahapan Perjalanan Manusia Menuju Hari Kebangkitan di Akhirat )


Setelah manusia mati akan mengalami tahapan sbb :
1.Alam Barzakh
Para salaf bersepakat tentang kebenaran adzab dan nikmat yang ada di alam kubur
(barzakh) . Nikmat tersebut merupakan nikmat yang hakiki, begitu pula adzabnya, bukan
sekedar bayangan atau perasaan sebagaimana diklaim oleh kebanyakan ahli bidah.
Pertanyaan (fitnah) kubur itu berlaku terhadap ruh dan jasad manusia baik orang mukmin
maupun kafir. Dalam sebuah hadits shahih disebutkan Rasulullah SAW selalu berlindung
kepada Allah SWT dari siksa kubur. Rasulullah SAW menyebutkan sebagian dari pelaku
maksiat yang akan mendapatkan adzab kubur, diantaranya mereka yang
a. Suka mengadu domba
b. Suka berbuat ghulul
c. Berbuat kebohongan
d. Membaca Al Quran tetapi tidak melaksanakan apa yang diperintahkan dan yang
dilarang dalam AlQuran
e. Melakukan zina
f. Memakan riba
g. Belum membayar hutang setelah mati (orang yang berhutang akan tertahan tidak
masuk surga karena hutangnya)
h. Tidak bersuci setelah buang air kecil, shg masih bernajis
Adapun yang dapat menyelamatkan seseorang dari siksa kubur adalah Shalat wajib,
shaum, zakat, dan perbuatan baik berupa kejujuran, menyambung
silaturahim, segala perbuatan yang maruf dan berbuat baik kepada manusia , juga
berlindung kepada Allah SWT dari adzab kubur.

2. Peniupan Sangkakala
Sangkakala adalah terompet yang ditiup oleh malaikat Israfil yang menunggu kapan
diperintahkan Allah SWT. Tiupan yang pertama akan mengejutkan manusia dan
membinasakan mereka dengan kehendak Allah SWT, spt dijelaskan pada Al Quran :
Dan ditiuplah sangkakala maka matilah semua yang di langit dan di bumi, kecuali
apa yang dikehendaki oleh Allah SWT( QS. Az Zumar :68 ).
Tiupan ini akan mengguncang seluruh alam dengan guncangan yang keras dan hebat
sehingga merusak seluruh susunan alam yang sempurna ini. Ia akan membuat gunung
menjadi rata, bintang bertabrakan, matahari akan digulung, lalu hilanglah cahaya seluruh
benda-benda di alam semesta. Setelah I tu keadaan alam semesta kembali seperti awal
penciptaannya.
Allah SWT menggambarkan kedahsyatan saat kehancuran tersebut sebagaimana firmanNya : Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan
hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada
hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui
anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang
hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka
tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat keras (QS.Al Hajj:1-2).
Sedangkan pada tiupan sangkakala yang kedua adalah tiupan untuk membangkitkan
seluruh manusia ; Dan tiupan sangkakala (kedua), maka tiba-tiba mereka keluar dengan
segera dari kuburnya (menuju) kepada Rabb mereka.(QS. Yaa Siin : 51).
Rasulullah SAW bersabda, Kemudian ditiuplah sangkakala, dimana tidak
seorangpun tersisa kecuali semuanya akan dibinasakan. Lalu Allah SWT
menurunkan hujan seperti embun atau bayang-bayang, lalu tumbuhlah jasad
manusia.Kemudian sangkakala yang kedua ditiup kembali, dan manusia pun
bermunculan (bangkit) dan berdiri.(HR. Muslim).
3.Hari Berbangkit
Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakannya kepada
mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) perbuatan itu,
padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu. (QS.
Al Mujadilah : 6).
4.Padang Mahsyar
(Yaitu) pada hari (ketika ) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula)
langit dan mereka semuanya di padang Mahsyar berkumpul menghadap ke hadirat Allah
Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.(QS. Ibrahim:48).
Hasr adalah pengumpulan seluruh mahluk pada hari kiamat untuk dihisap dan diambil
keputusannaya. Lamanya di Padang Mahsyar adalah satu hari yang berbanding 50.000
tahun di dunia. Allah berfirman:

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang
kadarnya 50.000 tahun.(QS. Al Maarij:4).
Karena amat lamanya hari itu, manusia merasa hidup mereka di dunia ini hanya seperti
satu jam saja. Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka,
(mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali
hanya sesaat saja di siang hari. (QS.Yunus:45).
Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa, bahwa
mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat saja (QS. ArRuum:55).
Adapun orang yang beriman merasakan lama pada hari itu seperti waktu antara dhuhur
dan ashar saja. Subhanallah. Keadaan orang kafir saat itu sebagaimana firmanNya.Orang kafir ingin seandainya ia dapat menebus dirinya dari adzab hari itu dengan
anak-anaknya, dengan istri serta saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya
ketika di dunia, dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan)
tebusan itu dapat menyelamatkannya.(QS.AlMaarij:11-14).
5. Syafaat
Syafaat ini khusus hanya untuk umat Muslim, dengan syarat tidak berbuat syirik besar
yang menyebabkan kepada kekafiran. Adapun bagi orang musyrik, kafir dan munafik,
maka tidak ada syafaat bagi mereka. Syafaat ini diberikan Rasulullah SAW kepada umat
Muslim (dengan izin dari Allah SWT).
6. Hisab
Pada tahap (fase) ini, Allah SWT menunjukkan amal-amal yang mereka perbuat dan
ucapan yang mereka lontarkan, serta segala yang terjadi dalam kehidupan dunia baik
berupa keimanan, keistiqomahan atau kekafiran. Setiap manusia berlutut di atas lutut
mereka. Dan kamu lihat tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya .
Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Jatsiah:28).
Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Muhammad SAW, kita umat yang terakhir
tapi yang pertama dihisab. Yang pertama kali dihisab dari hak-hak Allah pada seorang
hamba adalah Shalatnya, sedang yang pertama kali diadili diantara manusia adalah
urusan darah. Allah SWT mengatakan kepada orang kafir : Dan kamu tidak melakukan
suatu pekerjaan melainkan Kami menjadi saksi atasmu diwaktu kamu melakukannya.
(QS. Yunus:61). Seluruh anggota badan juga akan menjadi saksi.
Allah bertanya kepada hamba-Nya tentang apa yang telah ia kerjakan di dunia :
Maka demi Rabbmu, kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang
akan mereke kerjakan dahulu.(Al Hijr:92-93).
Seorang hamba akan ditanya tentang hal : umurnya, masa mudanya, hartanya dan
amalnya dan akan ditanya tentang nikmat yang ia nikmati.
7. Pembagian catatan amal
Pada detik-detik terakhir hari perhitungan , setiap hamba akan diberi kitab (amal) nya
yang mencakup lembaran-lembaran yang lengkap tentang amalan yang telah ia kerjakan
di dunia. Al Kitab di sini merupakan lembaran-lembaran yang berisi catatan amal yang
ditulis oleh malaikat yang ditugaskan oleh Allah SWT. Manusia yang baik amalnya
selama di dunia, akan menerima catatan amal dari sebelah kanan. Sedangkan manusia

yang jelek amalnya akan menerima catatan amal dari belakang dan sebelah kiri, spt pada
firman Allah berikut ini:
Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka ia akan diperiksa
dengan pemeriksaan yang mudah, dan ia akan kembali kepada kaumnya (yang samasama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang,
maka ia akan berteriak : celakalah aku, dan ia akan masuk ke dalam api yang
menyala-nyala (neraka),(QS. Al Insyiqaq:8-12) .
Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia
berkata:wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), dan aku
tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.Wahai kiranya kematian itulah yang
menyelesaikan segala sesuatu.Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.Telah
hilang kekuasaanku dariku (Allah berfirman): Peganglah dia lalu belenggulah
tangannya ke lehernya, kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyalanyala.(QS. Al Haqqah:25 31).
8. Mizan
Mizan adalah apa yang Allah letakkan pada hari kiamat untuk menimbang amalan
hamba-hamba-Nya. Allah berfirman : Dan kami akan memasang timbangan yang tepat
pada hari kiamat, maka tiadalah seorang dirugikan walau sedikitpun. Dan jika (amalan
itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya.Dan cukuplah
Kami sebagai Pembuat perhitungan.(QS. Al Anbiya:47) Setelah tahapan Mizan ini, bagi
yang kafir, dan mereka yang melakukan perbuatan syirik akan masuk neraka. Sedangkan
umat muslim lainnya, akan melalui tahap selanjutnya yaitu Telaga
9. Telaga
Umat Muhammad SAW akan mendatangi air pada telaga tsb. Barang siapa minum dari
telaga tsb maka ia tidak akan haus selamanya. Setiap Nabi mempunyai telaga masingmasing. Telaga Rasulullah SAW lebih besar, lebih agung dan lebih luas dari yang lain,
sebagaimana sabdanya :
Sesungguhnya setiap Nabi mempunyai telaga dan sesungguhnya mereka berlomba
untuk mendapatkan lebih banyak pengikutnya di antara mereka dan sesungguhnya
Nabi Muhammad mngharapkan agar menjadikan pengikutnya yang lebih banyak
(HR. Bukhari Muslim).
Setelah Telaga, umat muslim akan ke tahap selanjutnya yaitu tahap Ujian Keimanan
Seseorang. Perlu dicatat bahwa orang kafir dan orang yang berbuat syirik sudah masuk
neraka (setelah tahap Mizan, seperti dijelaskan di atas).
10.Ujian Keimanan Seseorang
Selama di dunia, orang munafik terlihat seperti orang beriman karena mereka
menampakkan keislamannya. Pada fase inilah kepalsuan iman mereka akan diketahui,
diantaranya cahaya mereka redup. Mereka tidak mampu bersujud sebagaimana sujudnya
orang mukmin. Saat digiring, orang-orang munafik ini merengek-rengek agar orangorang mukmin menunggu dan menuntun jalannya.Karena saat itu benar-benar gelap dan
tidak ada petunjuk kecuali cahaya yang ada pada tubuh mereka.
Allah SWT berfirman,Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan
berkata kepada orang-orang beriman:Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil

sebahagian dari cahayamu.Dikatakan (kepada mereka):Kembalilah kamu ke belakang


dan carilah sendiri cahaya (untukmu).Lalu diadakan diantara mereka dinding yang
mempunyai pintu.Di sebelah dalamnya ada rahmat da di sebelah luarnya dari situ ada
siksa.(QS.Al hadid:13). Setelah ini umat muslim yang lolos sampai tahap Ujian
Keimanan Seseorang ini, akan melalui Shirat.
11. Shirat
Shirath adalah jmbatan yang dibentangkan di atas neraka jahannam, untuk diseberangi
orang-orang mukmin menuju Jannah (Surga).
Beberapa Hadits tentang Shirath
Sesungguhnya rasulullah SAW pernah ditanya tentang Shirath, maka beliau berkata :
Tempat menggelincirkan, di atasnya ada besi penyambar dan pengait dan tumbuhan
berduri yang besar, ia mempunyai duri yang membahayakan seperti yang ada di Najd
yang disebut pohon Sudan.(HR. Muslim)
Telah sampai kepadaku bahwasanya shirath itu lebih tipis dari rambut dan lebih tajam
dari pedang. (HR. Muslim)
Ada yang melewati shirath laksana kejapan mata dan ada yang seperti kilat, ada yang
seperti tiupan angina, ada yang terbang seperti burung dan ada yang menyerupai orang
yang mengendarai kuda, ada yang selamat seratus persen, ada yang lecet-lecet dan ada
juga yang ditenggelamkan di neraka jahannam. (HR. Bukhari Muslim)
Yang paling pertama menyebarangi shirath adalah Nabi Muhammad SAW dan para
pemimpin umat beliau.Beliau bersabda : Aku dan umatku yang paling pertama yang
diperbolehkan melewati shirath dan ketika itu tidak ada seorangpun yang bicara, kecuali
Rasul dan Rasul berdoa ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah.(HRBukhari).
Bagi umat muslim yang berhasil melalui shirath tersebut, akan ke tahap selanjutnya
jembatan
12. Jembatan
Jembatan disini, bukan shirath yang letaknya di atas neraka jahannam. Jembatan ini
dibentangkan setelah orang mukmin berhasil melewati shirath yang berada di atas neraka
jahannam.
Rasulullah SAW bersabda : Seorang mukmin akan dibebaskan dari api neraka, lalu
mereka diberhentikan di atas jembatan antara Jannah(surga) dan neraka, mereka
akan saling diqhisash antata satu sama lainnya atas kezhaliman mereka di
dunia.Setelah mereka bersih dan terbebas dari segalanya, barulah mereka diizinkan
masuk Jannah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, seorang diantara
kalian lebih mengenal tempat tinggalnya di jannah daripada tempat tinggalnya di
dunia.(HR. Bukhari).
Setelah melewati jembatan ini barulah orang mukmin masuk Surga.
Kesimpulan :
Setelah penjelasan di atas tinggal kita menunggu, apa yang akan kita alami di hari
akhir nanti, tentunya sesuai dengan apa yang kita lakukan di dunia ini. Semoga Alah
SWT memberi kekuatan dan selalu membimbing kita untuk tetap istiqomah di jalan-Nya
sehingga dapat mencapai surga-Nya dan dijauhkan dari siksa neraka-Mu ya
Allah.karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu ya Allah

Sumber :
1. Poster Hidup Sesudah Mati (berupa diagram tahapan dan penjelasan setiap tahapan)
2. Hidup Sesudah Mati edisi terjemah oleh Syaikh Jasim Muhammad Al Muthawwi
3. Al Yaum Al Akhir, Juz I,II,III oleh Dr. umar Sulaiman Al Asyqar
4. Syarah Lumatul Itiqad Al hadi Ila Sabilir Rasyad oleh Syaikh Utsaimin
5. Tahdzib Syarah Ath thahawiyah oleh Ibnu Abil Izz Al Hanafi
6. Tadzkirah, Imam Qurthubi
7. At Takhwif Minan Naar oleh Ibnu rajab Al Hambali
8. Hadiul Arwah Ila Biladil Afrah, Ibnu Qayyim Al Jauziyah
9. Nihayatul Bidayah wan Nihayah oleh Al hafidz Ibnu Katsir
10. Ahwalun Naar oleh Muhammad Ali Al Kulaib.
(Disalin/ diketik pada tgl : 17 Ramadhan 1428 H, pkl 8 pagi).
Sumber : www.taushiyah-online.com

--------------------------------------

Penciptaan Manusia
Saturday, December 02 2006 @ 04:39 AM WIT
Kontributor: HPI
Ditampilkan 1,039

Oleh: DR. Abdullah Nasriy


Usaha yang terus menerus untuk kelangsungan hidup ini dinamakan oleh Darwin dengan istilah
survival yaitu usaha atau proses bertahan hidup. Menurut Darwin, dalam perjalanan ini orang-orang
bisa tetap hidup jika mereka memiliki sifat yang berguna. Orang-orang yang tidak memiliki sifat yang
berguna maka ia akan binasa. Darwin menamakan hasil dari survival ini dengan istilah seleksi yang
paling bagus. Oleh karenanya, orang-orang yang memiliki sifat yang bagus dan bermanfaat secara
alami mereka akan bisa melanjutkan hidupnya.
-------------------------------------------------------------------------------------Akal manusia selalu ingin tahu tentang awal penciptaan dirinya; bagaimana ia menginjakkan kakinya
di alam semesta? Dari mana asal usul dirinya? Siapa nama orang yang pertama kali diciptakan, apa
ciri-cirinya dan dari mana dia datang? Apakah dia juga seperti manusia-manusia yang lain; punya
ayah dan ibu atau tidak? Jika ia punya orang tua, siapakah ayah dan ibunya? Kalaupun tidak punya,
bagaimana dia lahir? Apakah ia lahir secara sekaligus atau bertahap? Apakah ia keturunan hewan
atau sejenis makhluk yang khas?
Meskipun sejak dahulu manusia telah memikirkan masalah-masalah tersebut dan membicarakannya
sesuai dengan pemikiran dan tingkatan pengetahuan serta persepsi mereka, akan tetapi riset ilmiah
dan eksperimen mereka terkait dengan abad-abad terakhir. Dalam dua atau tiga abad terakhir ini ada
beberapa ilmuwan yang melakukan riset secara serius sekaitan dengan masalah-masalah tersebut
dan mereka mengeluarkan teorinya. Ilmuwan bidang alam telah mengeluarkan dua teori sekaitan
dengan sumber dan awal penciptaan makhluk.
1. Teori fixisme: berdasarkan teori ini, penciptaan seluruh makhluk sejak awal adalah independen
(mustaqil). Yakni setiap tumbuh-tumbuhan dan hewan sejak semula, sebagaimana apa yang sekarang

ini ada. Ia tidak keluar dari tumbuh-tumbuhan atau hewan lainnya. Pengikut teori ini mengatakan
bahwa desain global penciptaan adalah setiap tumbuh-tumbuhan atau hewan muncul dari tumbuhtumbuhan atau hewan sejenisnya bukan dari tumbuh-tumbuhan atau hewan yang berbeda
dengannya. Dengan demikian manusia juga memiliki desain yang independen. Artinya dia tidak keluar
dari makhluk lainnya.
2. Teori transformisme: berdasarkan teori ini, setiap tumbuh-tumbuhan atau hewan muncul dari
tumbuh-tumbuhan atau hewan lainnya. Darwin salah satu dari pendukung teori ini mengatakan bahwa
Menurut pendapat saya seluruh hewan paling banyak muncul dari empat atau lima hewan yang
pertama. Demikian juga tumbuh-tumbuhan, ia dihasilkan dari empat atau lima tumbuh-tumbuhan yang
pertama. Kesamaan makhluk antara silsilah tumbuh-tumbuhan dan silsilah hewan memberikan jalan
kepada saya untuk melangkah lebih jauh. Artinya saya berpikir bahwa seluruh hewan dan tumbuhtumbuhan yang berada di muka bumi keluar dari satu sumber yang pertama.[2] Berdasarkan teori ini,
seluruh makhluk hidup memiliki hubungan keluarga antara satu dengan yang lainnya. Mereka berasal
dari nenek moyang yang sama.
Yang menarik dari teori kedua adalah masalah manusia. Setelah Darwin menelaah dan melakukan
riset sekitar asal usul jenis makhluk hidup ia melakukan riset tentang asal-usul manusia. Ia
berkesimpulan bahwa manusia berasal dari hewan yakni manusia dihasilkan dari nenek moyang yang
sama dengan manusia pertama. Adapun siapa-siapa nenek moyang secara sama antara manusia
sekarang dengan manusia pertama, bagi Darwin belum ditemukan jawabannya. Oleh karenanya, ia
menamakannya dengan istilah lingkaran yang hilang(missing link).
Sekarang kita lihat bagaimana pendapat Darwin? Dia percaya bahwa tumbuh-tumbuhan dan hewan
memiliki perkembangbiakan. Kalau memang mereka semua harus hidup dan tinggal di muka bumi dan
melanjutkan perkembangbiakannya maka tidak lama mereka akan memenuhi permukaan bumi. Akan
tetapi karena makanan dan tempat tinggal tidak mencukupi jumlah mereka, pada akhirnya setiap
makhluk hidup harus berusaha demi kelangsungan hidupnya. Mereka harus berhadapan dengan
saingannya untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Usaha yang terus menerus untuk kelangsungan
hidup ini dinamakan oleh Darwin dengan istilah survival yaitu usaha atau proses bertahan hidup.
Menurut Darwin, dalam perjalanan ini orang-orang bisa tetap hidup jika mereka memiliki sifat yang
berguna. Orang-orang yang tidak memiliki sifat yang berguna maka ia akan binasa. Darwin
menamakan hasil dari survival ini dengan istilah seleksi yang paling bagus. Oleh karenanya, orangorang yang memiliki sifat yang bagus dan bermanfaat secara alami mereka akan bisa melanjutkan
hidupnya. Setelah jelas bahwa sifatlah yang menyebabkan seseorang bisa berlangsung hidup, maka
sifat ini akan diturunkan kepada orang lain melalui keturunan, dengan demikian maka keturunan
makhluk hidup akan tetap berlangsung.
Teori Darwin bisa disimpulkan pada empat pokok:
1. Pokok perubahan organisme makhluk hidup karena faktor-faktor lingkungan.
2. Pokok survival dan usah terus menerus untuk kelangsungan hidup.
3. Pokok seleksi yang paling bagus dalam medan survival dan seleksi alami.
4. Pokok pemindahan sifat yang telah diperoleh kepada keturunan berikutnya.
Teori Darwin sangat terkenal pada masanya. Akan tetapi sepeninggal Darwin, para biolog menolak
sebagian teorinya. Dan menggantinya dengan teori mutasi. Berdasarkan teori ini, kadang-kadang
muncul sifat-sifat baru pada makhluk hidup secara tiba-tiba yang tidak ada hubungannya dengan
lingkungan survival dan seleksi alami sebagaimana yang dikatakan Darwin. Berdasarkan teori mutasi,
jika muncul sifat secara tiba-tiba pada sebuah makhluk hidup dan sifat itu bekerja untuk
mempertahankan dirinya dari sesama jenisnya maka ia bisa meneruskan kelangsungan hidupnya.
Perkumpulan beberapa mutasi yang sepakat sepanjang zaman menyebabkan pisahnya sekelompok
jenis hewan dari kelompoknya menjadi jenis yang baru dan melanjutkan hidupnya.
Teori ini di hadapkan dengan beberapa kesulitan, antara lain:
Bagaimana cara munculnya anggota baru atau munculnya sebagian anggota yang aneh atau
bagaimana terjadinya tanduk besar hewan dan ranting tumbuh-tumbuhan? Ini adalah masalah yang
sampai saat ini belum jelas dalam dunia keilmuan sekalipun desainnya sudah diatur[3]
Para pendukung teori mutation mengajukan beberapa argumen untuk membuktikan pendapatnya

