Anda di halaman 1dari 121

ANALISIS PERSEPSI, PREFERENSI, SIKAP DAN PERILAKU

DOSEN TERHADAP PERBANKAN SYARIAH


(Study Kasus pada Dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo
Semarang)

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata 1 (S1)
Dalam Ilmu Ekonomi Islam

Disusun Oleh:
DANI PANCA SETIASIH
062411066

FAKULTAS SYARIAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2011

Pengesahan

ii

iii

MOTTO

Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: Sesungguhnya


Allah tidak memandang kepada fisik dan harta kamu sekalian, akan tetapi dia
memandang kepada hati dan amal perbuatanmu (HR. Muslim) 1

Imam Muslim, Shahih Muslim, Juz VIII, (Beirut: Dar al-Katabah al-Ilmiyah, t.th.), hlm.

515

iv

PERSEMBAHAN
Dengan segala kerendahan hati, kupersembahakan
karya kecilku ini untuk :
Persembahan yang tertinggi hanyalah kepada Allah
SWT,yang telah memberikan kenikmatan, anugrah serta
hidayah demi kelancaran pembuatan skripsi ini
Ayahku Chudlori(Alm) dan Ibuku Fatiyah(Almh)
Tidak pernah bosan untuk terus mendoakan kalian
semoga doaku menghantarkan kalian ke surga.
Amin...
Kakak-kakakku (mas din, mbk tul dan mas sulaiman,
mbak nah dan mas bandi serta mas nas dan mbak iroh)
yang menjadi contoh dan pendorong semangat
dalam menghadapi cobaan hidup serta membimbing
dan mengasuhku
Semoga allah selalu memberi yang terbaik untuk kalian
..Amiin
Ponakanku (Tyas, Aji, Aida, Ivan dan Dyas) semoga
kalian menjadi anak yang soleh dan solekhah
..Amiin.
Untuk seseorang didalam waktuku (Solikhin) yang
selalu mendampingiku dalam suka dan duka
terima kasih juga atas kesetiaan da kesabarannya

DEKLARASI

Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab, penulis


menyatakan bahwa skripsi ini tidak berisi materi yang
pernah ditulis oleh orang lain atau diterbitkan. Demikian
juga skripsi ini tidak berisi satupun pikiran-pikiran orang
lain, kecuali informasi yang terdapat dalam referensi yang
dijadikan sebagai rujukan.

Semarang,

Juni 2011

Deklarator

Dani Panca Setiasih


062411066

vi

ABSTRAK

Perbankan Syariah mempunyai peranan yang sangat penting di Indonesia


yang mayoritasnya beragama Islam dengan berdirinya perbankan syariah ini
berdampak pada masyarakat muslim yang sebagian besar bermuamalah di
perbankan konvensional, hal ini juga terjadi didalam suatu lembaga perguruan
tinggi islam seperti IAIN Walisongo Semarang khususnya Fakultas Syariah
bagaimana para dosen melihat fenomena ini terjadi apakah sudah sesuai dengan
prinsip syariah atau sebatas argumen saja.
Dengan demikian seberapa besar analisis tentang persepsi, preferensi,
sikap dan perilaku dosen terhadap perbankan syariah study pada dosen Fakultas
Syariah IAIN Walisongo Semarang dan yang menjadi permasalahan dalam
penelitian ini adalah 1) adanya pengaruh antara persepsi terhadap sikap pada
perbankan syariah, 2) adanya pengaruh preferensi terhadap sikap pada perbankan
syariah, 3) adanya pengaruh sikap terhadap perilaku pada perbankan syariah.
Penelitian ini bersifat kuantitatif dan metode pengumpulan data dalam
penelitian ini menggunakan teknik penyebaran angket. Subyek penelitian
menggunakan sampel sebanyak 35 responden, jumlah tersebut diambil dari 30%
jumlah populasi yaitu 114 responden. Data yang terkumpul dianalisis dengan
menggunakan analisis regresi, yang terdiri dari tiga variabel dependen dan satu
variabel independen. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi dengan
variabel moderating yaitu sikap, dengan menggunakan metode asumsi klasik,
koefisien determinasi dan uji parameter individual atau uji t parsial,
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel persepsi tidak
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap sikap, diketahui bahwa nilai thitung
adalah 1,534 sedangkan nilai ttabel adalah 1,692 yang lebih besar dibandingkan
dengan thitung. Sedangkan variabel preferensi mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap sikap hal ini diketahui bahwa nilai thitung adalah 3,307
sedangkan nilai ttabel adalah 1,692 yang lebih kecil dibandingkan dengan thitung
dan variabel sikap mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku
diketahui bahwa nilai thitung adalah 7,173 sedangkan nilai ttabel adalah 1,692 yang
lebih kecil dibandingkan dengan thitung. meskipun persepsi tidak memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap sikap dosen pada perbankan syariah tetapi
secara sistem perbankan syariah lebih bagus atau amanah dibandingkan dengan
perbankan konvensional, dapat dijadikan alternatif untuk bertransaksi sehingga
tidak bergantung dengan sistem perbankan yang murni konvensional berbasis
bunga.

vii

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah Wasyukurillah, senantiasa kami panjatkan ke hadirat Allah
SWT yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat kepada semua hamba-Nya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul : ANALISIS
PERSEPSI,

PREFERENSI,

SIKAP

DAN

PERILAKU

TERHADAP

PERBANKAN SYARIAH (Study Kasus pada Dosen Fakultas Syariah IAIN


Walisongo Semarang) dengan baik tanpa kendala yang berarti. Shalawat serta
salam semoga selalu tercurah pada beliau nabi Muhammad SAW beserta keluarga
dan sahabatnya yang senantiasa kita nanti-nanti syafaatnya di yaumul akhir.
Pada penyusunan skripsi ini penulis tentulah tidak terlepas dari bantuan
berbagai pihak, baik dalam ide, kritik, saran maupun dalam bentuk lainnya. Oleh
karena itu penulis ingin ucapkan terima kasih sebagai penghargaan atau peran
sertanya dalam penyusunan skripsi ini kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Muhibbin, M.Ag selaku Rektor IAIN Walisongo
Semarang,
2. Bapak Dr. Imam Yahya, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Syariah IAIN
Walisongo Semarang,
3. Pembantu Dekan I, II, dan III Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang,
4. Bapak Dr. Ali Murtadho, M.Ag selaku ketua Jurusan Ekonomi Islam dan
bapak Nur Fatoni, M.Ag selaku sekretaris jurusan atas kebijakan yang
dikeluarkan khususnya yang berkaitan dengan kelancaran penulisan skripsi
ini,
5. Bapak Muhammad Saifullah, M.Ag selaku dosen pembimbing I dan ibu Ari
Kristin P, SE, M.Si selaku dosen pembimbing II yang telah banyak
meluangkan waktu dan tenaganya demi mengarahkan dan membimbing
penulis selama penyusunan skripsi ini,
6. Segenap Dosen Fakultas Syariah yang telah banyak memberikan ilmunya
kepada penulis dan senantiasa mengarahkan serta memberi motivasi selama

viii

penulis melaksanakan kuliah sehingga penulis mampu menyelesaikan


penulisan skripsi ini,
7. Kasubag akademik beserta seluruh karyawan IAIN Walisongo Semarang yang
telah memberi izin penulis untuk melakukan penelitian skripsi ini,
8. Kakak-kakakku dan segenap keluarga tercinta yang telah mengasuh dan
membimbing serta memberikan dorongan kepada penulis, baik moral maupun
spiritual. Kalian semua adalah semangat hidup bagi penulis, terima kasih atas
semua kasihsayangnya,
9. Seluruh keluarga besar bapak Prof. Mujiono Abdillah yang telah memberi
pengarahan, doa dan semangat kepada penulis,
10. Saudara-saudara penulis di kos Amalia (dik Ima, Erna, Saadah, Anik, Ifa,
Novi, Nila, Nita, Atik, Tanti, Susi, Mimi, Cahya dan Safa) canda tawa
bersama kalian tidak akan pernah terlupakan,
11. Segenap teman-teman MAN Kendal (Memy, Lida dan Shasa) khususnya EIB
06, Eko, Nana, Chum, Erma, Oris, Anik, Anis, Fida, Farid, Mukti, Nafis dan
teman-teman yang lain yang tidak bisa penulis sebutkan semuanya. Terima
kasih, penulis ucapkan untuk kalian yang telah setia berjuang bersama - sama
mencari ilmu di Fakultas tercinta kita.
12. Teman-teman KKN posko 17 Dombo Sayung Demak, Faisol (pak kordes),
Rudi, Zizah, Susi beserta pak lurah sekeluarga. Kebersamaan bersama kalian
selalu diwarnai dengan senyuman. Terimakasih atas semuanya.
Semoga Allah membalas semua amal kebaikan mereka dengan balasan
yang lebih dari yang mereka berikan. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa
skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari segi bahasa, isi maupun
analisisnya, sehingga

kritik

dan saran sangat

penulis

harapkan demi

kesempurnaan skripsi in
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Semarang, Juni 2011

Dani Panca Setiasih


062411066

ix

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ....................................

ii

HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................

iii

HALAMAN MOTTO ...............................................................................

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ...............................................................

HALAMAN DEKLARASI.................................................................... ...

vi

HALAMAN ABSTRAK ...........................................................................

vii

HALAMAN KATA PENGANTAR .........................................................

viii

HALAMAN DAFTAR ISI........................................................................

HALAMAN DAFTAR TABEL.............................................................. .

xiii

HALAMAN DAFTAR GAMBAR......................................................... .

xiv

HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN......................................................

xv

BAB I

: PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ....................................................

1.2 Rumusan Masalah ............................................................

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian ..........................................

1.3.1 Tujuan Penelitian......................................................

1.3.2 Manfaat Penelitian ...................................................

1.4 Sistematika Penulisan .......................................................

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Kerangka Teori..................................................................

2.1.1 Bank Syariah .............................................................

2.1.2 Persepsi ......................................................................

13

2.1.3 Preferensi ...................................................................

17

2.1.4 Sikap.......................................................................

18

2.1.5 Perilaku......................................................................

21

2.2 Penelitian Terdahulu .

23

2.3 Kerangka Pemikiran Teoritik

26

2.4 Hipotesis............................................................................

26

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN


3.1 Jenis Penelitian dan Sumber Data...

27

3.1.1

Jenis Penelitian.......................................................

27

3.1.2

Sunber Data............................................................

27

3.2 Populasi dan Sampel...

28

3.2.1

Populasi..................................................................

28

3.2.2

Sampel....................................................................

28

3.3 Metode Pengumpulan Data ................................................

29

3.4 Variabel Penelitian dan Pengukuran................

30

3.4.1

Variabel Penelitian.................................................

30

3.4.2

Definisi Operasional Variabel.................................

31

3.5 Uji Validitas Dan Realibilitas..............................................

32

3.5.1

Uji Validitas............................................................

32

3.5.2

Uji Realibilitas........................................................

33

3.6 Teknik Analisis Data..

34

3.6.1 Uji Asumsi Klasik......

34

3.6.2 Uji Regresi...

35

BAB IV : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN


4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian...................................

37

4.2 Analisis Deskriptif...........

39

4.2.1

Deskriptif Data Responden..................................

39

4.3 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen..................

51

4.4 Hasil Analisis Data..............................................................

53

4.4.1 Uji Asumsi Klasik.............

53

4.4.2 Uji Regresi....

66

4.5 Pembahasan......................................................................

xi

65

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan

71

5.2 Saran.

73

DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
LAMPIRAN-LAMPIRAN

xii

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 : Variabel, Devinisi, Indikator dan Skala Pengukuran..................

32

Tabel 4.1 : Jenis Kelamin Responden.........................................................

40

Tabel 4.2 : Usia Responden.......................................................................

41

Tabel 4.3 : Pendidikan Responden..............................................................

43

Tabel 4.4 : Pendapatan Perbulan Responden................................................

44

Tabel 4.5 : Apakah Responden Nasabah Bank Syariah..............................

45

Tabel 4.6 : Hasil Skor Kuesioner Regresi....................................................

47

Tabel 4.7 : Hasil Uji Validitas Intrumen......................................................

51

Tabel 4.8 : Hasil Uji Reliabilitas Instrumen..................................................

52

Tabel 4.9 : Hasil Uji Multikoloniaritas .......................................................

53

Tabel 4.10 : Hasil Uji Multikoloniaritas.......................................................

53

Tabel 4.11 : Hasil Uji Autokorelasi...........................................................

56

Tabel 4.12 : Uji Statistik Kolmogorov Smirnov....................................

58

Tabel 4.13 : Uji Statistik Kolmogorov Smirnov .

60

Tabel 4.14 : Koefisien Determinasi dan Korelasi.

61

Tabel 4.15 : Koefisien Determinasi dan Korelasi.

62

Tabel 4.16 : Uji Signifikan Parameter Individual (Uji Statistik t).

63

Tabel 4.17 : Uji Signifikan Parameter Individual (Uji Statistik t)..

64

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 : Proses Persepsi ..........................................................................

15

Gambar 2.2 : Karangka Teori ........................................................................

26

Gambar 4.1 : Jenis Kelamin Responden .........................................................

41

Gambar 4.2 : Usia Responden ........................................................................

42

Gambar 4.3 : Pendidikan Responden .............................................................

43

Gambar 4.4 : Pendapatan Perbulan Responden .............................................

45

Gambar 4.5 : Nasabah Perbankan Responden ...............................................

46

Gambar 4.6 : Uji Heteroskiditas ...................................................................

54

Gambar 4.7 : Uji Heteroskiditas ....................................................................

55

Gambar 4.8 : Grafik Histogram .....................................................................

57

Gambar 4.9 : Normal Propability Plot .........................................................

57

Gambar 4.10 : Grafik Histogram ..................................................................

59

Gambar 4.11 : Normal Propability Plot ........................................................

59

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Lampiran Angket


Lampiran 2 : Daftar Seluruh Jawaban Atas Angket
Lampiran 3 : Tanggapan Responden Terhadap masing-masing item pertanyaan
Lampiran 4 : Uji Validitas dan Reabilitas Angket
Lampiran 5 : Stratistik deskriptif untuk 35 responden pada dosen Fakultas
Syariah IAIN Walisongo

xv

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dosen Fakultas Syari'ah adalah tenaga pengajar yang mempunyai
peranan sangat penting dalam sebuah perguruan tinggi Islam yaitu IAIN
Walisongo Semarang. IAIN Walisongo Semarang terdiri dari 4 Fakultas
yaitu Fakultas Syariah, Tarbiyah, Dakwah dan Ushulluddin. Fakultas
Syariah membuka sebuah program studi baru di dunia perguruan tinggi
Islam saat ini, yaitu prodi ekonomi Islam dan D3 Perbankan Syariah
sebagai penyedia sumber daya manusia pelaku perbankan dengan alasan
kebaruannya tersebut perbankan syari'ah mulai dikembangkan oleh
perguruan tinggi yang membutuhkan pembelajaran ekonomi Islam
tersebut.1
Dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang terdiri dari 114
orang,2 dengan latar belakang pendidikan yang berbeda, baik pendidikan
umum maupun pendidikan Islam, masing-masing dosen mempunyai
persepsi berbeda dalam memandang perbankan. Dari keseluruhan jumlah
dosen Fakultas Syari'ah yang kurang lebih berjumlah 114 orang
mempunyai kecenderungan yang berbeda pula dalam memilih dan

http://www.walisongo.ac.id.pengembangan-prodi-dkonomi-Islam-ftnz di akses tanggal


10 Januari 2011.
2
Daftar Dosen Tetap / Tidak Tetap Fakultas Syariah IAIN Walisongo tahun Akademik
2010/2011 SK Dekan Fakultas Syariah Nomor : In.06.2/D/PP.00.9/159A/2010 tertanggal 2
Pebruari 2011

menggunakan jasa perbankan syari'ah, dengan berbagai alasan masingmasing.


Perbankan syari'ah berdampak pada sebuah perguruan tinggi Islam
yaitu IAIN Walisongo Semarang, khususnya Fakultas Syari'ah dengan
demikian terjadi pemahaman yang berbeda masing-masing dosen di
Fakultas Syari'ah. Para dosen sudah banyak mengetahui tentang adanya
bank syari'ah maka sudah selayaknya jika para dosen cenderung memilih
menggunakan jasa perbankan syari'ah yang sering mengkaji tentang
produk-produk perbankan syariah, jadi dengan adanya pengetahuan
tentang perbankan syariah tersebut sangat mempengaruhi sikap dosen
terhadap produk-produk perbankan syariah sehingga akan menjadi sangat
wajar apabila sebagian dosen mampu mensikapi produk-produk perbankan
syariah. Perilaku dosen terhadap perbankan syariah ini dapat dilihat dari
dua aspek yaitu aspek tabungan dan aspek pembiayaan, apakah bersedia
untuk

menabung di bank syariah tanpa ragu sedikitpun atau tidak

berhubungan dengan perbankan syariah sama sekali. Pada sisi tabungan


dan pembiayaan

nantinya akan terlihat

pemahaman tentang sistem

perbankan syariah yang mempunyai sifat komprehensif.


