Anda di halaman 1dari 132

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT INVESTASI

NASABAH TERHADAP LOGAM MULIA


(STUDI KASUS DI BNI SYARIAH CABANG SEMARANG)

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata 1 Program Studi
Ekonomi Islam UIN Walisongo Semarang

Oleh :
DINNI APRILIYANI
102411039

JURUSAN EKONOMI ISLAM


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2014
i

Dr. H. Muchlis, M.Si


Jl. Gunung Jati Timur Raya RT 11/II No. 407, Wonosari, Ngaliyan Semarang
Choirul Huda, M.Ag
Perum. Bukit Beringin Asri D. 20, Tambakaji, Ngaliyan Semarang
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Lamp : 4 (empat) eksemplar
Hal
: Naskah Skripsi
An. Sdr. Dinni Apriliyani
Kepada Yth.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
UIN Walisongo
di Semarang
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Setelah saya meneliti dan mengadakan perbaikan seperlunya bersama ini saya kirim
naskah skripsi Saudara
Nama

: Dinni Apriliyani

NIM

: 102411039

Jurusan

: Ekonomi Islam

Judul Skripsi

: ANALISIS

FAKTOR-FAKTOR

YANG

MEMPENGARUHI

MINAT INVESTASI NASABAH TERHADAP LOGAM MULIA


(STUDI KASUS DI BNI SYARIAH CABANG SEMARANG)
Dengan ini saya mohon kiranya skripsi Saudara tersebut dapat segera dimunaqasyahkan.
Demikian atas perhatiannya, harap menjadi maklum adanya dan kami ucapkan
terimakasih.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Semarang, 3 Juli 2014
Pembimbing I,

Pembimbing II

Dr. H. Muchlis, M.Si


NIP.19610117 198803 1002

Choirul Huda, M.Ag


NIP.19760109 200501 1002

ii

KEMENTERIAN AGAMA RI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
Jl.Prof. Dr. Hamka KM 2 Ngaliyan Telp. (024)7601291 Semarang 50185

PENGESAHAN

Nama

: Dinni Apriliyani

NIM

: 102411039

Fakultas / Jurusan

: Ekonomi dan Bisnis Islam / Ekonomi Islam

Judul Skripsi

: ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


MINAT INVESTASI NASABAH TERHADAP LOGAM MULIA
(STUDI KASUS DI BNI SYARIAH CABANG SEMARANG)

Telah dimunaqosahkan oleh Dewan Penguji Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas
Islam Negeri Walisongo Semarang pada tanggal :
23 Juli 2014
Dan dapat diterima sebagai pelengkap ujian akhir dalam menyelesaikan studi Progam Sarjana
Strata I (S.1) guna memperoleh gelar sarjana dalam Ilmu Ekonomi Islam.
Semarang, 23 Juli 2014
Mengetahui :
Ketua Sidang

Sekretaris Sidang

Drs. Ghufron Ajib, M.Ag.


NIP. 19660325 199203 1 001

Dr. H. Muchlis, M.Si.


NIP. 19610117 198803 1 002

Penguji I

Penguji II

Taufiq Hidayat, Lc., MIS.


NIP. 19720307 200604 1 002

Drs. Saekhu, M.H.


NIP. 19690120 199403 1 004

Pembimbing I

Pembimbing II

Dr. H. Muchlis, M.Si.


NIP. 19610117 198803 1 002

Choirul Huda, M.Ag


NIP. 19760109 200501 1 002

iii

MOTTO


Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri
memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada
Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S Al-Hasyr : 18)1

Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Quran dan Terjemahannya, hlm. 919

iv

PERSEMBAHAN

Skripsi ini peneliti persembahkan untuk :


Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW
Bapak dan Ibu tercinta
Adik Munif
Budeku tersayang Almh, ibu jumirah. Terimakasih ibu, love you
Orang tersayangku Teguh Wibowo, yang telah setia menemani penyusun dalam proses
penyelesaian skripsi ini. Hadirmu, sungguh memberi semangat penyusun dalam menyelesaikan
skripsi ini.
Teman-temanku di GRSC (Ichsan, Dina, Aya, Tary)
Teman-temanku di EIA 2010 (Mas Latif, Aini, Dinur, Faid, dll)
Teman-temanku KKN posko 39 (Ike, Yuni, Bana, Enha, Zulaikah, Fitri, Afida, Avi, Latifah, mas
Rouf, Zahwan, mas Ghoni, Bang Udi, Hanafi)
Para dosen yang telah membimbingku
Semua pihak yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini
Almamaterku Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang

DEKLARASI

Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab, penulis menyatakan bahwa skripsi ini tidak berisi
materi yang telah pernah ditulis orang lain atau diterbitkan. Demikian juga skripsi ini tidak berisi
satupun pikiran-pikiran orang lain, kecuali informasi yang terdapat dari referensi yang dijadikan
bahan rujukan.

Semarang, Juni 2014 Deklarator

Dinni Apriliyani
NIM. 102411039

vi

ABSTRAK
Bisnis bank syariah di Indonesia semakin memperlihatkan perkembangan bagus. Seiring
dengan perkembangan perbankan syariah di Indonesia, saat ini banyak perbankan syariah yang
mengeluarkan produk investasi. Salah satu produk investasi yang cukup berkembang akhir-akhir
ini adalah logam mulia (pembiayaan emas iB hasanah). Nasabah mulai menggunakan produk
logam mulia karena melihat kemudahan dan keuntungan yang didapatnya. BNI syariah cabang
Semarang yang terletak di Jl. Ahmad Yani No. 152 Semarang, memiliki produk kepemilikan
investasi logam mulia. Hal ini yang melatar belakangi untuk diadakan penelitian. Permasalahan
yang diungkap dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat
nasabah untuk berinvestasi logam mulia di BNI Syariah Cabang Semarang ?
Metodologi yang digunakan adalah analisis regresi, uji simultan ,uji parsial, uji asumsi
klasik, hipotesis dalam penelitian ini adalah faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, dan
faktor psikologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi nasabah terhadap
logam mulia di BNI syariah cabang Semarang.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Variabel faktor budaya (X1) tidak mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI syariah cabang
Semarang dengan ditunjukkan P value 0,211 > 0,005. Variabel faktor sosial (X2) tidak
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI
syariah cabang Semarang dengan ditunjukkan P value 0,576 > 0,005. Variabel faktor pribadi
(X3) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap terhadap minat investasi nasabah
logam mulia di BNI syariah cabang Semarang dengan ditunjukkan P value 0,006 > 0,005.
Variabel faktor psikologi (X4) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap terhadap
minat investasi nasabah logam mulia di BNI syariah cabang Semarang dengan ditunjukkan P
value 0,559 > 0,005.

Kata kunci : faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, faktor psikologi, dan minat investasi
nasabah

vii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah yang menguasai seluruh alam, tidak ada
daya upaya maupun kekuatan kecuali hanya dari-Nya. Sholawat serta salam semoga selalu
tercurah kepada junjungan kita Baginda Rasul Muhammad SAW serta kepada para keluarganya
yang suci, sahabat-sahabat serta para pengikutnya yang sholeh.
Skripsi ini disusun dalam rangka untuk melengkapi salah satu syarat guna
menyelesaikan program studi Strata 1 Jurusan Ekonomi Islam pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam Institut Agama Islam Walisongo Semarang. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi
ini jauh dari kesempurnaan dan masih banyak terdapat kesalahan-kesalahan, untuk itu segala
kritik maupun saran yang sifatnya membangun sangat penulis perlukan demi kesempurnaan
penulisan skripsi ini.
Pelaksanaan dan penulisan skripsi ini dapat diselesaikan berkat bantuan dan dukungan
dari berbagai pihak. Melalui kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih
kepada :
1. Prof. Dr. H. Muhibbin, MA selaku Rektor Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
beserta para Wakil Rektor Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
2. H. Imam Yahya M.Ag selaku Dekan beserta para Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
3. H. Nur Fatoni, M.Ag selaku ketua jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

viii

4. Dr. H. Muchlis, M.Si. dan Choirul Huda, M.Ag. selaku Dosen Pembimbing yang telah
bersedia meluangkan waktu untuk membimbing, mengarahkan dan memberi petunjuk
dengan sabar sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
5. Dosen-dosen Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam
Negeri Walisongo Semarang dan Dosen-dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Universitas Islam Negeri Walisongo beserta seluruh staf dan karyawan Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Walisongo.
6. Keluargaku tercinta yang telah memberikan doa restu, semangat, perhatian, cinta dan kasih
sayang serta dukungan moril maupun materil.
7. Bapak Basuki selaku Staf Bagian Umum BNI Syariah Cabang Semarang beserta seluruh
karyawan, yang telah memberi izin dan membantu penulis untuk melakukan penelitian
skrpsi ini.
8. Spesial teruntuk orang tersayangku, Teguh Wibowo dengan kesabarannya senantiasa
menemani dan memberikan waktunya untuk penulis dalam mengerjakan dan menyelesaikan
penulisan skripsi ini.
9. Keluarga besar GRSC dan KKN posko 39 yang senantiasa memberi bimbingan kepada
penulis.
10. Seluruh teman-teman mahasiswa khususnya keluarga besar EIA 2010 (Tary, Dina, Aya,
Ichsan, Mas Latif, Faid, Iponk, Kurniawan, Aida, Fian, Aini, Dienur, Iva, Dewi, dll) dan
masih banyak lagi yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, semoga sukses selalu
menyertai kita semua.
11. Sahabat-sahabatku (Tary, Dina, Aya, Ichsan, Mas Latif) yang senantiasa memberi dukungan
dan memberi senyum saat sedih.
ix

12. Dan Semua pihak yang belum tercantum, yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang
telah memberikan dukungan, saran serta bantuan baik secara moril maupun materiil
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Semoga amal kebaikan semua pihak yang telah memberikan bantuan dan bimbingannya
dalam penyusunan skripsi ini akan mendapat pahala dari Allah SWT. Akhir kata semoga skripsi
ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya.

Semarang, Juli 2014


Penulis,

Dinni Apriliyani
NIM. 102411039

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ......................................................................................

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..............................................

ii

HALAMAN PENGESAHAN .........................................................................

iii

HALAMAN MOTTO ......................................................................................

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................

HALAMAN DEKLARASI .............................................................................

vi

HALAMAN ABSTRAK .................................................................................

vii

HALAMAN KATA PENGANTAR ................................................................

viii

HALAMAN DAFTAR ISI ..............................................................................

xi

HALAMAN DAFTAR TABEL .....................................................................

xv

HALAMAN DAFTAR GAMBAR ................................................................. xvi


HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN .............................................................

BAB I

BAB II

xvii

PENDAHULUAN .....................................................................

1.1 Latar Belakang Masalah ..................................................... .

1.2 Rumusan Masalah ............................................................... .

1.3 Tujuan dan Manfaat penelitian ........................................... .

1.4 Sistematika Penulisan .......................................................... .

TINJAUAN PUSTAKA ..........................................................

2.1 Bank Syariah ......................................................................

2.1.1 Perbedaan Bank Islam dan Bank Konvensional .......

xi

BAB III

2.2 Investasi ...............................................................................

13

2.2.1 Investasi Syariah .......................................................

14

2.2.2 Prinsip Ekonomi Islam Dalam Investasi ....................

19

2.2.3 Etika dalam Investasi Syariah ...................................

20

2.3 Logam Mulia .......................................................................

21

2.3.1 Penerapan Akad Produk Logam Mulia ......................

22

2.3.2 Mekanisme Dan Prosedur Logam Mulia....................

24

2.3.3 Keuntungan Berinvestasi Logam Mulia .....................

26

2.3.4 Resiko Logam Mulia ..................................................

27

2.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen ...

28

2.4.1 Pengertian Perilaku Konsumen ..................................

28

2.4.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi ...........................

30

2.4.2.1 Faktor Kebudayaan.........................................

31

2.4.2.2 Faktor Sosial ...................................................

33

2.4.2.3 Faktor Pribadi .................................................

34

2.4.2.4 Faktor Psikologis ............................................

37

2.5 Minat Investasi Nasabah ......................................................

40

2.6 Penelitian Terdahulu ............................................................

42

2.7 Kerangka Teori ....................................................................

46

2.8 Hipotesis ..............................................................................

46

METODELOGI PENELITIAN .............................................

48

3.1

Jenis dan Sumber Data ........................................................

48

3.1.1 Jenis Penelitian ...........................................................

48

xii

3.1.2 Sumber Data ...............................................................

48

Populasi dan Sampel ...........................................................

49

3.2.1 Populasi ......................................................................

49

3.2.2 Sampel ........................................................................

49

3.3

Metode Pengumpulan Data ................................................

49

3.4

Variabel Penelitian dan Pengukuran....................................

51

3.5

Teknik Analisis Data ..........................................................

52

3.5.1 Uji Validitas.................................................................

53

3.5.2 Uji Reliabilitas .............................................................

53

3.5.3 Uji Asumsi Klasik .......................................................

54

3.5.4 Uji Statistik ..................................................................

55

3.2

BAB IV

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN .............................

58

Gambaran Umum BNI Syariah Cabang Semarang ........

58

4.1.1

Sejarah Umum BNI Syariah Cabang Semarang.

58

4.1.2 Visi Misi BNI Syariah Cabang Semarang ...........

60

4.1.3 Struktur Organisasi BNI Syariah Semarang........

61

4.1.4 Produk-Produk BNI Syariah Cabang Semarang...

62

Deskriptif Variabel Penelitian ......................................

72

4.2.1 Deskripsi Data Penelitian.....................................

72

4.2.2 Deskripsi Responden ...........................................

73

Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Instrumen ...................

85

4.3.1

Uji Validitas Instrumen .......................................

85

4.3.2

Uji Reliabilitas Instrumen ...................................

87

4.1

4.2

4.3

xiii

4.4

Uji Asumsi Klasik ...........................................................

89

4.4.1 Uji Normalitas......................................................

89

4.4.2

Uji Multikolinearitas ...........................................

91

4.4.3

Uji Heteroskedastisitas........................................

92

4.4.4

Uji Autokorelasi ..................................................

93

Analisis Data ....................................................................

94

4.5.1 Analisis Korelasi ..................................................

94

4.5.2

Pengujian Hipotesis ............................................

96

4.5.2.1 Uji Simultan ..........................................

96

4.5.2.2 Uji Parsial..............................................

97

Pembahsan ..........................................................

101

PENUTUP .................................................................................

108

5.1 Kesimpulan ..........................................................................

108

5.2 Keterbatasan Penelitian .......................................................

108

5.3 Saran ....................................................................................

109

4.5

4.5.3
BAB V

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1

: Variabel Penelitian dan Pengukuran.........................................

51

Tabel 4.1

: Jenis Kelamin Responden.........................................................

74

Tabel 4.2

: Umur Responden ......................................................................

75

Tabel 4.3

: Pendidikan Terakhir .................................................................

76

Tabel 4.4

: Pekerjaan Responden................................................................

77

Tabel 4.5

: Penghasilan /bulan ....................................................................

79

Tabel 4.6

: Hasil Skor Kuesioner Regresi ..................................................

80

Tabel 4.7

: Hasil Uji Validitas Instrumen ..................................................

86

Tabel 4.8

: Hasil Uji Reliabilitas Instrumen ...............................................

87

Tabel 4.9

: Uji Normalitas ..........................................................................

89

Tabel 4.10

: Uji Multikolinieritas .................................................................

91

Tabel 4.11

: Uji Heteroskedastisitas .............................................................

92

Tabel 4.12

: Uji Autokorelasi .......................................................................

94

Tabel 4.13

: Analisis Korelasi ......................................................................

95

Tabel 4.14

: Uji Simultan..............................................................................

97

Tabel 4.15

: Uji Parsial .................................................................................

98

xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 : Mekanisme Transaksi Murabahah ............................................

Gambar 4.1 : Jenis Kelamin ...........................................................................

74

Gambar 4.2 : Umur Responden ......................................................................

76

Gambar 4.3 : Pendidikan Terakhir Responden...............................................

77

Gambar 4.4 : Pekerjaan Responden................................................................

78

Gambar 4.5 : Penghasilan /bulan ....................................................................

79

Gambar 4.6 : Grafik Histogram ......................................................................

90

Gambar 4.7 : Normal Probability Plot ............................................................

90

Gambar 4.8 : Uji Penyimpangan Heteroskedastisitas ....................................

93

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

: Lampiran Angket

Lampiran 2

: Daftar Seluruh Jawaban Atas Angket

Lampiran 3

: Deskripsi Dari 74 Responden

Lampiran 4

: Uji Validitas Dan Reliabilitas Angket

Lampiran 5

: Uji Asumsi Klasik Dan Regresi

Lampiran 6

: Output Regresi Linier Berganda Dari 74 Responden

xvii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah


Kemajuan teknologi saat ini telah memudahkan seseorang untuk

mengembangkan usaha. Persaingan untuk menjadi yang terbaik membuat


perkembangan usaha semakin lama semakin pesat. Persaingan dan perkembangan
ini juga terjadi pada perbankan. Perkembangan perbankan terus berkembang
sampai dalam kurun waktu dimana muncul lembaga keuangan yang berbasis
syariah. Perkembangan lembaga keuangan syariah mengalami peningkatan dan
semakin kuat seiring ditetapkannya UU No. 7 tahun 1992 tentang perbankan yang
telah dirubah dengan UU No. 10 tahun 1998, dalam undang-undang tersebut
diatur dengan rinci landasan hukum serta jenis-jenis usaha yang dapat
dioperasikan dan diimplementasikan oleh bank syariah. UU No. 23 tahun 1999,
UU No. 9 tahun 2004 tentang Bank Indonesia, dan UU No. 21 tahun 2008 tentang
Bank Syariah.1

UU perbankan syariah menjelaskan bahwa, bank syariah adalah bank


yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut
jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat

Muhammad Syafii Antonio, Bank Syariah Dari Teori Ke Praktik, Jakarta : Gema
Insani Press, 2001, Cet. 1, hlm. 26.

Syariah.2 Sedangkan bank menurut UU No. 7 tahun 1992 adalah usaha yang
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya
kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Sedangkan Bank Islam adalah bank yang tata cara beroperasinya mengacu kepada
ketentuan-ketentuan Al-Quran dan Hadits.3

Perbankan syariah selama tahun 2007 menjadi momentum kebangkitan


ekonomi syariah. Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), situasi tersebut
sangat tepat dijadikan momentum untuk menggerakkan sektor riil yang masih
belum signifikan lewat perbankan syariah. MUI sudah mulai resah dengan
kondisi perbankan konvensional yang menyetorkan dananya di Sertifikat Bank
Indonesia (SBI), sehingga fungsi intermediasi perbankan tidak berjalan dengan
baik.Realita ini, tidak terjadi di bank syariah. Tidak heran, jika pertumbuhan
perbankan syariah beserta UUS (Unit Usaha Syariah) yang lain sejak
diperkenalkan beberapa tahun lalu, melaju begitu cepat. Tentu hal tersebut tidak
lepas dari peran semua pihak yang melakukan sosialisasi untuk mempercepat
bergeraknya ekonomi syariah dan sektor riil. Melihat potensi dan realita yang
terjadi saat ini ekonomi syariah idealnya dapat tumbuh besar di Indonesia.4

Narasumber adalah dosen Jurusan Ekonomi Islam pada fakultas Syariah IAIN
Walisongo.Makalah disampaikan pada perkulihaan mata kuliah Manajemen Bank Islam, tgl 15
Mei 2013.
3
Disampaikan pada Seminar Nasional tentang Ekonomi Islam Jurusan Ekonomi Islam
Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang di Aula IAIN pada tanggal 21 Maret 2013.
4
Narasumber adalah dosen Jurusan Ekonomi Islam pada Fakultas Syariah IAIN
Walisongo.Makalah disampaikan pada Stadium General Fakultas Syariah IAIN Walisongo. Senin
3 September 2012.

Seiring dengan perkembangan tersebut, mulai banyak bermunculan


lembaga-lembaga keuangan lainnya yang menggunakan sistem perbankan
syariah yang salah satunya yaitu BNI Syariah. Diawali dengan pembentukan
Tim Bank Syariah di tahun 1999, Bank Indonesia kemudian mengeluarkan ijin
prinsip dan usaha untuk beroperasinya unit usaha syariah BNI.5 PT Bank BNI
Syariah terus melakukan inovasi produk pembiayaan. Awal tahun 2013 ini BNI
Syariah meluncurkan produk baru yang merupakan pengembangan dari produk
gadai emas yang sebelumnya sudah dimiliki oleh BNI Syariah dan sudah
berkembang pesat. Produk baru tersebut yaitu Pembiayaan Emas iB Hasanah.
Banyaknya investor yang berinvestasi dengan emas adalah salah satu faktor BNI
Syariah menciptakan produk pembiayaan emas. Perseroan menargetkan untuk
pembiayaan emas tahun 2013 sebesar Rp 300 miliar. Direktur Utama BNI
Syariah Dinno Indiano mengatakan, produk tersebut diluncurkan sebagai salah
satu upaya perusahaan memenuhi kebutuhan pasar untuk kebutuhan investasi
yang aman. Dengan itu, nasabah dapat berinvestasi emas batangan secara mudah
dan terjangkau.

Investasi emas merupakan investasi yang melindungi nilai mata uang


karena emas sifatnya Zero Inflationatau Anti-Inflasi, bahkan jika diperhatikan
kenaikan harga emas selalu berbanding lurus dengan laju inflasi. Semakin tinggi
inflasi, semakin tinggi juga kenaikan harga emas.Emas memang dikenal sebagai
logam yang tidak tergerus inflasi (zero inflation effect). Untuk memiliki emas saat
ini sangatlah mudah. Hal ini dikarenakan bank syariah seperti BNI Syariah telah
5

http://www.bnisyariah.co.id. Tgl 24 Oktober 2011

memfasilitasi

melalui

pembiayaan

emas

murabahah.