antara lain:
1. Telah didapatkan riset dari paleontologi (purbakala) bahwa penelitian tentang kerangka dari
makhluk hidup ribuan tahun yang lalu menunjukkan bahwa makhluk hidup mengalami perubahan dari
bentuk yang sederhana menjadi bentuk yang lebih rumit dan sempurna. Alasan mereka dalam hal ini
adalah perubahan dari kesederhanaan menuju ke kerumitan tidak mungkin terjadi kecuali dengan
perantara pendapat transformis.
2. Sejauh penelitian di bidang anatomi komparatif telah dilakukan, terbukti bahwa di antara makhlukmakhluk hidup terdapat banyak kesamaan, ini adalah bukti adanya hubungan dekat kekeluargaan di
antara pelbagai kelompok makhluk hidup. Para pendukung teori transformisme meneliti berbagai
sistem aliran darah, sistem pernafasan dan sistem syaraf makhluk hidup. Mereka mendapatkan bahwa
semuanya memiliki kesamaan. Meneliti sistem-sistem di atas menunjukkan bahwa sistem ini
mengalami perubahan dari yang sederhana sampai pada tahapan yang rumit.
3. Data-data embriologis menunjukkan bahwa mayoritas embrio-embrio makhluk hidup memiliki
kesamaan. Pada awal pertumbuhan, embrio semua makhluk hidup memiliki kesamaan sehingga sulit
untuk membedakannya. Masalah ini juga menunjukkan bahwa makhluk hidup berasal dari jenis yang
sama.
Di sini kita tidak melakukan pengkritikan terhadap pendapat transformis. Namun perlu disebutkan
bahwa munculnya jenis yang lebih rumit setelah munculnya jenis yang sederhana dan adanya
kesamaan sebagian makhluk hidup dengan yang lainnya, bukan dalil bahwa sebuah jenis keluar dari
jenis yang lainnya.
Ilmu biologi hanya bisa menunjukkan kesamaan makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya, bukan
menunjukkan kemunculan sebuah jenis dari jenis yang lainnya karena hasil pengetahuannya yang
sudah pasti.
Dengan kata lain teori transformis (perubahan jenis) sampai saat ini belum ditetapkan dengan
argumentasi yang pasti. Para pendukung teori ini juga belum bisa menunjukkan sebuah hewan
berubah menjadi hewan lain karena seleksi alami dan mutasi. Para biolog hanya bisa menunjukkan
perubahan pada sifat sebuah jenis saja, bukan perubahan sebuah jenis menjadi jenis lain.[4]
Apakah Pandangan Al-Quran?
Mengingat Al-Quran sebagai kitab pembangun manusia, bukan buku fisika atau biologi, di dalamnya
tidak didapatkan ayat yang secara tegas menyatakan bahwa fixisme adalah teori benar, atau bahwa
transformisme adalah teori yang benar. Akan tetapi dari beberapa ayat Al-Quran, bisa ditarik beberapa
poin sebagaimana yang telah dicermati oleh sejumlah peneliti.
Seorang ilmuwan Iran bernama Dr. Yadullahi Sahabi melakukan pengumpulan ayat-ayat Al-Quran
sekaitan dengan masalah penciptaan manusia. Dalam kitabnya yang bernama Khelqhat-e Insan, ia
berusaha membuktikan bahwa Al-Quran juga mendukung teori transformisme. Ia sama sekali tidak
mengatakan bahwa manusia berasal dari keturunan monyet, sebagaimana para pendukung teori
transformis yang berkeyakinan demikian, bahwa manusia berasal dari keturunan monyet. Dalam hal
ini Dr. Yadullahi Sahabi mengatakan:
Keterkaitan secara langsung keturunan manusia dengan monyet hanya sekedar pengandaian. Tidak
sampai pada tahap pengesahan secara keilmuan. Kami juga tidak berkeyakinan dengan teori
semacam ini.[5]
Ia berusaha membuktikan bahwa Al-Quran menyetujui dua masalah di bawah ini:
1. Di antara semua silsilah makhluk hidup ada keterkaitan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ilmu
biologi tidak lain hanya menunjukkan adanya keterkaitan keturunan semua makhluk hidup serta
kaidah global dan umum pada susunan fisik mereka.[6]
2. Nabi Adam a.s. bukan manusia pertama yakni penciptaannya tidak secara independen bahkan
secara bertahap. Dia adalah manusia pilihan di zamannya.
Ayat-ayat yang ditafsirkan oleh Dr Yadullah Sahabi untuk membuktikan dua pernyataan di atas,
menurut sebagian para ilmuwan sama sekali bukan sebagai perestu teori-teorinya. Hasil Penelitian
Allamah Thabathabai dalam tafsirnya Al-Mizan menunjukkan makna ini. Artinya menurut pendapat
Allamah Thabathabai, secara lahir ayat-ayat Al-Quran menunjukkan bahwa penciptaan manusia pada
saat itu secara independen bukan secara bertahap dan bukan bermula dari makhluk lain.