Dalam kehidupan sehari-hari perilaku konsumen berbeda-beda
dalam Islam perilaku konsumen harus mencerminkan hubungan dirinya
dengan ALLAH SWT. Islam telah mengatur segenap perilaku manusia
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu tidak menyimpang dari ajaran

agama Islam.3 Reaksi yang berbeda akan menggambarkan perilaku yang


berbeda yaitu konsumen yang berbeda maka akan memberikan reaksi
yang berbeda pula dalam hal perasaan terhadap informasi yang sama,
sikap biasanya memainkan peranan utama dalam membentuk perilaku
dalam memutuskan merek apa yang akan dibeli dan toko mana yang akan
dijadikan langganan, konsumen secara khas memilih merek atau toko
yang dievaluasi secara paling menguntungkan.4
Berkaitan dengan preferensi, konsumen akan memberikan
harapannya sebagai standar atau acuan. Harapan dosen dalam memilih
suatu produk pun memprioritaskan pada kepuasannya. Jadi dalam kontek
preferensi konsumen umumnya harapan merupakan perkiraan atau
keyakinan pelanggan tentang apa yang akan diterimanya karena preferensi
merupakan hasil dari evaluasi. Persepsi konsumen berkaitan erat dengan
kesadarannya sehingga apa yang dilakukan oleh konsumen merupakan
kenyataan yang obyektif yang akan mempengaruhi tindakannya seperti
keputusan membeli, sehingga persepsi dan perilaku itu sangat berkaitan
dengan keputusan memilih atau menggunakan suatu barang atau jasa, jadi
apabila persepsi dan perilaku terhadap perbankan syariah baik maka
preferensinya cenderung terhadap perbankan syariah.5

Heri Sudarsono,Konsep Ekonomi Islam Suatu Pengantar, Yogyakarta, EKONISIA,


2007, hlm. 167
4
James, F Angel, Perilaku Konsumen (Jilid 1), Jakarta : Binarupa Aksara, 1994, hlm. 33
5
Kasmir, Bank Islam (Analisis Fiqih dan Keuangan), Jakarta : Pustaka SM, 2004, hlm.
17

Perkembangan bank syariah akan sangat pesat apabila mengacu


pada demand masyarakat akan produk dan perbankan syariah, sejak tahun
1992 mulai beroperasi yang dikenal dengan duel banking system di
Indonesia. Perbankan konvensional yang menerapkan bunga berjalan
berdampingan dengan perbankan syariah yang menerapkan sistem bagi
hasil. Tetapi dalam hal ini masih banyak tantangan dan permasalahan yang
dihadapi dalam perkembangan bank syariah. Permasalahan yang muncul
antara lain rendahnya pengetahuan tentang perbankan syariah terutama
yang disebabkan dominasi perbankan konvensional sehingga perbankan
syariah masih dianggap sebelah mata. Karena dalam pelaksanaannya
sistem perbankan syariah sering mengalami beberapa kendala diantaranya
belum optimalnya SDM yang di miliki oleh perbankan syariah tersebut,
kesalahankesalahan persepsi tentang perbankan syariah dan masih
ditemukannya praktik-praktik perbankan syariah yang menyimpang dari
prinsip-prinsip syariah .
Sikap responden terhadap bunga dan bagi hasil sangat beragam,
sebagian masyarakat tetap menerima bunga, sebagian menerima sistem
bagi hasil dengan tetap menerima bunga, dan sebagian lagi menolak bunga
sehingga dari berbagai sikap ini memberikan nuansa yang cukup menarik
sebagai gambaran tentang pengetahuan, persepsi, sikap serta perilaku
masyarakat dalam menyikapi perbankan syariah. Di IAIN Walisongo
Semarang ini bagaimana para dosen melihat fenomena ini terjadi apakah
sudah sesuai dengan prinsip syariah atau sebatas argumen saja karena

tentunya para dosen sudah tidak asing lagi dengan keberadaan bank
syariah tetapi melalui observasi yang peneliti lakukan secara tidak
langsung dengan salah satu dosen, dosen tersebut kebetulan sama sekali
tidak menggunakan produk perbankan syariah dengan alasan beranggapan
sama saja antara perbankan syariah dengan konvensional.
Dengan demikian penulis jadi merasa tertarik untuk membahas
permasalahan tersebut dari uraian diatas untuk pembahasan yang lebih
jelas akan dibahas dalam uraian berikutnya dan hasil dari penelitian ini
akan penulis susun dalam bentuk skripsi yang berjudul
PERSEPSI,

PREFERENSI,

SIKAP

DAN

ANALISIS

PERILAKU

DOSEN

TERHADAP PERBANKAN SYARI'AH (Study Kasus pada Dosen


Fakultas Syari'ah IAIN Walisongo Semarang).

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan pokok
permasalahan yang terjadi dan menjadi fokus penelitian yaitu :
1. Apakah persepsi berpengaruh pada sikap dosen Fakultas Syari'ah
IAIN Walisongo Semarang terhadap perbankan syari'ah ?
2. Apakah preferensi berpengaruh pada sikap dosen Fakultas Syariah
IAIN Walisongo Semarang dalam menggunakan jasa perbankan ?
3. Apakah sikap berpengaruh pada perilaku dosen Fakultas Syariah
IAIN Walisongo Semarang terhadap perbankan syariah ?

1.3 Tujuan Dan Manfaat Penelitian


1.3.1

Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang dirumuskan diatas, maka tujuan

yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :


1.

Untuk mengetahui apakah persepsi berpengaruh pada sikap dosen


Fakultas Syari'ah IAIN Walisongo Semarang terhadap perbankan
syari'ah.

2.

Untuk mengetahui apakah preferensi berpengaruh pada sikap dosen


Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang dalam menggunakan jasa
perbankan.

3.

Untuk mengetahui apakah sikap bepengaruh pada

perilaku dosen

Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang terhadap perbankan


syariah.
1.3.2 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat baik secara
ilmiah maupun secara praktis, Adapun manfaat dari penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1.

Untuk Penulis
a. Meningkatkan ilmu pengetahuan di bidang lembaga keuangan
terutama pada perbankan syari'ah.

b. Menambah pengetahuan tentang adanya persepsi, preferensi, sikap


dan perilaku dosen Fakultas Syari'ah di IAIN Walisongo Semarang
tentang perbankan syari'ah.
c. Meningkatkan pola berpikir ilmiah pada penulis.
2.

Untuk pembaca dan penulis lain


a. Menambah informasi

yang bermanfaat

mengenai

persepsi,

preferensi, sikap dan perilaku dikalangan dosen terhadap perbankan


syariah.
b. Dapat dijadikan sebagai bahan penelitian lebih lanjut dengan
menambah permasalahan lain atau sebagai referensi penelitian.
3.

Untuk Akademik
a. Hasil penelitian diharapkan dapat menyumbang kajian ilmu dan
pengetahuan.
b. Dapat digunakan sebagai masukan untuk penelitian berikutnya.

1.4 Sistematika Penulisan


Sistematika penulisan skripsi ini dibagi menjadi lima bab,
yaitu :
BAB I. PENDAHULUAN
Pendahuluan

berisi

uraian

mengenai

latar

belakang

masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian,


dan sistematika penulisan.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA


Tinjauan pustaka menerangkan mengenai pengertian bank
syariah persepsi, preferensi, sikap dan perilaku, pengkajian
penelitian sebelumnya, kerangka teori dan hipotesis yang
memuat jawaban sementara atas masalah.
BAB III. METODE PENELITIAN
Metodologi
data,

penelitian,

populasi

dan

berisi

tentang

jenis

dan

sumber

sampel,

teknik

pengumpulan

data,

variabel penelitian dan pengukuran, teknik analisis data.


BAB IV. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Analisis
umum

data

berisi

obyek

responden,

hasil

penelitian,

uji

validitas

penelitian
deskripsi

dan

berupa

data

reliabilitas,

gambaran

penelitian

dan

analisis

data

penelitian

dan

penelitian dan pembahasan.


BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan

menjelaskan

tentang

hasil

pembahasan disesuaikan dengan rumusan

masalah dan

tujuan penelitian yang disajikan secara singkat dan jelas.


Sedangkan

saran merupakan himbauan kepada pembaca

atau instansi
memberi

terkait

agar saran yang dipaparkan

pengetahuan

dan

manfaat

serta

dikembangkan menjadi bahan kajian penelitian berikutnya.

dapat
dapat

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kerangka Teori


2.1.1 Bank Syariah
Perkembangan bank syariah masih mempunyai banyak problem.
Problem hukum merupakan salah satu dari beberapa problem yang
dihadapi oleh bank syariah, disamping problemproblem lain seperti
persepsi dan perilaku masyarakat yang masih cenderung menyamakan
bank syariah dengan bank konvensional. Pengetahuan syariah
masyarakat yang masih terbatas baik sumber daya manusia dan
teknologi yang masih mengacu pada sistem konvensional dan
sebagainya. Berdasarkan UU No.21 tahun 2008 yang mendukung
operasional bank syariah, bank syariah dipahami sebagai bank bagi
hasil namun dengan berjalannya perkembangan jaman, sebagian
problem

hukum

bank

syariah

dapat

diatasi.

Namun,

dalam

pelaksanaannya nanti masih perlu menelaah beberapa hal yang


mengandung potensi adanya problem hukum lain yang perlu mendapat
pemecahan.1
Terdapat pro dan kontra terhadap penerapan metode bunga.
Terdapat alasan yang menjadi pendukung maupun menolak penerapn

Zaenul Arifin, Memahami Bank Syariah (Lingkup, Peluang, Tantangan Dan Prospek),
Jakarta Selatan : Alvabet, 2000, hlm. 212

10

metode bunga. Adapun alasan yang menjadi pendukung maupun


menolak metode bunga yaitu sebagia berikut :
1.

Alasan yang mendukung penerapan metode bunga


Masyarakat

yang

mendukung penerapan

metode

bunga

umumnya berpendapat bahwa bunga atas pinjaman adalah hal yang


wajar, bahkan sudah seharusnya ada. Pendukung bunga lainnya
berargumentasi bahwa metode bunga dapat dibenarkan karena dalam
perekonomian sering terjadi inflasi yang menyebabkan penurunan
nilai uang. Argumen lainnya adalah time preference of money theory,
bahwa jumlah uang pada masa kini mempunyai nilai yang lebih
tinggi dari jumlah yang sama pada suatu masa nanti, karena itu
bunga diperlukan untuk mengimbangi penurunan nilai uang.
2. Alasan yang menolak penerapan metode bunga
Selain para pendukung metode bunga, sikap kontra terhadap
bunga karena berbagai alasan yaitu :
a. Menolak pinjam-meminjam uang dengan bunga karena
membuat orang tergoda untuk mengejar keuntungan dan
menumpuk kekayaan sehingga uang menjadi tidak produktif
dan hanya menimbulkan kesenjangan antara yang kaya dan
yang miskin juga fungsi uang adalah sebagai alat tukar, bukan
untuk menghasilkan tambahan melalui bunga.
b. Karena bunga menyebabkan perpecahan dan perasaan tidak
puas dalam masyarakat.

11

c. Dilihat dari aspek sosialnya, penerapan metode bunga terbukti


menimbulkan akibat yang kurang baik, karena bunga
meningkatkan

kecenderungan

dikuasainya

kekayaan

segolongan orang kecil saja.2


Pendapat ulama yang dominan di Indonesia memutuskan riba
hukumnya haram karena telah ditetapkan dalam Alquran surat AlBaqarah ayat 275




Artinya : Orang-orang yang makan (mengambil riba) tidak dapat
berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan
syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka
yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata
(berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan
riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan
mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai
kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti
(dari mengambil riba) maka baginya apa yang telah
diambilnya dahulu (sebelum datang larangan) dan
urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang
mengulangi (mengambil riba) , maka orang itu adalah
penghuni-penghuni neraka, mereka kekal didalamnya(QS.
Al-Baqarah : 275).3
untuk penerapan bunga tersebut dengan tetap membolehkannya
sepanjang untuk kebutuhan umum dan kepentingan pribadi. Dan

Edy Wibowo dan Untung Hendy Widodo, Mengapa Memilih Bank Syariah ?, Bogor :
Galia Indonesia, 2005 hlm. 2-4
3
Tim Penyusun Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahannya, Jakarta : Pelita
IV, 1985 hlm. 69

12

adanya kesukarelaan antara kedua belah pihak dalam akad.4 Dengan


demikian bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan
prinsip-prinsip syariah Islam khususnya yang menyangkut tata cara
bermuamalah secara Islam dalam tata cara bermuamalah itu dijauhi
praktek-praktek yang dikhawatirkan mengandung unsur-unsur riba
untuk diisi dengan kegiatan-kegiatan investasi atas dasar bagi hasil
dan pembiayaan perdagangan.5
Menurut Undang-undang RI nomor 21 tahun 2008 tentang
perbankan, perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana
dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada
masyarakat dalam bentuk kredit dan bentuk-bentuk lainnya dalam
rangka meningkatkan taraf hidup rakyat. Bank maupun perbankan
ada yang berbasis syariah ataupun konvensional.6
Menurut Undang-Undang Repuplik Indonesia No. 21 tahun
2008 tentang perbankan. Bank adalah Badan usaha yang menghimpun
dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya
kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya
dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Menurut
jenisnya bank terdiri dari bank umum dan bank perkreditan rakyat.
Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usahanya
secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam
4

Edy Wibowo Op.Cit hlm 7


Karnaen Perwata Atmadja dkk, Apa dan Bagaimana Bank Islam, Yogyakarta : Dana
Bakti Wakaf, 1992, hlm. 2
6
Muhammad Ridwan, Kontruksi Bank Syariah Indonesia, Jakarta: UII Press, 2004, hlm.
17
5

13

kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank


Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha
secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam
kegiatanya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Begitu juga dengan Malayu Hasibuan dalam Dasar-dasar
Perbankan juga menyatakan, Bank adalah usaha yang memberikan
kredit tetapi tidak memberikan kredit, ini menyatakan bahwa bank
dalam operasionalnya hanya bersifat pasif saja yaitu hanya menerima
titipan uang saja. Menurut Prof GM Verryan Stuart juga sebagaimana
di kutip oleh Malayu S.P Hasibuan, Bank adalah badan usaha yang
wujudnya memuaskan keperluan orang lain, dengan memberikan
kredit berupa uang yang diterimanya dari orang lain yaitu
mengumpulkan dana dari masyarakat yang kelebihan dana dan
menyalurkan kredit kepada masyarakat yang kelebihan dana. 7 Baik
bank umum maupun bank perkreditan rakyat dapat melakukan
kegiatan usaha secara konvensional dan melakukan kegiatan usaha
berdasarkan prinsip syariah.
2.1.2

Persepsi
Menurut Webster sebagaimana dikutip oleh Sutisna yang
menyatakan persepsi adalah proses bagaimana stimulus-stimulus
(yang

mempengaruhi

tanggapan-tanggapan

itu

diseleksi

dan

diinterpretasikan, persepsi setiap orang terhadap suatu objek itu


7

Malayu S.P. Hasibuan, Dasar-dasar Perbankan , Jakarta : PT Bumi Aksara, 2006, hlm.

14

berbeda-beda oleh karena itu persepsi mempunyai sifat subyektif.


Stimulus adalah setiap bentuk fisik atau komunikasi verbal yang dapat
mempengaruhi tanggapan individu. Salah satu stimulus yang penting
yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen adalah lingkungan
(sosial dan budaya) karena persepsi setiap orang terhadap suatu objek
akan berbeda-bada oleh karena itu persepsi mempunyai sifat subjektif.
Persepsi seorang konsumen akan berbagai stimulus yang diterimanya
di pengaruhi oleh karakteristik yang dimilikinya.8
Persepsi

adalah

proses

interpretasi

seseorang

atas

lingkungannya .9 Seseorang mengelompokkan informasi dari berbagai


sumber kedalam pengertian yang menyeluruh untuk memahami lebih
baik dan bertindak atas pemahaman itu. Prinsip dasar dari organisasi
persepsi adalah penyatuan (integration) yang berarti bahwa berbagai
stimulus akan dirasakan sebagai suatu yang dikelompokkan secara
menyeluruh. Informasi pengorganisasian seperti

itu memudahkan

untuk memproses dan memberikan pengertian yang terintegrasi


terhadap stimulus. Persepsi dapat juga dikatakan sebagai pengalaman
tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh
dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.
1. Faktor-faktor fungsional yang menentukan persepsi

Sutisna, Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran, Bandung : PT Remaja


Rosdakarya, 2001 hlm. 63
9
Robert Kreitner dan Angelo Kinicki, Perilaku Organisasi (Organizational Behavior),
Jakarta : Salemba Empat, 2005 hlm. 208

15

Faktor fungsional berasal dari kebutuhan, pengalaman masa


lalu dan hal-hal lain yang termasuk dalam faktor-faktor personal,
yang menentukan persepsi bukan jenis atau bentuk stimuli, tetapi
karakteristik orang yang memberikan respons pada stimuli itu.
2. Faktor-faktor struktural yang menentukan persepsi
Faktor- faktor struktural berasal semata-mata dari sifat
stimuli fisik dan efek-efek saraf yang ditimbulkanya pada sistem
syaraf individu. Maksudnya di sini yaitu dalam memahami suatu
peristiwa seseorang tidak dapat meneliti fakta-fakta yang terpisah
tetapi

harus mamandangnya dalam hubungan keseluruhan,

melihatnya dalam konteksnya, dalam lingkungannya dan masalah


yang dihadapinya.10

Gambar. 2.1 : Proses Persepsi


Stimuli

Penerimaan indra

Perhatian

Interpretasi

Tanggapan

Persepsi

Sumber : Diadaptasi dari Michael R. Solomon (1996) Consumer


Behavior Prentice- Hall International.