Adapun

transaksi

murabahah dapat digambarkan pada skema berikut ini.

Gambar 1.1
Transaksi Murabahah
1. NEGOSIASI & PERSYARATAN

2. AKAD JUAL BELI


BANK

NASABAH
6. BAYAR
5. TERIMA
BARANG &
DOKUMEN

3. BELI
BARANG

4. KIRIM
SUPLIER/ PENJUAL

Pembiayaan emas iB Hasanah merupakan pembiayaan yang diberikan


kepada anggota masyarakat untuk membeli emas secara angsuran yang besarnya
tetap setiap bulan selama masa pembiayaan dengan menggunakan akad
murabahah (jual beli). Pembiayaan ini dapat dilayani di seluruh jaringan kantor
reguler BNI Syariah di Indonesia.

Sebagai produk baru, investasi emas di perbankan syariah memiliki


potensi menjanjikan seiring meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia.
Namun begitu, perlu adanya penyempurnaan regulasi agar dapat menjawab
kebutuhan masyarakat yang dinamis. Diperlukan sinergi dari semua pihak terkait,

baik regulator, pelaku usaha, akademisi, media untuk meningkatkan awareness


dan pemahaman masyarakat terhadap investasi emas yang sehat. 6

Dari keterangan di atas maka penulis mengambil judul penelitian


ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT
INVESTASI NASABAH TERHADAP LOGAM MULIA.(STUDI KASUS DI
BNI SYARIAH CABANG SEMARANG), untuk bahan penelitian dalam
rangka penyusunan Skripsi sebagai persyaratan penyelesaian Studi Program S-1
Ekonomi Islam.

1.2.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang penulis kemukakan dan untuk

menghasilkan pembahasan yang obyektif dan terarah dapat dirumuskan


permasalahan adalah seberapa besar pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi
minat investasi nasabah terhadap logam mulia di BNI Syariah Cabang
Semarang?
1.3.

Tujuan dan Manfaat Penelitian


Dalam suatu penelitian tentunya ada tujuan yang ingin dicapai sesuai

dengan latar belakang dan rumusan masalah yang diuraikan diatas, maka
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
minat investasi nasabah terhadap logam mulia di BNI Syariah Cabang Semarang.
6

http://www.bnisyariah.co.id/bni-syariah-palembang-gelar-seminar-cara-cerdas
berinvestasi-emas. tgl 10 November 2013.

Manfaat yang diambil dari penelitian ini adalah :


1. Bagi BNI Syariah, sebagai inovasi produk bagi lembaga BNI Syariah
Semarang untuk meningkatkan pangsa pasar dan sebagai sarana
pemberdayaan

manusia

dalam

pembangunan

negara

dimasa

mendatang.
2. Sebagai bahan informasi untuk peneliti selanjutnya.
3. Bagi masyarakat, untuk dapat mengetahui tentang produk logam mulia
dan tertarik untuk berinvestasi produk tersebut

1.4.

SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan untuk lebih mempermudah dan memberikan

gambaran yang lebih jelas mengenai isi skripsi ini dengan susunan yang
sisetematis dan komprehensif, antara lain :
BAB I

PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan
manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
Berisi tentang mengenailogam mulia, faktor-faktor yang mempengaruhi
perilaku konsumen, minat investasi nasabah, penelitian sebelumnya,
kerangka teori dan hipotesis.

BAB III METODE PENELITIAN


Berisi tentang jenis dan sumber data, populasi dan sampel, metode
pengumpulan data, variabel penelitian dan pengukuran, dan tekhnik
analisis data.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Berisi tentang gambaran umum BNI Syariah Cabang Semarang,
deskriptif data penelitian dan responden, uji validitas dan reliabilitas
instrumen, uji asumsi klasik, analisis data, dan pembahasan.
BAB V

PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan, keterbatasan penelitian, saran dan
penutup.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Bank Syariah
Kosa kata syariah dalam bahasa Arab memiliki arti jalan yang ditempuh

atau garis yang seharusnya dilalui. Dari sisi terminologi, syariah bermakna
pokok-pokok aturan hukum yang digariskan oleh Allah SWT untuk dipatuhi dan
dilalui oleh seorang muslim dalam menjalani segala aktivitas hidupnya (ibadah) di
dunia. Semua aktivitas kehidupan seperti bekerja, memasak, makan, belajar,
sholat dan lain sebagainya adalah merupakan ibadah sepanjang diniatkan untuk
mencari ridha Allah.1
Bank syariah terdiri atas dua kata, yaitu bank, dan syariah. Kata bank
bermakna suatu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai perantara keuangan
dari dua pihak, yaitu pihak yang berkelebihan dana dan pihak yang kekurangan
dana. Kata syariah dalam versi bank syariah di Indonesia adalah aturan
perjanjian berdasarkan yang dilakukan oleh pihak bank dan pihak lain untuk
penyimpanandana dan atau pembiayaan kegiatan usaha dan kegiatan lainnya
sesuai dengan hukum Islam.
Penggabungan kedua kata dimaksud, menjadi bank syariah. Bank
syariah adalah suatu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai perantara bagi
pihak yang berkelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana untuk kegiatan
1

Sri Nurhayati dan Wasilah, Akuntansi Syariah di Indonesia, Jakarta : Salemba Empat,
2011, Eds 2, hlm 14.

usaha dan kegiatan lainnya sesuai dengan hukum Islam.2 Selain itu, bank syariah
bisa disebut Islamic banking atau interest fee banking, yaitu bank yang
pengoperasiannya disesuaikan dengan prinsip syariat Islam. Menolak adanya
bunga (riba), melarang gharar (ketidakpastian, risiko, spekulasi), dan fokus pada
kegiatan-kegiatan yang halal (yang diizinkan oleh agama).3
Bank Syariah merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk
menegakkan aturan-aturan ekonomi Islami.4 Bank Islam merupakan lembaga
keuangan yang melaksanakan tujuan dan mengimplementasikan prinsip ekonomi
dan keuangan Islam dalam lingkup perbankan.5
2.1.1

Perbedaan Antara Bank Islam dan Bank Konvensional


Perbedaan antara bank Islam dan bank konvensional disajikan

dalam tabel berikut.6


Karakteristik

Kerangka Bisnis

Sistem Bank Islam

Fungsi

dan

didasarkan pada

Sistem Bank
Konvensional

operasi Fungsi dan operasi


hukum didasarkan

pada

syariah. Bank harus yakin prinsip sekuler dan

bahwa

semua

bisnis

adalah

aktivitas tidak didasarkan pada


sesuai hukum atau aturan

Ali Zainuddin, Hukum Perbakan Syariah, Jakarta : Sinar Grafika, 2008, Eds 1, hlm. 1.
Veithzal Rivai dan Arviyan Arifin, Islamic Banking, Jakarta : PT Bumi Aksara, 2010,
Cet. 1, hlm. 31-32.
4
Muhammad, Prinsip-prinsip Akuntansi dalam Al-Quran, Yogyakarta : UII Press, 2009,
Cet. 1, hlm. 2.
5
Veithzal Rivai, dkk, Islamic Banking and Finance, Yogyakarta : BPFE, Eds. 1, 2012,
hlm. 1.
6
Veithzal Rivai dan Arviyan Arifin, op. cit., hlm. 39-40.
3

10

Karakteristik

Sistem Bank

Sistem Bank Islam

Konvensional

dengan tuntutan syariah.


Melarang

bunga Pembiayaan

dalam pembiayaan

suatu agama.

tidak Pembiayaan

berorientasi pada bunga berorientasi


dan

didasarkan

prinsip

pada

pada bunga dan ada bunga

pembelian

dan tetap atau bergerak

penjualan asset, di mana yang

dikenakan

harga pembelian termasuk kepada orang yang


profit margin dan bersifat menggunakan uang.
tetap dari semula.
Melarang

bunga Penyimpanan

pada penyimpanan

tidak Nasabah berorientasi

berorientasi pada bunga pada


tetapi

pembagian investor

keuntungan atau kerugian untuk

bunga

dan

diyakinkan
menentukan

di mana investor dibagi dari semula tingkat


persentase

keuntungan bunga

dengan

yang tetap ketika hal itu jaminan pembayaran


terjadi. Bank memperoleh kembali

pokok

kembali hanya dari bagian pembayaran.


keuntungan atau kerugian
dari bisnis yang diambil
bagian

selama

periode

dari

usaha

aktivitas
tersebut.
Pembagian

Bank

pembiayaan

dan kesamaan

risiko yang sama

menawarkan Tidak secara umum


pembiayaan menawarkan

tapi

untuk suatu usaha atau memungkinkan untuk


proyek. Kerugian dibagi perusahaan

modal

11

Karakteristik

Sistem Bank

Sistem Bank Islam

berdasarkan
bagian

Konvensional

persentase venture

dan

yang disertakan, investment

sedangkan

banks.

keuntungan Umumnya

berdasarkan

persentase mengambil

yang

ditentukan dalam manajemen.

sudah

bagian

diawal.
Restrictions

Bank Islam dibatasi untuk Tidak

(Pembatasan)

mengambil
aktivitas

bagian

ada

dari pembatasan.

ekonomi

yang

sesuai dengan syariah.


Zakat

Bank

tidak

membiayai

boleh Tidak

bisnis

berhubungan

yang dengan zakat.

terlibat dalam perjudian


dan penjualan minuman
keras. Dalam sistem bank
Islam yang modern, salah
satu

fungsinya

adalah

mengumpulkan

dan

mendistribusikan zakat.
Penalty on Default

Tidak

mengenakan Biaya

tambahan

uang

kegagalan

dari tambahan

dikenakan
biaya

membayar. (dihitung dari tingkat

Catatan: beberapa negara bunga) pada kasus


muslim

mengijinkan kegagalan membayar.

mengumpulkan
penalty

dan

biaya
dibenarkan

sebagai biaya yang terjadi

12

Karakteristik

Sistem Bank

Sistem Bank Islam

Konvensional

atas pengumpulan pinalti


biasanya satu persen dari
jumlah cicilan.
Melarang Gharar

Transaksi

dari

kegiatan Perdagangan

dan

yang mengandung unsur perjanjian dari segala


perjudian

dan

spekulasi jenis derivative atau

sangat dilarang. Contoh: yang


transaksi

mengandung

derivative unsur

dilarang

spekulasi

karena diizinkan.

mengandung spekulasi.
Customer Relations

Status bank dalam berelasi Status


dengan

bank

dalam

clientssebagai berelasi dengan client

partner/investor

dan ssebagai kreditor dan

entrepreneur/pengusaha.

debitor

Syariah

Setiap bank harus memiliki Tidak

Supervisiory Board

syariah

dibutuhkan

supervisiory permintaan ini.

board untuk meyakinkan


bahwa

semua

aktivitas

bisnis

adalah

sejalan

dengan tuntutan syariah


Statutory

Bank

harus

Requirement

persyaratan

memenuhi Harus
dari

memenuhi

Bank persyaratan dari Bank

Negara Malaysia dan juga Negara Malaysia saja.


guidelines syariah.

13

2.2

Investasi
Istilah investasi berasal dari bahasa Latin, yaitu investire (memakai).7

Investasi adalah kegiatan usaha yang mengandung risiko karena berhadapan


dengan unsur ketidakpastian sehingga perolehan kembalinya (return) tidak pasti
dan tidak tetap.8 Dalam kamus istilah pasar modal keuangan tentang investasi
diartikan sebagai penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau
proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.9 Investasi dapat didefinisikan
sebagai bentuk pengelolaan dana guna memberikan keuntungan dengan cara
menempatkan dana pada alokasi yang diperkirakan akan memberikan tambahan
keuntungan atau coumpouding.10
Investasi mempunyai definisi yaitu konsumsi yang ditunda sementara
waktu dan akan dikonsumsi lebih besar di masa mendatang. Artinya, satu pihak
baik perorangan maupun lembaga akan menunda konsumsinya dan membeli
instrumen investasi, dan kemudian menjual instrumen investasi dengan adanya
tambahan yang dikenal dengan dengan tingkat bunga/ capital gain/ dividen.11
Kata investasi merupakan kata adopsi dari bahasa inggris, yaitu investment. Kata
invest sebagai kata dasar dari investment memiliki arti menanam. Dalam Kamus
Lengkap Ekonomi, investasi didefinisikan sebagai penukaran uang dengan

Salim dan Sutrisno Budi, Hukum Investasi di Indonesia, Jakarta : Rajawali Pers, 2008,
Eds 1, hlm. 31.
8
Karnaen A.Perwataatmadja dan Muhammad Syafii Antonio, Apa Dan Bagaimana
Bank Islam, Yogyakarta : Dana Bhakti Wakaf, 1992, hlm. 6.
9
Zainal Arifin, Dasar-dasar Manajemen Bank Syariah, Jakarta : Alfabet, 2003, hlm. 7.
10
Irham Fahmi, Analisis Investasi dalam Perspektif Ekonomi dan Politik, Bandung : PT
Refika Aditama, 2006, Cet. 1, hlm. 2.
11
Adler Haymans Manurung, Ke Mana Investasi? Kiat dan Panduan Investasi Keuangan
di Indonesia, Jakarta : Kompas, 2006, hlm. 17.

14

bentuk-bentuk kekayaan lain seperti saham atau harta tidak bergerak yang
diharapkan dapat ditahan selama periode waktu tertentu supaya menghasilkan
pendapatan. Sedangkan pendapat lainnya, ivestasi diartikan sebagai komitmen
atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan
tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. Jadi pada dasarnya
sama yaitu penempatan sejumlah kekayaan untuk mendapatkan keuntungan di
masa yang akan datang.12 Undang-undang tentang penanaman investasi di
Indonesia saat ini adalah Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007. Undang-undang
ini terdiri atas 14 bab dan 40 pasal.13
2.2.1

Investasi Syariah
Investasi syariah tidak melulu membicarakan persoalan duniawi

sebagaimana yang dikemukakan para ekonom sekuler. Ada unsur lain


yang sangat menentukan berhasil tidaknya suatu investasi di masa depan,
yaitu ketentuan dan kehendak Allah. Islam memadukan antara dimensi
dunia dan akhirat.
Islam memandang semua perbuatan manusia dalam kehidupan
sehari-harinya, termasuk aktivitas ekonominya sebagai investasi yang akan
mendapatkan hasil (return). Investasi yang melanggar syariah akan
mendapat balasan yang setimpal, begitu pula investasi yang sesuai dengan
syariah. Return investasi dalam Islam sesuai dengan besarnya sumber
12

Nurul Huda dan Mustafa Edwin Nasution, Investasi Pada Pasar Modal Syariah,
Jakarta:Kencana,2008, Cet. Ke 2, hlm. 7.
13
Salim dan Budi Sutrisno, Hukum Investasi Di Indonesia, Jakarta : PT Raja Grafindo
Persada, 2008, hlm. 18.

15

daya yang dikorbankan. Hasil yang akan didapatkan manusia dari


investasinya di dunia bisa berlipat-lipat ganda.
Investasi Islam adalah pengorbanan sumber daya pada masa
sekarang untuk mendapatkan hasil yang pasti, dengan harapan
memperoleh hasil yang lebih besar di masa yang akan datang, baik
langsung maupun tidak langsung seraya tetap berpijak pada prinsip-prinsip
syariah secara menyeluruh (kaffah). Selain itu, semua bentuk investasi
dilakukan dalam rangka ibadah kepada Allah untuk mencapai kebahagiaan
lahir batin di dunia dan akhirat baik bagi generasi sekarang maupun
generasi yang akan datang.14
Prof. Dr. H. Amiur Nuruddin, Guru Besar Ekonomi Islam,
menuturkan dalam ekonomi syariah, investasi merupakan kegiatan
muamalah yang sangat dianjurkan, karena dengan berinvestasi, maka harta
yang dimiliki menjadi produktif dan mendatangkan manfaat bagi
pertumbuhan ekonomi dan masyarakat seacara luas.

15

Fatwa Dewan

Syariah Nasional nomor 20/DSN MUI/IV/2001 tentang pedoman


pelaksanaan investasi, pada bab IV yang membahas pemilihan dan
pelaksanaan. Pasal 7 yang berisi tentang investasi hanya dapat dilakukan

14

HR, Muhammad Nafik, Bursa Efek dan Investasi Syariah, Jakarta : PT Serambi Ilmu
Semesta, 2009, Cet. 1, hlm. 69-70.
15
http://medan.tribunnews.com/2013/12/03/investasi-syariah-hidup-tenang-dan-tetapmenguntungkan, jam 13:55 WIB.

16

pada instrument keuangan yang sesuai dengan Syariah Islam.Sedangkan


untuk jenis transaksi yang dilarang diatur dalam pasal 9.16
Dalam berinvestasi pun Allah SWT dan Rasul-Nya memberikan
petunjuk dan rambu-rambu pokok yang diikuti oleh setiap muslim yang
beriman. Diantara rambu-rambu tersebut adalah sebagai berikut:
1) Terbebas dari unsur riba
Riba secara bahasa bermakna tumbuh dan bertambah.
Sedangkan secara istilah riba berarti pengambilan tambahan dari harta
pokok atau modal secara batil. Riba dalam bahasa inggris disebut
usury, yang intinya adalah pengambilan bunga atas pinjaman uang
yang berlebihan, sehingga cenderung mengarah kepada eksploitasi
atau pemerasan. Lebih lanjut riba dalam Al-Quran diartikan sebagai
setiap penambahan yang diambil tanpa adanya satu transaksi pengganti
atau penyeimbang yang dibenarkan oleh syariah. Yang dimaksud
transaksi pengganti atau penyeimbang, yaitu transaksi bisnis atau
komersil yang melegitimasi adanya penambahan secara adil, seperti
melalui transaksi jual-beli, sewa-menyewa atau bagi hasil.17 Allah
berfirman :

16

Ahmad Ifham Sholihin, Pedoman Umum Lembaga Keuangan Syariah, Jakarta : PT.
Gramedia Pustaka Utama, 2010, hlm. 312-313.
17
Abdul Ghofur Anshori, Perbankan Syariah Di Indonesia, Yogyakarta : Gadjah Mada
University Press, 2009, Cet. Ke 2, hlm. 12.

17

Arinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu


memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah
kamu kepada Allah supaya kamu mendapat
keberuntungan (Qs. Ali Imron [3]: 130)
2) Terhindar dari unsur gharar
Gharar dalam bahasa Arab memiliki terjemah risiko, kadang
juga merujuk pada ketidakpastian (uncertainty).18 Gharar secara
etimologi bermakna kekhawatiran atau resiko, dan gharar berarti juga
menghadapi suatu kecelakaan, kerugian, dan atau kebinasaan.Allah
berfirman :


Artinya: Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali
dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia
dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan
dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada
sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan
apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku
adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah

18

Iggi H Achsien, Investasi Syariah di Pasar Modal Menggagas konsep dan Praktek
Portofolio Syariah, Jakata : PT Gramedia Pustaka Utama, 2000, Cet. 1, hlm. 50.

18

janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah


kepadamu agar kamu ingat (al-Anam 152)
3) Terhindar dari unsur judi (maysir)
Maysir secara etimologi bermakna mudah. Maysir merupakan
bentuk obyek yang diartikan sebagai tempat untuk memudahkan
sesuatu.19 Maysir secara harfiah berarti memperoleh sesuatu dengan
sangat mudah tanpa kerja keras atau mendapat keuntungan tanpa
kerja.20 Allah SWT dan Rasulullah SAW telah melarang segala jenis
perjudian, hal tersebut tertuang dalam Al-Quran Surat al-Maidah ayat
90:



Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya


(meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala,
mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk
perbuatan syaitan.Maka jauhilah perbuatan-perbuatan
itu agar kamu mendapat keberuntungan. (al-Maidah
ayat 90)

4) Terhindar dari unsur haram


Investasi yang dilakukan oleh seorang investor muslim
diharuskan terhindar dari unsur haram. Sesuatu yang haram merupakan
segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT dan Rasul-Nya SAW.
Secara garis besar sesuatu yang haram dikategorikan menjadi dua:

19

Nurul Huda dan Mohamad Heykal, Lembaga Keuangan Islam Tinjauan Teoretis dan
Praktis, Jakarta : Kencana, 2010, Cet. Ke-1, hlm. 192-193.
20
Veithzal Rivai, Islamic Banking, Jakarta : Bumi Aksara, 2010, Cet. 1, hlm. 179

19

pertama, haram secara zatnya dan yang kedua, haram karena proses
yang ditempuh dalam memperoleh sesuatu.
5) Terhindar dari unsur syubhat
Syubhat berarti samara tau tidak jelas.21 Kata syubhat berasal
berarti mirip, serupa, semisal, dan bercampur. Seorang investor
muslim disarankan menjauhi aktivitas investasi yang beraroma
syubhat, karena jika hal tersebut tetap dilakukan maka pada
hakekatnya telah terjerumus pada suatu yang haram.22
2.2.2

Prinsip Ekonomi Islam dalam Investasi


Prinsip-prinsip Islam dalam muamalah yang harus diperhatikan

oleh pelaku investasi syariah (pihak terkait) adalah


a. Tidak mencari rizki pada hal yang haram, baik dari segi zatnya
maupun cara mendapatkannya, serta tidak menggunakannya untuk halhal yang haram.
b. Tidak mendzalimi dan tidak didzalimi.
c. Keadilan pendistribusian kemakmuran.
d. Transaksi dilakukan atas dasar ridha sama ridha.
e. Tidak ada unsur riba, maysir (perjudian), dan gharar (ketidak jelasan
atau samar-samar).
2.2.3
21

Etika dalam Investasi Syariah

Ahmad Ifham Sholihin, Buku Pintar Ekonomi Syariah, Jakarta : Gramedia Pustaka
Utama, 2010, Eds. 1, hlm. 822.
22
Nurul Huda dan Mustafa Edwin Nasution, op.cit., hlm. 24-30.

