Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Alloh SWT, karena berkat rahmat
dan hidayah Nya kami dapat menyelesaikan tugas ini yaitu mengenai
Teori Perubahan Menurut Lippit dengan cukup baik.
Kami menyadari bahwa, makalah ini masih banyak kekurangan baik isi
maupun redaksinya. Maka dari itu kami mengharapkan kritik dan sarannya
yang bersifat konstruktif kearah perbaikan selanjutnya. Dan bersama ini pula
kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu baik
secara langsung maupun tidak langsung. Terutama kepada Ibu Ns. Yuyun
Rahayu, S. Kep selaku dosen Parasitologi.
Merupakan suatu harapan kami, semoga makalah ini bermanfaat bagi
kami khususnya, umumnya bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Ciamis, 16 Oktober 2010


Penyusun

KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 1

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR ISI..............................................................................................ii
BAB I : PENDAHULUAN.........................................................................1
BAB II : PEMBAHASAN............................................................................3
2.1 Pengertian dan Jenis Perubahan.............................................3
2.1.1 Perubahan Spontan..........................................................3
2.1.2 Perubahan Perkembangan...............................................4
2.1.3 Perubahan Terencana.......................................................4
2.2 Teori Proses Berubah Menurut Lippit (1973)............................
4
2.3 Prinsip dan Strategi Berubah..................................................4
2.3.1 Strategi Rasional Empirik.................................................4
2.3.2 Strategi Reedukatif Normatif............................................5
2.3.3 Strategi Paksaan Kekuatan...............................................5
2.4 Reaksi reaksi Terhadap Perubahan. ......................................5
2.4.1 Perubahan dalam Keperawatan........................................5
2.4.2 Hambatan dalam Keperawatan........................................6
2.5 Respon Terhadap Suatu Perubahan.........................................7
2.6 Konsep Berubah......................................................................8
2.6.1 Kecepatan Perubahan......................................................9
2.6.2 Pola Perubahan.................................................................9
2.6.3 Karakteristik Perubahan...................................................9
2.6.4 Alasan Perubahan Diperlukan..........................................9
BAB III : KESIMPULAN.............................................................................10
DAFTAR PUSTAKA...............................................
..........................................................................................12
KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 2

BAB I
PENDAHULUAN

Manusia adalah makhluk individu yang tidak dapat


melepaskan diri dari hubungan dengan manusia lain. Sebagai
akibat dari hubungan yang terjadi di antara individu-individu
(manusia)
(social

kemudian

group)

yang

lahirlah

kelompok-kelompok

dilandasi

oleh

sosial

kesamaan-kesamaan

kepentingan bersama. Namun bukan berarti semua himpunan


manusia dapat dikatakan kelompok sosial. Untuk dikatakan
kelompok sosial terdapat persyaratan-persyaratan tertentu.
Dalam

kelompok

social

yang

telah

tersusun

susunan

masyarakatnya akan terjadinya sebuah perubahan dalam


susunan tersebut merupakan sebuah keniscayaan. Karena
perubahan merupakan hal yang mutlak terjadi dimanapun
tempatnya.
Perubahan bisa terjadi setiap saat, dan merupakan
proses yang dinamik serta tidak dapat dielakkan. Berubah
berarti beranjak dari keadaan yang semula. Tanpa berubah
tidak ada pertumbuhan dan tidak ada dorongan. Namun
KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 3

dengan

berubah

terjadi

ketakutan,

kebingungan

dan

kegagalan dan kegembiraan. Setiap orang dapat memberikan


perubahan pada orang lain. Merubah orang lain bisa bersifat
implisit dan eksplisit atau bersifat tertutup dan terbuka.
Kenyataan ini penting khususnya dalam kepemimpinan dan
manajemen.

Pemimpin

secara

konstan

mencoba

menggerakkkan sistem dari satu titik ke titik lainnya untuk


memecahkan masalah. Maka

secara

konstan pemimpin

mengembangkan strategi untuk merubah orang lain dan


memecahkan masalah.
Keperawatan

yang

sedang

berada

pada

proses

profesionalisasi terus berusaha membuat atau merencanakan


perubahan. Adaptasi terhadap perubahan telah menjadi
persyaratan kerja dalam keperawatan. Personal keperawatan
bekerja

untuk

keluarganya,

beberapa pimpinan, termasuk klien dan


dokter,

manajer

keperawatan,

perawat

pengawas dan perawat penanggung jawab yang berbeda


dalam tiap ship. Perawat pelaksana menemukan peran bahwa
mereka berubah beberapa kali dalam satu hari. Kadang
seorang perawat menjadi manajer, kadang menjadi perawat
klinik, kadang menjadi konsultan dan selalu dalam peran
yang berbeda. Sebagai perawat pelaksana maupun sebagai
manajer keperawatan kita perlu membuat perubahan untuk
meningkatkan kesadaran dan keterlibatan perawat dalam
memberikan

asuhan

keperawatan.

Perawat

tentu

saja

berharap perubahan tersebut jangan sampai menimbulkan


konflik. Oleh karena itu, sebaiknya perawat perlu mengetahui
teori-teori yang mendasari perubahan.
Suatu perubahan dan

sistem pelayanan kesehatan

yang ada dalam masyarakat sangat penting dan sangat


berpengaruh dalam kehidupan mereka, apalagi bila seorang
perawat berhasil menerapkan praktek kesehatan yang baik
dalam masyarakat. Karena itu akan memudahkan seorang
KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 4

perawat

dalam

menyelesaikan

tugas

sebagai

seorang

perawat, dan nantinya dalam pelayanan kesehatan di rumah


sakit, seorang perawat akan merasa bangga karena bisa
melakukan praktek kesehatan apapun jenisnya dan akan
merasa bahwa inilah seorang perawat yang profesional
karena dapat memberikan pelayanan yang terbaik dari yang
lainnya.

KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 5

BAB II
PEMBAHASAN

KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 6

2.1 Pengertian dan Jenis Perubahan


Berubah adalah bagian dari kehidupan setiap orang. Berubah
adalah

cara

seseorang

bertumbuh,

berkembang,

Perubahan dapat positif atau negatif

dan

beradaptasi.

terencana atau tidak terencana.

Perubahan adalah proses membuat sesuatu yang berbeda dari sebelumnya


(Sullivan dan Decker,2001). Jadi Perubahan adalah suatu proses dimana
terjadinya peralihan atau perpindahan dari status tetap (statis) menjadi
status

yang

bersifat dinamis.

Artinya

dapat

menyesuaikan

diri

dari

lingkungan yang ada. Perubahan dapat mencakup keseimbangan personal,


sosial

maupun

organisasi

untuk

dapat

menjadikan

perbaikan

atau

penyempurnaan serta dapat menerapkan ide atau konsep terbaru dalam


mencapai tujuan tertentu.
Proses

berubah

bersifat

integral

dengan

banyak

bidang

keperawatan, seperti pendidikan kesehatan, perawatan klien, dan promosi


kesehatan.

Proses

berubah

ini

melibatkan

klien

individu,

keluarga,

komunitas, organisasi, keperawatan sebagai profesi, dan seluruh sistem


pemberian perawatan kesehatan.
Perubahan

dapat

meliputi

mendapatkan

pengetahuan,

mendapatkan keterampilan baru, atau mengadaptasi pengetahuan saat ini


dari segi informasi baru. Perubahan ini terutama sulit saat muncul tantangan
terhadap

nilai

dan

keyakinan

seseorang,

cara

berpikir,

atau

cara

berhubungan. Misalnya, orang yang kecewa menjadi marah dan berbuat


negatif serta melakukan perilaku destruktif (Tomey,2000).
Perubahan akan mengganggu bagi mereka yang mengalaminya,
dan seringkali berkembang resistensi. Perubahan paling mengancam apabila
ada perasaan tidak aman. Penyebab resistensi terhadap perubahan adalah
ancaman terhadap kepentingan diri, keadaan memalukan, perasaan tidak
aman, kebiasaan, kepuasan dengan diri sendiri, kehilangan kekuasaan, dan
ketidak setujuan objektif.
Perubahan tidak selalu merupakan hasil pengambilan keputusan
rasional. Perubahan biasanya terjadi sebagai respons terhadap tiga aktifitas
yang berbeda yaitu :
KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 7

2.1.1 Perubahan Spontan


Perubahan spontan juga disebut perubahan yang reaktif atau tidak
direncanakan, karena perubahan ini tidak benar-benar di antisipasi, tidak
dapat

dihindari

merencanakan

dan

terdapat

strategi

sedikit

respons.

atau

Contoh

tidak

ada

perubahan

waktu

untuk

spontan

yang

memengaruhi individu adalah infeksi virus akut, cedera medula spinalis, dan
tawaran sukarela posisi baru.
2.1.2 Perubahan Perkembangan
Perubahan perkembangan mengacu pada perubahan fisiopsikologis
yang terjadi selama siklus kehidupan individu atau perkembangan organisasi
menjadi lebih kompleks.
Contoh perubahan perkembangan individu adalah bertambahnya
ukuran dan kompleksitas embrio manusia dan janin dan berkurangnya
kemampuan fisik pada lansia.
2.1.3 Perubahan Terencana
Menurut Lippitt (1973), perubahan terencana adalah upaya yang
disengaja dan bertujuan oleh individu, kelompok, organisasi, atau sistem
sosial yang lebih besar untuk memengaruhi status quo (menetap) itu sendiri,
organisme lain, atau suatu situasi. Keterampilan memecahkan masalah,
keterampilan mengambil keputusan, dan keterampilan interpersonal adalah
faktor-faktor penting dalam perubahan terencana.
Contoh perubahan terencana adalah individu yang memutuskan
untuk memperbaiki status kesehatannya dengan menghadiri program
berhenti merokok atau melakukan program olahraga.
2.2 Teori Proses Berubah Menurut Lippit (1973)
Perkembangan profesi keperawatan tidak lepas dari konsep
berubah yang dimiliki oleh para praktisi, akedemisi atau seorang yang masih
ingin mengembangkan keperawatan, yang memiliki keyakinan dan teori
perubahan yang dimilikinya.
Lippit memandang teori perubahan dapat dilaksanakan dari
tinjauan sebagai seorang pembaharu, dengan memperkenalkan terjadinya
perubahan, sehingga terdapat beberapa langkah yang ditempuh untuk dapat
mengadakan pembaharuan. Langkah yang dimaksud adalah :
1. Menetukan diagnosis terlebih dahulu masalah yang ada
KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 8

2. Mengadakan

pengkajian

terhadap

motivasi

perubahan

serta

kemampuan perubahan.
3. Melakukan pengkajian perubahan terhadap hasil atau manfaat dari
suatu perubahan.
4. Menetapkan tujuan perubahan yang dilaksanakan berdasarkan langkah
yang ditempuhnya.
5. Menetapkan peran dari pembaharuan sebagai pendidik, peneliti atau
pemimpin dalam pembaharuan.
6. Mempertahankan dari hasil perubahan yang dicapainya.
7. Melakukan penghentian bantuan secara bertahap dengan harapan
peran dan tanggung jawab dapat tercapai secara bertahap.
2.3

Prinsip dan Strategi Berubah


Dalam perubahan dibutuhkan cara yang tepat agar tujuan dalam

perubahan dapat tercapai secara tepat, efektif dan efisien.


2.3.1 Strategi Rasional Empirik
Strategi ini didasarkan karena manusia sebagai komponen dalam
perubahan memiliki sifat rasional untuk kepentingan diri dalam berperilaku.
Untuk mengadakan suatu perubahan strategi rasional dan empirik yang
didasarkan dari hasil penemuan atau riset untuk diaplikasikan dalam
perubahan manusia yang memiliki sifat rasional akan menggunakan
rasionalnya dalam menerima sebuah perubahan.
Langkah dalam perubahan atau kegiatan yang diinginkan dalam
strategi rasional empirik ini dapat melalui penelitian atau adanya desiminasi
melalui pendidikan secara umum sehingga melalui desiminasi akan diketahui
secara rasional bahwa perubahan yang akan dilakukan benar-benar sesuai
dengan rasional.
Strategi ini juga dilakukan pada penempatan sasaran yang sesuai
dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki sehingga semua perubahan
akan menjadi efektif dan efisien, selain itu juga menggunakan sistem analisis
dalam pemecahan masalah yang ada.
2.3.2 Strategi Reedukatif Normatif
Strategi ini dilaksanakan berdasarkan standar norma yang ada di
masyarakat. Perubahan yang akan dilaksanakan melihat nilai-nilai normatif
yang ada di masyarakat sehingga tidak akan menimbulkan permasalahan
baru di masyarakat.

KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 9

Standar norma yang ada di masyarakat ini di dukung dengan sikap dan
sistem nilai individu yang ada di masyarakat. Pendekatan ini dilaksanakan
dengan mengadakan intervensi secara langsung dalam penerapan teori-teori
yang ada. Strategi ini dilaksanakan dengan cara melibatkan individu,
kelompok atau masyarakat dan proses penyusunan rancangan untuk
perubahan. Pelaku dalam perubahan harus memiliki kemampuan dalam
berkolaborasi dengan masyarakat. Kemampuan ilmu perilaku harus dimiliki
dalam pembaharu.
2.3.3 Strategi Paksaan- Kekuatan
Dikatakan strategi paksaan-kekuatan karena adanya penggunaan
kekuatan

atau

kekuasaan

yang

dilaksanakan

secara

paksa

dengan

menggunakan kekuatan moral dan kekuatan politik. Strategi ini dapat


dilaksanakan dalam perubahan sistem kenegaraan, penerapan sistem
pendidikan dan lain-lain.
2.4 Reaksi Reaksi Terhadap Perubahan
2.4.1 Perubahan Dalam Keperawatan
Dalam

perkembangannya

keperawatan

juga

mengalami

proses

perubahan seiring dengan kemajuan dan teknologi. Alasan terjadinya


perubahan dalam keperawatan antara lain:
1). Keperawatan Sebagai Profesi
Keperawatan sebagai profesi yang diakui oleh masyarakat dalam
memberikan pelayanan kesehatan melalui asuhan keperawatan tentu akan
dituntut

untuk

selalu

berubah

kearah

kemandirian

dalam

profesi

keperawatan, sehingga sebagai profesi akan mengalami perubahan kearah


professional dengan menunjukan agar profesi keperawatan diakui oleh
profesi bidang kesehatan yang sejajar dalam pelayanan kesehatan.
2). Keperawatan Sebagai Bentuk Pelayanan Asuhan Keperawatan
Keperawatan

sebagai

bentuk

pelayanan

asuhan

keperawatan

professional yang diberikan kepada masyarakat akan terus memenuhi


tuntutan kebutuhan masyarakat dengan mengadakan perubahan dalam
penerapan model asuhan keperawatan yang tepat, sesuai dengan lingkup
praktek keperawatan.
3). Keperawatan Sebagai Ilmu Pengetahuan
Keperawatan sebagai ilmu pengetahuan terus selalu berubah dan
berkembang sejalan dengan tuntutan zaman dan perubahan teknologi,
KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 10

karena itu dituntut selalu mengadakan perubahan melalui penelitian


keperawatan sehingga ilmu keperawatan diakui secara bersama oleh disiplin
ilmu lain yang memiliki landasan yang kokoh dalam keilmuan.
4). Keperawatan Sebagai Komunikasi
Keperawatan sebagai komunikasi dalam masyarakat ilmiah harus
selalu menunjukkan jiwa professional dalam tugas dan tanggung jawabnya
dan selalu mengadakan perubahan sehingga citra sebagai profesi tetap
bertahan dan berkembang.
2.4.2 Hambatan Dalam Perubahan
Perubahan tidak selalu mudah untuk dilaksanakan akan tetapi banyak
hambatan yang akan diterimanya baik hambatan dari luar maupun dari
dalam. Diantara hal yang menjadi hambatan dalam perubahan adalah
sebagai berikut:
1). Ancaman Kepentingan Pribadi
Ancaman
perubahan

kepentingan

karena

adanya

pribadi

ini

merupakan

kekhawatiran

adanya

hambatan
perubahan

dalam
segala

kepentingan dan tujuan diri. Contohnya dalam pelaksanaan standarisasi


perawat profesional dimana yang diakui sebagai profesi perawat adalah
minimal pendidikan DIII keperawatan, sehingga bagi lulusan SPK yang
dahulu dan tidak ingin melanjutkan pendidikan akan terancam bagi
kepentingan dirinya sehingga hal tersebut dapat menjadikan hambatan
dalam perubahan.
2). Persepsi Yang Kurang Tepat
Persepsi yang kurang tepat atau informasi yang belum jelas ini dapat
menjadi kendala dalam proses perubahan. Berbagai informasi yang akan
dilakukan dalam sistem perubahan jika tidak dikomunikasikan dengan jelas
atau informasinya kurang lengkap, maka tempat yang akan dijadikan
perubahan akan sulit menerima sehingga timbul kekwatiran dari perubahan
tersebut.
3). Reaksi Psikologis
Reaksi psikologis ini merupakan faktor yang menjadi hambatan dalam
perubahan, karena setiap orang memiliki reaksi psikologis yang berbeda
dalam merespons perbedaan sistem adaptasi. Pada setiap orang juga dapat
menimbulkan reaksi psikologis

yang berbeda

sehingga bisa menjadi

hambatan dalam perubahan. Contohnya apabila akan dilakukan perubahan


KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 11

dalam sistem praktek keperawatan mandiri bagi perawat. Jika perawat


belum bisa menerima secara psikologis, akan timbul kesulitan karena ada
perasaan takut sebagai dampak dari perubahan.

4). Toleransi Terhadap Perubahan Rendah


Toleransi terhadap perubahan ini tergantung dari individu, kelompok
atau masyarakat. Apabila individu, kelompok atau masyarakat tersebut
memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubahan, maka akan memudahkan
proses perubahan tetapi apabila toleransi seseorang terhadap perubahan
sangat rendah, maka perubahan tersebut akan sulit dilaksanakan.
5). Kebiasaan
Pada dasarnya seseorang akan lebih senang pada sesuatu yang sudah
diketahui

sebelumnya

atau

bahkan

sudah

dilaksanakan

sebelumnya

dibandingkan dengan sesuatu yang baru dikenalnya, karena keyakinan yang


dimiliki sangat kuat. Faktor kebiasaan ini yang menjadikan hambatan dalam
perubahan.
6). Ketergantungan
Ketergantungan

merupakan

hambatan

dalam

proses

perubahan

karena ketergantungan menyebabkan seseorang tidak dapat hidup secara


mandiri dalam mencapai tujuan tertentu. Suatu perubahan akan menjadi
masalah bagi

seseorang yang selalu menggantungkan diri sehingga

perubahan akan sulit dilakukan.


7). Perasaan Tidak Aman
Perasaan tidak aman juga merupakan faktor penghambat dalam
perubahan karena adanya ketakutan terhadap dampak dari perubahan yang
juga akan menambah ketidak amanan pada diri, kelompok atau masyarakat.
8). Norma
Norma merupakan segala

aturan yang didukung oleh anggota

masyarakat yang tidak boleh dirubah. Apabila akan melakukan proses


perubahan namun perubahan tersebut bertentangan dengan norma maka
perubahan tersebut akan mengalami hambatan. Sebaliknya jika norma
tersebut sesuai dengan prinsip perubahan, maka akan sangat mudah dalam
perubahan.
2.5 Respon Terhadap Suatu Perubahan
KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 12

Bagi sebagian individu perubahan dapat dipandang sebagai suatu


motivator dalam meningkatkan prestasi atau penghargaan. Tapi kadangkadang perubahan juga dipandang sebagai sesuatu yang mengancam
keberhasilan seseorang dan hilangnya penghargaan yang selama ini didapat.
apakah seseorang memandang perubahan sebagai suatu hal yang penting
atau negatif. Umumnya dalam perubahan sering muncul resistensi atau
adanya penolakan terhadap perubahan dalam berbagai tingkat dari orang
yang

mengalami

perubahan

tersebut.

Menolak perubahan atau mempertahankan status quo ketika berusaha


melakukan perubahan, bisa saja terjadi. Karena perubahan bisa merupakan
sumber stress. Oleh karenanya timbullah perilaku tersebut. Penolakan sering
didasarkan pada ancaman terhadap keamanan dari individu, karena
perubahan akan mengubah perilaku yang ada. Jika perubahan menggunakan
pendekatan pemecahan masalah maka harus diberitahukan mengenai
dampak yang mungkin timbul akibat perubahan.
Faktor-faktor yang akan merangsang penolakan terhadap perubahan
misalnya, kebiasaan, kepuasan akan diri sendiri dan ketakutan yang
melibatkan ego. Orang-orang biasanya takut berubah karena kurangnya
pengetahuan, prasangka yang dihubungkan dengan pengalaman dan
paparan dengan orang lain serta ketakutan pada perlunya usaha yang lebih
besar untuk menghadapi kesulitan yang lebih tinggi. Perubahan memang
menuntut

investasi

waktu

dan

usaha

untuk

belajar

kembali.