10

Beliau dalam hal ini mengatakan ayat-ayat Al-Quran secara lahir dan hampir mendekati kesepakatan
mengenalkan bahwa manusia pada zaman ini termasuk kita adalah bagian dari mereka melalui
reproduksi yang berakhir pada pasangan suami istri tertentu di mana nama suaminya adalah Adam
a.s.
Dan jelas juga bahwa ia adalah manusia yang pertama dan pasangannya tidak dilahirkan dari seorang
ayah dan ibu bahkan menurut Al-Quran diciptakan dari tanah atau tanah liat atau lapisan bumi.[7]
Pendapat lain yang perlu disebutkan sekaitan dengan pembahasan Al-Quran adalah pendapatnya
Ayatullah Misykini. Beliau menggabungkan dua pendapat di atas. Beliau mengatakan ayat-ayat AlQuran sekaitan dengan penciptaan manusia bisa di bagi menjadi empat bagian:
1. Ayat-ayat yang kesimpulannya adalah merestui keyakinan tentang kesempurnaan dan kembalinya
silsilah jenis makhluk hidup yang sudah sempurna kepada manusia.
2. Ayat-ayat yang bisa disimpulkan bahwa Nabi Adam a.s. adalah manusia pertama yang diciptakan
oleh Allah swt. Hawa adalah manusia kedua setelah Nabi Adam a.s. Allah swt. menciptakan seluruh
manusia dari keturunan dua manusia ini.
3. Ayat-ayat yang tidak bisa dipakai sebagai sandaran bahwa manusia diciptakan secara independen.
Dan tidak juga bisa dipakai sebagai dalil bahwa manusia diciptakan secara bertahap.
4. Ada ayat-ayat yang hanya menjelaskan tentang kelangsungan keturunan dan bagaimana caranya
berproduksi, bukan bagaimana caranya penciptaan dan mulainya kemunculan manusia.[8]
Pendapat yang keempat yang perlu disebutkan di sini adalah pendapatnya Prof. Jafar Subhani.
Beliau mengatakan keyakinan terhadap Nabi Adam a.s. sebagai ayahnya manusia bukan berarti ia
sebagai manusia pertama yang menginjakkan kakinya di bumi. Berdasarkan sebagian riwayat,
sebelum adanya Nabi Adam a.s. sebagai ayahnya manusia, manusia-manusia lainnya juga ada, tetapi
karena sebab-sebab tertentu mereka telah punah.
Imam Al-Baqir a.s. berkata kepada Jabir bin Yazid kalian mengira bahwa Allah hanya menciptakan
alam ini saja dan selesai, begitu juga kalian mengira bahwa Allah tidak menciptakan manusia selain
kalian? Demi Allah, sesungguhnya Allah telah menciptakan ribuan alam dan ribuan manusia. Kamu
adalah orang yang berada pada alam yang terakhir dan bagian dari sekian manusia.[9]
Dengan penjelasan ini, antara penelitian para ilmuwan biologi sekaitan dengan masalah fosil-fosil
manusia purba dan Nabi Adam a.s. sebagai ayahnya manusia tidak ada pertentangan. Fosil-fosil ini
adalah milik manusia-manusia sebelum Nabi Adam a.s. dan tidak bermasalah kalau kita andaikan
bahwa mereka tidak diciptakan secara independen. Kisah Nabi Adam a.s. yang disebutkan dalam AlQuran sebagai makhluk hidup yang diciptakan secara independen berkaitan dengan beberapa ribu
tahun terakhir ini, bukan jutaan tahun yang lalu yang berkaitan dengan fosil-fosil manusia purba.
Prof. Jafar Subhani menjelaskan:
Seluruh penelitian para ilmuwan tentang fosil-fosil manusia purba boleh jadi terkait dengan manusiamanusia sebelum Nabi Adam a.s. dan seandainya pendapat-pendapat dan kesimpulan itu benar, ia
tetap tidak bisa menjadi alat untuk menghukumi tentang manusia masa ini. Fosil-fosil itu sendiri
sebagai satu bukti bahwa ada makhluk hidup yang bernama manusia, hidup di muka bumi ini pada
zaman purba. Manusia purba hidup di muka bumi pada masa ratusan tahun yang lalu. Berdasarkan
hasil yang didapatkan dari penelitian paleontologi (purbakala) maka terhapuslah pendapat yang
mengatakan bahwa sebelum Nabi Adam a.s. dan Hawa, tidak ada manusia di muka bumi. Khususnya
sejarah Nabi Adam a.s. dan Hawa belum sampai ribuan tahun yang lalu.[10]
Kesimpulannya berdasarkan teori ini pertama, berdasarkan teks ayat-ayat Al-Quran, Nabi Adam a.s.
memiliki hakikat yang independen dan tidak muncul dari satu makhluk hidup pun. Kedua, adanya
manusia-manusia sebelum Nabi Adam a.s. sebagaimana penelitian-penelitian para ilmuwan biologi
yang berkaitan dengannya (jika memang benar). Dan tidak masalah juga, kalau kita katakan bahwa
mereka (manusia sebelum Nabi Adam) tidak memiliki penciptaan secara independen, karena Al-Quran
hanya mengatakan tentang Nabi Adam a.s. yang terkait dengan beberapa ribu tahun terakhir.
Adapun pendapat yang diterima sekaitan dengan tema ini adalah sebagai berikut: Ada ayat-ayat AlQuran yang menunjukkan bahwa penciptaan Nabi Adam a.s. adalah independen. Yakni Nabi Adam

11

a.s. tidak keluar dari makhluk hidup lainnya. Hal ini tidak bertentangan kalau kita katakan bahwa
penciptaan Nabi Adam a.s. adalah bertahap. Akan tetapi bertahap di sini bukan berarti harus keluar
dari jenis yang lain.
Tidak benar, kalau kita menganggap bahwa, jika penciptaan Nabi Adam a.s. secara independen maka
tidak bisa diterima tahapan keberadaannya. Sebenarnya kesalahan ini bermula dari anggapan bahwa
keterkaitan semua silsilah makhluk hidup adalah sesuatu yang aksiomatis. Dan setiap penciptaan
sudah diciptakan sesuai dengan latar belakang makhluk hidup sebelumnya yakni keluar dari makhluk
hidup sebelumnya.
Pada dasarnya, tahapan keberadaan Nabi Adam a.s. memiliki dua arti: pertama, Nabi Adam a.s.
memiliki keterkaitan dan kesinambungan dengan makhluk-makhluk hidup lainnya dan keluar dari
mereka. Kedua keberadaan Nabi Adam a.s. tidak memiliki keterkaitan dengan makhluk-makhluk hidup
lainnya sehingga harus keluar dari mereka secara bertahap. Bahkan ia memiliki penciptaan secara
independen namun penciptaan independen ini jugalah yang bertahap.
Di sini pertama kami kelompokkan ayat-ayat yang berkaitan dengan penciptaan manusia kemudian
kita akan membahasnya.
Pertama, sekumpulan ayat Al-Quran yang menunjukkan bahwa seluruh manusia berasal dari
sepasang manusia. Allah swt. pertama menciptakan makhluk hidup yang bernama Adam a.s.
kemudian menciptakan istrinya yang bernama Hawa dari jenisnya. Dari perkawinan keduanya maka
muncullah keturunan manusia.
Wahai manusia bertakwalah kepada Allah yang menciptakan kalian dari badan yang satu dan
menciptakan darinya pasangannya dan menebarkan dari keduanya laki-laki dan perempuan yang
banyak.[11]
Dia-lah yang menciptakan kalian dari badan yang satu dan menjadikan darinya pasangannya supaya
ia merasa tenang di sisinya.[12]
Dia telah menciptakan kalian dari badan yang satu kemudian menjadikan darinya pasangannya.[13]
Dia-lah yang menciptakan kalian dari badan yang satu maka sebagian manusia ada yang tenang dan
ada yang tidak tenang.[14]
Wahai manusia Kami telah menciptakan kalian dari jenis laki-laki dan perempuan dan Kami jadikan
kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal.[15]
Ayat-ayat di atas mengakui bahwa penciptaan semua manusia dari makhluk hidup yang bernama
Adam a.s. yakni pertama diciptakannya badan yang satu yang bernama Adam a.s. kemudian
diciptakannya istrinya dari jenisnya dan dari perkawinan keduanya muncullah keturunan manusia.
Kedua, sekelompok ayat Al-Quran yang menyatakan bahwa penciptaan jenis manusia dari nutfah.
Dia telah menciptakan manusia dari nutfah dan manusia adalah makhluk yang berbuat jahat secara
terang-terangan.[16]
Apakah manusia tidak melihat bahwa kami telah menciptakannya dari nutfah tiba-tiba setelah menjadi
manusia ia berbuat jahat secara terang-terangan.[17]
Kami telah menciptakan manusia dari nutfah yang bercampur.[18]
Apakah manusia bukan nutfah yang terdiri dari mani yang tumpah? Kemudian berupa segumpal darah
maka pada saat itu Dia ciptakan dan Dia samakan.[19]
Dia-lah Allah yang menciptakan manusia dari air.[20]
Apakah kami tidak menciptakan kalian dari air yang hina.[21]
Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.[22]
Ketiga, sekelompok ayat Al-Quran yang menyatakan penciptaan jenis manusia dari tanah.
Dia-lah yang menciptakan kalian dari tanah.[23]
Dan Allah telah menumbuhkan kalian dari tanah kemudian mengembalikan kalian ke dalamnya dan
mengeluarkan kalian lagi dari dalamnya.[24]
Dari tanda-tanda kekuasan-Nya adalah Dia ciptakan kalian dari tanah kemudian kalian menjadi
manusia yang bertebaran (di muka bumi).[25]
Keempat, sekelompok ayat Al-Quran yang menyatakan bahwa penciptaan manusia pada mulanya dari

12

tanah kemudian nutfah dan segumpal darah dan tahapan janin.


