Anda di halaman 1dari 3

Tugas Mata Kuliah

Agama & Etika Islam K-13


Teknik Geodesi & Geomatika dan Agama Islam

Oleh :
Riandi Namara 15111036

Institut Teknologi Bandung


2012/2013

Geodesi adalah salah satu ilmu-ilmu kebumian tertua yang sangat terkait erat dengan
lingkungan fisik bumi, yaitu mulai dari masalah banjir Sungai Nil di Mesir kuno (2000 tahun
sebelum Masehi) sampai dengan masalah kini mengenai pemantauan gerakan kerak bumi.
Sejak beradab-adab lamanya, hubungan geodesi dengan survey dan pemetaan sangat erat
sekali, tetapi masih banyak orang yang belum mengetahui dasar dan sifat ilmiahnya. Pada
saat ini, aspek penentuan posisi (surveying) berkembang ke arah Geomatika, suatu
terminologi ilmiah modern yang mengacu kepada pendekatan terpadu dari pengukuran,
analisis, pengelolaan, penyimpanan serta penyajian deskripsi dan lokasi dari data yang
berbasis muka bumi (umumnya disebut data spesial). Geomatika muncul dalam konteks
integrasi beberapa profesi atau disiplin yang berhubungan dengan geoinformasi seperti
informasi spasial (berhubungan dengan pengukuran dan pemetaan digital), masalah-masalah
kebumian dan kelautan berikut semua aspek yang terkait didalamnya (penataan ruang, tata
guna lahan, lingkungan, sosial ekonomi), serta komputer terapan.
Aplikasi geodesi sangat banyak berkaitan dengan islam antara lainnya yaitu dalam hal
trigonometri yang terdapat metode penentuan posisi dan penentuan jarak dari suatu tempat ke
tempat yang lain di permukaan bumi, dan masih banyak lagi penerapan dalam bidang
geodesi. Salah satu contohnya dalam Trigonometri yang merupakan alat utama ilmu ukur
segitiga. Tigonometri memiliki banyak aplikasi pada kehidupan sehari-hari, diantaranya pada
bidang teknik sipil dan astronomi. Trigonometri memiliki kaitan yang sangat erat dalam
kehidupan kita, baik secara langsung dan tidak langsung. Ilmu perbintangan dan konstruksi
bangunan sangat dibantu oleh hadirnya trigonometri. Jauh sebelum astronom muslim
mengembangkan metode pengamatan dan teoritisnya yang maju, mereka sudah memiliki
keahlian dalam menerapkan pengetahuan astronomi untuk memenuhi kebutuhan dasar dalam
ibadah. Praktek agama islam selalu memerlukan penentuan waktu dan tempat, apakah dalam
kaitan dengan shalat atau untuk menentukam awal bulan dan hari libur dalam kalender hijriah
muslim.
Al-Biruni didapuk sebagai bapak geodesi yang banyak memberi kontribusi terhadap
geografi dan juga geologi. John J OConnor dan Edmund F Robertson menuliskan
pengakuannya terhadap kontribusi Al-Biruni dalam MacTutor History of Mathematics.
Menurut mereka, Al-Biruni telah menyumbangkan kontribusi penting bagi pengembangan
geografi dan geodesi. Dialah yang memperkenalkan teknik pengukuran bumi dan jaraknya
dengan menggunakan triangulation. Al-Biruni-lah yang menemukan radius bumi mencapai
6.339,6 km. Hingga abad ke-16 M, Barat belum mampu mengukur radius bumi seperti yang
dilakukan Al-Biruni.
Shalat harus terarah dan waktunya juga tertentu. Seluruh kaum muslimin shalat
menghadap mekah kota kuno yang menjadi tempat bangunan suci umat islam, yakni kabah.
Kebutuhan administrasi dan komunikasi pada awal-awal ekspansi islam menghasilkan
kebutuhan kalender baru yang islami. Sehingga khalifah yang berkuasa pada abad ke-7
membuat suatu sistem baru yang berbeda dengan kalender Gregorian dan Julian didasarkan
pada siklus bulan (kabisat) bukannya siklus matahari. Kalender baru ini berawal pada hari
pertama tahun hijrah (622 M), kepindahan nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah.
Tanggal ini yang diperkirakan terjadi pada akhir September, menandai awal tahun satu dalam
kalender islam. Fakta bahwa kalender tersebut didasarkan pada tahun kabisat membuat
prosedur konversi antara kalender islam dan kalender Gregorian menjadi rumit. Seluruh hari
libur dan hari raya muslim, dan juga ramadhan sebagai bulan untuk berpuasa dijadwalkan
pada tahun kabisat. Maka penampakan bulan sabit yang pertama pada bulan yang baru
merupakan momen penting bagi seluruh ibadah muslim. Alat astronomi yang paling

