Anda di halaman 1dari 12

KREATIFITAS

Roofi Ahmad Sidiq


115150050

Apa Itu Kreativitas ?


Kreatifitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi
baru berdasarkan data, informasi, atau unsur-unsur yang
ada.
Kreativitas merupakan suatu proses berpikir kreatif atau
berpikir divergen, yaitu suatu kemampuan berdasarkan
data atau informasi yang tersedia, mampu menemukan
banyak kemampuan jawaban terhadap suatu masalah,
dimana penekanannya adalah pada kuantitas,
ketepatgunaan, dan keberagaman jawaban.
Kreativitas merupakan kemampuan yang mencerminkan
kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas dalam berpikir,
serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan,
memperkaya, memperinci) suatu gagasan.

Kreativitas dan Inovasi


Kreativitas dan inovasi adalah dua hal yang
berbeda, Inovasi merupakan kreativitas yang
mempunyai nilai jual atau manfaat ekonomis.
Untuk menghasilkan inovasi butuh kreativitas,
dengan kata lain inovasi pasti merupakan
kreativitas, tetapi setiap kreativitas belum tentu
merupakan inovasi.

Kreativitas

Inovasi

Kreativitas adalah proses mental


berhubungan dengan suatu
konsep, ide, pengalaman yang
sebelumnya tidak ada
hubungannya menjadi suatu
konstruk baru (suatu ide baru)

Inovasi adalah sebuah proses


transformasi ide baru menjadi
nilai baru (nilai jual/bermanfaat)

Kreativitas terjadi dalam pikiran


seseorang

Perubahan suatu ide baru


menjadi nilai baru yang bisa
membutuhkan beberapa disiplin
ilmu, membutuuhkan kontribusi
yang saling berbeda.

Kreativitas tidak menjamin


adanya inovasi. Banyak gagasan
baru (kreativitas) tidak pernah
diwujudkan kedalam produk baru,
pelayanan baru, atau nilai baru.

Inovasi tidak akan pernah terjadi


tanpa adanya kreativitas. Ilmu
pengetahuan tanpa ide-ide baru
tidak akan menghasilkan sesuatu
nilai baru. Inovasi adalah suatu
proses yang mengkombinasikan
ide-ide baru (kreativitas) dan
pengetahuan ke dalam suatu nilai
yang baru.

Cara terbaik memperkenalkaan


kreativitas harus dengan

Cara praktis memperkenalkan


inovasi dengan mengajarkan

Mekanisme Kreativitas
Perspektif Neurologis
Perspektif ini melihat permasalahan kreativitas sebagai sebuah
mekanisme neutral dalam otak kita.
Perspektif ini menekankanpentingnya faktor nutrisi, stimulasi, dan
latihan untuk meningkatkan kemampuan otak

Perspektif Kognitif
Perspektif ini menekankan pada proses kognitif yang terjadi pada
proses kreatif. Proses kognitif adalah proses berpikir divergen, yaitu
proses berpikir logis yang memungkinkan adanya lebih dari satu
pemecahan

Perspektif Inteligensi
Perspektif ini menekankan pada jenis kemampuan intelektual. Ada 3
jenis kemampuan intelektual yang masing-masing saling mendukung
satu sama lain, yaitu: 1. analytical intelligence (analisis dan sintesis),
2. Creative Intelligence (memunculkan ide baru), 3. Practical
intelligence (kecerdasan aplikatif)

Perspektif Lingkungan
Perspektif lingkungan lebih menyoroti pada sikap mental dan peranan
lingkungan dalam pembentukan sikap kreatif

Proses Kreativitas
Tahap Persiapan
Otak mengumpulkan informasi dan data yang berfungsi sebagai dasar
atau riset untuk karya kreatif yang sedang terjadi

Tahap Inkubasi
Tahap istirahat (pengendapan) masa penyimpanan informasi dan
merenungkannya. Alam bawah sadar mengolah atau mengambil alih
informasi, menyemainya dengan mengaitkan berbagai ide, termasuk
berikut ini: mensejajarkan, memadukan, menyortir, membayangkan dan
mempersempit atau mancari intisari ide

Tahap Pencerahan
Yaitu saat inspirasi sebuah gagasan baru muncul dalam pikiran seakanakan dari ketiadaan muncul jawaban baru yang jitu. Sangat dipentingkan
sikap santai untuk mendorong tahap inkubasi dan pencerahan.