Dia-lah yang menciptakan kalian dari tanah kemudian dari nutfah kemudian dari segumpal darah
kemudian mengeluarkan kalian (dari perut ibu kalian) berupa bayi.[26]
Telah Kami ciptakan manusia dari sebagian tanah. kemudian kami letakkan berupa nutfah di tempat
yang aman. Kemudian Kami jadikan nutfah menjadi gumpalan darah kemudian gumpalan darah itu
Kami jadikan menjadi gumpalan daging kemudian gumpalan daging itu Kami jadikan bertulang dan
tulang itu Kami bungkus dengan daging kemudian Kami ciptakan penciptaan yang terakhir.[27]
Sesungguhnya telah Kami ciptakan kalian dari tanah kemudian dari nutfah kemudian dari segumpal
darah kemudian dari segumpal daging yang berbentuk dan yang tidak berbentuk supaya Kami
jelaskan untuk kalian dan Kami tetapkan dalam rahim sekehendak Kami sampai pada masa tertentu
kemudian Kami keluarkan kalian berupa bayi kemudian kalian sampai pada masa pertumbuhan.[28]
Kelima, sekelompok ayat yang menyatakan bahwa penciptaan Nabi Adam AS. sendiri dari tanah.
Ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat sesungguhnya Aku ciptakan manusia dari tanah.[29]
Setan berkata aku lebih baik darinya (Adam) karena telah Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau
ciptakan dia (Adam) dari tanah.[30]
Setan berkata apakah aku harus sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah.[31]
Salah satu poin penting yang harus dijelaskan dari ayat-ayat di atas adalah apakah selain penciptaan
Nabi Adam a.s. dari tanah, penciptaan manusia setelahnya juga dari tanah. Atau hanya penciptaannya
yang dari tanah dan penciptaan manusia setelahnya dari nutfah. Dalam hal ini ada dua pendapat.
Pendapat pertama, tidak masalah jika kita katakan bahwa selain penciptaan Nabi Adam a.s. dari tanah
penciptaan setiap manusia setelahnya juga dari tanah. Artinya karena penciptaan setiap manusia dari
nutfah dan bahan yang ada dalam nutfah berasal dari tanah maka benar jika kita katakan bahwa
setiap manusia diciptakan dari tanah.
Pendapat kedua, hanya Nabi Adam a.s. saja yang diciptakan dari tanah dan penciptaan seluruh
manusia dari nutfah yang berada di dalam rahim ibunya masing-masing. Karena kepala silsilah
seluruh makhluk hidup adalah Nabi Adam a.s. dan ia diciptakan dari tanah maka benar jika kita
katakan bahwa setiap manusia juga diciptakan dari tanah.
Dari kedua pendapat ini, pendapat kedua bisa diunggulkan dengan dua argumentasi:
1. Berdasarkan ayat di bawah ini Adam a.s. diciptakan dari tanah dan keturunannya diciptakan dari
nutfah.Penciptaan manusia dimulai dari tanah kemudian keturunannya diciptakan dari air yang kotor.
[32] Sekalipun dalam ayat di atas menggunakan kata insan (manusia) bukan kata Adam. tetapi dalam
ayat lain sekaitan dengan Adam a.s. telah digunakan kata insan juga kata basyar. Sebagaimana pada
surat Hijr ayat 26 dan 29, ketika Allah swt. berbicara dengan malaikat sekaitan dengan penciptaan
Adam a.s. Allah swt. menggunakan kata insan. Begitu juga pada ayat di bawah ini kata basyar
digunakan sekaitan dengan Adam a.s.
Ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat sesungguhnya aku ciptakan manusia dari tanah yang kering
yang diambil dari tanah hitam yang tidak berbau.[33]
2. Jika maksud dari penciptaan manusia dari tanah adalah penciptaan setiap manusia dari tanah
maka tidak seharusnya mengatakan Kami ciptakan manusia dari sebagian tanah. Karena apa yang
digunakan dari tanah adalah tanah itu sendiri bukan tanah yang sudah subur atau yang sudah
bercampur air dan sudah menjadi tanah liat.[34]
Telah Kami ciptakan mereka dari sebagian tanah[35]
Ayat di atas menyatakan tentang awal kemunculan jenis manusia dari tanah. Dalam ayat lain Allah
swt. berfirman:
Manusia Kami ciptakan dari tanah yang lengket.[36]
Bisa dikatakan bahwa ayat di atas berkaitan dengan Adam a.s. bukan berkaitan dengan jenis manusia
(sebagaimana perkiraan para pendukung teori transformis (perubahan jenis). Dalam ayat di atas
menggunakan kata ganti bersama (jamak), yakni nenek moyang manusia sebagai kepala keturunan
manusia telah diciptakan dari tanah yang lengket. Dengan kata lain karena Adam a.s. Diciptakan dari
tanah yang lengket dan ia sebagai kepala keturunan manusia oleh karenanya seakan-akan semua
manusia telah diciptakan dari tanah yang lengket.

13

Dalam ayat lain Allah swt. berfirman bahwa penciptaan Adam a.s. Dari tanah yang kering yang diambil
dari tanah yang warnanya hitam dan berbau busuk.
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari tanah yang kering yang diambil dari tanah
hitam yang berbau busuk.[37]
Maksud manusia dalam ayat di atas adalah Adam a.s. Karena lanjutan ayat ini adalah.
Maka apabila Aku menyempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan ruh-Ku maka bersujudlah kalian
kepadanya.[38]
Dan tidak ada keraguan kalau para malaikat bersujud kepada Adam a.s. Bukan kepada jenis manusia.
Ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat:
Sesungguhnya telah Aku ciptakan manusia dari tanah kering yang diambil dari tanah hitam yang
berbau busuk.[39]
Iblis berkata aku tidak akan bersujud kepada manusia yang Engkau ciptakan dari tanah kering yang
diambil dari tanah hitam yang berbau busuk.[40]
Adapun apa artinya tanah kering (sholshol)? Al-Quran memberikan makna sendiri.
Dia telah menciptakan manusia dari tanah kering seperti tanah liat.[41]
Ayat di atas menyatakan bahwa tanah kering seperti tanah liat.
Boleh jadi bahwa sekumpulan ayat di atas merupakan penjelasan tentang tahapan penciptaan Adam
a.s. Yakni pertama ia diciptakan dari tanah (thin dan turab) kemudian berupa tanah yang lengket (thin
lazib) kemudian berganti menjadi bagian dari tanah (sulalatin min thin) setelah itu berupa tanah kering
seperti tanah liat.
Apa yang kita katakan selama ini jelas bahwa penciptaan manusia memiliki beberapa tahapan, dari
bentuk tanah kemudian tanah yang lengket kemudian bagian dari tanah kemudian berubah menjadi
tanah liat.[42]
Pada dasarnya setelah melalui tahapan di atas dan sempurnanya badan Adam a.s. dan ditetapkannya
ruh kemanusiaan pada dirinya, Allah swt. memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam
a.s.
Sesungguhnya telah Kami ciptakan kalian kemudian Kami bentuk kalian kemudian Kami berkata
kepada malaikat bersujudah kepada Adam a.s.![43]
Berdasarkan keterangan ini maka tahapan penciptaan Adam a.s. bisa disimpulkan sebagi berikut.
Sulalatin min tin (gumpalan tanah) → thin-in lazib (tanah lengket) → thin dan turab (tanah
Adam) → wa nafakhtu fihi min ruhi (penetapan ruh Adam) → sholshol kal fakhor (tanah
kering seperti tanah liat).
Argumentasi Pendukung Transformisme
Di sini kita perlu meneliti ayat-ayat yang menjadi dasar argumentasi para pendukung teori transformis
(perubahan jenis).
1.Sesungguhnya Allah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran untuk seluruh dunia.
[44]
Para pendukung teori transformis mengatakan sebagaimana Nuh dan keluarga Imran hidup di antara
umat pada saat itu dan mereka sebagai orang yang terpilih, Adam a.s. juga demikian. Hal ini
menunjukkan bahwa Adam a.s. bukan manusia pertama di muka bumi tetapi sebelum beliau, ada
manusia yang hidup di muka bumi. Adam a.s. dipilih Allah karena beliau lebih tinggi dari manusia
lainnya dari sisi pemikiran.
Dengan kata lain, menurut Para pendukung teori transformismu, manusia dalam istilah Al-Quran
memiliki dua makna. Pertama manusia-manusia sebelum Nabi Adam a.s. kedua manusia sesudah
Nabi Adam a.s. menurut mereka, manusia sebelum Nabi Adam a.s. tidak memiliki ikhtiar dan ilmu

14

pengetahuan serta tidak berkewajiban menjalankan taklif ilahi. Hal ini berlangsung sangat lama
sampai Allah swt. memilih Nabi Adam a.s. karena ia memiliki potensi dan kelayakan yang lebih tinggi.
Isthof berarti memilih. Karena ia termasuk bab iftil maka bisa bermakna usaha dan teliti. Artinya
adalah terpilihnya setiap orang dari sekian orang yang hidup bersamanya. Sebagaimana Nabi Nuh
a.s. dan sebagian keluarga Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Imran a.s., setelah mereka memiliki
kesiapan rohani dan maknawi dari sisi keturunan maupun pendidikan, mereka terpilih sebagai nabi di
antara kaumnya. Ketika Nabi Nuh a.s. dan para Nabi dari keluarga Nabi Ibrahim a.s. berdasarkan teks
ayat dipilih sebagai nabi di antara kaum pada zamannya, hal ini juga pasti terjadi pada Nabi Adam a.s.
Beliau juga terpilih sebagai nabi di antara kaumnya di mana mereka dari sisi badan dan kondisi hidup
sama dengannya.[45]
Jawaban dari kesimpulan di atas adalah secara terang-terangan ayat tidak menunjukkan arti bahwa
Nuh dan keluarga Ibrahim serta keluarga Imran pasti terpilih di antara kaum pada zamannya bahkan
boleh jadi Allah swt. memilih mereka di antara semua manusia sampai hari kiamat karena keagungan
dan kedudukan maknawinya. Pada dasarnya ayat ini ingin menyampaikan kedudukan beberapa orang
yang terpilih.
Selain itu, jika ayat menyampaikan tentang Nabi Adam a.s. pada zamannya, apa dalilnya kalau kita
katakan bahwa ia terpilih di antara orang-orang sebelumnya bukan di antara anak-anak dan cucucucunya? Khususnya dengan memandang bahwa ia memiliki usia yang cukup panjang, tidak jadi
masalah kalau kita anggap bahwa ia terpilih pada masa hidupnya dan pada dasarnya ia terpilih di
antara anak-anak dan cucu-cucunya dan keturunan yang lahir darinya.
Kritikan lain terhadap para pengikut teori transformis adalah mereka memaknai kata isthof dengan
arti muncul, tanpa menyebutkan argumentasi, padahal arti sebenarnya adalah terpilih. Kalau memang
Nabi Adam a.s. terpilih di antara para penduduk dunia apakah bisa diambil kesimpulan bahwa ia
muncul dari keturunan makhluk hidup yang lebih rendah darinya? (dari sisi akal dan ikhtiar). Dengan
kata lain seandainya kita terima bahwa Nabi Adam a.s. terpilih di antara umatnya, terpilihnya dia
bukan sebuah dalil atas munculnya dia dari makhluk hidup yang lebih rendah darinya.
2.Ayat lain yang menjadi sandaran para pengikut teori transformis adalah:
Ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat sesungguhnya Aku menciptakan manusia dari tanah
kering yang di ambil dari tanah yang berbau busuk. Maka ketika Aku membentuknya dan menetapkan
ruh pada dirinya maka semuanya bersujud kepadanya.[46]
Para pengikut teori ini berpendapat bahwa maksud dari basyar (manusia) dalam ayat di atas adalah
jenis manusia, bukan manusia tertentu yang bernama Nabi Adam a.s.
Jawaban terhadap mereka para pengikut teori transformis adalah bahwa ayat di atas berkaitan
dengan penciptaan Nabi Adam a.s. sebagai kepala keturunan jenis manusia. Perintah Allah swt.
kepada para malaikat untuk bersujud adalah bersujud kepada Nabi Adam a.s. bukan bersujud kepada
jenis manusia.
Pendapat para pengikut teori transformis yang mengatakan bahwa penciptaan jenis manusia dari
tanah kering yang diambil dari tanah yang berbau busuk adalah tidak benar karena Al-Quran sendiri
mengakui bahwa penciptaan Nabi Adam a.s. sendiri juga dari tanah kering yang diambil dari tanah
yang berbau busuk. Ketika Allah swt. berkata kepada iblis kenapa kamu tidak bersujud? Iblis
menjawab:
Aku tidak akan bersujud kepada manusia yang Engkau ciptakan dari tanah kering yang diambil dari
tanah yang berbau busuk.[47]
Kesimpulannya adalah teks ayat-ayat di atas menguatkan makna bahwa Nabi Adam a.s. diciptakan
dari tanah yang berwarna hitam. Setelah badan Nabi Adam a.s. mengalami kesempurnaan maka
ditetapkan kepadanya ruh ilahi yang pada akhirnya Allah swt. memerintahkan para malaikat untuk
bersujud kepada Nabi Adam a.s.
3.Satu lagi ayat yang dipakai sandaran oleh para pengikut teori transformis adalah:

