Anda di halaman 1dari 26

LI LBM 5

MODUL TUMBUH
KEMBANG
NISITYA MAHISI URSAMAYORI
30101307024
SGD 19

Fase fase penuaan


1) Fase subklinik (usia 25-35 tahun)
Kebanyakan hormon mulai menurun : testosteron, growth hormone (GH), dan
estrogen. Pembentukan radikal bebas, yang dapat merusak sel dan DNA
mulai mempengaruhi tubuh, seperti diet yang buruk, stress, polusi, paparan
berlebihan radiasi ultraviolet dari matahari. Kerusakan ini biasanya tidak
tampak dari luar. Individu akan tampak dan merasa normal tanpa tanda dan
gejala dari aging atau penyakit. Bahkan, pada umumnya rentang usia ini
dianggap usia muda dan normal.
2) Fase transisi (usia 35-45 tahun)
Selama tahap ini kadar hormon menurun sampai 25 persen. Kehilangan massa
otot yang mengakibatkan kehilangan kekuatan dan energi serta komposisi
lemak tubuh yang meninggi. Keadaan ini menyebabkan resistensi insulin,
meningkatnya resiko penyakit jantung, pembuluh darah, dan obesitas. Pada
tahap ini mulai mncul gejala klinis, seperti penurunan ketajaman penglihatanpendengaran, rambut putih mulai tumbuh, elastisitan dan pigmentasi kulit
menurun, dorongan seksual dan bangkitan seksual menurun. Tergantung dari
gaya hidup, radikal bebas merusak sel dengan cepat sehingga individu mulai
merasa dan tampak tua. Radikal bebas mulai mempengaruhi ekspresi gen,
yang menjadi penyebab dari banyak penyakit aging, termasuk kanker,
arthritis, kehilangan daya ingat, penyakit arteri koronaria dan diabetes.

3) Fase Klinik (usia 45 tahun keatas)


Orang mengalami penurunan hormon yang berlanjut, termasuk DHEA
(dehydroepiandrosterone), melatonin, GH, testosteron, estrogen, dan
hormon tiroid. Terdapat juga kehilangan kemampuan penyerapan
nutrisi, vitamin, dan mineral sehingga terjadi penurunan densitas
tulang, kehilangan massa otot sekitar 1 kilogram setiap 3 tahun,
peningkatan lemak tubuh dan berat badan. Di antara usia 40 tahun dan
70 tahun, seorang pria kemungkinan dapat kehilangan 20 pon
ototnya, yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk membakar 8001.000 kalori perhari. Penyakit kronis menjadi sangat jelas terlihat, akibat
sistem organ yang mengalami kegagalan. Ketidakmampuan menjadi
faktor utama untuk menikmati tahun emas dan seringkali adanya
ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sederhana dalam
kehidupan sehari-harinya. Prevalensi penyakit kronis akan meningkat
secara dramatik sebagai akibat peningkatan usia (Fowler, 2007).

SUMBER : Jurnal Universitas Udayana

Terjadinya proses penuaan


Teori genetic clock
Menua tlh terprogram sec genetik utk spesies2 tertentu.
Tiap species mempunyai di dlm nucleinya suatu jam genetik yg tlh diputar menurut
suatu replikasi tertentu.
Jam ini akan menghitung mitosis & menghentikan replikasi sel bila tdk diputar, jadi
menurut konsep ini bila jam kita itu berhenti maka akan meninggal dunia.
Pengontrolan genetik umur, rupanya dikontrol dalam tingkat seluler.
Penelitian Hayflick menunjukkan bahwa ada hubungan antara kemampuan membelah
sel dlm kultur dgn umur spesies. Dari penelitian ini jelas bahwa nukleuslah yg
menentukan jml replikasi, kemudian menua & mati.
Mutasi somatiK (teori Error Catastrophe)
Faktor2 penyebab tjdnya proses menua adalah faktor lingkungan yg menyebabkan
tjdnya mutasi somatik, seperti radiasi & zat kimia yg dpt memperpendek umur.
Menurut teori ini, tjdnya mutasi yg progresif pd DNA sel somatik, akan menyebabkan
tjdnya penurunan kemampuan fungsional sel.
Menurut hipotesis tsb, menua disebabkan oleh kesalahan2 yg beruntun sepanjang
kehidupan stlh berlangsung dlm waktu yg cukup lama, tjd kesalahan dlm proses
transkripsi (DNA RNA), maupun dlm proses translasi (RNA protein/enzim).
Kesalahan tsb akan menyebabkan terbentuknya enzim yg salah & akan menyebabkan
tjdnya reaksi metabolisme yg salah pula, sehingga akan mengurangi fungsional sel.
Bila tjd kesalahan dlm proses translasi (pembuatan protein), maka akan tjd kesalahan yg
makin banyak, shg tjdlah katastrop.

