Anda di halaman 1dari 31

PEMULIAAN

TANAMAN
MODUL

:PEMULIAAN TANAMAN
MEMBIAK VEGETATIF

PENDAHULUAN

Reproduksi tanaman aseksual meliputi semua cara

perbanyakan tanaman yang mana pembentukan gamet


secara normal dan penyerbukan tidak memegang
peranan.
Bahan tanam yang diperbanyak secara aseksual
mengandung komposisi genetik yang sama dengan
tanaman induknya.
Klon yang berasal dari tanaman induk dapat dipastikan
memiliki komposisi genetik identik dengan tanaman
induknya.
Sasaran akhir yang dituju dalam studi pemuliaan
membiak vegetatif adalah pemahaman tentang prosedur
pemuliaan pada tanaman yang membiak secara vegetatif
yaitu pengembangan varietas secara klon (clonal variety).
Materi ini akan disampaikan dalam satu kali tatap muka
pada minggu empat belas.

TUJUAN
Penguasaan materi dalam modul ini

dirancang sebagai landasan dasar


pemuliaan membiak vegetatif, akan dapat
menjelaskan tentang alasan perbanyakan
vegetatif dan karakteristik klon dan
menjelaskan prosedur pemuliaan pada
beberapa tanaman membiak vegetatif

DEFINISI
Tanaman membiak vegetatif adalah tanaman

yang menggunakan organ vegetatif untuk


perbanyakan tanaman. Beberapa tanaman
membiak vegetatif juga mampu membiak
secara generatif, keadaan ini akan sangat
menguntungkan dalam prosedur
pemuliaannya
Seleksi clonal merupakan prosedur pemuliaan
yang umum digunakan pada pemuliaan
tanaman membiak vegetatif.

ALASAN DILAKUKAN PERBANYAKAN


VEGETATIF
Beberapa permasalahan dalam pembentukan biji yang
menyebabkan suatu tanaman diperbanyak secara vegetatif :
1. Adanya sterilitas pada organ kelamin, umumnya polen atau
gamet jantan sehingga tidak terbentuk biji atau biji
terbentuk sedikit
2. Tingkat ploidi yang tinggi menyebabkan penyimpangan
pada proses meiosis, sehingga tanaman menjadi steril
3. Viabilitas benih yang rendah sehingga dapat mengganggu
penyediaan benih pada generasi berikutnya
4. Lamanya waktu yang dibutuhkan dalam satu siklus seleksi
seperti pada tanaman tahunan
5. Kebutuhan iklim tertentu untuk menghasilkan benih seperti
pada tanaman dua musim (biennual)

KARAKTERISTIK KLON
Klon adalah sekelompok tanaman hasil perbanyakan

vegetatif dari keturunan satu tanaman tunggal. Karakteristik


klon :
1. Klon memiliki susunan genetik yang identik. Klon berasal
dari perbanyakan vegetatif yang tumbuh dan berkembang
melalui pembelahan mitosis. Pada proses pembelahan
mitosis, sel-sel anak yang dihasilkan adalah identik. Oleh
karena itu umumnya pada klon tidak dijumpai variasi.
Perbedaan yang muncul diantara klon dapat disebabkan
karena variasi lingkungan dan tidak diwariskan pada
keturunannya atau generasi berikutnya. Keragaman mungkin
diperoleh karena adanya mutasi, keadaan ini sering dijumpai
pada tanaman hias tetapi sangat jarang pada tanaman
tahunan.

2. Susunan genetik klon umumnya mengikuti


genetik induknya. Kebanyakan susunan
genetik klon adalah heterosigot mengikuti
induknya yang heterosigot, khususnya pada
tanaman yang membiak secara vegetatif dan
generatif.
3. Klon memiliki karakteristik yang stabil, dari
generasi ke generasi perbanyakan vegetatif
tidak mengakibatkan perubahan dalam
susunan genetik. Ketahanan terhadap
penyakit, heterosis, atau karakter lain yang
diinginkan tetap terpelihara pada generasi
berikutnya.

