Anda di halaman 1dari 12

TUGAS AKHIR

PEMANFAATAN POTENSI SUNGAI MEDE SEBAGAI AIR BAKU


DI DESA RUKO DAN KOKOTA JAYA
KABUPATEN HALMAHERA UTARA

OLEH
WANDI EKO WIBOWO
0723 09 080

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE
2015-2016

BAB I
1.1. Latar Belakang
Permasalahan air bersih merupakan masalah penting yang harus mendapatkan
skala prioritas dalam penanganan, pengelolahan, pemanfaatan, perlindungan dan
pengendaliannya. Permasalahan dalam pengadaan sarana air bersih tersebut adalah
tersedianya air baku.
Desa Ruko adalah Desa yang berada di Kecamatan Tobelo Utara, letak Desa
Ruko berada di daerah yang dimana kondisi lingkungannya sulit untuk mendapatkan
sumber air yang bisa dimanfaatkan. Permasalahan tersebut, diperlukan proses
perencanaan sistem penyediaan air bersih yang memadai, dengan memanfaatan
sarana prasarana yang telah ada secara optimal serta melakukan upaya
pengembangan sumber air yang terdapat di Desa Ruko
Memperhatikan hal-hal tersebut diatas maka timbul dorongan saya untuk
membahas permasalahan ini dan menyajikan dalam bentuk tugas akhir dengan judul
PEMANFAATAN POTENSI SUNGAI MEDE SEBAGAI AIR BAKU DI DESA RUKO
KABUPATEN HALMAHERA UTARA

1.2. Rumusan Masalah

Bagaimana ketersediaan potensi sungai mede sebagai sumber air baku dapat mencukupi
kebutuhan masyarakat Desa Ruko.

Apakah ketersediaan air sungai mede dapat memenuhi bagi kebutuhan masyarakat Desa
Ruko yang diprediksikan dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun.

1.3. Maksud dan Tujuan Penulisan

Menganalisa debit pada sungai mede yang diperhitungkan untuk kebutuhan masyarakat
Desa Ruko

Mengetahui tingkat kebutuhan air bersih bagi penduduk Desa Ruko Kabupaten Halmahera
Utara dimasa 10 ( sepuluh) tahun yang akan datang.

1.4. Batasan Masalah


Sesuai dengan dengan rumusan masalah dan tujuan penulisan yang telah dikemukakan
diatas maka ruang lingkup pembahasan pada penulisan ini tentang sumber air, kapasitas debit
sungai dan menganalisa kebutuhan air domestik dan non domestik.

1.5. Sistimatika Penulisan

BAB I
PENDAHULUAN
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
BAB III
METODE PENELITIAN
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II
2.1. Air Baku
Air baku adalah air bersih yang dipakai untuk keperluan air minum, rumah tangga
dan industri.
2.1.1. Sumber Air
1. Air Hujan
2. Air Permukaan
3. Mata Air
4. Air Tanah
2.1.2. Sifat Air
1. Sifat Fisik
2. Sifat Kimiawi
3. Sifat Biologis

2.2. DAS (Daerah Aliran Sungai)


2.3. Hidrologi
2.4. Analisa Frekuensi
1. Distribusi Probabilitas Gumbel
2. Distribusi Probabilitas Log Normal Dua Parameter
3. Distribusi Probabilitas Log-Person Tipe III
2.5. Uji Kesesuian Distribusi
1. Uji Chi-Khuadrat
2. Uji Smirnov-Kolmogorof
2.6. Debit Andalan
2.7. F.J. Mock

2.8. Analisis Kebutuhan Air


2.8.1. Macam Kebutuhan Air Baku
1. Kebutuhan Domestik
2. Kebutuhan Non Domestik
2.8.2. Standar Kebutuhan Air
1. Standar Kebutuhan Air Domestik
2. Standar Kebutuhan Air Non Domestik
3. Fluktuasi Konsumsi Air
2.8.3. Perhitungan Kebutuhan Air Baku
1. Metode Arithmatic
2. Metode Geometric
3. Metode Least Square
4. Koefisien Korelasi

BAB III

Jenis dan Metodologi Penelitian

Penyusunan metode penelitian diperlukan untuk menetapkan kegiatan


secara sistematis. Data yang dikumpulkan yaitu data kuantitatif dan kualitatif
berupa identifikasi kondisi eksisting prasarana air bersih yang ada
berdasarkan kuantitas dan kontinuitasnya, serta analisis proyeksi kebutuhan
air bersih.

Waktu dan Lokasi Penelitian

Dalam memperoleh informasi dan data yang dibutuhkan, maka penulis


mengadakan penelitian di Desa Ruko Kecamatan Tobelo Utara Kabupaten
Halmahera Utara, sebagai objek penelitian dan waktu penelitian yang
ditentukan.

Teknik Pengumpulan Data


Data Primer
Data primer yang diperlukan dalam penilitian antara lain sebagai berikut :

A. Data Sungai
Pengukuran Debit Sungai dengan dua cara, yaitu :
1. Pengukuran secara langsung
- Pengukuran luas penampang sungai
- Pengukuran kecepatan sungai
2. Pengukuran secara tidak langsung
Pengukuran secara tidak langsung dilakukan dengan beberapa cara yaitu : a) Luas
penampang palung sungai diukur sedang kecepatan secara analitis. b) debit sungai dapat
dihitung dari bangunan-bangunan air yang terdapat dalam sungai.
B. Dokumentasi
Dokumentasi ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penilitian dalam
bentuk foto-foto.

Data Sekunder
Pengumpulan data sekunder berupa data, gambaran, dan keterangan yang lebih lengkap.

Teknik Pengolahan Dan Analisis Data


Teknik analisis data yang digunakan adalah sebagai berikut :

A. Analisa Hidrologi
Penentuan debit sungai dengan cara analisis, dapat dilakukan dengan analisis hidrologi
berdasarkan data hujan di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan parameter DAS. Metode yang
lazim digunakan adalah metode empiris.
B. Perhitungan proyeksi penduduk
Perhitungan proyeksi penduduk akan dilakukan dengan 3 (tiga) metode pendekatan yaitu
Aritmatik, Geoamtrik dan Least Squre, yang didasarkan pada data jumlah penduduk tahuntahun sebelumnya.
C. Analisa Kebutuhan Air
Analisa Hidrologi terdiri dari analisa curah hujan wilayah/daerah. Curah hujan daerah
adalah banyaknya hujan yang jatuh pada suatu daerah yang dinyatakan dalam satuan mm.
Menurut lamanya pengamatan curah hujan dapat dibedakan atas curah hujan harian, curah
hujan bulanan, dan curah hujan tahunan.

Skema/ Bagan Alir Penelitian