Bila

keperawatan yang sekarang berada pada proses profesionalisasi untuk


menjadi sebuah profesi yang mandiri takut atau tidak siap dengan
perubahan

dan

dampak

yang

mungkin

ditimbulkannya,

bagaimana

profesionalisasi itu akan terjadi ? Beberapa contoh ketakutan yang mungkin


dialami seseorang dalam suatu perubahan antara lain :
1. Takut karena tidak tahu
2. Takut karena kehilangan kemampuan, keterampilan atau keahlian yang
terkait dengan pekerjaannya
3. Takut karena kehilangan kepercayaan / kedudukan
4. Takut karena kehilangan imbalan
5. Takut karena kehilangan penghargaan,dukungan dan perhatian orang
lain.
2.6 Konsep Berubah

KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 13

Bagi sebagian individu, perubahan dapat dipandang sebagai suatu


motivator dalam meningkatkan prestasi atau penghargaan. Tapi kadangkadang perubahan juga dipandang sebagai sesuatu yang mengancam
keberhasilan seseorang dan hilangnya penghargaan yang selama ini didapat.
Perubahan muncul dalam beberapa macam, ada yang bersifat positif dan
yang bersifat negatif. Perubahan positif dapat membawa pandangan individu
menjadi lebih berkembang, menjadi lebih luas cara berpikirnya. Perubahan
negatif dapat menyebabkan individu menjadi menurun atau terfokus pada
hal-hal yang dapat merugikan dirinya sendiri.
Perawat harus mengetahui sampai sejauh mana pengetahuan dari
individu sehingga memudahkannya untuk mengetahui apakah perubahan
yang terjadi pada pasien sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
Disamping itu perubahan yang terjadi pada seorang pasien bergantung pada
bagaimana sikap seorang perawat melakukan pelayanan kesehatan.
Contohnya, dalam memberikan pelayanan kepada seorang pasien
yang sedang sakit parah. Peran seorang perawat disini sangat penting,
karena seorang pasien yang sakit parah sangat membutuhkan banyak
dukungan bahkan perhatian baik dari keluarganya maupun dari perawat itu
sendiri. Tapi jika sikap seorang perawat itu tidak memperhatikan apa yang
sedang dibutuhkan pasien tersebut maka dalam hal ini, seorang perawat di
anggap gagal dalam melakukan pelayanan terhadap pasien. Karena salah
satu bagian yang sangat penting, ketika menjadi seorang perawat adalah
bagian dari melayani.
Ketika kita melayani dengan sungguh-sungguh kepada seseorang
(pasien), tanpa melihat latar belakang dari orang (pasien) tersebut, itu dapat
di ibaratkan kita sedang melayani Tuhan. Karena jika kita bekerja dengan
sungguh-sungguh dan sepenuh hati, maka dampak yang akan kita peroleh
juga terutama kita sebagai seorang perawat, lebih besar dan akan sangat
bermanfaat bagi kehidupan kita.
2.6.1 Kecepatan Perubahan
Kecepatan suatu perubahan akan meliputi berbagai aspek di antaranya
:
a. Jenis dan kecepatan suatu perubahan akan mempengaruhi sistem respon
terhadap perubahan itu sendiri,
KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 14

b. Perubahan yang terjadi dengan cepat memungkinkan seseorang resisten


terhadap perubahan,
c. Perubahan yang sangat lambat, biasanya diasumsikan sebagai yang
mudah untuk diimplementasikan.
2.6.2 Pola Perubahan
Pola perubahan meliputi :
a. Perubahan dapat berlangsung terus menerus , kadang-kadang, atau
jarang,
b. Perubahan yang dapat diprediksi menungkinkan adanya persiapan, tetapi
yang bersifat tiba-tiba atau tidak dapat diperkirakan akan sulit merespon
secara efektif,
c. Perubahan yg tiba-tiba akan sulit untuk ditangani.
2.6.3 Karakteristik Perubahan
Karakteristik perubahan yaitu :
a. Tidak semua perubahan itu sama,
b. Tidak dapat dianalisis bersama-sama,
c. Berbeda : jenis, intensitas, pola,dan kecepatan.
2.6.4 Alasan Perubahan diperlukan
Alasan mengapa perubahan itu diperlukan dalam praktek keperawatan
yaitu:
a.
b.
c.
d.

Meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan bagi perawat dan klien,


Meningkatkan profitability,
Meningkatkan kinerja,
Memberikan kepuasan bagi individu dan kehidupan sosialnya.

BAB III
KESIMPULAN
KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 15

Berubah adalah bagian dari kehidupan setiap orang. Berubah adalah


cara seseorang bertumbuh, berkembang, dan beradaptasi. Perubahan dapat
positif atau negatif

terencana atau tidak terencana. Perubahan adalah

proses membuat sesuatu yang berbeda dari sebelumnya (Sullivan dan


Decker,2001). Jadi Perubahan adalah suatu proses dimana terjadinya
peralihan atau perpindahan dari status tetap (statis) menjadi status yang
bersifat dinamis. Artinya dapat menyesuaikan diri dari lingkungan yang ada.
Perubahan

dapat

mencakup

keseimbangan

personal,

sosial

maupun

organisasi untuk dapat menjadikan perbaikan atau penyempurnaan serta


dapat menerapkan ide atau konsep terbaru dalam mencapai tujuan tertentu.
Proses

berubah

bersifat

integral

dengan

banyak

bidang

keperawatan, seperti pendidikan kesehatan, perawatan klien, dan promosi


kesehatan.

Proses

berubah

ini

melibatkan

klien

individu,

keluarga,

komunitas, organisasi, keperawatan sebagai profesi, dan seluruh sistem


pemberian perawatan kesehatan.
Perubahan

dapat

meliputi

mendapatkan

pengetahuan,

mendapatkan keterampilan baru, atau mengadaptasi pengetahuan saat ini


dari segi informasi baru. Perubahan ini terutama sulit saat muncul tantangan
terhadap

nilai

dan

keyakinan

seseorang,

cara

berpikir,

atau

cara

berhubungan. Misalnya, orang yang kecewa menjadi marah dan berbuat


negatif serta melakukan perilaku destruktif (Tomey,2000).
Perubahan tidak selalu merupakan hasil pengambilan keputusan
rasional. Perubahan biasanya terjadi sebagai respons terhadap tiga aktifitas
yang berbeda yaitu :
a.

Perubahan Spontan

b.

Perubahan Perkembangan

c.

Perubahan Terencana
Lippit memandang teori perubahan dapat dilaksanakan dari tinjauan

sebagai

seorang

pembaharu,

dengan

memperkenalkan

terjadinya

perubahan, sehingga terdapat beberapa langkah yang ditempuh untuk dapat


mengadakan pembaharuan. Langkah yang dimaksud adalah :
1. Menetukan diagnosis terlebih dahulu masalah yang ada
KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 16

2. Mengadakan

pengkajian

terhadap

motivasi

perubahan

serta

kemampuan perubahan.
3. Melakukan pengkajian perubahan terhadap hasil atau manfaat dari
suatu perubahan.
4. Menetapkan tujuan perubahan yang dilaksanakan berdasarkan langkah
yang ditempuhnya.
5. Menetapkan peran dari pembaharuan sebagai pendidik, peneliti atau
pemimpin dalam pembaharuan.
6. Mempertahankan dari hasil perubahan yang dicapainya.
7. Melakukan penghentian bantuan secara bertahap dengan harapan
peran dan tanggung jawab dapat tercapai secara bertahap.

KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 17

DAFTAR PUSTAKA

http:lanikonsepdasarkeperawatan.blogspot.com/2010_10_01_arc
hive.html - Tembolok
http:askep-askeb.cz.cc Konsep Dasar - Tembolok - Mirip
http:repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3593/1/keperrika1.pdf

KDK II (Teori Perubahan Menurut Lippit)

Page 18