Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM JOBSHEET 5

TRANSISTOR BIPOLAR
KELOMPOK 4

Disusun oleh :

Riki Rivanto

5223144190

Editha Cinnintya

5223144209

Lambang Sukmo Yuwono

5223144218

Agan Nasruloh

5223144242

Program Studi D-III Teknik Elektronika


Fakultas Teknik
Universitas Negeri Jakarta
2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat,
karunia, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan
laporan ini dengan tepat pada waktunya. Semoga laporan yang berjudul
TRANSISTOR BIPOLAR ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,
petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam memecahkan masalah materi
praktikum elektronika analog.
Atas semua bimbingan dan bantuan, dukungan dan perhatian yang telah diberikan,
penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Mochammad Djaohar,ST.,M.Sc. yang telah memberikan ilmunya.
2. Teman-teman Teknik Elektronika yang telah memberikan masukan,
motivasi selama proses pembuatan karya tulis ini.
3. Berbagai pihak yang telah membantu proses pembuatan laporan ini.
Laporan ini merupakan suatu materi tentang elektronika analog yang
menjelaskan tentang tata cara melakukan percobaan transistor bipolar. Penulis
menyadari bahwa laporan ini jauh dari sempurna, untuk itu seluruh kritik dan
saran yang membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan dan perbaikan.

Jakarta, 28 November 2015

Penyusun

1|Elektronika Analog Jobsheet 6

JOBSHEET 5
TRANSISTOR BIPOLAR

1.1.

Tujuan Praktikum
1. Mengetahui cara menentukan kaki-kaki transistor menggunakan
Ohmmeter
2. Maengetahui karakteristik transistor bipolar.
3. Mampu merancang rangkaian sederhana menggunakan transistor
bipolar.
4. Mampu menganalisa rangkaian sederhana transistor bipolar.

1.2.

Bahan Praktikum
1. Transistor 2N3904 (bawa datasheet perkelompok)
2. Resistor
3. Projectboard
4. Catu Daya
5. Multimeter

1.3.

Ringkasan Teori

Transistor adalah salah satu komponen elektronika aktif. Transistor dapat


berfungsi sebagai penguat arus maupun tegangan. Dibawah ini adalah simbol
transistor npn dan pnp.
Alpha DC
Perbandingan arus kolektor dengan arus emitter hampir sama, alpha dc
sebagai definisi perbandingan kedua arus tersebut.
DC =

Ic
1
................................................................................................ (5.1)
Ic

1|Elektronika Analog Jobsheet 6

Beta DC
Arus kolektor telah dihubungkan dengan arus emitter dengan menggunakan
DC.Juga menghubungkan arus kolektor dengan arus basis dengan mendefinisikan
beta DC transistor :
DC=

Ic
Ib ........................................................................................................ (5.2)

hubungan antara DC dan DC


hukum kirchoff menyatakan :
IE = IC + IB.......................................................................................................... (5.3)
Dengan aljabar maka dapat disusun menjadi :
DC =

DC
1DC ............................................................................................ (5.4)

Transistor memiliki tiga buah kaki, yaitu base, kolektor, dan emitter. Ketiga kaki
tersebut dapat ditentukan menggunakan Ohmmeter.

Mencari Kaki Base


-

Atur multimeter pada pengukuran ohmmeter x100.

Lakukan pengukuran seperti gambar dibawah ini

Perhatikan penunjukkan pergerakan jarum. Apabila jarum bergerak


kekanan dengan posisi probe yang 1 tetap pada kaki 3 dan probe lainnya
pada kaki 1 atau 2, berarti kaki 3 adalah base transistor. Jika probe positif
yang berada pada kaki 3 berarti transistor tersebut berjenis NPN,
sebaliknya jika probe negatif berada pada kaki 3 berarti transistor tersebut
berjenis PNP.

Mencari Kaki Kolektor dan Emitter


-

Missal : transistor berjenis NPN.

Lakukan pengukuran seperti gambar dibawah ini.

2|Elektronika Analog Jobsheet 6

Perhatikan penunjukkan jarum, apabila jarum bergerak ke kanan maka


kaki 1 (pada probe positif) adalah emitter dan kaki 2 (pada posisi probe
negatif) adalah kolektor. Atau jika 1 2 3 dipasang kebalikannya (probe
positif pada kaki 2 dan probe negatif pada kaki 1) dan jarum tidak
bergerak, maka kaki 1 adalah emitter dan kaki 2 adalah kolektor.

Untuk transistor jenis PNP dapat dilakukan seperti diatas dan hasilnya
kebalikan dari transistor jenis NPN.

3|Elektronika Analog Jobsheet 6

1.4.

Tugas Pendahuluan

1.4.1. Pertanyaan
1. Jika DC suatu transistor adalah 250, berapakah nilai arus emitter!
2. Sebutkan cara mengenali urutan kaki kaki transistor selain
menggunakan Ohmmeter?
3. Tentukan persamaan persamaan untuk mendapatkan bentuk kurva
kolektor transistor?

1.4.2. Jawaban
1. Daerah Saturasi atau daerah jenuh transistor adalah keadaan dimana
transistor mengalirkan arus secara maksimum dari kolektor ke emitor
sehingga transistor tersebut seolah olah short pada hubungan
kolektor emitor atau keadaan dimana sebagai saklar tertutup.