15

Sesungguhnya telah Kami ciptakan kalian kemudian Kami bentuk kalian kemudian Kami berkata
kepada malaikat bersujudlah kepada Adam! maka bersujudlah mereka kecuali iblis, mereka tidak akan
bersujud.[48]
Para pengikut teori transformis mengatakan bahwa ayat di atas menyebutkan beberapa tahapan
penciptaan manusia.
1. Permulaan penciptaan
2. Terbentuknya manusia (sebelum terpilihnya Nabi Adam a.s.)
3. Terpilihnya Adam a.s. di antara semua manusia
4. Perintah sujud kepada Adam a.s.
Menurut perkiraan mereka, ayat di atas turun bukan berkaitan dengan Adam a.s. akan tetapi berkaitan
dengan jenis manusia. Sebelum terpilihnya Adam a.s. ada manusia sebelum beliau, dan beliau terpilih
di antara mereka. Dari kata tsumma (kemudian) yang ada dalam ayat di atas, dapat disimpulkan
bahwa antara tahapan di atas ada jarak waktu. Dan dari kata showwarnkum (kami bentuk kalian)
juga bisa berarti bahwa bentuk manusia terjadi secara bertahap.
Ayat 11 surat Al-Arf merupakan salah satu ayat yang lebih bisa dipakai untuk membuktikan teori
transformis, karena dalam ayat ini Allah swt. menjelaskan bahwa pertama sebelum Nabi Adam
dibentuk sebagai manusia ia diciptakan terlebih dahulu. Kemudian setelah beberapa lama (masa yang
tidak tertentu) dengan konteks kata tsumma yang berarti kemudian, ia (Adam a.s.) dibentuk menjadi
manusia. Kemudian setelah beberapa lama Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud
kepada salah satu jenis manusia. Oleh karenanya penciptaan pertama adalah penciptaan manusia
dari air dan tanah. Menetapkan ruh padanya tidak akan terjadi kecuali dalam skala wujud sebagai
jenis. Dari ayat ini bisa dipahami bahwa manusia melewati beberapa tahapan antara lain pertama,
tahapan setelah penciptaan dan sebelum terbentuknya sebagai manusia. Kedua, tahapan setelah
terbentuknya sebagai manusia dan sebelum terpilihnya Adam a.s. di antara semua jenis. Ketiga,
tahapan pemilihan Adam a.s. di antara mereka dan setelah itu perintah kepada para malaikat untuk
bersujud kepada Nabi Adam a.s..[49]
Ayat 11 surat Al-Arf juga tidak bisa membuktikan teori transformis karena pertama, kata tsumma
(kemudian) walaupun menunjukkan tahapan waktu tetapi tidak menunjukkan jangka waktu tertentu.
Sementara para pengikut teori transformis menyebutkan jangka waktu yang cukup panjang (jutaan
tahun) antara tahapan yang ada.
Ayat di bawah ini menggunakan kata tsumma (kemudian) dengan tanpa menunjukkan jangka waktu
yang panjang.
Wahai manusia jika kalian ragu dengan hari kiamat, sesungguhnya telah Kami ciptakan kalian dari
tanah kemudian dari nutfah kemudian dari segumpal darah kemudian dari segumpal
daging...kemudian Kami keluarkan kalian berupa bayi kemudian kalian sampai pada pertumbuhan
kalian.[50]
Pada ayat ini kata tsumma (kemudian) dipakai untuk jangka waktu pendek dan tidak ada dalil sama
sekali kita harus mengartikan jangka waktu panjang, seperti jutaan tahun. Pembentukan manusia
pada ayat 11 surat Al-Arf juga tidak menunjukkan jangka waktu yang panjang pada tahapan
kesempurnaan manusia. Sebagaimana Allah swt. menyebutkan dalam surat Ali-Imran tentang
pembentukan dalam rahim. Kita juga tahu bahwa pembentukan dalam rahim tidak sampai memakan
waktu satu tahun apalagi sampai jangka waktu yang panjang.
Dialah yang membentuk kalian dalam rahim sekehendak-Nya.[51]
Kedua, sujudnya para malaikat kepada Adam a.s. terjadi sebelum penciptaan jenis manusia.
Kesimpulannya bahwa dari ayat 11 surat Al-Araf tidak bisa disimpulkan kalau jenis manusia muncul
dari jenis lainnya yaitu dari hewan, bahkan kesimpulannya demikian bahwa munculnya bapak manusia
yang bernama Adam a.s. adalah secara bertahap.
Kesimpulan Pembahasan
Dari sekian ayat yang disampaikan oleh para pengikut teori transformis untuk membuktikan
pendapatnya, paling tidak hanya membuktikan bahwa manusia melewati beberapa tahapan sampai
berupa manusia yang sempurna di mana penciptaan nenek moyang manusia yang bernama Adam

16

a.s. adalah dari tanah sekaligus tahapannya juga. Kelangsungan keturunan Nabi Adam a.s. dengan
perantara pembuahan.
Adapun manusia berasal dan muncul dari jenis lain sebagaimana yang dikatakan oleh para pengikut
teori transformis, ayat di atas juga tidak mendasarinya. Oleh karenanya, sekalipun apa yang namanya
perubahan dan kesempurnaan memang terjadi pada manusia, dengan perubahan jenis sebagaimana
perkataan Darwin sebuah jenis muncul dari jenis lainnya tentu sangat berbeda. Perubahan ini bisa
diandaikan pada tahapan keberadaan sebuah makhluk hidup yakni makhluk hidup yang bernama
Adam a.s. telah melewati tahapan kesempurnaan bukannya ia muncul dari makhluk hidup lainnya.
Dengan kata lain, bahwa puncak keturunan manusia adalah orang yang bernama Adam a.s. dan
keturunannya muncul dengan perantara terjadinya pembuahan dalam rahim ibu-ibu mereka. Adapun
sekaitan dengan Nabi Adam a.s. sendiri bagaimana ia muncul, dari sehimpun ayat tersebut bisa
disimpulkan bahwa ia diciptakan dari tanah kemudian setelah ia melewati tahapan tanah yang lengket
dan sebagian dari tanah, kemudian berubah menjadi tanah yang kering kemudian ia berbentuk
sempurna dan memiliki ruh maka jadilah ia sebagai makhluk hidup yang sempurna.
Selain itu, ketika kita meneliti ayat-ayat yang terkait dengan nilai dan kedudukan manusia, kita akan
tahu bahwa Al-Quran mengatakan, manusia adalah sebuah jenis yang berbeda dengan hewan.
Manusia memiliki perbedaan substansi dan esensi dengan makhluk hidup lainnya. Sementara dalam
teori transformisme perbedaan ini tidak dipaparkan. Artinya antara manusia dengan hewan tidak ada
perbedaan substansi dan esensi bahkan manusia juga merupakan hewan yang memiliki sistem
fisiologis yang lebih rumit bukan sebuah jenis yang berbeda dengan hewan. [Emi Ms]
Rujukan:
________________________________________
[1] . Diterjemahkan dari bab 3 buku Mabani Ensan Shenasi Dar Quran.
[2] . Aya bih rasti insan zadeh-ye maimun ast?, hal 117-118.
[3] . . Aya bih rasti insan zadeye maimun ast?, hal 129.
[4] . Perlu diperhatikan, lantaran pembahasan kami ini dalam batas persepsi Al-Quran, maka kritik dan
uraian pendukung transformisme dapat dirujuk ke karya-karya para pakar biologi sekaitan dengan
masalah ini.
[5] . Khelqhat-e Insan, hal 182 dan 188.
[6] . Ibid.
[7] . Tafsir Al-Mizan, jilid 32, hal 91-92. untuk menelaah kitab Khelqha-te Insan, rujuk Muhammad Taqi
Misbah: Khelqhat-e Insan az nazare Quran. Murteza Razawi Salduzi: Khelqhat-e Adam wa Bahsi dar
Takamul. Mir Abul fath Dawati: Quran wa khelqhat-e Insan. Masih Muhajiri: Nazariyeh Takamul az
didgah-e Quran.
[8] . Rujuk ke kitabTakamul dar Quran.
[9] . Tauhid-e Shaduq, hal 277. Khishal, jilid 2, hal 450.
[10] . Mansyu-er Jawid, jilid 4, hal 94.
[11] . QS, An-Nisa: 1.
[12] . QS, Al-Araf: 189.
[13] . QS, Az-Zumar: 6.
[14] . QS, Al-Anam: 98.
[15] . QS, Hujurat: 13.
[16] . QS, An-Nahl: 4.
[17] . QS, Yasin: 77.
[18] . QS, Ad-Dahr: 2.
[19] . QS, Kiamat: 37-38.
[20] . QS, Al-Furqan: 54.
[21] . QS, Al-Mursalat: 20.
[22] . QS, Al-Alaq: 2.
[23] . QS, Al-Anam: 2.
[24] . Al-Quran, Nuh: 17-18.
[25] . QS, Ar-Rum: 20.
[26] . QS, Al-Mukmin: 67.
[27] . QS, Mukminun: 12-14.

