Anda di halaman 1dari 34

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Atas Rahmat
dan Karunia-NYA maka kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah
Matematika dasar khususnya tentang pembahasan Konsep Dasar Limit sebagai
bahan materi pembelajaran.
Penyusunan makalah ini adalah merupakan salah satu tugas agar mahasiswa
terlatih guna meningkatkan motifasi belajar mahasiswa.
Dalam penyusunan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik
teknis penyusunan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki.
Untuk itu kritik dan saran sangat saya harapkan demi penyempurnaan penyusunan
makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini kami menyampaikan ucapan terima kasih
yang tak terhingga kepada Ibu Ika Mariang, S.pd selaku dosen pembawa mata
kuliah Matematika Dasar ini. Secara khusus kami juga menyampaikan terima
kasih kepada teman-teman yang sedikit ikut membantu kami.
Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi
yang membutuhkan, khususnya bagi kami sendiri sehingga tujuan yang diharapkan
dapat tercapai.
Amin Yaa Robbal Alamiin.
Wassalam.

Bab I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Salah satu kompetensi guru yang perlu dikembangkan adalah menguasai
bahan ajar yang akan disampaikan kepada siswa. Bahan ajar Kalkulus merupakan
bagian dari Matematika yang didalam ruang lingkup nya berkaitan dengan limit
fungsi, perhitungan diferensial, dan perhitungan integral.
Kalkulus pertama kali dikembangkan oleh Issac Newton pada abad 17 di
Inggris dan pada waktu yang bersamaan juga dikembangkan oleh Leibniz ( 1646
1716 ) di Jerman. Penelitian mereka yang dilakukan secara terpisah tersebut
menghasilkan kesimpulan yang sama. Hal-hal yang dipelajari berhubungan dengan
laju perubahan dan luas daerah. Perhitungan ini kemudian dikembangkan lebih
lanjut dan diterapkan untuk memecahkan permasalahan yang terdapat pada
berbagai bidang disiplin ilmu, sehingga kalkulus banyak kegunaannya untuk
menyelesaikan masalah-masalah didalam kehidupan sehari-hari, misalnya di
bidang ekonomi, tehnik dan lain sebagainya.
Bahan ajar ini menyajikan kajian tentang konsep - konsep dasar materi / pokok
bahasan Kalkulus, khususnya limit, diferensial dan integral yang merupakan
materi yang harus dikuasai oleh Guru Matematika sehingga guru mampu
mengembangkan ketrampilan siswa dalam menentukan dan menggunakan limit,
diferensial dan integral. Oleh karena itu guru matematika SMK perlu memahami
pembelajaran Kalkulus di sekolahnya.
B. Tujuan
Setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan ( diklat ) ini peserta diharapkan
mampu mengembangkan konsep limit, diferensial dan integral dari kehidupan
nyata sehari-hari dan menjelaskannya dengan memberi contohnya.
C. Ruang Lingkup
Bahan ajar Pengantar Kalkulus dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi
guru matematika SMK dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar
Kalkulus. Hal-hal yang akan dibahas meliputi : Pengertian Limit Fungsi, Teorema
Limit suatu Fungsi, Kontinuitas Fungsi, Turunan suatu Fungsi, Beberapa Turunan
Fungsi, Turunan Tingkat Tinggi, Integral Tak Tentu dan Integral Tertentu.

Bab II
Pembahasan

Sejarah Kalkulus

SEJARAH KALKULUS
Kalkulus (Bahasa Latin: calculus, artinya batu kecil, untuk menghitung)
adalah cabang ilmu matematika yang mencakup limit, turunan, integral, dan deret
takterhingga. Kalkulus adalah ilmu mengenai perubahan, sebagaimana geometri
adalah ilmu mengenai bentuk dan aljabar adalah ilmu mengenai pengerjaan untuk
memecahkan persamaan serta aplikasinya. Kalkulus memiliki aplikasi yang luas
dalam bidang-bidang sains, ekonomi, dan teknik; serta dapat memecahkan
berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan aljabar elementer.
Kalkulus memiliki dua cabang utama, kalkulus diferensial dan kalkulus
integral yang saling berhubungan melalui teorema dasar kalkulus. Pelajaran
kalkulus adalah pintu gerbang menuju pelajaran matematika lainnya yang lebih
tinggi, yang khusus mempelajari fungsi dan limit, yang secara umum dinamakan
analisis matematika.
Sejarah
Sejarah perkembangan kalkulus bisa ditilik pada beberapa periode zaman,
yaitu zaman kuno, zaman pertengahan, dan zaman modern.
Pada periode zaman kuno, beberapa pemikiran tentang kalkulus integral
telah muncul, tetapi tidak dikembangkan dengan baik dan sistematis. Perhitungan
volume dan luas yang merupakan fungsi utama dari kalkulus integral bisa
ditelusuri kembali pada Papirus Moskwa Mesir (c. 1800 SM) di mana orang Mesir

