Anda di halaman 1dari 13

Bab II

Tenaga Hidrogen

1.1 Pengantar
Saat ini sekitar 80 sampai 90 persen kebutuhan energi dunia berasal dari
pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara dan gas alam. Bahan
bakar fosil ini merupakan sumber-sumber tak terbarukan karena pembentukannya
membutuhkan waktu jutaan tahun bahkan melebihi 650 juta tahun. Eksploitasi
terus-menerus terhadap bahan bakar ini bukan saja menyebabkan persediaannya
yang semakin menipis, yang berujung pada kenaikan harga, tetapi juga
meningkatkan dampak buruk bagi lingkungan akibat gas-gas yang diemisikannya.
Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan karbondioksida dan oksida nitrogen
dengan level tinggi yang merupakan kontributor efek rumah kaca dan selanjutnya
menyebabkan terjadinya pemanasan global yang memberikan dampak tidak sedikit
bagi kehidupan manusia.
Di sisi lain, energi yang tersedia saat ini, pendistribusiannya masih tidak merata
bagi setiap negara dan wilayah di muka bumi ini. Di wilayah tertentu, energi,
listrik khususnya, dapat dinikmati secara berlimpah sementara di wilayah lainnya
listrik dan bahan bakar minyak merupakan barang langka atau tidak tersedia sama
sekali. Diperkirakan dari 6 miliar penduduk dunia, 2 miliar diantaranya belum
menikmati listrik. Kondisi ini mendorong para peneliti untuk menemukan energienergi alternatif yang sumbernya berlimpah, tidak berdampak buruk bagi
lingkungan dan dapat diproduksi secara lokal. Energi-energi alternatif ini sering
disebut dengan istilah energi bersih atau energi terbarukan.
Energi bersih (clean energy ) adalah energi yang dalam proses produksi dan
penggunaannya tidak berdampak buruk pada aspek sosial, budaya, kesehatan dan
lingkungan atau yang dampaknya minimal. Energi bersih dikenal juga dengan
istilah energi hijau (green energy ), energi terbarukan, atau energi yang
berkelanjutan karena mereka dihasilkan dari sumber-sumber yang terbarukan
seperti tenaga air, angin, radiasi matahari, panas bumi dan biomassa.

Hidrogen adalah unsur paling sederhana. Setiap atom hidrogen hanya memiliki satu

proton. Ia juga merupakan gas yang paling banyak di alam semesta. Bintangbintang, seperti matahari, penyusun utamanya adalah hidrogen. Gas hidrogen jauh
lebih ringan dari udara sehingga naik dengan cepat dan keluar dari atmosfer.
Inilah sebabnya mengapa hidrogen sebagai gas (${\rm H}_2$) tidak ditemukan di
bumi dengan sendirinya, tetapi hanya ditemukan dalam bentuk senyawa dengan
unsur-unsur lainnya. Apabila hidrogen digabungkan dengan oksigen akan
menghasilkan air (${\rm H}_2{\rm O}$), sedangkan jika digabungkan dengan
karbon akan membentuk senyawa lainnya seperti metana (${\rm CH}_4$),
batubara, dan minyak bumi. Hidrogen juga ditemukan dalam segala sesuatu yang
tumbuh, misalnya biomassa.
Hidrogen adalah salah satu pembawa energi (energy carrier ). Pembawa energi
mengalirkan energi dalam bentuk yang bisa digunakan dari satu tempat ke tempat
lain. Listrik adalah pembawa energi paling dikenal. Kita menggunakan listrik untuk
memindahkan energi dalam batu bara, uranium, dan sumber energi lain dari
pembangkit listrik ke rumah-rumah dan bisnis. Kita juga menggunakan listrik
untuk memindahkan energi dalam air yang mengalir dari bendungan ke konsumen.
Untuk berbagai kebutuhan energi, jauh lebih mudah untuk menggunakan listrik
daripada menggunakan sumber energi itu secara langsung.
Seperti listrik, hidrogen merupakan pembawa energi dan harus dihasilkan dari zat
lain. Hidrogen saat ini tidak banyak digunakan, tetapi memiliki potensi sebagai
pembawa energi di masa depan. Hidrogen dapat dihasilkan dari berbagai sumber
daya (air, bahan bakar fosil, atau biomassa) dan merupakan produk sampingan
dari proses kimia lainnya. Hidrogen memiliki kandungan energi tertinggi
dibandingkan bahan bakar umum lainnya menurut beratnya (sekitar tiga kali lebih
banyak dari bensin), tetapi kandungan energi terendah menurut volume (sekitar
empat kali lebih sedikit daripada bensin). Hidrogen juga disebut sebagai pembawa
energi bersih karena pembakarannya hanya menghasilkan air sebagai produk
sampingnya menurut persamaan reaksi berikut:

1.2 Pembahasan
1.2.1 Tenaga Hidrogen

Hidrogen (bahasa latin: hydrogenium, dari bahasa yunani:


hydro: air, genes: membentuk) adalah unsur kimia pada tabel
periodik yang memiliki simbol h dan nomor atom 1. Pada
suhu dan tekanan standar, hidrogen tidak berwarna, tidak
berbau, bersifat non-logam, bervalensi tunggal, dan
merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar. Dengan
massa atom 1,00794 amu, hidrogen adalah unsur teringan di
dunia. Hidrogen juga adalah unsur paling melimpah dengan
persentase kira-kira 75% dari total massa unsur alam semesta.
Kebanyakan bintang dibentuk oleh hidrogen dalam keadaan
plasma. Senyawa hidrogen relatif langka dan jarang dijumpai
secara alami di bumi, dan biasanya dihasilkan secara industri
dari berbagai senyawa hidrokarbon seperti metana. Hidrogen
juga dapat dihasilkan dari air melalui proses elektrolisis,
namun proses ini secara komersial lebih mahal daripada
produksi hidrogen dari gas alam.
Isotop hidrogen yang paling banyak dijumpai di alam
adalah protium, yang inti atomnya hanya mempunyai proton
tunggal dan tanpa neutron. Senyawa ionic hidrogen dapat
bermuatan positif (kation) ataupun negatif (anion). Hidrogen
dapat membentuk senyawa dengan kebanyakan unsur dan
dapat dijumpai dalam air dan senyawa-senyawa organik.
Hidrogen sangat penting dalam reaksi asam basa yang mana
banyak rekasi ini melibatkan pertukaran proton antar molekul
terlarut. Oleh karena hidrogen merupakan satu-satunya atom
netral yang persamaan schrdingernya dapat diselesaikan
secara analitik, kajian pada energetika dan ikatan atom
hidrogen memainkan peran yang sangat penting dalam
perkembangan mekanika kuantum.
Gas hidrogen sangat mudah terbakar dan akan terbakar
pada konsentrasi serendah 4% h2 di udara bebas.
Ketika dicampur dengan oksigen dalam berbagai
perbandingan, hidrogen meledak seketika disulut dengan api
dan akan meledak sendiri pada temperatur 560 c. Lidah api

hasil pembakaran hidrogen-oksigen murni memancarkan


gelombang ultraviolet dan hampir tidak terlihat dengan mata
telanjang. Oleh karena itu, sangatlah sulit mendeteksi
terjadinya kebocoran hidrogen secara visual. Kasus
meledaknya pesawat hindenburg adalah salah satu contoh
terkenal dari pembakaran hidrogen.
Karakteristik lainnya dari api hidrogen adalah nyala api
cenderung menghilang dengan cepat di udara, sehingga
kerusakan akibat ledakan hidrogen lebih ringan dari ledakan
hidrokarbon. Dalam kasus kecelakaan hidenburg, dua pertiga
dari penumpang pesawat selamat dan kebanyakan kasus
meninggal disebabkan oleh terbakarnya bahan bakar diesel
yang bocor.
H2 bereaksi secara langsung dengan unsur-unsur oksidator
lainnya. Ia bereaksi dengan spontan dan hebat pada suhu
kamar dengan klorin dan fluorin, menghasilkan hidrogen
halida berupa hidrogen klorida dan hidrogen fluorida.
Hidrogen adalah unsur yang paling melimpah di alam
semesta ini dengan persentase 75% dari barion berdasarkan
massa dan lebih dari 90% berdasarkan jumlah atom.
Unsur ini ditemukan dalam kelimpahan yang besar di
bintang-bintang dan planetplanet gas raksasa. Awan molekul
dari h2 diasosiasikan dengan pembentukan bintang. Hidrogen
memainkan peran penting dalam pemberian energi bintang
melalui reaksi proton-proton dan fusi nuklir daur cno.
Di seluruh alam semesta ini, hidrogen kebanyakan
ditemukan dalam keadaan atomic dan plasma yang sifatnya
berbeda dengan molekul hidrogen. Sebagai plasma, elektron
hidrogen dan proton terikat bersama, dan menghasilkan
konduktivitas elektrik yang sangat tinggi dan daya pancar
yang tinggi (menghasilkan cahaya dari matahari dan bintang
lain). Partikel yang bermuatan dipengaruhi oleh medan
magnet dan medan listrik. Sebagai contoh, dalam angin surya,
partikel-partikel ini

Berinteraksi dengan magnetosfer bumi dan mengakibatkan


arus birkeland dan fenomena aurora. Hidrogen ditemukan
dalam keadaan atom netral di medium antarbintang. Sejumlah
besar atom hidrogen netral yang ditemukan di sistem
lymanalpha teredam diperkirakan mendominasi rapatan
barionik alam semesta sampai dengan pergeseran merah z=4.
Dalam keadaan normal di bumi, unsur hidrogen berada
dalam keadaan gas diatomik, h2. Namun, gas hidrogen
sangatlah langka di atmosfer bumi (1 ppm berdasarkan
volume) oleh karena beratnya yang ringan yang menyebabkan
gas hidrogen lepas dari gravitasi bumi. Walaupun demikian,
hidrogen masih merupakan unsur paling melimpah di
permukaan bumi ini. Kebanyakan hidrogen bumi berada
dalam keadaan bersenyawa dengan unsur lain seperti
hidrokarbon dan air. Gas hidrogen dihasilkan oleh beberapa
jenis bakteri dan ganggang.

Hidrogen diperlukan dalam jumlah yang besar pada industri perminyakan, kimia dan
pengolahan makanan. Hidrogen biasa digunakan sebagai agen pereduksi biji logam
dan penghalogenasi yang biasa diaplikasikan pada industri-industri tersebut. NASA
(National Aeronautics and Space Administration) adalah pengguna utama dari
hidrogen sebagai bahan bakar energi selama bertahun-tahun dalam program ruang
angkasa mereka. Bahan bakar hidrogen cair mengangkat pesawat ulang-alik NASA
ke orbit. Baterai hidrogen, yang disebut sel bahan bakar (fuel cell ), merupakan
daya sistem listrik pesawat itu dengan produk samping air murni yang digunakan
sebagai air minum oleh kru pesawat tersebut.

Sel bahan bakar hidrogen menghasilkan listrik dengan sangat efisien, tapi mahal
untuk dibangun. Sel bahan bakar yang kecil dapat menggerakkan mobil listrik dan
yang besar bisa menyediakan listrik di tempat-tempat terpencil yang tidak memiliki
akses listrik. Karena biayanya yang tinggi, sel bahan bakar ini belum digunakan
secara luas, hanya digunakan di tempat-tempat tertentu untuk keadaan darurat

seperti untuk keperluan rumah sakit. Sel bahan bakar portable sudah mulai dijual
untuk menambah daya pada komputer laptop, ponsel dan aplikasi militer.
Saat ini ada lebih dari 300 kendaraan berbahan bakar hidrogen di Amerika Serikat.
Sebagian besar adalah bus dan mobil dengan motor listrik. Kendaraan tersebut
menyimpan gas atau cairan hidrogen dan mengubahnya menjadi listrik untuk motor
menggunakan sel bahan bakar. Hanya beberapa kendaraan ini membakar hidrogen
secara langsung. Selebihnya bisa menggunakan turunan alkohol maupun gas
methane yang dikonversi menjadi hidrogen secara insitu.
Hidrogen dapat digunakan dalam mesin pembakaran internal sebagai aditif untuk
bahan bakar hidrokarbon terutama gas alam. Salah satu yang tersedia secara
komersial adalah campuran gas yang dikenal sebagai Hythane (hydrogen + methane )
mengandung hidrogen 20% dan gas alam 80%. Pada rasio ini, tidak diperlukan
modifikasi untuk mesin gas alam, dan penelitian menunjukkan emisi berkurang
lebih dari 20%.

1.2.2 Fuel Cells (sel bahan bakar)


2. Fuel cells ( sel bahan bakar )
Di zaman modern seperti sekarang ini, listrik bukanlah hal
yang baru lagi bagi kita. Energi multifungsi ini sangat
berperan besar dalam kehidupan. Terutama untuk manusia.
Bahkan mungkin, kita tak akan bisa hidup walau sehari tanpa
listrik. Sebaliknya, hal itu tidak berlaku pada zaman dulu,
ketika listrik belum ditemukan. Penerangan di malam hari saja,
saat itu sudah cukup dengan mengandalkan api. Beruntung,
kita hidup di zaman yang canggih seperti sekarang. Segala alat,
sarana, dan prasarana penunjang dan pemanja hidup sudah
lengkap tersedia. Tentu kita masih ingat bagaimana evolusi
energi listrik terjadi hingga seperti sekarang. Salah satu
tahapnya adalah penggunaan accumulator atau yang biasa kita
sebut sebagai accu atau aki. Alat penghasil listrik ini dulu
sering kita jumpai sebagai penghidup televisi.
Seorang berkebangsaan inggris yang bernama sir william
robert grove, manusia pertama pembuat alat sederhana yang
belakangan disebut sebagai fuel cell. Seorang hakim

pengadilan, penemu, dan ahli fisika lahir tanggal 11 juli 1811


di swansea, south wales dan meninggal di london pada tanggal
1 agustus 1896. Setelah menyelesaikan pendidikan privatnya,
grove masuk brasenose college, oxford hingga mendapatkan
gelar b.a. Di tahun 1832. Beliau juga belajar hokum pada
lincoln inn. Kariernya dalam bidang ilmu pengetahuan
dimulai sejak dia membuat voltaic battery yang dijelaskannya
pada pertemuan the british association for the advancement of
science di tahun 1839. Fuel cell yang dibuatnya terdiri atas
elektrolit asam, keeping platina serta tabung gas oksigen dan
hidrogen, dan menggunakan prinsip reaksi balik terbentuknya
air, di mana hidrogen dan oksigen akan bereaksi dalam larutan
asam dan menghasilkan air dan listrik dengan arus sebesar 12
ampere dan tegangan 1,8 volt. Sel ini kemudian disebut
sebagai grove`s battery atau baterai grove atau sel grove.
Sejak saat itu sel groove banyak digunakan. Akan tetapi,
karena listrik yang dihasilkan sedikit dan tidak mencukupi lagi
untuk kebutuhan listrik yang semakin besar, lambat laun sel
grove mulai tergeser. Namun, sel grove tetap menjadi dasar
acuan pengembangan fuel cell selanjutnya. Temuan-temuan
fuel cell selanjutnya bermunculan. Di tahun 1889, kata fuel
cell
Pertama kali diperkenalkan oleh ludwig mond dan charles
langer yang mencoba membuat fuel cell yang dipakai untuk
industri batu bara. Walaupun sumber lain ada juga yang
mengatakan bahwa kata fuel cell pertama kali dipakai oleh
william white jaques. Jaques juga adalah peneliti pertama
yang memakai asam fosfat sebagai elektrolit.
Di tahun 1920 penelitian fuel cell di jerman membuka jalan
bagi pembuatan siklus karbonat dan fuel cell oksida padat
seperti yang ada sekarang ini. Di tahun 1932, seorang insinyur
francis t. Bacon memulai penelitian penting dalam fuel cell.
Dulunya fuel cell menggunakan elektroda platina dan asam
sulfat sebagai elektrolit di mana platina sangat mahal dan

asam sulfat sangat korosif (membuat cepat berkarat). Di sini


bacon mengembangkan katalis platina yang sangat mahal itu
dengan sel oksigen dan hidrogen yang memakai elektrolit
alkali yang tidak korosif serta elektroda yang tidak mahal.
Penelitiannya berlangsung hingga tahun 1959.
Dalam pendemonstrasian model desainnya menghasilkan
5.000 watt yang dapat menghidupkan mesin pengelas. Fuel
cell tersebut akhirnya disebut sebagai bacon cell.
Seorang insinyur allis-chalmers manufacturing company,
di bulan oktober tahun 1959 mendemonstrasikan 20 traktor
bertenaga kuda yang merupakan mesin pertama menggunakan
fuel cell.
Sebuah produsen alat elektronik terkenal di amerika,
selama tahun 1960-an memproduksi tenaga listrik berbasis
fuel cell untuk nasa sebagai tenaga pesawat ruang angkasanya
yaitu gemini dan apollo. Sistem fuel cell yang dipakai dalam
alat ini berdasar pada sel bacon. Sampai sekarang, tenaga
yang dipakai dalam pesawat ruang angkasa tetap memakai
fuel cell karena dengan fuel cell energi yang dipakai tidak
terlalu ribet seperti baterai atau tenaga nuklir yang cukup
riskan. Dalam hal penelitian teknologi fuel cell, nasa telah
mendanai lebih dari 200 riset.
Bus yang memakai teknologi fuel cell pertama kali
diluncurkan pada tahun 1993 dan untuk mobil biasa di eropa
dan amerika kini telah banyak dipakai. Sejumlah produsen
mobil mewah dan produsen mobil kelas menengah juga mulai
mengembangkan mobil yang memakai fuel cell ini, sejak
tahun 1997.
Sejak saat itu bermunculan temuan-temuan yang lebih
mutakhir tentang mobil yang bertenaga fuel cell ini. Promosi
yang dilakukan besar-besaran dengan mengedepankan ramah
dan amannya emisi yang dihasilkan kendaraan sehingga
lingkungan yang bebas polusi dan takkan mengganggu
lingkungan, kemudian juga dapat diperbaruinya bahan bakar

yang akhirnya mengurangi pemakaian bbm.


Ditambah lagi bermunculannya tempat-tempat penjualan
bahan bakar ini, seperti adanya pom-pom hidrogen. Tak hanya
itu, teknologi fuel cell yang ditemukan juga menjadi bervariasi,
seperti ditemukannya fuel cell yang lebih efisien dalam
menghasilkan gas hidrogen hingga jumlahnya semakin
berlipat. Teknologi ini bahkan melibatkan proses fermentasi
oleh mikroba yang sebelumnya sangat mustahil sekali di
dalam produksi bahan bakar.
Teknologi ini berkembang sejak tahun 2.000 yang kita
kenal sebagai mfc atau microbial fuel cell. Mfc ini selain
menghasilkan hidrogen yang banyak hingga 4 kali lipat dari
fuel cell biasa, substrat yang dipakai mikroba dalam
berfermentasi adalah limbah rumah tangga, industri ataupun
limbah pertanian yang tidak terpakai sehingga selain yang
dihasilkan adalah gas hidrogen juga didapatnya produk akhir
berupa air bersih yang tentu saja dapat dipakai untuk berbagai
macam kebutuhan.
Dan jelas hal ini bisa mengurangi sejumlah dana yang
dipakai untuk pembersihan air limbah. Walaupun memang
mfc ini belum dapat dipakai di dalam menghidupkan mobil
seperti fuel cell sebelumnya, sejumlah pakar peneliti merasa
optimistis hal itu dapat terwujud karena penelitian ke arah itu
sedang dalam pengembangan

1.2.3 Cara kerja


Prinsip kerja fuel cell adalah proses elektrokimia di mana hidrogen dan oksigen
digunakan sebagai bahan bakar. Komponen utama fuel cell terdiri dari elektrolit
berupa lapisan khusus yang diletakkan di antara dua buah elektroda. Proses kimia
yang disebut pertukaran ion terjadi di dalam elektrolit ini dan menghasilkan listrik
serta air panas. fuel cell menghasilkan energi listrik tanpa adanya pembakaran
dari bahan bakarnya, sehingga tidak ada polusi.

1.3 Pemakaian

.Fuel cell yang merupakan penghasil tenaga listrik dari hidrogen.Pemakian fuel cell yang baru dikembangkan
adalah sebagai pengganti bahan bakar untuk transportasi.
-Salah satu mobil fuel cell Toyota yang sudah diperkenalkan ke publik adalah Toyota
Highlander FCHV (Fuel Cell Hydrogen Vehicle). Mobil ini sudah teruji melakukan
perjalanan jauh. Di Jepang, Toyota Highlander FCHV terbukti mampu melakukan
perjalanan Tokyo-Osaka sejauh 560km dengan satu tangki hydrogen.
Sampai saat ini teknologi fuel-cell masih mahal karena teknologi yang dipakai dan
fakta bahwa masih belum ada teknologi yang bisa menyimpan hydrogen dalam mobil
agar mobil ini memiliki daya jelajah sejauh mobil konvensional
- Saat ini ada lebih dari 300 kendaraan berbahan bakar hidrogen di Amerika Serikat.
Sebagian besar adalah bus dan mobil dengan motor listrik. Kendaraan tersebut
menyimpan gas atau cairan hidrogen dan mengubahnya menjadi listrik untuk motor
menggunakan sel bahan bakar. Hanya beberapa kendaraan ini membakar hidrogen
secara langsung.
-Digunakan untuk bis di los angeles, chicago, vancouver
dan jerman
-Prototipe hampir semua perusahaan otomoif di u.s dan
pasar global
-Pembangkit tenaga
- Digunakan di perumahan dan perkantoran
- Digunakan dalam aplikasi kendaraan militer

1.2.4. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMAKAIAN TENAGA HIDROGEN SEBAGAI ENERGI


ALTERNATIF

Kelebihan :
1 . Tidak Mengeluarkan Emisi Berbahaya (Zero Emission)
Sebuah sistem fuel cell hanya akan
mengeluarkan uap air apabila memakai
hidrogen murni. Tetapi ketika memakai
hidrogen hasil dari reforming hidrokarbon /

fosil (misal : batu bara , gas alam, dll )


maka harus dilakukan uji emisi untuk
menentukan apakah sistem tersebut masih
dapat dikategorikan zero emission .
Menurut standar yang dikeluarkan United
Technologies Corporation (UTC ) pada
tahun 2002, maka sebuah sistem fuel cell
dapat dikategorikan zero emission ketika mengeluarkan emisi pencemar udara yang
sangat rendah , dengan kriteria sbb : NOx =< 1 ppm , SO 2 =< 1 ppm , CO 2 =< 2 ppm .

2 . Efisiensi Tinggi (High efficiency )


Oleh sebab fuel cell tidak menggunakan proses pembakaran dalam konversi energi ,
maka efisiensinya tidak dibatasi oleh batas maksimum temperatur operasional
(tidak dibatasi oleh efisiensi siklus Carnot). Hasilnya, efisiensi konversi energi
pada fuel cell melalui reaksi elektrokimia lebih tinggi dibandingkan efisiensi
konversi energi pada mesin kalor (konvensional ) yang melalui reaksi pembakaran.

3 . Cepat Mengikuti Perubahan Pembebanan (Rapid load following )


Fuel cell memperlihatkan karakteristik yang baik dalam mengikuti perubahan
beban. Sistem Fuel c ell yang menggunakan hidrogen murni dan digunakan pada
sebagian besar peralatan mekanik (misal : motor listrik) memiliki kemampuan untuk
merespon perubahan pembebanan dengan cepat.

4 . Temperatur Operasional Rendah


Sistem fuel cell sangat baik diaplikasikan pada industri otomotif yang beroperasi
pada temperatur rendah . Keuntungannya adalah fuel cell hanya memerlukan sedikit
waktu pemanasan (warmup time ), resiko operasional pada temperatur tinggi
dikurangi , dan efisiensi termodinamik dari reaksi elektrokimia lebih baik .