20

Sedangkan etika seorang produsen dalam lingkaran halal dan


haram adalah memproduksi sesuatu yang diperbolehkan dalam Islam,
diantaranya adalah :
a. Seorang

muslim

harus

menanam

sesuatu

yang

memberikan

kemaslahatan dan apa-apa yang dihalalkan.


b. Seorang muslim juga harus memproduksi barang-barang yang halal,
baik halal ketikabarang tersebut dikenakan ataupun halal untuk
dikoleksi.
c. Diantara produk yang dianjurkan beredar ialah produk yang
menguatkan akidah, etika dan moral manusia.
d. Investasi harta dengan cara memberikan keuntungan dan kemaslahan
masyarakat pada lembaga atau perusahaan yang sesuai syariah.
e. Memakai sistem bagi hasil dan menjauhi riba.
f. Menjauhi aktivitas yang tidak baik dalam produksi seperti jual beli
yang tidak jelas, mencuri, merampas, menyuap dan disuap serta
berjudi.
g. Menjauhi aktivitas menimbun/spekulan, karena menimbun bisa
merugikan masyarakat banyak disebabkan menahan barang beredar
sehingga banyak dari masyarakat yang dirugikan.
h. Jual beli atau peniagaan barang-barang yang halal dan baik.
i. Bertransaksi dengan prinsip syariah seperti : titipan, bagi hasil, jualbeli, sewa dan jasa (fee).
j. Dalam perdagangan seorang produsen harus bersikap adil.

21

Dari

penjabaran

diatas

dapat

disimpulkan

bahwa

harus

memperhatikan halal dan haram pada bisnis ataupun usaha. Harus


mendapatkan harta atau penghasilan dengan cara yang baik atau halal dan
juga menghindar dari penghasilan yang dicapai dengan cara yang salah
dan haram. Begitu juga dalam mempergunakannya harus dengan cara yang
halal yang diperbolehkan islam dan tidak mempergunakannya dengan cara
yang salah atau dengan cara yang diharamkan Islam.23
2.3

Logam Mulia
Logam mulia atau emas mempunyai berbagai aspek yang menyentuh

kebutuhan manusia disamping memiliki nilai estetis yang tinggi juga merupakan
jenis investasi yang nilainya stabil, likuid, dan aman secara riil.24
Emas merupakan logam

yang secara alamiah bersifat kokoh

(indestructible), tidak dapat tergerus oleh korosi asam yang ada di alam, dan
setelah terendam di dasar lautan selama berabad-abad emas tetap dapat
menunjukkan kilaunya yang indah.25
Dalam ilmu kimia, logam mulia adalah logam yang tahan terhadap korosi
maupun oksidasi. Contoh logam mulia adalah emas, perak dan platina. Ketiga
logam ini, saat ini sedang menjadi idola untuk dijadikan sarana investasi. 26
Umumnya logam-logam mulia memiliki harga yang tinggi, karena sifatnya yang
23

Indah Yuliana, Investasi Produk Keuangan Syariah, Malang : UIN-Maliki Press, 2010,
Cet. 1, hlm. 17-20.
24
Buku Saku Pengenalan Produk Perum Pegadaian, hlm 25-27.
25
Nofie Iman, Investasi Emas, Jakarta : Daras Books, 2009, Cet. 1, hlm. 58
26
Zulkifli, Cerdas Memilih Emas Tampil Makin Cantik Plus Berinvestasi, Yogyakarta :
Graha Pustaka, 2010, Cet. 1, hlm. 20.

22

langka dan tahan korosi. Logam mulia sangat sukar bereaksi dengan asam.
Sekalipun begitu, sebagian logam mulia (misalnya emas) dapat dilarutkan dalam
akua regia, yaitu campuran pekat dari asam nitrat dan asam klorida. Semua logam
mulia merupakan anggota dari logam transisi.

Logam mulia biasa digunakan sebagai perhiasan dan mata uang (emas,
perak), bahan tahan karat (stainless) seperti lapisan perak, ataupun katalis
(misalnya platina). Logam mulia atau biasa disingkat LM juga dikenal sebagai
merek dagang emas yang diproduksi oleh PT ANTAM Tbk. 27

2.3.1

Penerapan Akad Murabahah pada Produk Logam Mulia

Murabahah didefinisikan oleh para Fuqaha sebagai penjualan


barang seharga biaya/harga pokok (cost) barang tersebut ditambah markup atau margin keuntungan yang disepakati.28 Murabahah adalah akad
jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan
(margin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Akad ini merupakan
salah satu bentuk natural certainty contracts, karena dalam murabahah
ditentukan berapa required rate of profit-nya (keuntungan yang ingin
diperoleh).
Karena dalam definisinya disebut adanya keuntungan yang
disepakati, karakteristik murabahah adalah si penjual harus memberi tahu

27
28

http://id.wikipedia.org/wiki/Logam_mulia, tgl 26-12-2013. Jam 11.00.


Wiroso, Jual Beli Murabahah, Yogyakarta : UII Press, 2005, Cet. 1, hlm. 13.

23

pembeli tentang harga pembelian barang dan menyatakan jumlah


keuntungan yang ditambahkan pada biaya tersebut.29
Definisi murabahah, secara bahasa murabahah adalah bentuk
mutual (bermakna: saling) dari kata ribh yang artinya keuntungan yakni
pertambahan nilai modal (jadi artinya, saling mendapatkan keuntungan).
Menurut terminologi ilmu fikih arti murabahah adalah menjual dengan
modal asli bersama tambahan keuntungan yang jelas. 30 Murabahah berarti
pembelian barang dengan pembayaran ditangguhkan (1 bulan, 3 bulan, 1
tahun dst). Pembiayaan murabahah dalah pembiayaan yang diberikan
kepada nasabah dalam rangka pemenuhan kebutuhan produksi (inventory).
Pembiayaan murabahah mirip dengan kredit modal kerja yang biasa
diberikan oleh bank-bank konvensional, dan karenanya pembiayaan
murabahah berjangka waktu di bawah 1 tahun (short run financing).31
Pembayaran atas akad jual beli dapat dilakukan secara tunai atau tangguh
(Bai Muajjal).32 Murabahah, sebagaimana yang digunakan dalam
perbankan Islam, prinsipnya didasarkan pada dua elemen pokok: harga
beli serta biaya yang terkait, dan kesepakatan atas mark-up (laba).
Popularitas murabahah dalam operasi investasi perbankan Islam :
(i) murabahah adalah suatu mekanisme investasi jangka pendek, dan

29

Adiwarman Karim, Bank Islam Analisis Fiqih dan Keuangan, Jakarta : Raja Grafindo,
2006, hlm 97.
194.

30

Adiwarman Karim, Fikih Ekonomi Keuangan Islam, Jakarta : Darul Haq, 2004, hlm

31

Karnaen Perwataatmadja dan Muhammad SyafiI Antonio, op.cit., hlm. 25.


Sri Nurhayati dan Wasilah, op.cit.,hlm. 191.

32

24

dibandingkan dengan sistem Profit and Loss Sharing (PLS), cukup


memudahkan ; (ii) mark-up dalam murabahah dapat ditetapkan
sedemikian rupa sehingga memastikan bahwa lembaga bank syariah dapat
memperoleh keuntungan yang sebanding dengan keuntungan lembaga
keuangan berbasis bunga yang menjadi saingan lembaga keuangan
syariah; (iii) murabahah menjauhkan ketidakpastian yang ada pada
pendapatan dari bisnis-bisnis dengan sistem PLS; (iv) murabahah tidak
memungkinkan

lembaga-lembaga

keuangan

Islam

mencampuri

manajemen bisnis, karena lembaga keuangan bukanlah mitra si nasabah,


sebab hubungan mereka dalam murabahah adalah hubungan antara
kreditur dan debitur.33

2.3.2

Mekanisme dan Prosedur Produk Logam Mulia

1) Persyaratan untuk pengajuan pembelian logam mulia

a) Berstatus sebagai pegawai aktif/ professional/ pengusaha


b) Pemohon minimal berusia 21 tahun, pada saat pembiayaan
lunas berusia maksimum :

55 tahun untuk pegawai (usia pensiun)

60 tahun untuk kalangan professional dan pengusaha

c) Mempunyai penghasilan tetap dan kemampuan mengangsur

33

Abdullah Saeed, Menyoal Bank Syariah Kritik atas Interpretasi Bunga Bank kaum NeoRevivalis, Jakarta : Paramadina, 2004, hlm. 120-121.

25

d) Mengajukan permohonan melalui pengisian formulir


permohonan pembiayaan konsumtif serta wawancara
langsung.

Dokumen yang dibutuhkan

a) Formulir permohonan pembiayaan


b) Fotocopy KTP
c) Fotocopy NPWP (untuk permohonan Rp.50.000.000,keatas)
d) Fotocopy kartu identitas pegawai (untuk pegawai)34

2) Simulasi Pembelian Logam Mulia

Nasabah membeli 1 keping logam mulia (LM) seberat 25 gram


dengan

kadar

99,99%

(asumsi

harga

25

gram

Rp.11,250,000), maka :

a) Contoh Simulasi Perhitungan Angsuran :

Harga Emas Antam 25 gram (Rp. 450.000,-/gram) 11,250,000

Uang Muka (min 20% dari harga emas)

34

Brosur Produk BNI Syariah Pembiayaan Emas iB Hasanah

2,250,00

26

Pokok Pembiayaan (harga emas-Urbun)

9,000,000

Margin Bank 9,18% (flat) jangka waktu 5 tahun

4,131,000

Pokok Pembiayaan + Margin (harga jual bank)

13,131,000

Angsuran Per Bulan

218,850

b) Contoh Simulasi Perhitungan Tunai :

Harga + Margin + Administrasi

= 11,250,000 + (11,250,000 x 9,18%) + 50,000

= 11,250,000 + 1,032,750 + 50,000

= 12,332,750

2.3.3

Keuntungan Berinvestasi Melalui Logam Mulia

Keuntungan berinvestasi melalui logam mulia adalah :

1) Mewujudkan niat mulia guna :

a) Menabung logam mulia untuk menunaikan ibadah haji


b) Mempersiapkan biaya pendidikan anak di masa mendatang
c) Memiliki tempat tinggal (rumah) dan kendaraan

2) Alternatif investasi yang aman untuk menjaga Portofolio Asset

27

3) Merupakan Asset yang sangat Likuid dalam memenuhi


kebutuhan dana yang mendesak, memenuhi kebutuhan modal
kerja untuk pengembangan usaha, atau menyehatkan cashflow
keuangan bisnis
4) Tersedia pilihan logam mulia dengan berat 5 gram, 10 gram, 25
gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram dan 1 kilogram

2.3.4

Resiko Logam Mulia

Resiko yang akan dihadapi apabila berinvestasi di logam mulia,


adalah :

1) Turunnya nilai investasi

Dalam sebuah investasi tentu saja ada sebuah resiko berupa


turunnya nilai investasi yang di tanam.

2) Sulitnya produk investasi itu dijual

Ketika akan berinvestasi, maka harus berpikir dahulu apakah


produk tersebut merupakan produk yang mudah dijual, atau
mudah diuangkan.

3) Hasil investasi kalah dengan kenaikan harga barang dan jasa

Uang hari ini, dengan jumlah yang sama nilainya bisa saja
berkurang. Ini tentu saja karena mengalami kenaikan harga

28

barang dan jasa yang disebabkan oleh inflasi.35 Inflasi adalah


keadaan ekonomi di mana terjadi ekspansi kredit dan uang.
Akibat ekspansi kredit, nilai mata uang akan menurun atau
harga-harga akan mengalami kenaikan. Kenaikan harga-harga
adalah gejala yang diakibatkan oleh inflasi, bukan penyebab
dari inflasi itu sendiri.Inflasi disebabkan oleh pelaku ekonomi
yang tidak produktif dan memenuhi kebutuhannya hanya
dengan utang.36

2.4

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

2.4.1

Pengertian Perilaku Konsumen

Perilaku dapat diartikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang


secara langsung terlibat dalam semua aktivitas manusia. Kaitannya dalam
perilaku konsumen merupakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh
konsumen yang secara langsung terlibat dalam proses berinvestasinya.
Perilaku konsumen adalah keputusan seseorang atas merek kategori
produk, tempat untuk didatangi, waktu pembelian dan jumlah pembelian,
merupakan hasil dari rangsangan (stimuli) yang berasal dari luar dirinya,
yang diolah dalam diri konsumen.37
Perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat untuk
mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa
35

Zulkifli, op.cit.,hlm. 13-15.


Nofie Iman, op.cit., hlm. 49-50.
37
Philip Kotler dan A. B. Susanto ,Manajemen Pemasaran di Indonesia, Jakarta :
Salemba Empat, 1999, jilid 1, hlm. 220.
36

29

termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan.38


Perilaku konsumen sebagai perilaku pembelian konsumen akhir, baik
individu maupun rumah tangga, yang membeli produk untuk konsumsi
personal.39

Salah satu dari pendekatan yang paling sukses dalam memahami


apa yang tengah dilakukan konsumen adalah gagasan yang mengatakan
bahwa konsumen tersebut berperan dalam membentuk berbagai macam
barang, dalam menyempurnakan atau mengembangkan penciptaan barangbarang yang digunakan konsumen. Dalam menentukan berbagai barang,
yang masuk dalam assortment-nya, seorang konsumen harus melakukan
penilaian akan berbagai kemungkinan yang terjadi selanjutnya dalam
menggunakan barang atau produk bersangkutan. Produk yang masuk
dalam assortment konsumen itu menjadi dasar pertimbangan terhadap
perilaku konsumen selanjutnya berkenaan dengan produk yang ada.40

Dalam Islam, perilaku seorang konsumen harus mencerminkan


hubungan dirinya dengan Allah SWT. Dalam Islam, konsumsi tidak dapat
dipisahkan dari peranan keimanan. Peranan keimanan menjadi tolakukur
penting karena keimanan memberikan cara pandang dunia yang cenderung
mempengaruhi kepribadian manusia, yaitu dalam bentuk perilaku, gaya

38

Bilson Simamora, Panduan Riset Perilaku Konsumen, Jakarta : PT Gramedia Pustaka


Utama, 2004, Cet. Ke-2, hlm. 1-2
39
Bilson Simamora, Memenangkan Pasar Dengan Pemasaran Efektif dan Profitabel,
Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama, 2001, hlm. 81.
40
Usi Usmara, Pemikiran Kreatif Pemasaran, Yogyakarta : Asmara Books, 2008, Cet. 1,
hlm. 1.

30

hidup, selera, sikap-sikap terhadap sesama manusia, sumber daya dan


ekologi. Keimanan sangat mempengaruhi sifat, kuantitas, dan kualitas
konsumsi baik dalam bentuk kepuasan materil maupun spiritual.

Perilaku konsumen merupakan perkembangan dari psikologi


konsumen dalam penelitian yang merupakan perluasan pengambilan
keputusan konsumen dalam bidang perilaku ekonomi dan psikologi
ekonomi. Dalam bank konsumen disebut dengan nasabah, nasabah adalah
setiap orang yang datang ke bank untuk bertransaksi, setiap orang yang ke
bank untuk mendapatkan informasi dan setiap orang yang ada di kantor
(satu bagian, bagian lain, atau cabang lain). Pepatah mengatakan nasabah
adalah raja, maka nasabah wajib dilayani dengan tulus dan ikhlas.41

2.4.2

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi

Faktor berarti hal (keadaan, peristiwa) yang ikut menyebabkan


(mempengaruhi) terjadinya sesuatu.42 Faktor-faktor yang berpengaruh
pada perilaku konsumen adalah faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor
pribadi, dan faktor psikologis. Sebagian faktor-faktor tersebut tidak
diperhatikan oleh pemasar tetapi sebenarnya harus diperhitungkan untuk

41

Muhammad Muflih, Perilaku Konsumen Dalam Perspektif Ilmu Ekonomi Islam,


Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2006, hlm. 4-12.
42
Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1993, Cet ke-4,
hlm. 239.

31

mengetahui seberapa jauh faktor-faktor perilaku konsumen tersebut


mempengaruhi pembelian konsumen.43

2.4.2.1

Faktor Kebudayaan
Kebudayaan didefinisikan

sebagai seperangkat pola

peilaku yang diperoleh secara sosial dan diekspresikan melalui


simbol-simbol, bahasa, dan cara-cara lain kepada anggota
masyarakat.44 Budaya masyarakat tertentu membentuk perilaku
konsumen.45 Faktor kebudayaan mempunyai pengaruh yang paling
luas dan paling dalam terhadap perilaku konsumen.Pemasar harus
memahami peran yang dimainkan oleh kultur, subkultur, dan kelas
sosial pembeli.
1)

Kultur
Kultur adalah faktor penentu paling pokok dari keinginan dan
pelaku seseorang. Makhluk yang lebih rendah umumnya
dituntun oleh naluri. Sedangkan pada manusia, perilaku
biasanya dipelajari dari lingkungan sekitarnya. Sehingga
nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku antara seorang yang
tinggal pada daerah tertentu dapat berbeda dengan orang lain
yang berada di lingkungan yang lain pula. Sehingga sangat

43

Bilson Simamora, Membongkar Kotak Hitam Konsumen, Jakarta : PT Gramedia


Pustaka Utama, 2003, hlm. 4.
44
Tatik Suryani, Perilaku Kosumen Implikasi pada Strategi Pemasaran, Yogyakarta :
Graha Ilmu, 2008, hlm. 285.
45
Taufiq Amir, Dinamika Pemasaran Jelajahi dan Rasakan, Jakarta : PT RajaGrafindo
Persada, 2005, hlm. 49.

32

penting bagi pemasar untuk melihat pergeseran kultur


tersebut untuk dapat menyediakan produk-produk baru yang
diinginkan konsumen.46
2)

Subkultur
Subkultur adalah sekelompok orang tertentu dalam sebuah
masyarakat yang sama-sama memiliki makna budaya yang
sama untuk tanggapan afeksi dan kognisi (reaksi emosi,
kepercayaan, nilai, dan sasaran) perilaku (adat-istiadat , ritual
dan tulisan, norma perilaku), dan faktor lingkungan (kondisi
kehidupan, lokasi goegrafis, objek-objek yang penting).47
Tiap kultur mempunyai subkultur yang lebih kecil, atau
kelompok orang dengan sistem nilai yang sama berdasarkan
pengalaman dan situasi hidup yang sama. Subkultur
merupakan segmen pasar yang penting, dan pemasar sering
menemukan manfaat dengan merancang produk yang
disesuaikan dengan kebutuhan subkultur tersebut.48

3) Kelas sosial
Kelas sosial didefinisikan sebagai pembagian anggotaanggota masyarakat ke dalam suatu hirarki kelas-kelas status
yang berbeda, sehingga anggota dari setiap kelas yang relatif

46

Bilson Simamora, ibid., hlm. 5.


J Paul Peter dan Jerry C. Olson, Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Jakarta :
Erlangga, 2000, Jilid 2, hlm. 72.
48
Bilson Simamora, ibid., hlm. 5.
47

33

sama mempunyai kesamaan.49 Kelas sosial adalah sebuah


hirarki status nasional di mana kelompok dan individu
dibedakan dalam hal gengsi dan nilai diri.50 Kelas sosial
adalah susunan yang relatif permanen dan teratur dalam suatu
masyarakat yang anggotanya mempunyai nilai, minat dan
perilaku yang sama. Kelas sosial tidak ditentukan oleh faktor
tunggal seperti pendapatan tetapi diukur sebagai kombinasi
pekerjaan, pendapatan, pendidikan, kekayaan, dan variabel
lainnya.Kelas sosial memperlihatkan preferensi produk dan
merek yang berbeda.
2.4.2.2

Faktor Sosial
Individu merupakan makhluk sosial. Individu pada

dasarnya sangat mendapatkan pengaruh dari orang-orang di sekitar


saat membeli satu barang.51 Faktor sosial adalah kelompok
referensi atau acuan secara umum berupa individu atau kelompok
nyata atau khayalan yang memiliki pengaruh evaluasi, aspirasi,
bahkan perilaku terhadap orang lain. Kelompok acuan (yang paling
berpengaruh terhadap konsumen) mempengaruhi orang lain
melalui norma, informasi, dan melalui kebutuhan nilai ekspresif
konsumen. Terdapat beberapa bentuk kelompok acuan yang dapat
mempengaruhi

konsumen

dalam

perilaku

konsumsi,

yaitu

kelompok lingkungan, kelompok peran dan status sosial (kelompok


49

Tatik Suryani, op.cit., hlm. 263.


J Paul Peter dan Jerry C. Olson, op.cit., hlm. 92
51
Bilson Simamora, op.cit., hlm. 5- 6.
50

34

belanja, kelompok kerja, komunitas maya dan kelompok asli


konsumen)52
1)

Lingkungan
Dalam lingkungan terdapat lingkungan kelompok acuan dan
lingkungan keluarga. Kelompok acuan seseorang terdiri dari
semua kelompok yang mempunyai pengaruh langsung atau
pengaruh tidak langsung terhadap pendirian atau perilaku
seseorang. Semua ini adalah kelompok di mana orang
tersebut

berada

atau

berinteraksi.

Anggota

keluarga

merupakan kelompok primer yang paling berpengaruh.


