Anda di halaman 1dari 24

V.

PENDANAAN

5.1 Manajemen Finansial


Penyelenggaraan Program Studi D2 Teknik Mesin Pertanian yang
diselengarakan secara terintegrasi, berkualitas standar (nasional dan internasional)
dan berkesimambungan merupakan suatu tuntutan yang harus diperhatikan oleh
seluruh civitas akademika. Banyak faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
kinerja penyelenggaraan program studi D2 Teknik Mesin Pertanian ini, termasuk
diantaranya terkait isu manajemen finansial. Hal ini dikarenakan sangat berkaitan
dengan banyak aspek, di antaranya a) aspek investasi awal untuk pengadaan dan
pengembangan insfrastruktur dan fasilitas lainnya (baik termasuk perangkat keras
dan perangkat lunak); b) aspek pembiayaan rutin (contohnya gaji rutin pegawai,
laboran, dan pengelolaan lainya, bianya rutin bahan habis pakai perkatoran dan
aktifitas perkuliahan), biaya pelaksanaan riset dan kegiatan-kegiatan publikasi, biaya
penyelenggaraan workshop/seminar/konfrensi baik level nasional dan internasional,
biaya-biaya kunjungan singkat di dalam negeri dan luar negeri untuk menjalin
kerjasama yang saling menguntungkan (contohnya doebledegree, kerjasama riset,
short visiting lecture, dan kegiatan-kegiatan pertukaran mahasiswa, kegiatan magang
staff di industry atau politeknik), biaya teknis terkait operasional dan pemeliharaan,
dan biaya pengurusan license resmi sejumlah perangkat pendukung kegiatan riset
dan edukasi yang lebih mutahir yang dibutuhkan oleh civitas akademika Politeknik
Negeri Cilacap (PNC).
5.1.1

Kebijakan, Regulasi, Panduan, dan SOP Dari Manajemen Keuangan di


Politeknik Negeri Cilacap
Penyelenggaraan kegiatan di Perguruan tinggi salah satu unsur utama demi

kelancaran dan keberhasilan penyelenggaraan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh


perguruan tinggi tersebut hanya diperuntukan bagi kegiatan pendidikan, penelitian
dan pengabdian kepada masyarakat. Pembiayaan pada perguruan tinggi tidak hanya
diperuntukan pada kegiatan pendidikan semata, malainkan juga untuk kegiatan
pengabdian kepada masyarakat, serta untuk menunjang kegiatan mahasiswa dan

tenaga kependidikan. Agar seluruh penyelenggaraan kegiatan suatu perguruan tinggi


dapat berjalan dengan baik maka diperlukan tolak ukur atau standar pembiayaan.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
(SNP) pasal 26 menyatakan bahwa substansi standar pembiayaan pada setiap
perguruan tinggi setidaknya mengatur atau menetapkan pembiayaan pendidikan yang
terdiri atas biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal. Dengan pertimbangan
hal-hal tersebut maka PNC menetapkan standar biaya yang menjadi pedoman dan
tolak ukur bagi pimpinan, ketua jurusan, koordinator program studi, dan ketua
lembaga atau unit-unit lain yang bertanggung jawab pada perannya sebagai
pengguna anggaran (PA) atau kuasa pengguna anggaran. Selain itu adanya penetapan
standar biaya merupakan langkah strategis untuk mencipkan Standar Minimum
Pelayanan (SMP) PNC. Adapun standar Pengelolaan Keuangan di PNC meliputi :
1.

Direktur, Wakil Direktur, ketua jurusan, ketua program studi, ketua lembaga
atau unit-unit lainnya sebagai pejabat pengguna anggaran atau pejabat kuasa
pengguna anggaran dalam kebijakan pengelolaan keuangan harus berdasarkan
karakteristik : partisipasi, taat hukum, transparan, efisien dan efektif dan

2.

akuntabel.
Untuk menjamin kebijakan pengelolaan keuangan agar berjalan sesuai
dengan yang direncanakan, maka direktur harus membentuk badan pengawas
internal Politeknik bidang keuangan atau yang disebut dengan Satuan

3.

Pengawas Internal (SPI).


Direktur, Wakil Direktur, kertua jurusan, ketua program studi ketua lembaga
atau unit-unit lainnya dalam proses pengelolaan keuangan harus berdasarkan
pada : Rencana Strategis (Renstra), Rencana Operasional (Renop), Rencana
Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT), Rencana Kinerja Tahunan (RKT),

4.

Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementrian/Lembaga (RKAKL)


Sumber dan jumlah dana yang dikelola oleh PNC harus disosialisasikan
kepada civitas akademika PNC untuk menjamin adanya pengelolaan dana

5.

yang akuntabel
Penentuan alokasi anggaran masing-masing unit kerja harus mengacu pada
program-program yang telah ditentukan pada Rapat Kerja Tahunan
(RAKERTA) PNC

6.

PNC harus memiliki prosedur dalam penyususunan anggaran yang


memperhatikan perencanaan anggaran baik dari jurusan maupun program
studi, sehingga memungkinkan adanya subsidi silang dalam rencana

7.

pengembangan jurusan atau program studi di lingkungan PNC


PNC harus memiliki prosedur pencairan anggaran yang mampu mendukung
kelancaran pelaksanaan setiap kegiatan yang telah direncakan secara baik dan

8.

berkualitas
PNC harus menetapkan alokasi investasi dari total angaran tahunan yang
telah direncanakan

9.

PNC harus menetapkan alokasi biaya dari total anggaran tahunan yang telah
direncanakan

10. PNC harus menetapkan alokasi biaya personal dari total anggaran tahunan
yang telah direncanakan.
5.1.2

Kebijakan Untuk Mencegah Tindak Korupsi


Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan

Pemberantasan Korupsi, dimana Intruksi Presiden tersbut telah mengeluarkan 12


(dua belas) instruksi kepada para pimpinan birokrasi. Diantaranya adalah instruksi
untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik, baik dalam bentuk jasa
ataupun perizinan melalui transparansi dan standarisasi pelayanan yang meliputi
persyaratan-persyaratan, target waktu penyelesaian, dan tarif biaya yang harus
dibayar oleh masyarakat untuk mendapatkan pelayanan tersebut sesuai peraturan
perundang-undangan dan menghapuskan pungutan-pungutan liar.
Dalam upaya untuk menerapkan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 di
lingkungan PNC, Direktur saat ini telah menerapakan kebijakan satu pintu (One
door policy) untuk seluruh kegiatan yang berhubungan dengan pendanaan/keuangan
seluruh penerimaan dan pengeluaran yang dilakukan oleh sub bagian keuangan dan
pembelanjaan/pembelian barang oleh Pengelola Saran Prasanan. Sehingga dengan
dikeluarkanya kebijakan ini dapat meminimalkan usaha-usaha untuk melakukan
tindak korupsi. Selain itu untuk menguatkan kebijakan One door policy, PNC telah
membentuk Unit Bagian SPI (Satuan Pengawas Internal) dimana bagian tersebut
bertugas melakukan pengawasan penggunaan anggaran di lingkungan PNC.

