Anda di halaman 1dari 2

Standar Kadar Air Untuk Ikan Cupang

Diposkan oleh : Mas Anto / June 18, 2014 On Cupang


Ikan cupang merupakan ikan hias yang cukup populer dan banyak pula di jadikan sebagai
petarung. Untuk menjaga kesehatan, kesegaran, serta kesiapan cupang setiap waktu, perlu di
lakukan pengontrolan air secara rutin. Hal ini wajib karena bila air mengalami penurunan
kualitas otomatis ikan cupang yang ada di dalam juga akan mengalami gangguan.

Kualitas air biasanya di pengaruhi oleh pH, kesadahan (hardnes), kandungan nitrit atau nitrat,
dan oksigen terlarut. Sumber air untuk ikan cupang aduan sangat beragam, diantaranya air tanah,
air sungai, atau air ledeng (air PAM). Perlakuan untuk ketiga air ini tentu berbeda-beda, diantara
nya yaitu :

Air sungai : perlu disaring dengan pasir, ijuk, atau zeolit (jika perlu), lalu ditampung
dalam bak khusus dan diendapkan selama semalam.

Air ledeng sering mengandung klorin, biasanya di netralisir mrmggunakan kristal


K2S2O3 (kalium tio sulfat) yang dilarutkan dalam 30 liter air. Selain diendapkan
semalaman, air ledeng juga perlu diaerasi minimal selama 8 jam.

Air sumur sebaiknya diperlakukan seperti air sungai atau ledeng. Karena kandungan
airnya harus diketahui, minimal kandungan oksigen terlarutnya cukup.

Dari manapun sumber airnya, pasti mengandung gas CO2 dan H2S, mineral serta koloid. Untuk
itu air perlu diendapkan selama 24jam atau diaerasi selama 8 jam sebelum dipergunakan untuk
cupang adu agar gas CO2 dan H2S menguap.
Kadar Air Untuk Ikan Cupang
1. Angka pH

Rumus kimia air adalah H2O yang pH (derajat keasaman) antara 1 14.
Angka pH 1 berarti sangat asam, angka pH 7 berarti netral, angka pH 14 berarti sangat basa.
Semakin banyak kandungan ion hidrogen, maka air semakin tinggi keasamannya dan semakin
rendah pH-nya. Mengukur kadar pH dapat mempergunakan kertas lakmus, kertas pH, atau pH
meter.
Mempergunakan kertas lakmus hanya dapat mengetahui apakah air tersebut asam atau basa.
Tetapi angka pH-nya tidak terlihat. Maka dianjurkan menggunakan kertsa pH, karena kita akan
mengetahui angka pH-nya.
2. Kandungan Nitrit
Sisa pakan cupang adu, kotoran ikan, tanaman mati dan lumut dapat berubah menjadi amoniak
atau amonium.
Amoniak berubah menjadi nitrit (NO2). Populasi cupang adu yang terlalu banyak juga dapat
menaikkan kadar nitrit.
Mengganti air dan aerasi akan menjaga kualitas air secara otomatis. Hal ini akan menjaga kadar
nitrit dalam ambang toleransi.
Dari rangkaian siklus nitrogen, nitrit akhirnya akan di ubah menjadi nitrat oleh bakteri nitro
bakteri.
3. Oksigen Terlarut
Kekurangan okigen bagi cupang adu akan menjadi resiko besar. Tidak lazim akuarium atau
wadah tempat hidup cupang adu dihias tanaman air. Pada siang hari, kehadiran tanaman hias
akan mengakibatkan kandungan okdisen semakin jenuh akibat proses fotosintesis. Sementara
pada malam hari kadar oksigen akan merosot karena tanaman hias akan menghasilkan CO2.