Anda di halaman 1dari 13

POLITEKNIK KESEHATAN RS. Dr.

SOEPRAOEN
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN

PEMERIKSAAN TANDA-TANDA VITAL DAN PEMERIKSAAN NUTRISI


(ANTROPOMETRI) PADA ANAK

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 9
Safria Aulia

(13.1.048)

Sandyansyah August

(13.1.049)

Sasmianto Desky

(13.1.050)

Septian Widi

(13.1.051)

Serli Artika

(13.1.052)

Siska Nursaputri

(13.1.053)

POLITEKNIK KESEHATAN RS dr. SOEPRAOEN


PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2014/2015
PEMERIKSAAN TANDA-TANDA VITAL

1. MENGUKUR TEKANAN DARAH

Pengertian
Mengukur tekanan darah melalui permukaan dinding arteri.

Tujuan
Menilai sistem kardiovaskuler atau menghitung tekanan darah pasien.

Perlengkapan dan peralatan :


a. Tensimeter
b. Stetoskop
c. Buku catatan

Pelaksanaan :
1. Jelaskan pada ibu tindakan yang akan dilakukan
2. Siapkan peralatan
3. Lengan baju pasien dibuka atau digulung ke atas
4. Manset tensimeter dipasang pada lengan atas dengan pipa
karetnya berada disisi luar lengan.
5. Pompa tensimeter
6. Denyut arteri brachialis diraba, lalu di stetoskop ditempatkan pada
daerah tersebut.
7. Sekrup balon karet ditutup, pengunci air raksa dibuka, selanjutnya
balon dipompa sampai denyut arteri tidak terdengar lagi dan air
raksa didalam pipa gelas naik
8. Sekrup balon dibuka perlahan-lahan, sehingga air raksa turun,
dengarkan bunyi denyutan pertama
9. Skala permukaan air raksa pada waktu terdengar denyutan
pertama disebut tekanan sistolik (misalnya 120 mmHg)
10. Dengarkan terus sampai denyutan yang terakhir. Skala permukaan
air raksa pada waktu denyutan terakhir disebut tekanan distolik
(misalnya 80 mmHg)
11. Pencatatan hasil dilakukan dengan cara sebagai berikut : sistolik
diatas, dan distolik di bawah, misalnya 120/80 dengan satuan
mmHg.

Tekanan darah normal


a.

b.

Nilai normal tekanan darah


UMUR
Neonate

SISTOLIK (mmHg)
75 105

DISTOLIK (mmHg)
45 75

2 6 tahun
7 tahun

80 110
85 120

50 80
50 80

8 9 tahun
10 tahun

90 120
95 130

55 85
60 85

11 12 tahun
13 tahun

95 135
100 140

60 85
60 90

14 tahun

105 140

65 90

Klasifikasi hipertensi didasarkan pada nilai diastolik :


Hipertensi ringan
Hipertensi sedang
Hipertensi berat
Hipertensi ganas

92 104 mmHg
105 114 mmHg
115 mmHg
130 mmHg

2. MENGUKUR SUHU BADAN

Pengertian
Mengukur suhu badan pasien dengan thermometer, dilakukan pada

ketiak (axila), mulut (loal), atau pelepasan (anus)

Tujuan

Untuk mengetahui suhu badan pasien, apakah suhu badannya normal


atau tidak.

Peralatan dan Perlengkapan


Baki yang berisi :
a. Termometer
b. Botol larutan sabun
c. Botol larutn klorin 0.5%
d. Botol air bersih
e. Kassa atau tissue
f. Bengkok
g. Sarung tangan
h. Baskom larutan klorin 0,5%
i. Buku catatan suhu

Pelaksanaan:
a. Pengukuran suhu pada ketiak :
1. Bila perlu lengan pasien dibuka, dan ketiaknya harus dikeringkan
terlebih dahulu
2. Periksa thermometer apakah air raksa tepat pada angka nool, lalu
jepitkan tepat ditengah ketiak, dan lengan pasien dilipat ditengah
dada.
3. Setelah 10 menit, thermometer diangkat dan langsung dibaca
dengan teliti, kemudian catat hasilya.
4. Thermometer dicelupkan ke dalam larutan sabun, lalu dilap
dengan kassa atau tissue, kemudian dimasukkan ke dalam larutan
desinfektan, selanjutnya dibersihkan dengan air bersih dan
dikeringkan
5. Thermometer diletakkan pada tempatnya dan dapat dipakai untuk
pasien berikutnya.
b. Pengukuran suhu tubuh pada mulut:
1. Untuk tiap pasien harus digunakan satu thermometer
2. Letakan ujungnya sampai batas reservoair dibawah lidah pasien

3. Mulut dikatupkan selama tiga sampai lima menit, kemudian


thermometer diangkat, dilap dengan kassa atau tissue, lalu baca
dengan teliti dan catat hasilnya,
4. Peralatan dibersihkan, dibereskan dan dikembalikan ketempat
semula.
Suhu badan normal

NORMAL

36,5C 37,5C

HIPOTERMIA

< 36C

FEBRIS/PANAS

>37,5 C

3. MENGHITUNG DENYUT NADI

Pengertian
Menghitung denyut nadi dengan cara meraba :
a. Arteri radialis pada pergelangan tangan
b. Arteri brachialis pada siku bagian dalam
c. Arteri carotis pada leher
d. Arteri temporalis pada pelipis
e. Arteri femoralis pada lipatan pada (selangkangan)
f. Arteri dorsalis padis pada kaki
g. Arteri frontalis pada ubunn-ubunn (bayi)

Tujuan
Untuk mengetahui jumlah denyut nadi atau kardiovaskuler selama satu

menit.