17

[28] . QS, Hajj: 5.


[29] . QS, Shod: 71.
[30] . QS, Al-Araf: 12.
[31] . QS, Al-Isra: 61.
[32] . QS, Sajdah: 7-8.
[33] . QS, hijr: 28.
[34] . Nazariyeh takamul az didgahe Quran, hal 27.
[35] . QS, Mukminun: 12.
[36] . QS, As-Shoffat: 11.
[37] . QS, Hijir: 26.
[38] . QS, Hijir: 29.
[39] . QS, Hijir: 28.
[40] . QS, Hijir: 33.
[41] . QS, Ar-Rahman: 14.
[42] . Quran wa khelqate insan, hal 51.
[43] . QS, Al-Araf: 11.
[44] . QS, Ali-Imran: 33.
[45] . Khelqhat-e Insan, hal 108.
[46] . QS, Hijir: 28-29.
[47] . QS, Hijir: 33.
[48] . QS, Al-Arf: 11.
[49] . Takamul dar Quran, hal 6-25.
[50] . QS, Hajj: 5
[51] . QS, Ali-Imran: 6.

Renungan Kehidupan
Setelah sholat malam, ditengah keheningan malamcoba diri ini merenung
tentang :
1.Kepala kita! Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan
segenap kepasrahan seorang hamba yang tiada daya di hadapan Allah Yang Maha
Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan
kesombongan seorang manusia?
2. Mata kita! Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan
keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk
melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?
3. Telinga Kita! Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan,
bacaan Al Quran, seruan kebaikan, atau kita gunakan utk mendengarkan suarasuara yang sia-sia tiada bermakna?
4. Hidung Kita! Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang
terhampar di tempat sholat, mencium anak-anak tercinta serta mencium kepala
anak-anak yatim piatu yang sangat kehilangan kedua orangtuanya dan sangat
mendambakan cinta bunda dan ayahnya?

18

5. Mulut kita! Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan
kebaikan, nasehat-nasehat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita
gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan
tahafaul lisan alias penyakit lisan seperti: bergibah, memfitnah, mengadu domba,
berdusta bahkan menyakiti hati sesama?
6. Tangan Kita! Apakah sudah kita gunakan utk bersedekah kepada dhuafa,
membantu sesama yang kena musibah, membantu sesama yang butuh
bantuan, mencipta karya yang berguna bagi ummat atau kita gunakan untuk
mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta orang
yang tak berdaya?
7. Kaki Kita! Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke
tempat menuntut ilmu bermanfaat, ke tempat-tempat pengajian yang kian
mendekatkan perasaan kepada Allah Yang Maha Penyayang atau kita gunakan
untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan?
8. Dada Kita! Apakah didalamnya tersimpan perasaan yang lapang, sabar, tawakal
dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana,
atau di dalamnya tertanam ladang jiwa yang tumbuh subur daun-daun takabur, bijibiji bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riya?
9. Perut kita! Apakah didalamnya diisi oleh makanan halal dan makanan yang
diperoleh dengan cara yang halal sehingga semua terasa nikmat dan barokah. Atau
didalamnya diisi oleh makanan yang diperoleh dengan cara yang tidak halal,
dengan segala ketamakan dan kerakusan kita?
10. Diri kita! Apakah kita sering tafakur, tadabur, dan selalu bersyukur atas karunia
yang kita terima dari Allah Yang Maha Perkasa?
(Dari berbagai sumber, dgn sedikit 'editing' tanpa mengubah makna aslinya)
Dikirim tanggal

: 2008-09-21 14:21:58

Pemateri

: hambaAllah

Pengirim
E-mail

: admin
: admin@taushiyah-online.com

Perjalanan panjang kehidupan manusia


Perjalanan panjang kehidupan manusia

19

Dalam perjalan hidupnya manusia akan melalui 7 [tujuh] tahap perjalanan hingga
akhirnya mendapat kemenangan bertemu dengan Allah dan mendapat kesenangan
ditaman syurga atau menderita kekalahan terpuruk dilembah neraka. Tiap tahap ditempuh
dalam waktu yang berbeda mulai dari hitungan beberapa bulan hingga ribuan tahun.

1. Alam ruh

<!--[if !vml]-->
<!--[endif]-->
Perjalanan hidup manusia dimulai dari alam ruh ketika Allah mengumpulkan sekalian ruh
manusia yang akan diturunkan kebumi dan berfirman : Bukankah Aku ini Tuhanmu ,
Kemudian para ruh menjawab:
Betul Engkaulah Tuhan Kami Kejadian ini dikisahkan dalam S. Al Araaf ayat 173
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi
mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman):
Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul (Engkau Tuhan kami), kami
menjadi saksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak
mengatakan: Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah
terhadap ini (keesaan Tuhan),

2. Alam Rahim

20

<!--[if !vml]-->

Setelah membuat kesaksian tentang Allah selanjutnya satu persatu ruh tersebut
dihembuskan Allah kedalam Rahim ibu sebagaimana disebutkan dalam S. Sajadah ayat 9
Kemudian dibentukNya [janin dalam rahim] dan ditiupkan kedalamnya sebagian dari
ruhNya
Sejak itu mulailah manusia memasuki tahap kedua dari perjalanan hidupnya. Kurang
lebih selama 9 bulan janin manusia menetap dirahim ibu untuk kemudian setelah tiba
waktunya lahir kedunia menjadi seorang bayi.

<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Alam dunia


Sejak lahir kedunia mulailah manusia memasuki tahap ketiga dari perjalanan
hidupnya. Manusia hidup didunia dengan umur yang beragam mulai dari yang hidup
hanya beberapa saat hingga yang hidup puluhan tahun bahkan ada yang lebih dari 100
tahun. Kehidupan dunia adalah kehidupan yang pertama bagi manusia. . Allah menjadi
kan dua kali kehidupan dan dua kali kematian bagi manusia sebagaimana disebutkan
dalam Al Quran S Al Mukmin ayat 11 . Hidup yang pertama adalah kehidupan dunia dan
hidup yang kedua adalah kehidupan akhirat, sedangkan mati yang pertama adalah ketika
masih dialam ruh dan mati yang kedua ketika memasuki alam barzach. Kehidupan dunia
adalah kehidupan yang menentukan apakah seseorang akan mendapat kebaikan atau
kesengsaraan dialam akhirat. Kehidupan dunia adalah kehidupan yang penuh dengan
godaan dan tipuan, orang yang tidak kuat imannya niscaya akan terjebak dalam tipu daya
syetan hingga berkekalan dalam dosa dan perbuatan yang dimurkai Allah. Akhir dari
kehidupan dunia adalah kematian dengan husnul khotimah atau suul khotimah.
Kematian adalah awal dari suatu perjalanan panjang yang tiada akhirnya, dimualai dari
perjalanan di alam barzach [kubur]

21

<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Alam Kubur


[barzach]
Jika kematian datang menghampiri seseorang maka putuslah hubungannya dengan
kehidupan dunia. Harta yang banyak, pangkat dan kehormatan, sanak saudara dan karib
kerabat semua ditinggalkan . Hanya amal baik dan buruk itulah yang abadi menemani
dengan setia sampai kealam kubur. Amal baik seperti sholat, zakat, sedekah , wirid dan
zikir semua itu akan membawa kebahagian dan ketentraman dialam kubur. Sebaliknya
amal buruk seperti perbuatan dosa mendurhakai Allah melakukan perbuatan yang
dilarang dan dimurkaiNya serta meninggalkan amal perbuatan yang diperintahkan semua
itu akan membawa kesengsaraan dialam kubur. Masa penantian yang penuh kesengsaraan
bagi kaum pendosa dan penuh kebahagiaan bagi orang beriman dialam kubur akan
berakhir pada hari kiamat kelak. Kapan terjadinya kiamat? Tidak seorangpun yang dapat
memperkirakan.

<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Hari Kiamat


[ kebangkitan ]
Peristiwa kiamat dimulai dengan tiupan sangkakala dari malaikat Isrofil yang dikuti
dengan hancurnya seluruh kehidupan dimuka bumi .Selanjutnya sunyi senyap. Kemudian
pada tiupan sangkakala untuk yang kedua kalinya semua mahluk sejak bumi terbentang
sampai kiamat dibangkitkan dan kumpulkan di padang mahsyar . Firman Allah dalam S
Az zumar ayat 68 :
<!--[if !vml]-->

<!--[endif]-->
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa

22

yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba
mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).
Padang mahsyar merupakan padang pasir dan bukit batu yang tandus dan kering penuh
dengan batu karang yang tajam . Siang hari udaranya panas menggigit , tidak ada pohon
rindang tempat berteduh, tidak ada mata air yang jernih tempat mandi dan minum.
Manusia bergelimpangan dimana mana menjerit , mengeluh kepanasan dan kehausan.
Sementara pada malam hari suasana gelap pekat dan dingin tiada cahaya yang menerangi,
tiada selimut untuk menahan dingin. Ditengah padang mahsyar tersebut terdapat wadi
wadi yang penuh dengan pohon buah yang rindang serta mata air yang jernih dan sejuk,
didalamnya terdapat orang orang beriman dan saleh menikmati buah buahan dan mata air
yang sejuk. Wadi tersebut ditutup bola kaca yang memisahkan suasana diluar bola kaca
yang penuh kesengsaraan dengan keadaan didalam bola kaca [wadi] yang penuh
kenikmatan dan kesenangan. Keadaan seperti tersebut diatas dilukiskan dalam Al Quran
S.Al Hadit ayat 12 s/d 15. Manusia menunggu dipadang mahsyar selama waktu yang tak
terhingga, sampai datangnya hari berhisab dimana setiap orang diperiksa dan ditimbang
amal baik dan buruknya.