PROSEDUR PEMULIAAN
Posedur pemuliaan pada tanaman membiak vegetatif dimulai
dengan
1. Pembentukan materi seleksi dilakukan melalui persilangan
(terkontrol atau terbuka). Pada jenis yang sulit berbunga
diperlakukan dengan rangsangan (fernalisasi,fotoperiodisitas,
stress air, penyambungan, pemupukan, pengajiran, ZPT dsb).
Persilangan dilakukan pada saat yang tepat (tergantung dari
spesies)
2. Biji hasil persilangan akan mengalami segregasi pada F1 jika
tetuanya heterosigot. Biji hasil persilangan disemaikan.
Tanaman dari masing-masing set persilangan ditanam dalam
satu populasi.
3. Seleksi dilakukan secara individu, selanjutnya individu terpilih
diperbanyak secara klonal.
4. Klon-klon terpilih ditanam kembali untuk seleksi lebih lanjut.
Dilakukan uji pendahuluan dan uji lanjut. Klon-klon yang terpilih
dapat dilepas sebagai varietas baru.

PEMULIAAN UBIKAYU
Tujuan pemuliaan ubikayu
Berpotensi hasil dan indek panen tinggi
Dapat dipanen awal
Toleran terhadap hama penyakit penting
Kandungan pati tinggi
Bentuk perakaran baik
Bercabang lambat
Mempunyai adaptasi luas

Prosedur Seleksi Ubi Kayu (CIAT)


Tahun pertama: Penanaman biji F1( single

plant)
Tahun kedua: Generasi pertama klon
terseleksi (single row)
Tahun ketiga: Pengamatan sifat (single plot)
Tahun keempat: Uji pendahuluan
Tahun kelima: Uji daya hasil tahun pertama
Tahun keenam: Uji daya hasil tahun kedua
Pada setiap generasi seleksi diadakan
evaluasi, makin lanjut generasinya makin
bertambah karakter yang dievaluasi

PEMULIAAN UBIJALAR
Tujuan pemuliaan ubijalar
Peningkatan potensi hasil (rata-rata per
hektar masih rendah)
Peningkatan ketahanan terhadap hama
boleng (Cylas formicarius)
Peningkatan ketahanan terhadap penyakit
kudis (scab)
Peningkatan kualitas hasil (kadar pati,
protein, beta karoten, antosianin, dsb).

Pelaksanaan
Pemilihan tetua dengan kriteria sifat unggul

yang diinginkan (potensi hasil tinggi,


kandungan protein, antosianin, tahan
serangan penyakit atau hama)
Persilangan (terkontrol atau terbuka)
Persemaian biji hasil persilangan, dipisahkan
berdasarkan set persilangannya.
Seleksi individu tanaman hasil persilangan
berdasarkan kriteria yang dikehendaki
Perbanyak individu terpilih secara klonal

Uji baris tunggal klon-klon terpilih


Pilih klon-klon dari baris tunggal yang

unggul dan seragam (keragaman rendah)


Perbanyak secara klonal untuk bahan
seleksi lebih lanjut
Uji secara petak tunggal klon terpilih dari
uji baris tunggal
Pilih klon-klon dari petak tunggal yang
unggul dan seragam (keragaman rendah)
Perbanyak secara klonal untuk bahan
seleksi lebih lanjut

Uji pendahuluan dalam satu lokasi secara


berulangan
Pilih klon-klon dari uji pendahuluan yang
unggul dan seragam (keragaman rendah)
Perbanyak secara klonal untuk bahan uji
lebih lanjut
Uji multilokasi untuk memilih klon harapan

Prosedur seleksi ubijalar


Tahun pertama : seleksi berdasarkan

tanaman
Tahun kedua

tunggal (intensitas 5 10%)


: seleksi berdasarkan petak

tunggal
Tahun ketiga

(intensitas 2 4 %).
: Pengujian berdasarkan

petak
berulangan di satu lokasi.
Tahun keempat sampai keenam : pengujian
di multi
lokasi
Individu-individu terpilih dalam seleksi harus

CONTOH KEGIATAN PEMULIAAN


UBIJALAR UNTUK MENGHASILKAN KLON
YANG BERPOTENSI HASIL DAN
KANDUNGAN ANTOSIANIN TINGGI
Antosianin adalah senyawa flavonoid dan berfungsi

sebagai antioksidan.
Peran antioksidan bagi kesehatan adalah
mencegah penyakit hati, kanker, stroke, esensial
bagi fungsi otak dan mengurangi pengaruh
penuaan otak
Klon yang telah dilepas kadar antosininnya rendah

Klon
JEPANG-1

Klon
73-6/2

PERSILANGAN ANTARA KLON JEPANG-1 (KANDUNGAN ANTOSIANIN


TINGGI) DENGAN KLON 73-6/2 (POTENSI HASIL TINGGI)

