Anda di halaman 1dari 5

KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA

NOMOR 099/KEP/DIR/RSIA-PBH/XII/2015
TENTANG
KEBIJAKAN PERSIAPAN DAN PENYALURAN OBAT
DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI BETIK HATI
DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI BETIK HATI

Menimbang

: a. bahwa agar pemberian obat tepat dosis, tepat pasien, dan


tepat waktu, Rumah Sakit perlu mengatur prosedur persiapan
dan penyaluran obat yang aman di rumah sakit
b. bahwa dalam upaya mencegah kontaminasi obat, kegiatan
penyiapan dan penyaluran obat harus dalam lingkungan
bersih dan aman sesuai dengan undang-undang, peraturan
dan standar praktik kefarmasian
c. bahwa untuk memperkecil terjadinya kemungkinan kesalahan
dalam penyaluran dan pemberian obat yang dikeluarkan dari
kemasan, obat yang disalurkan harus dalam bentuk yang
paling siap disalurkan, serta adanya pengaturan sistem
pelabelan yang tepat guna mendukung penyaluran obat secara
akurat dan tepat
d. bahwa dalam upaya mendukung kegiatan tersebut perlu
dibuat kebijakan persiapan dan penyaluran obat yang
dituangkan dalam keputusan Direktur Rumah Sakit Ibu dan
Anak Puri Betik Hati

Mengingat

Undang-Undang RI No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika


2. Undang-Undang RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
1.

3. Undang-Undang RI No. 44 tahun 2009 tentang Rumah

Sakit.
4. Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika
5. Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan
6. Peraturan Pemerintah No. 72 tahun 1998 tentang
PengamananSediaanFarmasidanAlatKesehatan
7. Peraturan

Menteri

Kesehatan

No.

988/MENKES/PER/VIII/2004 tentang Pencantuman Nama


GenerikPadaLabelObat
8. Peraturan

Menteri

Kesehatan

No.

998/MENKES/PER/V/2011tentangRegistrasi,IzinPraktik
danIzinKerjaTenagaKefarmasian
9. Peraturan

Menteri

Kesehatan

No.

1691/MENKES/PER/VIII/2011tentangKeselamatanPasien
10. Peraturan

Menteri

Kesehatan

No.
2406/MENKES/PER/XII/2011 tentang Pedoman Umum
Penggunaan Antibiotik
11. Keputusan
Menteri

Kesehatan

No.

1365A/MENKES/SK/XI/2002 tentang Penggunaan Obat


Opioid Dalam Penatalaksanaan Nyeri
12. Peraturan Menteri Kesehatan No. 58 Tahun 2014 tentang
Standa Pelayanan Kefarmasian
13. Keputusan
Menteri

Kesehatan

No.

10277/MENKES/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan


Kefarmasian di Apotek

MEMUTUSKAN
Menetapkan
Kesatu

:
: KEPUTUSAN DIREKTUR RSIA PURI BETIK HATI
TENTANG KEBIJAKAN PERSIAPAN DAN PENYALURAN

OBAT DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI BETIK


Kedua

HATI
: Untuk mencegah kontaminasi sediaan steril, stabilitas sediaan
dan

untuk

menghindari

kesalahan

pemberian

obat,

pengendalian dan keamanan penanganan obat sitostatika, perlu


dibuat suatu prosedur baku pencampuran obat steril dan
Ketiga

penanganan obat sitostatika di rumah sakit


: Untuk mencegah kontaminasi sediaan steril, pengendalian dan
keamanan

penanganan

obat

sitostatika,

petugas

yang

menangani agar dibekali dengan pelatihan prinsip-prinsip


teknik aseptik dan penanganan obat sitostatika.
Keempat

: Untuk mencegah kontaminasi sediaan steril, pengendalian dan


keamanan

penanganan

obat

sitostatika,

petugas

harus

terlindungi dari paparan dan dilengkapi dengan alat pelindung


diri sesuai dengan standar yang telah ditetapkan mulai dari
proses pencampuran, distribusi, pemberian kepada pasien serta
pembuangan limbah sitostatika, serta dilakukan dalam ruang
khusus yang dilengkapi dengan lemari pencampuran (BSC atau
Kelima

Biological Safety Cabinet)


: Penanganan sediaan steril dan sitostatika dilakukan secara

Keenam

aseptis dalam kemasan siap pakai sesuai kebutuhan pasien


: Setiap obat yang dikeluarkan dari kemasan asli, kemudian
disiapkan untuk disalurkan dalam wadah yang berbeda dan
tidak segera diberikan, maka obat yang disiapkan harus diberi
label dengan mencantumkan :
a. Nama Pasien
b. Nomor Rekam Medis
c. Ruang Perawatan
d. Komposisi Obat
e. Rute Pemberian
f. Tanggal dan Waktu Penyiapan

g. Tanggal dan Waktu Kadaluarsa


h.
Ketujuh

Suhu Penyimpanan

: Surat Keputusan ini berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan

Ditetapkan di Bandar Lampung


Pada tanggal 3 Desember 2015
Direktur,

dr. M. Iqbal, Sp.A.

Lampiran

Keputusan

Direktur

Utama

Nomor

006/KEP/DIR/RSIA-

PBH/VIII/2012 tentang Kebijakan Pelabelan Obat Berisiko Tinggi (High Allret


Medications) di Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Betik Hati

LABEL OBAT BERISIKO TINGGI (HIGH ALLRET MEDICATIONS)


No

Label

Keterangan

.
1

Digunakan untuk memberi label obatobat yang perlu diwaspadai


Digunakan untuk memberi label obat-

obat yang memiliki kemiripan ucapan


dan rupa
Digunakan untuk memberi label obat-

obat yang termasuk golongan obat


kanker
Digunakan untuk memberi label obat-

obat yang dalam 6 bulan sudah


mendekati masa kadaluarsa

Ditetapkan di Bandar Lampung


Pada tanggal 3 Desember 2015
Direktur,

dr. M. Iqbal, Sp.A.