Tahap Pelaksanaan/Pembuktian
Tahap menghimpun data, merencanakan suatu kegiatan hingga menguji
gagasan tersebut. Pada tahap ini terjadi penyempurnaan ataupun
pengujian terhadap ide yang batu itu sehingga benar-benar dapat
dilaksanakan

Ciri-ciri Kreator

Dorongan bermain
Jabaran imaginasi perasaan gerak
Estetika dan etika
Openness experience
Hati-lapang/terbuka
Keberanian
Spontan
Vision

Menumbuhkembangkan
Kreativitas
1. mengembangkan individu menjadi individu
pembelajar, yakni individu yang melakukan
belajar untuk memiliki keahlian dalam
menciptakan, mempelajari dan menstransfer
pengetahuan serta menyesuaikan sikap diri untuk
merefleksikan hasil belajar tersebut
2. mengembangkan keahlian, yakni melalui
proses belajar mengajar dikembangkan individu
yang mempunyai keahlian di bidangnya. Keahlian
merupakan dasar untuk setiap pekerjaan kreatif
3. mengembangkan kemauan diri, yakni
kemampuan bertahan dalam menghadapi
kemunduran dan kegagalan

Menumbuhkembangkan
Kreativitas
4. Pelatihan akan membentuk pribadi yang trampil berpikir
kreatif. Pelatihan-pelatihan kreativitas terhadap peserta
didik sangat diperlukan untuk mengembangkan generasi
yang kreatif. Ooleh karena itu dikembangkan pusat
pelatihan pengembangan kreativitas di kampus.
5. mencukupi nutrisi atau makan makanan yang bergizi.
Gizi seseorang yang berkecukupan akan membuat orang
energik untuk berkreasi
6. mengembangkan lingkungan yang kreatif, yakni
lingkungan yang memotivasi kreativitas, menciptakan
kondisi yang kondusif, sistem pendidikan yang kreatif,
lingkungan kompetitif yang sehat yang mendorong
kreativitas, serta mensosialisasikan kreativitas secara
intensif

Strategi Implementasi
Mengembangkan Kreativitas
Strategi 1 : Merancang suatu lingkungan Bernilai
Tambah
Strategi 2 : Menyatu dengan masyarakat luas
Strategi 3 : Mengembara dari dunia sempit kita
Strategi 4 : Mengembangkan suasana
kondusif/menyenangkan
Strategi 5 : Mengembangkan daya pikir dengan
membaca
Strategi 6 : Mengembangkan kualitas cara berpikir
menghadapi tantangan dengan teknik berpikir
ampuh
Strategi 7 : Menggeluti teknologi

Strategi 2 : Menyatu dengan Masyarakat Luas


Menyempatkan diri merenung untuk menganalisis bahwa
berhubungan dengan orang lain bisa meningkatkan
kreativitas. Sering bertukar pikiran, riang, bersemangat
atau memberi semangat orang lain, dan saling
menguntungakan adalah cara yang tepat dalam
meningkatkan kreativitas pada saat bersama orang lain.
Agar kita menjadi lebih tanggap terhadap segala apa
yang berada di lingkungan kita, maka ada baiknya kita
mencermati saran-saran para ahli ilmu jiwa, seperti telah
diuraikan dalam bukunya yang berjudul Mindfulness
(kesadaran) sebagai berikut :
a. Jangan hidup mengandalkan pilot otomatis
b. Bersikaplah lentur dalam mengkategorikan berbagai
pengalaman
c. Jangan menilai dari satu sudut pandang kita saja

SEKIAN dan TERIMAKASIH