JEPANG-1
X 73-6/2

PERSEMAIAN HASIL PERSILANGAN

TANAMAN INDIVIDU HASIL PERSILANGAN UNTUK SELEKSI AWAL

RAGAM UBI HASIL SELEKSI INDIVIDU

UJI DAYA HASIL DALAM SATU LOKASI SECARA BERULANGAN

BATU

UJI DAYA HASIL


LANJUTAN DALAM
BEBERAPA
LOKASI

KARANGANYAR

BLITAR

Pemuliaan tanaman tebu


Orientasi pemuliaan tanaman tebu
(Lamadji, 1986)
Peningkatan daya hasil gula dan kepastian hasil
panen per satuan luas
Peningkatan terhadap ketahanan hama dan
penyakit
Toleransi terhadap lingkungan rawan
Varietas-varietas yang tidak memerlukan saat
panenan yang pasti
Varietas dengan sifat khusus untuk daerahdaerah tertentu

Permasalahan :
Kecilnya penangkaran bibit dari satu
generasi ke generasi lainya
Sifat-sifat penting yang bernilai komersial
dikontrol oleh sejumlah/banyak gen yang
mempunyai pengaruh minor
Besarnya interaksi antara gentotipe x
lingkungan
Besarnya pengaruh kompetisi antar varietas
yang berdekatan

Prinsip pemuliaan tebu :


Penggunaan jumlah semai yang besar dengan

keragaman genetik yang luas


Pengujian varietas di berbagai tempat yang
berbeda keadaan ekologisnya
Pemanfaatan data keprasan untuk seleksi
varietas

BAGAN PEMULIAAN TEBU


TETUA A X TETUA B

PERSEMAIAN

SELEKSI INDIVIDU

SELEKSI KLON TAHAP 1

UMUR 6 BULAN

SELEKSI KLON TAHAP 2

UMUR 9 BULAN

SELEKSI KLON TAHAP 3

UJI PENDAHULUAN HASIL

SELEKSI PARENT CLON (PC)

SELEKSI RATOON 1 (R1)

SELEKSI RATOON 2 (R2)

Pemuliaan tanaman kentang


Masalah :
Sulit mendapatkan ubi bulat dan mata dangkal,
karena dikendalikan oleh gen-gen resesif
Dalam persilangan kentang komersial komersial
dibutuhkan paling sedikit 10.000 100.000
semaian, sedangkan persilangan kentang
komersial x kentang lain dibutuhkan paling
sedikit 100.000 semaian untuk mendapatkan
varietas baru ayng unggul.
Dalam melakukan seleksi untuk produksi dsn
kuslitsd tidak dapat dilakukan saat ubinya masih
kecil

REFERENSI
Allard, R,W. 1999. Principle of Plant Breeding : Second

Edition.John Wiley and Sons. Inc. USA


Brown, J and Peter, C. 2008. An Introduction to Plant
Breeding. Blackwell Publishing Ltd
Daryanto dan Siti,S.1982. Biologi Bunga dan Teknik
Penyerbukan Silang Buatan.Gramedia
Hagedoorn, L. 2008. Plant Breeding. Fournier Press
Mangoenendidjojo, W. 2003. Dasar-Dasar Pemuliaan
Tanaman. Kanisius. Jogjakarta
Poehlman, and Borthakur. 1977. Asian Breeding Field
Crop: With Special Reference to Crops of India. Oxford &
IBH Pub. Co. Michigan University
Stansfield, W and Susan, E. 2000. Genetic: Fourth
Edition. Schaum Outline

PROPAGASI
Latihan dan Diskusi
A.

1. Gambar dan jelaskan bagan seleksi pada tanaman


ubijalar!
2. Gambar dan jelaskan bagan seleksi pada tanaman tebu!
B. Pertanyaan
3. What is the meaning of clone?
4. Bagaimana klon dapat dikatakan memiliki karakter stabil?
5. Mengapa sterilitas menjadi satu alasan tanaman
membiak secara vegetatif?
6. Mengapa seleksi clonal dapat menghemat waktu dalam
mengembangkan varietas baru?
C. Quiz
Evaluasi : soal pilihan ganda, betul salah, isian dan essay
D. Proyek
Makalah dengan memilih satu topik dari materi

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai