Anda di halaman 1dari 12

KAJIAN PUSTAKA TABLET AMLODIPINE DENGAN SIKLODEKSTRIN SEBAGAI

PENUTUP RASA PAHIT


GILANG DWI PUTRA FEDYAN (21102162), Drs. RAHMAT SANTOSO,M.Si,MH.Kes.,Apt.
ABSTRAK

Amlodipine adalah generasi ketiga dari Calcium Channel blocker (kelas dihidropiridin)
yang efeknya panjang serta efektif digunakan pada pengobatan hipertensi dan angina
pectoris. Akan tetapi, rasanya yang kurang menyenangkan merupakan masalah dalam
pengembangan formulanya untuk sediaan oral. Oleh karena itu pada kajian pustaka ini
dikembangkan teknik untuk menutupi rasa tersebut . Formulasi yang tepat untuk menutupi
rasa pahit dari amlodipin ini adalah dengan penambahan masking taste. Teknik masking
taste yang digunakan pada formulasi ini adalah dengan pembentukan kompleks inklusi yaitu
dengan penambahan siklodekstrin. Penambahan siklodekstrin ini dapat
mencegah
terjadinya interaksi langsung antara suatu obat yang mempunyai rasa tidak menyenangkan
dengan sensor rasa dalam rongga mulut. Dalam formulasi tablet, -siklodekstrin dapat
digunakan baik dalam granulasi basah maupun kempa langsung. Namun, -siklodekstrin
cenderung memiliki sifat aliran yang kurang baik dan membutuhkan pelumas apabila dicetak
langsung. Tablet amlodipine dengan menggunakan siklodekstrin sebagai masking taste ini
jelas lebih baik dibandingkan dengan tablet amlodipine tanpa masking taste, karna rasa
pahit dari amlodipine akan tertutupi dan akan memberikan kesan nyaman di mulut sehingga
akan mempengaruhi efek terapi dan meningkatkan bioavailabiltas obat.
Kata kunci: Tablet amlodipine, Penutup rasa pahit, Siklodekstrin.

ABSTRACT
Amlodipine is the third generation of a Calcium Channel blocker (dihydropyridine class)
whose effects are long and effectively used in the treatment of hypertension and angina
pectoris. However, it is less fun is a problem in the development of the formula for oral
dosage. Therefore the literature review was developed techniques to mask the taste.
Appropriate formulations to mask the bitter taste of this is the addition of amlodipine taste
masking. Taste masking techniques used in this formulation is the formation of the inclusion
complex with the addition siklodextrin. The addition of this siklodextrin can prevent direct
interaction between a drug that has an unpleasant taste to the taste sensors in the oral cavity.
In tablet formulations, -siklodextrin can be used both in the wet granulation or direct felts.
However, -siklodextrin tend to have poor flow properties and require a lubricant when
printed directly. Amlodipine tablets by using cyclodextrins as taste masking is clearly better
compared with amlodipine tablets without masking the taste, because bitter taste of
amlodipine will be covered and will give good impression in the mouth so that it will affect
and increase the therapeutic effect of the drug bioavailabiltas.
Keywords: Amlodpine tablets, bitter taste masked, cyclodextrins.

PENDAHULUAN
Pada beberapa tahun terakhir ini
sediaan obat khususnya sediaan tablet
terus dikembangkan untuk mencapai efek
terapi yang optimal. Salah satu obat yang
akan dikembangkan adalah amlodipine.
Amlodipine adalah generasi ketiga dari
Calcium
Channel
blocker
(kelas
dihidropiridin) yang efeknya panjang serta
efektif digunakan pada pengobatan
hipertensi dan angina pectoris(8). Beberapa
keuntungan
penggunaan
amlodipine
dibandingkan dengan obat lain dalam
golongannya adalah penggunaannya yang
sehari cukup sekali, efek samping yang
relatif kecil serta sedikitnya interaksi
dengan obat lain(7).
Sebagai
obat
antihipertensi,
amlodipine perlu diformulasikan secara
tepat agar dapat maksimal dalam
memberikan efek terapi. Salah satu
keterbatasan dari amlodipine ini adalah
kelarutan dalam air yang kurang dan
rasanya yang pahit merupakan masalah
dalam pengembangan formulanya untuk
sediaan oral. Masalah lain yang sering
terjadi adalah ketidakmampuan atau
ketidakmauan pasien untuk menelan
sediaan tablet, biasanya terjadi pada anakanak dan orang tua. Formulasi yang tepat
untuk
menutupi
keterbatasan
dari
amlodipine ini adalah dengan penambahan
masking taste untuk menutupi rasa pahit
dari amlodipine dan juga dapat
meningkatkan kelarutan dalam air. Ada
banyak cara yang dapat digunakan, baik
secara kimia maupun fisika, yang
bertujuan mencegah terjadinya interaksi
langsung antara suatu obat yang
mempunyai rasa tidak menyenangkan
dengan sensor rasa dalam rongga mulut (11).
Cara yang paling sederhana adalah dengan
menggunakan zat penutup rasa. Berbagai
cara yang lebih kompleks telah banyak
diterapkan untuk menutupi rasa tidak enak
dari suatu obat, misalnya penyalutan
menggunakan polimer, kompleks inklusi
dengan siklodekstrin, resin penukar ion,