spektakuler adalah astrolabus, merupakan instrument perhitungan yang penting pada abad
pertengahan dan awal-awal renaissans. Selain menentukan waktu shalat dan arah mekkah,
astrolabus sebagai penentu waktu dan perputaran tahunan benda-benda langit, pengukuran
diatas bumi dan informasi astrologi.
Seiring perkembangan jaman, trigonometri terus dikembangkan, dipadukan dengan
disiplin kelimuan lain guna kemaslahatan bersama.Awalnya trigonometri hadir sebagai solusi
atas pemecahan ukuran atas bangun datar-bangun datar sederhana, seiring berkembangnya
zaman trignometri kerap digunakan dalam dunia ilmu terapan (kehidupan sehari-hari),
perkembangan ilmu lain, maupun perkambangan ilmu matematika itu sendiri.
Trigonometri juga sangat erat kaitannya dengan pekerjaan seorang surveyor (ahli ilmu ukur
tanah). Pengukuran tanahadalah suatu cabang ilmu alam untuk menentukan posisi ruang
dimensi tiga dari suatu tempat pada permukaan bumi. Hasil pengukuran tanah yang diperleh
antara lain digunakan untuk membuat peta topografi dari bumi untuk menentukan luas
wilayah suatu daerah. Dalam sistem undang-undang agraria zaman sekarang, koordinat eksak
batas negara adalah suatu hal yang sangat penting agar batas negara tidak bergeser,seperti
yang sering diangkat di media.
Para engineer, khusunya ahli sipil, lebih khususnya lagi ahli geodesi, sangat
bergantung pada seorang surveyor. Ketika seorang insinyur membuat perencanaan
pembangunan suatu proyek, seperti pembangunan jalan raya, jembatan, bendungan, dan
gedung bertingkat, peran surveyor sangat diperlukan. Seorangsurveyor juga harus
mempersiapkan untuk input data mengenai permukaan bumi dan tanah, setelah itu data
diinput pada suatu sistem informasi yang diberi nama GIS (Geographical Information
System). Tidak jarang pengamatan untuk menghitung kemiringan jalan raya, rel kereta api,
dan jembatan menggunakan keahlian trigonometri seorang surveyor, sehingga beliau tak
perluterjunlangsungkemedan-medansulit.
Aplikasi Trigonometri lainnya yaitu pada Geografi dan Navigasi. Tabel trigonometri
diciptakan lebih dari dua ribu tahun yang lalu untuk perhitungan dalam astronomi. Bintangbintang dianggap tetap pada bola kristal dengan ukuran besar, dan model yang sempurna
untuk tujuan praktis. Hanya planet berpindah bola. (Pada saat itu ada tujuh planet yang
diakui: Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, bulan, dan matahari Mereka adalah planetplanet yang kita beri nama hari-hari kami dalam seminggu sesudah Bumi tersebut belum
dianggap sebagai.. sebuah planet karena itu adalah pusat alam semesta, dan planet-planet luar
tidak ditemukan kemudian) jenis trigonometri yang diperlukan untuk memahami posisi pada
bola disebut trigonometri bola.. Trigonometri bola jarang diajarkan sekarang karena tugasnya
telah diambil alih oleh aljabar linear. Meskipun demikian, satu aplikasi dari trigonometri
adalah astronomi. Seperti bumi juga bola, trigonometri digunakan dalam geografi dan
navigasi. Ptolemy (100-178) yang digunakan trigonometri pada geografi dan menggunakan
tabel trigonometri dalam karya-karyanya. Columbus membawa salinan dari Regiomontanus
Ephemerides Astronomicae pada perjalanan ke Dunia Baru dan menggunakannya untuk
keuntungannya.