Orientasi keluarga terdiri dari orang tua seseorang. 53.
2) Peran dan status sosial
Posisi seseorang dalam suatu kelompok dapat ditentukan dari
segi peran dan status. Tiap peran membawa status yang
mencerminkan penghargaan umum oleh masyarakat.54
2.4.2.3

Faktor Pribadi
Kepribadian sering diartikan sebagai individual yang

merupakan perpaduan dari sifat, temperamen, kemampuan umum


dan bakat yang dalam perkembangannya dipengaruhi oleh interaksi
individu dengan lingkungannya. Pemahaman terhadap kepribadian
konsumen sangatlah penting tidak hanya untuk kepentingan
52

Muhammad Muflih, op.cit., hlm. 69.


Philip Kotler dan A. B. Susanto ,op.cit., hlm. 225-230
54
Bilson Simamora, op.cit.,6-7.
53

35

penyusunan bauran pemasaran, tetapi juga penting ketika


perusahaan menggunakan kepribadian konsumen sebagai dasar
segmentasi dan penentu pasar sasaran.55 Keputusan seseorang
pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur
dan tahap daur-hidup pembeli, jabatan, keadaan ekonomi, gaya
hidup, kepribadian, dan konsep diri pembeli yang bersangkutan.
1)

Usia dan tahap daur hidup


Orang akan mengubah barang dan jasa yang mereka beli
sepanjang hidup mereka. Kebutuhan dan selera seseorang
akan berubah sesuai dengan usia. Pembeli dibentuk oleh
tahap daur hidup keluarga. Sehingga pemasar perlu
memperhatikan perubahan minat pembeli yang terjadi yang
berhubungan dengan daur hidup manusia.

2)

Pekerjaan
Pekerjaan seseorang akan mempengaruhi barang dan jasa
yang

dibelinya.

Dengan

demikian

pemasar

dapat

mengidentifikasikan kelompok yang berhubungan dengan


jabatan yang mempunyai minat di atas rata-rata terhadap
produk mereka.
3)

Keadaan ekonomi
Keadaan ekonomi akan sangat mempengaruhi pilihan produk.
Pemasar yang produknya peka terhadap pendapatan dapat

55

Tatik Suryani, op.cit., hlm. 57.

36

dengan seksama memperhatikan kecenderungan dalam


pendapatan pribadi, tabungan, dan tingkat bunga. Jadi
indikator-indikator ekonomi tersebut menunjukkan adanya
resesi, pemasar dapat mencari jalan menetapkan posisi
produknya.
4)

Gaya hidup
Orang yang berasal dari subkultur, kelas sosial dan pekerjaan
yang sama dapat mempunyai gaya hidup yang berbeda. Gaya
hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang
bersangkutan yang tercermin dalam kegiatan, minat, dan
pendapatnya. Konsep gaya hidup apabila digunakan oleh
pemasar secara cermat, akan dapat membantu untuk
memahami nilai-nilai konsumen yang terus berubah dan
bagaimana

nilai-nilai

tersebut

mempengaruhi

perilaku

konsumen.
5)

Kepribadian dan Konsep diri


Kepribadian mengacu pada karakteristik psikologis yang unik
menimbulkan respon relatif konstan terahadap lingkungannya
sendiri. Kepribadian sangat bermanfaat untuk menganalisis
perilaku konsumen bagi bebarapa pilihan produk atau merk.
Atau pemasar juga dapat menggunakan konsep diri atau citra
diri seseorang. Untuk memahami perilaku konsumen,
pemasar dapat melihat pada hubungan antara konsep diri dan

37

harta milik konsumen. Konsep diri ini telah berbaur dalam


tanggapan konsumen terhadap citra mereka. Konsep diri
adalah bagaimana seseorang beropini terhadap dirinya.
2.4.2.4

Faktor Psikologis
Aspek ini merupakan bagian dari pribadi. Akan tetapi

karena aspek ini mempunyai peran yang signifikan pada perilaku


konsumen. Pada suatu saat tertentu seseorang mempunyai banyak
kebutuhan baik yang bersifat

biogenik maupun

biologis.

Kebutuhan ini timbul dari suatu keadaan fisiologis tertentu seperti


lapar, haus, dan sebagainya. Sedangkan kebutuhan yang bersifat
psikologis adalah kebutuhan yang timbul dari keadaan fisiologis
tertentu seperti kebutuhan untuk diakui, harga diri, atau kebutuhan
untuk diterima oleh lingkungannya.
Pilihan pembelian seseorang juga dipengaruhi oleh
faktor psikologis yang utama, yaitu motivasi, persepsi, proses
pembelajaran, serta kepercayaan dan sikap.
1)

Motivasi
Kebanyakkan dari kebutuhan-kebutuhan yang ada tidak
cukup kuat untuk memotivasi seseorang untuk bertindak pada
suatu saat tertentu. Suatu kebutuhan akan berubah menjadi
motif apabila kebutuhan itu telah mencapai tingkat tertentu.
Motif adalah suatu kebutuhan yang cukup menekan

38

seseorang untuk mengejar kepuasan.56 Motivasi adalah


dorongan untuk memuaskan satu kebutuhan atau keinginan.57
Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan
oleh konsumen. Kebutuhan sendiri muncul karena konsumen
merasakan

ketidaknyamanan

antara

yang

seharusnya

dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan. Kebutuhan yang


dirasakan tersebut mendorong seseorang untuk melakukan
tindakan memenuhi kebutuhan tersebut. Inilah yang disebut
sebagai motivasi.58
2)

Persepsi
Persepsi merupakan suatu proses dengan mana individual
mengorganisir dan menginterpretasikan tanggapan kesan
dengan maksut memberi makna pada lingkungan. 59 Persepsi
adalah proses di mana individu memilih, merumuskan, dan
menafsirkan masukan informasi untuk menciptakan suatu
gambaran yang berarti mengenai dunia. Orang dapat
memberikan persepsi yang berbeda terhadap rangsangan yang
sama karena tiga proses persepsi, yaitu perhatian yang
selektif, gangguan yang selektif, dan mengikat kembali yang
selektif

56

Bilson Simamora, op.cit., hlm. 5-9.


Taufiq Amir, op.cit., hlm. 58.
58
Ujang Sumarwan, Perilaku Konsumen Teori Dan Penerapannya Dalam Pemasaran,
Jakarta : PT. Ghalia Indonesia, 2003, hlm. 34.
59
Wibowo, Perilaku Dalam Organisasi, Jakarta : Rajawali Pres, 2013, Cet. 1, hlm. 60.
57

39

3)

Proses pembelajaran
Proses pembelajaran menjelaskan perubahan dalam perilaku
seseorang yang timbul dari pengalaman, dan kebanyakan
perilaku manusia adalah hasil proses pembelajaran. Secara
teori, pelajaran seseorang dihasilkan melalui dorongan,
rangsangan,

isyarat,

tanggapan,

dan penguatan.

Bagi

pemasar, mereka dapat membangun permintaan akan produk


dengan menghubungkannya dengan dorongan yang kuat,
dengan

menggunakan

isyarat

motivasi

dan

dengan

memberikan penguatan yang positif.


4)

Kepercayaan dan sikap


Kepercayaan adalah suatu pemikiran deskriptif yang dimiliki
seseorang tentang tertentu. Kepercayaan dapat berupa
pengetahuan,

pendapat

atau

sekedar

percaya,

dan

kepercayaan ini akan membentuk citra produk dan merek.


Suatu sikap menjelaskan suatu organisasi dari motivasi,
perasaan emosional, persepsi, dan proses kognitif kepada
suatu aspek. Sikap menuntun orang untuk berperilaku relatif
konsisten terhadap obyek yang sama.60 Sikap

pada

hakikatnya merupakan kecenderungan pernyataan seseorang,


baik menyenangkan maupun tidak menyenangkan, yang

60

Bilson Simamora, op.cit., hlm. 6-7.

40

mencerminkan bagaimana merasa tentang orang, objek atau


kejadian dalam lingkungan.61
2.5

Minat Investasi Nasabah


Minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah dan

keinginan.62 Minat dimaksudkan sebagai usaha dan kemauan untuk mempelajari


dan mencari sesuatu, misalnya pada minat seniman ; orang mempunyai bakat atau
tidak pada seni, tetapi telah ada usaha aktif untuk mempelajari seni.63
Pengertian minat menurut bahasa (Etimologi), ialah usaha dan kemauan
untuk mempelajari (learning) dan mencari sesuatu. Secara (Terminologi), minat
adalah keinginan, kesukaan dan kemauan terhadap sesuatu hal. Menurut Hilgar
minat adalah suatu proses yang tetap untuk memperhatikan dan memfokuskan diri
pada sesuatu yang diminatinya dengan perasaan senang dan rasa puas.64
Seseorang yang berminat melakukan aktivitas investasi seperti pembelian
saham, obligasi, reksadana, atau berinvestasi melalui pasar uang seperti deposito
atau giro tidak akan mengenal putus asa dan tetap menikmati kegiatan tersebut,
bahkan dengan sendirinya ia akan mencari informasi seluas mungkin tanpa
mengandalkan orang lain. Dorongan yang ada pada diri individu, menggambarkan
perlunya perlakuan yang luas, sehingga ciri-ciri terlihat lebih terinci dan jelas
sesuai dengan faktor kebutuhan. Oleh karena itu ciri-ciri dan minat seseorang
akanmenjadi pedoman penyelenggara program aktifitas dalam berinvestasi dan

61

Wibowo, op.cit., hlm. 50.


Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, op.cit., hlm 583.
63
Slamet Wiyono, Manajemen Potensi Diri, Jakarta : PT Grasindo, 2004, Cet. 1, hlm 61.
64
Yasin
Setiawan,
Pengembangan
Minat
Pada
Anak
http://www.siaksoft.net.net/index.php?option=comcontent&task=view&id=2372&Itemi
d=105
62

41

arahnya akan lebih dikategorikan kepada hasil investasi berupa: tingkat


pengembalian yang besar, aman, terpercaya, dan domain yang lain. Dengan
adanya penggunaan pedoman maka pandangan dan pengembangan program akan
sesuai dengan ketetapan masa berinvestasi dalam melakukan aktifitas investasi.
Kemudian diharapkan akan muncul dalam pikiran, bahwa pada umumnya
seseorang memiliki ragam tentang pengertian berinvestasi sehat dan aman yang
perlu diperhatikan.
Crow and Crow yang dikutip Abdul Rahman Saleh dalam bukunya
berpendapat ada tiga faktor yang mempengaruhi timbulnya minat, yaitu:
a) Dorongan dari dalam diri individu, misal dorongan makan, rasa ingin tahu
dan seks.
b) Motif sosial, dapat menjadi faktor yang membangkitkanminat untuk
melakukan suatu aktivitas tertentu.
c) Faktor emosional, minat mempunyai hubungan yang erat dengan emosi. 65

Dalam al-Quran bahwa pembicaraan tentang minat terdapat pada surat


pertama yang perintahnya adalah agar kita membaca. Membaca bukan hanya
membaca buku atau dalam artian tekstual, akan tetapi juga semua aspek. Tuntunan
untuk membaca cakrawala jagad yang merupakan kebesaran-Nya serta membaca
potensi diri. Firman Allah SWT.

65

Abdul Rahaman Saleh Dan Abdul Wahab Muhbib, Psikologi Suatu Pengantar Dalam
Perspektif Islam, Jakarta: Prenada Media, 2004, hlm. 263-264.

42


Artinya:Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah
menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal
darah. Bacalah, dan Tuhanmu adalah Maha Pemurah. Yang
mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (alat tulis) Dia
mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Jadi minat merupakan karunia terbesar yang dianugerahkan Allah SWT


kepada kita semua.Namun bukan berarti kita hanya berpangku tangan dan minat
tersebut

berkembang

dengan

sendirinya.

Tetapi

upaya

kita

adalah

mengembangkan sayap anugerah Allah itu kepada kemampuan maksimal kita


sehingga karunianya dapat berguna dengan baik pada diri kita.66
2.6

Penelitian Terdahulu
Dalam penulisan skripsi ini, peneliti menggunakan acuan dari beberapa

penelitian terdahulu. Diantaranya adalah :


Pertama, Penelitian yang berjudul Implementasi Sistem Pembiayaan
Murabahah Menurut Fatwa Dewan SyariahNasional NO.04/DSN-MUI/IV/2000
Majelis Ulama Indonesia (Studi Kasus di BMT Al Khalim Kranggan
Temanggung) Oleh Kunti Ulfa Tarrohmi. Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa
apabila diperhatikan ketentuan Fatwa Dewan Syariah Nasional yang berbunyi
jika bank hendak mewakilkan kepada nasabah untuk membeli barang dari pihak

66

SkripsiNila Purbiyanti Zamro, Pengaruh Promosi dan Diferensiasi Terhadap Minat


Nasabah Untuk Berinvestasi di Bank Umum Syariah (Studi Pada Bank Syariah Mandiri Cabang
Semarang). 2009. hlm. 59.

43

ketiga, akad jual beli murabahah harus dilakukan setelah barang, secara prinsip
menjadi milik bank ketentuan tersebut menjelaskan bahwa akad murabahah
dapat dilakukan jika barang tersebut secara prinsip telah menjadi milik BMT.
Bukan suatu hal yang salah apabila BMT mewakilkan kepada nasabah untuk
membeli barang. Namun karena BMT tersebut meminta nasabah untuk menjadi
wakil maka atas kerja nasabah tersebut seharusnya BMT al Khalim dapat
memberikan upah kepada nasabah atas wakil pembelian barang karena adanya
tenaga yang dikeluarkan pada saat melakukan pembelian. Sebagai bukti nasabah
sebagai wakil BMT maka nasabah menerima uang dan BMT menyerahkan uang,
kemudian nasabah menandatangani tanda terima uang tunai nasabah atau
promes sebesar uang yang diterima. Dari keterangan mengenai pembelian
barang dengan cara diwakilkan di BMT al Khalim belum sesuai dengan ketetapan
Fatwa Dewan Syariah Nasional.
Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Ubaedul Mustofa yang berjudul
Studi Analisis Pelaksanaan Akad Murabahah Pada Produk Pembiayaan Modal
Kerja

di

Unit

Mega

Mitra

Syariah

(M2S)

Bank

Mega

Syariah

Kaliwungu.Dalam penelitian ini dijelaskan bahwadalam pelaksanaan akad


murabahah pada produk pembiayaan modal kerja di Unit Mega Mitra Syariah
(M2M) Bank Mega Syariah Kaliwungu belum memenuhi ketentuan syariah.Hal
ini dikarenakan ada beberapa aspek syarat rukun yang tidak sesuai dengan
ketentuan syariah.Berkaitan dengan objek atau barang yang diperjual-belikan
pada pembiayaan modal kerja di Unit Mega Mitra Syariah (M2S) Bank Mega
Syariah Kaliwungu sangat abstrak atau tidak jelas. Penentuan persentase margin

44

berdasarkan tingkat plafon pembiayaan yang dilakukan oleh Unit Mega Mitra
Syariah (M2S) Bank Mega Syariah Kaliwungu menjadikannya seperti bunga.
Penandatanganan akad dilakukan bersamaan (murabahah dan wakalah) oleh
pihak bank dan nasabah menyebabkan ketidakjelasan akad, mekanisme pembelian
dan kepemilikan barang yang diperjual belikan serta menjadikan akad tersebut
rusak.
Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Saputra yang berjudul
Implementasi Investasi Logam Mulia Pada Bisnis Gadai Syariah Mega. Dalam
penelitian ini dijelaskan bahwa secara keseluruhan, praktek gadai emas di gadai
syariah Mega tidak menunjukkan indikasi adanya keharaman di dalamnya.Baik
dari segi akad, biaya jasa simpan barang, pemanfaatan barang, serta penjualan
barang gadai.Semua yang dilakukan oleh gadai syariah mega masih dalam koridor
syariat Islam.
Keempat, penelitian yang dilakukan oleh Nila Purbiyanti Zamro yang
berjudul Pengaruh Promosi dan Diferensiasi Terhadap Minat Nasabah Untuk
Berinvestasi Di Bank Umum Syariah (Studi Pada Bank Syariah Mandiri Cabang
Semarang). Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa pengaruh promosi dan
diferensiasi signifikan terhadap minat nasabah untuk berinvestasi di Bank Umum
Syariah.
Kelima, penelitian yang dilakukan oleh Qoni Ardzila yang berjudul
Penerapan Akad Murabahah Pada Produk Pembiayaan Emas Ib Hasanah di
BNI Syariah Cabang Semarang. Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa
Pembiayaan Emas iB Hasanah pada BNI Syariah Semarang meliputi, akad yang

45

digunakan adalah akad murabahah dimana pihak Bank memberi tahu harga pokok
barang beserta keuntungan yang disepakati oleh kedua belah pihak baik itu dari
pihak bank maupun pihak nasabah. Pembiayaannya berdasarkan pesanan. Sasaran
pembiayaan ditujukan untuk; pegawai/karyawan aktif; kalangan profesional
(dokter, pengacara, akuntan, notaris/PPAT); pengusaha/ wiraswasta dengan usia
minimal 21 tahun. Keuntungan dalam pembiayaan Emas iB Hasanah berbentuk
margin penjualan 10% pa/flat (untuk jangka waktu pembiyaan selama 2 tahun);
11% pa/flat (untuk jangka waktu pembiayaan selama 3 tahun); 12% pa/flat (untuk
jangka waktu pembiayaan selama 4 dan 5 tahun). Pembayaran harga barang
dilakukan secara angsuran dengan jangka waktu sampai dengan 5 (lima) tahun
dan memungkinkan adanya jaminan yang berupa obyek pembiayaan itu sendiri.
Keenam, penelitian yang dilakukan oleh Aniqotur Rosyidah yang berjudul
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli Nasabah Terhadap
Reksadana Syariah (Studi Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Semarang).
Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa Variabel faktor budaya (X1) tidak
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat beli nasabah reksadana di
Bank Syariah Mandiri Cabang Semarang dengan ditunjukkan P value 0,165 >
0,005.Variabel faktor sosial (X2) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap minat beli nasabah reksadana di Bank Syariah Mandiri Cabang
Semarang dengan ditunjukkan P value 0,180 > 0,005. Variabel faktor pribadi (X3)
tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat beli nasabah reksadana
di Bank Syariah Mandiri Cabang Semarang dengan ditunjukkan P value 0,545 >
0,005. Variabel faktor psikologi (X4) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan

46

terhadap minat nasabah reksadana di Bank Syariah Mandiri Cabang Semarang


dengan ditunjukkan P value 0,711 > 0,005. Variabel faktor kebutuhan sosial (X5)
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat beli nasabah reksadana di
Bank Syariah Mandiri Cabang Semarang dengan ditunjukkan P value 0,004 <
0,005.
2.7

Kerangka Teori
Dari uraian diatas, kerangka teori dituangkan dalam gambar berikut :

Faktor Budaya (X1)

Faktor Sosial (X2)

Minat Investasi
Nasabah (Y)

Faktor Personal (X3)

Faktor Psikologis (X4)


Keterangan :
Y : Variabel Dependent
X1, X2, X3, X4: Variabel Independent

2.8

Hipotesis
Hipotesis merupakan suatu pernyataan yang bersifat sementara atau

dugaan saja.67 Berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka teori, maka hipotesis
yang peneliti ajukan adalah :
H 1 : faktor budaya berpengaruh pada minat investasi nasabah
67

Muhamad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam Pendekatan Kuantitatif, Jakarta :


Rajawali Pers, 2008, Eds.1, hlm 70-71.

47

H 2 : faktor sosial berpengaruh pada minat investasi nasabah


H 3 : faktor personal berpengaruh pada minat investasi nasabah
H 4 : faktor psikologis berpengaruh pada minat investasi nasabah

48

BAB III
METODELOGI PENELITIAN

3.1

Jenis dan Sumber Data


3.1.1

Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field study research)

yakni pengamatan langsung ke obyek yang diteliti guna mendapatkan data


yang relevan. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif di mana
peneliti dapat menentukan hanya beberapa variabel saja dari obyek yang
diteliti kemudian dapat membuat instrumen untuk mengukurnya.1
3.1.2

Sumber Data
Data adalah hasil pencatatan penelitian baik yang berupa fakta

ataupun angka. Dalam penelitian ini menggunakan dua jenis data yaitu
primer dan sekunder.
a) Data Primer
Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan
data kepada pengumpul data.Dalam hal ini penulis menggunakan
metode survey dengan menggunakan quesioner dan wawancara.
Pada nasabah BNI Syariah Semarang yang masih aktif.
b) Data Sekunder
Data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung
memberikan data kepada pengumpul data.Untuk memperoleh data

Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, Bandung: Alfabeta, 2008, Cet. Ke 15, hlm. 17.

48

49

ini peneliti mengambil sejumlah buku-buku, brosur, website, data,


dan contoh penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan
penelitian ini.2

3.2

Populasi dan Sampel


3.2.1

Populasi
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/

subyek yang mempuyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan


peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. 3 Populasi
dalam penelitian ini adalah nasabah BNI Syariah Cabang Semarang yang
menggunakan produk Logam Mulia pada tahun 2013 sejumlah 74 orang.
3.2.2

Sampel
Sampel merupakan bagian atau sejumlah cuplikan tertentu yang

diambil dari suatu populasi dan diteliti secara rinci.4 Dalam penelitian ini
penulis menggunakan teknik pengambilan sampel non probability
sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang
atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk
dipilih menjadi sampel.5 Dalam penelitian ini diperoleh 74 responden
3.3

Metode Pengumpulan Data


a. Metode Wawancara

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D,


Bandung : Alfabeta, 2012, Cet. Ke 15, hlm. 193.
3
Tim penyusun, Pedoman Penulisan Skripsi, Semarang : Fakultas Syariah IAIN
Walisongo Semarang, 2010, hlm. 21
4
Muhammad, op.cit., hlm. 162.
5
Tim penyusun, op. cit., hlm. 24.