penurunan kelarutan obat, pengembangan


liposom
dan
emulsi
ganda,
mikroenkapsulasi,
dispersi
padat,
modifikasi pH dan penggunaan supresan
dan atau potensiator (11).
Penutup rasa yang digunakan pada
amlodipine ini adalah siklodekstrin.
Siklodekstrin merupakan suatu senyawa
yang mempunyai gugus lipofilik pada
bagian dalam rongga dan gugus hidrofilik
pada permukaan luarnya. Struktur ini
memungkinkan siklodekstrin berinteraksi
dengan berbagai molekul membentuk
kompleks inklusi secara non-kovalen (11).
Penambahan siklodekstrin ini dapat
mencegah terjadinya interaksi langsung
antara suatu obat yang mempunyai rasa
tidak menyenangkan dengan sensor rasa
dalam rongga mulut. Rasa pahit dari
amlodipine ini dapat tertutupi dan
memberikan rasa nyaman dimulut.
Meskipun siklodekstrin masih dianggap
baru dalam kelompok exipient farmasi.
Dengan
semakin
berkembangnya
bioteknologi, penggunaan siklodekstrin
dan derivat siklodekstrin sangat cocok
sebagai exipient farmasi. Siklodekstrin ini
dapat digunakan untuk meningkatkan
kelarutan dalam air, stabilitas, dan
bioavailabilitas obat, tetapi siklodekstrin
juga bisa, digunakan untuk mengkonversi
obat cair menjadi bubuk mikrokristalin,
mencegah obat-obat atau drug additive
interaksi, mengurangi iritasi gastro
intestinal atau okular, dan mengurangi atau
menghilangkan rasa dan bau tidak sedap
(18)

Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari


penulisan karya tulis ilmiah ini adalah
mengkaji pustaka tentang penggunaan
siklodekstrin untuk menekan rasa pahit
dari amlodipine dan mengumpulkan data
serta informasi dari berbagai pustaka
mengenai tablet amlodipine dengan
siklodekstrin sebagai penutup rasa pahit
dan pengaruh siklodekstrin terhadap zat
aktif amlodipine.

TINJAUAN PUSTAKA
Tablet merupakan sediaan padat
mengandung bahan obat dengan atau tanpa
bahan pengisi. Adapun definisi lain tablet
adalah bentuk sediaan padat yang dibuat
dengan cara kempa atau dengan mencetak
dan mengandung zat obat dengan atau
tanpa pengencer yang cocok, zat
penghancur, zat penyalut, zat pemberi
warna dan zat pembantu lainnya (4).
Karena popularitasnya yang besar dan
penggunaanya yang sangat luas sebagai
sediaan obat, tablet terbukti menunjukan
suatu bentuk yang efisien, sangat praktis
dan ideal untuk pemberian zat aktif terapi
secara oral. Selain keuntungan dari tablet
yang sangat besar, terdapat juga
keterbatasan dari tablet, salah satunya
seperti tidak tertutupnya rasa pahit atau
aroma yang tidak disenangi dari zat aktif
(5)
.
Amlodipine adalah generasi ketiga
dari Calcium Channel blocker (kelas
dihidropiridin) yang efeknya panjang serta
efektif digunakan pada pengobatan
hipertensi
dan
angina
pectoris(11).
Amlodipine merupakan obat generasi
baru golongan antagonis kalsium yang
memiliki selektivitas tinggi dibandingkan
obat-obat sejenisnya. Dan hal ini menjadi
keunggulan amlodipine dibandingan obat
golongan antagonis kalsium lainnya.
Selain itu juga, amlodipine memiliki
ketersediaan
oral sebesar 65-90 %
sehingga obat ini bekerja dalam waktu 24
jam
penuh(9). Beberapa keuntungan
penggunaan amlodipine dibandingkan
dengan obat lain dalam golongannya
adalah penggunaannya yang sehari cukup
sekali, efek samping yang relatif kecil
serta sedikitnya interaksi dengan obat
lain(7). Adanya gugus 1,4 dihidropirin dan
substitusi cincin lipofilik pada posisi 4,
rantai alkil pendek pada posisi 2 dan 6,
gugus ester dengan rantai panjang alkoksi
pada posisi 3 dan 5 tersebut, maka kita
dapat memprediksikan bahwa golongan
Calcium Channel blocker merupakan

senyawa yang tidak stabil(8). Mekanisme


kerja dari amlodipine ini adalah
menghambat
masuknya
kalsium
ekstraseluler menuju otot polos pembuluh
darah melalui blokade dari kalsium tipe L
yang menyebabkan relaksasi dari otot
pembuluh darah yang menyebabkan
penurunan tekanan darah(12).