Rusaknya sistem imun tubuh


Mutasi yg berulang atau perubahan protein pascatranslasi, dpt
menyebabkan berkurangnya kemampuan sist imun tubuh mengenali
dirinya sendiri (self recognition).
Jika mutasi somatik menyebabkan tjdnya kelainan pd antigen
permukaan sel, maka hal ini dpt menyebabkan sist imun tubuh
menganggap sel yg mengalami perubahan tsb sbg sel asing &
menghancurkannya.
Teori menua akibat metabolisme
Menurut McKay, pengurangan intake kalori akan emnghambat
pertumbuhan & memperpanjang umur.
Perpanjangan umur tsb berasosiasi dgn tertundanya proses degenerasi.
Kerusakan akibat radikal bebas
Wkt tjd proses respirasi, oksigen yg dilibatkan dlm mengubah bahan
bakar mjd ATP. Melalui enzim2 respirasi dlm mitokondria, maka radikal
bebas (RB) akan dihasilkan sbg zat antara.
RB bersifat merusak, krn sangat reaktif, shg dpt bereaksi dgn DNA,
protein, as.lemak tak jenuh, seperti membran sel.
Makin lanjut usia makin byk RB terbentuk shg proses pengrusakan
terus tjd.
R.Boedhi Darmojo, dkk.2006.Buku Ajar Geriatri, Ilmu Kesehatan Lanjut
Usia.Jakarta:FKUI)

Teori radikal bebas


Produk hasil metabolisme oksidatif yg sangat reaktif (RB) dpt
bereaksi dgn berbagai komponen selular, termasuk protein, DNA, &
lipid, & mjd molekul2 yg tdk berfungsi namun bertahan lama &
mengganggu fungsi sel lainnya.
RB adalah senyawa kimia berisi elektron tdk berpasangan. Krn
elektronnya tdk berpasangan, secara kimiawi RB akan mencari
pasangan elektron lain dgn bereaksi pd substansi lain terutama
protein & as.lemak tak jenuh. Melalui proses oksidasi, RB yg
dihasilkan selama fosforilasi oksidatif dpt menghasilkan modifikasi
makromolekul. Sbg contoh, krn membran sel mengandung
sejumlah lemak, ia dpt bereaksi dgn RB shg membran sel
mengalami perubahan.
Struktur di dlm sel seperti mitokondria & lisosom diselimuti oelh
membran yg mengandung lemak shg mudah diganggu oleh RB. RB
jg dpt bereaksi dgn DNA, menyebabkan mutasi kromosom &
merusak mesin genetik normal dr sel. RB dpt merusak fungsi sel
dgn merusak membran sel atau kromosom sel.
Tdpt akumulasi RB secara bertahap di dlm sel sejalan dgn waktu, &
bila kadarnya memebihi konsentrasi ambang, maka mereka
berkontribusi pd perubahan2 yg seringkali dikaitkan dgn penuaan.

