Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PENDAHULUAN

PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH


DI KECAMATAN BANTUR, MALANG
DEPARTEMEN JIWA

OLEH:
DINA MUKMILAH MAHARIKA 115070201131024

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2015

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
LAPORAN PENDAHULUAN
Harga Diri Rendah
I. Kasus (Masalah Utama)
Harga diri rendah
II. Proses Terjadinya Masalah
A. Definisi
a. Gangguan harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri
atau kemampuan diri yang negatif yang dapat secara langsung atau tidak
langsung diekspresikan ( Townsend, 1998 ).
b. Menurut Schult & Videbeck ( 1998 ), gangguan harga diri rendah adalah
penilaian negatif seseorang terhadap diiri dan kemampuan, yang
diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung
c. Gangguan harga diri rendah digambarkan sebagai perasaan yang negatif
terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri,
merasa gagal mencapai keinginan. (Budi Ana Keliat, 1999).
Komponen konsep diri:
a. Gambaran diri (Body Image)
Tanda dan gejala:
~

Menolak melihat

Tidak menerima perubahan

Menolak penjelasan

Persepsi negarif

Mengungkapkan keputusasaan

Mengungkapkan ketakutan

b. Ideal Diri (Self ideal)


Tanda dan gejala:
~ Mengungkapkan keputusasaan
~ Mengungkapkan keinginan terlalu tinggi
c. Harga diri (Self esteem)
Tanda dan gejala:
~ Perasaan malu
~ Rasa bersalah
~ Merendahkan martabat
~ Gangguan hubungan sosial
~ Percaya diri kurang
~ Mencederai diri
d. Peran (Role performance)
Tanda dan gejala:
~ Mengingkari ketidakmampuan menjalankan peran
~ Ketidakpuasan peran
~ Kegagalan menjalankan peran baru
~ Ketegangan menjalankan peran yang baru
~ Kurang tanggung jawab
~ Apatis dan putus asa
e. Identitas (Identity)
Faktor predisposisi
~

Faktor yg mempengaruhi harga diri: penolakan orang tua, harapan orang


tua yg tdk realistis, kegagalan berulang, kurangnya tg jwb diri, tgt pada org
lain, ideal diri tdk realistis.

Faktor yg mempengaruhi penampilan peran: stereotipe sex, keb. peran


kerja, harapan peran dlm budaya.

Faktor yg mempengaruhi identitas diri: ktd percayaan org tua, tekanan


teman sebaya, perubahan struktur sosial.

Faktor Presipitasi
~

Trauma

Ketegangan peran

Transisi peran perkembangan

Transisi peran situasional

Transisi sehat - sakit

Sumber Koping
~

Aktivitas luar rumah dan olah raga

Hobi dan kerajinan tangan

Aktivitas seni

Kesehatan dan asuhan mandiri

Pendidikan dan pelatihan

Pekerjaan

Bakat khusus

Kepandaian

Imajinasi dan krestivitas

Hubungan interpersonal

Mekanisme Koping
~

Aktivitas lari dari krisis identitas: musik rock, berlatih fisik berat.

Aktivitas mengganti identitas sementara: kegiatan sosial, agama, politik.

Aktivitas yg memperkuat rasa diri: kompetisi olah raga, pencapaian


akademik, kontes popularitas.

Membuat identitas tak bermakna: drug abuse.

Perilaku Harga Diri Rendah


~

Mengkritik diri dan atau orang lain

Menurunnya produktivitas

Destruksi pada orang lain

Gangguan berhubungan

Melebih-lebihkan dirinya penting

Rasa tak mampu

Rasa bersalah

Harga diri rendah dapat terjadi secara:


1) Situasional yaitu terjadi trauma yang tiba- tiba misalnya: kecelakaan,
putus sekolah, perceraian, PHK, perasaan malu karena sesuatu terjadi
pada dirinya (perkosaan atau pernah dipenjara).
Hal ini terjadi karena:
-

Privacy klien yang kurang diperhatikan

Harapan akan struktur, bentuk, dan fungsi tubuh tidak sesuai


harapan karena penyakit yang dialami

Perlakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai privacy klien


misalnya:

berbagai pemeriksaan dilakukan tanpa penjelasan

sebelumnya
2) Kronik yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung sebelum
sakit/dirawat, dimana klien mempunyai cara berpikir yang negatif
III. Rentang respon
Respon
Maladapti
f