Daerah cut off merupakan daerah kerja transistor dimana keadaan


transistor menyumbat pada hubungan kolektor emitor. Daerah cut off
sering dinamakan sebagai daerah mati karena pada daerah ini kerja
transistor tidak dapat mengalirkan arus dari kolektor ke emitor atau
keadaan dimana sebagai saklar terbuka.

2.
3. Prinsip kerja transistor sebagai saklar adalah memanfaatkan keadaan
kondisi jenuh dan cut off suatu transistor, dimana kedua kondisi ini
biasa diperoleh dengan pengaturan besarnya arus yang melalui basis
transistor.

4|Elektronika Analog Jobsheet 6

4. Ic =

1.5.

Vcc
Rc

Ic =

15
1000

IB =

VBBVBE
RB

IB =

100.8
1000

= 0.015 A = 15 mA

= 9.2 mA

Langkah Percobaan
Sebelum melakukan percobaan tentukan terlebih dahulu kaki kaki pada
transistor yang akan digunakan. Karakteristik transistor Bipolar
1. Susunlah rangkaian seperti gambar dibawah ini. Tentukan Q1, RB, Rc, Vcc
dan Vbb

Gambar 1. Rangkaian Transistor Sebagai Saklar

2. Ukur besar tegangan RB sampai besar IB 10 A.


3. Ubah Vcc : 0 , 0.3, 0.5, 0.8, 1, 2, 4, 6, 8, 10, 15, 20, 25, 30 volt.
4. Ukur besar VCE dan IC pada setiap perubahan Vcc.

5|Elektronika Analog Jobsheet 6

5. Catat data percobaan pada table dibawah ini.


VCC
0
0.3
0.5
0.8
1
2
4
6
8
10
15
20
25
30

VCE
0
0.325
0.5
0.75
0.85
1.75
3.8
6.2
8
10
15
20
25
30

IC
0
0
0.02
0.096
0.1
0.2
0.4
0.57
0.75
0.8
1.45
1.95
2.42
3

6. Simulasikan rangkaian diatas pada program EWB.


7. Ulangi untuk IB 20 A dan IB 30 A.

1.6.

Laporan Akhir
1. Buatlah grafik kurva kolektor transistor dari data hasil percobaan
diatas.
2. Bandingkan grafik hasil percobaan dengan simulasi menggunakan
EWB..
3. Berikan analisis dan kesimpulan dari hasil percobaan diatas.

6|Elektronika Analog Jobsheet 6

1.7.

Hasil Percobaan

A Transistor Sebagai Saklar


Komponen
Q1

R1

R2

V1(VCC)

V2(VBB)

2N3904

1K

1K

10V

15V

Hasil Pengukuran
VR2
sebelum
0V

VLED
sebelum
0V

VR2
sesudah
10.5V

VLED
sesudah
2V

LED

IB

IC

Menyal
a

14 mA

9 mA

Hasil Pehitungan
A. IB =

IB =

VBBVBE
RB
150.8
1000

B. Ic(sat) =

Ic(sat) =

= 0.0142 A = 14.2 mA

Vcc
Rc
10
1000

= 0.01 A = 10 mA

C. VR1 = IB x R1 = 14.2 mA x 1000 = 14.2 V

7|Elektronika Analog Jobsheet 6

B Transistor Sebagai Saklar Tanpa RB


Komponen
Q1

R1

V1(VCC)

V2(VBB)

2N3904

1K

10V

15V

Hasil Pengukuran
VR1
sebelum
0V

VLED
sebelum
0V

VR1
sesudah
12V

VLED
sesudah
2V

LED

IB

IC

Menyal
a

12 mA

21 mA

Hasil Pehitungan
A. IB =

IB =

VBBVBE
RB
151.1
1000

B. Ic(sat) =

Ic(sat) =

= 0.0139 A = 13.9 mA

Vcc
Rc
10
1000

= 0.01 A = 10 mA

C. VR1 = IB x R1 = 13.9 mA x 1000 = 13.9 V

8|Elektronika Analog Jobsheet 6

C Transistor Sebagai Saklar Penggerak Motor DC


Komponen
Q1

R1

V1

VCC

2N3904

1K

33V

0V

Hasil Pengukuran
VR1
sebelum
0V

1.8.

VLED
sebelum
0V

VR1
sesudah
30V

VMotor
sesudah
3V

Motor
DC
Berputa
r

IB

IC

0.085 A

0.055
mA

Kesimpulan
Dari percobaan / praktikum yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan
bahwa transistor dapat menjadi saklar karena pada dasarnya transistor
mempunyai 2 keadaan, yaitu keadaan saturasi dan cut off. Arti dari saturasi
adalah sebagai saklar tertutup dan cut off sebagai saklar terbuka. Dan karena
hal tersebut jika saklar pada setiap rangkaian ditutup, maka baik LED dan
Motor DC akan hidup.

9|Elektronika Analog Jobsheet 6

DAFTAR PUSTAKA
Djaohar, Mochammad. 2015. Jobsheet Transistor Sebagai Saklar
Elektronik ; Universitas Negeri Jakarta.
Prinsip
Kerja
Transistor
Sebagai
Saklar
http://
indelektro.blogspot.co.id/2012/06/prinsip-kerja-transistor-sebagai-saklar.html/
(diakses tanggal 28 November 2015)
Kurva Karakteristik Transistor http://elektronika-dasar.web.id/transistorsebagai-saklar/ (diakses tanggal 28 November 2015)

10 | E l e k t r o n i k a A n a l o g J o b s h e e t 6