10

hlm.58

Jalaludin Rahmat, Psikologi Komunikasi, Bandung : PT Remaja Rosda Karya, 1996,

16

Beberapa karakteristik konsumen yang mempengaruhi persepsi


adalah sebagai berikut :
1. Membedakan

stimulus

yaitu

bagaimana

konsumen

bisa

membedakan antara dua stimuli atau lebih, apakah konsumen


merasakan perbedaan antara kedua produk tersebut.
2. Persepsi bawah sadar yaitu kemampuan konsumen memberikan
tanggapan terhadap stimulus yang berada dibawah kesadaran atau
berada dibawah ambang batas kesadarannya.
3. Tingkat adaptasi adalah ketika konsumen sudah merasa terbiasa
dan kemudian tidak lagi mampu memperhatikan stimulus yang
berulang-ulang.
4. Seleksi perseptual seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa
persepsi merupakan bagian dari evaluasi proses seleksi dan
interpretasi terhadap stimulus. Proses persepsi yang pertama adalah
seleksi perseptual. Seleksi perseptual terjadi ketika konsumen
menangkap dan memilih stimulus berdasarkan pada psikologikal
set yang dimiliki. Psikologikal set yaitu berbagai informasi yang
ada dalam memory konsumen. Sebelum seleksi persepsi terjadi,
terlebih

dulu

stimulus

harus

mendapatkan

perhatian

dari

konsumen.11 Persepsi adalah proses yang dilakukan individu untuk

11

Sutisna, Op.Cit, hlm. 73

17

memilih, mengatur, dan menafsirkan kedalam gambar yang berarti


dan masuk akal menurut dunia. 12
5. Perhatian yang dilakukan oleh konsumen dapat terjadi secara
sengaja atau tidak sengaja.
Hal-hal yang telah diterangkan di atas pengaruh persepsi di antara
bermacam-macam orang menurut karakteristik masing-masing, maka
ada pula hal-hal lain yang menyebabkan satu obyek yang sama
dipersepsikan berbeda oleh masing-masing individu. Perbedaan
persepsi dapat disebabkan oleh hal-hal dibawah ini :
1. Set yaitu harapan seseorang akan rangsang yang akan timbul
2. Kebutuhan yaitu kebutuhan-kebutuhan sesaat maupun yang
menetap pada diri seseorang, akan mempengaruhi persepsi orang
tersebut. Dengan demikian, kebutuhan-kebutuhan yang berbeda,
akan menyebabkan pula perbedaan persepsi
3. Sistem nilai yaitu sistem nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat
berpengaruh pula terhadap persepsi.
4. Ciri kepribadian yaitu ciri kepribadian akan mempengaruhi pula
persepsi.13
2.1.3 Preferensi
Adapun definisi dari preferensi itu sendiri mempunyai beberapa
defenisi di antaranya :

12

Muhammad Muflih, Perilaku Konsumen dalam Perspektif Ilmu Ekonomi Islam,


Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2006 hlm. 91
13
Sarlito Wirawan Sarwono, Pengantar Umum Psikologi, Jakarta : N.V. Bulan Bintang,
1982, hlm. 49

18

1. Preferensi adalah hak (untuk) didahulukan dan diutamakan,


diprioritaskan, pilihan kecenderungan atau kesukaan dalam
menggunakan atau memanfaatkan suatu barang atau jasa.14 Dalam
penelitian ini lebih menekankan pada pembahasan preferensi
konsumen.
2. Preferensi Konsumen adalah nilainilai pelanggan yang diperoleh
dalam menentukan sebuah pilihan. Preferensi konsumen adalah
Penilaian keinginan terbaik dari konsumen, preferensi konsumen
menentukan pilihan konsumen jika konsumen dihadapkan pada
banyak ragam pilihan produk yang sejenis.15
2.1.4 Sikap
Setelah

konsumen

melakukan

pencarian

dan

pemprosesan

informasi, langkah selanjutnya adalah menyikapi adanya informasi


yang diterimanya. Apakah konsumen akan meyakini informasi yang
akan diterimanya atau memilih produk tertentu yang akan digunakan,
hal ini akan berkaitan erat dengan sikap yang dikembangkan.
Keyakinan-keyakinan dan pilihan konsumen (preference) atas suatu
produk adalah merupakan sikap konsumen. Dalam banyak hal, sikap
terhadap produk tertentu sering mempengaruhi apakah konsumen akan
menggunakanya atau tidak. Sikap ini dapat bersifat positif, dan dapat
pila bersifat negatif. Dalam sikap positif, kecenderungan tindakan
adalah mendekati, menyenangi dan mengharapkan objek tertentu,
14

Meidar FM, Kamus Lengkap Exclusive Inggris-Indonesia, Jakarta : Eska Media, 1997,

hlm. 133
15

Http://www.ac.id-PreferensiKonsumen, di akses tanggal 20 Januari 2011

19

sedangkan dalam sikap negatif terdapat kecenderungan untuk menjauhi,


menghindari dan tidak menyukai objek tertentu. Sikap positif terhadap
produk tersebut akan memungkinkan konsumen menggunakan produk
tersebut, sebaliknya sikap negatif akan menghalangi konsumen untuk
menggunakan produk tersebut.
Definisi dari sikap (intitude) sebagai suatu evaluasi menyeluruh
yang memungkinkan orang berespon dengan cara menguntungkan atau
tidak menguntungkan secara konsisten berkenaan dengan objek yang
diberikan, sikap adalah variabel terpenting yang dimanfaatkan didalam
studi perilaku manusia. Sifat yang penting dari sikap adalah
kepercayaan dalam memegang sikap tersebut.

16

Beberapa sikap

mungkin dipegang dengan keyakinan kuat, sementara yang lain


mungkin ada dengan tingkat kepercayaan yang minimum. Mengerti
tingkat kepercayaan yang dihubungkan dengan sikap adalah penting
karena dapat mempengaruhi kekuatan hubungan diantara sikap dan
perilaku. Sikap yang dipegang dengan penuh kepercayaan biasanya
akan jauh lebih diandalkan untuk membimbing perilaku. Bila
kepercayaan rendah, konsumen mungkin tidak merasa nyaman dengan
bertindak berdasarkan sikap yang sudah ada.
Kepercayaan

dapat mempengaruhi

kerentanan sikap terhadap

perubahan. Sikap lebih resisten terhadap perubahan bila dipegang


dengan kepercayaan yang lebih besar. Definisi sikap yang paling klasik

16

James, F. Angel, Op.Cit, hlm. 93

20

dikemukakan oleh Gordon Allport mendefinisikan sikap dalah


mempelajari kecenderungan memberikan tanggapan pada suatu obyek
atau sekelompok objek baik disenangi atau tidak disenagi secara
konsisten. Pengaruh sikap terhadap perilaku secara umum bergantung
pada keterlibatan konsumen dengan pembeliannya, ketika konsumen
mempunyai keterlibatan yang tinggi, sikap merupakan bagian dari
pengaruh yang menyebabkan keputusan untuk membeli (pertama kali
konsumen mempuyai kepercayaan terhadap suatu produk, kemudian
mengembangkan sikap terhadap produk dan kemudian memutuskan
menggunakan atau tidak produk tersebut).17
Faktor-faktor

intern

dan

ekstern

yang

mempengaruhi

terbentuknya sikap
1) Faktor intern yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri orang
yang bersangkutan sendiri, seperti selektivitas.
2) Faktor ekstern yaitu selain faktor-faktor yang terdapat dalam diri
seseorang seperti, sifat obyek yang dapat dijadikan sasaran sikap
dan pengalaman-pengalaman yang berhubungan dengan suatu hal
tertentu.
Proses pembentukan dan perubahn sikap. Sikap dapat terbentuk
atau berubah melalui 4 macam cara :

17

James, F. Angel, Loc.Cit

21

1. Adopsi adalah kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa yang terjadi


berulang-ulang dan terus-menerus, lama kelamaan secara bertahap
diserap kedalam diri individu dan mempengaruhi terbentuknya suatu.
2. Diferensiasi yaitu dengan bertambahnya inteligensi, bertambahnya
pengalaman sejalan dengan bertambahnya usia, maka ada hal-hal
yang tadinya dianggap sejenis, sekarang dipandang tersendirilepas
dari jenisnya.
3. Integrasi adalah pembentukan disini terjadi secara bertahap, dimulai
dengan berbagai pengalaman yang berhubungan dengan satu hal
tertentu, sehingga akhirnya terbentuk sikap mengenai hal tersebut.
4. Trauma adalah pengalaman yang tiba-tiba mengejutkan yang
meninggalkan

kesan

mendalam

pada

jiwa

orang

yang

bersangkutan.18
2.1.5 Perilaku
Dalam model perilaku konsumen dari Howard dan Sheth terdiri
dari proses pengamatan dan proses belajar . Variabel proses
pengamatan terdiri dari :
1.

Perhatian merupakan reseptor-reseptor indera untuk mengendalikan


penerimaan informasi.

2.

Stimulus ambiguity yaitu ketidakpastian tentang yang diamati dan


tidak adanya makna dari informasi yang diterima.

18

Sarlito Wirawan Sarwono, Op cit hlm. 103

22

3.

Perseptual bias ( penyimpangan pengamatan) yaitu suatu distorsi


dari informasi yang diterima.

4.

Overt search (penelusuran nyata) yaitu penelusuran informasi


secara aktif.
Variabel proses belajar terdiri dari :

1.

Motif yaitu suatu dorongan dari dalam diri untuk mencapai tujuan
membeli.

2.

Kriteria memilih yaitu seperangkat motif yang berhubungan


dengan tingkat produk yang menjadi pertimbangan.

3.

Pemahaman produk

4.

Sikap yaitu kesukaan pada produk yang didasarkan atas kriteria


memilih

5.

Kepercayaan yaitu keyakinan terhadap suatu produk tertentu.

6.

Kepuasan yaitu tingkat penyesuaian antara kebutuhan dengan


pembelian barang yang diharapkan oleh konsumen.19
Dalam hal ini lebih pada pembahasan tentang perilaku

konsumen. Perilaku Konsumen didefenisikan sebagai berikut :


1. Perilaku Konsumen adalah tindakan konsumen dalam pembuatan
keputusan untuk pembelian yang lebih baik.
2. Menurut James F Angel sebagaimana dikutip oleh Drs.A A Anwar
Mangkunegara, Perilaku konsumen adalah sebagai tindakan

19

Anwar Prabu Mangkunegara, Perilaku Konsumen, Bandung : PT Eresco, 1988, hlm. 29

23

tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha


memperoleh dan menggunakan barang- barang jasa.
3. Menurut David L Laudon sebagaimana dikutip oleh Prabu Anwar
Mangkunegara, Perilaku konsumen adalah proses pengambilan
keputusan dan aktifitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam
mengevaluasi, memperolah atau menggunakan barang-barang
jasa.20
4. Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan proses dan hubungan
sosial yang

dilakukan oleh individu atau kelompok dalm

mendapatkan atau menggunakan suatu produk, pelayanan dan


sumber-sumber lainnya.
5. Perilaku Konsumen adalah Studi tentang unit pembelian dan proses
pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi dan pembuatan
barang, jasa, pengalaman serta ide-ide.21

2.2 Penelitian Terdahulu


Hasil dari penelitian BI (2000) yaitu penelitian potensi, preferensi dan
perilaku masyarakat Jawa tengah dan DIY terhadap bank syariah dapat
disimpulkan bahwa hasil dari penelitian terlihat sebagian responden
menyatakan tidak tahu (84,40 persen). Ketidaktahuan masyarakat terhadap

20
21

Ibid, hlm. 3
John C. Mowen, Perilaku Konsumen ( Edisi Kelima ), Jakarta : Erlangga, 2002 hlm 6

24

produk perbankan syariah ini sebetulnya lebih banyak masih terbatasnya


jumlah perbankan syariah yang ada di Jawa Tengah dan DIY.22
Sementara dalam kajian penelitian Hamidi (2000) tentang persepsi dan
sikap masyarakat santri Jawa Timur terhadap bank syariah, dapat disimpulkan
bahwa persepsi masyarakat santri Jawa Timur baik yang merupakan nasabah
maupun bukan nasabah bank syariah, ditinjau dari pendekatan budaya, sosial,
psikologis dan pribadi adalah positif terhadap bank syariah. Perbedaan yang
terdapat pada masyarakat santri nasabah dan non nasabah adalah pada sikap
atau pilihan mereka memilih atau tidak memilih bank syariah.23
Penelitian oleh

Khoirruddin

(2005) tentang preferensi nasabah

terhadap produk pembiayaan mudharabah, musyarakah dan murabahah bank


syariah menunjukkan hasil bahwa nasabah berdasarkan karakteristiknya
seperti jenis kelamin, umur, pekerjaan, pendidikan terakhir dan pendapatan
per bulan, tidak mempunyai perbedaan sikap terhadap semua atribut produk
pembiayaan bank syariah. Kemudian nasabah dengan berbagai kategori
bentuk pembiayaan yang digunakan, mempunyai perbedaan sikap terhadap
kesesuaian dengan keyakinan nasabah dan konsep bagi hasil yang ditawarkan
oleh produk pembiayaan bank syariah tersebut.24
Penelitian yang di lakukan yang dilakukan oleh Beatty dan Kahle
(1998) sebagaimana dikutip oleh Sutisna, menemukan fakta yang mendukung
22

Penelitian BI, Potensi, Preferensi dan Perilaku Masyarakat DIY Dan Jawa Tengah
Terhadap Perbankan Syariah, Semarang, 2000
23
Penelitian Hamidi, Persepsi dan Sikap Santri Jawa Timur Terhadap Bank Syariah,
Jawa Timur, 2000 di akses tanggal 28 Desember 2010
24
Penelitian Khoiruddin, Preferensi Nasabah Terhadap Produk Pembiayaan
Mudharabah, Musyarakah dan Murabahah Bank Syariah, 2005, di akses tanggal 28 Desember
2010

25

bahwa peran sikap mempengaruhi perilaku untuk individu yang lebih terlibat,
tetapi sikap tidak memainkan peran yang signifikan dalam mempengaruhi
perilaku bagi konsumen yang kurang terlibat. Untuk memahami peran sikap
dalam perilaku konsumen harus memahami bagaimana sikap dikembangkan.
Sikap dikembangkan sepanjang waktu melalui proses pembelajaran yang
dipengaruhi oleh pengaruh keluarga, pengaruh kelompok kawan sebaya,
informasi, pengalaman dan kepribadian.25
Penelitian oleh Danu Herbiyan Mahasiswa program study ekonomi dan
perbankan Islam Fakultas agama Islam Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta (2010) tentang pengaruh pengetahuan mahasiswa tentang
perbankan syariah terhadap minat menabung di perbankan syariah di
yogyakarta. Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan
mahasiswa berpengaruh terhadap keputusan untuk menabung di bank syariah.
Hasil

penelitian

menunjukkan

bahwa

secara

keseluruhan

pengaruh

pengetahuan mahasiswa berpengaruh positif terhadap keputusan minat


menabung karena mahasiswa karena mahasiswa mempunyai pola pikir yang
lebih maju dibandingkan masyarakat awam, melalui pelajaran maupun study
yang ada dikampus, sehingga pengetahuan memacu dan merangsang minat
untuk menabung di bank syariah.26

25

Sutisna, Loc.cit
Skripsi disusun oleh Danu Herbiyan, Pengaruh Pengertian Mahasiswa Tentang
Perbankan Syariah di Yogyakarta, Fakultas Agama Islam, UMY 2010, hlm. 33
26

26

2.3 Kerangka Pemikiran Teoritik


Kerangka pemikiran teoritik dituangkan dalam gambar sebagai berikut :
Model kerangka pikir persepsi, preferensi dan perilaku terhadap perbankan
syari'ah :
Gambar.2.2
Kerangka Pemikiran Teoritik
Persepsi

Sikap Terhadap
Perbankan Syariah

Perilaku Terhadap
Perbankan Syariah

Preferensi

Sumber : Dikembangkan dari penelitian BI (2000), Khoirudin (2005) dan


Hamidi (2000)

2.4 Hipotesis
Hipotesis berasal dari kata Hypo yang berarti di bawah dan thesa
yang artinya kebenaran. Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang
bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui
data yang terkumpul. Defenisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
hipotesis adalah jawaban sementara yang harus dilakukan kebenarannya.
Berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka teori maka hipotesis penelitian
dirumuskan sebagai berikut :
H1 : Persepsi berpengaruh positif terhadap sikap.
H2 : Preferensi berpengaruh positif terhadap sikap.
H3 : Sikap berpengaruh positif tarhadap perilaku.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian dan Sumber Data


3.1.1 Jenis penelitian
Metode Penelitian adalah cara yang digunakan peneliti untuk
mengumpulkan data penelitiannya. Dalam penelitian ini bersifat deskriptif
kuantitatif sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan
menggambarkan atau melukiskan keadaan, subyek atau objek penelitian yang
diteliti yaitu penelitian yang mendasarkan pada perhitungan angka-angka atau
statistik dari suatu variabel untuk dikaji secara terpisah-pisah kemudian
dihubungkan dengan menggunakan rumus regresi. Penelitian ini bertempat di
Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang.
3.1.2 Sumber Data
Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data
yang diperoleh dari penyebaran daftar pertanyaan atau koesioner secara
langsung. Dalam penelitian ini data primer diperoleh dari memberikan daftar
pertanyaan atau kuesioner kepada dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo
Semarang sebagai objek penelitian yang terpilih.