50

Wawancara yang dimaksud di sini adalah teknik untuk


mengumpulkan data yang akurat untuk keperluan proses pemecahan
masalah tertentu, yang sesuai dengan data. 6 Wawancara digunakan sebagai
teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi
pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga
apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih
mendalam dan jumlah respondennya sedikit/ kecil.7
b. Metode Observasi
Teknik pengamatan menuntut adanya pengamatan dari seorang
peneliti, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap objek yang
diteliti dengan menggunakan instrumen yang berupa pedoman penelitian
dalam bentuk lembar pengamatan atau lainnya. 8
c. Metode Kuesioner/ angket
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis
kepada responden untuk menjawabnya. Kuesioner merupakan teknik
pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel
yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.9
Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian ini
dengan menggunakan skala likert 5 poin.10 Sebelum membuat daftar
pertanyaan terlebih dahulu dibuat kisi-kisi instrumen dengan menjabarkan
6

Muhamad, op.cit., hlm. 151.


Sugiyono, op.cit., hlm. 194.
8
Muhamad, loc.cit.,hlm. 150.
9
Sugiyono, loc.cit., hlm. 199.
10
Sugiyono,ibid., hlm. 135.
7

51

variabel menjadi sub variabel yang akan diukur, hal ini digunakan sebagai
patokan untuk menyusun instrumen yang menggunakan skala Likert
mempunyai gradasi dari sangat negatif sampai sangat positif dengan 5
(lima) alternatif jawaban, dengan jawaban masing-masing sebagai berikut:
SS : Sangat Setuju

TS

: Tidak Setuju

S : Setuju

STS

: Sangat Tidak Setuju

N : Netral
Masing-masing jawaban memiliki nilai sebagai berikut :
SS : 5

TS

:2

S :4

STS

:1

N :3

3.4

Variabel Penelitian dan Pengukuran


Variabel didefinisikan sebagai atribut seseorang, atau obyek, yang

mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan
obyek yang lain.11
Tabel 3.1
Variabel Penelitian dan Pengukuran
No

Variabel

Definisi Operasional

Budaya

Budaya

masyarakat

1. Kultur

yang

membentuk

2. Kelas Sosial

perilaku konsumen

11

Sugiyono, op.cit, hlm. 60.

Indikator

Skala
Likert

52

No

Variabel

Definisi Operasional

Indikator

Sosial

Individu

yang

memiliki

pengaruh

2. Peran

perilaku seseorang saat

Status

Skala

1. Lingkungan

Likert

dan

membeli barang
3

Pribadi

Perpaduan dari sifat,


temperamen,

1. Keadaan

Likert

ekonomi

kemampuan

umum

2. Gaya Hidup

dan bakat yang dalam


perkembangannya
dipengaruhi
interaksi

oleh
individu

dengan lingkungannya
4

Psikologis

Mempunyai

peran

1. Persepsi

yang signifikan pada

2. Motivasi

Likert

perilaku konsumen
5

Minat

Kecenderungan

Investasi

yang tinggi terhadap

individu

Nasabah

sesuatu,

(emosional)

keinginan.

3.5

gairah

hati

dan

1. Diri

dalam Likert

2. Dorongan

Teknik Analisis Data


Analisis data dilakukan dengan cara analisis kuantitatif. Analisis yang

dilakukan terhadap data antara lain: uji validitas dan reliabilitas, uji penyimpanan
asumsi klasik dan uji statistik.

53

3.5.1

Uji Validitas
Validitas menunjukkan keabsahan instrumen mengukur objek yang

diukur. Validitas merujuk kepada sejauh mana suatu uji dapat mengukur
apa yang sebenarnya ingin diukur.12 Suatu instrumen dianggap valid
apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Dengan kata lain, mampu
memperoleh data yang tepat dari variabel yang diteliti. Prinsip validitas
adalah pengukuran atau pengamatan yang berarti prinsip keandalan
instrumen dalam mengumpulkan data. Instrumen harus dapat mengukur
apayang seharusnya diukur. Jadi validitas lebih menekankan pada alat
pengukuran atau pengamatan.Jika r tabel < r hitung, maka butir soal
disebut valid.13 Tinggi rendah validitas suatu angket atau kuesioner
dihitung dengan menggunakan metode Pearsons Product Moment
Correlation, yaitu dengan menghitung korelasi antara skor item
pertanyaan dengan skor total.14
3.5.2

Reliabilitas
Reliabilitas adalah yang mendukung validitas dan merupakan

syarat mutlak, tetapi tidak cukup bagi validitas sendiri. 15 Reliabilitas


adalah tingkat keandalan kuesioner.16 Reliabilitas adalah suatu angka
indeks yang menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam

12

Muhamad, op.cit, hlm. 128.


Bilson Simamora, op.cit., hlm. 58.
14
Adji Djojo, Aplikasi Praktis SPSS Dalam Penelitian, Yogyakarta : Gava Media, 2012,
13

hlm. 35
15

16

Muhamad, loc.cit.,hlm. 137


Bilson Simamora, loc.cit., hlm. 63.

54

mengukur gejala yang sama. Untuk menghitung reliabilitas dilakukan


dengan menggunakan koefisien Croanbach Alpha. Instrumen untuk
mengukur masing-masing variabel dikatakan reliabel jika memiliki
Croanbach Alpha > 0,60.
3.5.3

Uji Penyimpanan Asumsi Klasik


Agar mendapatkan regresi yang baik harus memenuhi asumsi-

asumsi yang disyaratkan untuk memenuhi uji asumsi normalitas,


multikoliniearitas, heteroskedastisitas serta autokorelasi
a) Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data
berdistribusi normalatau tidak.17 Uji Normalitas bertujuan untuk
menguji apakah dalam model regresi variabel terikat dan variabel
bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak.18 Untuk
menghitung

mormalitas

dilakukan

dengan

menggunakan

uji

kolmogorov-smirnov.19
b) Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau
tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas, yaitu adanya
hubungan linear antar variabel independen dalam model regresi.
c) Uji Heteroskedasitas

17

Dwi Priyatno, Mandiri Belajar SPSS (Untuk Analisis Data dan Uji Statistik),
Yogyakarta : MediKom, 2008, hlm. 28.
18
Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivarite dengan Program SPSS, Badan Penerbit
UNDIP, Semarang, 2005, hlm. 76.
19
Adji Djojo, op.cit., hlm. 69.

55

Uji Heteroskedasitas bertujuan untuk menguji apakah dalam


model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu
pengamatan ke pengamatan lain.20
d) Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi digunakan untuk suatu tujuan yaitu mengetahui
ada tidaknya korelasi antar anggota serangkaian data yang diobservasi
dan dianalisis menurut ruang. Uji ini bertujuan untuk melihat ada
tidaknya korelasi antara residual pada suatu pengamatan dengan
pengamatan yang lain pada model.21
3.5.4

Uji Statistik
Untuk menguji hipotesis digunakan alat uji statistik yaitu

deskriminasi analisis. Alasan yang mendasari penggunaan alat statistik ini


karena penelitian ini menguji obyek yang mempunyai dua kategori mutual
eksklusif berdasarkan beberapa variabel independen. Persamaan regresi
yang digunakan adalah sebagai berikut.22
Rumus :
Y

Dimana :
Y

= Minat Nasabah

= Sosial

= Konstanta Interception

= Pribadi

= Koefisien Regresi

= Psikologis

20

Imam Ghozali, loc.cit., hlm. 139


Adji Djojo, loc.cit.,hlm. 101.
22
Dwi Priyatno, op.cit.,hlm. 39.
21

56

= Budaya
e

= Kesalahan Pengganggu

Untuk menguji apakah variabel independen mempunyai pengaruh


yang signifikan atau tidak terhadap variabel dependen, maka diperlukan
uji koefisien.
a) Uji Koefisien Regresi Secara Bersama-Sama (Uji F)
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen
secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel
dependen. Atau untuk mengetahui apakah model regresi dapat
digunakan untuk memprediksi variabel dependen atau tidak.

F hitung dapat dicari dengan rumus sebagai berikut:


=

Keterangan:
= Koefisien Determinasi
n = Jumlah data atau kasus
k = Jumlah variabel independen

b) Uji Koefisien Regresi Parsial (Uji t)

57

Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi


variabel independen secara pasial berpengaruh signifikan terhadap
variabel dependen.23
Rumus t hitung pada analisis regresi adalah:
=

Keterangan:
= Koefisien regresi variabel i
= Standar error variabel i
Atau dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
=

Keterangan:
r = koefisien korelasi parsial
k = Jumlah variabel independen
n = Jumlah data atau kasus

23

Dwi Priyatno, ibid., hlm. 83.

58

BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

4.1

Gambaran Umum BNI Syariah


4.1.1

Sejarah Umum BNI Syariah


Bank BNI ini di dirikan pada tahun 1946, berselang satu tahun

kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu BNI berperan sebagai Bank Sentral
yang bertanggungjawab dalam menerbitkan dan mengelola mata uang
rupiah.

Dalam

perkembangannya

BNI

tercatat

telah

mengalami

perkembangan yang pesathingga akhirnya BNI berubah status menjadi


bank komersial pada tahun 1986. Dengan fokus pelayanan pada sektor
industri, BNI secara bertahap memainkan peranan penting dalam
pembangunan ekonomi Indonesia dan menjadi salah satubank pemerintah
yang terkemuka.
Dengan berlandaskan peraturan pemerintah dalam UU No. 7/1992
yang berisikan tentang perbankan yang di dalam undang-undang tersebut
memperkenalkan sistem perbankan dengan sistem bagi hasil, perbankan
syariah

mulai

dikembangkan.

Dan

perbankan

syariah

lebih

dikembangkan lagi seiring dikeluarkannya UU No. 10/1998 yang diikuti


dengan dikeluarkannya sejumlah ketentuan pelaksanaan dalam bentuk
Surat Keputusan (SK) Direksi Bank Indonesia yang memberikan landasan
hukum yang lebih kuat dan kesempatan yang luas bagi pengembangan
perbankan syariah di Indonesia. Dan pada masa awal sebagai peraturan

58

59

lebih lanjut tentang ketentuan operasional Bank berdasarkan prinsip


syariah dikeluarkan SK Direksi Bank Indonesia No. 34/32.KEP/DIR
tanggal 12 mei 1999 yang kemudian dirubah dengan Peraturan Bank
Indonesia (PBI) dengan No. 6/24/PBI/2004 pada tanggal 14 oktober
tentang bank umum yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan
prinsip syariah
Tempaan krisis moneter tahun 1997 membuktikan ketangguhan
sistem perbankansyariah. Prinsip syariah dengan 3 (tiga) pilarnya yaitu
adil, transparan dan maslahat mampu menjawab kebutuhan masyarakat
terhadap sistem perbankan yang lebih adil.Selain adanya demand dari
masyarakat terhadap perbankan syariah, untuk mewujudkan visinya (yang
lama) menjadi Universal Banking, BNI membuka layanan perbankan yang
sesuai dengan prinsip syariah dengan konsep dual system banking, yakni
menyediakan layanan perbankan umum dan syariah sekaligus. Hal ini
sesuai dengan UU No. 10 tahun 1998 yang memungkinkan bank-bank
umum untuk membuka layanan syariah. Dengan berlandaskan pada
undang-undang No.10 Tahun 1998, melalui PT Bank Negara Indonesia
(persero) merintis Devisi Usaha Syariah. Pada tanggal 29 April 2000
didirikan Unit Usaha Syariah (UUS) BNI dengan 5 kantor cabang di
Yogyakarta, Malang, Pekalongan, Jepara dan Banjarmasin

yang

diresmikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Dr. Bambang


Sudibyo yakni pada tanggal 29 april 2000, kini BNI syariah memiliki
lebih dari 20 kantor cabang di seluruh Indonesia. Untuk memperluas

60

layanan kepada masyarakat, masing-masing kantor cabang utama tersebut


membuka kantor-kantor cabang pembantu syariah (KCPS), sehingga
keseluruhan kantor cabang BNI Syariah sampai tahun 2007 berjumlah 54
buah.
Selanjutnya
8/3/PBI/2006

berlandaskan

peraturan

tentang pemberian ijin bagi

Bank
kantor

Indonesia

No.

cabang bank

konvensional yang memiliki Unit Usaha Syariah untuk melayani


pembukaan rekening produk dana syariah, BNI syariah merespon
ketentuan ini dengan cara bersinergi dengan cabang konvensional guna
melakukan Office Channeling.1
Dalam perkembangannya, PT BNI Syariah membuka kantor
cabang syariah di Semarang pada tanggal 29 april 2003 yang terletak di
Jl. Ahmad Yani No. 152 Semarang Telp. (024) 8313247, 8315027
(hunting) Fax. (024) 8313217.2

4.1.2

Visi dan Misi BNI Syariah


a)

Visi BNI Syariah adalah Menjadi bank syariah pilihan


masyarakat yang unggul dalam layanan dan kinerja

b)

Misi BNI Syariah


1) Memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan

peduli pada kelestarian lingkungan.

www.BNI Syariah.co.id, tgl 22-04-2014, jam 09.00 wib


Wawancara dengan Bapak Basuki, staf bagian umum di BNI Syariah cabang
Semarang, 12 Juni 2014
2

61

2) Memberikan solusi bagi masyarakat untuk kebutuhan jasa

perbankan syariah.
3) Memberikan nilai investasi yang optimal bagi investor.
4) Menciptakan wahana terbaik sebagai tempat kebanggaan

untuk berkarya dan berprestasi bagi pegawai sebagai


perwujudan ibadah.
5) Menjadi acuan tata kelola perusahaan yang amanah.

4.1.3

Struktur Organisasi
Adapun Struktur organisasi PT. BNI syariah kantor cabang

Semarang dapat penulis uraikan dalam sebuah bagan sebagai berikut:


Struktur Organisasi PT. BNI Syariah Cabang Semarang
Pimp. Cabang

BQA
Pimp. Bid Opr.

Peny. PSS

Peny. PNS

Peny. OPS

Peny. KUS

KLN Syrh

Peglola
Pemby
Aspem/ krdt
Khusus

Asst.
Plyanan
Asst. PUC

Analisa
Pmby
Asst. Adm
Pmby

Asst. Akun

Asst.Plynan

Aspem Out
Sourcing
Gadai/Rahn

Asst.
Kliring

Asst. Adm
Asst.
Khusus
Satpam

62

4.1.4

Produk-Produk BNI Syariah

A. Produk Dana
a) Deposito
1) BNI Syariah Deposito
Deposito iB hasanah (BNI syariah deposito) yaitu investasi
berjangka yang dikelola berdasarkan prinsip syariah yang
ditujukan bagi nasabah perorangan dan perusahaan, dengan
menggunakan prinsip mudharabah.
b) Giro
1) BNI Syariaah Giro
Giro iB hasanah (BNI syariah giro) ialah titipan dana dari
pihak ketiga yang dikelola berdasarkan prinsip syariah
dengan akad wadiah yang penarikannya dapat dilakukan
setiap saat dengan menggunakan Cek, Bilyet Giro, sarana
perintah pembayaran lainnya atau dengan pemindah bukuan.
c) Tabungan
1)

BNI Syariah Tabungan iB THI Hasanah


TabunganiB THI hasanah (BNI syariah tabungan haji) ialah
bentuk investasi dana untuk perencanaan haji yang dikelola
berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah
dengan sistem setoran bebas atau bulanan, bermanfaat
sebagai sarana pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah
Haji (BPIH).

63

2)

BNI Syariah Tabungan Bisnis Perorangan


Tabungan iB bisnis hasanah perorangan (BNI syariah
tabungan bisnis perorangan)ialah bentuk investasi dana yang
dikelola

berdasarkan

prinsip

syariah

dengan

akad

mudharabah yang dilengkapi dengan detil mutasi debet dan


kredit pada buku tabungan dalam mata uang Rupiah dan
bagi hasil yang lebih kompetitif.
3)

BNI Syariah Tabungan Prima


Tabungan iB hasanah prima (BNI syariah tabungan prima)
ialah bentuk investasi yang dikelola berdasarkan prinsip
syariah dengan akad mudharabah yang memberikan
berbagai fasilitas serta kemudahan bagi nasabah segmen
high networth individualis secara perorangan dalam mata
uang Rupiah dan bagi hasil yang lebih kompetitif.

4)

BNI Syariah Tabungan Anak


BNI syariah tabungan anak (tabungan iB tunas hasanah)
adalah produk simpanan dalam mata

uang Rupiah

berdasarkan akad wadiah yang diperuntukkan bagi anakanak dan pelajar yang berusia di bawah 17 tahun.
5)

BNI Syariah Tabungan Bisnis Non Perorangan


Tabungan iB hasanah bisnis non perorangan (BNI syariah
tabungan bisnis non perorangan) ialah bentuk investasi dana
yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan akad

64

mudharabah yang dilengkapi dengan detil mutasi debet dan


kredit pada buku tabungan dalam mata uang Rupiah untuk
nasabah non perorangan.
6)

BNI Syariah Tabungan


Tabungan iB hasanah. Bentuk investasi dana yang dikelola
berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah atau
simpanan dana yang menggunakan akad wadiah yang
memberikan berbagai fasilitas serta kemudahan bagi
nasabah dalam mata uang Rupiah.

7)

BNI Syariah Tabungan Rencana


Tabungan iB tapenas hasanah (BNI syariah tabungan
rencana) ialah bentuk investasi dana untuk perencanaan
masa depan yang dikelola berdasarkan prinsip syariah
dengan akad mudharabah dengan sistem setoran bulanan
yang bermanfaat untuk membantu menyiapkan rencana
masa depan seperti rencana liburan, ibadah umrah,
pendidikan ataupun rencana masa depan lainnya.

8)

Tabunganku iB
Tabunganku iB ialahproduk simpanan dana dari Bank
Indonesia yang dikelola sesuai dengan prinsip syariah
dengan akad wadiah dalam mata uang Rupiah untuk
meningkatkan kesadaran menabung masyarakat.

65

B. Produk Pembiayaan
a) Produk Pembiayaan Pribadi
1) Hasanah Card
IB hasanah card merupakan kartu pembiayaan yang
berfungsi sebagai kartu kredit berdasarkan prinsip syariah,
yaitu dengan sistem perhitungan biaya bersifat tetap, adil,
transparan, dan kompetitif tanpa perhitungan bunga.
2) BNI Syariah Kepemilikan Emas
Pembiayaan emas iB hasanah (BNI syariah kepemilikan
emas) merupakan fasilitas pembiayaan yang diberikan untuk
membeli emas logam mulia dalam bentuk batangan yang
diangsur secara pokok setiap bulannya melalui akad
murabahah (jual beli).
3) BNI Syariah KPR Syariah
BNI syariah KPR syariah (griya iB hasanah) adalah
fasilitas pembiayaan konsumtif yang diberikan kepada
anggota

masyarakat

untuk

membeli,

membangun,

merenovasi rumah (termasuk ruko, rusun, rukan, apartemen


dan sejenisnya), dan membeli tanah kavling serta rumah
indent, yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan
pembiayaan dan kemampuan membayar kembali masingmasing calon.

66

4) BNI Syariah Multijasa


Multijasa iB hasanah adalah fasilitas pembiayaan konsumtif
yang diberikan kepada masyarakat untuk kebutuhan jasa
dengan agunan berupa fixed asset atau kendaraan bermotor
selama jasa dimaksud tidak bertentangan dengan undangundang/ hukum yang berlaku serta tidak termasuk kategori
yang diharamkan syariah Islam.
5) BNI Syariah Otomotif
Oto iB hasanah adalah fasilitas pembiayaan konsumtif
murabahah yang diberikan kepada anggota masyarakat
untuk pembelian kendaraan bermotor dengan agunan
kendaraan bermotor yang dibiayai dengan pembiayaan ini.
6) BNI Syariah Pembiayaan Jaminan Cash
CCF iB hasanah adalah pembiayaan yang dijamin dengan
cash, yaitu dijamin dengan simpanan dalam bentuk deposito,
giro, dan tabungan yang diterbitkan BNI syariah.
7) BNI Syariah Pembiayaan Haji
Pembiayaan THI iB hasanah adalah fasilitas pembiayaan
konsumtif yang ditujukan kepada nasabah untuk memenuhi
kebutuhan biaya setoran awal Biaya Penyelenggaraan
Ibadah Haji (BPIH) yang ditentukan oleh Kementerian
Agama, untuk mendapatkan nomor seat porsi haji dengan
menggunakan akad ijarah.

67

8) BNI Syariah Multiguna


Multiguna iB hasanah adalah fasilitas pembiayaan konsumtif
yang diberikan kepada anggota masyarakat untuk membeli
barang kebutuhan konsumtif dengan agunan berupa barang
yang dibiayai (apabila bernilai material) dan fixed asset yang
ditujukan untuk kalangan profesional dan pegawai aktif
yang memiliki sumber pembayaran kembali dari penghasilan
tetap dan tidak bertentangan dengan undang-undang/hukum
yang berlaku serta tidak termasuk kategori yang diharamkan
syariah Islam.
b) Produk Pembiayaan Mikro
1) Rahn Mikro
Tujuan dari pembiayaan rahn mikro adalah modal
usaha/produktif,

biaya

pendidikan,

kesehatan,

dll

(konsumtif) dan keperluan lainnya. Pembiayaan mulai


dari Rp. 500.000 hingga Rp. 50.000.000
2) Mikro 3 iB Hasanah
Tujuan dari pembiayaan mikro 3 iB hasanah adalah
pembiayaan pembelian barang modal kerja, investasi
produktif dan pembelian barang lainnya (konsumtif).
Pembiayaan mulai dari > Rp. 50 Juta hingga Rp. 500 Juta.