menghitung volume piramida terpancung. Archimedes mengembangkan pemikiran


ini lebih jauh dan menciptakan heuristik yang menyerupai kalkulus integral.
Pada zaman pertengahan, matematikawan India, Aryabhata, menggunakan
konsep kecil takterhingga pada tahun 499 dan mengekspresikan masalah astronomi
dalam bentuk persamaan diferensial dasar. Persamaan ini kemudian mengantar
Bhaskara II pada abad ke-12 untuk mengembangkan bentuk awal turunan yang
mewakili perubahan yang sangat kecil takterhingga dan menjelaskan bentuk awal
dari Teorema Rolle. Sekitar tahun 1000, matematikawan Irak Ibn al-Haytham
(Alhazen) menjadi orang pertama yang menurunkan rumus perhitungan hasil
jumlah pangkat empat, dan dengan menggunakan induksi matematika, dia
mengembangkan suatu metode untuk menurunkan rumus umum dari hasil pangkat
integral yang sangat penting terhadap perkembangan kalkulus integral. Pada abad
ke-12, seorang Persia Sharaf al-Din al-Tusi menemukan turunan dari fungsi kubik,
sebuah hasil yang penting dalam kalkulus diferensial. Pada abad ke-14, Madhava,
bersama dengan matematikawan-astronom dari mazhab astronomi dan matematika
Kerala, menjelaskan kasus khusus dari.. deret Taylor, yang dituliskan dalam teks
Yuktibhasa.
Pada zaman modern, penemuan independen terjadi pada awal abad ke-17 di
Jepang oleh matematikawan seperti Seki Kowa. Di Eropa, beberapa
matematikawan seperti John Wallis danIsaac Barrow memberikan terobosan dalam
kalkulus. James Gregory membuktikan sebuah kasus khusus dari teorema dasar
kalkuluspada tahun 1668. Leibniz dan Newton mendorong pemikiran-pemikiran
ini bersama sebagai sebuah kesatuan dan kedua orang ilmuwan tersebut dianggap
sebagai penemu kalkulus secara terpisah dalam waktu yang hampir bersamaan.
Newton mengaplikasikan kalkulus secara umum ke bidang fisikasementara Leibniz
mengembangkan notasi-notasi kalkulus yang banyak digunakan sekarang.
Ketika Newton dan Leibniz mempublikasikan hasil mereka untuk pertama kali,
timbul kontroversi di antara matematikawan tentang mana yang lebih pantas untuk
menerima penghargaan terhadap kerja mereka. Newton menurunkan hasil kerjanya
terlebih dahulu, tetapi Leibniz yang pertama kali mempublikasikannya. Newton
menuduh Leibniz mencuri pemikirannya dari catatan-catatan yang tidak
dipublikasikan, yang sering dipinjamkan Newton kepada beberapa anggota
dari Royal Society. Pemeriksaan secara terperinci menunjukkan bahwa keduanya
bekerja secara terpisah, dengan Leibniz memulai dari integral dan Newton dari
turunan. Sekarang, baik Newton dan Leibniz diberikan penghargaan dalam
mengembangkan kalkulus secara terpisah. Adalah Leibniz yang memberikan nama
kepada ilmu cabang matematika ini sebagai kalkulus, sedangkan Newton
menamakannya The science of fluxions. Sejak itu, banyak matematikawan yang

memberikan kontribusi terhadap pengembangan lebih lanjut dari kalkulus.


Kalkulus menjadi topik yang sangat umum di SMA dan universitas zaman modern.
Matematikawan seluruh dunia terus memberikan kontribusi terhadap
perkembangan kalkulus.

Sejarah
Meskipun termasuk secara implisit dalam pengembangan kalkulus pada
abad ke-17 dan 18, gagasan modern limit fungsi baru dibahas oleh Bolzano, yang
pada 1817, memperkenalkan dasar-dasar teknik epsilon-delta. Namun karyanya
tidak diketahui semasa hidupnya.
Cauchy membahas limit dalam karyanya Cours d'analyse (1821) dan
tampaknya telah menyatakan intisari gagasan tersebut, tapi tidak secara sistematis.
Presentasi yang ketat terhadap khalayak ramai pertama kali diajukan oleh
Weirstrass pada dasawarsa 1850-an dan 1860-an, dan sejak itu telah menjadi
metode baku untuk menerangkan limit.
Notasi tertulis menggunakan singkatan lim dengan anak panah
diperkenalkan oleh Hardy dalam bukunya A Course of Pure Mathematics pada
tahun 1908.

TOKOH LIMIT
Gottfried Wilhelm Leibniz
(1646 1716)

Leibniz adalah anak seorang profesor filsafat moral, Friedrich Leibniz warganegara
Jerman. Ibu Leibniz adalah Catharina Schmuck, anak seorang pengacara. Ayah
Leibniz meninggal, saat Leibniz masih berusia 6 tahun dan dia dibesarkan oleh
ibunya. Nilai moral dan religius memegang peran penting dalam kehidupan dan
falsafah hidupnya, barangkali merupakan turunan dari ayahnya. Setelah sekolah,

