Anda di halaman 1dari 14

ANEMIA APLASTIK

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Nama Kelompok :
Ayu andini selma 121.0020
Inayah khoirunnisa 121.0046
Ismi kharismamurti 121.0050
Nadiyah kumalasari 121.0068
Raihatus shofia 121.0082
Riska arini 121.0088
Rizky dwi santoso 121.0092
Yuniara dwi p. 121.0110

ANEMIA APLASTIK

DEFINISI
ETIOLOGI
KLASIFIKASI
KELUHAN
MASALAH KEPERAWATAN
PENYEBAB DARI MASALAH KEPERAWATAN
DIAGNOSA
INTERVENSI

DEFINISI
Suatu gangguan sel-sel induk di
sumsum tulang yang dapat
menimbulkan kematian. Pada
keadaan ini jumlah sel-sel darah
yang di hasilkan tidak memadai,
sehingga mengalami pansitopenia
yaitu kekurangan eritrosit, leukosit
dan trombosit. Anemia aplastik dapat
diwariskan atau didapat.

ETIOLOGI
Anemia aplastik sering diakibatkan
oleh radiasi dan paparan bahan
kimia. Akan tetapi, kebanyakan
pasien penyebabnya adalah
idiopatik, yang berarti penyebabnya
tidak diketahui. Anemia aplastik
dapat juga terkait dengan infeksi
virus, penyakit terkait hepatitis dan
kehamilan.

KLASIFIKASI
KLASIFIKASI
Anemia aplastik berat
Selularitas sumsum tulang

Sitopenia sedikitnya dua dari


tiga seri sel darah

Anemia aplastik sangat berat


Anemia aplastik tidak berat

KRITERIA
Seluraritas sumsum tulang <25%
atau 25-50% dengan <30% sel
hematopoietik residu
Hitung neutrofil <500/L
Hitung trombosit <20.000/L
Hitung retikulosit absolut <60.000/L
Sama seperti diatas kecuali hitung
neutrofil <200/L
Sumsum tulang heposelular namun
sitopenia tidak memenuhi kriteria
berat

KELUHAN PASIEN ANEMIA APLASTIK


(SALONDER,1983)
JENIS KELUHAN

Perdarahan
Badan lemah
Pusing jantung berdebar
Demam
Nafsu makan berkurang
Pucat
Sesak nafas
Penglihatan kabur
Telinga berdengung

83
30
69
36
33
29
26
23
19
13

MASALAH KEPERAWATAN
Intoleran aktivitas
Resiko infeksi
Resiko ketidakefektifan
penatalaksanaan kesehatan diri
Keletihan
Ansietas

DIAGNOSA
Intoleran aktivitas yang berhubungan dengan
gangguan transpor oksigen, sekunder akibat
penurunan jumlah sel darah merah.
Resiko infeksi yang berhubungan dengan
melemahnya daya tahan hospes, sekunder akibat
terapi radiasi
Resiko ketidakefektifan penatalaksanaan kesehatan
diri yang berhubungan dengan kurang pengetahuan
tentang kondisi, kebutuhan nutrisi, dan terapi obat.
Keletihan yang berhubungan dengan anemia.
Ansietas yang berhubungan dengan ancaman
kematian.

PENYEBAB DARI MASALAH


KEPERAWATAN
Intoleran aktivitas :
1. Pernapasan : dispnea, peningkatan frekuensi secara berlebihan.
2. Nadi : lemah
3. Pucat atau sianosis
. Resiko infeksi
. Resiko ketidakefektifan penatalaksanaan kesehatan diri
. Keletihan
Letargi atu tidak bergairah, penurunan kinerja, hambatan kemampuan
untuk berkonsentrasi, merasakan kebutuhan akan tambahan energi
untuk menyelesaikan tugas rutin, ungkapan verbal tentang perasaan
tidak bertenaga yang luar biasa dan terus-menerus.
. Ansietas
Peningkatan frekuensi jantung, tremor, keletihan dan kelemahan, pucat
atau kemerahan, pusing/pingsan, kekhawatiran.

INTERVENSI DAN
IMPLEMENTASI
1. Intoleran aktivitas yang berhubungan dengan gangguan transpor oksigen, sekunder akibat
penurunan jumlah sel darah merah
Observasi :
2. Pantau respon klien terhadap aktivitas : ukur nadi, tekanan darah, dan pernafasan saat
istirahat.
3. Tentukan penyebab keletihan (misalnya perawatan, nyeri dan pengobatan).
4. Pantau asupan nutrisi untuk memastikan sumber-sumber energi yang adekuat.
Mandiri :
5. Manajemen energi : mengatur penggunaan energi untuk mengatasi atau mencegah kelelahan
dan mengoptimalkan fungsi .
Edukasi:
6. Ajarkan metode penghematan energi untuk aktivitas : luangkan waktu untuk instirahat selama
beraktifitas, dalam beberapa interval selama siang hari dan satu jam setelah makan.
7. Mengenali tanda dan gejala intoleran aktivitas, termasuk kondisi yang perlu dilaporkan kepada
dokter.
8. Beritahukan kepada pasien dan keluarga tentang asupan nutrisi yang baik.
Kolaborasi :
9. Rujuk ke perawat komunitas untuk tindakan lebih lanjut jika diperlukan
10.Rujuk pasien ke ahli gizi untuk perencanaan diet guna meningkatkan asupan makanan yang
kaya energi.

