Anda di halaman 1dari 4

KASUS MANAJEMEN STRATEJIK

Etika, Tanggung Jawab Sosial, Keberlanjutan, Lingkungan, dan Strategi


Korporat

I.

Kasus
FORD PINTO

Untuk menghadapi persaingan yang ketat dengan pabrikan mobil


Volkswagen, Mr. Lee Iacocca, presiden direktur dari Ford Motor Co meluncurkan
produk terbaru mereka pada tahun 1970 yang diberi nama Pinto. Tujuan utama
Ford Motor Co memproduksi Pinto adalah membuat mobil dengan berat dibawah
2000 pound, dengan harga jual yang rencananya tak lebih dari $ 2000,-. Meskipun
pada umumnya proses pra-produksi untuk produk dilakukan sekitar 3,5 tahun, dan
bahkan proses aktualnya bisa memakan waktu lebih lama, proses pra-produksi
Pinto dimulai tahun 1968 dan sudah memulai produksi masal di tahun 1970.
Proyek mobil Pinto diawasi langsung oleh Robert Alexandre, selaku vice
president car engineering, dan melalui pengawasan ketat dari Harold Mac Donald
selaku anggota komite desain Ford Motor Co (termasuk Iacocca).
Karena proyek Pinto ini, engineer yang bekerja pada Ford Motor Co
semuanya melewati garis supervisi yang telah ditentukan dan dijalankan pada
kondisi normal. Laporan laporan pengawasan produk langsung di setujui oleh
komite desain, tanpa melewati garis supervisi dari bagian bagian yang ada. Seperti
contohnya laporan mengenai tes kecelakaan, ketahanan terhadap kebakaran, dan

usulan perbaikan kecenderungan mobil yang rentan meledak jika dipacu pada
kecepatan 21 mil per jam.
Desain Ford Pinto menempatkan tangki bahan bakar di antara bumper dan
poros roda belakang. Desain ini sangat membahayakan, jika mobil ditabrak dari
belakang, hal ini akan menimbulkan ledakan yang berasal dari tangki bahan bakar.
Ford Motor Co diindikasikan sudah mengetahui akan hal ini, dan menyiapkan
pengaman berupa bumper karet yang dipasang pada tangki bahan bakar. Namun
setelah dihiting cost and benefitnya, Ford memutuskan untuk membatalkan
rencana instalasi pengaman tersebut karena tidak efisien dari segi biaya produksi.
Ford merubah rencana instalasi dengan upaya-upaya lobi untuk menunda
prosedur-prosedur tes wajib keamanan yang sudah ditentukan standarnya oleh
Pemerintah pada 8 tahun kemudian.
Berdasarkan

penelitian

National

Highway

Traffic

Safety,

berikut

perbandingan antara biaya pemasangan rubber bladder pada tangki jika


dibandingkan dengan biaya ganti rugi korban pengendara Ford Pinto :

SAVINGS
Benefits
180 Burn Deaths
180 Serious Burn Injuries
2100 Burned Vehicle
Total Benefits

UNIT COST
200.000
67.000
700

TOTAL
36.000.000
12.060.000
1.470.000
49.530.000

Cost
11 Million Cars
1,5 million light trucks

121.000.000
16.500.000

Total Benefits

137.500.000

FATALITY PAYMENT COMPONENT


Future Productivity Losses
Direct
Indirect
Medical Cost
Hospital
Other

1971 COSTS

Property Damage
Insurance Administration
Legal and Court
Employer Losses
Victim Pain and Suffering
Funeral
Assets (Lost Consumption)
Miscellaneous
Total per Fatality

132.000
41.300
700
425
1.500
4.700
3.000
1.000
10.000
900
5.000
200
200.725

II.

Pertanyaan Kasus

1.

Bagaimana dan mengapa standar etika berdampak terhadap penyusunan dan


pelaksanaan strategi perusahaan ?

2.

Apa pemicu dari strategi dan perilaku bisnis yang tidak etis ?

3.

Mengapa strategi perusahaan harus beretika ? Dan bagaimana strategi


perusahaan yang beretika dapat menjadi suatu added value jika dilihat dari
perspektif resource based view ?

4.

Apakah keputusan untuk tidak memasang rubber bladder pada tangki Ford
Pinto sudah layak dari sisi etika ?

5.

Secara keseluruhan, bagaimana standar etika perusahaan dan strategi


perusahaan yang beretika mempengaruhi kelangsungan bisnis sebuah
perusahaan ?

III. Daftar Pustaka

Arthur Thompson, Margaret Peteraf, John Gamble, A. J. Strickland III


(2012). Crafting and Executing Strategy. Mc Graw Hill, 18th edition.

Leonard J. Brooks and Paul Dunn (2012). Business & Professional Ethics
for Directors, Executives and Accountants, South-Western College
Publishing, 6th edition