Anda di halaman 1dari 5

Instruksi post Arteriografi

Bed rest total 24 jam dengan kaki kanan tidak boleh ditekuk di inguinal
Awasi vital sign (TD, N, RR) tiap jam pada 3 jam pertama, selanjutnya

maintenance
Awasi tanda-tanda alergi kontras. Jika ada berikan dexamethason 1 Amp/iv
Awasi adanya tanda-tanda hematoma di inguinal/ femur dextra. Jika ada, drag

bantal pasir dikuatkan


Drag bantal pasir dilepas setelah 8 jam. Selanjutnya pasien boleh miring kanan

kiri.
Setelah 24 jam, pasien boleh duduk dan berjalan
Diet rendah lemak dan kolesterol.
Antibiotik diberikan dari bangsal selama 3 hari (Jenis antibiotik sesuai preferensi

dokter bangsal)
Jika kesakitan, beri analgesik
Inj Ondansentron 8 mg tiap pagi selama 2 hari.
Melaporkan ke dokter bila ditemukan gejala yang lain.

Perawatan pasca angiografi

Berpakaian

Jika perban tidak diambil di rumah sakit, pasien dapat melepasnya


setelah sampai di rumah, kecuali diperintahkan sebaliknya.

Mandi

Pasien dapat mandi dengan sabun dan air 24 jam setelah prosedur.
Pasien tidak boleh berenang, atau berendam di hot tub atau Jacuzzi
sampai kontrol berikutnya

Latihan

Pasien dapat melanjutkan berjalan di rumah. Setelah 24 Jam, Pasien


dapat berjalan kaki sampai Pasien terbiasa.

Aktivitas seksual

Pasien dapat melakukan setelah 48 jam, kecuali disarankan


sebaliknya.

Pekerjaan rumah

Pasien dapat melakukan pekerjaan rumah tangga (hidangan/Binatu)

tangga
Mengangkat

Jangan mengangkat beban lebih dari 5kg untuk 3 hari pertama di


rumah.

Mengemudi

Pasien dapat mengemudi setelah 24 jam, kecuali disarankan


sebaliknya

Pekerjaan

Tergantung pada jenis pekerjaan.

Obat

Meminum obat sesuai petunjuk

Diet

Ikuti diet rendah lemak, rendah kolesterol. Jika Pasien memiliki


pembatasan makanan tertentu (yaitu kencing manis), diet sesuai
penyakit.

Rokok

Merokok merupakan faktor risiko besar untuk penyakit yang paling.


Jika Pasien Merokok, Pasien sangat disarankan untuk berhenti.
Berbicara dengan dokter Pasien untuk bantuan.

Memberitahu dokter

Suhu lebih dari 101,5. Pendarahan di tempat suntikan, kaki putih, mati

jika:

rasa, dingin, sangat menyakitkan, atau jika benjolan yang muncul di


situs sayatan.

Tindak lanjut janji

Jadwal dan menjaga janji selama 7-10 hari prosedur posting. Dokter
jantung akan memeriksa situs tusukan di penunjukan ini.

Komplikasi angiography
Komplikasi minor meliputi:

Perdarahan dan memar pada daerah insisi


Infeksi pada daerah insisi
Reaksi alergi terhadap kontras

Komplikasi mayor meliputi:

Kerusakan ginjal
Serangan jantung
Stroke
Kerusakan pembuluh darah yang memerlukan tindakan bedah lanjutan.
Reaksi anafilaksis

Fistula Karotikokavernosa (Carotid-Cavernous Fistula/CCF)


Penegakan diagnosis CCF dilakukan dengan pemeriksaan tonometri untuk
mengetahui amplitudo pulsasi dilanjutkan dengan pemeriksaan radiologi berupa
Areteriografi dengan kateter selektif pada a.carotis interna dan a.carotis externa
sehingga fistula dapat tervisualisasi. Selanjutnya dilanjutkan terapi sesuai hasil
diagnosis.

Gambar 1: Anatomi CCF. Arteri Carotis Interna (merah), Sinus Cavernosus (ungu)

Treatment
Terapi utama pda CCF adalah terapi endovascular.
o Transarterial ( Terutama pad kasus direct CCF)
o Transvenosa (Terutama pada indirect CCF)

Direct CCF diterapi dengan


-

Oklusi pada sinus cavernosus yang terkena (coils, baloon, liquid, agents)

atau
Rekonstruksi pada a.carotis interna yang mengalami kerusakan (stent, coils,
liquid agents)

Gambar 2: CCF post-embolisasi dengan penutupan fistula

Indirect CCF atau dural CCF dapat tertutup secara spontan, tetapi lesi yang
progressif atau dengan gejala yang nyata, dapat dilakukan embolisasi standar atau
oklusi balloon endovascular. Jika teknik ini tidak berhasil dilakukan operasi langsung
pada sinus cavernosus , atau kanulasi v.oftalmica superior dan balloon atau coil ke area
fistula.
Prognosis
Direct CCF jarang mengalami reopen setelah penutupan dengan teknik balloon.
Dural CCF jarang mengalami rekanalisasi atau membentuk vasa baru yang abnormal
setelah embolisasi. Amplitudo pulsasi okular juga dicek post op, disarankan
menggunakan pneumotonometer.

Jika fistula sudah tertutup, tanda dan gejala mengalami perbaikan dalam jam
hingga hari. Perbaikan tergantung tingkat keparahan. Adanya bruit kular, pulsasi okular,
dan thrill akan menghilang segera setelah operasi.
Edema palpebra, chemosis conjunctival, vasodilatasi conjunctiva, stasis
retinopathy, pembengkakan discus, dan peningkatan TIO kembali ke normal dalam
minggu sampai bulan. Kebanyakan pasien dengan dural CCF membaik dalam 6 bulan
setelah terapi, tetapi pasien dengan direct CCF tidak mengalami resolusi untuk
proptosis, ophtalmoparesis, dan visual loss.

Referensi
Carotid Cavernous Fistula, emedicine.medscape.com/article/1217766-overview
Carotid Cavernous Fistula Imaging, emedicine.medscape.com/article/338870overview
Caroticocavernous Fistula, www.radiopaedia.org/articles/caroticocavernous-fistula
Carotid Cavernous Fistula, vascularinterventions.net/carotid-cavernous-fistulas
Carotid Angiogram, www.hcahamilton.com/934-2
Carotid Cavernous Fistulae, esnr.com/public/studies/carotid-cavernous-fistulae.shtml