Perlengkapan dan Peralatan


a. Arloji tangan dengan penunjuk detik atau dengan polsteller
b. Buku catatan suhu dan nadi

Pelaksanaan

1. Menghitung

denyut

nadi

dilakukan

bersamaan

dengan

pengukuran suhu
2. Pada waktu menghitung denyut nadi, pasien harus benar benar
istirahat dalam posisi berbaring atau duduk
3. Penghitungan dilakukan dengan menempelkan jari telunjuk dan
jari tengah di atas arteri selama setengah menit, dan hasilnya
dikalikan dua.
4. Khusus pada anak-anak penghitungan dilakukan selama satu
menit.
5. Hasil penghitungan dicatat pada buku catatan suhu dan nadi
Denyut nadi normal
Bayi baru lahir

140 kali per menit

Dibawah umur 1 bulan

110 kali per menit

Umur 1 6 bulan

130 kali per menit

Umur 6 12 bulan

115 kali per menit

Umur 1 2 tahun

110 kali per menit

Umur 2 - 6 tahun

105 kali per menit

Umur 6 10 tahun

95 kali per menit

Umur 10 14 tahun

85 kali per menit

Umur 14 18 tahun

82 kali per menit

Umur diatas 18 tahun

60 100 kali per menit

Usia lanjut

60 70 kali per menit

4. MENGHITUNG PERNAFASAN

Pengertian
Mengitung jumlah pernafasan (inspirasi yang diikuti ekspirasi) dalam

satu menit.

Tujuan
Mengetahui

sistem

fungsi

pernapasan

yang

terdiri

dari

mempertahankan pertukaran oksigen dan karbon dioksida dalam paru dan


pengaturan keseimbangan asam basa.

Perlengkapan dan Peralatan


a. Arloji tangan dengan penunjuk detik
b. Buku catatan

Pelaksanaan
1. Penghitungan

pernapasan

dilakukan

bersamaan

dengan

pengukuran suhu dan denyut nadi


2. Penghitungan dilakukan dalam satu menit dan hasilnya dicatat
3. Bila ada kelainan segera laporkan kepada penanggung jawab
ruangan atau yang bersangkutan.
Pernafasan normal
Kecepatan/frekuensi pernapasan normal (eupnea) adalah :

BAYI

30 60 kali/menit

ANAK

20 30 kali/menit

REMAJA

15 - 24 kali/menit

DEWASA

16 20 kali/menit

PEMERIKSAAN NUTRISI PADA ANAK DENGAN ANTROPOMETRI :

A.

Pengertian Antropometri

Antropometri berasal dari kata anthropos dan metros. Anthropos artinya tubuh dan
metros artinya ukuran. Antropometri artinya ukuran dari tubuh. Antropometri gizi
adalah berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan
komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.
B.

Keunggulan Antropometri

Beberapa syarat yang mendasari penggunaan antropometri adalah:


1.Alatnya mudah didapat dan digunakan, seperti dacin, pita lingkar lengan atas,
mikrotoa, dan alat pengukur panjang bayi yang dapat dibuat sendiri dirumah.
2.Pengukuran dapat dilakukan berulang-ulang dengan mudah dan objektif
3.Pengukuran bukan hanya dilakukan dengan tenaga khusus profesional, juga oeh
tenaga lain setelah dilatih untuk itu.
4.Biaya relatif murah
5.Hasilnya mudah disimpulkan karena mempunyai ambang batas.
6.Secara alamiah diakui kebenaranya.
C.

Kelemahan Antropometri
1. Tidak sensitif
2. Faktor diluar gizi (penyakit, genetik, dan penurunan penggunaan energi)
3. Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempungaruhi
presisi, akurasi, dan validitas pengukuran antropometri gizi.
4. Kesalahan terjadi karena:
a. Pengukuran
b. Perubahan hasil pengukuran baik fisik maupun komposisi jaringan
c. Analisis dan asumsi yang keliru
d. Sumber kesalahan, biasanya berhubungan dengan:
e. Latihan petugas yang tidak cukup
f. Kesalahan alat atau alat tidak ditera
g. Kesulitan pengukuran

D.

Jenis Parameter

1.Berat badan
Merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan
pada bayi baru lahir (neonatus). Berat badan digunakan untuk mendiagnosa
bayi normal
Berat badan merupakan pilihan utama karena berbagai pertimbangan:
a. Parameter yang baik, mudah terlihat perubahan dalam waktu singkat.
b. Memberi gambaran status gizi sekarang dan gambaran yang baik
tentang pertumbuhan
c. Merupakan ukuran antropometri yang sudah dipakai secara umum dan
luas.
d. Ketelitian pengukuran tidak banyak dipengaruhi oleh ketrampilan
pengukur
e. KMS (Kartu Menuju Sehat) yang digunakan sebagai alat yang baik untuk
pendidikan dan monitor kesehatan anak menggunakan juga berat badan
sebagai dasar pengisian.