5.1.3

Kebijakan Efisiensi dan Efektifitas Manajemen Keuangan


Manajemen keuangan merupakan salah satu substansi manajemen pendidikan

yang ikut menentukan berjalanya kegiatan pendidikan sebagaimana yang berjalan di


substansi manajemen pendidikan pada umumnya. Kegiatan manajemen keuangan
dilakukan

melalui

proses

perencanaan,

pengorganisasian,

pengarahan,

pengkoordinasian, pengawasan atau pengendalian.


Konsep efisiensi selalu dikaitkan dengan efektivitas. Efektivitas merupakan
bagian dari konsep efisiensi karena tingkat efektivitas berkaitan erat dengan
pencapaian tujuan relatif terhadap tingkat ekonomi (Anggaran). Dalam dunia
pendidikan, maka suatu pendidikan yang efisien dan efektif cenderung ditandai
dengan pola penyebaran dan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang sudah
ditata secara efisien dengan pengelolaan yang efektif. Program pendidikan yang
efektif dan efisien adalah mampu menciptakan keseimbangan antara penyediaan dan
kebutuhan akan sumber-sumber pendidikan untuk mencapai tujuan dari pendidikan.
Seperti yang telah dijelaskan diatas, saat ini PNC telah membentuk Unit Bagian SPI
yang bertugas melakukan pengawasan melaui audit investigasi mengenai tingkat
ekonomis, efisiensi dan efektifitas dalam semua aspek kegiatan manajemen di PNC.
Audit yang dilakukan oleh SPI bertujuan untuk melihat, mengidentifikasikan peluang
perbaikan, atau mengembangkan rekomendasi untuk perbaikian. Keterkaitan antara
aspek ekonomis efisiensi dan efektifitasnya dapat digambarkan secara sederhana
seperti gambar berikut.

Gambar 5.1

Mekanisme Audit SPI (Sistem Pengawasan Internal) Politeknik


Negeri Cilacap

Sumber : SPI Politeknik Negeri Cilacap

Berdasarkan diagram alur mekanisme Audit yang dilakukan oleh SPI, maka
tingkat ekonomis di analisa dengan seberapa minimal realisasi input yang
dibutuhakan manajemen PNC. Tingkat efisiensi dihitung dengan rasio antara input
dan output, dan dapat juga dibandingkan dengan rasio bidang sejenis atau dengan
rasio periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sedangkan efektivitas dihitung
dengan cara sejauh mana ketercapaian tujuan yang telah direncakan, misalnya
dengan cara membandingkan realisasi output dengan output yang telah direncakan.
Melalui kegiatan manajemen keuangan maka kebutuhan pendanaan
pendidikan

dapat

direncakan,

diupayakan

pengadaanya,

dibukukan

secara

transparansi, dan digunakan untuk membiayai pelaksanaan kegiatan secara efektif


dan efisien. Untuk itu, penyelenggaraan manajemen keuangan di PNC adalah untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan yang akuntabilitas dan
transparan. Untuk mengimplementasikan kebutuhan dana untuk kegiatan operasional
secara rutin dan pengembangan program pendidikan secara berkelanjutan seperti
yang tertuang dalam RENSTRA dan RENOP, PNC sering menemui hambatanhambatan masalah pendanaan.

Semakin banyak kegiatan yang dilakukan maka

semakin banyak dana yang dibutuhkan. Untuk itu strategi manajemen PNC dalam
menggali dana dari berbagai sumber sangat membantu kelancaran pelaksanaan
program pendidikan baik rutin maupun pengembangan jangka panjang termasuk
didalamnya adalah rencana penggeloaan program studi D2 Teknik Mesin Pertanian.
Adapun bentuk strategi manajemen PNC dalam menggali sumber dana yang
sekarang telah dijalankan berasal dari 1) Model Dana Bantuan Murni (Flat Grant
Model) dari Asian Development Bank (ADB) hingga tahun 2016; 2) CSR dari
Pertamina atau Stakeholder di wilayah Kabupaten Cilacap yang berupa Beasiswa; 3)
Bantuan Operasional dari Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap; dan 4) BOPTN
(Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri). Selain mengelola sumber dana yang
bersifat bantuan, PNC juga mengelola keuangan yang berasal dari PNBP
(Penerimaan Negara Bukan Pajak) Perguruan Tinggi yang berstatus badan hukum.
5.1.4

Kebijakan Tentang Aid and Affordability


Pada kebijakan ini, PNC telah merumuskan besaran harga dan biaya

hubungan dengan subsidi dan akses mendalam terhadap pendapatan unit Cost

mahasiswa dengan biaya yang telah dikeluarkan untuk investasi. Penentuan besaran
harga dan biaya per mahasiswa ditentukan dengan mempertimbangan biaya langsung
dan biaya tidak langsung dengan penentuan biaya pendidikan. Komponen-komponen
biaya pendidikan yang dimaksud yaitu :
1. Biaya sarana dan prasarana : mencakup ruang kelas, laboratorium,
multimedia, dan berbagai macam sarana lainya serta pengembangan,
pemeliharaan dan perbaikan sarana dan prasaran
2. Biaya gaji dan tunjangan mencakup pembiayaan staf akademik
3. Biaya operasional : mencakup kegiatan harian di PNC
4. Biaya pengembangan mutu : mencakup usaha yang dilakukan untuk dapat
meningkatkan kinerja PNC.
Saat ini, PNC dalam penggeloaan anggaran keuangan masih mengadopsi
sistem anggaran tradisional dimana pengalokasian dana hanya didasarkan pada
proporsi kegiatan dan sistem plafon anggaran yang diusulkan oleh unit-unit di dalam
institusi (bottom-up system) dengan melalui serangkaian pembahasan dengan tim
reviewer. Akan tetapi, sistem anggaran yang saat ini dijalankan pada kondisi aktual
menyebabkan distorsi penggunaan dana anggaran sehingga terjadi over-absorbtion
maupun under-absorbtion yang mengakibatkan in-efisiensi operasional anggaran.
Sistem tradisonal yang saat ini dipakai oleh PNC selama ini, mengalokasikan
biaya sumber daya dalam suatu langkah proses (langsung ke jasa atau mahasiswa)
menggunakan beberapa cost drive sederhana sehingga menghasilakan informasi yang
tidak akurat, bahkan pada kenyataanya yang terjadi adalah anggaran dan dokumen
keuangan hanya dapat dipahami oleh sedikit karyawan administrasi, yang
kebanyakan merupakan karyawan pada bagian anggaran dan akutansi tetapi tidak
dengan pada bagian akademik yang merupakan bagian ujung tombak pengelolaan
jasa penyelenggaraan pendidikan.
Dengan melihat berbagai permasalah yang muncul dalam masalah
penganggaran, maka PNC menerapkan strategi analisis perhitunggan biaya satuan
(Unit cost) dengan menggunakan Activity Base Costing System (ABC System)
dengan mengidentifikasi cost driver pada masing-masing aktivitas. Tahapan-tahapan
analisis diantaranya :