Gambar 1. Struktur kimia amlodipine(2).


Sifat kimia dari amlodipine ini adalah
Serbuk kristal berwarna putih atau hampir
putih. Sedikit larut dalam air dan isopropil
alkohol, dan larut dengan baik dalam metil
alkohol (2). Karna amlodipine memiliki
rasa yang pahit maka dalam pembuatan
sediaan tablet amlodipine ini digunakan
penambahan masking taste atau penutup
rasa. Salah satu keuntungan dari penutup
rasa tablet ini adalah tertutupnya rasa
pahit, meningkatkan kelarutan, juga
meningkatkan stabilitas dari beberapa
obat. Untuk dapat menutupi rasa pahit ini
ada beberapa teknik yang dapat digunakan,
diantaranya (13) :

Penambahan pemanis
Mikroenkapsulasi
Pertukaran ion
Granulasi
Pembentukan kompleks inklusi

Teknik masking taste yang digunakan


pada formulasi ini adalah dengan
Pembentukan kompleks inklusi.Teknik ini
merupakan teknik hubungan antara 'tuan
rumah dan tamu' dimana tuan rumah
adalah zat pengompleks dan sebagai tamu
adalah gugus aktifnya. Zat pengompleks
ini mampu menutupi rasa pahit dengan
meningkatkan kelarutan obat(13). Penutup
rasa yang digunakan dalam formulasi
tablet amlodipine ini adalah siklodekstrin.
3

Siklodekstrin ini memiliki karakteristik


serbuk berwarna putih, serbuk kristal
halus, praktis tidak berbau dan memiliki
rasa manis(18). Siklodekstrin adalah
oligosakarida siklis hasil degradasi pati
oleh
enzym
cyclodextrin
glycosyl
transferase (CGT-ase) yang tersusun atas
molekul D-glukosa dengan ikatan -1,4
glukosida. Kristal siklodekstrin pertama
kali diisolasi dari kultur bacillus
amylobacter (17). yang ditumbuhkan dalam
medium yang mengandung pati.
Pada
tahun
1904
schadinger
melaporkan ada kristal lain yang
diproduksi oleh CGT-ase ini adalah siklodekstrin atau cyclohexaose dan siklodekstrin
atau
cycloheptaose.
Sedangkan
-siklodekstrin
baru
diketemukan oleh Freundenberg pada
tahun 1948. Tiga macam siklodekstrin ini
yaitu -,- dan - siklodekstrin yang
masing-masing tersusun atas 6, 7, dan 8
molekul glukosa. Siklodekstrin merupakan
kristal homogen,dan berstruktur seperti
cincin(17). Struktur kimia dari ketiga
siklodekstrin tersebut terlihat pada gambar
2.

-CD

-CD

-CD

Gambar 2. Struktur kimia siklodekstrin (17).


Konformasi
C1
dari
unit
glukopiranosa dan semua grup hidroksil
sekunder terletak pada salah satu dari dua
ujung cincin dan pada ujung yang lain
terdapat semua grup hidroksil primer,
dengan demikian kedua ujung rongga
siklodekstrin masing-masing dibatasi oleh
atom hidrogen dan ikatan glikosida (11).

