Anda di halaman 1dari 44

LETAK

SUNGSANG
Dr. Cut Meurah Yenni, SpOG
Bagian Obstetri dan
Ginekologi
FK Unsyiah BPK RSUZA

DEFINISI

Suatu keadaan Janin terletak


memanjang dengan kepala di fundus
uteri dan bokong berada di bagian
bawah cavum uteri

Terdiri Dari

Presentasi bokong
Presentasi bokong kaki sempurna
Presentasi bokong kaki tidak
sempurna
Presentasi kaki

Insiden

2 4%
Greenhill
4 4,5%
Holland
2 3%
RSPM
4,4%
RSHS Bandung
4,6%

Etiologi/Predisposisi

Multiparitas
Gemelli
Hidramnion
Hidrosefalus
Plasenta previa
Panggul sempit
Keadaan umum uterus / bentuk
uterus

Diagnosis

Tidak sulit
Px luar :

bagian bawah uterus Teraba Lunak


dengan keras (bulat kepala) teraba di fundus
uteri

Merasa panas di bagian atas


Gerakan terasa lebih banyak di bagian bawah
DJJ : setinggi/lebih tinggi dari umbilikus
Diagnosa ragu-ragu
USG
MRI

Ketuban Pecah (+)

Raba saktrum, tuber ossis iskhii dan


anus
Bedakan tangan dengan kaki kaki
(tumit) tangan (letak Ibu jari tidak
sejajar dengan jari-jari lain)

Mekanisme Persalinan

Bokong masuk ke rongga panggul garis pangkal paha


melintang/ miring
Menyentuh dasar panggul
Putar paksi dalam PBP (garis panggul paha menempati
diameter antero posterior & trokanter depan berada di
bawah simfisis)
Fleksi lateral badan janin trokanter belakang melewati
perineum
Lahir seluruh bokong diikuti kedua kaki
Putar paksi luar (perut janin berada di posterior) bahu
melewati PAP dengan garis terbesar bahu melintang/miring
Putas paksi dalam bahu bahu depan (di bawah simfsis)
bahu belakang (melewati perineum)
Kepala rongga panggul (sutura sagitalis melintang/miring)
Putar paksi dalam kepala (muka posterior, oksiput
simfisis)
Dengan suboksiput sebagai hipomoklion dagu, mulut,
hidung, dahi, seluruh kepala lahir melewati perineum

Penanganan (1/2)
Dalam Kehamilan

ANC

Versi luar (34 38


mg)

Syarat versi luar:

Diagnosa letak janin


harus pasti
DJJ baik
Bokong belum turun
ke rongga panggul
Tidak dipaksa
(kekuatan ringan)
Air ketuban normal

Kontra indikasi
versi luar

Panggung sempit
Pendarahan ante
partum
Hipertensi
Hamil kembar
Plasenta previa

Penanganan (2/2)
Dalam Persalinan

Tekun dan sabar >< letak kepala


Tentukan ukuran panggul tidak ada kelainan
lain
Bila dapa Pervaginam pengawasan
kemajuan persalinan
Setelah bokong lahir tidak boleh
ditarik/perasat kristeller lengan akan
menjungkit ke atas dan kepala turun diantara
lengan
Kepala sudah lahir dalam waktu 8 menit
sesudah umbilikus lahir

Cara

Spontan
Manual aid
Ekstraksi bokong/kaki

Perasat Melahirkan
Bahu/Kepala

BRACHT
Pegang bokong dan paha janin yang
telah lahir dengan 2 tangan
Hiperlordosis tubuh janin perut Ibu
Lahir badan bagian atas, bahu, lengan
dan kepala
Penolong tidak melakukan tarikan
Untuk mempercepat bahu/kepala
MANUAL AID/MANUAL HILFE

