Anda di halaman 1dari 9

Grafik 1.

Dari grafik diatas terlihat bahwa sebagian besar bayi/balita memiliki KMS ( 84%),
dan yang tidak memiliki KMS hanya sebagian kecil (16%).

Grafik 2.

Pada grafik dua lebih dari setengah (56%) bayi diberi ASI dan hampir setengah
(44%) tidak diberi ASI lagi dengan alasan sementara hamil, tidak mempuyai ASI
dan bayinya tidak mau menyusui.

Grafik 3

Pada grafik 3 diatas terlihat hampir sebagian besar bayi ( 73 %) mendapatkan


makanan tambahan.

Grafik 4

Grafik 4 menunjukkan bahwa penyakit yang paling sering diderita oleh bayi dan
balita adalah batuk dan demam (35%) dari penyakit yang sering menyerang bayi
dan balita.

Grafik 5

Untuk grafik 5 terlihat mayoritas bayi/balita sudah mendapat imunisasi dasar


(97%)

Grafik 6

Grafik 6 juga memperlihatkan sebagian besar bayi/balita sudah mendapat


imunisasi lengkap (82%).

Grafik 7

untuk ibu yang menyusui, yang sering membersihkan puting susunya sekitar 86%
terlihat pada grafik 7.

Grafik 8

Grafik 8 memperlihatkan persentase ibu yang mendapatkan pendidikan kesehatan


tentang balita dan ibu menyusui sebagin besar sudah mendapatkannya (84%)

Grafik 9

Grafik 9, tempat ibu mendapatkan pendidikan kesehatan hampir sebagian besar


didapatkan di posyadu (76%)

Grafik 10

Grafik 10, Ibu hamil dalam keluarga lebih dari setengahnya merupakan ibu hamil
dengan usia 20 35 tahun (62%).

Grafik 11

Grafik 12

Grafik 12 memperlihatkan lebih dari setengah (66%) jarak kehamilan berkisar


lebih dari 3 tahun.

Grafik 13

Grafik 13 terlihat usia kehamilan berimbang antara umur kehamilan 4 6 bulan


dengan umur kehamilan 7-9 bulan.

Grafik 14

Pada grafik 14 terlihat ibu hamil yang mendapat imunisasi TT sama banyak
dengan yang tidak imunisasi TT. Jika dikaitkankan dengan grafik 11terdapat
sekitar 25% ibu hamil yang seharusnya melakukan imuniasi TT.

Grafik 15

Grafik 15 mempelihatkan hampir sebagian besar (74%)pasangan usia subur


menjadi akseptor KB.

Grafik 16

Alat kontrasepsi yang terbanyak digunakan adalah jenis suntik (44%).