Siklodekstrin mempunyai kemampuan


berinteraksi dengan bermacam macam
senyawa ionik dan molekular membentuk
suatu
senyawa
komplex
inklusi
siklodekstrin(17).
Oleh
karna
kemampuan
yang
dimilikinya
siklodekstrin
dapat
dimanfaatkan sebagai bahan peng-inklusi
berbagai macam ingridient sehingga
siklodekstrin dapat dimanfaatkan dalam
berbagai jenis industri, seperti industri
pangan, farmasi, pertanian, kimia analisa,
dan lain-lain. Pada awal tahun 1970
penggunaan siklodekstrin pada sejumlah
industri sedang diselidiki, seperti dalam
industri makanan dan industri kosmetik (6).
Pada industri makanan, siklodekstrin
sedang diselidiki sebagai stabilisator untuk
penyedap dan mengurangi bau dan rasa
yang tak sedap. Dalam industri kosmetik,
penggunaan siklodekstrin sedang diuji,
untuk mengurangi iritasi lokal dan untuk
mengurangi
bau
yang
tidak
menyenangkan. Pengenalan siklodekstrin
sebagai exipient baru dalam industri
farmasi masih sangat terbatas. Dalam
formulasi farmasi siklodekstrin umumnya
digunakan sebagai pelarut tapi kadangkadang sebagai stabilisator atau untuk
mengurangi iritasi obat lokal (6).
Siklodekstrin
dapat
membentuk
kompleks inklusi dengan berbagai molekul
obat, pada
kompleks
inklusi,
molekul obat sebagai molekul
tamu terperangkap di dalam
rongga siklodekstrin yang bersifat
hidrofobik.
Bagian
luar
siklodekstrin bersifat hidrofilik
sehingga mudah larut dalam
media
air.
Siklodekstrin
dapat
digunakan untuk menutupi rasa tidak enak
dari zat aktif (18). Fungsi siklodekstrin
dalam komplex inklusi antara lain untuk
mengontrol flavor, menutupi bau dan rasa
yang tidak disukai, penstabil emulsi,
meningkatkan kemampuan membentuk

busa, mengontrol dan menutupi warna,


serta melindungi ingridient dari kerusakan
karena oksidasi, dan dekomposisi oleh
panas dan evaporasi (12).

(a)

(b)

Gambar 3. Struktur Kimia Amlodipine (a)


dan -Siklodekstrin (b).
Mekanisme
kerja
siklodekstrin
terhadap amlodipine ini adalah dengan
menekan rasa pahit dari amlodipine yaitu
dengan
meningkatkan
kelarutan
amlodipine. Siklodekstrin ini merupakan
suatu senyawa yang mempunyai gugus
lipofilik pada bagian dalam rongga dan
gugus
hidrofilik
pada
permukaan
luarnya(11).
Beberapa
keuntungan
dari
penggunaan siklodekstrin ini adalah (1).

Membantu
dalam
meningkatkan
kelarutan.
Meningkatkan bioavailabilitas obat.
Membantu dan memperbaiki iritasi
dari bagian obat yang mengiritasi
lambung,kulit dan mata.
Menutup bau dan rasa pahit yang tidak
menyenangkan dari obat.
Membantu mengurangi efek beracun
dari obat-obatan.

Dari
ketiga
macam
kristal
siklodekstrin
ini,
-siklodekstrin
merupakan derivat siklodekstrin yang
paling larut(18). -siklodekstrin adalah
siklodextrin yang paling banyak digunakan
, -siklodekstrin ini mampu membentuk
kompleks inklusi dengan sejumlah

molekul dan digunakan secara luas untuk


kompleks penutup rasa karena rasanya
manis dan tidak beracun bila diberikan
secara oral dan terutama digunakan dalam
formulasi tablet dan kapsul(14). Sedangkan
-siklodekstrin digunakan terutama untuk
sediaan parenteral, namun karena memiliki
rongga yang kecil, -siklodekstrin ini
hanya dapat membentuk kompleks inklusi
relatif sedikit dengan molekul berukuran
kecil. Sebaliknya -siklodekstrin memiliki
rongga yang besar dan dapat digunakan
untuk membentuk kompleks inklusi
dengan molekul yang besar dan memiliki
toksisitas yang rendah (18).
Keunggulan
dari
-siklodekstrin
tersebut memberikan alasan penggunaan
senyawa ini untuk menginkorporasikan
amlodipine
pada
bagian
rongga
siklodekstrin (11). -siklodekstrin terdiri
dari tujuh unit glukopiranosa yang
dihubungkan oleh ikatan -1,4-glikosida.
-siklodekstrin tidak toksik bila diberikan
secara oral dan terutama digunakan dalam
formulasi tablet dan kapsul. Dalam
formulasi tablet, -siklodekstrin dapat
digunakan baik dalam granulasi basah
maupun kempa langsung. Namun, siklodekstrin cenderung memiliki sifat
aliran yang kurang baik dan membutuhkan
pelumas apabila dicetak langsung (14).
PEMBAHASAN
Tujuan dasar terapi dalam pemberian
obat ini adalah untuk mencapai efek terapi
yang optimal secara teurapeutik dan tidak
menyebabkan efek toksik bila dikonsumsi
oleh pasien. Penggunaan masking agent
dalam formulasi tablet ini merupakan
elemen penting dalam memenuhi tujuan
dari penulisan ini. Tujuan dasar dari
formulasi
ini
adalah
untuk
mengoptimalkan pemberian obat dengan
penggunaan masking agent yang salah
satunya
dapat
meningkatkan
bioavailabilitas obat. Masking agent yang
digunakan dalam formulasi ini adalah
masking taste yaitu untuk menutupi rasa
5

yang tidak menyenangkan dari zat aktif.