5 . Reduksi Transformasi Energi


Ketika fuel cell digunakan untuk menghasilkan energi listrik maka fuel cell hanya
membutuhkan sedikit transformasi energi , yaitu dari energi kimia menjadi energi

listrik. Bandingkan dengan mesin kalor yang harus mengubah energi kimia menjadi
energi panas kemudian menjadi energi mekanik yang akan memutar generator
untuk menghasilkan energi listrik. Fuel cell yang diaplikasikan untuk
menggerakkan motor listrik memiliki jumlah transformasi energi yang sama dengan
mesin kalor , tetapi transformasi energi pada fuel cell memiliki efisiensi yang lebih
tinggi.

6 . Waktu Pengisian Hidrogen Singkat


Sistem fuel cell tidak perlu penyetruman (recharge ) layaknya baterai . Tetapi
sistem fuel cell harus diisi ulang dengan hidrogen , dimana prosesnya lebih cepat
dibandingkan penyetruman baterai . Selain itu , baterai tidak dapat dipasang dalam
jumlah besar pada mesin otomotif untuk meningkatkan performance karena akan
semakin menambah beban pada kendaraan tersebut .

Kekurangan
1 . Hidrogen
Hidrogen sulit untuk diproduksi dan disimpan . Saat ini proses produksi hidrogen
masih sangat mahal dan membutuhkan input energi yang besar (artinya: efisiensi
produksi hidrogen masih rendah ). Untuk mengatasi kesulitan ini , banyak negara
menggunakan teknologi reforming hidrokarbon /fosil untuk memperoleh hidrogen .
Tetapi cara ini hanya digunakan dalam masa transisi untuk menuju produksi
hidrogen dari air yang efisien .
2 . Sensitif pada Kontaminasi Zat- asing
Fuel cell membutuhkan hidrogen murni, bebas dari kontaminasi zat- asing. Zatasing yang meliputi sulfur , campuran senyawa karbon , dll dapat menonaktifkan
katalisator dalam fuel cell dan secara efektif akan menghancurkannya. Pada mesin
kalor pembakaran dalam (internal combustion engine), masuknya zat- asing
tersebut tidak menghalangi konversi energi melalui proses pembakaran.

3 . Harga Katalisator Platinum Mahal


Fuel cell yang diaplikasikan pada industri otomotif memerlukan katalisator yang
berupa Platinum untuk membantu reaksi pembangkitan listrik. Platinum adalah

logam yang jarang ditemui dan sangat mahal. Berdasarkan survei geologis ahli
USA, total cadangan logam platinum di dunia hanya sekitar 100 juta kg (Bruce
Tonn and Das Sujit , 2001). Dan pada saat ini , diperkirakan teknologi fuel cell
berkapasitas 50 kW memerlukan 100 gram platinum sebagai katalisator (DEO, 2000).
Misalkan penerapan teknologi fuel cell berjalan baik (meliputi : penghematan
pemakaian platinum pada fuel cell , pertumbuhan pasar fuel cell rendah , dan
permintaan platinum rendah ) maka sebelum tahun 2030 diperkirakan sudah tidak
ada lagi logam platinum (Anna Monis Shipley and R . Neal Elliott , 2004). Untuk
itulah diperlukan penelitian untuk menemukan jenis katalisator alternatif yang
memiliki kemampuan mirip katalisator dari platinum .

4 . Pembekuan
Selama beroperasi , sistem fuel cell menghasilkan panas yang dapat berguna untuk
mencegah pembekuan pada temperatur normal lingkungan . Tetapi jika temperatur
lingkungan terlampau sangat dingin (- 10 s / d - 20 C) maka air murni yang
dihasilkan akan membeku di dalam fuel cell dan kondisi ini akan dapat merusak
membran fuel cell (David Keenan, 10 / 01 /2004). Untuk itu harus didesain sebuah
sistem yang dapat menjaga fuel cell tetap berada dalam kondisi temperatur normal
operasi.

5.Ketiadaan Infrastruktur
Infrastruktur produksi hidrogen yang efektif belum tersedia . Tersedianya
teknologi manufaktur dan produksi massal yang handal merupakan kunci penting
usaha komersialisasi sistem fuel cell .