1. Mengidentifikasi komponen biaya pada tingkat program studi dengan cara


a. Mengumpulkan data mengenai laporan biaya pengajaran
b. Mengelompokan biaya-biaya aktivitas akademik
c. Mengelompokan tiap-tiap aktivitas utama dan aktivitas penunjang sesuai
golongan biaya
2. Menghitung biaya satuan (unit cost) penyelenggaraan secara total maupun
secara unit (mahasiswa)
3. Setelah tiap aktivitas-aktivitas dikelompokan dalam biaya tetap dan biaya
variabel, maka langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan jumlah
tiap-tiap aktivitas.
Dari

hasil

perhitungan

biaya

tiap-tiap

aktivitas,

maka

dilakukan

pernghitungan standar cost driver yaitu standar biaya tiap-tiap aktivitas secara total
maupun unit (mahasiswa) dengan cara jumlah total biaya keseluruhan di bagi jumlah
mahasiswa. Untuk saat ini PNC menerapkan sistem subsidi perkulihan dengan
penetapan biaya yang tidak sama untuk semua mahasiswa, hal ini dikarenakan ada 4
(empat) pengelompokan pembayaran SPP sebelum diterapkanya UKT (uang kuliah
tunggal) dengan 7 (tujuh) kelompok pembiayaan.
5.1.5

Keterlibatan Aktif Pengelola Program Studi Dalam Proses Pengolahan


Dana
Sampai dengan saat ini, pengelolaan keuangan masih dilakukan di sub bagian

keuangan, program studi tidak diperkenankan untuk mengelola keuangan, alasan ini
dikarenakan adanya penerapan One door policy. Program studi dilibatkan dalam
penyusunan target penerimaan dan pengeluaran tahun berjalan melalui rapat
anggaran yang dikoordinir oleh sub bagian keuangan.
5.1.6

Cash flow Selama Lima Tahun Pertama Penyelenggaraan Program Studi


Untuk menjamin kelancaran operasional penyenggaraan Program Studi D2

Teknik Mesin Pertanian, kebutuhan dana investasi awal tidaklah dibutuhkan untuk
tahapan pelaksanaanya, paling tidak hingga tahun kedua fase implementasinya. Hal
ini dikarenakan kondisi faktual yang sangat kondusif dan mendukung seperti
dijelaskan berikut ini :

a. Program D2 Teknik Mesin Pertanian dapat menggunakan sarana dan prsarana


yang ada, saat ini sarana/prasaran gedung perkuliahan dan satu gedung
laboratorium yang reprsentatif serta dilengkapi tempat parkir yang luas, baik
untuk kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua
b. Kegiatan perkuliahan dan penelitian Program D2 Teknik Mesin Pertanian masih
ditunjang dengan berbagai fasilitas-fasilitas standar yang berkualitas sangat baik
berupa fasilitas fisik seperti gedung dan perlengkapannya maupun bentuk
dukungan yang penuh dari seluruh civitas akademika. Di masa yang akan
datang, sejalan dengan program pengembangan PNC tersebut telah direncanakan
perbaikan kinerja terutama dari kualifikasi staf pengajar/peneliti, pemutahiran
perangkat-perangkat laboratorium (hardware dan software) yang diperuntukan
untuk keperluan laboratorium pendididkan dan laboratorium riset, serta
perbaikan mutu insfrastruktur dan fasilitas-fasilitas akademik dan riset.
Selain itu adanya ketersediaan pengadaan dari Direktorat Pembeajaran dan
Kemahasiswaaan, Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, program
pemagangan/recharging, program untuk para peneliti/pengajar, hibah bantuan
seminar/workshop internasional yang ada di PNC dan DIKTI, serta berbagai hibah
riset lainya yang merupakan suatu asset yang sangat penting dan mendukung
program penyelenggaraan Program D2 Teknik Mesin Pertanian. Disamping itu, ada
terdapat program-program bantuan strategis dan atraktif dari beberapa kementrian
dan BUMN yang dapat juga dimanfaatkan, seperti bantuan perangkat laboratorium
dan penelitian (Kemetrian Energi dan Sumber Daya Manusia atau ESDM dan
Kementrian Pertanian) yang semuanya dapat dioptimalkan penggunaanya untuk
menunjang keberhasilan pelaksanaan Program Studi D2 Teknik Mesin Pertanian
selama kurun waktu 1 (satu) tahun pertama. Berdasarkan pertimbangan tersebut,
Program

Studi

D2

Teknik

Mesin

Pertanian

hanya

memanfaatkan

dan

mengoptimalkan penggunaan saran/prasarana yang ada, maka Program Studi D2


Teknik Mesin Pertanian tidak membutuhkan investasi awal. Akan tetapi, untuk lebih
menjamin Image and quality dari Program Studi D2 Teknik Mesin Pertanian agar
dapat berperan aktif menjalankan TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI dikancah
nasional maupun internasional, kebutuhan akan adanya aksi-aksi diverifikasi sumber
pendanaan bukan hanya semata-mata berasal dari SPP mahasiswa, tetapi juga

sejumlah grant-grant kompetitif untuk perbaikan mutu pendidikan dan penelitian


akan terus ditelusuri dan dikerjakan, dan juga terus berusaha mencari link pendanaan
lain yang berasal baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sedangkn untuk
kebutuhan dana operasional dan pemeliharaan di bawah ini dihitung berdasarkan
kebutuhan jangka waktu 2 (dua) tahun (4 semester) yang merupakan waktu
peneyelesaian studi normal mahasiswa. Dana tersebut dibutuhkan untuk keperluan
kegiatan proses belajar mengajar, pemeliharaan peralatan, operasional, serta
peningkatan mutu dosen dan mahasiswa. Alokasi dana berupa SPP sebesar Rp.
3.000.000,-/semester/mahasiswa. Perkiraan pendapatan dan biaya penyelenggaraan
(operasional) program studi ini didasarkan atas :
a. Jumlah mahasiswa yang direncanakan setiap kelasnya sebanyak 24 orang,
dengan lama studi 2 (dua) tahun (4 semester), dengan asumsi tahun kelulusan
pertama 2 (dua) tahun (4 semester) setelah pembukaan Program Studi D2
Teknik Mesin Pertanian maka dapat diproyeksikan jumlah pendapatan dari
Program Studi tersebut hingga tahun ke dua seperti terlihat pada Tabel 5.1.
Tabel 5.1. Estimasi Penerimaan SPP Selama Empat Semester (2016 2018)
Jumlah
Mahasiswa
(1)
(2)
SPP Semester Ganjil 2016/2017
24
SPP Semester Genap 2016/2017
24
SPP Semester Ganjil 2017/2018
48
SPP Semester Genap 2017/2018
48
J U M LAH
Uraian