Teknik masking taste yang digunakan pada
formulasi ini adalah teknik pembentukan
kompleks inklusi, kompleks inklusi ini
merupakan teknik yang tepat untuk
menutupi rasa yang sangat pahit dari zat
aktif. Dengan meningkatkan kelarutan dari
zat aktif, zat pengompleks ini akan dapat
menutupi rasa pahit dari zat aktif
tersebut(6).

senyawa ionik dan molekular membentuk


suatu
senyawa
komplex
inklusi
siklodekstrin(17) . Oleh karna itu
siklodekstrin dapat dimanfaatkan sebagai
bahan peng-inklusi berbagai macam
ingridient sehingga siklodekstrin dapat
dimanfaatkan dalam berbagai jenis
industri, salah satunya adalah industri
farmasi. Fungsi siklodekstrin dalam
komplex inklusi ini adalah :

Tablet adalah sediaan yang paling


banyak
dikonsumsi
dikalangan
masyarakat, selain popularitas yang besar,
tablet di anggap sebagai sediaan yang
paling tepat dan praktis untuk pemberian
zat aktif secara oral. Penambahan masking
agent pada sediaan tablet ini dimaksudkan
untuk menutupi kekurangan kekurangan
dari tablet itu sendiri, seperti tidak
tertutupnya aroma dan rasa yang tidak
menyenangkan dari zat aktif. Amlodipine
ini adalah zat aktif yang akan
diformulasikan pada sediaan, amlodipine
memiliki cincin N pada strukturnya yang
terikat pada benzen. Adanya cincin N
menandakan,
amlodipine
termasuk
senyawa alkaloid, dimana karakteristik
yang paling umum dari alkaloid ini adalah
memiliki rasa yang pahit. Penggunaan
masking agent ini dimaksudkan untuk
menutupi rasa pahit dari amlodipine.
Teknik masking taste yang digunakan pada
formulasi ini adalah teknik kompleks
inklusi, dan peng-inklusi yang digunakan
adalah siklodekstrin.

Siklodekstrin
ini
merupakan
oligosakarida siklis hasil degradasi pati
oleh
enzym
cyclodextrin
glycosyl
transferase (CGT-ase) yang tersusun atas
molekul D-glukosa dengan ikatan -1,4
glikosida. Kristal siklodekstrin pertama
kali diisolasi dari kultur bacillus
amylobacter (15) yang ditumbuhkan dalam
medium yang mengandung pati. Dasar dari
pemilihan penggunaan siklodekstrin dalam
teknik kompleks inklusi ini adalah karna
siklodekstrin mempunyai kemampuan
berinteraksi dengan bermacam macam

Untuk mengontrol flavor


Menutupi bau dan rasa yang tidak
disukai
Penstabil emulsi
Meningkatkan
kemampuan
membentuk busa, mengontrol dan
menutupi warna
Melindungi ingridient dari kerusakan
karena oksidasi, rekasi yang diinduksi
oleh cahaya dan dekomposisi oleh
panas dan evaporasi (17).

Ada 3 macam siklodekstrin yang


dapat digunakan, yaitu -siklodexrin, siklodekstrin dan -siklodekstrin. Pada
formulasi ini jenis yang digunakan
digunakan adalah -siklodekstrin. Dasar
pemilihan -siklodekstrin ini karna siklodekstrin
yang
paling
banyak
digunakan, lihat pada Tabel.1 bahwa sudah
banyak obat-obat yang dikompleks inklusi
dengan menggunakan siklodekstrin ini
khususnya -siklodekstrin. Selain itu siklodekstrin ini mampu membentuk
kompleks inklusi dengan sejumlah
molekul dan dapat digunakan secara luas
untuk kompleks penutup rasa karena
rasanya manis dan tidak beracun(3). Karna
sifatnya tidak beracun, -siklodekstrin ini
sering digunakan pada sediaan oral dan
terutama pada formulasi tablet. Dalam
formulasi tablet, metode yang digunakan
dalam pembuatan tablet ini adalah metode
granulasi basah dan dapat juga metode
kempa langsung. Karna -siklodekstrin ini
memiliki sifat aliran yang buruk, maka
pada pembuatan metode kempa langsung
ini
dibutuhkan
pelumas
untuk
6

memperbaiki sifat(18). Namun penentuan


metode pembuatanya ini harus sesuai
dengan sifat fisiko kimia dari zat aktif itu
sendiri yaitu amlodipin.