27

28

3.2 Populasi dan Sampel


3.2.1 Populasi
Populasi adalah keseluruhan jumlah subjek penelitian. Adapun
dilihat dari jumlahnya, populasi ada yang jumlahnya terhingga (terdiri
dari elemen dengan jumlah tertentu) dan jumlah tak terhingga (terdiri
dari elemen yang sukar sekali dicari batasannya).
Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan subjek
penelitian yaitu dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang
yang berjumlah 114 orang periode 2010-2011. Mengingat jumlah
populasi cukup banyak, maka dalam rangka efisiensi dan keefektifan
penelitian, dilakukan sampling (pengambilan sampel).1
3.2.2. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti cara
pengambilan sampel berpedoman pada pendapat Dr. Suharsimi
Arikunto yang mengatakan bahwa apabila subjeknya kurang dari 100,
maka lebih baik diambil semua, dan jika jumlah subjeknya lebih besar
dapat diambil antara 10% - 15% atau 20% - 25% atau lebih.2
Dalam penelitian ini, penulis mengambil 30 % dari jumlah
populasi yaitu sebanyak 35 responden, sedangkan dalam teknik
pengambilan sampel peneliti menggunakan Accidental sampling yaitu
memilih sampel dari orang atau unit yang paling mudah dijumpai atau

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu pendekatan praktik, Jakarta : Rineka


Cipta 2006, hlm..130
2
Ibid hlm. 134

29

diakses sehingga pengumpulan datanya mudah dan terpenuhinya


jumlah (quotum) yang telah ditetapkan.3
3.3 Metode Pengumpulan Data

Metode yang digunakan penulis

dalam penelitian ini adalah

metode field research yaitu, metode yang dilakukan dengan cara


terjun langsung ke tempat diadakannya penelitian untuk mendapatkan
data yang konkrit. Adapun

metode

yang digunakan dalam

mengumpulkan data ini adalah sebagai berikut :


1.

Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah metode untuk mencari data mengenai

hal-hal atau variabel yang berupa catatan-catatan, transkip, buku,


agenda dan sebagainya. Metode ini digunakan sebagai pelengkap guna
memperoleh data sebagai bahan informasi yang berupa latar belakang
IAIN Walisongo Semarang, daftar dosen Fakultas Syariah IAIN
Walisongo Semarang, serta data lain yang mendukung.
2.

Metode Angket (Kuesioner)


Metode Kuesioner adalah suatu cara pengumpulan data dengan

memberikan daftar pertanyaan tertulis kepada responden dengan


harapan mereka akan memberikan respon atas daftar pertanyaan
tersebut.4

Muhammad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam (pendekatan Kuantitatif), Jakarta :


Raja Grafindo Persada, 2008, hlm. 174
4
Husein Umar, Research Methods In Finance and Banking, Jakarta : Gramedia Pustaka
Utama, 2002, hlm. 114

30

Kuesioner disini adalah model tertutup karena jawaban telah


disediakan dan pengukurannya menggunakan skala likert. Skala likert
digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau
kelompok orang tentang fenomena sosial.5
Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert
mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, dengan 5
alternatif jawaban sebagai berikut :
SS : Sangat Setuju

TS : Tidak Setuju

S : Setuju

STS : Sangat Tidak Setuju

N : Netral/Ragu-ragu
Hal ini digunakan sebagai patokan untuk menyusun instrument
yang berupa pertanyaan yang nantinya dijawab oleh responden. Teknik
ini sangat efektif digunakan dan lebih baik jika pertanyaanpertanyaan
terarah dengan baik dan efektif. Teknik ini berbentuk pengisian
kuesioner. Teknik ini merupakan bentuk alat pengumpulan data dalam
bentuk pertanyaan-pertanyaan. Diharapkan dengan menyebarkan daftar
pertanyaan kepada setiap responden, peneliti dapat menghimpun data
yang relevan sesuai dengan tujuan penelitian
3.4 Variabel Penelitian Dan Pengukuran
3.4.1 Variabel Penelitian
Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang
berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
5

hlm. 93

Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Bandung : Alfabeta, 2008,

31

sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik


kesimpulannya.
Macam-macam variabel dalam penelitian ini dapat dibedakan
menjadi :
1. Variabel Independen : variabel ini sering disebut sebagai variabel
bebas.

Variabel

bebas

adalah

merupakan

variabel

yang

mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau


timbulnya variabel dependen. 6 Dalam penelitian ini yang menjadi
variabel independen adalah persepsi ( X1 ) dan preferensi ( X2 )
2. Variabel Dependen : sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel
terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi
akibat, karena adanya variabel bebas. 7 Variabel dependen dalam
penelitian ini adalah perilaku ( Y ).
Dalam penelitian ini terdapat variabel moderating yaitu variabel
yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah ) hubungan
antara variabel independen dengan dependen. Variabel ini juga disebut
juga variabel kedua yaitu sikap ( X3 ) karena pembentukan sikap dapat
memperkuat ataupun memperlemah suatu perilaku.
3.4.2. Definisi Operasional Variabel
Pada dasarnya penentuan variabel penelitian merupakan
operasional konstrak supaya dapat diukur. Dalam penelitian ini
operasional variabel penelitian dan pengukuran variabel dapat dilihat
pada tabel.
6
7

Sugiyono, Op.cit, hlm. 38


Ibid, hlm. 39

32

Tabel 3.1 :
Variabel, Definisi, Indikator dan Skala pengukuran variabel penelitian.
Variabel
Definisi
Indikator
Skala Pengukuran
Penelitian
Persepsi

Preferensi

Sikap

Perilaku

Proses interpretasi
seseorang terhadap
lingkungannya
(Proses bagaimana
stimuli-stimuli itu
diseleksi dan di
interpretasikan
Memprioritaskan
pilihan,
Kecenderungan atau
kesukaan
dalam
menggunakan atau
memanfaatkan suatu
barang atau jasa
Mempelajari
kecenderungan
memberikan
tanggapan pada
suatu objek atau
kelompok objek
atau kecenderungan
konsumen untuk
mengevaluasi
produk baik
disenangi atau tidak
disenangi secara
konsisten
Tindakan-tindakan
individu yang secara
langsung terlibat
dalam usaha
memperoleh dan
memperoleh barangbarang jasa

Informasi
Pemahaman
produk
Interpretasi

Diukur melalui
angket dengan
menggunakan skala
likert

Seleksi
Kriteria
Memilih

Diukur melalui
angket dengan
menggunakan skala
likert

Keyakinan
Kepercayaan

Diukur melalui
angket dengan
menggunakan skala
likert

Motivasi
Tindakan

Diukur melalui
angket dengan
menggunakan skala
likert

Sumber data : dikembangkan untuk penelitian 2010


3.5. Uji Validitas Dan Realibilitas
3.5.1. Uji Validitas

33

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkatantingkatan kevalitan dan kevasihan suatu instrumen. Instrumen dikatakan
valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan mengungkap
data variabel yang diteliti secara tepat. Dengan kata lain sebuah
instrumen dikatakan memiliki misi instrumen secara keseluruhan yaitu
mengungkap data dari variabel yang dimaksud dengan rumus :
Rxy = N xy - (x)(y)
{x2 (x2)}{(Ny)2}
Keterangan :
Rxy = Koefisien subyek atau responden
N = Jumlah subyek atau responden
x
= Skor butir
y = Skor total.8
3.5.2 Uji Realibilitas
Reabilitas adalah suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk
digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen sudah cukup
baik.

Instumen

yang

sudah

dapat

dipercaya

(reliable)

akan

menghasilkan data yang dapat dipercaya pula. Untuk menguji


realibilitas instrumen dapat digunakan uji realibilitas internal yang
diperoleh dengan cara menganalisis data dari suatu hasil pengetesan
dengan rumus sebagai berikut :

Rn =

k
(k - 1)

20
21

Keterangan :
8

Rianto Adi, Metode Penelitian Sosial dan Hukum, Jakarta : Granit, 2004, hlm. 75

34

Rn = Realibilitas instrumen
k = Banyaknya pertanyaan
20= jumlah varian butir
21 = Varian total
Untuk mencari varian butir dengan rumus :
2=

(x)2 - x2
N
N
Keterangan :
= varian tiap butir
x = jumlah skor butir
N = jumlah responden
3.6 Teknik Analisis Data
Jenis data yang digunakan adalah data primer. Pengumpulan data primer
dilakukan melalui kuesioner pada responden yaitu dosen Fakultas Syariah
IAIN Walisongo Semarang digunakan analisis regresi dengan alasan untuk
mempengaruhi pengaruh antara ke empat variabel tersebut, yaitu mengadakan
prediksi

atau

ramalan

dalam

hal

ini

ramalan

tentang

bagaimana

persepsi,preferensi sehingga membentuk adanya sikap kemudian berpengaruh


terhadap perilaku terhadap perbankan tersebut.9Analisis tersebut meliputi :
3.6.1. Uji Asumsi Klasik
1. Uji Multikolonieritas.
Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah ada modael
regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas (independen)
2. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi
linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan

Abdul Haman, Metode Statistic, Yogyakarta : Graha Ilmu, 2005, hlm. 79

35

kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi,


maka dinamakan ada problem autokorelasi.
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model
regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke
pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda
disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi
Heteroskedastisitas.
4. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi,
variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal, seperti
diketahui bahwa uji t mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti
distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi
tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Ada dua cara yang tepat untuk
mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan
analisis grafik dan uji statistik
3.6.2 Uji Regresi
Mengacu pada tujuan dan hipotesis penelitian, maka model
analisis yang digunakan adalah regresi menggunakan analisis kuantitatif
yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari angkaangka karena pengolahan data menggunakan statistik. Analisis data
terhadap data yang diperoleh dari pengamatan yang berbentuk angka
yang dapat diukur dan diperoleh dari daftar pertanyaan. Teknik statistik
yang digunakan adalah path analysis ( analisis jalur ). Analisis dilakukan

36

dengan menggunakan korelasi dan regresi sehingga dapat diketahui


untuk sampai pada variabel dependen terakhir. Dinamakan paradigma
jalur karena terdapat variabel yang berfungsi sebagai antara ( X3 ).
Dengan adanya variabel antara ini, akan dapat digunakan untuk
mengetahui seberapa kuat atau lemah untuk mencapai kesasaran akhir.10
Sebelum menganalisis pengaruh antara variabel bebas ( X ) dengan
variabel terikat ( Y ) terlebih dahulu menganalisis variabel yang
mempengaruhi antara variabel bebas ( X ) dengan variabel terikat ( Y )
dengan rumus berikut :
X3 = a + 1X1 + 2X2 + e
Keterangan :
X3 = variabel moderating yaitu sikap
a = Konstanta
1 = Koefisien regresi persepsi
2 = Koefisien regresi preferensi
X1 = Persepsi
X2 = Preferensi
e = faktor pengganggu
Setelah di temukanya koefisien variabel yang menghubungkan
antara variabel bebas dengan variabel terikat maka akan dicari persamaan
regresi atau pengaruh antara Persepsi ( X1 ) dan Preferensi ( X2 )
terhadap Perilaku ( Y ). Adapun rumus yang dipakai yaitu :
Y = a + 3.X3
Keterangan :
Y = Variabe terikat yaitu perlaku
a = konstanta
3 = koefisien regresi sikap
X3 = sikap.11

10

Sugiono, Loc.Cit, hlm. 46


Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Progam SPSS, Semarang: Badan
Penerbit Universitas Diponegoro, 2006, hlm. 161
11

37

BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian


1. Gambaran Umum Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang
Pada umumnya dalam lingkungan IAIN terdapat lima jenis
fakultas namun khusus di IAIN Walisongo sudah tercukupkan dengan
empat jenis fakultas. Empat fakultas yang dimaksud adalah:
1. Fakultas Dakwah
2. Fakultas Syariah
3. Fakultas Tarbiyah
4. Fakultas Ushuluddin
Pendirian IAIN Walisongo Jawa Tengah di Semarang, dimulai
dari pertemuan beberapa tokoh muslim Jawa Tengah. Pada pertemuan
tersebut, forum musyawarah menghasilkan beberapa keputusan antara
lain : menyepakati pembentukan Fakultas Syariah di Semarang.
Proses pendirian Fakultas Syariah ini ternyata tidak bisa terlaksana
secara cepat karena terdapat perbedaan pandangan yang prinsip
mengenai status lembaga yang akan didirikan. Namun akhirnya usaha
pendirian Fakultas Syariah IAIN Walisongo Jawa Tengah di
Semarang akhirnya terwujud.1

Tim penyusunan Buku panduan(S.1) dan Diploma3(D3) IAIN Walisongo thn Akademik
2010/2011 SK Rektor Nomor : In.06.0/B/PP.00.9/1950/2010 tanggal 24 juni 2010

37

38

Jurusan daan program studi Fakultas Syariah IAIN Walisongo


Semarang yaitu :
a)

Ahwal Al-Syakhsiyah (Hukum Perdata Islam)

b)

Konsentrasi Ilmu Falak

c)

Muamalah (Hukum Ekonomi Islam)

d)

Ekonomi Islam

e)

Jinayah Siyasah (Hukum Politik dan PidanaIslam)

f)

D3 Perbankan Syariah

Visi dan Misi Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang


Visi
Terciptanya sarjana (hukum) Islam yang bertakwa kepada
Allah yang memiliki intelektualisme, dedikasi dan prestasi
yang tinggi serta siap dan mampu mengarungi dunia modern
yang kompetitif.
Misi
Menyediakan pelayanan punuh tanggung jawab dalam
rangka menjalankan TRI DARMA perguruan tinggi, khusus
mengantarkan mahasiswa menjadi ahli (hukum) Islam untuk
memantapkan Aqidah, kedalam spiritual, kemuliaan etika,
keluasan/ kedalaman intelektual, kematangan profesional,
ketulusan dedikasi serta kemajuan inovasi dan prestasi.

39

Mewujudkan keteladanan kehidupan masyarakat madani


yang berlandaskan nilai nilai Islam dan tetap menjunjung
tinggi budaya luhur bangsa Indonesia
4.2 Analisis Deskriptif
Data penelitian dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner
secara langsung kepada responden yang berhasil ditemui. Kuesioner
diperoleh dengan cara peneliti menemui langsung responden

dan

memberikan kuesioner untuk diisi oleh para responden yang merupakan


dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang. Pengumpulan data
secara langsung dengan menemui responden, hal ini diharapkan agar
lebih efektif untuk meningkatkan respon rate responden dalam
penelitian ini. Survey dengan kuesioner dilakukan mulai tanggal 19
April 4 Mei 2011 bertempat di kantor Fakultas Syariah IAIN
Walisongo semarang.
Adapun teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah
dengan menggunakan teknik Accidental Sampling yaitu pengambilan
sampel dari orang atau unit yang paling mudah dijumpai yaitu 30% dari
jumlah keseluruhan dosen fakultas syariah. Pengambilan sampel ini
didasarkan pada subjek yang mudah ditemui(asal masih dalam
populasi) sehingga pengumpulan datanya mudah dan terpenuhinya
jumlah (quotum) yang telah ditetapkan maka jumlah sampel yang di
dapat sebanyak 35 sampel. Dengan demikian syarat pengolahan data
dengan alat analisis SPSS sampel dapat terpenuhi.

40

4.2.1 Deskripstif data responden


Data deskriptif

yang menggambarkan keadaan atau kondisi

responden merupakan informasi tambahan untuk memahami hasilhasil

penelitian.

