Anda di halaman 1dari 34

Rakitis

Pengertian Rakitis
Asal usul "rakitis" kata mungkin dari kata
dialek Inggris Kuno 'wrickken',
memelintir. Kata berasal Yunani "rachitis"
(, yang berarti "peradangan tulang
belakang") kemudian diadopsi sebagai
istilah ilmiah untuk rakitis, terutama
karena kesamaan kata-kata 'dalam suara.
Pada kasus anak disebut rakitis pada
kasus dewasa disebut osteomalasia

lanjutan
Rakitis atau osteomalasia di masa kanak-kanak
merupakan gangguan kesehatan yang meliputi
pelunakan dan pelemahan tulang, keadaan ini ,terutama
disebabkan oleh kekurangan vitamin D, kalsium dan
fosfat.
Osteomalasia adalah penyakit metabolisme tulang yang
dikarakteristikkan oleh kurangnya mineral dari tulang
(menyerupai penyakit yang menyerang anak-anak yang
disebut rickets) pada orang dewasa, osteomalasia
berlangsung kronis dan terjadi deformitas skeletal,
terjadi tidak separah dengan yang menyerang anakanak karena pada orang dewasa pertumbuhan tulang
sudah lengkap (komplit). ( Smeltzer. 2001: 2339 )

Etiologi
Posisi tidur yang salah, misalnya tengkurap seperti katak. Jika berlangsung
lama, kebiasaan ini dapat mengakibatkan gangguan rotasi dan bentuk
tungkai.
Kebiasaan duduk yang salah, misalnya duduk dengan posisi kaki
membentuk huruf W atau bersila pada anak.
Kebiasaan menggendong yang salah, misalnya saat digendong
menyamping, kaki anak dibiarkan melingkari tubuh Anda dan membentuk
sudut 90 derajat.
Memakaikan popok sekali pakai dengan cara dan pada saat yang tidak
tepat, misalnya terus-menerus pada saat anak sedang belajar berjalan.
Hal ini membuat anak sulit menemukan posisi kaki yang stabil.
Memakaikan baby walker. Anak yang belum cukup kuat menopang berat
tubuhnya akan memaksakan salah satu kakinya untuk menyangga seluruh
berat tubuhnya. Akibatnya, tungkai bawah dan pergelangan kaki saja
yang terlatih, sehingga terjadi ketidakseimbangan kekuatan otot (muscle
imbalance). Penggunaan baby walker memang tidak dianjurkan, karena
sering juga menimbulkan kecelakaan pada anak.

Anak kekurangan kalsium dan vitamin D. Anak yang kekurangan kalsium akan
mengalami gangguan pada proses mineralisasi. Demikian juga apabila ia
kekurangan vitamin D. Di dalam tubuh vitamin D berfungsi membantu
penyerapan kalsium di dalam tubuh. Jika kedua unsur ini tidak terpenuhi makan
tulang-tulang si kecil menjadi lunak dan mudah patah. Proses mineralisasi adalah
proses terakhir pembentukan tulang. Jika kebutuhan kalsium anak tercukupi
maka otomatis proses mineralisasi dalam tubuhnya akan berlangsung dengan
baik.
Anak menderita gangguan hati seperti sirosis. Hal ini karena organ hatinya tak
mampu memroses vitamin D sehingga fase mineralisasi tidak terjadi.
Adanya gangguan fungsi ginjal sehingga proses ekskresi/pembuangan kalsium
akan meningkat. Dengan begitu proses mineralisasi akan terhambat.
Pemakaian obat dalam jangka waktu panjang. Pada kasus tertentu, efek
pemakaian obat seperti streroid dalam jangka waktu yang panjang rentan
terhadap penyakit ini.
Gangguan penyerapan.

Penyebab Utama
Menurunnya penyerapan vitamin D akibat
penyakit bilier, penyakit mukosa usus halus
proksimal dan penyakit ileum.
Peningkatan katabolisme vitamin D akibat
obat yang menyebabkan peningkatan kerja
enzim-enzim oksidase hati.
Gangguan tubulus renalis yang disertai
terbuangnya fosfat (acquired), renal
tubular acidosis yang disertai
disproteinemia kronik.