Jumlah SPP

Total

(3)
3,000,000
3,000,000
3,000,000
3,000,000

(4)
72,000,000
72,000,000
144,000,000
144,000,000
372,000,000

b. Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) sebesar Rp. 3.000.000,pertahun, sehingga untuk 2 tahun adalah sebesar Rp. 372,000,000
c. Jumlah mata kuliah yang dijalankan tiap tahun setara dengan 48 SKS dengan
honor mengajar Rp. 50.000,-/SKS/pertemuan, tiap semester terdiri dari 18 kali
pertemuan (termasuk ujian semester)
d. Jumlah Tugas Akhir yang selesai tiap tahun setelah 2 (dua) tahun diperkirakan
sebanyak 24 judul dengan honor pembimbing Rp. 150.000,- setiap judul
e. Biaya penelitian dan pengabdian dosen setahun 10% dari total penerimaan
f. Honorarium dosen untuk ujian Tugas akhir 24 x 2 Orang x 75.000 = 4.800.00,g. Biaya symposium, kuliah tamu dan sejenisnya dianggarkan Rp.5.500.00,-/th =
Rp. 10.500.000,-

h. Perawatan

dan pemeliharaan

Laboratorium diperkirakan

sebesar Rp.

20.000.000,- untuk 2 (dua) tahun


i. Biaya Operasional Peralatan Pembelajaran Rp. 10.000.000,- pertahun
Secara lengkap, rencana anggaran penerimaan dan pengeluaran Program
Studi D2 Teknik Mesin Pertanian ini dapat dilihat pada Tabel 5.2. Berdasarkan Tabel
tersebut dapat dilihat bahwa dalam penyelenggaraan Program Studi D2 Teknik Mesin
Pertanian PNC tidak akan mendapat beban finansial tambahan. Dalam perkiraan
anggaran tersebut belum diperhitungkan kemungkinan mendapatkan bantuan alat,
bahan dan bahkan finansial dari pihak ketiga.
Tabel 5.2. Estimasi Alokasi Anggaran Penerimaan dan Pengeluaran Selama 2 Tahun
No
(1)
1
2
3
4
5
6
7
8

Alokasi Anggaran/Biaya
(2)
SPP
Honor Dosen
Honor Pembimbing TA
Honor Penguji TA
Biaya Simposium dan Kuliah Tamu
Biaya Penelitian
Pemeliharaan dan Perawatan Lab.
Biaya Operasional Peralatan Pembelajaran
J U M LAH

Penerimaan
(3)
372,000,000

Pengeluaran
(4)
172,400,000
14,400,000
7,200,000
10,500,000
72,400,000
20,000,000
20,000,000
317,300,000

Saldo
(5)
372,000,000

54,700,000

Berdasarkan hasil perhitungan alokasi anggaran/biaya pada Tabel 5.2, maka


penyelenggaraan Program Studi D2 Teknik Mesin Pertanian secara finansial tidak
akan membebani pemerintah pada umumnya, khususnya PNC, bahkan Program
Studi D2 Teknik Mesin Pertanian diharapakan dapat menunjang program-program
PNC dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Maka dari segi
finansial dapat disimpulkan bahwa Program Studi D2 Teknik Mesin Pertanian yang
diusulkan adalah layak dan dapat berlangsung secara mandiri serta dapat
mengembangkan diri.
5.1.7

Cara Penggalangan Sumber Dana


Penggalangan sumber dana dilakukan melalui 2 metode seperti berikut :

a. Penerimaan Internal
Penerimaan internal Prodi D2 Teknik Mesin Pertanian berasal dari dana SPP
yang diterima dari mahasiswa sebesar Rp.3.000.000,- persemester/orang,

dengan asumsi bahwa jumlah mahasiwa yang diterima setiap tahun rata-rata 24
orang dengan waktu penyelesaian 2 tahun (4 semester).
b. Penerimaan eksternal
Penerimaan eksternal Program Studi D2 Teknik Mesin Pertanian diharapakan
mendapat dukungan dana dari sumber-sumber lainya, berupa dana anggaran
pendidikan Kemenristek Dikti, sumbangan dari perusahaan-perusahaan yang
mempunyai kepekaan terhadap pendidikan khususnya yang bergerak dalam
bidang mesin pertanian, bantuan tidak tetap lainya yang sifatnya tidak
mengikat. Ketersendiaan dana untuk meningkatkan mutu pendidikan
direncanakan akan terus dievaluasi dan akan diadakan terobosan-terobosan
penting lainya untuk peningkatan secara berkesinambungan.
5.2
5.2.1

Aspek Keberlanjutan
Jumlah dan Kebutuhan Lulusan dengan Profil dan Kompetensi Seperti
Lulusan Program Studi
Keberlanjutan suatu lembaga penyelenggaraan pendidikan tinggi sangat

ditentukan oleh potensi dan sumberdaya program studi serta kelayakan finansial.
Secara institusional keberlanjutan program ditempuh degan pembinaan dan
pengembangan program, baik dalam hal kelembagaan, sumber daya maupun
keluaran. Keberlanjutan program studi secara kelembagaan merupakan bagian yang
terintegrasi dengan sistem kelembagaan yang ada di PNC. Dengan demikian secara
kelembagaan yang pada akhirnya dapat menjamin keberlanjutan program studi itu
sendiri. Pada aspek keluaran, program studi dirancang memenuhi kebutuhan pasar,
serta dipersiapkan untuk mampu melanjutkan pada program sertifikasi profesi
keteknikan yang dilaksanakan oleh lembaga sertifikasi nasional di bidang
keteknikan, dan atau untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi yaitu pendidikan
Diploma tiga teknik mesin.
Dalam tinjauan secara mikro, hal-hal yang berkaitan dengan sumber daya
manusia di Kabupaten Cilacap adalah peranannya pelaku utama di sektor pertanian.
Bidang pertanian di Kabupaten Cilacap, bentuk usaha pertanian masih didominasi
oleh pertanian rakyat. Dengan demikian, peran sumberdaya manusia sebagai
produsen dapat ditunjau dalam 3 (tiga) aspek, yaitu 1) petani sebagai pekerja usaha

tani (Cultivator); 2) petani sebagai pemimpin usaha tani (Manager); dan 3) petani
sebagai diri pribadi (Person). Jika dilihat dari rumah tangga usaha pertanian menurut
kelompok umur dan jenis kelamin pada (Tabel 5.3) dari sebanyak 253,449 rumah
tangga usaha pertanian, sebanyak 225.415 rumah tangga usaha pertanian memiliki
petani utama berjenis kelamin laki-laki dan 28.034 rumah tangga memiliki petani
utama berjenis kelamin perempuan. Kecenderungan bahwa petani utama laki-laki
lebih tinggi jumlahnya jika dibandingkan dengan petani utama perempuan, hal
tersebut juga terjadi di masing-masing kelompok umur. Jumlah rumah tangga usaha
pertanian kelompok umur kurang dari 15 tahun dengan petani utama laki-laki tercatat
sebesar 15 rumah tangga, lebih tinggi dari petani utama perempuan yang tercata
sebesar 2 rumah tangga.
Sama halnya bila dirinci menurut kelompok umur petani utama, kelompok
usia produktif (15-64 tahun) terlihat mendominasi rumah tangga usaha pertanian.
Tercatat 211.773 rumah tangga usaha pertanian yang kelompok umur petani
utamanya antara 15-64 tahun. Jumlah rumah tangga usaha pertanian dengan
kelompok umur petani utama kurang 15 tahun, yaitu sebanyak 17 rumah tangga.
Sedangkan jumlah rumah tangga usaha pertanian dengan kelompok umur petani
utama di atas 64 tahun adalah sebanyak 41.659 rumah tangga.
Tabel 5.3 Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian Menurut Kelompok Umur dan
Jenis Kelamin Petani Utama

(1)

Kelompok
Umur Petani
Utama
(2)

< 15

15

88,24

11,76

17

100.00

15-24

701

89,53

82

10,47

783

100.00

25-34

17.088

92,62

1.362

7,38

18.450

100.00

35-44

52.305

92,48

4.254

7,52

56.559

100.00

45-54

69.132

91,03

6.814

8,97

75.946

100.00

55-64

52.218

81,51

7.817

13,02

60.035

100.00

65

33.956

88,94

7.703

18,49

41.659

100.00

225.415

89,94

28,034

11,06

253.449

100.00

No

JUMLAH

Laki-Laki
Absolut
(3)

%
(4)

Perempuan
Absolut
(5)

%
(6)

Jumlah
Absolut
(7)

%
(8)

Sumber : BPS Kab. Cilacap


Berdasarkan Tabel 5.3 diatas diketahui bahwa kelompok usia produktif petani
usia yang dapat diproyeksikan menjadi peserta didik pada Prodi D2 Teknik Mesin
Pertanian adalah pada usia

15 -34 tahun yang berjumlah 19.433 orang/petani.

Peluang lulusan D2 Teknik Mesin Pertanian mencakup kebutuhan sumber daya


manusia untuk komponen cultivator sesuai dengan perkembangan komplesitas
permasalahan yang memerlukan pengembangan pola pikir ke dalam penggunan,
perawatan dan perancanan kebutuhan teknologi mesin pertanian, sehingga diperlukan
sumberdaya yang handal di bidang Teknik Mesin Pertanian.
Jika dilihat usia produktif petani yang dapat di proyeksikan menjadi peserta
didik maka peluang ini perlu ditangkap oleh institusi PNC bahwa ada kebutuhan
SDM cultivator berkualifikasi Teknik Mesin Pertanian di Kabupaten Cilacap yang
sangat besar, maka PNC berusaha memenuhi kebutuhan lulusan dengan membuka
studi baru, yaitu Program Studi D2 Teknik Mesin Pertanian.
5.2.2. Jumlah dan Lulusan yang Dihasilkan Dibanding dengan Kebutuhan
Pasar Dalam Menyerap Lulusan
Program studi D2 Teknik Mesin Pertanian ini nantinya akan menghasilkan
lulusan seketiar 24 orang setiap tahunya. Sementara kebutuhan tenaga kerja untuk
sektor industri secara umum dan dindustri pertanian di wilayah Kabupaten Cilacap
masih sangat terbuka atau belum terpenuhi secara keseluruhan. Berdasarkan data dari
DINSOSNAKERTRANS Kabupaten Cilacap, lowongan dan penerimaan tenaga
kerja di Sektor industri tahun 2008-2009 ditunjukan pada Tabel 5.4.
Tabel 5.4. Rekapitulasi lowongan dan penerimaan tenaga kerja per tahun pada sektor
industri
RINCIAN
(1)
PENERIMAAN
LOWONGAN

2008
(2)
1.650
3.897

2009
(3)
1.130
5.012

2010
(4)
2.553
6.103

Sumber : DINSOSNAKERTRANS Kab. Cilacap

2011
(5)
2.898
3.806

2012
(6)
2.303
3.361

2013
(7)
7.036
9.096

Dari data pada Tabel 5.4. menunjukkan bahwa lapangan kerja yang tersedia
di sektor industri Kabupaten Cilacap mengalami penurunan di tahun 2011 ke 2012
dan mengalami peningkatan lagi di tahun 2013. Prosentase Tenaga Kerja yang dapat
dipenuhi oleh sektor Industri terlihat pada gambar 5.2.

Sumber : DINSOSNAKERTRANS Kab Cilacap, diolah


Gambar 5.2. Grafik prosentase Tenaga Kerja yang dapat dipenuhi di sektor industry
Presentase kebutuhan tenaga kerja yang dapat dipenuhi di sektor industi
selama kurun waktu 5 tahun terahkir seperti pada gambar 5.2, grafik tersebut terlihat
bahwa kebutuhan tenaga kerja di sektor industri belum 100% dapat dipenuhi. Hal ini
berarti secara keseluruhan selama 5 tahun dari tahun (2008-2013) kebutuhan tenaga
kerja sektor industri di seluruh level pendidikan (SMA/SMK, Diploma, Sarjana) di
kabupaten Cilacap belum dapat terpenuhi.
Angka tersebut menunjukan adanya kebutuhan yang cukup tinggi akan tenaga
kerja yang relevan dengan bidang industri. Namun, kebutuhan tersebut baru
terpenuhi 77% di tahun 2013. Hal ini dikarenakan lulusan Diploma dan sarjana yang
ada masih belum sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Tuntutan dunia industri
menginginkan lulusan dapat menjadi calon tenaga kerja yang siap pakai dan tidak
hanya mempunyai kemampuan akademik saja, tetapi juga harus memiliki skill
berupa penguasaan ketrampilan terapan.
Oleh karena itu, PNC dengan model pendidikan yang relevan dengan dunia
industri mempunyai peluang besar dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja tersebut.
Saat ini PNC merupakan pergutuan tinggi satu-satunya yang menjalankan pendidikan

bidang teknik di Kabupaten Cilacap, dengan kurikulum yang disesuaikan dengan


kebutuhan industri.
5.2.3

Keberadaan Sumber Peserta Didik


Upaya peningkatan mutu dan kualitas sumber daya manusia khususnya pada

bidang pertanian maka diperlukan suatu kegiatan akademis. Kegiatan akademis yang
dimaksud disini adalah suatu pembangunan pada bidang permesinan pertanian.
Pembangunan di sektor pertanian dimaksudkan agar mampu memanfaatkan
teknologi. Untuk mewujudkan hal tersebut maka PNC mencoba membentuk SDM
dalam bidang pertanian yang mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi
mesin pertanian. Dalam prosesnya sangat diperlukan andanya partisipasi masyarakat
salah satunya adalah partisipasi masyarakat sebagai peserta didik pada program studi
D2 Teknik Mesin Pertanian.
Keberadaan peserta didik pada D2 Teknik Mesin Pertanian direncanakan
merekrut dua sumber peserta didik yaitu 1) lulusan SLTA/sederajat (SMA/SMU
Madrasah Aliyah, SMK, dan lain-lain; dan 2) kelompok tani yang mempunyai usia
produktif yang berada di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap dan seluruh wilayah
Indonesia. Berdasarkan data dari Kemenag dan Disdikpora Kabupaten Cilacap tahun
2012 Jumalah SLTA/Sederajat yang ada di Kabupaten Cilacap yang berjumlah 119
sekolah, jumlah siswa adalah 52.491 siswa dan jumlah guru yang ada adalah 3.398
guru. Rekap data terlihat pada Tabel 5.5.
Tabel 5.5.