Responden

dalam

penelitian

ini

memiliki

karakteristik. Karakteristik-karakteristik penelitian terdiri dari:


1) Jenis kelamin responden
Adapun data mengenai jenis kelamin responden dosen
Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang adalah sebagai
berikut:
Tabel 4.1
Jenis Kelamin Responden

Frequency

Valid

Percent

Valid

Cumulative

Percent

Percent

Laki-laki

22

62.9

62.9

62.9

Perempuan

13

37.1

37.1

37.1

Total

35

100

100

100.0

Sumber: Data Primer yang diolah, 2011


Berdasarkan keterangan pada tabel 4.1 diatas, dapat
diketahui tentang jenis kelamin responden dosen Fakultas Syariah
IAIN Walisongo Semarang yang diambil sebagai responden, yang
menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki, yaitu
sebanyak 22 orang, sedangkan sisanya adalah responden
perempuan sebanyak 13 orang. Hal ini menunjukkan bahwa
sebagian besar dari dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo

41

Semarang yang diambil sebagai responden adalah laki-laki.


Untuk lebih jelasnya berikut gambar jenis kelamin
responden yang dapat peneliti peroleh:
Gambar 4.1
Jenis Kelamin Responden

Sumber: Data Primer yang diolah, 2011


2) Usia Responden
Adapun data mengenai usia responden dosen Fakultas
Syariah IAIN Walisongo Semarang adalah sebagai berikut:
Tabel 4.2
Usia Responden
Frequency

Valid

Percent

Valid

Cumulative

Percent

Percent

30-39 tahun

17

48.6

48.6

48.6

40-49 tahun

13

37.1

37.1

85.7

14.3

14.3

14.3

35

100.0

100.0

100.00

50 tahun keatas
Total

Sumber: Data primer yang diolah, 2011


Berdasarkan keterangan pada tabel 4.2 ini memperlihatkan
bahwa dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang yang

42

diambil sebagai responden sebagian besar berusia 30 39 tahun.


Berdasarkan tabel tersebut, memberikan informasi bahwa
mayoritas responden berusia 30 39 tahun sebanyak 17 orang,
yang berusia 40 - 49 tahun sebanyak 13 orang, sedangkan yang
berusia 50 tahun keatas sebanyak 5 orang.
Untuk lebih jelasnya, berikut gambar usia responden yang
dapat peneliti peroleh:
Gambar 4.2
Usia Responden

Sumber: Data Primer yang diolah, 2011

3) Latar Belakang Pendidikan Responden


Adapun

data

mengenai

latar

belakang

pendidikan

responden dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang


adalah sebagai berikut:

43

Tabel 4.3
Latar Belakang Pendidikan Responden
Frequency

Valid

Percent

Valid

Cumulative

Percent

Percent

S2

32

91.4

91.4

91.4

S3

8.6

8.6

8.6

35

100.0

100.0

100.0

Total

Sumber: Data primer yang diolah, 2011


Berdasarkan keterangan pada tabel 4.3 memperlihatkan
bahwa dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang yang
diambil sebagai responden sebagian besar mempunyai latar
belakang pendidikan S2. Berdasarkan tabel tersebut, memberikan
informasi bahwa mayoritas responden mempunyai latar belakang
pendidikan S2 sebanyak 32 orang, sedangkan yang mempunyai
latar belakang pendidikan S3 sebanyak 3 orang.
Untuk lebih jelasnya, berikut gambar latar belakang
pendidikan responden yang dapat peneliti peroleh:
Gambar 4.3

Sumber: Data Primer yang diolah 2011

44

4) Pendapatan Perbulan Responden


Adapun data mengenai pendapatan perbulan responden
dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang adalah
sebagai berikut:
Tabel 4.4
Pendapatan Perbulan Responden
Frequency Percent
Valid

Kurang dari Rp

Valid
Cumulative
Percent
Percent
5.7
5.7

5.7

20.0

20.0

20.0

14.3

14.3

14.3

25.7

25.7

25.7

22.9

22.9

22.9

5.7

5.7

5.7

5.7

5.7

5.7

35

100.0

100.0

100.0

2.000.000,Rp 2.000.000 s/d


Rp 3.000.000,Rp 3.000.000 s/d
Rp 4.000.000,Rp 4.000.000 s/d
Rp 5.000.000,Rp 5.000.000 s/d
Rp 6.000.000,Rp 6.000.000 s/d
Rp 7.000.000,Lebih dari Rp
8.000.000,Total

Sumber: Data primer yang diolah, 2011


Berdasarkan keterangan pada tabel 4.4 memperlihatkan
bahwa dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang yang
diambil sebagai responden mempunyai pendapatan perbulan
bervariasi. Berdasarkan tabel tersebut, memberikan informasi
bahwa responden pendapatan perbulan Rp 4.000.000 sampai
dengan Rp 5.000.000 sebanyak 9 orang, responden pendapatan

45

perbulan Rp 5.000.000 sampai dengan Rp 6.000.000 sebanyak 8


orang, responden pendapatan perbulan Rp 2.000.000 sampai
dengan Rp 3.000.000 sebanyak 7 orang, responden pendapatan
perbulan Rp 3.000.000 sampai dengan Rp 4.000.000 sebanyak 5
orang sedangkan responden pendapatan perbulan kurang dari Rp
2.000.000 ; Rp 6.000.000 sampai dengan Rp 7.000.000 ; dan
lebih dari Rp 8.000.000 masing masing sebanyak 2 orang.
Untuk lebih jelasnya, berikut gambar pendapatan perbulan
responden yang dapat peneliti peroleh:
Gambar 4.4
Pendapatan Perbulan Responden

Sumber: Data primer yang diolah, 2011


5) Apakah Responden Nasabah Perbankan Syariah
Adapun data mengenai apakah responden dosen Fakultas
Syariah

IAIN

Walisongo

Semarang

perbankan syariah adalah sebagai berikut:

merupakan

nasabah

46

Tabel 4.5
Apakah Responden Nasabah Perbankan Syariah
Frequency

Valid

Ya

Percent

Valid

Cumulative

Percent

Percent

34

97.1

97.1

97.1

Tidak

2.9

2.9

2.9

Total

35

100.0

100.0

100.0

Sumber: Data Primer yang diolah, 2011


Berdasarkan keterangan pada tabel 4.5 dapat dijelaskan bahwa
sebagian besar dari dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo
Semarang merupakan nasabah perbankan syariah yaitu sebanyak 34
orang sedangkan hanya 1 orang yang bukan nasabah perbankan
syariah
Untuk lebih jelasnya, berikut gambar apakah responden dosen
Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang merupakan nasabah
perbankan syariah yang dapat peneliti peroleh:
Gambar 4.5
nasabah perbankan syariah

Sumber: Data Primer yang diolah 2011

47

Variabel dalam penelitian ini terdiri dari persepsi, preferensi,


sikap, dan perilaku dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo
Semarang. Data variabel-variabel tersebut di peroleh dari hasil angket
yang telah disebar, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.6
berikut ini:
Tabel 4.6
Hasil Skor Kuesioner Regresi
Variabel

Persepsi

Preferensi

Sikap

Perilaku

Item pertanyaan

Total
SS

Persepsi 1

Persepsi 2
Persepsi 3

Total
S

Total
N

8,6

21

60

19

54.3

20

19

54,3

Total
TS

Total
STS

17,1

11,4

2,9

20

22,9

2,9

22,9

2,9

Persepsi 4

5,7

20

11,4

16

45,7

17,1

Preferensi 1

17,1

15

42,9

11

31,4

5,7

2,9

Preferensi 2

5,7

19

54,3

10

28,6

8,6

2,9

Preferensi 3

14,3

11

31,4

16

45,7

8,6

Preferensi 4

5,7

10

28,6

16

45,7

17,1

2,9

Sikap 1

20

19

54,3

20

5,7

Sikap 2

11,4

17

48,6

12

34,3

5,7

Sikap 3

8,6

16

45,7

11

31,4

14,3

Sikap 4

11,4

15

42,9

11

31,4

14,3

Perilaku 1

25,7

21

60

5,7

8,6

Perilaku 2

14,3

17

48,6

10

28,6

8,6

Perilaku 3

11,4

18

51,4

22,9

14,3

Perilaku 4

25,7

21

60

5,7

8,6

Sumber: Data Primer yang diolah 2011


1) Persepsi
Data pada tabel di atas menunjukkan untuk variabel
persepsi, item pertanyaan persepsi 1,

60% responden

menyatakan setuju bahwa sistem dan produk-produk perbankan


syariah sudah sesuai dengan prinsip-prnsip syariah, sedangkan
sebanyak 17,1% menyatakan

netral dan 11,4% menyatakan

48

tidak setuju. Pada item pertanyaan persepsi 2,54,3% responden


menyatakan setuju bahwa aktifitas kegiatan dan operasional yag
dijalankan Bank Syariah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip
syariah, sedangkan sebanyak 22,9% menyatakan tidak setuju
dan 20% menyatakan netral. Pada item pertanyaan persepsi 3,
54,3% responden menyatakan setuju bahwa informasi yang
saudara terima dari promosi berbagai Bank Syariah maupun
Bank Konvensional menarik saudara untuk menjadi nasabah
Bank Syariah, sedangkan sebanyak 22,9% menyatakan netral
dan 20% menyatakan sangat setuju. Pada item pertanyaan
persepsi 4, 45,7% responden menyatakan tidak setuju bahwa
informasi yang menyatakan bahwa produk-produk perbankan
syariah sama dengan perbankan konvensional, sedangkan
sebanyak 20% menyatakan setuju dan 17,1% menyatakan sangat
tidak setuju.
2) Preferensi
Untuk variabel preferensi, item pertanyaan preferensi 1,
42,9% responden menyatakan setuju bahwa responden lebih
menyukai produk-produk perbankan Syariah dibanding dengan
perbankan

konvensional,

sedangkan

sebanyak

31,4%

menyatakan netral dan 17,1% menyatakan sangat setuju. Pada


item pertanyaan preferensi 2, 54,3% responden menyatakan
setuju bahwa responden lebih cocok terhadap sistem perbankan

49

Syariah dibandingkan perbankan konvensional, sedangkan


sebanyak 28,6% menyatakan netral dan 8,6% menyatakan tidak
setuju. Pada item pertanyaan preferensi 3, 45,7% responden
menyatakan netral bahwa responden lebih senang berhubungan
dengan perbankan syariah dibanding perbankan konvensional,
sedangkan sebanyak 31,4% menyatakan setuju dan 14,3%
menyatakan sangat setuju. Pada item pertanyaan preferensi 4,
45,7% responden menyatakan netral bahwa produk-produk
perbankan Syariah lebih bagus dan menguntungkan dibanding
Bank Konvensional, sedangkan sebanyak 28,6% menyatakan
setuju dan 17,1% menyatakan tidak setuju.
3) Sikap
Untuk variabel sikap, item pertanyaan sikap 1, 54,3%
responden menyatakan setuju bahwa responden lebih suka
menabung di Bank Syariah, sedangkan sebanyak 20%
menyatakan netral dan sangat setuju. Pada item pertanyaan sikap
2, 48,6% responden menyatakan responden lebih senang
melakukan pembiayaan dengan Bank Syariah, sedangkan
sebanyak

34,3% menyatakan netral dan 11,4% menyatakan

sangat setuju. Pada item pertanyaan sikap 3, 45,7% responden


menyatakan

setuju

bahwa

responden

lebih

mantap

menggunakan produk atau jasa pada Perbankan Syariah,


sedangkan sebanyak 31,4% menyatakan netral dan 14,3%

50

menytakan tidak setuju. Pada item pertanyaan sikap 4, 42,9%


responden menyatakan setuju bahwa responden lebih suka
membuka rekening di Bank Syariah, sedangkan sebanyak 31,4%
menyatakan netral dan 11,4% menyatakan sangat setuju.
4) Perilaku
Untuk variabel perilaku, item pertanyaan perilaku 1, 60%
responden menyatakan setuju bahwa responden menabung di
Bank Syariah, sedangkan sebanyak 25,7% menyatakan sangat
setuju dan 8,6% menyatakan tidak setuju. Pada item pertanyaan
perilaku 2, 48,6% responden menyatakan setuju bahwa
responden melakukan pembiayaan di Bank Syariah, sedangkan
sebanyak 28,6% menyatakan netral dan 14,3% menyatakan
sangat setuju. Pada item pertanyaan perilaku 3, 51,4%
responden menyatakan setuju bahwa responden menggunakan
jasa atau produk Perbankan Syariah, sedangkan sebanyak 22,9%
menyatakan netral dan 14,3% menyatakan tidak setuju. Pada
item pertanyaan perilaku 4, 60% responden menyatakan setuju
bahwa responden mempunyai rekening di Bank Syariah,
sedangkan sebanyak 25,7% menyatakan sangat setuju dan 8,6%
menyatakan tidak setuju.

51

4.3 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen


Untuk menguji validitas dan realiabilitas instrumen, penulis
menggunakan analisis dengan SPSS. Berikut hasil pengujian validitas. Untuk
tingkat validitas dilakukan uji signifikansi dengan membandingkan nilai r
hitung dengan nilai r tabel. Untuk degree of freedom (df) = n-k dalam hal ini
n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah konstruk. Pada kasus ini
besarnya df dapat dihitung 35-2 atau df = 33 dengan alpha 0,05 didapat r
tabel 0,334, jika r hitung (untuk tiap-tiap butir pertanyaan dapat dilihat pada
kolom corrected item pertanyaan total correlation) lebih besar dari r tabel dan
nilai r positif, maka butir pertanyaan tersebut dikatakan valid.
Tabel 4.7
Hasil Uji Validitas Instrumen
Corrected
Item
Variabel

Item pertanyaan

pertanyaan

r table

Ket.

Total
Correlation
Persepsi 1

0.674

0,334

Valid

Persepsi 2

0,662

0,334

Valid

Persepsi 3

0,364

0,334

Valid

Persepsi 4

0,475

0,334

Valid

Preferensi 1

0,816

0,334

Valid

Preferensi 2

0,747

0,334

Valid

Preferensi 3

0,709

0,334

Valid

Persepsi

Preferensi

52

Preferensi 4

0,780

0,334

Valid

Sikap 1

0,818

0,334

Valid

Sikap 2

0,723

0,334

Valid

Sikap 3

0,731

0,334

Valid

Sikap 4

0,851

0,334

Valid

Perilaku 1

0,853

0,334

Valid

Perilaku 2

0,856

0,334

Valid

Perilaku 3

0,821

0,334

Valid

Perilaku 4

0,853

0,334

Valid

Sikap

Perilaku

Sumber: Data Primer yang diolah, 2011

Dari tabel-tabel di atas dapat diketahui bahwa masing-masing item


pertanyaan memiliki r hitung > dari r tabel ( 0,213 ) dan bernilai positif.
Dengan demikian butir pertanyaan tersebut dinyatakan valid.
Tabel 4.8
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas

Cronbach

Coefficient

Alpha

Persepsi

4 Item pertanyaan

0,670

Reliabel

Preferensi

4 Item pertanyaan

0,804

Reliabel

Sikap

4 Item pertanyaan

0,809

Reliabel

Perilaku

4 Item pertanyaan

0,828

Reliabel

Variabel

Keterangan

Sumber: Data Primer yang diolah, 2011

53

Dari keterangan tabel di atas dapat diketahui bahwa masing-masing


variabel memiliki Cronbach Alpha > 0,60. dengan demikian variabel
(persepsi, perilaku, sikap, dan perilaku) dapat dikatakan reliabel.

4.4 Hasil Analisis Data


4.4.1

Uji Asumsi Klasik

1. Uji Multikolinearitas
Uji Multikolieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam
suatu model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel
independent.

Tabel 4.9
Uji Multikolieritas untuk persepsi (X1) dan preferensi
(X2)Terhadap Sikap (X3)
Coefficientsa
Collinearity Statistics
Model
1

Tolerance

VIF

(Constant)
Persepsi (X1)

.790

1.266

Preferensi (X2)

.790

1.266

a. Dependent Variable: Sikap (X3)

Sumber: Data Primer yang diolah, 2011

54

Tabel 4.10
Uji Multikolieritas untuk Sikap (X3)Terhadap Perilaku (Y)
Coefficientsa
Collinearity Statistics
Model
1

Tolerance

VIF

(Constant)
Sikap (X3)

1.000

1.000

a. Dependent Variable: Perilaku (Y)

Sumber: Data Primer yang diolah, 2011

Dari hasil pengujian multikolineoritas yang dilakukan


diketahui bahwa nilai variance inflation factor (VIF) yaitu lebih
kecil dari 10, sehingga bisa diduga bahwa antar variabel
independen tidak terjadi persoalan multikoliniearitas.
2. Uji Heteroskedasitas
Uji Heterokedasitas bertujuan untuk menguji apakah dalam
model regresi terjadi ketidaksamaan varians. Adapun hasil uji
statistik Heterokedasitas yang diperoleh dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut:

55

Gambar 4.6
Uji Heterokedasitas untuk persepsi (X1) dan preferensi (X2)Terhadap
Sikap (X3)
Sikap (X3)

Sumber: Data Primer yang diolah, 2011


Gambar 4.7
Uji Heterokedasitas untuk Sikap (X3)Terhadap Perilaku (Y)

Sumber: Data Primer yang diolah, 2011

56

Berdasarkan grafik scatterplot menunjukkan bahwa terdapat


pola yang jelas serta titik yang menyebar di atas dan di bawah
angka 0 pada sumbu Y. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak
terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.
3. Uji Autokolerasi
Pengujian ini dilakukan untuk menguji suatu model apakah
antara variabel pengganggu masing-masing variabel bebas saling
mempengaruhi. Adapun hasil pengujian autokorelasi adalah
sebagai berikut:
Tabel 4.11
Uji Autokorelasi
b

Model Summary

Model
1

R Square
.644

.415

Adjusted R

Std. Error of the

Square

Estimate
.379

2.036

Durbin-Watson
2.046

a. Predictors: (Constant), Preferensi (X2), Persepsi (X1)


b. Dependent Variable: Sikap (X3)

Sumber: Data Primer yang diolah, 2011


Uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah dalam
model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada
periode t dengan pengganggu pada periode t-1(sebelumnya). Jika
terjadi korelasi maka dikatakan ada problem autokorelasi.(Imam
Ghozali, 2006).