68

3) Mikro 2 IB Hasanah
Tujuan dari pembiayaan mikro 2 iB hasanah adalah
pembiayaan pembelian barang modal kerja, investasi
produktif dan pembelian barang lainnya (konsumtif).
Pembiayaan mulai dari Rp. 5 Juta hingga Rp. 50 Juta.
c) Produk Pembiayaan Usaha kecil dan Menengah
1) BNI Syariah Wirausaha
Wirausaha iB hasanah adalah fasilitas pembiayaan produktif
yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan
usaha-usaha produktif (modal kerja dan investasi) yang tidak
bertentangan dengan syariah

dan ketentuan peraturan

perundangan yang berlaku. Akad yang digunakan yaitu akad


murabahah, musyarakah, mudharabah.
2) BNI Syariah Valas
Pembiayaan valas iB hasanah adalah pembiayaan yang
diberikan oleh unit operasional dalam negeri kepada nasabah
pembiayaan dalam negeri, dalam bentuk mata uang valuta
asing. Akad pembiayaan valas iB hasanah yang dapat
digunakan disesuaikan dengan kebutuhan calon nasabah
pembiayaan. Jenis valuta yang dapat diberikan adalah US$
(United State Dollar), Singapura Dollar, Euro, dan valuta
asing lainnya.

69

3) BNI Syariah Kopkar/ Kopeg


Pembiayaan kerjasama kopkar/kopeg iB hasanah adalah
fasilitas pembiayaan mudharabah produktif dimana BNI
syariah sebagai pemilik dana menyalurkan pembiayaan
dengan pola executing kepada koperasi karyawan (kopkar)/
koperasi pegawai (kopeg) untuk disalurkan secara prinsip
syariah ke end user/pegawai.Akad pembiayaan ke kopkar/
kopeg adalah mudharabah sedangkan akad pembiayaan dari
kopkar/ kopeg ke end user adalah murabahah.
4) BNI Syariah Dealer iB Hasanah
Pola kerjasama pemasaran dealer dilatarbelakangi oleh
adanya potensi pembiayaan kendaraan bermotor secara
kolektif yang melibatkan end user dalam jumlah yang cukup
banyak. Hal tersebut membutuhkan tenaga yang cukup
besar dalam hal penyaluran, pemantauan, atau penyelesaian
pembiayaannya.
5) BNI Syariah Tunas Usaha
Tunas usaha iB hasanah adalah pembiayaan modal kerja dan
atau investasi yang diberikan untuk usaha produktif yang
feasible namun belum bankable dengan prinsip syariah
dalam rangka mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden
Nomor 6 tahun 2007. Akad yang digunakan adalah
murabahah, musyarakah, mudharabah.

70

6) BNI Syariah Usaha Kecil


Usaha kecil iB hasanah adalah pembiayaan syariah yang
digunakan untuk tujuan produktif (modal kerja maupun
investasi) kepada pengusaha kecil berdasarkan prinsipprinsip pembiayaan syariah. Akad yang digunakan adalah
murabahah untuk pembelian barang baik untuk tujuan
investasi maupun modal kerja secara angsuran (aflopend)
dan akad mudharabah/ musyarakah dapat diberikan dalam
bentuk modal kerja atas suatu proyek/ usaha tertentu dengan
menggunakan prinsip mudharabah/ musyarakah baik secara
angsuran maupun lumpsum diakhir.
7) BNI Syariah Linkage
Pembiayaan kerjasama linkage program iB hasanah adalah
fasilitas pembiayaan dimana BNI syariah sebagai pemilik
dana menyalurkan pembiayaan dengan pola executing
kepada Lembaga Keuangan Syariah (LKS) seperti BMT,
BPRS, KJKS, dan lainnya untuk diteruskan ke end user
(pengusaha

mikro,

kecil,

dan

menengah

syariah).

Kerjasama dengan LKS dapat dilakukan secara langsung


ataupun melalui lembaga pendamping.Akad pembiayaan ke
LKS adalah mudharabah/ musyarakah sedangkan akad
pembiayaan dari LKS ke end user sesuai dengan kebutuhan
(murabahah, mudharabah, musyarakah, ijarah).

71

d) Produk Pembiayaan Korporasi


1) BNI Syariah Multifinance
Pembiayaan

kepada

multifinance

adalah

penyaluran

pembiayaan langsung dengan pola executing, kepada


multifinance

untuk

usahanya

dibidang

perusahaan

pembiayaan sesuai dengan prinsip syariah. Dibuatkan


plafondpembiayaan dan akad musyarakah/ murabahah.
2) BNI Syariah Usaha Besar
Usaha besar iB hasanah adalah pembiayaan syariah yang
digunakan untuk tujuan produktif (modal kerja maupun
investasi)

kepada

pengusaha

pada

segmentasi

besar

berdasarkan prinsip-prinsip pembiayaan syariah. Akad


pembiayaan yang dapat digunakan adalah murabahah,
mudharabah, dan musyarakah.
3) BNI Syariah Ekspor
Pembiayaan ekspor iB hasanah adalah fasilitas pembiayaan
yang diberikan kepada eksportir (perusahaan ekspor), baik
dalam rupiah maupun valuta asing untuk keperluan modal
kerja dalam rangka pengadaan barang-barang yang akan
diekspor (sebelum barang dikapalkan/preshipment) dan
untuk keperluan pembiayaan proyek investasi dalam rangka
produksi barang ekspor.

72

4) BNI Syariah Onshore


Pembiayaan onshore iB Hasanah adalah pembiayaan yang
diberikan oleh unit operasional dalam negeri kepada nasabah
pembiayaan dalam negeri, dalam bentuk mata uang valuta
asing untuk membiayai usaha yang dikategorikan kegiatan
ekspor (penghasil devisa). Akad pembiayaan yang dapat
digunakan

adalah

murabahah,

mudharabah,

dan

musyarakah.
5) BNI Syariah Sindikasi
Pembiayaan sindikasi iB hasanah adalah pembiayaan yang
diberikan oleh dua atau lebih lembaga keuangan untuk
membiaya suatu proyek/ usaha dengan syarat-syarat dan
ketentuan yang sama, menggunakan dokumen yang sama
dan diadministrasikan oleh agen yang sama pula.
4.2

Deskripsi Data Penelitian dan Responden


4.2.1

Deskripsi Data Penelitian


Data penelitian dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner

secara langsung kepada responden yang berhasil ditemui. Kuesioner


diperoleh dengan cara peneliti menemui langsung responden dan
memberikan kuesioner untuk diisi oleh para responden yang merupakan
nasabah yang berinvestasi logam mulia di BNI syariah cabang Semarang.
Pengumpulan data secara langsung dengan menemui responden, hal ini

73

bertujuan agar lebih efektif untuk meningkatkan respon rate responden


dalam penelitian ini. Survey dengan kuesioner dilakukan mulai tanggal 10
s/d 12 Juni 2014 di BNI syariah cabang Semarang dengan mengambil 74
responden. Adapun teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel
adalah dengan menggunakan teknik accidental sampling (convenience
sampling) yaitu sampling yang memiliki sampel dari individu atau unit
yang paling mudah dijumpai atau diakses. Karena jumlah sampel yang di
dapat sebanyak 74 sampel, dengan demikian syarat pengolahan data
dengan alat analisis SPSS sampel dapat terpenuhi.
4.2.2

Deskripsi Responden
Penyajian data deskripsi penelitian bertujuan agar dapat dilihat

profil dari data penelitian tersebut dan hubungan antar variabel yang
digunakan dalam penelitian. Data deskripsi yang menggambarkan keadaan
atau kondisi responden merupakan informasi tambahan untuk memahami
hasil-hasil

penelitian.

Responden

dalam

penelitian

ini

memiliki

karakteristik. Karakteristik-karakteristik penelitian terdiri dari:


1.

Jenis Kelamin Responden


Adapun data mengenai jenis kelamin responden nasabah BNI

syariah cabang Semarang adalah sebagai berikut :

74

Tabel 4.1
Jenis kelamin responden

Frequency Percent
Valid

Valid

Cumulative

Percent

Percent

laki-laki

45

60.8

60.8

60.8

Perempuan

29

39.2

39.2

100.0

Total

74

100.0

100.0

sumber : data primer yang diolah, 2014

Berdasarkan keterangan pada tabel 4.1 diatas, dapat diketahui


tentang jenis kelamin responden nasabah BNI syariah cabang Semarang
yang diambil sebagai responden, yang menunjukkan bahwa mayoritas
responden adalah laki-laki, yaitu sebanyak 45 orang, sedangkan sisanya
adalah responden perempuan sebanyak 29 orang. Hal ini menunjukkan
bahwa sebagian besar dari nasabah BNI syariah cabang Semarang yang
diambil sebagai responden adalah laki-laki.
Untuk lebih jelasnya berikut gambar jenis kelamin responden yang
dapat peneliti peroleh:
Gambar 4.1

Sumber: data primer yang diolah, 2014

75

2. Umur Responden
Adapun data mengenai umur responden nasabah BNI syariah
cabang Semarang adalah sebagai berikut:

Tabel 4.2
Umur responden
Valid

Cumulative

Frequency

Percent

Percent

Percent

Valid > 40 tahun

15

20.3

20.3

20.3

17-29 tahun

32

43.2

43.2

63.5

30-40 tahun

27

36.5

36.5

100.0

Total

74

100.0

100.0

Sumber : data primer yang diolah, 2014

Berdasarkan keterangan pada tabel 4.2 ini memperlihatkan bahwa


nasabah BNI syariah cabang Semarang yang diambil sebagai responden
memberikan informasi bahwa responden berusia 17 29 tahun sebanyak
32 orang, sedangkan yang berusia 30 40 tahun sebanyak 27 orang dan
yang berusia > 40 tahun sebanyak 15 orang.
Untuk lebih jelasnya, berikut gambar umur responden yang dapat
peneliti peroleh:

76

Gambar 4.2

Sumber: data primer yang diolah, 2014

3. Pendidikan Responden
Adapun data mengenai pendidikan nasabah BNI syariah cabang
Semarang adalah sebagai berikut:

Tabel 4.3
Pendidikanterakhir

Cumulative
Frequency

Percent

Valid Percent

Percent

9.5

9.5

9.5

Sarjana

45

60.8

60.8

70.3

SMA

22

29.7

29.7

100.0

Total

74

100.0

100.0

Valid Diploma

Sumber : data primer yang diolah, 2014

Berdasarkan keterangan pada tabel 4.3 memperlihatkan bahwa


nasabah BNI syariah cabang Semarang yang diambil sebagai responden
sebagian besar pendidikan terakhir adalahsarjana. Berdasarkan tabel
tersebut, memberikan informasi bahwa mayoritas responden pendidikan

77

terakhir adalah Sarjana sebanyak 45 orang, SMA 22 orang, dan Diploma 7


orang.
Untuk lebih jelasnya, berikut gambar pendidikan terakhir
responden yang dapat peneliti peroleh:
Gambar 4.3

Sumber: data primer yang diolah 2014

4. Pekerjaan Responden
Adapun data mengenai pekerjaan nasabah BNI syariah cabang
Semarang adalah sebagai berikut:
Tabel 4.4
Pekerjaan responden

Valid

Valid

Cumulative

Frequency

Percent

Percent

Percent

Lainnya

13

17.6

17.6

17.6

PNS

10.8

10.8

28.4

Swasta

39

52.7

52.7

81.1

Wiraswasta

14

18.9

18.9

100.0

Total

74

100.0

100.0

Sumber : data primer yang diolah, 2014


Berdasarkan keterangan pada tabel 4.4 memperlihatkan bahwa
nasabah BNI syariah cabang Semarang yang diambil sebagai responden

78

sebagian

besar

mempunyai

pekerjaan

sebagai

pegawai

swasta.

Berdasarkan tabel tersebut, memberikan informasi bahwa mayoritas


responden mempunyai pekerjaan sebagai pegawai swasta sebanyak 39
orang, sedangkan yang mempunyai pekerjaan sebagai PNS sebanyak 8
orang dan yang mempunyai pekerjaan sebagai wiraswasta sebanyak 14
orang serta mempunyai pekerjaan lain-lain sebanyak 13 orang.
Untuk lebih jelasnya, berikut gambar pekerjaan/profesi responden
yang dapat peneliti peroleh:
Gambar 4.4

Sumber: data primer yang diolah 2014

5. Penghasilan Per Bulan Responden


Adapun data mengenai penghasilan per bulan responden
BNIsyariah cabangSemarang adalah sebagai berikut:

79

Tabel 4.5
Penghasilan /bulan
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid

> Rp. 4.000.000

19

25.7

25.7

25.7

Rp. 1.000.000 s/d Rp. 2.000.000

15

20.3

20.3

45.9

Rp. 2.000.000 s/d Rp. 3.000.000

27

36.5

36.5

82.4

Rp. 3.000.000 s/d Rp, 4.000.000

13

17.6

17.6

100.0

Total
Sumber : data primer yang diolah, 2014

74

100.0

100.0

Berdasarkan keterangan pada tabel 4.5 dapat dijelaskan bahwa


sebagian besar responden mempunyai penghasilan per bulan Rp.
2.000.000 Rp.3.000.000,- sebanyak 27 orang, Rp 1.000.000 Rp
2.000.000,- yaitu sebanyak 15 orang, Rp. 3.000.000, Rp. 4.000.000,sebanyak 13 orang, dan >Rp 4.000.000,- sebanyak 19 orang.
Untuk lebih jelasnya, berikut gambar penghasilan/bulan responden
yang dapat peneliti peroleh:

Gambar 4.5

Sumber : data primer yang diolah, 2014

80

Tabel 4.6
Hasil Skor Kuesioner Regresi
Item

Total

pertanyaan

SS

TS

STS

Pertanyaan 1

14

19%

19

26%

29

39%

11%

5%

Pertanyaan 2

15

20%

35

47%

20

27%

3%

3%

Faktor Budaya

Pertanyaan 3

20

27%

19

26%

29

39%

5%

3%

(X1)

Pertanyaan 4

18

24%

26

35%

28

38%

1%

1%

Pertanyaan 5

15

20%

33

45%

23

31%

3%

1%

Pertanyaan 6

15

20%

40

54%

16

22%

4%

0%

Pertanyaan 7

13

18%

28

38%

24

32%

12%

0%

Pertanyaan 8

21

28%

22

30%

27

36%

5%

0%

Faktor Sosial

Pertanyaan 9

16

22%

26

35%

23

31%

11%

1%

(X2)

Pertanyaan 10

18

24%

27

36%

24

32%

5%

1%

Pertanyaan 11

14

19%

30

41%

27

36%

4%

0%

Pertanyaan 12

11

15%

23

31%

31

42%

9%

3%

Pertanyaan 13

23

31%

21

28%

28

38%

3%

0%

Pertanyaan 14

11

15%

33

45%

27

36%

4%

0%

Faktor Pribadi

Pertanyaan 15

17

23%

34

46%

19

26%

5%

0%

(X3)

Pertanyaan 16

28

38%

31

42%

14

19%

1%

0%

Pertanyaan 17

32

43%

31

42%

10

14%

1%

0%

Pertanyaan 18

27

36%

22

30%

20

27%

5%

1%

Pertanyaan 19

10

14%

36

49%

26

35%

1%

1%

Pertanyaan 20

9%

35

47%

26

35%

7%

1%

Pertanyaan 21

7%

15

20%

39

53%

14

19%

1%

Pertanyaan 22

10

14%

37

50%

26

35%

1%

0%

Faktor Psikologi

Pertanyaan 23

23

31%

15

20%

30

41%

7%

1%

(X4)

Pertanyaan 24

13

18%

38

51%

20

27%

4%

0%

Pertanyaan 25

17

23%

25

34%

31

42%

1%

0%

Pertanyaan 26

13

18%

35

47%

20

27%

7%

1%

Pertanyaan 27

21

28%

24

32%

22

30%

9%

0%

Pertanyaan 28

12

16%

18

24%

39

53%

7%

0%

Minat Investasi

Pertanyaan 29

8%

32

43%

34

46%

3%

0%

Nasabah (Y)

Pertanyaan 30

18

24%

18

24%

37

50%

1%

0%

Variabel

Total

Total

Total

Total

81

a) Faktor Budaya
Data pada tabel di atas menunjukkan untuk variabel faktor budaya,
item pertanyaan 1, 19% responden menyatakan sangat setuju (SS) bahwa
menggunakan produk logam mulia karena keluarga juga ada yang
menggunakan produk logam mulia, 26% menyatakan setuju (S), 39%
netral (N), 11% tidak setuju (TS), sisanya 5% menyatakan sangat tidak
setuju (STS). Pada item pertanyaan 2, 20% responden menyatakan SS
bahwa akan menggunakan produk logam mulia dilain waktu, 47%
menyatakan S, 27% menyatakan N, 3% menyatakan TS, sisannya 3%
menyatakan STS. Pada item pertanyaan 3, 27% responden menyatakan SS
bahwa akan mengajak saudara untuk menggunakan logam mulia, 26%
menyatakan S, 39% menyatakan N, 5%menyatakan TS, sisanya 3%
menyatakan STS. Pada item pertanyaan 4, 24% responden menyatakan SS
bahwa produk logam mulia sesuai dengan syariat Islam, 35% menyatakan
S, 38% menyatakan N, 1%menyatakan TS, sisanya 1% menyatakan STS.
Pada item pertanyaan 5, 20% responden menyatakan SS bahwa produk
logam mulia sudah sesuai dengan penerapan prinsip syariah, 45%
menyatakan S, 31%menyatakan N, 3%menyatakan TS, sisanya 1%
menyatakan STS. Pada item pertanyaan 6, 20% responden menyatakan SS
bahwa dengan penerapan prinsip-prinsip syariah produk logam mulia
semakin

berkualitas,

54%

menyatakan

S,

22%menyatakan

4%menyatakan TS, tidak ada responden yang menyatakan STS.

N,

82

b) Faktor Sosial
Data pada tabel di atas menunjukkan untuk variabel faktor sosial, item
pertanyaan 7, 18% responden menyatakan SS bahwa rekan kerja juga
berinvestasi dengan logam mulia, 38% menyatakan S, 32% menyatakan N,
12% menyatakan TS, tidak ada responden yang menyatakan STS. Pada
item pertanyaan 8, 28% responden menyatakan SS bahwa keluarga juga
berinvestasi dengan logam mulia, 30% menyatakan S, 36% menyatakan N,
5% menyatakan TS, tidak ada responden yang menyatakan STS. Pada
item pertanyaan 9, 22% responden menyatakan SS bahwa logam mulia
sudah merakyat di lingkungan masyarakat, 35% menyatakan S, 31%
menyatakan N, 11% menyatakan TS, sisanya 1% menyatakan STS. Pada
item pertanyaan 10, 24% responden menyatakan SS bahwa merasa sangat
terbantu dengan adanya logam mulia, 36% menyatakan S, 32%
menyatakan N, 5% menyatakan TS, sisanya 1% menyatakan STS. Pada
item pertanyaan 11, 19% responden menyatakan SS bahwa BNI syariah
Semarang mengetahui produk yang diinginkan nasabah dengan adanya
produk logam mulia, 41% menyatakan S, 36% menyatakan N, 4%
menyatakan TS, tidak ada responden yang menyatakan STS. Pada item
pertanyaan 12, 15% responden menyatakan SS bahwa dengan berinvestasi
pada logam mulia akan menaikkan status sosial, 31% menyatakan S, 42%
menyatakan N, 9% menyatakan TS, sisanya 3% menyatakan STS.
c) Faktor Pribadi

83

Data pada tabel di atas menunjukkan untuk variabel faktor pribadi,


item pertanyaan 13, 31% reponden menyatakan SS bahwa uang muka
pembiayaan produk logam mulia murah dan terjangkau, 28% menyatakan
S, 38% menyatakan N, 3% menyatakan TS, tidak ada responden yang
menyatakan STS. Pada item pertanyaan 14, 15% responden menyatakan
SS bahwa keuntungan yang diperoleh berinvestasi menggunakan produk
logam mulia sesuai dengan keinginan nasabah, 45% menyatakan S, 36%
menyatakan N, 4% menyatakan TS, tidak ada responden yang menyatakan
STS. Pada item pertanyaan 13, 23% responden menyatakan SS bahwa
dapat berinvestasi menggunakan logam mulia meski dana yang dimiliki
sangat kecil, 46% menyatakan S, 26% menyatakan N, 5% menyatakan TS,
tidak ada responden yang menyatakan STS. Pada item pertanyaan 16, 38%
responden menyatakan SS bahwa logam mulia merupakan produk
investasi pada era saat ini, 42% menyatakan S, 19% menyatakan N, 1%
menyatakan TS, tidak ada responden yang menyatakan STS. Pada item
pertanyaan 17, 43% responden menyatakan SS bahwa logam mulia sudah
cukup popular dikalangan masyarakat, 42% menyatakan S, 14%
menyatakan N, 1% menyatakan TS, tidak ada respon yang menyatakan
STS. Pada item pertanyaan 18, 36% responden menyatakan SS bahwa
transaksi logam mulia terbebas dari bunga (riba), 30% menyatakan S, 27%
menyatakan N, 5% menyatakan TS, sisanya 1% menyatakan STS.

84

d) Faktor Psikologi
Data pada tabel di atas menunjukkan untuk variabel faktor psikologi,
item pertanyaan 19, 14% responden menyatakan SS bahwa dana yang di
investasikan melalui produk logam mulia sudah sesuai syariah Islam,
49% menyatakan S, 35% menyatakan N, 1% menyatakan TS, sisanya 1%
menyatakan STS. Pada item pertanyaan 20, 9% responden menyatakan SS
bahwa produk logam mulia berbeda dan mempunyai nilai lebih dari
produk investasi lainnya, 47% menyatakan S, 35% menyatakan N, 7%
menyatakan TS, sisanya 1% menyatakan STS. Pada item pertanyaan 21,
7% responden menyatakan SS bahwa logam mulia merupakan produk
unggulan di BNI syariah Semarang, 20% menyatakan S, 53%
menyatakan N, 19% menyatakan TS, sisanya 1% menyatakan STS. Pada
item pertanyaan 22, 14% responden menyatakan SS bahwa produk logam
mulia sesuai dengan keinginan nasabah, 50% menyatakan S, 35%
menyatakan N, 1% menyatakan TS, tidak ada respon yang menyatakan
STS. Pada item pertanyaan 23, 31% responden menyatakan SS bahwa
ingin selalu menggunakan produk logam mulia, 20% menyatakan S, 41%
menyatakan N, 7% menyatakan TS, sisanya 1% menyatakan STS. Pada
item pertanyaan 24, 18% responden menyatakan SS bahwa logam mulia
merupakan jenis investasi yang nilainya stabil, likuid, dan aman, 51%
menyatakan S, 27% menyatakan N, 4% menyatakan TS, tidak ada respon
yang menyatakan STS.