Manifestasi Kliniks
Munculnya tonjolan tulang pada
sambungan antara tulang iga dan
tulang rawan di bagian dada.
Tulang terasa lunak dan jika
disenduh akan merasakan nyeri
mengigit
Sakit pada seluruh tulang tubuhnya
Mengalami gangguan motorik
karena kurang beraktivitas dan
menjadi pasif.
Merasakan sakit saat
duduk&mengalami kesulitan bangun
dari posisi duduk ke posisi berdiri.
Mudah Sekali mengalami patah
tulang. Terutama di bagian tulang
panjang seperti tulang lengan atau
tulang kaki.

1. Tulang nyeri, terutama


bagian kaki.
2. Nyeri otot atau kelemahan
otot.
3. Kaki terlihat melengkung
atau busur-berkaki.
4. Pertumbuhan yang
terhambat, terlambat atau
lemahnya pertumbuhan gigi .
5. Ketika rakhitis sangat parah,
dapat menyebabkan rendahnya
tingkat kalsium dalam darah. Hal
ini dapat menyebabkan kejang
otot (kram), kejang-kejang dan
kesulitan bernapas.

Manifestasi Klinis Pada sinar


x
Pergelangan sinar X Menampilkan
Perubahan Rakitis, terutama bekam
terlihat di sini.
Sinar X dada menunjukkan perubahan
yang konsisten dengan rakitis berubah
biasanya disebut sebagai manik-manik
Rosario rakitis

Lanjutan
[Radiograf]] dari penderita rakitis
dua tahun, dengan ditandai genu
varum (membungkuk dari (femur)
dan penurunan tulang opacity,
miskin menunjukkan tulang
mineralisasi.

Patofisiologi
Defisiensi vitamin D menyebabkan penurunan kalsium serum,
yang merangsang pelepasan hormon paratiroid. Peningkatan
hormon paratiroid meningkatkan penguraian tulang dan ekskresi
fosfat oleh ginjal. Tanpa mineralisasi tulang yang adekuat, maka
tulang menjadi tipis. Terjadi penimbunan osteoid yang tidak
terkristalisasi dalam jumlah abnormal yang membungkus saluransaluran tulang bagian dalam, hal ini menimbulkan deformitas
tulang.
Diperkirakan defek primernya adalah kekurangan vitamin D aktif
yang memacu absorbsi kalsium dari traktus gastrointestinal dan
memfasilitasi mineralisasi tulang. Pasokan kalsium dan fosfat
dalam cairan ekstrasel rendah.. Tanpa vitamin D yang
mencukupi, kalsium dan fosfat tidak dapat dimasukkan
ketempat kalsifikasi tulang, sehingga mengakibatkan kegagalan
mineralisasi,terjadi perlunakan dan perlemahan kerangka tubuh.

Penyebab osteomalasia adalah kekurangan kalsium dalam diet


,malabsorbsi kalsium (kegagalan absorbsi atau kehilangan kalsium
berlebihandari tubuh), kelainan gastrointestinal (absorbsi lemak tidak
memadai sehinggamengakibatkan kehilangan vitamin D dan kalsium)
gagal ginjal berat dapat mengakibatkan asidosis (kalsium yang tersedia
dalam tubuh digunakan untukmenetralkan asidosis, pelepasan kaslsium
skelet terus-menerus mengakibatkandemineralisasi tulang), dan
kekurangan vitamin D (diet dan sinar matahari. Rakhitis (riskets) adalah
penyakit tulang pada anak akibat defisiensivitamin D.
Rakitis menyebabkan disorganisasi tulang, terutama di lempeng
pertumbuhan atau epifisis sehingga pertumbuhan terhambat. Rakitis
jarang dijumpai di Amerikan Serikat, tetapi mungkin ditemukan pada
keluarga yang sangat miskin atau yang berada di daerah-daerah
pinggiran. Malabsorbsi kalsium dalam makanan pada para pengidap
penyakit crohn sindrom malabsorbsi atau fibrosis kistik dapat
menyebabkan osteomalasia atau rakhitis.