Respon
Adaptif
Aktualisasi
diri

Konsep
diri positif

Akibat
1. Isolasi sosial: menarik diri
Risiko perilaku kekerasan

Harga diri
rendah

Kerancuan
identitas

Depersonalisa
si

IV. A. Pohon Masalah

B. Data Yang Perlu Dikaji


Masalah Keperawatan
Harga Diri Rendah Kronik

Data yang Perlu dikaji


Subjektif:

Mengungkapkan dirinya merasa tidak

berguna
Mengungkapkan bahwa dirinya tidak

mampu
Mengungkapkan
semangat

untuk

bekerja
Mengungkapkan

dirinya
beraktifitas
dirinya

tidak
atau
malas

melakukan perawatan diri (mandi,

berhias, makan, atau toileting)


Objektif

Mengkritik diri sendiri


Perasaan tidak mampu
Pandangan hidup yang pesimistis
Tidak menerima pujian penurunan

produktifitas
Penolakan terhadap kemampuan diri
Kurang memperlihatkan perawatan

diri
Berpakain tidak rapi
Berkurang selera makan
Tidak berani menatap lawan bicara
Lebih banyak menunduk
Bicara lambat dengan nada suara
lemah

V. Diagnosa Keperawatan
Harga diri rendah situasional atau kronik

VI. Strategi Pelaksanaan


DX

PASIEN

HARGA
DIRI
RENDAH

PASIEN

1.
2.

3.
4.
5.
KELUARG 1.
A
2.
3.

4.
5.

PERTEMUAN
1
Identifikasi kemampuan melakukan
kegiatan dan aspek positif pasien
(buat daftar kegiatan)
Bantu pasien menilai kegiatan yang
dapat dilakukan saat ini (pilih dari
daftar kegiatan) : buat daftar kegiatan
yang dapat dilakukan saat ini
Bantu pasien memilih salah satu
kegiatan yang dapat dilakukan saat
ini untuk dilatih
Latih kegiatan yang dipilih (alat dan
cara melakukannya)
Masukkan pada jadual kegiatan
untuk latihan dua kali per hari

1.
2.
3.
4.

Diskusikan masalah yang


1.
dirasakan dalam merawat klien.
Jelaskan pengertian, tanda
dan gejala, dan proses terjadinya
harga diri rendah (gunakan booklet).
Jelaskan cara merawat harga 2.
diri rendah terutama memberikan
pujian semua hal yang positif pada
pasien.
Latih keluarga memberi
3.
tanggung jawab kegiatan yang dipilih
pasien: bimbing dan beri pujian.
Anjurkan membantu pasien
sesuai jadual dan cara memberikan
pujian.

2
Evaluasi kegiatan pertama
yang dipilih dan berikan
pujian.
Bantu pasien memilih
kegiatan kedua yang akan
dilatih
Latih kegiatan kedua (alat
dan cara)
Masukkan pada jadual
kegiatan untuk latihan: dua
kegiatan masing-masing
dua kali per hari

1.

2.
3.
4.

Evaluasi kegiatan
1.
keluarga dalam membimbing
pasien melaksanakan
kegiatan kebersihan diri, beri
pujian.
Bersama keluarga
melatih pasien dalam
2.
melakukan kegiatan kedua
yang dipilih pasien
Anjurkan membantu
pasien sesuai jadual dan
memberi pujian.
3.

3
Evaluasi kegiatan
1.
pertama dan kedua
yang telah dilatih dan
berikan pujian.
Bantu pasien memilih 2.
kegiatan ketiga yang
akan dilatih
Latih kegiatan ketiga 3.
(alat dan cara)
Masukkan pada
4.
jadual kegiatan untuk
latihan: tiga kegiatan,
masing-masing dua
kali per hari
Evaluasi kegiatan
keluarga dalam
membimbing pasien
melaksanakan
kegiatan yang telah
dilatih, beri pujian.
Bersama keluarga
melatih pasien dalam
melakukan kegiatan
ketiga yang dipilih
pasien
Anjurkan
membantu pasien
sesuai jadual dan
memberi pujian.

1.

2.

3.
4.

4
Evaluasi kegiatan pertama,
kedua, dan ketiga yang
telah dilatih dan berikan
pujian.
Bantu pasien memilih
kegiatan keempat yang
akan dilatih
Latih kegiatan keempat (alat
dan cara)
Masukkan pada jadual
kegiatan untuk latihan:
empat kegiatan, masingmasing dua kali per hari

5 s.d 12
1. Evaluasi kegiatan
latihan dan berikan
pujian.
2. Latih kegiatan
dilanjutkan sampai
tak terhingga.
3. Nilai kemampuan
yang telah mandiri.
4. Nilai apakah harga
diri pasien
meningkat.

Evaluasi kegiatan keluarga 1.


dalam membimbing pasien
melaksanakan kegiatan, beri
pujian.
Bersama keluarga
melatih pasien dalam
melakukan kegiatan
keempat yang dipilih pasien 2.
Jelaskan follow up ke
PKM, tanda kambuh,
rujukan,
Anjurkan membantu
3.
pasien sesuai jadual dan
memberikan pujian.

Evaluasi kegiatan
keluarga dalam
membimbing
pasien melakukan
kegiatan yang
dipilih oleh pasien,
beri pujian.
Nilai kemampuan
keluarga
membimbing
pasien.
Nilai kemampuan
keluarga
melakukan kontrol
ke PKM.

VII. Rencana Tindakan Keperawatan


RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN (Contoh)
KLIEN DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI : HARGA DIRI RENDAH

Nama Klien

RM No.

Tgl

No Dx

DX Medis

Perencanaan

Dx Keperawatan
Gangguan
konsep diri :
Harga diri rendah.

: ..

Tujuan

Kriteria Evaluasi

Intervensi

1. Setelah kali interaksi,


klien menunjukkan eskpresi
wajah bersahabat, menunjukkan rasa senang, ada
kontak mata, mau berjabat
tangan, mau menyebutkan

1. Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik :

TUM:
Klien mempunyai
harga diri

TUK:
1. Klien dapat
membina
hubungan saling
percaya dengan
perawat.

Sapa klien dengan ramah baik verbal


maupun non verbal.
Perkenalkan diri dengan sopan.
Tanyakan nama lengkap dan nama

nama,
mau
menjawab
salam, klien mau duduk
berdampingan
dengan
perawat,
mau
mengutarakan
masalah
yang dihadapi.

2. Klien dapat
mengidentifikasi
aspek positif dan
kemampuan
yang dimiliki.

2. Setelah kali interaksi


klien menyebutkan:
o
o
o

Aspek positif dan


kemampuan yang
dimiliki klien.
Aspek positif keluarga.
Aspek positif lingkungan klien.

panggilan yang disukai klien.


Jelaskan tujuan pertemuan.
Jujur dan menepati janji.
Tunjukan sikap empati dan menerima
klien apa adanya.
Beri perhatian dan perhatikan kebutuhan
dasar klien.

2.1. Diskusikan dengan klien tentang:

Aspek positif yang dimiliki klien, keluarga,


lingkungan.
Kemampuan yang dimiliki klien.

2.2 Bersama klien buat daftar tentang:


Aspek positif klien, keluarga, lingkungan.
Kemampuan yang dimiliki klien.
2.3.
Beri pujian yang realistis, hindarkan
memberi penilaian negatif.

Tgl

No Dx

Dx Keperawatan

Perencanaan
Tujuan

Kriteria Evaluasi

Intervensi

3. Klien dapat menilai kemampuan


yang dimiliki untuk dilaksanakan

3. Setelah kali interaksi 3.1.


Diskusikan dengan klien kemampuan yang
dapat dilaksanakan.
klien menyebutkan
3.2.
Diskusikan kemampuan yang dapat
kemampuan yang dapat
dilanjutkan pelaksanaannya.
dilaksanakan.

4. Klien dapat
merencanakan
kegiatan sesuai
dengan
kemampuan
yang dimiliki

4. Setelah kali interaksi


klien membuat rencana
kegiatan harian

4.1. Rencanakan bersama klien aktivitas yang


dapat dilakukan setiap hari sesuai
kemampuan klien:
kegiatan mandiri.
kegiatan dengan bantuan.
4.2. Tingkatkan kegiatan sesuai kondisi klien.
4.3. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang
dapat klien lakukan.

5. Klien dapat
melakukan
kegiatan sesuai
rencana yang
dibuat.

5. Setelah kali interaksi


klien melakukan kegiatan
sesuai jadual yang dibuat.

6. Klien dapat
memanfaatkan

6. Setelah kali interaksi


klien memanfaatkan sistem

Anjurkan klien untuk melaksanakan


kegiatan yang telah direncanakan.
Pantau kegiatan yang dilaksanakan klien.
Beri pujian atas usaha yang dilakukan
klien.
Diskusikan kemungkinan pelaksanaan
kegiatan setelah pulang.
6.1. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga
tentang cara merawat klien dengan harga diri

sistem pendukung yang ada.

pendukung yang ada di


keluarga.

rendah.
6.2. Bantu keluarga memberikan dukungan
selama klien di rawat.
6.3. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di
rumah.

DAFTAR PUSTAKA
Yosep, iyus. 2010. Keperawatan Jiwa. Edisi Revisi. Bandung : Refika Aditama
Keliat, Budi. 2002. Gangguan Konsep Diri pada Klien Gangguan Jiwa. Jakarta:
Fakultas Ilmu Keperawatan UI.

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


KLIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH
A.

PROSES KEPERAWATAN

1. Kondisi klien

Klien menyendiri, tidak mau berinteraksi dengan klien lainnya

Menyalahkan diri sendiri, merasa terhina, merasa tidak beruntung, merasa


tidak berdaya
2. Diagnosa
Harga diri rendah
3. Tujuan Khusus
a.

Pasien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki

b.

Pasien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan

c.

Pasien dapat menetapkan/memilih kegiatan yang sesuai kemampuan

d.

Pasien dapat melatih kegiatan yang sudah dipilih, sesuai kemampuan

e.

Pasien dapat menyusun jadwal untuk melakukan kegiatan yang sudah


dilatih

4. Tindakan Keperawatan
1) Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki pasien.
Untuk membantu pasien dapat mengungkapkan kemampuan dan aspek
positif yang masih dimilikinya , perawat dapat :
a. Mendiskusikan bahwa sejumlah kemampuan dan aspek positif yang
dimiliki pasien seperti kegiatan pasien di rumah sakit, di rumah, dalam
keluarga dan lingkungan adanya keluarga dan lingkungan terdekat
pasien.
b. Beri pujian yang realistik/nyata dan hindarkan setiap kali bertemu
dengan pasien penilaian yang negatif.
2) Membantu pasien menilai kemampuan yang dapat digunakan.
a. Mendiskusikan dengan pasien

kemampuan yang masih dapat

digunakan saat ini.


b. Bantu pasien menyebutkannya dan memberi penguatan terhadap
kemampuan diri yang diungkapkan pasien.
c. Perlihatkan respon yang kondusif dan menjadi pendengar yang aktif
3) Membantu pasien memilih/menetapkan kemampuan yang akan dilatih
Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah :

1) Mendiskusikan dengan pasien beberapa kegiatan yang dapat dilakukan


dan dipilih sebagai kegiatan yang akan pasien lakukan sehari-hari.
2) Bantu pasien menetapkan kegiatan mana yang dapat pasien lakukan
secara mandiri, mana kegiatan yang memerlukan bantuan minimal dari
keluarga dan kegiatan apa saja yang perlu batuan penuh dari keluarga
atau lingkungan terdekat pasien. Berikan contoh cara pelaksanaan
kegiatan yang dapat dilakukan pasien. Susun bersama pasien dan buat
daftar kegiatan sehari-hari pasien.
4) Melatih kemampuan yang dipilih pasien
Untuk tindakan keperawatan tersebut saudara dapat melakukan:
a. Mendiskusikan dengan pasien untuk melatih kemampuan yang dipilih
b. Bersama pasien memperagakan kegiatan yang ditetapkan
c. Berikan dukungan dan pujian pada setiap kegiatan yang dapat
dilakukan pasien.
5) Membantu menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang dilatih
Untuk mencapai tujuan tindakan keperawatan tersebut, saudara dapat
melakukan hal-hal berikut :
a. Memberi kesempatan pada pasien untuk mencoba kegiatan yang telah
dilatihkan
b. Beri pujian atas kegiatan/kegiatan yang dapat dilakukan pasien setiap
hari
c. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan tingkat toleransi dan perubahan
setiap kegiatan
d. Susun jadwal untuk melaksanakan kegiatan yang telah dilatih
e. Berikan kesempatan mengungkapkan perasaanya setelah pelaksanaan
kegiatan
B. STRATEGI

