Anda di halaman 1dari 3

INSULIN

Insulin adalah hormon yang dihasilkan dari sel pankreas dalam merespon glukosa. Insulin
merupakan polipeptida yang terdiri dari 51 asam amino tersusun dalam 2 rantai, rantai A terdiri dari
21 asam amino dan rantai B terdiri dari 30 asam amino. Insulin mempunyai peran yang sangat
penting dan luas dalam pengendalian metabolisme, efek kerja insulin adalah membantu transport
glukosa dari darah ke dalam sel.
Pada diabetes mellitus tipe I, diperlukan pemberian insulin eksogen untuk memperbaiki
katabolisme, mencegah ketosis dan menurunkan peningkatan kadar glukosa darah. Selain DM tipe I,
insulin kadang digunakan oleh pasien DM tipe II dan ibu hamil yang disertai Diabetes Mellitus,
namun untuk waktu yang singkat.
Penggunaan insulin dapat juga untuk indikasi sebagai berikut :
a) Kencing manis dengan komplikasi akut seperti gangren, ketoasidosis, dan koma.
b) Kencing manis pada kehamilan yang tak terkontrol dengan dietary control.
c) Penurunan badan yang drastis
d) Penyakit DM yang tidak berhasil dengan obat hipoglikemik dosis maksimal.
e) Penyakit dengan gangguan fungsi hati dan ginjal berat.

Terdapat empat jenis utama insulin injeksi: (1) bekerja cepat (rapid-acting), dengan awitan kerja
yang sangat cepat dan lama kerja yang pendek; (2) bekerja singkat (short-acting), dengan awitan
kerja yang cepat; (3) masa kerja sedang (intermediate-acting); dan (4) masa kerja lama (longacting), dengan awitan kerja yang lambat.
Farmakokinetik Berbagai Insulin dan nama Sediaan :

Jenis Insulin

Kerja singkat

Mulai

Puncak

kerja jam

efek (jam)

Lama
kerja

Nama Sediaan

Kekuatan

(jam)

0.5

1-3

Actrapis HM

40 UI/ml

0.5

2-4

6-8

Actrapis HM

100 UI/ml

Penfil
Kerja sedang
(NPH=isophan)
Kerja sedang

1-2

6-12

18-24

0.5

4-12

24

Insulatard HM

40 UI/ml

2.5

7-15

24

Insulatard HM

100 UI/ml

Penfil

40 UI/ml

Monotard HM

100 UI/ml

mulai kerja
singkat

Kerja lama

4-6

14-20

24-36

Protamind zinc
Sulfat

Sediaan

0.5

1.5-8

14-16

Humulin 20/80

40 UI/ml

0.5

1-8

14-15

Humulin 30/70

100 UI/ml

0.5

1-8

14-15

Humulin40/60

40 UI/ml

Mixtard 30/70

100 UI/ml

campuran

Penfil

a. Insulin yang bekerja cepat (rapid-acting)


Pada Insulin rapid acting terdapat 3 analog (insulin lispro, aspart, dan glulisin)
dan 1 inhalasi (human insulin recombinant inhaled). Insulin yang bekerja-cepat
memungkinkan penggantian insulin pada waktu makan secara fisiologis karena awitan
kerjanya yang cepat dan puncak kerjanya yang segera tercapai lebih menyerupai sekresi
insulin endogen normal ketimbang insulin regular, dan memiliki keuntungan lain karena
insulin dapat diberikan segera sebelum makan tanpa mengganggu control glukosa. Lama

kerja insulin ini jarang melebihi 3-5 jam (kecuali insulin inhalasi yang dapat mencapai 67 jam), yang mengurangi risiko terjadinya hipoglikemia.
Insulin lispro, analog insulin monomer yang diproduksi melalui teknologi
rekombinan dengan membalikkan posisi dua asam amino di dekat terminal
karboksil rantai B. keuntungan analog ini yaitu kecenderungannya yang rendah
dalam penggabungan diri secara anti parallel melalui pembentukan dimer dan. Bila
disuntikkan secara subkutan cepat diserap dengan masa awitan kerja 5-15 menit dan
aktivitas puncak dalam waktu 1 jam.
Insulin aspart, dibuat melalui substitusi prolin B28 dengan asam aspartat yang
bermuatan negative. Profil aktivitas dan absorbsinya serupa dengan insulin lispro.
Insulin glulisin, dibuat melalui substitusi asparagin oleh lisin pada B3 dan
substitusi lisin asam glutamate B29.
Insulin manusia inhalan, suatu bentuk bubuk insulin manusa rDNA yang
diberikan melalui alat inhalasi, untuk mengoreksi kadar gula darah dan penggunaan
sebelum makan (prepandial) pada orang dewasa dengan diabetes tipe 1 dan 2, tidak
boleh digunakan pada anak-anak, remaja, dewasa dengan asma, bronchitis
emfisema, perokok atau mereka yang baru berhenti merokok Selma 6 bulan.
b. Insulin yang bekerja singkat (short-acting)
Insulin seng kristalin larut dan bekerja singkat. Efek tampak dalam waktu 30 menit dan
mencapai pencak antara 2 dan 3 jam setelah diinjeksiakan dan berlangsung 5-8 jam.
Secara spesifik, bila insulin regular dinerikan pada waktu makan kadar glukosa darah
akan meningkat kebuh cepat disbanding peningkatan kadar insulin sehingga
menyebabkan hiperglikemia postprandial. Insulin ini baik disuntukkan 30-45 menit atau
lebih lama sebelum makan.
c. Insulin dengan masa kerja sedang dan lama
Insulin NPH (neutral protamine hagedorn), yaitu insulin dengan masa kerja
sedang serta absorbs dan mula kerja yang lambat yang dibuat dengan
menggabungkan insulin dan protamin dengan jumlah yang sesuai. Insulin NPH
mempunyai onset kira-kira 2-5 jam dan lama kerja 4-12 jam, insulin ini biasanya
dicampur dengan insulin regular, lispro, aspart atau glulisin dan diberikan 2-4 kali
sehari untuk mengganti insulin pada pasien DM tipe 1.
Insulin glargin, yaitu analog insulin larut dengan masa kerja yang sanagat lama
dan tidak berpuncak. Insulin ini memiliki onset perlahan 1-1,5 jam dan efek
maksimum setelah 4-6 jam.
Insulin detemir, analog insulin dengan msaa kerja lama dengan masa onset kerja 12 jam dan lama kerja sekitar 24 jam. Insulin diberikan dua kali sehari agar tercapai
kadar insulin pada keadaan basal secara berkesinambungan.
d. Insulin campuran
Insulin lispro, aspart dan glulisin dicampur secara akut (sesaat sebelum disuntikkan)
dengan insulin NPH dan NPA (neutral protamine aspart).