Alat

yang

digunakan

di

lapangan

sebaiknya

memenuhi

beberapa

persyaratan:
a. Mudah digunakan dan dibawa dari satu tempat ke tempat lain.
b. Mudah diperoleh dan relatif murah harganya.
c. Ketelitian penimbangan sebaiknya maksimum 0,1 kg
d. Skala mudah dibaca
e. Cukup aman untuk menimbang anak balita.
Cara menimbang/mengukur berat badan:
a. Langkah I
Gantungkan dacin pada:
- Dahan pohon
- Palang rumah atau penyangga kaki ktiga
b. Langkah 2

Periksalah apakah dacin sudah tergantung kuat


c. Langkah 3
Dipakai, letakkan bandul geser pada angka 0 (nol)
d. Langkah 4
Pasanglah celana timbang, kotak timbang, atau sarung timbang yang
kosong pada dacin.
e. Langkah 5
Seimbangkan dacin yang sudah dibebani celana timbang
f.

Langkah 6
Anak di timbang dan seimbangkan dacin

g. Langkah 7
Tentukan berat badan anak dengan membaca angka diujung bandul
geser.
h. Langkah 8
Catat hasil penimbangan di atas pada secarik kertas
i. Langkah 9
Geserlah bandul ke angka nol, letakkan batang dacin dalam tali
pengaman, setelah itu bayi baru anak dapat diturunkan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menimbang berat badan anak:
a. Pemeriksaan alat timbangan
b. Anak balita yang ditimbang
c. Keamanan
d. Pengetahuan dasar petugas.
2.Umur
Faktor umur sangat penting dalam menentukan status gizi. Menurut
Puslitbang Gizi Bogor (1980), batasan umur digunakan adalah tahun umur
penuh dan untuk anak 0-2 tahun digunakan bulan penuh.
Contoh : tahun usia penuh.
Umur : 7 tahun 2 bulan dihitung 7 tahun
6 tahun 11 bulan dihitung 6 tahun.

3.Tinggi Badan

Cara mengukur:
a. Tempelkan dengan paku mikrotoa tersebut pada dinding yang lurus datar
sehingga tepat 2 meter.
b. Lepaskan sepatu atau sandal.
c. Anak harus berdiri tegak seperti sikap siap sempurna
d. Turunkan mikrotoa sampai rapat pada kepala bagian atas, siku-siku
harus lurus menempel pada dinding.
e. Baca angka pada skala yang nampak pada lubang dalam gulungan
mikrotoa.

4.Lingkar Lengan Atas


a. Baku lingkar lengan atas yang digunakan sekarang belum dapat
mendapat pengujian memadai untuk digunakan di Indonesia.
b. Kesalahan pengukuran LLA (ada berbagai tingkat ketrampilan pengukur)
relatif lebih besar dibandingkan dengan tinggi badan, mengingat batas
antara baku dengan gizi kurang, lebih sempit pada LLA dari pada tinggi
badan.
c. Lingkar lengan atas sensitif untuk suatu golongan.
Cara mengukur:
Yang diukur adalah pertengahan lengan atas sebelah kiri Lengan dalam
keadaan bergantung bebas, tidak tertutup kain atau pakaian. Pita dilingkarkan pada
pertengahan lengan tersebut sampai cukup terukur keliling

lingkaran lengan.

5.Lingkar Kepala
Lingkar kepala adalah standar prosedur dalam ilmu kedokteran anak praktis,
yang biasanya untuk memeriksa keadaan patologi dari besarnya kepala atau
peningkatan ukuran kepala.

Alat dan tehnik pengukuran:


Alat yang sering digunakan dibuat dari serat kaca (fiber glas) dengan lebar
kurang dari 1 cm, fleksibel, tidak mudah patah, pengukuran sebaiknya dibuat
mendekati 1 desimal, caranya dengan melingkarkan pita pada kepala.

6.Lingkar Dada
Biasanya dilakukan pada anak berumur 2-3 tahun, karena rasio lingkar kepala
dan lingkar dada sama pada umur 6 bulan.
Alat dan tehnik pengukuran:
Alat yang digunakan adalah pita kecil, tidak mudah patah, biasanya terbuat dari
serat kaca (fiber glas). Pengukuran dilakukan pada garis puting susu. Masalah
yang sering dijumpai adalah mengenai aku`rasi pengukuran (pembaca), karena
pernapasan anak

yang tidak teratur.

Rumus Antropometri pada anak : ( Soetjiningsih : 1998).


a.

Berat badan

Umur 1 6 tahun = ( tahun ) x 2 + 8


b. Tinggi badan
Umur 1 tahun = 1,5 x tinggi badan lahir
Umur 2 12 tahun = umur ( tahun ) x 6 + 77