Anda di halaman 1dari 4

Tio Fanny

125020300111073
Praktikum Auditing

Pertanyaan Diskusi
1.

Seorang auditor mengevaluasi materialitas suatu hal dalam perikatan audit yang spesifik,
mengacu pada SA Seksi 312 mengenai risiko audit dan materialitas dalam pelaksanaan audit
seharusnya mempertimbangkan secara profesional materialitas dan dipengaruhi oleh persepsi
auditor atas kebutuhan orang yang memiliki pengetahuan memadai dan yang akan
meletakkan kepercayaan terhadap laporan keuangan. Pertimbangan mengenai materialitas
dipertimbangkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif dengan keadaan sekitarnya.
Dalam merencanakan audit, biasanya tidak mungkin bagi auditor untuk mengantisipasi
semua keadaan yang mungkin, yang akhirnya akan mempengaruhi pertimbangannya tentang
materialitas dalam mengevaluasi temuan audit pada tahap penyelesaian audit, karena keadaan
yang mungkin berubah dan tambahan informasi mengenai masalah akan selalu ada selama
periode audit. Karena itu, pertimbangan tentang materialitas bisa akan berbeda di awal dan
yang digunakan. Tingkat materialitas mencakup tingkat yang menyeluruh untukmasingmasing laporan keuangan pokok, namun, karena laporan keuangan saling berhubungan, dan
sebagian besar prosedur audit berhubungan dengan lebih dari satu jenis laporan keuangan,
untuk tujuan perencanaan, auditor biasanya mempertimbangkan materialitas pada tingkat
kumpulan salah saji terkecil yang dapat dianggap material untuk salah satu laporan keuangan
pokok. Penentuan tingkat materialitas diukur berdasarkan persepsi auditor itu sendiri
Pada penurunan asset keenam took milik PT Maju Makmur di Sidoarjo, tingkat
materialitas yang terjadi adalah diatas dari 10% atau lebih dari persentase batas. Menurut
saya, dengan penurunan asset keenam took milik PT Maju Makmur di Sidoarjo berdampak
material pada laporan keuangan PT Maju Makmur.

2.

Tindakan yang akan dilakukan KAP Adi Susilo & Rekan jika Langgeng Santoso tidak
memberikan izin diskusi dengan auditor terlebih dahulu adalah mempertimbangkan pengaruh
penolakan dan pembatasan yang diberikan klien untuk membuatkan keputusan penerimaan
atau penolakan perikatan (berdasarkan SA 315.2). Karena menurut PSA no 16 Seksi 315

dikatakan bahwa memang auditor pengganti dianjurkan untuk berkomunikasi dahulu dengan
auditor sebelumnya.
3.

Tindakan selanjutnya yang akan dilakukan oleh KAP Adi Susilo & Rekan jika mendapat
informasi dai KAP sebelumnya bahwa klien memiliki integritas yang kurang adalah
melakukan pengujian substantive dengan mengandalkan bukti-bukti terkait. Tindakan
tersebut harus dilakukan karena penting bagi auditor untuk melakukan perikatan audit
dengan klien yang bisa diyakini dan dipercaya.

4.

Tujuan dilakukannya peer review adalah untuk meriew KAP dalam sistem pengendalian
kualitasnya oleh sesama auditor. Hal tersebut berguna untuk menilai kelayakan desain sistem
pengendalian kualitas dan kesesuaiannya dengan standar kualitas yang diisyaratkan sehingga
output yang dihasilkan dapat mencapai standar kualitas yang tinggi. Yang diperiksa oleh tim
peer review
kebijakan

adalah penerapan sistem pengendalian mutu KAP yang mengatur tentang


independensi,

penugasan

personal,

konsultasi,

supervisi,

pemekerjakan,

pengembangan profesional, promosi, penerimaan, dan keberlanjutan klien.


5.

Tujuan dokumentasi audit adalah membantu auditor untuk memberi kepastian bahwa
audit telah sesuai standar, serta bisa membantu auditor dalam pelaksanaan audit.
Dokumentasi audit dapat berupa berkas permanen maupun berkas tahun berjalan. Berkas
Permanen yaitu berkas yang berisi data historis atau yang bersifat berkelanjutan mengenai
klien, serta berkas tahun berjalan mencakup seluruh kertas kerja yang berkaitan untuk tahun
yang diaudit.

6.

Berdasarkan PSA No. 05 SA 311 membangun pemahaman dengan klien mengenai jasa
yang akan dilaksanakan untuk setiap perikatan karena dengan membangun pemahaman
dengan klien merupakan cara untuk mengurangi risiko terjadinya salah interpretasi atau
harapan pihak lain, baik pihak auditor maupun klien.
Pemahaman yang harus disampaikan auditor terhadap klien tentang audit atas
laporan keuangan umumnya yaitu :
a. Tujuan audit adalah untuk menyatakan suatu pendapat atas laporan keuangan.
b. Manajemen bertanggung jawab untuk membangun dan mempertahankan pengendalian
intern yang efektif terhadap pelaporan keuangan.

c. Manajemen bertangung jawab untuk mengidentifikasi dan menjamin bahwa entitas


mematuhi peraturan perundangan yang berlaku terhadap aktivitasnya.
d. Manajemen bertanggung jawab untuk membuat semua catatan keuangan dan
informasi yang berkaitan tersedia bagi auditor.
e. Pada akhir perikatan, manajemen akan menyediakan suatu surat bagi auditor yang
menegaskan representasi tertentu yang dibuat selama audit berlangsung.Prosedur yang
dilakukan selanjutnya apabila perusahaan tersebut go public adalah analitycal
prosedur. Melalui analitycal prosedur ini audior dapat membandingkan anatra
perusahaan yang sejenis .
Prosedur tambahan yang harus dilakukan jika PT Maju Makmur menjadi perusahaan
go public adalah melakukan prosedur analitis meliputi perbandingan jumlah-jumlah
yang tercatat atau ratioyang dihitung dari jumlah-jumlah yang tercatat, dibandingkan
dengan harapan yang dikembangkan oleh auditor dengan membandingkan perusahaan
tersebut dengan perusahaan sejenis lainnya.
7.

Tindakan yang dilakukan Adi Susilo sebaiknya menyesuaikan dengan kebutuhan


perusahaan, dan selanjutnya keputusan berada di tangan perusahaan untuk mengambil
keputusan. Terdapat perbedaan antara review atas laporan keuangan dengan audit. Review
atas laporan keuangan adalah pelaksanaan prosedur permintaan keterangan darimanajemen
entitas serta analisis komparatif yang menghasilkan dasar memadai bagi akuntan untuk
memberikan keyakinan terbatas bahwa tidak terdapat modifikasi material yang harus
dilakukan atas laporan keuangan agar laporan tersebut sesuai. Tujuan review adalah untuk
memberikan keyakinan negatif sebagai lawan dari pernyataan positif pada suatu audit.
Review tidak memberikan dasar untuk menyatakan pendapat dan tidak memberikan
keyakinan bahwa akuntan akan mengetahui semua hal penting karena akan terungkap
melalui suatu audit. Audit laporan keuangan adalah upaya memperoleh dan mengevaluasi
bukti yang mendasari laporan keuangan historis yang memuat asersi yang dibuat manajemen
entitas dengan maksud agar dapat memberikan pendapat apakah laporan keuangan telah
disajikan secara wajar. Dampak finansial dari audit yang dilakukan dika PT Maju Makmur go
public adalah fee yang didapatkan semakin besar sebanding dengan risiko audit yang semakin
besar pula.

8. Jika saya sebagai Adi Susilo, saya akan rekomendasikan fee nya, resiko nya, proses bisnis,
SPI, dan bukti transaksi.