Gambar 4. Skema struktur fungsional


siklodekstrin terhadap amlodipine(17).
Mekanisme
kerja
siklodekstrin
terhadap amlodipine ini adalah dengan
menekan rasa pahit dari amlodipine yaitu
dengan
meningkatkan
kelarutan
amlodipine. Siklodekstrin ini merupakan
suatu senyawa yang mempunyai gugus
lipofilik pada bagian dalam rongga dan
gugus
hidrofilik
pada
permukaan
luarnya(11). Siklodekstrin ini dapat
membentuk kompleks inklusi dengan
berbagai molekul obat. Karna struktur
siklodekstrin memiliki rongga-rongga
sehingga pada kompleks inklusi ini,
molekul obat yaitu amlodipine yang
berperan sebagai molekul tamu masuk dan
terperangkap di dalam rongga dalam
siklodekstrin yang bersifat hidrofobik(14).
Mekanisme
penutupan
rasa
oleh
siklodekstrin dapat diuraikan melalui
kemampuan
siklodekstrin
menjerat
amlodipine dalam bagian hidrofobnya
sehingga mencegah interaksi amlodipine
dengan sensor rasa(11). Namun, gugus
hidroksi yang terdapat pada permukaan
luar dari molekul siklodekstrin mampu
membentuk ikatan hidrogen dengan
molekul lain. Sehingga bagian luar
siklodekstrin ini bersifat hidrofilik
sehingga mudah larut dalam media air (6).
Dengan meningkatnya kelarutan dari
amlodipine, maka pada saat absorbsi
dalam tubuh, siklodekstrin akan di

absorbsi terlebih dahulu dari pada


amlodipine karna amlodipine masuk atau
terjerat dalam rongga dalam siklodekstrin
sehingga tidak akan terjadi interaksi
dengan sensor
rasa dan tidak akan
meninggalkan kesan pahit di mulut.
Setelah terbentuk tablet maka
dilakukan uji evaluasi pada sediaan tablet
tersebut meliputi official standard dan non
official standard. Evaluasi official standard
ini adalah evaluasi tablet yang tertera pada
Farmakope, sedangkan evaluasi non
official standard merupakan evaluasi lain
yang yang dilakukan pada sediaan tablet
agar terbentuk suatu tablet yang baik.
Evaluasi non standar yang dilakukan
adalah:
a) Keseragaman ukuran

Gambar 5. Jangka sorong


Untuk
menetapkan
keseragaman
ukuran tablet yang dibuat dengan cara
mengukur diameter dan tebal tablet,
dimana tebal tablet diukur dengan jangka
sorong dan diameter tablet tidak lebih dari
tiga kali dan tidak kurang dari satu
sepertiga kali tebal tablet(4).
b) Kesegeraman bobot

Gambar 6. Neraca digital

Tablet tidak bersalut menurut FI harus


memnuhi syarat keseragaman bobot yang
ditetapkan sebagai berikut :Timbang 20
tablet, hitung bobot rata-rata tiap tablet.
Jika ditimbang satu persatu, tidak boleh
lebih dari dua tablet yang masing-masing
bobotnya menyimpang dari bobot rataratanya lebih besar dari harga yang
ditetapkan kolom A, dan tidak boleh ada
satu
tablet
pun
yang
bobotnya
menyimpang dari bobot rata-ratanya dari
harga yang ditetapkan kolom B. Jika perlu
dapat diulang dengan 10 tablet dan tidak
boleh ada satu tablet pun yang bobotnya
menyimpang lebih besar dari bobot ratarata yang ditetapkan dalam kolom A
maupun kolom B(4).
c) Kekerasan tablet

Gambar 8. Friabilator
Alat pengujian yang tersedia secara
komersil dikenal sebagai friabilitor
digunakan untuk melakukan pengujian (21).
Sejumlah 20 tablet dibebas-debukan
dengan aspirator. Timbang seksama dalam
neraca analitik, kemudian dimasukkan ke
dalam friabilitor. Pengujian dilakukan
selama empat menit atau sebanyak seratus
putaran. Keluarkan tablet dari alat bebasdebukan lagi dan timbang (10).
Bobot tablet awal bobot tablet akhir
x 100%
Sedangkan pada uji evaluasi official
standard yang dilakukan pada tablet
kaptopril ini adalah uji waktu hancur dan
uji disolusi.
e) Waktu hancur

Gambar 7. Hardness tester


Sebuah tablet diletakkan pada ujung
alat dengan posisi vertikal, putar sekrup
sehingga tablet tertekan. Pemutaran
diberhentikan sampai tablet pecah.
Tekanan tablet dibaca pada skala(10).
d) Kontrol kerapuhan