57

Dari hasil pengujian dengan menggunakan uji Durbin


Watson atas residual persamaan regresi diperoleh, diperoleh nilai
Durbin Watson 2,046 dengan jumlah variable bebas (k) =2, sample
(n) = 35 dan dl = 1,140, du = 1,370. Maka du < dw < 4-du,
Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat autokorelasi.2
4. Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam
model regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya
mempunyai distribusi normal atau tidak. Cara yang bisa ditempuh
untuk menguji kenormalan data adalah dengan menggunakan
Grafik Normal P-P Plot dengan cara melihat penyebaran datanya.
Jika pada grafik tersebut penyebaran datanya mengikuti pola garis
lurus, maka datanya normal. Jika pada tabel test of normality
dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov nilai sig > 0.05, maka
data berdistribusi normal.
Adapun Uji Normalitas dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut
a.

Uji

Normalitas

untuk

persepsi

(X1)

dan

preferensi

(X2)Terhadap Sikap (X3)

Ghozali, Imam, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Proogram SPSS, Semarang:


Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2006, 95

58

Gambar 4.8
Grafik Histogram

Sumber Data Primer yang diolah, 2011

Gambar 4.9
Normal Probability Plot

Sumber: Data Primer yang diolah, 2011


Tabel 4.12
Nilai Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Untuk Persepsi (X1) dan
Preferensi (X2)Terhadap Sikap (X3)
Uji kolmogorov-smirnov

Unstandarize Residual

Nilai kolmogorov-smirnov

0,598

Sig

0,867
Sumber: Data Primer yang diolah, 2011

59

Berdasarkan pada grafik histogram, residual data telah


menunjukkan kurva normal yang membentuk lonceng sempurna.
Begitu pula, pada grafik normal P-P Plot residual penyebaran data
telah berada disekitar

garis normal (garis lurus). Untuk lebih

memastikan residual data telah mengikuti asumsi normalitas, maka


residual data diuji kembali dengan menggunakan uji Kolomorov
Smirnov. Pada tabel

4.12, pada uji Kolomorov Smirnov

menunjukkan bahwa residual data yang didapat tersebut mengikuti


distribusi normal, berdasarkan hasil output menunjukkan nilai
Kolmogorov-Smirnov signifikan pada 0,867 > 0.05. Dengan
demikian, residual data berdistribusi normal dan model regresi
telah memenuhi asumsi normalitas.
b. Uji Normalitas untuk Sikap (X3)Terhadap Perilaku (Y)
Gambar 4.10
Grafik Histogram

Sumber Data Primer yang diolah, 2011

60

Gambar 4.11
Normal Probability Plot

Sumber: Data Primer yang diolah, 2011


Tabel 4.13
Nilai Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov
Untuk Sikap (X3)Terhadap Perilaku (Y)
Uji kolmogorov-smirnov

Unstandarize Residual

Nilai kolmogorov-smirnov

1,028

Sig

0,241
Sumber: Data Primer yang diolah, 2011
Berdasarkan pada grafik histogram, residual data telah
menunjukkan kurva normal yang membentuk lonceng sempurna.
Begitu pula, pada grafik normal P-P Plot residual penyebaran data
telah berada disekitar

garis normal (garis lurus). Untuk lebih

memastikan residual data belum mengikuti asumsi normalitas,

61

maka residual data diuji kembali dengan menggunakan uji


Kolomorov Smirnov. Pada tabel 4.14, pada uji Kolomorov Smirnov
menunjukkan bahwa residual data yang didapat tersebut mengikuti
distribusi normal, berdasarkan hasil output menunjukkan nilai
Kolmogorov-Smirnov signifikan pada 0,241 > 0.05. Dengan
demikian, residual data berdistribusi normal dan model regresi
telah memenuhi asumsi normalitas.
4.4.2 Uji Regresi
1. Koefisien Korelasi dan Determinasi
Analisis koefisien korelasi dan determinasi dilakukan

untuk

mengetahui seberapa besar nilai prosentase kontribusi variabel bebas


terhadap variabel terikat. Dari hasil perhitungan melalui alat ukur
statistik SPSS 17.0 for Windows didapatkan nilai koefisien korelasi dan
determinasi sebagai berikut :
a. Koefisien Korelasi (R) dan Determinasi (R2) Untuk Variabel
Independen persepsi (X1) dan preferensi (X2) terhadap Variabel
dependen sikap (X3).
Tabel 4.14
Hasil Koefisien Korelasi dan Determinasi
b

Model Summary

Model
1

R Square
.644

.415

Adjusted R

Std. Error of the

Square

Estimate
.379

2.036

Durbin-Watson
2.046

62

a. Predictors: (Constant), Preferensi (X2), Persepsi (X1)


b. Dependent Variable: Sikap (X3)

Sumber: Data Primer yang diolah, 2011


Pada table 4.11 telah di deskripsikan pada tabel statistik
model summary diketahui nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,644
dan koefisien determinasi sebesar 0,379, dapat diartikan bahwa
variabel sikap (X3) yang dapat dijelaskan oleh variabel bebas
persepsi (X1) dan preferensi (X2) sebesar 37,9%. Jadi variabel
independen mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 37,9%
sedangkan sisanya 62,1% dijelaskan variabel lain yang tidak
dimasukkan dalam model ini (tidak diteliti).
b. Koefisien Korelasi (R) dan Determinasi (R2) Untuk Variabel
Independen Sikap (X3) terhadap Variabel dependen perilaku (Y).
Tabel 4.15
Hasil Koefisien Korelasi dan Determinasi
Model Summaryb

Model
1

R
.781a

Adjusted R

Std. Error of the

Square

Estimate

R Square
.609

.597

a. Predictors: (Constant), Sikap (X3)


b. Dependent Variable: Perilaku (Y)

Sumber: Data Primer yang diolah, 2011

1.801

63

Pada table 4.11 telah di deskripsikan pada tabel statistik


model summary diketahui nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,781
dan koefisien determinasi sebesar 0,597, dapat diartikan bahwa
variabel perilakku (Y) yang dapat dijelaskan oleh variabel bebas
sikap (X3) sebesar

59,7%.

Jadi variabel independen mampu

menjelaskan variabel dependen sebesar 59,7% sedangkan sisanya


40,3% dijelaskan variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model
ini (tidak diteliti).
2. Uji Parsial ( Uji statistik t)
Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh
variable bebas dengan variable terikat secara parsial. Pengolahan data
menggunakan SPSS for windows versi 17.0. Berdasarkan data-data yang
diperoleh dari 35 responden di dapat hasil sebagai berikut:.
Untuk mengetahui apakah hipotesa yang diajukan adalah
signifikan atau tidak, maka perlu membandingkan antara thitung dengan t
tabel.

Di mana jika nilai thitung > ttabel , maka hipotesa dapat diterima, dan

sebaliknya, jika

thitung < ttabel

maka hipotesis 1 diatas tidak dapat

diterima.
Diketahui bahwa t tabel untuk df = 35 2 = 33 dengan signifikasi
5% adalah 1,692. Sedangkan penghitungan thitung adalah sebagai berikut
Tabel 4.16
Coefficientsa

64

Model
1

Unstandardized

Standardized

Coefficients

Coefficients

B
(Constant)

Std. Error

3.982

2.439

Persepsi (X1)

.294

.191

Preferensi (X2)

.481

.145

Beta

Sig.

1.633

.112

.233

1.534

.135

.503

3.307

.002

a. Dependent Variable: Sikap (X3)

Sumber: Data Primer yang diolah, 2011


Dari tabel 4.1.6, konstanta sebesar 3,982 artinya jika persepsi (X1)
dan preferensi (X2) nilainya adalah 0 (nol), maka sikap (X3) nilainya
positif sebesar 3,982. Sedangkan koefisien regresi variabel persepsi (X1)
sebesar 0,294 dan koefisien regresi variabel preferensi (X2) sebesar
0,481.
1.

Hipotesis 1 yang berbunyi: persepsi berpengaruh positif terhadap


sikap
Dari tabel 4.10, diketahui bahwa nilai thitung adalah 1,534
sedangkan nilai ttabel adalah 1,692 yang lebih besar dibandingkan
dengan thitung. Artinya, persepsi berpengaruh negatif terhadap sikap.
Atau dengan kata lain H1 ditolak.

2.

Hipotesis 2 yang berbunyi: preferensi berpengaruh positif terhadap


sikap
Dari tabel 4.10, diketahui bahwa nilai thitung adalah 3,307
sedangkan nilai ttabel adalah 1,692 yang lebih kecil dibandingkan

65

dengan thitung. Artinya, preferensi berpengaruh positif terhadap sikap.


Atau dengan kata lain H2 diterima.
Tabel 4.17
Coefficientsa

Model
1

Unstandardized

Standardized

Coefficients

Coefficients

Std. Error

(Constant)

2.866

1.766

Sikap (X3)

.858

.120

Beta

.781

Sig.

1.623

.114

7.173

.000

a. Dependent Variable: Perilaku (Y)

Sumber: Data Primer yang diolah, 2011


Dari tabel 4.10, konstanta sebesar 2,866 artinya jika sikap (X3)
nilainya adalah 0 (nol), maka perilaku (Y) nilainya positif sebesar
2,866. Sedangkan koefisien regresi variabel sikap (X3) sebesar
0,858.
3.

Hipotesis 3 yang berbunyi: sikap berpengaruh positif terhadap


perilaku
Dari tabel 4.17, diketahui bahwa nilai thitung adalah 7,173
sedangkan nilai

ttabel adalah 1,692 yang lebih kecil besar

dibandingkan dengan thitung. Artinya, sikap berpengaruh positif


terhadap perilaku. Atau dengan kata lain H3 diterima

4.5 Pembahasan

66

1. Pengaruh Persepsi (X1) dan Preferensi (X2) Terhadap Variabel Sikap


(X3) Sebagai Moderating
Berdasarkan hasil dari penelitian kemudian diadakan analisis yang
merupakan pengolahan lebih lanjut dari hasil uji hipotesis. Dalam analisis
ini akan dibuat semacam interpretasi dari hasil perhitungan dengan
menggunakan rumus regresi yang telah diproses dari hasil pengolahan data
statistik analisis regresi linier sederhana menggunakan alat bantu SPSS for
windows 17.00.
Dari hasil pengujian hipotesis 1 menyatakan bahwa persepsi
memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap sikap dapat dilihat pada
pengujian thitung yang dihasilkan dalam uji regresi nilai thitung > ttabel (1,534
< 1,692) dengan demikian hipotesis ini ditolak pada tingkat signifikansi
5% dapat juga dilihat dari nilai signifikansi dari thitung (0,135) > 0,05 yang
membuktikan pula jika hipotesis 1 ini ditolak.
Sebagai hasil dari analisis meskipun persepsi

tidak memiliki

pengaruh yang signifikan terhadap sikap dosen pada perbankan syariah


tetapi secara sistem perbankan syariah lebih bagus atau amanah di
bandingkan dengan perbankan konvensional, apalagi dalam praktek
mendapat pengawasan dari BI dan DPS sebagai kemungkinan terjadinya
moral hazard pada bankir bank syariah dapat di minimalisir, pernyataan
ini didapatkan penulis melalui pemberian pertanyaan dengan jawaban
terbuka atau bebas. Ada juga yang menyatakan bahwa perbankan syariah
adalah pilihan ekses yang terbaik yaitu bank yang mencoba mendasarkan

67

akad-akadnya sesuai dengan prinsip syariah walaupun dalam praktek dan


pengawasanya belum murni berbasis syariah tetapi masih terus dalam
proses memperbaiki diri dari aspek syariahnya

baik

produk, SDM

maupun sosialisasinya, kemampuan pelayanannya perlu ditingkatkan dan


ketepatan aplikasi produk-produknya, walaupun dari sisi akadnya baik
tetapi kenyataan selama ini sistem bagi hasilnya prosentasenya masih
sangat tinggi terutama untuk kredit. Tetapi kedepannya di harapkan bank
syariah akan semakin marak dan punya

peluang yang besar karena

mayoritas penduduk indonesia muslim


Dari berbagai komentar atau pendapat yang penulis dapatkan dari
sebagian responden hampir semuanya menyatakan bahwa bank syariah
sudah bagus hanya saja masih perlu perbaikan-perbaikan lebih lanjut agar
bank syariah lebih disiplin dalam menerapkan prinsip syariah, perlu
pembenahan manajemen yang lebih baik pula dan masih banyak persoalan
(problem) bank syariah yang perlu disesuaikan dengan misi ekonomi yang
betul-betul syari untuk meningkatkan konsistensi kesyariahan antara teori
dan praktek agar tidak terjadi bias. Penerapan pada zaman modern ini
tidak ada kemungkinan bagi seseorang untuk tidak berhubungan dengan
lembaga keuangan sehingga perbankan syariah yang merupakan salah satu
lembaga keuangan berbasis syariah walaupun belum seluruhnya bank
syariah berbasis syariah dapat di jadikan alternatif untuk bertransaksi
sehingga tidak bergantung dengan sistem perbankan yang murni
konvensional berbasis bunga.

68

Dari pengujian hipotesis 2 menyatakan bahwa preferensi memiliki


pengaruh yang signifikan terhadap sikap dapat dilihat pada pengujian t
hitung yang dihasilkan dalam uji regresi berganda nilai thitung > ttabel (3,307
> 1,692) dengan demikian

bahwa hipotesis ini diterima pada tingkat

signifikansi 5% Dapat juga dilihat dari nilai signifikansi dari thitung (0,002)
< 0,05 yang membuktikan pula jika hipotesis 2 ini diterima.
Dan besarnya pengaruh langsung persepsi (X1) dan preferensi (X2)
terhadap variabel sikap (X3) dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo
Semarang terhadap Perbankan Syariah adalah 0,644 diketahui dari hasil
koefisien regresi besarnya koefisien variabel persepsi (X1) dan preferensi
(X2) terhadap variabel sikap (X3) Sebagai moderating sebesar 0,294 dan
0,481 dengan konstanta sebesar 3,982.
Dari persamaan regresi terlihat bahwa koefisien regresi untuk
variabel persepsi (X1) adalah positif terhadap sikap (X3). Dengan demikian
setiap terjadi peningkatan variabel persepsi (X1) maka sikap (X3) dosen
Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang terhadap Perbankan Syariah
juga akan mengalami kenaikan. Serta untuk koefisien regresi untuk
variabel preferensi (X2) adalah positif terhadap sikap (X3). Dengan
demikian, setiap terjadi peningkatan variabel preferensi (X2) maka sikap
(X3) dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang terhadap
Perbankan Syariah juga akan mengalami kenaikan. Hal ini dapat terjadi
karena sikap (X3) dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang
terhadap Perbankan Syariah masih dikatakan cukup baik. Dalam

69

memberikan sikap dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang


terhadap Perbankan Syariah, hal itu dikarenakan respon yang diberikan
terhadap pertanyaan persepsi 4 (informasi yang menyatakan bahwa
produk-produk perbankan syariah sama dengan perbankan konvensional)
ditanggapi dengan sebagian besar dijawab tidak setuju. Disamping itu
pula, preferensi 1 (responden lebih menyukai produk-produk perbankan
Syariah dibanding dengan perbankan konvensional), preferensi 2
(informasi yang saudara terima dari promosi berbagai Bank Syariah
maupun Bank Konvensional menarik saudara untuk menjadi nasabah Bank
Syariah), dan preferensi 3 (produk-produk perbankan Syariah lebih bagus
dan menguntungkan dibanding Bank Konvensional) masih ditanggapi
dengan netral.
Adapun persamaan regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut:
X3 = 3,982 + 0,294 X1 + 0,481 X2
Dimana :
X3 = Variabel Terikat (Sikap)
X1 = Variabel Bebas 1 (Persepsi)
X2 = Variabel Bebas 2 (Preferensi)
2. Pengaruh Sikap (X3)Terhadap Perilaku (Y)
Berdasarkan analisa data diatas, diketahui bahwa hasil koefisien
regresi besarnya koefisien variabel sikap (X3) terhadap variabel terikatnya
perilaku (Y) sebesar

0,858 dengan konstanta sebesar 2,866. Dari

persamaan regresi terlihat bahwa koefisien regresi untuk variabel sikap


adalah positif terhadap perilaku dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo

70

Semarang terhadap Perbankan Syariah. Dengan demikian setiap terjadi


peningkatan variabel sikap maka dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo
Semarang terhadap Perbankan Syariah juga akan mengalami kenaikan
sehingga sikap memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku ini
dapat dilihat pada pengujian t hitung yang dihasilkan dalam uji regresi
sederhana nilai thitung > ttabel (7,173 > 1,692) dengan demikian pengajuan
hipotesis 3 diterima dan besarnya pengaruh langsung sikap terhadap dosen
Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang terhadap Perbankan Syariah
adalah 0,781. Sikap dikatakan cukup jika dikorelasikan dengan perilaku
dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang terhadap Perbankan
Syariah.
Hal tersebut terjadi dikarenakan respon yang diberikan responden
terhadap pertanyaan yang diberikan ditanggapi dengan sebagian besar
dijawab setuju. Dengan kata lain, jika sikap berbanding lurus dengan
perilaku dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang terhadap
Perbankan Syariah
Adapun persamaan regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut:
Y = 2,866 + 0,858X3
Dimana :
Y = Variabel Terikat (Perilaku)
X3 = Variabel Bebas (Sikap)

BAB V
KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan data dan analisis yang diuraikan pada bab-bab
sebelumnya, dapat diambil beberapa kesimpula :
1.