Pathway

Pemeriksaan Diagnostik
Pada sinar-x jelas terlihat
demineralisasi tulang secara umum.
Pemeriksaan vertebra
memperlihatkan adanya patah
tulang kompresi tanpa batas
vertebra yang jelas. Pada radiogram,
osteomalasia tampak sebagai
pengurangan densitas tulang,
terutama pada tangan, tengkorak,
tulang iga dan tulang belakang.

Lanjutan
- Evaluasi dengan sinar-x dapat memperlihatkan
penurunano sifikasi/demineralisasi tulang secara
umum
- Pengukuran kalsium dan fosfat serum akan
memperlihatkan nilai yangrendah
- Pemeriksaan urin menunjukkan kalsiun dan
kreatinin rendah
- Pemeriksaan vertebra akan memperlihatkan
adanya patah tulangkompresi tanpa batas vertebra
yang jelas.
- Biopsi tulang akan menunjukkan peningkatan
jumlah osteoid

Pemerikasaan Lab
Hasil lab memperlihatkan kadar
kalsium serum dan fosfor yang
rendah dan peningkatan moderat
kadar alkali fosfatase. Ekskresi
kreatinin dan kalsium urine rendah
serta biopsi tulang yang
menunjukkan peningkatan jumlah
osteoid.

Penatalaksanaan Medis
Penatalaksanaan medik
Jika penyebabnya kekurangan vitamin D,
maka dapat disuntikkan vitamin D
200.000 IU per minggu selama 4-6
minggu, yang kemudian dilanjutkan
dengan 1.600 IU setiap hari atau 200.000
IU setiap 4-6 bulan. Jika terjadi
kekurangan fosfat (hipofosfatemia), maka
dapat diobati dengan mengonsumsi 1,25dihydroxy vitamin D.

Penatalaksanan non medik


Jika kekurangan kalsium maka yang harus
dilakukan adalah memperbanyak konsumsi unsur
kalsium. Agar sel osteoblas (pembentuk tulang) bisa
bekerja lebih keras lagi. Selain mengkonsumsi sayursayuran, buah, tahu, tempe, ikan teri, daging, yogurt.
Konsumsi suplemen kalsium sangatlah disarankan.
Jika kekurangan vitamin D, sangat dianjurkan
untuk memperbanyak konsumsi makanan seperti ikan
salmon, kuning telur, minyak ikan, dan susu. Untuk
membantu pembentukan vitamin D dalam tubuh cobalah
sering berjemur di bawah sinar matahari pagi antara
pukul 7 9 pagi dan sore pada pukul 16 17.

Penanganan Rakitis
1. Jika kekurangan kalsium.
Jalan satu-satunya memperbanyak konsumsi unsur kalsium sehingga memperkuat kerja sel
osteoblas (pembentuk tulang). Oleh sebab itu, makanan seperti sayur-sayuran, buah, tahu,
tempe, ikan teri, daging, yogurt, sangatlah disarankan. Suplemen kalsium dapat ditambahkan
baik yang berbentuk sirup atau tablet dengan konsumsi 1,5 gram per hari. Kekurangan kalsium
juga menyebabkan mudah mengalami kram pada otot tangan dan kaki serta terganggunya
tekanan darah.
2. Jika kekurangan vitamin D.
Ada dua sumber vitamin D:
Terkena sinar matahari
Kulit memproduksi vitamin D ketika itu terkena sinar matahari.
Makanan
Usus menyerap vitamin D yang ditemukan secara alami dalam makanan yang dimakan, atau
ditambahkan ke dalamnya selama pemrosesan, atau dari suplemen atau multivitamin yang
dikonsumsi.
Perbanyak mengonsumsi makanan seperti ikan salmon, kuning telur, minyak ikan, dan susu.
Bisa juga dengan sering berjemur di bawah sinar matahari karena akan membantu
pembentukan vitamin D dalam tubuh. Waktu yang tepat untuk berjemur sekitar pukul 7 - 9 pagi
dan sore pada pukul 16 -17. Berjemur di luar waktu tersebut justru berbahaya karena matahari
banyak mengeluarkan sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kanker kulit dan katarak.