Perasat Melahirkan Lengan


dan Bahu

KLASIK

Dasar: Lengan kiri janin dilahirkan dengan tangan kiri


penolong dan sebaliknya
Bokong/pangkal bahu dipegang dengan 2 tangan badan
ditarik ke bawah terlihat ujung bawah skapula (di bawah
simfisis)
Ke 2 kaki janin dipegang dengan tangan yang bertentangan
dengan lengan yang akan dilahirkan
Tubuh janin ditarik ke atas perut janin ke arah perut Ibu
Tangan penolong masuk ke jalan lahir menelusuri punggung
janin menuju lengan belakang sampai fossa kubiti
Dua jari tangan ditempatkan sejajar dengan humerus
lengan belakang janin di keluarkan
Pegang dada, punggung janin dengan kedua tangan
(melahirkan lengan depan) tubuh diputar untuk
mengubah lengan depan supaya berada di belakang
dihahirkan
Digunakan: lengan depan menjungkit ke atas, lengan berada
di belakang leher janin

CARA MUELLER
Ke 2 tangan pada bokong dan pangkal
paha
Taruk ke bawah tubuh janin bahu
depan dibawah simfisis
Keluar lengan depan
Lahirkan lengan belakang

CARA LOEVSET

Melahirkan bahu
Dasar : bahu belakang janin selalu berada lebih
rendah dari pada bahu depan bahu belakang
diputar ke depan maka akan lahir di bawah
simfisis
Sumbu bahu muka/belakang kedua tangan
pada bokong tubuh janin ditarik ke bawah
ujung bawah skapula depan terlihat dibawah simfisis
Putar tubuh janin dengan memegang dada dan
punggung bahu belakang di depan (bawah
simfisis)
Lakukan dengan arah belawanan

Perasat Melahirkan
Kepala

MAURICEAU (Veit Smellie)

Badan janin diletakkan pada lengan kiri penolong


Masukkan jari tengah ke mulut janin, jari telunjuk
dan jari manis pada maksilla
Tangan kanan memegang bahu janin dari belakang
jari telunjuk/tengah di kiri/kanan leher
Tarik janin ke bawah dengan tangan kanan
sampai sub aksiput/batas rambut (dibawah simfisis)
Tubuh janin digerakkan ke atas tangan kiri tetap
mempertahankan fleksi muka lahir melewati
perineum

Cunam Piper

Ekstraksi bokong/kaki Ibu/janin dalam


keadaan bahaya

SC
Panggung sempit ringan dan gagal versi
luar
CPD

SC Primer
Primitua
Infertilitas
BOH jelek

Prognosis

AKP lebih tinggi sungsang >< Kepala


Eastman 12 - 14%
Sebab kematian:
Prematuritas
Penolong persalinan kurang sempurna
Hipoksia (terjepit tali pusat)
Perdarahan otak
Asfiksia janin

LETAK LINTANG

Definisi: Keadaan dimana janin melintang


dalam uterus kepala pada sisi yang satu
dengan bokong berada pada posisi yang
lain
Dorso anterior, dorso posterior, dorso
superior, dorso inferior
Insidensi

RSPM 0,6%
RSHS 1,9%
RSCM 0,1 % dari 12827 persalinan
Greenhill
0,3%
Holland
0,5 0,6%

Etiologi/Predisposisi

Multiparitas
Kehamilan prematur
Hidramnion
Gemelli
Panggul sempit
Tumor daerah panggul
Plasenta previa

Diagnosis

Inspeksi uterus lebih melebar , Fundus


Uteri lebih rendah, tidak sesuai dengan
usia kehamilan
Palpasi

Fundus Uteri kosong


Kepala janin berada di samping
Bagian atas simfisis ke samping

DJJ sekitar umbilikus


VT

Bahu sudah masuk panggul teraba bahu,


tulang-tulang iga
Ketiak menutup ke kiri kepala sebelah kiri.