Banyaknya Sekolah, Murid, dan Guru menurut Tingkat Sekolah di


Kabupaten Cilacap Tahun 2012

SMA
Negeri Swasta
Sekolah 18
26
Siswa
12.029 4.659
Guru
745
476
DATA

SMK
Negeri Swasta
7
51
6.580
24.863
429
1.354

MA
Negeri Swasta
3
14
2.083
2.277
151
243

JUMLAH
119
52.491
3.398

Sumber : Kemenag dan Disdikpora Kab.Cilacap


Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik(BPS), pada Tabel 5.3, yang ada
pada tahun 2012, Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk jenjang SMA/MA/Paket C
sebesar 62,96 %. Jika dilihat menurut jenis kelamin untuk jenjang pendidikan

SMA/MA/Paket C, APK laki-laki lebih tinggi dibandingkan APK perempuan yaitu


laki-laki sebesar 67,99 % dan perempuan 56,59 %.
Tabel 5.6. Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Sekolah Di Kabupaten
Cilacap Tahun 2010 2012

Jenjang

Tahun
2010
2011
2012
Jenis Kelamin
L
P
L+P
L
P
L+P
L
P
L+P
SD/MI
113,21 112,68 112,98 104.49 105.03 102.25 104.26 103.26
SMP/MTs 76,11 79,77 77,87 85.74 97.88 91.13 86.44 92.04 88.95
SMA/MA 57,22 91,90 59,72 66.99 54.08 60.71 67.99 56.59 62.96
Sumber : Disdikpora Kab.Cilacap
Tabel 5.7.

Angka Partisipasi Murni (APM) Pendidikan Sekolah di Kabupaten


Cilacap Tahun 2010 2012

Jenjang

Tahun
2010
Jenis Kelamin
L
P
L+P
SD/MI
96,58 96,29 96,46
SMP/MTs 65,54 73,03 69,14
SMA/MA 38,48 46,91 42,99
Sumber : Disdikpora Kab.Cilacap
Tabel 5.8.

L+P
90.85
72.89
42.01

L
89.28
68.58
49.34

2012
P
92.7
77.92
40.19

L+P
91
72.77
45.3

Angka Partisipasi Sekolah (APS) di Kabupaten Cilacap Tahun 2010


2012

Tahun
Jenis Kelamin
UmurKelompok

2011
P
88
74.72
35.47

L
93.27
71.43
48.21

2010
P

L+P

2011
P

L+P

2012
P

L+P

7 sampai 12 99,51 99,38 99,45 98,31 99,01 98,63 97,09 98,24 97,67
13 sampai 15 85,16 86,37 85,74 89,85 94,49 91,91 92,00 93.84 92,82

16 sampai 18 46,39 49,61 48,11 54,47 39,30 47,09 53.69 42.23 48,64
Sumber : Disdikpora Kab.Cilacap
Keterangan :
L : Laki-laki
P : Perempuan
Angka Partisipasi Murni (APM) pada Tabel 5.7 cenderung semakin menurun
sejalan

dengan

meningkatnya

jenjang

pendidikan,

APM

untuk

jenjang

SMA/MA/Paket C sebesar 45,30 %. Pada usia pendidikan kelompok umur 16 18


tahun Angka Partisipasi Sekolah (APS). Tabel 5.5 laki-laki relative lebih tinggi

dibandingkan dengan APS perempuan, kecenderungan makin menurunnya APS


penduduk perempuan pada usia yang semakin tinggi, diduga berkaitan dengan
kurang tersedianya sarana maupun prasarana untuk jenjang pendidikan yang lebih
tinggi di lokasi sekitar tempat tinggal mereka. Faktor lain yang diduga turut
mempengaruhi kondisi tersebut adalah kecenderungan mengutamakan anak laki-laki
untuk bersekolah dibandingkan anak perempuan.
Tabel 5.8. Prosentase Penduduk 10 Tahun ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi
yang Ditamatkan di Kabupaten Cilacap Tahun 2009 - 2012
No.
1.
2.
3.
4.

Tahun
2009
2010
2011
2012

Pendidikan Tertinggi yang ditamatkan


Tamat Perguruan
Tamat SLTA/Sederajat
Tinggi
12,36
3,56
11,79
4,44
12,71
3,09
11,30
3,67

Sumber : Susenas
Penduduk Kabupaten Cilacap pada tahun 2012 dari hasil Susenas, seperti
yang terlihat pada Tabel 5.8 menunjukkan bahwa prosentase penduduk berumur 10
tahun ke atas yang tamat SLTA/sederajat adalah 11,30 %. Selain peserta didik berasal
dari tamatan SLTA sederajat, Program Studi D2 Teknik Mesin Pertanian PNC juga
merencakan akan menerima peserta didik yang berasal dari kelompok usia produktif
petani. Dimana menurut data yang berasil dihimpun oleh BPS bahwa kelompok usia
produktif petani pada usia 15-34 tahun berjumlah 19.433 orang/petani. Besarnya
potensi calon peserta didik tersebut tidak lah salah jika dalam kurun waktu tertentu
PNC melalui Program Studi D2 Teknik Pertanian dapat mengisi kekosongan
GENERASI TANI yang mungkin selama ini telah berkurang karena perubahan
Sosial Budaya di Indonesia.
5.2.4 Jumlah Mahasiswa yang Akan di Rekrut

Pada jangka waktu 5 (lima) tahun mendatang, jumlah peseserta didik pada
program studi D2 Teknik Mesin Pertanian sebanyak 288 orang/mahasiswa dimana
setiap kelasnya akan diisi 24 orang mahasiswa. Jumlah tersebut merupakan kapasitas
ideal dalam pembelajaran berbasis vokasi. Selain itu, kapasitas per kelas 24

orang/mahasiswa yang direncanakan pada Program Studi D2 Teknik Mesin Pertanian


dalam kurun waktu 5 (lima) tahun telah disesuaikan dengan kondisi sarana dan
prasaran pendukung perkuliahan.
Tabel 5.8 Rencana Jumlah Mahasiswa Yang Akan Di Rektrut