85

e) Faktor Minat Investasi Nasabah


Data pada tabel di atas menunjukkan untuk variabel faktor minat
investasi nasabah, item pertanyaan 25, 23% responden menyatakan SS
bahwa tertarik dengan sistem yang ditawarkan, 34% menyatakan S, 42%
menyatakan N, 1% menyatakan TS, tidak ada respon yang menyatakan
STS. Pada item pertanyaan 26, 18% responden menyatakan SS tertarik
dengan logam mulia yang mempunyai kelebihan yang lebih banyak dari
pada produk yang lainnya, 47% menyatakan S, 27% menyatakan N, 7%
menyatakan TS, sisanya 1% menyatakan STS. Pada item pertanyaan 27,
28% responden menyatakan SS bahwa dalam berinvestasi logam mulia
membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil (return), 32%
menyatakan S, 30% menyatakan N, 9% menyatakan TS, tidak ada respon
yang menyatakan STS. Pada item pertanyaan 28, 16% responden
menyatakan SS bahwa pendekatan dari para karyawan membuat nasabah
tertarik memilih logam mulia, 24% menyatakan S, 53% menyatakan N,
7% menyatakan TS, tidak ada respon yang menyatakan STS. Pada item
pertanyaan 29, 8% responden menyatakan SS bahwa kelebihan dan
keunikan yang dimiliki logam mulia mendorong nasabah berinvestasi
melalui produk logam mulia, 43% menyatakan S, 46% menyatakan N, 3%
menyatakan TS, tidak ada respon yang menyatakan STS. Pada item
pertanyaan 30, 24% responden menyatakan SS bahwa akan menyarankan
orang lain untuk menggunakan produk logam mulia, 24% menyatakan S,

86

50% menyatakan N, 1% menyatakan TS, tidak ada respon yang


menyatakan STS.
4.3

Validitas dan Reliabilitas Instrumen


4.3.1

Uji Validitas Instrumen


Untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen, penulis

menggunakan analisis dengan SPSS.Untuk tingkat validitas dilakukan uji


signifikansi dengan membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel.Jika
r hitung (untuk tiap-tiap butir pertanyaan dapat dilihat pada kolom
corrected item pertanyaan total correlation) lebih besar dari r tabel dan
nilai r positif, maka butir pertanyaan tersebut dikatakan valid.
Tabel 4.7
Hasil Uji Validitas Instrumen
Corrected Item
Item

Pertanyaan Total

Pertanyaan

Correlation

r table

Keterangan

Pertanyaan 1

0.567

0,229

Valid

Pertanyaan 2

0.488

0,229

Valid

Pertanyaan 3

0.703

0,229

Valid

Faktor

Pertanyaan 4

0.513

0,229

Valid

Budaya

Pertanyaan 5

0.740

0,229

Valid

(X1)

Pertanyaan 6

0.430

0,229

Valid

Pertanyaan 7

0.503

0,229

Valid

Pertanyaan 8

0.521

0,229

Valid

Pertanyaan 9

0.740

0,229

Valid

Faktor

Pertanyaan 10

0.649

0,229

Valid

Sosial

Pertanyaan 11

0.503

0,229

Valid

(X2)

Pertanyaan 12

0.740

0,229

Valid

Variabel

87

Corrected Item
Item

Pertanyaan Total

Pertanyaan

Correlation

r table

Keterangan

Pertanyaan 13

0.748

0,229

Valid

Pertanyaan 14

0.540

0,229

Valid

Pertanyaan 15

0.671

0,229

Valid

Faktor

Pertanyaan 16

0.519

0,229

Valid

Pribasi

Pertanyaan 17

0.508

0,229

Valid

(X3)

Pertanyaan 18

0.732

0,229

Valid

Pertanyaan 19

0.601

0,229

Valid

Pertanyaan 20

0.246

0,229

Valid

Pertanyaan 21

0.740

0,229

Valid

Pertanyaan 22

0.517

0,229

Valid

Psikologi Pertanyaan 23

0.755

0,229

Valid

Pertanyaan 24

0.631

0,229

Valid

Pertanyaan 25

0.426

0,229

Valid

Pertanyaan 26

0.445

0,229

Valid

Minat

Pertanyaan 27

0.589

0,229

Valid

Investasi

Pertanyaan 28

0.265

0,229

Valid

Nasabah

Pertanyaan 29

0.255

0,229

Valid

(Y)

Pertanyaan 30

0.560

0,229

Valid

Variabel

Faktor

(X4)

Sumber: data primer yang diolah, 2014


Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa masing-masing item
pertanyaan memiliki r hitung > r tabel (0,229) dan bernilai positif.Dengan
demikian butir-butir pertanyaan yang digunakan peneliti dinyatakan valid.

88

4.3.2

Uji Reliabilitas Instrumen


Tabel 4.8
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas

Cronbach

Coefficient

Alpha

Keterangan

Q_1

0.884

Reliabel

Q_2

0.886

Reliabel

Q_3

0.882

Reliabel

Q_4

0.886

Reliabel

Q_5

0.883

Reliabel

Q_6

0.887

Reliabel

Q_7

0.891

Reliabel

Q_8

0.885

Reliabel

Q_9

0.893

Reliabel

Q_10

0.882

Reliabel

Q_11

0.886

Reliabel

Q_12

0.894

Reliabel

Q_13

0.880

Reliabel

Q_14

0.884

Reliabel

Q_15

0.882

Reliabel

Q_16

0.886

Reliabel

Q_17

0.886

Reliabel

Q_18

0.881

Reliabel

Q_19

0.884

Reliabel

Q_20

0.890

Reliabel

Q_21

0.897

Reliabel

Q_22

0.885

Reliabel

Q_23

0.880

Reliabel

X4

Q_24

0.883

Reliabel

Q_25

0.887

Reliabel

Variabel

X1

X2

X3

89

Variabel

Reliabilitas

Cronbach

Coefficient

Alpha

Keterangan

Q_26

0.886

Reliabel

Q_27

0.884

Reliabel

Q_28

0.891

Reliabel

Q_29

0.890

Reliabel

Q_30

0.884

Reliabel

Sumber: Data Primer yang diolah, 2014


Dari keterangan tabel di atas dapat diketahui bahwa nilaiCronbach
Alpha 0,890 sedangkan nilai r kritis (uji 2 sisi) pada signifikan0,05 dengan
jumlah data (n) = 74, didapatkan nilai r tabel sebesar 0,229 karena nilai r
hitung lebih besar dari r tabel maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir
pertanyaan penelitian tersebut reliabel.

4.4

Uji Asumsi Klasik


Berdasarkan hasil pengujian segala penyimpangan klasik terhadap data

penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut :


4.4.1

Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi


normal atautidak.

90

Tabel 4.9
Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
M
Standardized Residual
Ne
Normal Parametersa
n
g
Most Extreme Differences
a
n
Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp.
Sig. (2-tailed)
a
a. Test distribution is Normal.
M

Mean
Std.
Deviation
Absolute
Positive
Negative

74
.0000000
.97221679
.040
.040
-.030
.345
1.000

enganalisi nilai kolmogorov-smirnov di atas maka bisa diambil


kesimpulan bahwa, data memiliki distribusi normal karena nilai
kolmogorov-smirnov memiliki tingkat signifikansi 1.000 lebih > 0,05
Adapun Uji Normalitas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Gambar 4.6
Grafik Histogram

Sumber: data primer yang diolah, 2014

91

Gambar 4.7
Normal Probability Plot

Sumber: data primer yang diolah, 2014

Berdasarkan grafik histogram, di dapat kurva normal yang


membentuk lonceng sempurna, maka dapat dikatakan residual data telah
berdistribusi normal. Hal yang sama pula ditunjukkan oleh normal P-P
Plot penyebaran data mengikuti garis normal (garis lurus). Begitu pula
ditunjukkan pada tabel 4.9.Dengan demikian, residual data berdistribusi
normal dan model regresi telah memenuhi asumsi normalitas.
4.4.2

Uji Multikolinearitas
Uji Multikolieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu

model regresi ditemukan adanya korelasi antar independen atau tidak.

92

Tabel 4.10
Uji Multikolinieritas
Coefficientsa
Collinearity Statistics
Model
1

Tolerance

VIF

Budaya_X_1

.541

1.849

Sosial_X_2

.690

1.448

Pribadi_X_3

.458

2.185

Psikologi_X_4

.579

1.726

a. Dependent Variable: Minat_Nasabah_Y

Sumber: Data Primer yang diolah, 2014

Suatu model dapat dikatakan tidak terjadi multikolinearitas, jika


nilai variance inflation factor (VIF) < 10. Pada tabel diatas dapat ditarik
kesimpulan bahwa pengujian diatas tidak terdapat (tidak terjadi)
multikolinearitas antar variabel independen karena nilai VIF masingmasing lebih kecil dari 10.
4.4.3

Uji Heteroskedastisitas
Uji Heterokedasitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi terjadi ketidaksamaan varians. Adapun hasil uji Heterokedasitas


yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

93

Tabel 4.11
Uji Heteroskedastisitas
Coefficientsa
Unstandardized
Coefficients

Standardized
Coefficients

Model

Std. Error

(Constant)

1.080E-16

2.559

Budaya_X_1

.000

.105

Sosial_X_2

.000

Pribadi_X_3
Psikologi_X_4

Beta

Sig.

.000

1.000

.000

.000

1.000

.116

.000

.000

1.000

.000

.116

.000

.000

1.000

.000

.126

.000

.000

1.000

a. Dependent Variable: abresid


Sumber: data primer yang diolah, 2014

Tabel

diatas

menunjukkan

bahwa

probabilitas

atau

taraf

signikikansi masing-masing variabel bernilai 1.000 sehingga dapat


dipastikan model tersebut tidak mengalami gejala heteroskedastisitas,
dengan kata lain korelasi masing-masing variabel demgan nilai residunya
menghasilkan nilai yang lebih besar dari alpanya.
Gambar 4.8
Uji Penyimpangan Heteroskedastisitas

Sumber: data primer yang diolah, 2014

94

Berdasarkan grafik scatter plot menunjukkan bahwa tidak terdapat


pola yang jelas serta titik yang menyebar di atas dan di bawah angka 0
pada

sumbu

Y.

Jadi

dapat

disimpulkan

bahwa

tidak

terjadi

heteroskedastisitas pada model regresi


4.4.4

Uji Autokorelasi
Pengujian ini dilakukan untuk menguji suatu model apakah antara

pengganggu masing-masing bebas saling berhubungan. Adapun hasil


pengujianautokorelasi adalah sebagai berikut:
Tabel 4.12
Uji Autokorelasi
Model Summaryb
R
Model

.608a

Adjusted Std. Error of

Durbin-

Square R Square the Estimate

Watson

.369

.333

2.44527

1.710

a. Predictors: (Constant), Psikologi_X_4, Sosial_X_2, Budaya_X_1, Pribadi_X_3

Sumber: Data Primer yang diolah, 2014


Dari hasil pengujian dengan menggunakan uji DurbinWatson atas
residual persamaan regresi, diperoleh nilai Durbin Watson 1.710 > 0.05,
maka dapat dipastikan bahwa niali
autokorelasi.

tersebut tidak mengalami gejala

95

4.5

Analisis Data
4.5.1

Analisis korelasi
Sebelum melangkah ke analisis korelasi, dalam pengujian asumsi

klasik penelitian ini diperoleh hasil bahwa uji validitas, reabilitas


instrumen dan semua asumsi klasik sudah terpenuhi.
Dalam penjelasan awal sudah disebutkan bahwa dalam penelitian
ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari variabel
variabel bebas dalam hal ini (faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi,
faktor psikologi, dan minat investasi nasabah). Maka sebagai langkah awal
yang perlu dilakukan dalam penelitian ini adalah mengetahui dahulu
apakah ada pengaruh yang signifikan dari variable-variabel tersebut atau
tidak.
Tabel 4.13
Analisis Korelasi
Correlations
Budaya Sosial_ Pribadi Psikologi Minat_Nasabah
_X_1
X_2
_X_3 _X_4
_Y

Budaya_X_1

Pearson
Correlation

Sig. (2-tailed)
Sosial_X_2

Pribadi_X_3

N
Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

.470** .628** .549**

.486**

.000

.000

.000

.000

74

74

74

74

74

.470**

.000
74

74

.628** .526**
.000
74

.000
74

.526** .377**

.380**

.000
74

.001
74

.001
74

.613**

.582**

74

.000
74

.000
74

96

Psikologi_X_4

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Minat_Nasabah_Y Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

.549** .377** .613**


.000
74

.001
74

.000
74

.434**

74

.000
74

.486** .380** .582** .434**


.000
74

.001
74

.000
74

.000
74

74

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Sumber: data primer yang diolah, 2014

Hubungan variabel-variabel bebas diatas memiliki nilai signifikan


yang menunjukkan memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai
signifikan sebesar 0,000 < 0,005.

4.5.2

Pengujian hipotesis
Untuk itu perlu pengembangan penelitian lebih lanjut, terkait
dengn topik ini.
4.5.2.1

Uji simultan
Sebelum membahas secara partial pengaruh antara

variabel independen terhadap variabel dependen, terlebih dahulu


dilakukan pengujian secara simultan.Uji simultan ini, bertujuan
untuk menguji atau mengkonfimasi hipotesis yang menjelaskan
faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, faktor psikologi,
berpengaruh signifikan terhadap minat investasi nasabah logam
mulia.

97

Uji simultan, ditunjukkan dengan hasil perhitungan F


test yang menunjukkan nilai 10.108 dengan tingkat probabilitas
0,000 yang berada dibawah alpha 5%. Hal itu berarti bahwa secara
bersama-sama variabel independen (faktor budaya, faktor sosial,
faktor pribadi, faktor psikologi) terhadap variabel dependen (minat
investasi nasabah). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
hipotesis nol yang menyatakan tidak ada pengaruh secara
simultan antara faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, faktor
psikologi berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah tidak
sanggup diterima yang berarti menerima hipotesis alternatif yang
berbunyi Secara simultan ada pengaruh yang signifikan antara
faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, faktor psikologi,
berpengaruh signifikan terhadap minat investasi nasabah.
Tabel 4.14
Uji Simultan
b

ANOVA

Model

Sum of Squares

Df

Mean Square

1Regression

241.763

Residual

412.574

69

Total

654.338

73

60.441 10.108

Sig.
.000a

5.979

a. Predictors: (Constant), Psikologi_X_4, Sosial_X_2, Budaya_X_1, Pribadi_X_3

Sumber: data primeryang diolah, 2014

4.5.2.2 Uji Parsial


Uji parsial ini memiliki tujuan untuk menguji atau
mengkonfirmasihipotesis secara individual.Uji parsial ini, dalam

98

hasil

perhitungan statistik

Ordinary

Least

Square

(OLS)

ditunjukkan dengan t hitung. Secara terperinci hasil t hitung


dijelaskan dalam tabel berikut:
Tabel 4.15
Uji parsial
Coefficientsa
Unstandardized

Standardized

Coefficients

Coefficients

Model

Std. Error

1 (Constant)

8.228

2.559

Budaya_X_1

.133

.105

Sosial_X_2

.065

Pribadi_X_3
Psikologi_X_4

Beta

Sig.

3.215

.002

.164

1.263

.211

.116

.065

.562

.576

.329

.116

.400

2.831

.006

.074

.126

.074

.588

.559

a. Dependent Variable: Minat_Nasabah_Y

Sumber: data primer yang diolah, 2014

Dari tabel 4.15 diatas, dapat diketahui hasil analisis regresi


diperoleh koefisien untuk variabel faktor budaya sebesar 0,133 ,
untuk variabel faktor sosial sebesar 0,065, untuk variabel faktor
pribadi sebesar 0,329, faktor psikologi sebesar 0,074, dengan
konstanta sebesar 8,228sehingga model persamaan regresi yang
diperoleh adalah sebagai berikut:
Y = 8,228 + 0,133X1 + 0,065X2 + 0,329X3 + 0,074X4

99

Hasil analisis dengan menggunakan bantuan program SPSS


versi 17.0 diperoleh hasil sebagai berikut.
a) Pengaruh Faktor Budaya Terhadap Minat Investasi Nasabah
Hasil uji empiris pengaruh antara faktor budaya terhadap minat
investasi nasabah logam mulia, menunjukkan nilai t hitung 1,263
dan p value (Sig) sebesar 0,211 yang di atas alpha 5%. Artinya
bahwa faktor budaya tidak berpengaruh terhadap minat investasi
nasabah.Hasil penelitian menolak hipotesis yang menyatakan
faktor budaya berpengaruh signifikan terhadap minat investasi
nasabah.
Nilai beta dalam Unstandardized Coefficients variabel produk
menunjukkan angka sebesar 0,133 , yang artinya adalah besaran
koefisien faktor budaya terhadap minat investasi nasabah adalah
sebesar 13,3%.
b) Pengaruh Faktor Sosial Terhadap Minat Investasi Nasabah
Hasil uji empiris pengaruh antara faktor sosial terhadap minat
nasabah, menunjukkan nilai t hitung 0,562 dan p value (Sig)
sebesar 0,576 yang di atas alpha 5%. Artinya bahwa faktor sosial
tidak berpengaruh terhadap minat nasabah.Hasil penelitian
menolak hipotesis yang menyatakan faktor sosial berpengaruh
signifikan terhadap minat investasi nasabah.
Nilai beta dalam Unstandardized Coefficients variabel harga
menunjukkan angka sebesar 0,065, yang artinya adalah besaran

100

koefisien penerapan faktor sosial terhadap minat nasabah adalah


sebesar 6,5%.
c) Pengaruh Faktor Pribadi Terhadap Minat Investasi Nasabah
Hasil uji empiris pengaruh antara faktor pribadi terhadap minat
nasabah, menunjukkan nilai t hitung 2,831 dan p value (Sig)
sebesar 0,006 yang di atas alpha 5%. Artinya bahwa faktor pribadi
berpengaruh terhadap minat nasabah.Hasil penelitian menolak
hipotesis yang menyatakan faktor pribadi berpengaruh signifikan
terhadap minat nasabah.
Nilai beta dalam Unstandardized Coefficients variabel harga
menunjukkan angka sebesar 0,329 , yang artinya adalah besaran
koefisien faktor pribadi terhadap minat investasi nasabah adalah
sebesar 32,9%.
d) Pengaruh Faktor Psikologi Terhadap Minat Beli Nasabah
Hasil uji empiris pengaruh antara penerapan faktor psikologi
terhadap minat investasi nasabah, menunjukkan nilai t hitung 0,588
dan p value (Sig) sebesar 0,559 yang di atas alpha 5%. Artinya
bahwa faktor psikologi tidak berpengaruh terhadap minat investasi
nasabah.Hasil penelitian menolak hipotesis yang menyatakan
faktor psikologi berpengaruh signifikan terhadap minat investasi
nasabah.
Nilai beta dalam Unstandardized Coefficients variabel harga
menunjukkan angka sebesar 0,074 , yang artinya adalah besaran

101

koefisien faktor psikologi terhadap minat investasi nasabah adalah


sebesar 7,4%.
Koefisien regresi sebesar 8,228 menyatakan bahwa setiap
penambahan (karena memiliki tanda +) 1% pada faktor budaya,
fakor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologi, maka akan
meningkatkan minat investasi nasabah sebesar 82,28%, demikian
pula jika terjadi sebaliknya. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa faktor budaya, fakor sosial, faktor pribadi, dan faktor
psikologi merupakan variabel bebas yang secara signifikan
berpengaruh terhadap minat investasi nasabah.

4.6

Pembahasan
Pengaruh masing-masing variabel independen (faktor budaya, fakor sosial,

faktor pribadi, dan faktor psikologi) dan variabel dependen (minat investasi
nasabah) dapat dijelaskan sebagai berikut :
Dari hasil pengujian yang dilakukan terbukti bahwa faktor budaya tidak
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat investasi nasabah logam mulia
di BNI syariah cabang Semarang (P value > 0,005). Faktor budaya merupakan
faktor yang tidak diperhitungkan dalam menjaga minat investasi nasabah logam
mulia di BNI syariah cabang Semarang. Dari hasil pengujian yang dilakukan
terbukti faktor budaya tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat
investasi nasabah logam mulia di BNI syariah cabang Semarang. Ini ditunjukkan
dengan hasil jawaban responden pada masing-masing item pertanyaan.