Pengujian yang dilakukan terhadap hipotesis 1 yaitu

persepsi

berpengaruh positif terhadap sikap dosen Fakultas Syariah IAIN


Walisongo Semarang terhadap Perbankan Syariah. Dapat dilihat pada
pengujian thitung yang dihasilkan dalam uji regresi nilai thitung > ttabel (1,534
< 1,692) sehingga membuktikan pula jika hipotesis 1 ini ditolak.
Meskipun persepsi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
sikap dosen pada perbankan syariah tetapi secara sistem perbankan
syariah lebih bagus atau amanah dibandingkan dengan perbankan
konvensional dan dapat di jadikan alternatif untuk bertransaksi sehingga
tidak bergantung dengan sistem perbankan yang murni konvensional
berbasis bunga
2.

Pengujian hipotesis 2 yaitu preferensi berpengaruh terhadap sikap dosen


Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang. Nilai koefisien antara
variabel preferensi dengan dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo
Semarang dapat dilihat pada pengujian t hitung yang dihasilkan dalam
uji regresi berganda nilai thitung > ttabel (3,307 > 1,692) sehingga dapat

71

72

disimpulkan bahwa hipotesis ini diterima pada tingkat signifikansi


membuktikan pula jika hipotesis 2 ini diterima.
3.

Pengujian yang dilakukan terhadap hipotesis 3, sikap

berpengaruh

terhadap perilaku dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang


terhadap Perbankan Syariah. Dapat dilihat pada pengujian t hitung yang
dihasilkan dalam uji regresi sederhana nilai thitung > ttabel (7,173 > 1,692)
sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis ini diterima pada tingkat
signifikan yang membuktikan pula jika hipotesis 3 ini diterima.
5.2 Keterbatasan
Dalam penelitian yang peneliti lakukan tentunya mempunyai banyak
keterbatasan-keterbatasan, antara lain:
1.

Keterbatasan pengetahuan peneliti tentang analisis persepsi, preferensi,


sikap dan perilaku terhadap perbankan syariah sehingga dalam
pembahasan tidak diuraikan secara lengkap.

2.

Keterbatasan waktu dan tenaga mengingat banyaknya responden yang


sibuk

3.

Penelitian dilaksanakan selama penyusunan skripsi. Waktu yang singkat


inilah yang dapat mempersempit ruang gerak peneliti, sehingga dapat
berpengaruh terhadap hasil penelitian yang penulis lakukan. Oleh karena
itu, dalam penelitian ini penulis menggunakan instrumen penelitian yang
dapat mempersingkat waktu penelitian yaitu dengan penyebaran angket.

73

5.3

Saran
Setelah melihat keterbatasan tersebut, peneliti memberikan saran
sebagai kritik adapun saran-saran yang dapat penulis berikan antara lain :

1.

Persepsi dan preferensi terhadap perbankan syariah tidak selalu


mempengaruhi sikap seseorang dalam bertindak ini dapat di lihat pada
kenyataan yang terjadi pada dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo
Semarang.

2.

Hasil penelitian ini sekiranya dapat dijadikan acuan bagi penelitian lain
untuk mengembangkan maupun mengoreksi dan melakukan perbaikan
seperlunya

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zaenul, Memahami Bank Syariah (lingkup, Peluang, Tantangan dan


Prospek ), Jakarta : AlvaBet, 2000.
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta : :
Rineka Cipta, 2006
BI, Potensi, Preferensi dan Perilaku Masyarakat DIY dan Jawa Tengah Terhadap
Perbankan Syariah, Semarang : Penelitian, 2000.
F. Engel, James. Dkk, Perilaku Konsumen, Jakarta : Binarupa Aksara, 1994
.
Ghozali, Imam, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Semarang :
Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2006
H. Malayu S.P Hasibuan, Dasar-dasar Perbankan ,Jakarta : PT Bumi Aksara, 2006.
Hamang, Abdul, Metode Statistik, Yogyakarta : Graha Ilmu, 2005.
Hamidi, Persepsi dan Sikap Santri Jawa Timur terhadap Bank Syariah , Jawa
Timur, 2000.
Herbiyan, Danu, Pengaruh Pengetahuan Mahasiswa tentang Perbankan Syariah di
Yogyakarta, Skripsi, UMY, 2010.
Khoiruddin, Preferensi Nasabah terhadap Produk Pembiayaan Mudharabah,
Musyarakah dan Murabahah Bank Syarih, 2005
Kreitner, Robert, Perilaku Organisasi (Organizational Behavior), Jakarta :
Salemba Empat, 2005.
Meidar F.M, Kamus Lengkap Exclusive Inggris Indonesia, Jakarta : Eskamedia,
1997.
Mowen John C. Perilaku Konsumen( edisi kelima), Jakarta : ERLANGGA, 2001.
Muflih, Muhammad, M.A. Perilaku Konsumen dalam Perspektif Ekonomi Islam,
Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2006.
Muhammad. Drs, Metode Penelitian Ekonomi Islam Pendekatan Kuantitatif,
Jakarta : PT RAJA GRAFINDO PERSADA, 2008.

Perwata, Karnaen Atmadja, Apa dan Bagaimana Bank Islam, Yogayakarta : Dana
Bakti Wakaf, 1992
Prabu, Anwar Mangkunegara, Drs. Perilaku Konsumen, Bandung, PT ERESCO,
1988.

Rahmat, Jalaludin, Psikologi Komunikasi, Bandung : PT Remaja Rosda Karya.


1996
Rianto, Adi, Metode Penelitian Sosial dan Hukum, Jakarta : Granit, 2004.
Ridwan, Muhammad, Kontruksi Bank Syariah Indonesia, Jakarta : UII Press, 2004
.
Sarwono, Sarlito Wirawan, Pengantar Umum Psikologi, Jakarta : N.V. Bulan
Bintang, 1982
Sholahudin, Muhammad SE,Msi. Lembaga Keuangan Islam, Surakarta :
Muhammadiyah University Press. 2006.
Sudarsono, Heri, Konsep Ekonomi Islam Sebagai Pengantar, Yogyakarta :
Ekonomia, 2007.
Sugiono, Metode Kualitatif dan Kuantitatif dan R & D, Bandung : Alfa Beta, 2007.
Sutisna. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran, Bandung : PT Remaja
Rosdakarya, 2001.
Umar, Husein, Research Methods In Finance and Banking, Jakarta : Gramedia
Pustaka Utama, 2002.
Widodo, Edy, dkk, Mengapa Memilih Bank Syariah, Bogor : Galia Indonesia, 2005
http://www.ac.id-PreferensiKonsumen
http://www.walisongo.ac.id.pengembangan-prodi-dkonomi-islam-ftnz

Lampiran 1

Kepada Yth.
Bapak / Ibu/Sdr/i Dosen Fakultas
Syariah IAIN Walisongo Semarang
di Tempat

Assalamualaikum Wr. Wb.


Yang bertanda tangan di bawah ini, saya
Nama

: Dani Panca Setiasih

NIM

: 062411066

Jurusan

: Ekonomi Islam

Alamat

: Ds Wadas RT.04 RW.01 Plantungan Kendal

Adalah mahasiswa yang sedang melakukan penelitian skripsi dengan


Judul

: Analisis Persepsi, Preferensi, Sikap dan Perilaku Dosen


Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang Terhadap
Perbankan Syariah

Untuk memenuhi kebutuhan penggalian data kami mohon Bpk/Ibu dosen


untuk berkenan mengisi angket yang terlampir. Penulis menjamin
kerahasiaan data responden, sehingga mohon diisi dengan sebenarbenarnya. Atas ketersediaan Bapak/Ibu dosen menjawab pertanyaanpernyataan kuesioner ini, Penulis ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Hormat Saya,
Peneliti

DANI PANCA SETIASIH


062411066

ANGKET PENELITIAN

I. DATA RESPONDEN
Jawab pertanyaan dibawah ini dengan memberi tanda ():
1. Nama

: .................................................(boleh dikosongi)

2. Jenis Kelamin

: 1

Laki-laki

Perempuan

40 49 th

50 th ke atas

3. Usia :
1

20 29 th

30 39 th

4. Latar Belakang Pendidikan :

5.

6.

1.

S1

2.

S2

3.

S3

Pendapatan perbulan (termasuk sertifikasi dosen & tunjangan guru besar)


1

Kurang Rp. 2000.000

Rp. 2.000.000 s/d Rp. 3.000.000

Rp. 3.000.000 s/d Rp. 4.000.000

Rp. 4.000.000 s/d Rp. 5.000.000

Rp. 5.000.000 s/d Rp. 6.000.000

Rp. 6.000.000 s/d Rp. 7.000.000

Rp. 7.000.000 s/d Rp. 8.000.000

Lebih dari Rp. 8.000.000

Apakah saudara nasabah perbankan Syariah ?


1

Ya

Tidak

7.

Bank mana saja (Syariah atau Konvensional) di mana Saudara melakukan


transaksi? (Mohon diisi)
1.

..............

2.

..............

3.

..............

II. PETUNJUK

PENGISIAN

ANGKET,

VARIABEL

PERSEPSI,

PREFERENSI, SIKAP DAN PERILAKU


Berilah tanda () pada kolom Bapak/Ibu/Sdr/i pilih sesuai keadaan yang
sebenarnya, dengan alternatif jawaban sebagai berikut :
SS = Sangat Setuju

TS =

Tidak Setuju

S = Setuju

STS = Sangat Tidak Setuju

N = Netral

III. PERTANYAAN
1. Variabel Persepsi
a. Persepsi Responden
No

Daftar Pertanyaan

Sistem dan produk-produk perbankan syariah


sudah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah

Aktifitas kegiatan dan operasional yang


dijalankan Bank Syariah sudah sesuai dengan
prinsip-prinsip syariah

Informasi yang di saudara terima dari promosi


berbagai Bank Syariah maupun Bank
Konvensional manarik saudara untuk menjadi
nasabah Bank Syariah

Setujukah saudara terhadap informasi yang


menyatakan bahwa produk-produk perbankan
syariah sama dengan perbankan konvensional

SS

TS

STS

2. Variabel Preferensi
a. Preferensi Responden
No

Daftar Pertanyaan

Saudara lebih menyukai produk-produk


perbankan Syariah di banding perbankan
konvensional

Saudara lebih cocok terhadap sistem perbankan


Syariah dibandingkan perbankan konvensional

Saudara lebih senang berhubungan dengan


perbankan Syariah di banding perbankan
konvensional

Produk-produk perbankan Syariah lebih bagus


dan menguntungkan di banding Bank
konvensional

3.

SS

TS

STS

Variabel Sikap
a. Sikap Responden

No

Daftar Pertanyaan

Saudara lebih suka menabung di Bank Syariah

Sudara lebih senang melakukan pembiayaan


dengan Bank Syariah

Saudara lebih mantap menggunakan produk atau


jasa pada Perbankan Syariah

Saudara lebih suka membuka rekening di Bank


syariah

SS

TS

STS

4.

Variabel Perilaku
a. Perilaku Responden

No

Daftar Pertanyaan

Saudara menabung di Bank Syariah

Saudara melakukan pembiayaan di Bank


Syariah

Saudara menggunakan jasa atau produk


Perbankan Syariah

Saudara mempunyi rekening di Bank Syariah

SS

TS

STS

Bagaimana tanggapan atau pendapat saudara terhadap perbankan Syariah?

............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................

Lampiran 2
Daftar Seluruh Jawaban Angket
Tanggapan Responden Mengenai Persepsi, Preferensi, Sikap, dan Perilaku Dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo
Semarang Terhadap Perbankan Syariah

Lampiran 3
Tanggapan Responden mengenai item pertanyaan masing-masing
Sistem dan produk-produk perbankan syariah sudah sesuai dengan
prinsip-prnsip syariah
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent
Percent
Valid Sangat Tidak
Setuju

2.9

2.9

2.9

Tidak Setuju

11.4

11.4

14.3

Netral

17.1

17.1

31.4

Setuju

21

60.0

60.0

91.4

8.6

8.6

100.0

35

100.0

100.0

Sangat Setuju
Total

Aktifitas kegiatan dan operasional yag dijalankan Bank Syariah sudah sesuai
dengan prinsip-prinsip syariah
Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

Sangat Tidak Setuju

2.9

2.9

2.9

Tidak Setuju

22.9

22.9

25.7

Netral

20.0

20.0

45.7

Setuju

19

54.3

54.3

100.0

Total

35

100.0

100.0

informasi yang saudara terima dari promosi berbagai Bank Syariah


maupun Bank Konvensional menarik saudara untuk menjadi nasabah Bank
Syariah
Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

Tidak Setuju

2.9

2.9

2.9

Netral

22.9

22.9

25.7

Setuju

19

54.3

54.3

80.0

20.0

20.0

100.0

Sangat Setuju

informasi yang saudara terima dari promosi berbagai Bank Syariah


maupun Bank Konvensional menarik saudara untuk menjadi nasabah Bank
Syariah
Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

Tidak Setuju

2.9

2.9

2.9

Netral

22.9

22.9

25.7

Setuju

19

54.3

54.3

80.0

20.0

20.0

100.0

35

100.0

100.0

Sangat Setuju
Total

setujukah saudara terhadap informasi yang menyatakan bahwa produk-produk


perbankan syariah sama dengan perbankan konvensional
Frequency
Valid

Sangat Tidak Setuju

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

17.1

17.1

17.1

16

45.7

45.7

62.9

Netral

11.4

11.4

74.3

Setuju

20.0

20.0

94.3

Sangat Setuju

5.7

5.7

100.0

35

100.0

100.0

Tidak Setuju

Total

Saudara lebih menyukai produk-produk perbankan Syariah dibanding


dengan perbankan konvensional
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent
Percent
Valid Sangat Tidak
Setuju