Tahun ke 1
Tahun ke 2
Tahun ke 3
Tahun ke 4
Tahun Ke 5

Satu
Kelas
24

Jumlah kelas yang akan di buka


Dua
Dua
Tiga
Empat
Kelas
Kelas
Kelas
Kelas

Jumlah

48
48
72

96
Jumlah mahasiswa selama lima tahun
Sumber : Renstra Politeknik Negeri Cilacap, data olah

288

5.2.5 Dukungan Kerjasama


Untuk mendukung pengembangan program studi yang diselenggarakan oleh
PNC, program kerjasama antara lembaga baik itu dengan lembaga pemerintahan,
universitas atau perguruan tinggi maupun dengan perusahaan terus dilakukan oleh
PNC. Selain untuk pengembangan program studi, kerjasama juga dilakukan dalam
upaya menjalankan sistem pendidikan berbasis produksi (Productions Base
Education) di PNC. Saat ini PNC telah melakukan program kerjasama dengan
beberapa industri bersekala nasional maupun internasional. Kerjasama tersebut
dilakukan untuk mempermudah PNC dalam mengembangakan teknologi yang
dibutuhkan industri melalui kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa, selain itu ada
beberapa kegiatan lain yang didapat dengan adanya kerjasama dengan indutri
maupun lembaga pemerintahanya salah satunya adalah perekrutan tenaga kerja dan
magang industri. Beberapa industri yang telah melakukan kerjasama dengan PNC
adalah sebagai berikut :
Tabel 5.9. Daftar Perusahaan/Industri yang bekerjasama dengan PNC.

No

Perusahaan

Alamat

Bentuk Kerjasama

1.

PT. WAVIN
JAYA

2.

PT. ASTRA
OTOPARTS TBK
DIVISI WINTEQ

Jl. Raya Jakarta Bogor Km.47 Cibinong


Bogor 16192
Telp. 021- 87901713
Fax. 021- 87901704

Magang Industri dan


Rekruitmen

3.

CV. OPATTAN
MEKANIKA

Jl.Raya RancaekekMajalaya
Bandung
Telp. 022-7798375
Fax. 022-7798375

Magang Industri

4.

PT. TOSO INDUSTRY


INDONESIA

Kawasan EJIP Blok.7G


Cikarang Selatan Bekasi
Telp. 021-8970011
Fax. 021-8970015

5.

PT. TRIMITRA
MARGANDA
UNGGUL

Komplek PIK Blok-E 166-169 Cakung


Jakarta Timur 13940
Telp. 021-46822107
Fax. 021-46822107

Magang Industri dan


Rekruitmen

6.

PT. ALFA MITRA


LESTARI

Jln. Industri Selatan Blok. EE-6B Kwsn


Industri Jababeka II Cikarang
Tilp. 021-89841280
Fax. 021-89841281

Magang Industri

7.

PT. TRINDO
PRATAMA

Jl.Sekejati
No.40
Bandung
Telp. 022-70700327
Fax. 022-7319143

8.

PT. SCHNEIDER
ELECTRIC

East Jakarta Industrial Park Plot 48


No.1-2 Lemah Abang Bekasi Jawa
Barat 17550

9.

PT. Lucky Light


Globalindo

Kp. Tegal RT 23 RW 07 Desa Kembang Magang Industri


Kuning Kec.Klapa Nunggal Bogor
Jawa Barat
Telp. 021-44643252/021-82483874
Fax. 021-82483929

10

PT. Elnusa Tbk

Jl.TB Simatupang Kav. 1B


Cilandak JakartaSelatan 12560
Telp.021-78830850
Fax.021-78845507

DUTA Jl. R Imam Bonjol (Karawang-Bekasi


Km 26,2)
Telp. 021-88333102
Fax. 022-88333108

Km-7

Magang Industri

Kav.2-3 Magang Insudtri dan


Rekruitmen

Kiaracondong Magang Industri

Lt.8

Magang Industri

Magang Industri

No

Perusahaan

Alamat

Bentuk Kerjasama

11

PT. MARKTEL

Jl. Sanggar Kencana XXVII No.10-12


Komplek
Sanggar
Hurip Estate
Soekarno-Hatta Bandung 40286
Telp.022-7335613/7335622/733522
Fax. 022-7313209

Magang Industri

12

PT. PETRO OIL


TOOLS

Jl. Telesonic Ujung KM 8 No.116 Magang Industri


Kadujaya Curug Tangerang Banten
15810
Telp. 021-5901742/08118883360
Fax. 021 5901797

13

PT. GEMALA
SARANA UPAYA

Jl.Semper Timur No.3 Cilincing Jakarta


14130
Telp.021-4403068

Magang Industri

14.

PT.TOYOTA
MANUFACTURING
INDONESIA

Jl.Laksamana Yos Sudarso Sunter 2


Jakarta Utara
Telp. 021-6515551 ext2356

Magang Industri

15.

PT. PAMA PERSADA

Jl. Tambang Tutupan KM 73 Tanjung Magang Industri


Tabalong KALSEL

16.

PT. SI-HEART

Jl. Industri Selatan No.1 Blok QQ9D


Cikarang Selatan Bekasi
Telp. 021-89841164
Fax. 021- 89841165

Magang Industri

17.

CV CIHANJUANG
INTI TEKNIK

Jl. Cihanjuang No.204 Cimahi 40153


Telp. 022-6640814

Magang Industri

18.

PT. KOMATSU
INDONESIA

Jl. Raya Cakung Cilincing KM 4 Jakarta


Utara 14140 Indonesia
Telp. 021-4400570

Magang Industri

19.

PT. REKAYASA
INDUSTRI

Jl. Kalibata Timur No.1 Jakarta Selatan

Magang Industri

20.

PT. CIBALIUNG
SUMBER DAYA

The Garden Centre 5th floor Suite 5-01 Magang Industri


Cilandak Commercial Estate Jl.Raya
KKO Cilandak Jakarta Selatan 12560
Telp. 021-7827020
Fax. 021 7827021

21.

PT. HOLCIM
INDONESIA Tbk

Jl. Ir H Juanda Cilacap 53234 Jawa


Tengah
Indonesia PO Box 272 Cilacap
Telp. 0282-541421
Fax.0282 542529

Magang Industri

22.

CV. LINGGAR JATI

Jl. Rumono No.3 RT03 RW 01 Jati


Sawit Bumiayu Brebes
Telp. 0283 432402

Magang Industri

No

Perusahaan

Alamat

Bentuk Kerjasama

23.

PT. PANGAN MAS


INTI PERSADA

Jl. Laut Jawa Cilacap 53213


Telp. 0282 533720;536574
Fax. 0282 536584

Magang Industri

24.

PT. PERTAMINA RU
IV CILACAP

Jl. Letjen MT Haryono No.77 Cilacap


53221 Indonesia

Magang Industri

25.

PT. MESSINDO
PUTRA PERKASA

Jl. Maligi Raya, Lot. D, No. 1B-1C,


Kawasan Industri KIIC Karawang
Barat- Jawa Barat. Indonesia

Rekruitmen

26.

PT. TOA GALVA


INDUSTRIES

Jl. Raya Jakarta-Bogor KM.34-35 Tapos


Depok 16958 Telp. 021 8740809
Fax. 021 8744828

Rekruitmen

27.

PT. Swakarya Insan


Mandiri (SIM)

28.