<!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Hari berhisab


Pada hari berhisab setiap orang diadili, ditimbang amal baik dan buruknya tidak ada satu
perbuatanpun yang luput dari pemeriksaan. Orang yang baik timbangan amalnya akan
menerima raport dari sebelah kanan. Dia akan kembali kepada teman dan saudaranya
dengan penuh kegembiraan. Sedangkan orang yang buruk timbangan amalnya akan
menerima kitab raport dari belakang, dia mengeluh dan kembali kepada teman serta
saudaranya dengan berkeluh kesah. Susana tersebut diatas dilukiskan dalam S. Insyiqaq
ayat 7 s/d 12

23

Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,maka dia akan diperiksa
dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang samasama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang,
maka dia akan berteriak: Celakalah aku.
Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

<!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->Hari Pembalasan


Setelah menerima raport setiap orang diperintahkan menempuh perjalanan menuju
tempat abadi yang telah disiapkan untuk mereka. Tempat abadi yang diharapkan oleh
setiap orang adalah taman syurga yang penuh kesenangan dan kenikmatan, namun untuk
memasuki taman syurga tersebut tidak mudah karena jalan menuju taman tersebut
dikeliling oleh lembah neraka yang apinya membumbung tingi bergejolak dengan
suaranya bergemuruh dahsyat . Orang yang telah menerima raport dari sebelah kanan
dengan mudah dapat melalui lembah neraka yang ganas tersebut, dia tidak merasakan
panasnya api neraka sedikitpun. Dia sampai ditaman syurga abadi dengan penuh
kegembiraan disambut oleh penduduk syurga dengan pesta meriah,hidup kekal
selamanya disana.. Namun orang orang yang menerima raport dari sebelah belakang
terpuruk dilembah neraka,dan tidak pernah bisa keluar dari situ untuk selama lamanya
,Firman Allah dalam S Maryam ayat 68 s/d 72 :
<!--[if !vml]-->
<!--[endif]-->
Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan,
kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut. [68]
Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang
sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.[69] Dan kemudian Kami sungguh
lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka.[70]Dan
24

tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi
Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.[71] Kemudian Kami akan
menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di
dalam neraka dalam keadaan berlutut. [72]
Kehidupan dunia adalah kehidupan yang saat ini sedang kita jalani . Bagaimana
keadaan kita didunia ini sangat menentukan bagi kelanjutan hidup kita berikutnya
dialam barzakh dan alam akhirat. Orang orang beriman mempersiapkan dirinya untuk
menempuh perjalanan panjang seperti tersebut diatas menuju kehidupan yang abadi di
alam akhirat.
Orang yang tidak beriman seluruh fikiran dan usahanya hanya tertuju untuk
kehidupan dunia. Ukuran suksesnya adalah kehidupan dunia. Ia menghalalkan segala
cara untuk mendapatkan kekayaan ,kekuasaan dan kemuliaan hidup didunia. Ia tidak
peduli dengan kehidupan akhirat. Sungguh malang nasib mereka , kehidupan mereka
tamat dan berakhir dengan datangnya kematian. Mereka tidak punya persiapan
sedikitpun untuk menghadapi kehidupan dialam barzakh maupun hari berbangkit.
Dengan datangnya kematian tamatlah masa kejayaan mereka berganti dengan
kesulitan dan penderitaan abadi untuk selama lamanya
Firman Allah dalam S Hud ayat 15-16:
<!--[if

!vml]-->

<!--[endif]-->
15- Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya
Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna
dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
16- Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan
lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa
yang telah mereka kerjakan? ( Hud 15-16)

25

Menurut sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits shahih dari al-Barra bin Azib r.a.
yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dll. (lihat Shahih Sunan Abu Dawud no.
3979), yang diajukan oleh sepasang malaikat penanya di alam kubur itu adalah
pertanyaan:

Siapa Tuhanmu?
Apa agamamu?
Siapa orang yang diutus kepada kalian itu?
Apa amal perbuatanmu?
Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabimu?

Sedangkan menurut sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits shahih dari Abu Barzah
r.a. yang diriwayatkan oleh Tirmidzi (lihat Shahih Sunan Tirmidzi no. 1970), yang
ditanyakan pada hari kiamat:

Untuk apa umurmu kau habiskan?


Apa yang kau lakukan dengan ilmumu?
Dari mana kau peroleh hartamu? Untuk apa kau membelanjakannya?
Untuk apa tubuhmu kau gunakan?

Adapun menurut sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits shahih dari Muadz bin
Jabal r.a. yang diriwayatkan oleh al-Bazzar dan Thabrani (lihat ash-Shahihah no. 946),
yang ditanyakan pada hari kiamat:

Untuk apa umurmu kau habiskan?


Untuk apa kau gunakan masa mudamu?
Dari mana kau peroleh hartamu? Untuk apa kau membelanjakannya?
Apa yang kau lakukan dengan ilmumu?

Nyogok malaikat

Konon di hari kiamat nanti setiap orang akan ditanya tentang DARI MANA ASAL
HARTANYA DAN DIGUNAKAN UNTUK APA HARTA ITU.
Tersebutlah Malaekat Akhirat sedang menanyai para manusia yang telah antri di
depannya.
Malaekat Akhirat menanyai orang biasa yang hidupnya didunia kesusahan, sebut saja
mantan rakyat.

26

Malaekat Akhirat : "Dari mana kau dapatkan harta, dan kaugunakan untuk apa
hartamu ?"
MANTAN RAKYAT : "Hartaku saya dapatkan dari kerja keras membanting tulang,
hanya sebagian kecil dari harta itu yang dapat kami nikmati dengan keluarga saya.
Sebagian diambil oleh pedagang dan pengusaha, mereka terlalu banyak mengambil
untung dari kami, sebagian lagi kami setor pada pengawal raja agar kami tidak
diteror dengan kekuasaan dan senjatanya, dan sebagian besar diambil oleh raja
kami dan keluarganya melalui berbagai pungutan yang resmi maupun tidak resmi."
Malaekat Akhirat : "Baiklah sebagai ganti penderitaanmu, masuklah kau sekarang ke
dalam surga."
Malaekat Akhirat menanyai seorang mantan pengusaha dan pedagang dengan
pertanyaan yang sama.
MANTAN PEDAGANG : Hartaku saya dapatkan dari jual beli, saya terpaksa
mengambil laba yang sangat besar, karena hanya sebagian saja keuntungan itu yang
dapat saya nikmati, sebagian saya gunakan untuk menyuap pengawal raja agar aku
tidak diteror, sebagian besar aku setorkan pada raja agar aku tetap boleh berusaha
dan diberi perlindungan."
Malaekat Akhirat : "Sebagaian hartamu tidak syah untukmu, maka masuklah kau
keneraka sebentar sebelum saya pindahkan ke surga selamanya."
Malaekat Akhirat menanyai mantan pengawal raja dengan pertanyaan yang sama.
MANTAN PENGAWAL : "Sebagian kecil hartaku berasal dari gajiku sebagai pengawal
raja, dan sebagian besar hartaku kuperoleh dengan pungutan jasa keamanan dari
rakyat dan dari para pengusaha. Sebagian hartaku untuk kebutuhan keluarga,
sebagian besar kusetor pada raja untuk menjamin kekuasaan dan jabatan saya."
Malaekat Akhirat : "Kau masih punya kebajikan meski hanya sedikit, karena itu
masuklah surga sebelum saya masukkan ke neraka selamanya."
Akhirnya Malaekat Akhirat menanyai mantan raja, karena sudah tahu dari jawaban
sebelumnya, Malaekat Akhirat tidak perlu menanyai dari mana asal harta mantan
raja yang dulu sangat berkuasa.
Malaekat Akhirat : "Aku sudah tahu darimana asal hartamu. Sudah kuputuskan kau
langsung masuk neraka. Lantas kau gunakan untuk apa harta yang sangat banyak
itu."
MANTAN RAJA : "Harta itu kubawa kemari untuk menyuap Anda Tuan Malaekat."
Malaekat Akhirat : "Dasar otak koruptor, sana masuk surga lhu..........."

27

Ada sebuah cerita yang diungkapkan Ibnul Jauzi rahimahullah, yang mana
ceritanya sebagai berikut,
"Aku telah melihat ada orang yang menghabisi usianya untuk ilmu hingga ia
tua renta. Tapi ia tidak mempunyai kedudukan mulia di hati manusia. Ia tidak
dikelilingi orang, padahal ilmunya melimpah. Aku juga melihat orang yang
mendekatkan diri pada Allah dan melewati waktu mudanya dalam kebaikan,
sedangkan ia tidak memiliki ilmu sebanyak orang tadi. Namun Allah telah
meninggikan kedudukan dirinya dalam hati orang banyak. Ia dikenang oleh
banyak orang. Orang-orang bahkan menyebut kebaikannya lebih dari
kebaikan yang telah ia lakukan."
Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan Mu'adz bin Jabal, "Tidak akan
tergelincir (binasa) kedua kaki seorang hamba di hari kiamat, hingga ditanyakan
kepadanya 4 perkara, usianya untuk apa ia habiskan, masa mudanya bagaimana
ia pergunakan, hartanya dari mana ia dapatkan dan pada siapa ia keluarkan,
ilmunya dan apa-apa yang ia perbuat dengannya." (HR. Bazzar dan Thabrani).

28