Gambar 9. Alat Uji Waktu Hancur Tablet


Pengujian kehancuran adalah suatu
pengujian untuk mengetahui seberapa
cepat tablet hancur menjadi agregat dan
atau/ partikel lebih halus(4). Alat terdiri atas
suatu rangkaian keranjang, gelas piala
berukuran 1000 ml, thermostat untuk
memanaskan cairan media antara 35o
hingga 39o dan alat untuk menaikturunkan
keranjang dalam cairan media pada
frekuensi yang tetap antara 29 kali hingga
32 kali per menit melalui jarak tidak
kurang dari 5,3 cm dan tidak lebih dari 5,7
cm(1). Untuk tablet tidak bersalut
masukkan satu tablet pada masing-masing
tabung dari keranjang, masukkan satu
cakram pada tiap tabung dan jalankan alat,
gunakan air bersuhu 37o sebagai media
kecuali dinyatakan menggunakan cairan
lain dalam masing-masing monografi. Bila
satu tablet atau dua tablet tidak hancur
sempurna, ulangi pengujian dengan 12
tablet lainnya; tidak kurang 16 dari 18
tablet yang diuji harus hancur sempurna(4).
f) Uji disolusi
Obat
yang
telah
memenuhi
persyaratan kekerasan, waktu hancur,
keregasan, keseragaman bobot, dan
penetapan kadar, belum dapat menjamin
bahwa suatu obat memenuhi efek terapi,
karena itu uji disolusi harus dilakukan
pada setiap produksi tablet. Disolusi
adalah proses pemindahan molekul obat
dari bentuk padat kedalam larutan pada
suatu medium.
Pengaruh penggunaan siklodekstrin
pada tablet amlodipin ini adalah
siklodekstrin dapat mencegah interaksi
langsung
antara
amlodipin
yang
mempunyai rasa pahit dengan sensor rasa
dalam mulut sehingga rasa pahit dari
amlodipin ini dapat tertutupi dan

memberikan rasa nyaman dimulut dan


secara tidak langsung dapat meningkatkan
ketidakpatuhan
pasien
terhadap
penggunaan obat. Apabila pada tablet tidak
dilakukan penambahan masking agent atau
tanpa penggunaan siklodekstrin, rasa pahit
dari amlodipin tidak akan tertutupi dan
dapat memberikan rasa tidak nyaman di
mulut sehingga dapat memungkinkan
tingkat kepatuhan pasien akan menurun
yang akan berpengaruh pada efek terapi
yang kurang maksimal.
KESIMPULAN
Masking adalah teknik yang dirancang
khusus untuk menutupi rasa (Masking
taste), warna (Masking Colour) dan juga
penampilan (Masking appearance) dari
suatu sediaan. Dalam formulasi tablet
amlodipine ini digunakan masking taste
untuk menutupi rasa pahit dari zat aktif.
Teknik masking yang digunakan untuk
menutupi rasa pahit dari sediaan tablet
amlodipine
ini
adalah
dengan
pembentukan kompleks inklusi dengan
penggunaan siklodekstrin. Teknik ini
merupakan
hubungan
antara
zat
pengompleks yaitu siklodekstrin dengan
gugus
aktifnya
yaitu
amlodipine.
Siklodekstrin sebagai zat pengompleks
mampu menutupi rasa pahit dengan
meningkatkan kelarutan obat.
Keuntungan
dalam
siklodekstrin ini adalah

penggunaan

Membantu
dalam
meningkatkan
kelarutan.
Meningkatkan bioavailabilitas obat.
Membantu dan memperbaiki iritasi
dari bagian obat yang mengiritasi
lambung,kulit dan mata.
Menutup bau dan rasa pahit yang tidak
menyenangkan dari obat.
Membantu mengurangi efek beracun
dari obat-obatan.

Dengan
siklodekstrin

adanya
penggunaan
ini,
interaksi
antara
9

amlodipine yang mempunyai rasa pahit


dengan sensor rasa yang ada di mulut akan
tertutupi sehingga akan memberikan rasa
nyaman di mulut. Tablet amlodipine
dengan
menggunakan
siklodekstrin
sebagai masking taste ini jelas lebih baik
dibandingkan dengan tablet amlodipine
tanpa masking taste, karna tanpa
penambahan masking taste, rasa pahit dari
amlodipine ini tidak akan tertutupi dan
akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan
kesan tidak enak di mulut sehingga akan

mempengaruhi efek terapi. Sedangkan


tablet dengan penambahan masking taste,
kelarutan obatnya akan meningkat, dan
rasanya yang pahit akan tertutupi sehingga
memberikan kesan nyaman di mulut yang
akan berpengaruh pada efek terapi dan
bioavailabilitas.