102

Pada item pertanyaan 1, 19% responden menyatakan sangat setuju (SS)


bahwa menggunakan produk logam mulia karena keluarga juga ada yang
menggunakan produk logam mulia, 26% menyatakan setuju (S),39% netral (N),
11% tidak setuju (TS), sisanya 5% menyatakan sangat tidak setuju (STS). Pada
item pertanyaan 2, 20% responden menyatakan SS bahwa akan menggunakan
produk logam mulia dilain waktu, 47% menyatakan S, 27% menyatakan N, 3%
menyatakan TS, sisannya 3% menyatakan STS. Pada item pertanyaan 3, 27%
responden menyatakan SS bahwa akan mengajak saudara untuk menggunakan
logam mulia, 26% menyatakan S, 39% menyatakan N, 5% menyatakan TS,
sisanya 3% menyatakan STS. Pada item pertanyaan 4, 24% responden
menyatakan SS bahwa produk logam mulia sesuai dengan syariat Islam, 35%
menyatakan S, 38% menyatakan N, 1% menyatakan TS, sisanya 1% menyatakan
STS. Pada item pertanyaan 5, 20% responden menyatakan SS bahwa produk
logam mulia sudah sesuai dengan penerapan prinsip syariah, 45% menyatakan S,
31% menyatakan N, 3% menyatakan TS, sisanya 1% menyatakan STS. Pada item
pertanyaan 6, 20% responden menyatakan SS bahwa dengan penerapan prinsipprinsip syariah produk logam mulia semakin berkualitas, 54% menyatakan S, 22%
menyatakan N, 4% menyatakan TS, tidak ada responden yang menyatakan STS.
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa pada variabel faktor budaya
masing-masing item pertanyaan dijawab sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju
dan sangat tidak setuju dengan persentase yang cukup besar. Hal ini tidak sejalan
dengan pengujian hipotesis satu yang menyatakan bahwa ada pengaruh signifikan
antara faktor budaya terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI

103

syariah cabang Semarang dengan ditunjukkan P value 0,211 yang lebih besar dari
signifikansi 5%, sehingga pada akhirnya faktor budaya tidak mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI
syariah cabang Semarang.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan pengujian
terhadap 74 responden yang tercatat di BNI syariah cabang Semarang adanya
bukti untuk menerima H0 bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan faktor
budaya terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI syariah cabang
Semarang. Dan menolak H1 bahwa ada pengaruh yang signifikan faktor budaya
terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI syariah cabang Semarang.
Hasil penelitian uji pengaruh variabel faktor sosial terhadap minat nasabah
di BNI syariah cabang Semarang tercermin dalam jawaban responden mengenai
item pertanyaan item pertanyaan 7, 18% responden menyatakan SS bahwa rekan
kerja juga berinvestasi dengan logam mulia, 38% menyatakan S, 32% menyatakan
N, 12% menyatakan TS, tidak ada responden yang menyatakan STS. Pada item
pertanyaan 8, 28% responden menyatakan SS bahwa keluarga juga berinvestasi
dengan logam mulia, 30% menyatakan S, 36% menyatakan N, 5% menyatakan
TS, tidak ada responden yang menyatakan STS. Pada item pertanyaan 9, 22%
responden menyatakan SS bahwa logam mulia sudah merakyat di lingkungan
masyarakat, 35% menyatakan S, 31% menyatakan N, 11% menyatakan TS,
sisanya 1% menyatakan STS. Pada item pertanyaan 10, 24% responden
menyatakan SS bahwa merasa sangat terbantu dengan adanya logam mulia, 36%
menyatakan S, 32% menyatakan N, 5% menyatakan TS, sisanya 1% menyatakan

104

STS. Pada item pertanyaan 11, 19% responden menyatakan SS bahwa BNI
syariah Semarang mengetahui produk yang diinginkan nasabah dengan adanya
produk logam mulia, 41% menyatakan S, 36% menyatakan N, 4% menyatakan
TS, tidak ada responden yang menyatakan STS. Pada item pertanyaan 12, 15%
responden menyatakan SS bahwa dengan berinvestasi pada logam mulia akan
menaikkan status sosial, 31% menyatakan S, 42% menyatakan N, 9% menyatakan
TS, sisanya 3% menyatakan STS.
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa pada variabel faktor sosial
masing-masing item pertanyaan dijawab sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju
dan sangat tidak setuju dengan persentase yang cukup besar. Hal ini tidak sejalan
dengan pengujian hipotesis dua yang menyatakan bahwa ada pengaruh signifikan
antara faktor sosial terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI syariah
cabang Semarang dengan ditunjukkan P value 0,576 yang lebih besar dari
signifikansi 5%, sehingga pada akhirnya faktor sosial tidak mempunyai pengaruh
yang signifikan terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI syariah
cabang Semarang.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan pengujian
terhadap 74 responden yang tercatat di BNI syariah cabang Semarang adanya
bukti untuk menerima H0 bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan faktor sosial
terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI syariah cabang Semarang.
Dan menolak H2 bahwa ada pengaruh yang signifikan faktor sosial terhadap
minat investasi nasabah logam mulia di Bank syariah cabang Semarang.

105

Hasil penelitian uji pengaruh variabel faktor pribadi terhadap minat


nasabah di BNI syariah cabang Semarang tercermin dalam jawaban responden
mengenai item pertanyaan 13, 31% reponden menyatakan SS bahwa uang muka
pembiayaan produk logam mulia murah dan terjangkau, 28% menyatakan S, 38%
menyatakan N, 3% menyatakan TS, tidak ada responden yang menyatakan STS.
Pada item pertanyaan 14, 15% responden menyatakan SS bahwa keuntungan yang
diperoleh berinvestasi menggunakan produk logam mulia sesuai dengan keinginan
nasabah, 45% menyatakan S, 36% menyatakan N, 4% menyatakan TS, tidak ada
responden yang menyatakan STS. Pada item pertanyaan 15, 23% responden
menyatakan SS bahwa dapat berinvestasi menggunakan logam mulia meski dana
yang dimiliki sangat kecil, 46% menyatakan S, 26% menyatakan N, 5%
menyatakan TS, tidak ada responden yang menyatakan STS. Pada item
pertanyaan 16, 38% responden menyatakan SS bahwa logam mulia merupakan
produk investasi pada era saat ini, 42% menyatakan S, 19% menyatakan N, 1%
menyatakan TS, tidak ada responden yang menyatakan STS. Pada item
pertanyaan 17, 43% responden menyatakan SS bahwa logam mulia sudah cukup
popular dikalangan masyarakat, 42% menyatakan S, 14% menyatakan N, 1%
menyatakan TS, tidak ada respon yang menyatakan STS. Pada item pertanyaan
18, 36% responden menyatakan SS bahwa transaksi logam mulia terbebas dari
bunga (riba), 30% menyatakan S, 27% menyatakan N, 5% menyatakan TS,
sisanya 1% menyatakan STS.
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa pada variabel faktor pribadi
masing-masing item pertanyaan dijawab sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju

106

dan sangat tidak setuju dengan persentase yang cukup besar. Hal ini tidak sejalan
dengan pengujian hipotesis tiga yang menyatakan bahwa ada pengaruh signifikan
antara faktor pribadi terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI
syariah cabang Semarang dengan ditunjukkan P value 0,006 yang lebih besar dari
signifikansi 5%, sehingga pada akhirnya faktor pribadi mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI syariah cabang
Semarang.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan pengujian
terhadap 74 responden yang tercatat di BNI syariah cabang Semarang adanya
bukti untuk menerima H0 bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan faktor
pribadi terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI syariah cabang
Semarang. Dan menolak H3 bahwa ada pengaruh yang signifikan faktor pribadi
terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI syariah cabang Semarang.
Hasil penelitian uji pengaruh variabel faktor psikologi terhadap minat
investasi nasabah di BNI syariah cabang Semarang tercermin dalam jawaban
responden mengenai item pertanyaan 19, 14% responden menyatakan SS bahwa
dana yang di investasikan melalui produk logam mulia sudah sesuai syariah
Islam, 49% menyatakan S, 35% menyatakan N, 1% menyatakan TS, sisanya 1%
menyatakan STS. Pada item pertanyaan 20, 9% responden menyatakan SS bahwa
produk logam mulia berbeda dan mempunyai nilai lebih dari produk investasi
lainnya, 47% menyatakan S, 35% menyatakan N, 7% menyatakan TS, sisanya 1%
menyatakan STS. Pada item pertanyaan 21, 7% responden menyatakan SS bahwa
logam mulia merupakan produk unggulan di BNI syariah Semarang, 20%

107

menyatakan S, 53% menyatakan N, 19% menyatakan TS, sisanya 1% menyatakan


STS. Pada item pertanyaan 22, 14% responden menyatakan SS bahwa produk
logam mulia sesuai dengan keinginan nasabah, 50% menyatakan S, 35%
menyatakan N, 1% menyatakan TS, tidak ada respon yang menyatakan STS. Pada
item pertanyaan 23, 31% responden menyatakan SS bahwa ingin selalu
menggunakan produk logam mulia, 20% menyatakan S, 41% menyatakan N, 7%
menyatakan TS, sisanya 1% menyatakan STS. Pada item pertanyaan 24, 18%
responden menyatakan SS bahwa logam mulia merupakan jenis investasi yang
nilainya stabil, likuid, dan aman secara riil, 51% menyatakan S, 27% menyatakan
N, 4% menyatakan TS, tidak ada respon yang menyatakan STS.
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa pada variabel faktor psikologi
masing-masing item pertanyaan dijawab sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju
dan sangat tidak setuju dengan persentase yang cukup besar. Hal ini tidak sejalan
dengan pengujian hipotesis empat yang menyatakan bahwa ada pengaruh
signifikan antara faktor psikologi terhadap minat investasi nasabah logam mulia di
BNI syariah cabang Semarang dengan ditunjukkan P value 0,559 yang lebih
besar dari signifikansi 5%, sehingga pada akhirnya faktor psikologi tidak
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat investasi nasabah logam
mulia di BNI syariah cabang Semarang.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan pengujian
terhadap 74 responden yang tercatat di BNI syariah cabang Semarang adanya
bukti untuk menerima H0 bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan faktor
psikologi terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI syariah cabang

108

Semarang. Dan menolak H4 bahwa ada pengaruh yang signifikan faktor psikologi
terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI syariah cabang Semarang.

109

BAB V
PENUTUP

5.1

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan beberapa

hal, sebagai berikut :


1.

Variabel faktor budaya (X1) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan


terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI syariah cabang
Semarang dengan ditunjukkan P value 0,211 > 0,005.

2.

Variabel faktor sosial (X2) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan


terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI syariah cabang
Semarang dengan ditunjukkan P value 0,576 > 0,005.

3.

Variabel faktor pribadi (X3) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan


terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI syariah cabang
Semarang dengan ditunjukkan P value 0,006 > 0,005.

4.

Variabel faktor psikologi (X4) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan


terhadap minat investasi nasabah logam mulia di BNI syariah cabang
Semarang dengan ditunjukkan P value 0,559 > 0,005.

5.2

KETERBATASAN PENELITIAN
Dalam penelitian yang peneliti lakukan mempunyai banyak

keterbatasanketerbatasan,
antara lain:

109

110

1. Penelitian ini tidak bisa digeneralisasikan karena hanya dilakukan pada


nasabah logam mulia di BNI syariah cabang Semarang, sehingga hasilnya
tidak berlaku untuk nasabah logam mulia pada bank lain.
2. Keterbatasan pengetahuan peneliti tentang pembiayaan logam mulia dan
faktorfaktor yang mempengaruhi minat nasabah logam mulia tersebut,
sehingga dalam pembahasan tidak diuraikan secara lengkap.
3. Penelitian dilaksanakan selama penyusunan skripsi. Waktu yang singkat
inilah yang dapat mempersempit ruang gerak peneliti, sehingga dapat
berpengaruh terhadap hasil penelitian yang penulis lakukan. Oleh karena
itu, dalam penelitian ini penulis menggunakan instrumen penelitian yang
dapat mempersingkat waktu penelitian yaitu dengan penyebaran angket.

5.3

SARAN
Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan diatas, maka

diajukan beberapa saran sebagai berikut


1. Logam mulia yang terdapat pada BNI syariah cabang Semarang perlu di
pelihara sehingga dapat meningkatkan citra BNI syariah Cabang
Semarang dimata masyarakat dan diharapkan dapat menarik minat
nasabah untuk bertransaksi.
2. Reputasi, citra perusahaan, kualitas pelayanan dan kemudahan fasilitas
perlu

dipertahankan

dan

ditingkatkan

menumbuhkan minat untuk bertransaksi.

supaya

nasabah

semakin

111

3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian


selanjutnya untuk bidang yang sama.

5.4

PENUTUP
Puji syukur Alhamdulillah dengan rahmat dan hidayah Allah SWT penulis

dapat menyelesaikan skripsi ini.Penulis menyadari dalam penulisan dan


pembahasan skripsi masih banyak kekurangan baik dari segi bahasa sistematika
maupun penulisannya, hal tersebut bukan semata-mata kesengajaan tapi
kemampuan yang penulis miliki.Oleh karenanya penulis mengharapkan kritik dan
saran untuk perbaikan skripsi ini.
Akhirnya penulis memanjatkan doa kepada Allah SWT semoga skripsi ini
dapat bermanfaat bagi semua saja yang berkesempatan membacanya serta dapat
memberikan sumbangsih yang positif dalam khazanah ilmu pengetahuan. Amin...

112

DAFTAR PUSTAKA

Achsien, Iggi H, Investasi Syariah di Pasar Modal Menggagas konsep dan


Praktek Portofolio Syariah, Jakata : PT Gramedia Pustaka Utama, 2000,
Cet. 1.
Amir, Taufiq, Dinamika Pemasaran Jelajahi dan Rasakan, Jakarta : PT
RajaGrafindo Persada, 2005.
Antonio, Muhammad Syafii, Bank Syariah Dari Teori Ke Praktik, Jakarta :
Gema Insani Press, 2001, Cet. 1.
Anshori, Ghofur Anshori, Perbankan Syariah Di Indonesia, Yogyakarta : Gadjah
Mada University Press, 2009, Cet. 2.
Ardzila, Qoni , Penerapan Akad Murabahah Pada Produk Pembiayaan Emas Ib
Hasanah di BNI Syariah Cabang Semarang,Tugas Akhir Perbankan
Syariah, Semarang : IAIN Walisongo Semarang, 2013.
Arifin, Zainal, Dasar-dasar Manajemen Bank Syariah, Jakarta : Alfabet, 2003.
Brosur Produk BNI Syariah Pembiayaan Emas iB Hasanah.
Buku Saku Pengenalan Produk Perum Pegadaian.
Departemen Agama RI, Al Quran dan Terjemahannya, Semarang : PT. Karya
Toha Putra, 1998.
Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1993, Cet ke4.
Djojo, Adji, Aplikasi Praktis SPSS Dalam Penelitian, Yogyakarta : Gava Media,
2012.
Fahmi, Irham, Analisis Investasi dalam Perspektif Ekonomi dan Politik, Bandung
: PT Refika Aditama, 2006, Cet. 1.
Ghozali, Imam, Aplikasi Analisis Multivarite dengan Program SPSS, Badan
Penerbit UNDIP, Semarang, 2005.
http://medan.tribunnews.com/2013/12/03/investasi-syariah-hidup-tenang-dantetap-menguntungkan, jam 13:55 WIB.
http://www.bnisyariah.co.id. Tgl 24 Oktober 2011.

113

http://www.bnisyariah.co.id/bni-syariah-palembang-gelar-seminar-cara-cerdasberinvestasi-emas. tgl 10 November 2013.


http://id.wikipedia.org/wiki/Logam_mulia, tgl 26-12-2013. Jam 11.00.
Huda, Nurul dan Mohamad Heykal, Lembaga Keuangan Islam Tinjauan Teoretis
dan Praktis, Jakarta : Kencana, 2010, Cet. 1.
, Investasi Pada Pasar Modal Syariah, Jakarta:Kencana,2008, Cet. 2.
Iman, Nofie, Investasi Emas, Jakarta : Daras Books, 2009, Cet. 1.
Karim, Adiwarman, Bank Islam Analisis Fiqih dan Keuangan, Jakarta : Raja
Grafindo, 2006.
, Fikih Ekonomi Keuangan Islam, Jakarta : Darul Haq, 2004.
Kotler, Philip dan A. B. Susanto ,Manajemen Pemasaran di Indonesia, Jakarta :
Salemba Empat, 1999, jilid 1.
Manurung, Adler Haymans, Ke Mana Investasi? Kiat dan Panduan Investasi
Keuangan di Indonesia, Jakarta : Kompas, 2006.
Muflih, Muhammad, Perilaku Konsumen Dalam Perspektif Ilmu Ekonomi Islam,
Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2006.
Muhammad, Prinsip-prinsip Akuntansi dalam Al-Quran, Yogyakarta : UII Press,
2009, Cet. 1.
Mustofa, Ubaedul, Studi Analisis Pelaksanaan Akad Murabahah Pada Produk
Pembiayaan Modal Kerja di Unit Mega Mitra Syariah (M2S) Bank Mega
Syariah Kaliwungu,Skripsi Muamalah Semarang : IAIN Walisongo
Semarang : IAIN Walisongo Semarang, 2012.
Nafik, HR Muhammad, Bursa Efek dan Investasi Syariah, Jakarta : PT Serambi
Ilmu Semesta, 2009, Cet. 1.
Nurhayati, Sri dan Wasilah, Akuntansi Syariah di Indonesia, Jakarta : Salemba
Empat, 2011, Eds 2.
Perwataatmadja, Karnaen A, dan Muhammad Syafii Antonio, Apa Dan
Bagaimana Bank Islam, Yogyakarta : Dana Bhakti Wakaf, 1992.
Peter, J Paul dan Jerry C. Olson, Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran,
Jakarta : Erlangga, 2000, Jilid 2.

114

Priyatno, Dwi, Mandiri Belajar SPSS (Untuk Analisis Data dan Uji Statistik),
Yogyakarta : MediKom, 2008.
Rivai, Veithzal, Islamic Banking, Jakarta : Bumi Aksara, 2010, Cet. 1.
, Islamic Banking, Jakarta : PT Bumi Aksara, 2010, Cet. 1.
, Islamic Banking and Finance, Yogyakarta : BPFE, Eds. 1, 2012.
Rosyidah, Aniqotur, Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli
Nasabah Terhadap Reksadana Syariah (Studi Pada Bank Syariah
Mandiri Cabang Semarang), Skripsi Ekonomi Islam, Semarang : IAIN
Walisongo, 2011.
Saeed, Abdullah, Menyoal Bank Syariah Kritik atas Interpretasi Bunga Bank
kaum Neo-Revivalis, Jakarta : Paramadina, 2004.
Saleh, Abdul Rahaman dan Abdul Wahab Muhbib, Psikologi Suatu Pengantar
Dalam Perspektif Islam, Jakarta: Prenada Media, 2004.
Salim dan Sutrisno Budi, Hukum Investasi di Indonesia, Jakarta : Rajawali Pers,
Eds 1, 2008.
Saputra, Ahmad, Implementasi Investasi Logam Mulia Pada Bisnis Gadai Syariah
Mega, Skripsi Ekonomi Islam, Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah, 2010
Setiawan,
Yasin,
Pengembangan
Minat
http://www.siaksoft.net.net/index.php?option=com
content&task=view&id=2372&Itemid=105

Pada

Anak

Sholihin, Ahmad Ifham, Buku Pintar Ekonomi Syariah, Jakarta : Gramedia


Pustaka Utama, Eds.1, 2010.
, Pedoman Umum Lembaga Keuangan Syariah, Jakarta : PT. Gramedia
Pustaka Utama, 2010.
Simamora, Bilson, Memenangkan Pasar Dengan Pemasaran Efektif dan
Profitabel, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama, 2001.
, Membongkar Kotak Hitam Konsumen, Jakarta : PT Gramedia Pustaka
Utama, 2003.
, Panduan Riset Perilaku Konsumen, Jakarta : PT Gramedia Pustaka
Utama, 2004, Cet. 2.

115

Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, Bandung: Alfabeta, 2008, Cet. 15.


, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D, Bandung : Alfabeta, 2012, Cet. 15.
Sumarwan, Ujang, Perilaku Konsumen Teori Dan Penerapannya Dalam
Pemasaran, Jakarta : PT. Ghalia Indonesia, 2003.
Suryani, Tatik, Perilaku Kosumen Implikasi pada Strategi Pemasaran,
Yogyakarta : Graha Ilmu, 2008.
Tarrohmi, Kunti Ulfa, Implementasi Sistem Pembiayaan Murabahah Menurut
Fatwa Dewan Syariah Nasional NO.04/DSN-MUI/IV/2000 Majelis
Ulama Indonesia (Studi Kasus di BMT Al Khalim Kranggan
Temanggung),Skripsi Mualamah, Semarang : IAIN Walisongo Semarang,
2009.
Tim penyusun, Pedoman Penulisan Skripsi, Semarang : Fakultas Syariah IAIN
Walisongo Semarang, 2010.
Usmara, Usi, Pemikiran Kreatif Pemasaran, Yogyakarta : Asmara Books, 2008,
Cet. 1.
Wibowo, Perilaku Dalam Organisasi, Jakarta : Rajawali Pres, 2013, Cet. 1.
Wiyono, Slamet, Manajemen Potensi Diri, Jakarta : PT Grasindo, 2004, Cet. 1.
Wiroso, Jual Beli Murabahah, Yogyakarta : UII Press, 2005, Cet. 1.
www.BNI Syariah.co.id, tgl 22-04-2014, jam 09.00 WIB
Yuliana, Indah, Investasi Produk Keuangan Syariah, Malang : UIN-Maliki Press,
2010, Cet. 1.
Zainuddin, Ali, Hukum Perbakan Syariah, Jakarta : Sinar Grafika, Eds 1, 2008.
Zamro, Nila Purbiyanti, Pengaruh Promosi dan Diferensiasi Terhadap Minat
Nasabah Untuk Berinvestasi di Bank Umum Syariah (Studi Pada Bank
Syariah Mandiri Cabang Semarang). Skripsi IAIN Walisongo Semarang,
2009.
Zulkifli, Cerdas Memilih Emas Tampil Makin Cantik Plus Berinvestasi,
Yogyakarta : Graha Pustaka, 2010, Cet. 1.