3. Jika karena gangguan ginjal atau hati


Langkah pertama adalah menyembuhkan dulu gangguan/penyakit
tersebut. Biasanya terapi yang dilakukan lebih lama karena gangguan
ginjal maupun hati mengganggu metabolisme penyerapan kalsium.
4. Jika karena pengaruh atau efek samping dari obat-obatan seperti
steroid.
Maka konsumsi obat itu harus segera dikurangi atau kalau bisa diganti
dengan obat yang bisa menyerap kalsium.
5. Jika sudah telanjur mengalami patah tulang.
Mau tak mau harus dilakukan tindakan seperti gips untuk patah tulang di
bagian lengan. Kalau patah tulang di bagian tungkai atau tulang paha
dilakukan dengan biopsi. Berbeda patah tulang pada anak-anak relatif
mudah tersambung kembali, yakni sekitar tiga bulanan. Tindakan
selanjutnya upaya rehabilitasi atau fisioterapi untuk melatih kemampuan
atau keterampilan gerak. Misalnya, melatih keseimbangan duduk, berdiri,
dan berjalan.

Tips Menjemur bayi


1. Pilih waktu yang tepat
Waktu yang paling tepat untuk menjemur bayi adalah pagi hari antara pukul 07.00-08.00
selama kurang lebih 15 menit. Jangan terlalu lama karena kulit bayi masih sensitif dan
Jangan menjemur si kecil lebih dari pukul 08.00. Paparan sinar mentari menjelang siang
hari mengandung sinar ultraviolet A dan B yang dapat merusak membran kulit sehingga
menyebabkan kulit merah dan terbakar serta merusak mekanisme regenerasi sel.
2. Tidak menggunakan baju
Menjemur bayi dalam keadaan dada telanjang (hanya menggunakan celana/popok saja)
dan bolak balikkan tubuhnya. Dengan begitu tak hanya bagian dada saja yang disinari
matahari, namun juga bagian punggungnya. Perhatikan mata. Usahakan mata si kecil
membelakangi pancaran sinar matahari untuk menghindari risiko rusaknya lensa dan
retina matanya.
3. Pilih lokasi yang tidak terlalu terbuka
Lokasi menjemur tidak harus di udara terbuka dengan paparan sinar matahari langsung.
Tempat yang agak terlindung namun dapat diterobos sinar mentari, juga sudah memenuhi
syarat. Bila cuaca sedang berangin, jemurlah si kecil di dalam ruangan (berkaca). Asal
kacanya bening, bayi masih dapat menikmati pancaran sinar matahari yang cukup
menghangatkan.

Lanjutan
4. Tidak ada batasan usia
Mengingat begitu banyak manfaat yang diperoleh, tak ada batasan usia untuk
menjemur bayi di pagi hari. Umumnya bayi baru lahir sampai usia 1 minggu
secara rutin dijemur demi mencegah/mengurangi tingginya kadar bilirubin.
Namun bila setelah itu kebiasaan menjemur ini terus berlangsung juga tidak
akan ada ruginya. Sinar matahari merangsang produksi vitamin D yang
bermanfaat untuk pembentukan tulang. Karena, pembentukan tulang akan
terus berlangsung hingga usia 20 tahun.
5. Waspadai bila bayi sensitive
Bayi fotosensitif sebaiknya tidak terpapar sinar matahari karena kulitnya
sangat sensitif. Menjemurnya hanya akan menimbulkan bercak-bercak meral
pada kulit.
6. Bayi prematur hendaknya jangan dijemur
Bayi prematur pun disarankan untuk tidak dijemur, apalagi pada mingguminggu pertama kelahirannya. Pada waktu itu bayi yang dilahirkan kurang
bulan ini masih membutuhkan suhu yang stabil. Sementara saat dijemur, bayi
harus mampu menyesuaikan tubuhnya dengan suhu luar. Ini dapat
membahayakan keselamatannya.