2.9

2.9

2.9

Tidak Setuju

5.7

5.7

8.6

Netral

11

31.4

31.4

40.0

Setuju

15

42.9

42.9

82.9

17.1

17.1

100.0

Sangat Setuju

Saudara lebih menyukai produk-produk perbankan Syariah dibanding


dengan perbankan konvensional
Frequency Percent Valid Percent

Cumulative
Percent

Valid Sangat Tidak


Setuju

2.9

2.9

2.9

Tidak Setuju

5.7

5.7

8.6

Netral

11

31.4

31.4

40.0

Setuju

15

42.9

42.9

82.9

17.1

17.1

100.0

35

100.0

100.0

Sangat Setuju
Total

Saudara lebih cocok terhadap sistem perbankan Syariah dibandingkan


perbankan konvensional
Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

Sangat Tidak Setuju

2.9

2.9

2.9

Tidak Setuju

8.6

8.6

11.4

Netral

10

28.6

28.6

40.0

Setuju

19

54.3

54.3

94.3

5.7

5.7

100.0

35

100.0

100.0

Sangat Setuju
Total

Saudara lebih senang berhubungan dengan perbankan syariah dibanding


perbankan konvensional
Frequency
Valid

Tidak Setuju

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

8.6

8.6

8.6

Netral

16

45.7

45.7

54.3

Setuju

11

31.4

31.4

85.7

14.3

14.3

100.0

35

100.0

100.0

Sangat Setuju
Total

Produk-produk perbankan Syariah lebih bagus dan menguntungkan dibanding


Bank Konvensional
Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

Sangat Tidak Setuju

2.9

2.9

2.9

Tidak Setuju

17.1

17.1

20.0

Netral

16

45.7

45.7

65.7

Setuju

10

28.6

28.6

94.3

5.7

5.7

100.0

35

100.0

100.0

Sangat Setuju
Total

Saudara lebih suka menabung di Bank Syariah


Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

Tidak Setuju

5.7

5.7

5.7

Netral

20.0

20.0

25.7

Setuju

19

54.3

54.3

80.0

20.0

20.0

100.0

35

100.0

100.0

Sangat Setuju
Total

Saudara lebih senang melakukan pembiayaan dengan Bank Syariah


Frequency
Valid

Tidak Setuju

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

5.7

5.7

5.7

Netral

12

34.3

34.3

40.0

Setuju

17

48.6

48.6

88.6

11.4

11.4

100.0

35

100.0

100.0

Sangat Setuju
Total

Saudara lebih mantap menggunakan produk atau jasa pada Perbankan


Syariah
Frequency
Valid

Tidak Setuju

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

14.3

14.3

14.3

Netral

11

31.4

31.4

45.7

Setuju

16

45.7

45.7

91.4

8.6

8.6

100.0

35

100.0

100.0

Sangat Setuju
Total

Saudara lebih suka membuka rekening di Bank Syariah


Frequency
Valid

Tidak Setuju

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

14.3

14.3

14.3

Netral

11

31.4

31.4

45.7

Setuju

15

42.9

42.9

88.6

11.4

11.4

100.0

35

100.0

100.0

Sangat Setuju
Total

Saudara menabung di Bank Syariah


Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

Tidak Setuju

8.6

8.6

8.6

Netral

5.7

5.7

14.3

Setuju

21

60.0

60.0

74.3

25.7

25.7

100.0

35

100.0

100.0

Sangat Setuju
Total

Saudara melakukan pembiayaan di Bank Syariah


Frequency
Valid

Tidak Setuju

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

8.6

8.6

8.6

Netral

10

28.6

28.6

37.1

Setuju

17

48.6

48.6

85.7

14.3

14.3

100.0

35

100.0

100.0

Sangat Setuju
Total

Saudara menggunakan jasa atau produk Perbankan Syariah


Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

Tidak Setuju

14.3

14.3

14.3

Netral

22.9

22.9

37.1

Setuju

18

51.4

51.4

88.6

11.4

11.4

100.0

35

100.0

100.0

Sangat Setuju
Total

Saudara mempunyai rekening di Bank Syariah


Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

Tidak Setuju

8.6

8.6

8.6

Netral

5.7

5.7

14.3

Setuju

21

60.0

60.0

74.3

25.7

25.7

100.0

35

100.0

100.0

Sangat Setuju
Total

Lampiran 4
Uji Validitas dan Reliabilitas Angket
Uji Validitas Persepsi Responden

Correlations
persepsi1
persepsi1

persepsi2

Pearson Correlation

.674**

.004

.843

.975

.000

35

35

35

35

35

**

.163

-.099

.662**

.351

.571

.000

.476

Sig. (2-tailed)

.004

N
persepsi3

35

35

35

35

35

Pearson Correlation

.035

.163

-.151

.364*

Sig. (2-tailed)

.843

.351

.388

.032

35

35

35

35

35

Pearson Correlation

.005

-.099

-.151

.475**

Sig. (2-tailed)

.975

.571

.388

N
persepsi4

N
persepsi

Pearson Correlation

35

35

35

35

35

.662**

.364*

.475**

.000

.000

.032

.004

35

35

35

35

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).


*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Uji Realiabilitas Persepsi Responden

Case Processing Summary


N
Valid
a

Excluded
Total

%
35

100.0

.0

35

100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
.670

N of Items
5

.004

.674**

Sig. (2-tailed)

Cases

persepsi

.005

Sig. (2-tailed)

persepsi2

persepsi4

.035

persepsi3

.476**

Pearson Correlation

35

Item-Total Statistics
Scale Mean if
Item Deleted
persepsi1
persepsi2
persepsi3
persepsi4
persepsi

Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted


Total Correlation

22.97
23.31
22.66
24.06
13.29

12.617
12.692
15.173
13.644
4.210

Cronbach's
Alpha if Item
Deleted

.522
.505
.193
.210
1.000

.596
.601
.695
.704
.192

Uji Validitas Preferensi Responden

Correlations
preferensi1 preferensi2 preferensi3 preferensi4
preferensi1

Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)
N
preferensi2

35

Pearson Correlation

.558

Sig. (2-tailed)

35

35

35

35

35

35

**

Pearson Correlation

Total

35
.709

**

.005

.000

35

35

35

**

.461

.780

**

35

35

35

35

**

**

**

**

.747

.709

.000

.780

.000

.000

.000

.000

35

35

35

35

Case Processing Summary

Excluded

**

.000

35

Uji Realiabilitas Preferensi Responden

%
35

35
.461

**

.005

.345

.042

.747

.042

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).


*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Valid

.394

.345

.000

.816

.394

.019

35

Sig. (2-tailed)

Cases

35

.019

N
preferensi

35

.048

Sig. (2-tailed)

**

.000

Sig. (2-tailed)

.566

.816

.000

.337

Pearson Correlation

.566

preferensi

**

.048

Pearson Correlation

N
preferensi4

.337

.000

.000

N
preferensi3

**

.558

**

100.0

.0

35

100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

35

Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha

N of Items

.804

Item-Total Statistics
Scale Mean if
Item Deleted
preferensi1
preferensi2
preferensi3
preferensi4
preferensi

Cronbach's
Alpha if Item
Deleted

Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted


Total Correlation

24.06
24.20
24.20
24.54
13.86

21.820
23.047
23.400
22.491
7.303

.743
.664
.616
.701
1.000

.750
.772
.780
.762
.762

Uji Validitas Sikap Responden


Correlations
sikap1
sikap1

Pearson Correlation

sikap2
1

Sig. (2-tailed)
N
sikap2

Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N

sikap3

N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N

sikap4

.387

35

35

35

35

.308

**

.072
35
1

.022

.072

35

35

**

**

35
**

.441

.008
35
.723

**

.441

.008
35
.554

**

.723

**

.000
35
.731

**

.001

.000

35

35

35

**

.554

.001
35
.731

**

.851

**

.000
35

35

**

.851

.000

.000

.000

.000

35

35

35

35

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).


*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

**

.000

35

.818

.818

.000

.308

.000

**

.022

.627

sikap

.627

.000

35

Sig. (2-tailed)

Pearson Correlation

**

.000

.387

Sig. (2-tailed)

sikap

.562

**

Pearson Correlation

N
sikap4

35

sikap3

.562

35

Uji Realiabilitas Sikap Responden


Case Processing Summary
N
Cases

Valid
a

Excluded
Total

%
35

100.0

.0

35

100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha

N of Items

.809

Item-Total Statistics
Scale Mean if
Item Deleted
sikap1
sikap2
sikap3
sikap4
sikap

Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted


Total Correlation

25.20
25.43
25.60
25.57
14.54

20.576
21.546
20.953
19.664
6.667

Cronbach's
Alpha if Item
Deleted

.756
.639
.639
.791
1.000

.765
.788
.781
.749
.787

Uji Validitas Perilaku Responden


Correlations
perilaku1
perilaku1

Pearson Correlation

perilaku2
1

Sig. (2-tailed)
N
perilaku2

Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N

perilaku3

Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N

perilaku4

Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N

35
.659

**

perilaku3

.659

**

35
**

perilaku

.695

**

.853

**

.001

.000

.000

35

35

35

35

**

**

.626

.000
35

35

**

.626

.001

.000

35

35

**

**

.695

**

.000

.000

.544

perilaku4

.544

.616

.616

.000
35
.585

**

.856

**

.000
35
.821

**

.000

.000

35

35

35

**

.585

.000

.000

.000

35

35

35

.853

**

.000
35

35

perilaku

Pearson Correlation

.853

Sig. (2-tailed)

**

.856

**

.821

**

.853

.000

.000

.000

.000

35

35

35

35

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Uji Realiabilitas Perilaku Responden


Case Processing Summary
N
Cases

Valid
a

Excluded
Total

%
35

100.0

.0

35

100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha

N of Items

.828

Item-Total Statistics
Scale Mean if
Item Deleted
perilaku1
perilaku2
perilaku3
perilaku4
perilaku

26.66
27.00
27.09
26.66
15.34

**

Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted


Total Correlation
24.938
24.824
24.787
24.938
8.055

.805
.809
.759
.805
1.000

Cronbach's
Alpha if Item
Deleted
.788
.786
.790
.788
.867

35

Lampiran 5
Statistik deskriptif untuk 35 Responden Pada Dosen Fakultas Syariah IAIN
Walisongo Semarang

Klasifikasi Berdasarkan Jenis Kelamin


Jenis Kelamin
Frequency
Valid

Percent

Cumulative
Percent

Valid Percent

Laki-laki

22

62.9

62.9

62.9

Perempuan

13

37.1

37.1

100.0

Total

35

100.0

100.0

Klasifikasi Berdasarkan Usia


Usia
Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

30-39 tahun

17

48.6

48.6

48.6

40-49 tahun

13

37.1

37.1

85.7

14.3

14.3

100.0

35

100.0

100.0

50 tahun keatas
Total

Klasifikasi Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan


Latar Belakang Pendidikan
Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

S2

32

91.4

91.4

91.4

S3

8.6

8.6

100.0

35

100.0

100.0

Total

Klasifikasi Berdasarkan Pendapatan Perbulan


Pendapatan Per Bulan
Frequency Percent
Valid

Valid Percent

Kurang dari Rp 2.000.000,-

5.7

5.7

5.7

Rp 2.000.000 s/d Rp 3.000.000,-

20.0

20.0

25.7

Rp 3.000.000 s/d Rp 4.000.000,-

14.3

14.3

40.0

Rp 4.000.000 s/d Rp 5.000.000,-

25.7

25.7

65.7

Rp 5.000.000 s/d Rp 6.000.000,-

22.9

22.9

88.6

Rp 6.000.000 s/d Rp 7.000.000,-

5.7

5.7

94.3

Lebih dari Rp 8.000.000,-

5.7

5.7

100.0

35

100.0

100.0

Total

Klasifikasi Berdasarkan Nasabah Perbankan Syariah


Nasabah Perbankan Syariah
Frequency
Valid

Cumulative
Percent

Ya

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

34

97.1

97.1

97.1

Tidak

2.9

2.9

100.0

Total

35

100.0

100.0

NASABAH PERBANKAN SYARIAH

Lampiran 6
Output Regresi Linier berganda dari 35 responden
Uji Pengaruh Variabel Persepsi (X1) dan Preferensi (X2) Terhadap Sikap (X3)

Regression
Variables Entered/Removed
Model

Variables Entered

Preferensi (X2),
a
Persepsi (X1)

Variables
Removed

Method
. Enter

a. All requested variables entered.

Model Summary
Model

Adjusted R
Square

R Square
.644

.415

Std. Error of the


Estimate

.379

Durbin-Watson

2.036

2.046

a. Predictors: (Constant), Preferensi (X2), Persepsi (X1)


b. Dependent Variable: Sikap (X3)

ANOVA
Model
1

Sum of Squares
Regression

Df

Mean Square

94.094

47.047

Residual

132.591

32

4.143

Total

226.686

34

Sig.

11.355

.000

a. Predictors: (Constant), Preferensi (X2), Persepsi (X1)


b. Dependent Variable: Sikap (X3)

Coefficients
Unstandardized
Coefficients
Model
1

B
(Constant)

Std. Error

3.982

2.439

Persepsi (X1)

.294

.191

Preferensi (X2)

.481

.145

a. Dependent Variable: Sikap (X3)

Standardized
Coefficients
Beta

Collinearity Statistics
t

Sig.

Tolerance

VIF

1.633

.112

.233

1.534

.135

.790

1.266

.503

3.307

.002

.790

1.266

Residuals Statistics
Minimum
Predicted Value
Std. Predicted Value
Standard Error of Predicted
Value
Adjusted Predicted Value
Residual
Std. Residual
Stud. Residual
Deleted Residual
Stud. Deleted Residual
Mahal. Distance
Cook's Distance
Centered Leverage Value

Maximum

Mean

Std. Deviation

9.51
-3.027
.350

17.41
1.724
1.112

14.54
.000
.559

1.664
1.000
.211

35
35
35

8.45
-3.569
-1.753
-2.089
-5.066
-2.212
.037
.000
.001

17.41
3.511
1.725
1.776
3.721
1.841
9.177
.610
.270

14.56
.000
.000
-.004
-.017
-.008
1.943
.053
.057

1.754
1.975
.970
1.035
2.262
1.057
2.441
.117
.072

35
35
35
35
35
35
35
35
35

a. Dependent Variable: Sikap (X3)

Uji Asumsi Klasik


1. Multikolinearitas
Coefficients

Collinearity Statistics
Model
1

Tolerance

VIF

(Constant)
Persepsi (X1)

.790

1.266

Preferensi (X2)

.790

1.266

a. Dependent Variable: Sikap (X3)

2. Autokolerasi
b

Model Summary
Model
1

R Square
.644

.415

Adjusted R
Square
.379

a. Predictors: (Constant), Preferensi (X2), Persepsi (X1)


b. Dependent Variable: Sikap (X3)

Std. Error of the


Estimate
2.036

Durbin-Watson
2.046

3. Heterokedastisitas

4. Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized
Residual
N
a,,b
Normal Parameters
Most Extreme Differences

Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp. Sig. (2-tailed)
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.

Mean
Std. Deviation
Absolute
Positive
Negative

35
.0000000
1.97477656
.101
.075
-.101
.598
.867

Lampiran 7
Output Regresi Linier Sederhana dari 35 responden
Uji Pengaruh Variabel Sikap (X3) Terhadap Perilaku (Y)

Regression
Variables Entered/Removed
Model
1

Variables
Removed

Variables Entered
Sikap (X3)

Method

. Enter

a. All requested variables entered.


b. Dependent Variable: Perilaku (Y)

Model Summary
Model

Adjusted R
Square

R Square
.781

.609

Std. Error of the


Estimate

.597

1.801

a. Predictors: (Constant), Sikap (X3)


b. Dependent Variable: Perilaku (Y)

ANOVA
Model
1

Sum of Squares

df

Mean Square

Regression

166.860

166.860

Residual

107.026

33

3.243

Total

273.886

34

Sig.

51.449

.000

a. Predictors: (Constant), Sikap (X3)


b. Dependent Variable: Perilaku (Y)

Coefficients
Unstandardized
Coefficients
Model
1

Std. Error

(Constant)

2.866

1.766

Sikap (X3)

.858

.120

a. Dependent Variable: Perilaku (Y)

Standardized
Coefficients
Beta

Collinearity Statistics
t

.781

Sig.

1.623

.114

7.173

.000

Tolerance

1.000

VIF

1.000

Residuals Statistics
Minimum
Predicted Value
Std. Predicted Value
Standard Error of Predicted
Value
Adjusted Predicted Value
Residual
Std. Residual
Stud. Residual
Deleted Residual
Stud. Deleted Residual
Mahal. Distance
Cook's Distance
Centered Leverage Value

Maximum

Mean

20.02
2.113
.840

15.34
.000
.410

2.215
1.000
.133

35
35
35

9.10
-4.303
-2.390
-2.497
-4.698
-2.730
.031
.000
.001

20.03
3.407
1.892
1.929
3.541
2.016
6.421
.286
.189

15.34
.000
.000
.001
.005
.001
.971
.041
.029

2.242
1.774
.985
1.023
1.915
1.058
1.452
.079
.043

35
35
35
35
35
35
35
35
35

Uji Asumsi Klasik


1. Multikolinearitas
Coefficients

Collinearity Statistics
Model

Tolerance

VIF

(Constant)
Sikap (X3)

1.000

a. Dependent Variable: Perilaku (Y)

2. Heterokedastisitas

9.73
-2.534
.309

a. Dependent Variable: Perilaku (Y)

Std. Deviation

1.000

3. Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized
Residual
N
a,,b
Normal Parameters
Most Extreme Differences

Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp. Sig. (2-tailed)
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.

Mean
Std. Deviation
Absolute
Positive
Negative

35
.0000000
1.77421143
.174
.174
-.113
1.028
.241

LAMPIRAN 8
T tabel =5%

F tabel =5%

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama Lengkap

: Dani Panca Setiasih

NIM

: 062411066

Fakultas

: Syariah

Jenis Kelamin

: Perempuan

Tempat, Tanggal Lahir

: Kendal, 03 Maret 1987

Agama

: Islam

Alamat

: Ds. Wadas Rt. 04 Rw. 01 Kecamatan Plantungan


Kabupaten Kendal 51362

Pendidikan
-

TK ABA Aisyiah Wadas 1993

Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Wadas Lulus Tahun 1999

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Plantungan Lulus Tahun


2002

MAdrasah Aliyah (MA) Negeri Kendal Lulus Tahun 2006

Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang

Semarang, 7 Juni 2011

Dani Panca Setiasih

vii