Resiko infeksi yang berhubungan dengan


melemahnya daya tahan hospes, sekunder akibat
terapi radiasi
Observasi :
1. Kaji adanya faktor yang meningkatkan resiko infeksi : status nutrisi (asupan kurang dari
kebutuhan cairan sehari-hari).
2. Identifikasi hospes yang rentan berdasarkan hasil pengkajian yang berfokus pada faktor
resiko.
3. Identifikasi faktor resiko infeksi : anemia.
4. Amati manifestasi klinis (mis. Demam, urine keruh, drainase purulen).
. Mandiri
1. Kurangi organisme yang masuk ke dalam tubuh individu : mencuci tangan dengan cermat.
2. Kurangi organieme yang masuk ke dalam tubuh individu : pengurangan mikrioorganisme
yang dapat ditularkan melalui udara.
. Edukasi
1. Jelaskan kepada individu dan keluarga tentang penyebab resiko dan derajat penularan
infeksi.
2. Jelaskan kepada individu dan anggota keluarga tentang tanda dan gejala infeksi.
. Kolaborasi
1. Batasi penggunaan alat-alat invasif (jalur IV, spesimen laboratorium) hanya untuk
tindakan yang perlu saja.

Resiko ketidakefektifan penatalaksanaan kesehatan


diri yang berhubungan dengan kurang pengetahuan
tentang kondisi, kebutuhan nutrisi, dan terapi obat.
Observasi :
1. Identifikasi faktor penyebab atau penunjang yang menghambat
penatalaksanaan yang efektif : kurang pengetahuan.
. Mandiri
1. Jelaskan dan diskusikan (Rakel, 1992) : proses penyakit, program
pengobatan (madikasi, diet, prosedur, latihan fisik, peralatan yang
digunakan) dan perubahan gaya hidup yang diperlukan.
2. Tingkatkan percaya diri dan efikasi diri yang positif (Bandura, 1982) :
jika respon otonom tinggi (mis., nadi cepat) mengurangi rasa percaya
diri, ajarkan pengalihan ansietas jangka pendek (Graiger, 1990) ;
melihat ke atas, kontrol pernafasan, relaksasikan pikiran dll.
. Edukasi
1. Jelaskan bahwa perubahan dalam gaya hidup dan kebutuhan belajar
akan membutuhkan waktu untuk terintegrasi.
. Kolaborasi
1. Rujuk kepada layanan komunitas untuk tindak lanjut, jika diperlukan.

Keletihan yang berhubungan anemia.


Observasi
1. Identifikasi penyebab keletihan klien.
. Mandiri
1. Manajemen energi : mengatur penggunaan energi untuk mengobati atau mencegah
keletihan dan mengoptimalkan fungsi.
2. Manajemen nutrisi : membantu dalam atau menyediakan asupan diet makanan dan
minuman yang seimbang.
. Edukasi
1. Ajarkan klien tentang teknik penghematan energi.
2. Jelaskan hubungan antara keletihan dan proses/kondisi penyakit.
3. Ajarkan pasien dan orang terdekatnya untuk mengenali tanda dan gejala keletihan
yang memerlukan pengurangan aktivitas.
4. Ajarkan pengaturan aktivitas dan teknik manajemen waktu untuk mencegah keletihan.
. Kolaborasi
1. Lakukan perujukan ke perawatan praktisi jika keletihan sangat mengganggu hubungan
dan fungsi keluarga klien.
2. Konsultasikan dengan ahli gizi tentang cara untuk meningkatkan asupan makanan yang
berenergi tinggi.

Ansietas yang berhubungan dengan ancaman kematian.


Observasi
1. Kaji tingkat ansietas .
2. Gali intervensi yang menurunkan ansietas.
. Mandiri
1. Ajarkan penghenti ansietas yang dapat diterapkan jka situasi yang menimbulkan stress tidak dapat dihindari
: melihat ke atas, pernapasan terkendali, memperlambat pikiran, menurunkan bahu, memperlambat suara.
2. Perlihatkan rasa empati.
3. Singkirkan stimulasi yang berlebihan.
4. Penurunan ansietas : meminimalkan kekhawatiran, ketakutan, prasangka atau perasaan tidak tenang yang
berhubungan dengan sumber bahaya yang diantisipasi dan tidak jelas.
5. Dukungan emosi : memberikan penenangan, penerimaan dan bantuan/dukungan selama masa stress.
6. Peningkatan koping : membantu pasien untuk beradaptasi dengan persepsi, stresor, perubahan atau
ancaman yang menghambat pemenuhan tuntutan dan peran hidup.
. Edukasi
1. Ajarkan penghenti ansietas yang dapat diterapkan jka situasi yang menimbulkan stress tidak dapat dihindari
: melihat ke atas, pernapasan terkendali, memperlambat pikiran, menurunkan bahu, memperlambat suara.
2. Ajarkan pasien tentang penggunaan teknik relaksasi.
. Kolaborasi
1. Untuk klien yang diidentifikasi memiliki ansietas kronis, rujuk untuk menjalani evaluasi psikiatris.
2. Penurunan ansietas : berikan obat untuk menurunkan ansietas, jika diperlukan.