Lanjutan
7. Jangan tinggalkan bayi sendirian ketika dijemur
Hindari meninggalkan bayi sendirian ketika dijemur. Manfaatkan momen ini untuk melakukan
beberapa kegiatan yang bermanfaat. Umpama, melakukan pijat bayi. Gunakan baby oil kala
memijat. Minyak ini juga dapat sekaligus melindungi kulit dari kekeringan ketika dijemur.
Kalaupun pijat bayi tidak memungkinkan, ajaklah si kecil berbicara (Jangan lupa untuk melakukan
kontak mata dengannya). Memang bayi belum mengerti obrolannya dengan Anda namun
komunikasi seperti ini akan membuat hubungan antara Anda dan si kecil makin lekat. Di sela
komunikasi, beri bayi belaian lembut. Meski gerakan ini begitu sederhana namun manfaatnya
amat besar yakni dapat membentuk rasa aman pada bayi yang akan berpengaruh pada rasa
percaya dirinya kelak.
8. Bersih-bersih bisa lebih detil
Jadwal menjemur bayi umumnya dilakukan sebelum bayi mandi. Gunakan momen ini untul
melakukan kegiatan bersih-bersih dengan lebih detail. Misal dengan membersihkan bagian tubuh
bayi yang kerap terlewatseperti lipatan di sekitar daun telinga, paha dan tangan bayidengan
kapas yang ditetesi baby oil. Setelah kotorannya terangkat, bayi bisa segera dimandikan.
9. Hati-hati hipertemi
Bila paparan sinar mentari begitu terik, kurangi waktu menjemurnya. Jika terlalu lama bayi
dikhawatirkan mengalami hipertermi (peningkatan suhu tubuh). Suhu ideal bayi antara 36,537,5 C. Kondisi hipertermi berisiko menyebabkan gangguan pada fungsi metabolisme tubuh bayi,
otak dan juga fungsi organ lainnya.

Komplikasi
Pada Anak

Pada Dewasa

jikalau penyakit ini tidak


segera diobati, maka
pertumbuhannya akan
terhalang, anak itu menjadi
lambat untuk duduk,
merangkak, dan berjalan. Berat
tubuhnya mungkin akan
membengkokkan lutut, tulang,
serta persendian lainnya
sehingga menyebabkan kaki-O
(Genu Varum), dada busung
(Pigeon Chest), dan lutut
bengkok kedalam atau kaki-X
(Genu Valgum).

kelemahan tulang akan


menimbulkan risiko fraktur.
Os vertebra yang melunak
akan tertekan menjadi
pendek sehingga orang itu
akan berkurang tingginya
atau cebol. Trunkus klien
yang memendek sehingga
mengubah bentuk toraks
disebut kifosis, dimana
klien terlihat seperti
bungkuk, dan skoliosis.

Askep Rakitis

Pengkajian
PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi, observasi gaya jalan, postur, cara berdiri, posisi duduk
mulai pada saat pasien memasuki ruangan. Perhatikan
kesimetrisan ekstremitas tubuh, adanya deformitas kasar, genu
valgum, lordosis, kifosis, serta adanya kelemahan atau atropi otototot skelet.
Pada pemeriksaan fisik pasien osteomalasia didapatkan
deformitas skelet. Deformitas vertebra dan deformitas lengkungan
tulang panjang membuat penampakan pasien menjadi tidak
normal dan jalannya membebek. Dapat terjadi kelemahan / atropi
otot, serta rasa tidak nyaman dengan penampilan mereka.
Palpasi tulang, sendi, dan otot mengenai pembengkakan, nyeri
tekan, perubahan suhu local, ataupun adanya krepitasi.
Pasien osteomalasia biasanya mengeluh nyeri tulang umum pada
punggung bawah dan ekstremitas disertai dengan nyeri tekan.

1. Kaji dan identifikasi adanya nyeri tulang dan nyeri tekan,


meliputi :
- Serangan dan lamanya nyeri
- Lokasi penyebaran : punggung, kepala, bagian ekstremitas, otot,
dan sendi.
- Karakter dan berat : berdenyut, tumpul, menusuk-nusuk.
- Faktor yang memperberat / memperingan : istirahat, obat-obatan.
- Tanda dan gejala yang menyertai : kelemahan, dan kebas, tremor,
atropi otot-otot.
Nyeri biasanya disebabkan, oleh :
1.Gangguan sendi-sendi atau susunan sendi pada susunan tulang belakang
2.Gangguan pada otot-otot badan
3.Kelainan tulang-tulang sendi, misalnya patah tulang (fraktur) dan
dislokasi.