Lampiran
Tabel 1. Data obat menggunakan metode pembentukan kompleks inklusi (16).

Obat

Kategori

Zink acetat
dehydrate

Kekurangan
Zink

Anethol -siklodextrin
kompleks dan sakarin

Carbapentane sitrat

Anastetik lokal Cairan oral

Siklodextrin

Ibuprofen

NSAID

Larutan

Hydroxypropyl -siklodextrin

Cairan oral

-siklodextrin dan chitosan

Gymnema sylvestre Anti diabetes

Bentuk
sediaan

Pengompleks yang digunakan

Diocsin

Gangguan
CVS

-siklodextrin

Benexate
hydrichlorida

Anti ulcer

Metronidazole
benzoat

Anti bakteri

-siklodextrin

Hexitidine

Anti bakteri

-siklodextrin

Zipeprol

Antitusiv

-siklodextrin

Granul

-siklodextrin

10

Guaiacol

Anti diare

-siklodextrin

Levosulpirida

Anti psikotik

-siklodextrin

Chloroquin
phospate

Anti malaria

Sirup

Asam tannic

Dimenhydrinate

Anti emetik

Tablet
kunyah

Eudragit S- 100

DAFTAR PUSTAKA
1. Ali, N., Harikumar, S.L., Kaur, A.
(2012). Cyclodextrins: An excipient
tool in drug delivery. International
Research Journal of Pharmacy. 3 (4).
2. British Pharmacopoeia Commission ,
2001, British Pharmacopoeia 2001
The Stationery Office, London,. Vol 1
(1). 116-117.
3. Chatap V K. A Review on Taste
Masking Methods of Bitter Drugs.
Pharmainfo.net
4. Depkes RI. 1995. Farmakope
Indonesia
Edisi
IV.
Jakarta:
Departemen Kesehatan RI.
5. King, R.E Dispensing of medication,
Mack Publ. Co,1984.
6. Loftsson, T. (2007). Cyclodextrins and
their pharmaceutical applications.
International
Journal
of
Pharmaceutical 329, 1 (11).
7. Marcia,
L.B.,
2003,Amlodipine
besylate use in PediatricHypertension,
Pediatric Pharmacotherapy,9 (7).
8. Minarsih, T. (2011). Penentuan
energin aktivasi amlodipine besilat
pada pH 1,6 dan 10 dengan metode
kromatografi cair kinerja tinggi.
Journal Pharmacy, Vol VI (1).
9. Nugraha, R., Djatmiko, W., &
Darmawan, A. (2011). Perbandingan
efektifitas amlodipine dan ramipril
terhadap penurunan tekanan darah
pasien hipertensi di RSUD Prof. Dr.

Margono Soekarjo. Mandala of


Health. Volume V (II).
10. Padmadisastra, Yudi. 2011. Penuntun
Praktikum Teknologi Farmasi Sediaan
Padat. Bandung: Sekolah Tinggi
Farmasi Bandung. Hal 10-12, 43-46.
11. Rachmawati,
H.
(2011).
Pengembangan formula tablet hancur
cepat dai kompleks inklusi ketoprofen
dalam beta siklodekstrin. Majalah
Farmasi Indonesia, 22 (3), 229 237.
12. Sargowo, D. (2009). Kombinasi dosis
tetap amlodipine-atorvastatin untuk
prevensi penyakit kardiovaskular dan
pengobatan
hipertensi
dan
dislipidemia.
Tesis,
Fakultas
Kedokteran: Universitas Malang.
13. Sharma, S. And S. Lewis,2010. Taste
Masking Technologies : a review. Int.
J. Pharmacy and Pharmaceutical Sci.,
2(2) : 6-13.
14. Sukmadjaja, A., Soendani, N., Revi, Y.
(2007).
Pengaruh
pembentukan
kompleks inklusi ketoprofen dalam siklodekstrin terhadap laju disolusi
ketoprofen. Majalah Kedokteran
Indonesia, 57 (1).
15. Szetjli J 1988 cyclodextrin
technology
Kluwer
Academic
Publisher,
Dordrecht.
The
Netherlands
16. Vummaneni, V., Nagpal, D. (2012).
Taste masking technologies: An
overview
and
recent
updates.
International Journal of Research in
11

Pharmaceutical
and
Biomedical
Scieces. 3 (2).
17. Wahyuntari, B. (2005). Siklodektrin
glikosil
transferase
dan
pemanfaatannya
dalam
industri.
Jurnal Teknologi
dan Industri
Pangan, 16 (3).
18. Weller
PJ.
Handbook
of
pharmaceutical excipient. 4th ed,
Washington DC, The American
Pharmaceutical Ass. 2003 186-190.

12

Anda mungkin juga menyukai