Teori glikosilasi
Proses glikosilasi nonenzimatik yg menghasilkan pertautan glukosaprotein yg disebut sbg advanced glycation end products (AGEs) dpt
menyebabkan penumpukan protein & makromolekul lain yg
termodifikasi shg menyebabkan disfungsi pd manusia yg menua.
Protein glikasi menunjukkan perubahan fungsional, meliputi
menurunnya aktivitas enzim & menurunnya degradasi protein
abnormal. Ketika manusia menua, AGEs berakumulasi di berbagai
jaringan, termasuk kolagen, Hb, lensa mata. Krn muatan
kolagennya tinggi, maka jaringan ikat mjd kurang elastis & kaku.
Kondisi tsb jg dpt mempengaruhi elastisitas dinding pembuluh
darah. AGEs jg dpt berinteraksi dgn DNA & mengakibatkan
terganggunya kemampuan sel utk memperbaiki perubahan pd DNA.
Teori DNA repair
Menunjukkan bahwa adanay perbedaan pola laju repair kerusakan
DNA yg diinduksi sinar UV pd berbagai fibroblas yg dikultur.
Fibroblas pd species yg mempunyai umur maksimum terpanjang
menunjukkan laju DNA repair terbesar.
IPD FKUI, Jilid III, Edisi IV

Faktor yang mempengaruhi


penuaan
1) Faktor lingkungan
a. Pencemaran linkungan yang berwujud bahan-bahan polutan dan kimia sebagai
hasil pembakaran pabrik, otomotif, dan rumah tangga) akan mempercepat
penuaan.
b. Pencemaran lingkungan berwujud suara bising. Dari berbagai penelitian
ternyata suara bising akan mampu meningkatkan kadar hormon prolaktin dan
mampu menyebabkan apoptosis di berbagai jaringan tubuh.
c. Kondisi lingkungan hidup kumuh serta kurangnya penyediaan air bersih akan
meningkatkan pemakaian energi tubuh untuk meningkatkan kekebalan.
d. Pemakaian obat-obat/jamu yang tidak terkontrol pemakaiannnya sehingga
menyebabkan turunnya hormon tubuh secara langsung atau tidak langsung
melalui mekanisme umpan balik (hormonal feedback mechanism).
e. Sinar matahari secara langsung yang dapat mempercepat penuaan kulit dengan
hilangnya elastisitas dan rusaknya kolagen kulit.
2) Faktor diet/makanan.
Jumlah nutrisi yang cukup, jenis, dan kualitas makanan yang tidak menggunakan
pengawet, pewarna, perasa dari bahan kimia terlarang. Zat beracun dalam
makanan dapat menimbulkan kerusakan berbagai organ tubuh, antara lain organ
hati.

3) Faktor genetik
Genetik seseorang sangat ditentukan oleh genetik orang tuanya. Tetapi faktor
genetik ternyata dapat berubah karena infeksi virus, radiasi, dan zat racun
dalam
makanan/minuman/kulit yang diserap oleh tubuh.
4) Faktor psikik
Faktor stres ini ternyata mampu memacu proses apoptosis di berbagai
organ/jaringan tubuh.
5) Faktor organik
Secara umum, faktor organik adalah : rendahnya kebugaran/fitness, pola
makan kurang sehat, penurunan GH dan IGF-I, penurunan testosteron,
penurunan melatonin secara konstan setelah usia 30 tahun dan menyebabkan
gangguan circandian clock (ritme harian) selanjutnya kulit dan rambut akan
berkurang pigmentasinya dan terjadi pula gangguan tidur, peningkatan
prolaktin yang sejalan dengan perubahan emosi dan stress, perubahan Follicle
Stimulating
Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH).

Mengapa mudah terjatuh terutama saat


duduk lalu berdiri ( gangguan
keseimbangan dimana selain di otak )
bagaimana prosesnya

penurunan range of motion(ROM) sendi.


penurunan kekuatan otot, terutama menyebabkan kelemahan ekstremitas
bawah.
perpanjangan waktu reaksi.
kerusakan persepsi dalam.
peningkatan postural sway (goyangan badan).

Semua perubahan tersebut mengakibatkan kelemahan gerak, langkah yang


pendek, penurunan irama, dan pelebaran bantuan basal. Kaki tidak dapat
menapak dengan kuat dan lebih cenderung gampang goyah. Perlambatan
reaksi mengakibatkan seorang lansia susah/terlambat mengantisipasi bila
terjadi gangguan seperti terpeleset, tersandung, kejadian tiba2 sehingga
memudahkan jatuh.
Secara singkat faktor resiko jatuh pada lansia dibagi dalam dua golongan
besar, yaitu :
Faktor - faktor intrinsik (faktor dari dalam)
Faktor - faktor ekstrinsik (Faktor dari luar)

Mengapa kulit terlihat


kendor

Penurunan jumlah fibroblast yg mnyebabkan penurunan jumlah serat elastin


lebih sklerotik dan menebal sehingga jarinagn kolagen menjadi kendor dan
serabut elastin kehilangan daya keyalnya, kulit menjadi tidak dapat tegang dan
kurang lentur
Tulang dan otot menjadi atrofi, jaringan lemak subkutan berkurang, lapisan kulit
tipis serta kehilangan daya kenyalnya sehingga terbentuk kerutan2 dan garis2
kulit
Kontraksi otot2 mimik yg tidak dikuti oleh kontraksi kulit yg sesaui sehingga
mengakibatkan alur2 keriput didaerah wajah.

Gangguan pigmentasi pada kulit


Hal ini disebabkan perubahan2 pola distribusi pigmen melanin dan proliferasi
melanosit, serta fungsi melanosit menurun sehingga penumpukan melanin
tidak teratur dalam sel2 basal epidermis.
Disamping itu, epidermal turn over menurun sehingga lapisan sel2 kulit mpy
banyak waktu untuk menyerap melanin yg akan mengakibatkan terjadinya
bercak2 pigmentasi pada kulit.
Sumber:Buku Ajar Boedhi Darmojo Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut),Edisi
4,FKUI.

Mengapa terjadi penglihatan kabur


dan gangguan pendengaran +
sebutkan fungsi otot akomodasi
mata

Dengan bertambahnya usia , bentuk otot siliaris akan berubah


. semakin tua serat otot dan dengan demikian meningkatkan
jaringan otot mengikat menjadi lebih tebal , terutama interior .
setelah itu terjadi degenerasi otot yang mengalami atrofi
menyebabkan penyusutan dan diperkirakan untuk
mempertahankan bentuk, dengan usia lebih maju daripada
siliaris atrofi otot juga terjadi menjalani hialinisasi .
Dengan bertambahnya usia penurunan amplitudo akomodasi
presbiopi . penurunan amplitudo akomodasi dikaitkan
dengan perubahan dalam serat lensa menjadi kurang padat
dan kapsul elastis , sehingga lensa kurang mampu
menyesuaikan bentuknya .
Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan astigmat :
kontrak kornea karena perubahan hidrasi kornea , proses
penuaan kornea
( Buku teks Geriatric R.Boedhi Darmoyo , obat H.Hadi Martono )

With aging, ear structures deteriorate. The eardrum often thickens


and the inner ear bones and other structures are affected.

Your ears have two jobs. One is hearing and the other is maintaining balance. Hearing
occurs after vibrations cross the eardrum to the inner ear. They are changed into nerve
impulses and carried to the brain by the auditory nerve.
Balance (equilibrium) is controlled in a portion of the inner ear. Fluid and small hairs in
the semicircular canal (labyrinth) stimulate the nerve that helps the brain maintain
balance.
As you age, your ear structures deteriorate. The eardrum often thickens and the bones
of the middle ear and other structures are affected. It often becomes increasingly
difficult to maintain balance.
Hearing may decline slightly, especially that of high-frequency sounds, particularly in
people who have been exposed to a lot of noise when younger. This age-related
hearing loss is calledpresbycusis. Somehearing lossis almost inevitable. It is
estimated that 30% of all people over 65 have significant hearing impairment.
The sharpness (acuity) of hearing may decline slightly beginning about age 50,
possibly caused by changes in the auditory nerve. In addition, the brain may have a
slightly decreased ability to process or translate sounds into meaningful information.
Impactedear waxis another cause of trouble hearing and is more common with
increasing age. Impacted ear wax may be removed in your doctor's office.
Sensorineural hearing loss involves damage to the inner ear, auditory nerve, or the
brain. This type of hearing loss may or may not respond to treatment, but function can
be helped by hearing aids.
Conductive hearing loss occurs when sound has problems getting through the outer
and middle ear to the inner ear. Surgery or a hearing aid may be helpful for this type of
hearing loss, depending on the specific cause.
Persistent, abnormal ear noise (tinnitus) is another fairly common hearing problem,
especially for older adults. It is usually a result of mild hearing loss.

Perubahan fisik dan psikologis


pada penuaan ( QS. Al-Ahkaf : 15 )

Perubahan-perubahan Fisik
1. Sel.
Lebih sedikit jumlahnya.
Lebih besar ukurannya.
Berkurangnya jumlah cairan tubuh dan berkurangnya cairan intraseluler.
Menurunnya proporsi protein di otak, otot, ginjal, darah, dan hati.
Jumlah sel otak menurun.
Terganggunya mekanisme perbaikan sel.
Otak menjadi atrofis beratnya berkurang 5-10%.
2. Sistem Persarafan.
Berat otak menurun 10-20%. (Setiap orang berkurang sel saraf otaknya dalam setiap harinya).
Cepatnya menurun hubungan persarafan.
Lambat dalam respon dan waktu untuk bereaksi, khususnya dengan stres.
Mengecilnya saraf panca indra.Berkurangnya penglihatan, hilangnya pendengaran, mengecilnya saraf penciumdan
perasa, lebih sensitif terhadap perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin.
Kurang sensitif terhadap sentuhan.
3. Sistem Pendengaran.
Presbiakusis ( gangguan dalam pendengaran ). Hilangnya kemampuan pendengaran pada telinga dalam, terutama
terhadap bunyi suara atau nada-nada yang tinggi, suara yang tidak jelas, sulit mengerti kata-kata, 50% terjadi pada usia
diatas umur 65 tahun.
Otosklerosis akibat atrofi membran tympani .
Terjadinya pengumpulan serumen dapat mengeras karena meningkatnya keratin.
Pendengaran bertambah menurun pada lanjut usia yang mengalami ketegangan jiwa/stres.
4. Sistem Penglihatan.
Timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar.
Kornea lebih berbentuk sferis (bola).
Kekeruhan pada lensa menyebabkan katarak.
Meningkatnya ambang, pengamatan sinar, daya adaptasi terhadap kegelapan lebih lambat dan susah melihat dalam
cahaya gelap.
Hilangnya daya akomodasi.
Menurunnya lapangan pandang, berkurang luas pandangannya.
Menurunnya daya membedakan warna biru atau hijau.

5. Sistem Kardiovaskuler.
Elastisitas dinding aorta menurun.
Katup jantung menebal dan menjadi kaku.
Kemampuan jantung memompa darah menurun, hal ini menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.
Kehilangan elastisitas pembuluh darah, kurangnya efektivitas pembuluh darah perifer untuk oksigenisasi,.
Perubahan posisi dari tidur ke duduk atau dari duduk ke berdiri bisa menyebabkan tekanan darah menurun,
mengakibatkan pusing mendadak.
Tekanan darah meninggi akibat meningkatnya resistensi pembuluh darah
perifer.
6. Sistem Pengaturan Temperatur Tubuh.
Temperatur tubuh menurun ( hipotermia ) secara fisiologis akibat metabolisme yang menurun.
Keterbatasan refleks menggigil dan tidak dapat memproduksi panas akibatnya aktivitas otot menurun.
7. Sistem Respirasi
Otot-otot pernafasan kehilangan kekuatan dan menjadi kaku.
Menurunnya aktivitas dari silia.
Paru-paru kehilangan elastisitas, menarik nafas lebih berat, kapasitas pernafasan maksimum menurun, dan
kedalaman bernafas menurun.
Alveoli ukuranya melebar dari biasa dan jumlahnya berkurang.
Kemampuan untuk batuk berkurang.
Kemampuan kekuatan otot pernafasan akan menurun seiring dengan pertambahan usia.
8. Sistem Gastrointestinal.
Kehilangan gigi akibat Periodontal disease, kesehatan gigi yang buruk dan gizi yang buruk.
Indera pengecap menurun, hilangnya sensitivitas saraf pengecap di lidah terhadap rasa manis, asin, asam,
dan pahit.
Eosephagus melebar.
Rasa lapar menurun, asam lambung menurun.
Peristaltik lemah dan biasanya timbul konstipasi.
Daya absorbsi melemah.

Mengapa penderita tidak


menstruasi sejak 5 tahun
lalu

Mengapa waita tersebut mengalami


penurunan berat badan dan bentuk
tubuhnya kecil
Regulation of food intake changes with increasing age, leading to what has been called a
physiological anorexia of aging.
The amount of circulating cholecystokinin, a satiating hormone, increases in the circulation.
Other substances are also thought to cause satiety.
The interplay between the brain and the gut is gaining increasing attention as a mechanism
of anorexia and subsequent weight loss. A highly complex process involving taste
sensation, neural and humoral signals from the gastrointestinal tract, and
neurotransmitters and peptides in the hypothalamus or other brain regions regulates food
intake and, consequently, energy homeostasis.
Psychosocial and spiritual distress can also influence the sensation of hunger, appetite, or
satiety.
Loss of lean body mass is common in older people.
Advancing age is also associated with a decrease in the basal metabolic rate as well as with
changes in the senses of taste and smell.
Overly restricted diets, such as those that are low in fat and salt, may cause decreased
intake; therefore, a special or restricted diet (low in cholesterol, salt, or concentrated
sweets) often reduces food intake without significantly improving the clinical status.
The role of inflammatory cytokines, including tumor necrosis factor (TNF, formerly
cachectin), interleukin-1 (IL-1), and interleukin-6, has also been postulated.

Physiological changes in the regulation of food intake take place, even in the
presence of the increased body fat and the increased rates of obesity that
occur with age, some of which can be explained by alteredpatterns of
physical activity.
Generally speaking, individuals aged 65 years and older experience a mild
loss of weight, a near doubling of adiposity, and a significant non-fat mass
loss of 5% to 15%.
Sarcopenia, the loss of skeletal muscle massand thus leading to a loss of
proteinmay play an important role in IWL. Muscle loss can be the result of
negative nitrogen balance that occurs with normal aging and with
inadequate protein intake, which is commonly observed among the elderly.
Agerelated changes in anabolic hormones may contribute to nonfat mass
loss. Low testosterone levels in men correlate with the loss of lean body
mass, and loss of estrogen during menopause is associated with non-fat
mass loss in women.
Growth hormone appears to play an important role in body composition;
growth hormone levels may decrease by 14% per decade.
I t has been found that replacement of growth hormone in older people
results in increased lean body massand reduced fat mass

Mengapa wanita tersebut mengalami


pusing dan tidak seimbang
The semicircular canals, found within the vestibular apparatus, let us know when we are in a
rotary (circular) motion. The semicircular canals are fluid-filled. Motion of the fluid tells
us if we are moving. The vestibule is the region of the inner ear where the
semicircular canals converge, close to thecochlea(the hearing organ). The vestibular
system works with the visual system to keep objects in focus when the head is
moving. This is called the vestibulo-ocular reflex (VOR).
Movement of fluid in the semicircular canals signals the brain about the direction and speed of
rotation of the head - for example, whether we are nodding our head up and down or looking
from right to left. Each semicircular canal has a bulbed end, or enlarged portion, that contains
hair cells. Rotation of the head causes a flow of fluid, which in turn causes displacement of the
top portion of the hair cells that are embedded in the jelly-like cupula. Two other organs that
are part of the vestibular system are the utricle and saccule. These are called the
otolithic organs and are responsible for detecting linear acceleration, or movement in
a straight line. The hair cells of the otolithic organs are blanketed with a jelly-like layer
studded with tiny calcium stones called otoconia. When the head is tilted or the body position is
changed with respect to gravity, the displacement of the stones causes the hair cells to bend.
The balance system works with the visual and skeletal systems (the muscles and joints and their
sensors) to maintain orientation or balance. For example, visual signals are sent to the
brain about the body's position in relation to its surroundings. These signals are
processed by the brain, and compared to information from the vestibular, visual and
the skeletal systems.

When balance is impaired, an individual has difficulty maintaining upright


orientation. For example, an individual may not be able to walk without staggering, or
may not even be able to stand. They may have falls or near-falls. When symptoms
exist, they may include:
A sensation of dizziness or vertigo.
Lightheadedness or feeling woozy.
Problems reading and difficulty seeing.
Disorientation.
Some individuals may also experiencenauseaand vomiting,diarrhea, faintness,
changes in heart rate andblood pressure, fear, anxiety, or panic. Some reactions to
the symptoms are fatigue, depression, and decreased concentration. The symptoms
may appear and disappear over short time periods or may last for a longer period.
Cognitivedysfunction (disorientation) may occur with vestibular disorders. Cognitive
deficits are not just spatial in nature, but also include non-spatial functions such as
object recognition memory. Vestibular dysfunction has been shown to adversely affect
processes of attention and increased demands of attention can worsen the postural
sway associated with vestibular disorders. RecentMRIstudies also show that humans
with bilateral vestibular damage undergoatrophyof thehippocampuswhich
correlates with their degree of impairment on spatial memory tasks.

Bagaimana cara
memperlambat penuaan

Selalu aktif. Dalam hal ini usahakan untuk tidak sering duduk terlalu lama baik itu di depan komputer atau
menonton acara televisi yang anda sukai. Anda dapat memulainya dengan mengurangi waktu untuk
berlama-lama di depan komputer atau televisi dengan melakukan aktivitas lainnya yang membuat anda
tetap bergerak dan aktif.
Sinar matahari pagi sangat baik untuk kesehatan tubuh anda. Ini dikarenakan, dengan terpapar sinar
matahari pagi, maka tubuh akan terpacu untuk memproduksi vitamin D. Vitamin D pada tubuh memiliki
fungsi untuk menangkal penyakit jantung, aneka jenis kanker dan juga mencegah pengeroposan tulang dini.
Menambah atau memperbanyak untuk mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran sangat baik untuk
menutrisi tubuh anda. Berbagai buah-buahan seperti jeruk, semangka, pepaya, apel dan lain-lain serta
aneka sayuran seperti bayam, sawi dan lain-lain merupakan buah-buahan dan sayur-sayuran yang
dimaksud.
Rutin berolahraga merupakan salah satu faktor yang dapat membuat badan anda lebih sehat dan fit
sepanjang hari. Anda dapat memulainya, dengan menyisihkan waktu pagi untuk berolahraga pagi seperti
berjalan, berlari maupun bersepeda santai.
Stop merokok. Ini merupakan salah gaya hidup sehat yang sulit di lakukan bagi mereka yang menjadikan
kebiasaan merokok sebagai kebutuhan. Tapi tahukah anda, kandungan rokok sangat tidak bersahabat untuk
kesehatan tubuh anda.
Mulai hari anda dengan tertawa atau tersenyum. Karena aktivitas tersenyum maupun tertawa berdampak
sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta kesehatan tubuh itu sendiri. Anda dapat
memulainya dengan sering bercanda dengan teman atau menonton berbagai acara komedi di televisi.
Usahakan untuk membatasi, mengurangi atau bahkan menghilangkan untuk mengkonsumsi aneka makanan
siap saji. Dengan mulai memasak makanan sendiri, anda akan lebih mengetahui, apakah makanan yang
anda masak baik untuk kesehatan tubuh anda atau malah berdampak buruk bagi kesehatan tubuh anda.

Menu makanan mengandung zat gizi seimbang & bervariasi


Hindari paparan toxic prooksidan ( radikal bebas )
Suplemen antioksidan :
Vit. B12 : sistim syaraf & otak
Asam folat : merangsang metabolisme homosistein agar tdk mjd plak di arteri
Betakaroten : sel kekebalan ( sel T, limfosit ), mencegah oksidasi LDL
kolesterol, mencegah penyakit jantung & stroke
Vit. E : mencegah oksidasi LDL kolesterol, menurunkan aterosklerosis
Vit. C : menghambat sel kanker, meningkatkan HDL kolesterol, menurunkan
tekanan darah, memperkuat pembuluh darah, meremajakan sel darah
putih, membentuk antioksidan endogen glutation
Ca : mencegah oksidasi LDL kolesterol & menurunkan tekanan darah
Mg : sistesis ATP, stabilisisasi DNA, RNA, menurunkan tekanan darah,
mencegah resistensi insulin, mencegah cardiac arrest
Se : Zat kemopreventif, pembetuk antioksidan endogen enzim peroksidase
glutation
Cr : meningkatkan kerja insulin, mencegah DM
Zn : mengaktifkan kelenjar thimus untuk produksi antibodi, pembetuk
antioksidan endogen enzim superoksida dismutase ( SOD )
Mn : pembetuk antioksidan endogen enzim superoksida dismutase ( SOD )
Cu : pembetuk antioksidan endogen enzim superoksida dismutase ( SOD )
Koenzim Q- 10 : mencegah oksidasi LDL kolesterol

You can't change genetics, but you can make healthy lifestyle choices to delay aging or reduce the
opportunity for ill health. Avoid tobacco products and alcohol abuse. Choose to eat healthy and
nutritious foods and stay fit.
Drink lots of water to maintain healthy skin. Use moisturizers and sunscreen. Visit the foot doctor
(podiatrist) regularly to assure good foot care. After all, you use your feet all day to get around in
this world.
Keep your heart active by doing aerobic exercises. Aerobic exercises keep the heart working, which
keeps the blood pumping, which brings oxygen to the lungs, which makes breathing easier, which
makes a person feel more energetic. It reduces the risk of stroke, heart disease and CHF. As Martha
Stewart says, "Its a good thing." See your doctor before starting any aerobic activities.
Stay physically active throughout the age span. Work to maintain strength in muscles and lungs to
promote deep breathing and getting oxygen to the blood. The result will be an increase in energy
and vigor, feeling better about life, and a greater ability to do preferred activities. Avoid smoking,
being near smokers and polluted environments. Take slow deep breathes regularly. Wake up and
smell the roses.
Regular physical exercise throughout the lifespan helps reduce the negative effects of age related
changes. So, the best tip is to stay physically active. Work on maintaining muscle strength and joint
and muscle flexibility. Tai Chi is an excellent resource. To prevent constipation, drink lots of water.
Water really does help. Remember to try to drink at least 5-6 eight ounce glasses of water a day.
To keep healthy bones, it is important to stay active. Weight bearing activities that make the
muscles and joints move around can help to maintain healthy bones. Take a look at calcium
supplements. All boomers and people 65 or older should see a doctor for medical advice before
starting an exercise program.
Eat lots of greens and orange foods such as spinach, asparagus, and carrots. Pay attention to
declining driving skills, because unsafe driving is a skill that can kill.
More of the same, stay active, eat small amounts of food throughout the day to maintain an
energetic metabolic system, and drink lots of water.
http://ist-socrates.berkeley.edu/~aging/ModuleProcess.html#anchor157481
Dr. Vanessa M. Dazio, OTD, OTR SAFE Aging, Inc. 2006 9330 Regency Park Blvd. Suite C, Port Richey, FL
34668 727-848-

Penyakir apa saja yang


disebabkan penuaan