2. Kaji adanya fraktur


Fraktur umumnya sangat mudah terjadi pada
pasien osteomalasia disebabkan kelemahan dan
kerapuhan tulang.
3. Dapatkan informasi tentang penyakit yang
diderita (sindrom mal absorbsi) dan
kebiasaan konsumsi.
Tanyakan kepada klien
apakah ia mengidap penyakit kelainan
gastrointestinal, gagal ginjal kronik, atau penyakit
patologik lainnya dan tanyakan apakah klien
mendapatkan asupan kalsium, fosfor, dan vitamin
D yang cukup dalam dietnya.

Diagnosa Keperawatan
Nyeri kronis b.d pelunakan tulang
Gangguan bodi image b.d perubahan
bentuk tubuh
Gangguan tumbuh kembang b.d
kelainan bentuk tulang
Resti cedera b.d. gangguan
muskuloskeletal.

Intervensi
Catat dan kaji lokasi dan

Rasional
Untuk mengetahui

intensitas nyeri (skala 0-10).

dan sejauh mana tingkat

Selidiki

nyeripasien.

perubahan

respon

karakteristik nyeri.
Berikan
tindakan

Mencegah

kenyamanan (contoh ubah

tulang dan penekanan pada

posisi

jaringan yang luka.

sering,

pijatan

lembut).
Berikan lingkungan

yang

tenang.
Kolaborasi

pasien

dapat

beristirahat dan mencegah


dengan

tentang

dokter

pemberian

analgetik,kaji
dari

Agar

pergeseran

tindakan

timbulnya stress.
Untuk
mengurangi

rasa

sakit / nyeri.

efektifitas
penurunan

rasa nyeri.
Kolaborasi dengan ilmu gizi

Pemberian

tentang

membantu untuk perbaikan

asupan

nutrisi

pasien dengan pemberian


vitamin D.

tulang.

vitamin

Intervensi

Pantau

Rasional

kebutuhan

bantuan

akan

Membantu

pelayanan

kesehatan

dirumah

intervensi

dan

menentukan
yang

akan

dilakukan.

kebutuhan akan peralatan


pengobatan

yang

tahan

lama.
Ajarkan pasien tentang dan pantau penggunaan

Membantu

alat bantu mobilitas (misalnya: tongkat, walker,

dan

kruk, atau kursi roda)

tehnik

perawatan

memandirikan
pemindahan

diri

pasien
yang

tepat mencegah abrasikulit


dan jatuh.

Pantau

kebutuhan

kesehatan.

pasien

akan

pendidikan Untuk menentukan tindakan yang dibutuhkan oleh


pasien.

Intervensi
Binalah

Rasional

hubungan

saling

Dasar

mengembangkan

percaya.
Kajilah penyebab gangguan

tindakan keperawatan.
Merencanakan
intervensi

citra tubuh.
Eksplorasi aktivitas

lebih lanjut.
Memfasilitasi

baru

dengan

yang dapat dilakukan.


Perhatikan perilaku menarik

memanfaatkan kelebihan.
Mengidentifikasi
tahap

diri,

berduka

membicarakan

tentang
penggunaan

hal

diri

negatif,

atau

kebutuhan

untuk intervensi.

penyangkalan

atau terus menerus melihat


perubahan nyata atau yang
diterima.
Dorong ekspresi ketakutan;

Ekspresi emosi membantu

perasaan

pasien

negatif,

dan

kehilangan bagian tubuh.

mulai

kenyataan

menerima

dan

hidup tanpa tungkai.

realitas

Intervensi

Rasional

Hindari perilaku yang beresiko tinggi terhadap pasien Agar tidak terjadi cidera terhadap pasien.
seperti aktifitas yang berat.

Pasang pengaman di tempat tidur pasien.

Untuk menghindari terjadi jatuh terhadap pasiaen.

Anjurkan kepada pasien agar menggunakan sandal Penggunaan sandal yang licin atau tanpa sandal
yang tidak licin saat ke kamar mandi atau mobilitas.

Anjurkan

keluarga

selalu

mendampingi

membantu setiap aktifitas pasien.

mengakibatkan pasien terjatuh.

atau Agar meminimalisir resiko cidera terhadap pasien.

TERIMAKASIH