KOMUNIKASI

DALAM

PELAKSANAAN

TINDAKAN

KEPERAWATAN
Orientasi :
Assalamualaikum, bagaimana keadaan T hari ini ? T terlihat segar.
Bagaimana, kalau kita bercakap-cakap tentang kemampuan dan kegiatan
yang pernah T lakukan?Setelah itu kita akan nilai kegiatan mana yang masih
dapat

T dilakukna di rumah sakit. Setelah kita nilai, kita akan pilih satu

kegiatan untuk kita latih

Dimana kita duduk ? bagaimana kalau di ruang tamu ? Berapa lama ?


Bagaimana kalau 20 menit ?
Kerja :
T, dari lima kegiatan/kemam

T, apa saja kemampuan yang

T dimiliki? Bagus, apa lagi? Saya buat

daftarnya ya! Apa pula kegiatan rumah tangga yang biasa


Bagaimana

dengan

piring..............dst..

merapihkan

kamar?

Menyapu

T lakukan?
?

Mencuci

Wah, bagus sekali ada lima kemampuan dan

kegiatan yang T miliki .


puan ini, yang mana yang masih dapat dikerjakan di rumah sakit ? Coba kita
lihat, yang pertama bisakah, yang kedua.......sampai 5 (misalnya ada 3 yang
masih bisa dilakukan). Bagus sekali ada 3 kegiatan yang masih bisa dikerjakan
di rumah sakit ini.
Sekarang, coba

T pilih satu kegiatan yang masih bisa dikerjakan di rumah

sakit ini. O yang nomor satu, merapihkan tempat tidur?Kalau begitu,


bagaimana kalau sekarang kita latihan merapihkan tempat tidur

T. Mari kita

lihat tempat tidur T. Coba lihat, sudah rapihkah tempat tidurnya?


Nah kalau kita mau merapihkan tempat tidur, mari kita pindahkan dulu bantal
dan selimutnya. Bagus ! Sekarang kita angkat spreinya, dan kasurnya kita
balik. Nah, sekarang kita pasang lagi spreinya, kita mulai dari arah atas, ya
bagus !. Sekarang sebelah kaki, tarik dan masukkan, lalu sebelah pinggir
masukkan. Sekarang ambil bantal, rapihkan, dan letakkan di sebelah
atas/kepala. Mari kita lipat selimut, nah letakkan sebelah bawah/kaki. Bagus !
T sudah bisa merapihkan tempat tidur dengan baik sekali. Coba perhatikan
bedakah dengan sebelum dirapikan? Bagus
Coba T lakukan dan jangan lupa memberi tanda MMM (mandiri) kalau T
lakukan tanpa disuruh, tulis B (bantuan) jika diingatkan bisa melakukan, dan T
(tidak) melakukan.
Terminasi :

Bagaimana perasaan

T setelah kita bercakap-cakap dan latihan merapihkan

tempat tidur ? Yach,

T ternyata banyak memiliki kemampuan yang dapat

dilakukan di rumah sakit ini. Salah satunya, merapihkan tempat tidur, yang
sudah T praktekkan dengan baik sekali. Nah kemampuan ini dapat dilakukan
juga di rumah setelah pulang.
Sekarang, mari kita masukkan pada jadual harian. T. Mau berapa kali sehari
merapihkan tempat tidur. Bagus, dua kali yaitu pagi-pagi jam berapa ? Lalu
sehabis istirahat, jam 16.00
Besok pagi kita latihan lagi kemampuan yang kedua. T masih ingat kegiatan
apa lagi yang mampu dilakukan di rumah sakit selain merapihkan tempat tidur?
Ya bagus, cuci piring.. kalu begitu kita akan latihan mencuci piring besok jam 8
pagi di dapur ruangan ini sehabis makan pagi Sampai jumpa ya