Mekanisme Persalinan
(1/2)

Ukuran panggul normal dan janin cukup bulan tidak


dapat spontan
Bila dibiarkan kematian janin dan ruptura uteri
Bahu masuk ke dalam panggul rongga panggul terisi
bahu dan bagian tubuh lainnya
Letak lintang Kasep:

Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga
panggul
Usaha mengeluarkan janin segmen atas uterus terus
berkontraksi dan beretraksi, serta segmen bawah uterus melebar
dan menipis
Batas antara dua bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi
lingkaran retraksi patologik, janin meninggal
Bila tidak segera ditolong ruptura uteri, janin yang meninggal
sebagian atau seluruhnya keluar uterus dan masuk ke rongga perut
Ibu sangat berbahaya akibat perdarahan dan infeksi sering kali
meninggal

Mekanisme Persalinan
(2/2)

Janin mati, kecil dan lembek persalinan spontan


Janin lahir dalam keadaan terlipat melalui jalan lahir
(konduplikasio korpore) atau lahir dengan evolusio
spontanea menurut cara Denman atau Douglas
Cara Denman bahu tertahan pada simfisis dan
dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang,
badan bagian bawah, bokong dan kaki turun di rongga
panggul dan lahir, kemudian disusul badan bagian
atas dan kepala
Cara Douglas bahu masuk ke dalam rongga panggul
kemudian dilewati oleh bokong dan kaki, sehingga
bahu, bokong dan kaki lahir, selanjutnya kepala
Dua cara tersebut merupakan variasi suatu
mekanisme lahirnya janin dalam letak lintang, akibat
fleksi lateral yang maksimal dari tubuh janin

Prognosis

Letak lintang dapat dirubah menjadi presentasi


kepala, tapi kelainan lain yang menyebabkan
letak lintang seperti: panggul sempit, tumor
panggul dan plasenta previa masih dapat
menimbulkan kesulitan pada persalinan
Persalinan prognosis jelek bagi ibu dan janin
Faktor yang menimbulkan kematian janin pada
letak lintang: letak lintang kasep, ruptura uteri,
tali pusat yang membumbung dan trauma untuk
versi ekstraksi.

Penanganan (1/3)

Pemeriksaan ante natal letak lintang


sebaiknya diusahakan mengubah menjadi
presentasi kepala dengan versi luar
Sebelum dilakukan versi luar, periksa: apakah
panggul sempit, tumor dalam panggul, atau
plasenta previa membahayakan janin
Untuk mencegah janin memutar kembali ibu
dianjurkan memakai korset dan dilakukan
pemeriksaan ante natal ulangan untuk
menilai letak janin.

Penanganan (2/3)

Primi gravida SC, atas pertimbangan:

Bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks


dengan baik, sehingga pada seorang primi gravida
kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar
menjadi lengkap
Karena tidak ada bagian besar janin yang
menahan tekanan intra uterin pada waktu his,
maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum
pembukaan serviks sempurna dan dapat
mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli
Pada primi gravida versi ekstraksi sukar dilakukan

Penanganan (3/3)

Pada multi para:

Bila riwayat obstetrik baik, tidak ada panggul sempit dan


janin tidak seberapa besar dapat ditunggu dan diawasi
sampai pembukaan serviks lengkap versi ekstraksi

Selama masa menunggu harus diusahakan agar ketuban tetap


utuh dan melarang wanita tersebut untuk bangun atau
mengedan
Bila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat
prolapsus funikuli SC
Bila ketuban pecah, tapi tidak ada prolapsus funikuli
tergantung pada tekanan, dapat ditunggu sampai pembukaan
lengkap kemudian versi ekstraksi atau mengakhiri persalinan
dengan SC
Versi ekstraksi dapat dilakukan pada kehamilan kembar setelah
bayi pertama lahir ditemukan bayi kedua dalam letak lintang
Pada letak lintang kasep, versi ekstraksi ruptura uteri maka
sebaiknya SC bila janin masih hidup sedang jika sudang mati
pervaginam dengan dekapitasi

TERIMA KASIH