PT. CCI Bintan

Bintan

Rekruitmen

29.

PT. UNIVERSAL
KARYA MANDIRI
PT.TELEKOMUNIKA
SI INDONESIA
PURWOKERTO
PT. PELINDO III
CILACAP

Jln. Jend. Ahmad Yani, Ruko Taman


Niaga Blok C, No.5. Batam Center

Rekruitmen

Jl. Merdeka No.26 Purwokerto

Magang Industri

Jl. Laut Jawa Cilacap 53213


Telp. 0282 534651;534213
Fax. 0282 534365

Magang Industri

32.

CV. BANGKIT
TECHNIK

Jl. MT Haryono Gg. Sepat no.68A


Telp. 0282 545483;546455
Fax. 0282 546077

Magang Industri

33.

CV. DARUL MAS


ABADI

Jl. MH Thamrin Gg. Melem No.31


Lomanis Cilacap

Magang Industri

34.

CV. SANDAFA
FALAHA

Perum Taman Patra Indah Blok C1 / 6


Cilacap
Telp. 0282 546526

Magang Industri

35.

CV. BEBE CORNER

Jl. Gatot Subroto No. 1 Cilacap


Telp. 0282 5253443

Magang Industri

36.

CV. NAMORA LAUT


BIRU COMP

Jl. Ketapang Gumilir Cilacap

Magang Industri

37.

Kantor UP3AD Cilacap

Jl. Kauman No.11 Cilacap


Telp. 0282 535908

Magang Industri

30.

31.

38.

BADAN
PERTANAHAN
NASIONAL

Rekruitmen

JL. Kauman No.12 Cilacap


Telp. 0282 533171

Magang Industri

No

Perusahaan

Alamat

Bentuk Kerjasama

39.

BADAN DIKLAT
ARSIP DAN PUSDA

Jl. Jend.Sudirman No.12 Cilacap


Telp. 0282 521183

Magang Industri

40.

KPU CILACAP

Jl. MT Haryono No.75 Cilacap


Telp. 0282 533421

Magang Industri

44.

PT. TRISAKA
KOPKARSENTRA
UTAMA

Jl. Ir H Juanda no.114 Cilacap


Telp. 0282 541804

Magang Industri

42.

KECAMATAN
KAWUNGANTEN

Jl.
Raya
Kawunganten
Kawunganten
Telp. 0282 611889

42.

DISHUBKOMINFO

Jl. MT Haryono No.29 Cilacap


Telp. 0282 534725

Magang Industri

41.

DISDUKCAPIL

Jl. Kalimantan No.72 Cilacap


Telp. 0282 542683

Magang Industri

No.196 Magang Industri

Sumber : BAAK Politeknik Negeri Cilacap


Politeknik Negeri Cilacap juga melakukan kerjasama dengan beberapa SKPD
Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap guna mengembangkan teknologi dan kualitas
SDM yang ada di Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap. Salah satu kerjasama yang
sudah pernah dilaksanakan adalah dengan mengadakan training komputer bagi
seluruh Kepala Sekolah Dasar se-Kecamatan Cilacap Tengah pada bulan Februari
hingga Maret 2012. Tahun 2013, terdapat beberapa kerjasama dengan stakeholder
seperti yang terlihat pada tabel 5.8.
Tabel 5.8. Kerjasama Politeknik Cilacap dengan Perusahaan Industri dalam Bidang
Produksi atau Rekayasa
No Instansi
1.
2.
3.

PLTU Cilacap
SMA Budi Utomo
RSI FATIMAH CLP

4.

RSI FATIMAH CLP

5.

Pengadaan
DISPERINDAGKOP

Nama
Program/Kegiatan/Dokumen
Spray Water System
Paralel Pad
Ducting
Incinerator
RSI
Fatimah Cilacap
Arraster
Grounding
RSI
Fatimah Cilacap
Mesin Pemecah Kedelai

Aspek Program
Produksi/Rekayasa
Produksi/Rekayasa
Produksi/Rekayasa
Produksi/Rekayasa
Produksi/Rekayasa

No Instansi

Nama
Program/Kegiatan/Dokumen

Aspek Program

Cilacap
6.
7.
8.

BPBD Kab. Cilacap


Stainless Steel Plate
DISDUKCAPIL KAB
Cilacap

9.

PERTAMINA RU IV
Cilacap
10. Pengadaan
DISPERINDAGKOP
Cilacap
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

EWS (Early Warning System)


Control Panel Box PLTU

Produksi/Rekayasa
Produksi/Rekayasa
Sistem Rekayasa

Software dan Hardware


Penanganan
Dokumen
Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kab. Cilacap

Traffic Light System

Alat Teknologi Tepat Guna


(Oven
Sale,
Sebutret,
Penggoreng Kerupuk, Pembuat
Tusuk Sate )
PLTU
Tooth Type Gasket
Klinik
Darussyifa Incinerator Klinik DarusShifa
Slarang, Cilacap
Slarang
Disperindag Kab. Cilacap Penggorengan Kerupuk Tengiri
DKK Kab. Cilacap
Incinerator DKK Kab Cilacap
CV WIAN JAYA
Dregger Machine
RSI FATIMAH CLCP
Filter Asap Incinerator
Untuk Instansi Kesehatan Needle Destroyer

Rekayasa
Rekayasa

Produksi/Rekayasa
Produksi/Rekayasa
Produksi/Rekayasa
Produksi/Rekayasa
Produksi/Rekayasa
Produksi/Rekayasa
Rekayasa

Sumber : BAAK Politeknik Negeri Cilacap


5.2.6 Penggalangan Beasiswa Untuk Mahasiswa yang Tidak Mampu Secara

Ekonomi
Beasiswa beasiswa yang ada di Politeknik Negeri Cilacap, salah satunya
didapatkan dari hasil kerjasama dengan instansi instansi pemerintah dan swasta.
Beasiswa yang diterima oleh mahasiswa PNC diantaranya PPA & BBM Kopertis VI,
Beasiswa Dikti, dan Beasiswa pertamina.
Pertamina sebagai pemberi beasiswa, mempunyai visi tentang CSR yaitu
menuju kehidupan lebih baik. Misinya adalah 1) melaksanakan komitmen korporat
atas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang akan memberikan nilai
tambah kepada semua pemangku kepentingan untuk mendukung pertumbuhan
perusahaan; 2) melaksanakan tanggung jawab korporat dan kepedulian sosial untuk

sebuah pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. PPA dan BBM Kopertis


merupakan program beasiswa yang dirancang dan dilaksanakan oleh Dinas
Pendidikan Tinggi melalui Kopertis Wilayah IV dengan sasaran mahasiswa
berprestasi dan mahasiswa dengan prestasi minimal yang orang tua/walinya tidak
mampu membiayai pendidikannya. Pemerintah Kabupaten Cilacap telah menyusun
dan menetapkan anggaran untuk beasiswa bagi mahasiswa dengan kategori
mahasiswa berprestasi tetapi tidak mampu.