Leibniz mulai mempelajari buku-buku peninggalan ayahnya, teristimewa bukubuku tentang metafisik dan theologi dari penulis-penulis Katholik maupun
Protestan. Leibniz tidak puas dengan sistem (filsafat) Aristoteles dan berusaha
mengembangkan ide-idenya. Tahun 1661, saat umur 15 tahun (tergolong jenius),
dia masuk universitas Leipzig dengan jalur minat hukum. Dua tahun kuliah di
bidang hukum ternyata tidak menarik hatinya dan waktunya lebih banyak
digunakan untuk membaca buku-buku filsafat, meski akhirnya dia lulus dalam
bidang hukum pada tahun 1663 sebelum pergi ke Jena.
Di Jena, di bawah bimbingan matematikawan sekaligus filsuf terkemuka, Erhard
Weigel, dia mulai memahami pentingnya pembuktian matematika terhadap logika
dan filsafat. Weigel percaya bahwa bilangan adalah konsep paling dasar dari alam
semesta dan ide-ide ini memberi pengaruh sangat mendalam bagi Leibniz.
Pertemuan dengan Christiaan Huygen
Bukan hanya Erhard Wiegel yang memberi pengaruh agar Leibniz menekuni
matematika. Peran Christiaan Huygen ternyata jauh lebih besar setelah mereka
bertemu pada saat Leibniz berumur 26 tahun di Paris. Pertemuan mereka berdua
dapat dikatakan tidak disengaja. Di sela-sela waktu pada saat kunjungan
diplomatik dan urusan lain, mereka bertemu. Mereka saling berbicara tentang
minat masing-masing. Huygens asalnya adalah seorang fisikawan, tapi karya-karya
terbaiknya justru terkait dengan horologi (ilmu tentang pengukuran waktu),
sebagai peneliti tentang gerakan cahaya, sekaligus seorang matematikawan.
Huygens memberi Leibniz makalahnya tentang kerja matematika pada pendulum
kepada Leibniz. Melihat kehebatan kekuatan matematika, Leibniz memohon
agar Huygens bersedia mengajarinya matematika. Setelah melihat besarnya
kemauan dan kejeniusan Leibniz, dengan senang hati Huygens bersedia.
Untuk memberi impresi kepada Huygens, Leibnez memamerkan hasil-hasil
penemuannya. Salah satu yang disebutkan adalah mesin penghitung yang
dikatakannya jauh lebih hebat dibanding buatan Pascal, yang hanya dapat
menangani tambah dan kurang; sedangkan mesin buatan Leibniz dapat menangani
perkalian, pembagian dan menghitung akar bilangan. Di bawah bimbingan
Huygens, dengan cepat Leibniz menemukan jati dirinya. Dia lahir sebagai seorang
matematikawan. Pelajaran dari Huygens sempat tertunda beberapa bulan saat
Leibniz harus bertugas di London sebagai Atase. Ketika di London, Leibniz

bertemu dengan para matematikawan Inggris sambil memamerkan hasil-hasil


karyanya. Seorang teman, matematikawan Inggris memperlihatkan hiperbola
Mercator kepadanya - salah satu bukti mengapa Newton juga menemukan
kalkulus, dimana kemudian hal ini memicu dirinya untuk menemukan kalkulus.
Suatu saat, dalam kunjungan ke London, Leibniz menghadiri pertemuan dengan
Royal Society, dimana dia menunjukkan kerja mesin hitung penemuannya.
Penemuan dan hasil karyanya itu membuat Leibniz diangkat sebagai anggota
Royal Society berwarganagara asing (bukan orang Inggris) sebelum dia pulang ke
Paris pada tahun 1673. Tidak lama kemudian, Leibniz dan Newton pada saat
hampir bersamaan diangkat menjadi anggota Akademi Sains Perancis
berwarganegaraan asing. Merasa puas dengan prestasi yang diraih Leibniz,
Huygens menyuruh anak didiknya ini terus menekuni matematika. Dalam
perpisahan dengan Huygens di Paris, guna kembali ke Hanover, Leibniz berjanji
akan menggunakan waktu senggangnya untuk menekuni matematika. Tahun 1676,
Leibniz mengabdikan dirinya pada Duke Brunswick-Luneburg. Newton dan
Leibniz, keduanya mengaku sebagai penemu kalkulus.
Leibniz Versus Newton
Newton memulai ide tentang kalkulus pada tahun 1660-an, tetapi karya-karya
tersebut tidak diterbitkan selama hampir 20 tahun. Tidak ada yang mengetahui
secara jelas, apakah Leibniz pada usia 33 tahun menemukan karya-karya
terpendam Newton pada saat melakukan kunjungan ke London, karena pada saat
itu pula dia sedang mengembangkan kalkulus, meski dengan versi sedikit berbeda
dari versi Newton, di mana temuan ini selalu diperdebatkan orang. Keduanya
memang pernah saling berkirim surat pada tahun 1670-an, sehingga sulit
ditentukan siapa mempengaruhi siapa. Teori yang mereka kemukakan memberikan
hasil akhir yang sama, namun notasi dan falsafah dasarnya - sangatlah berbeda.
Newton mengirim surat ke Leibniz yang memakan waktu lama untuk sampai di
tangan Leibniz. Surat ini berisikan hasil yang diperoleh Newton tanpa disertai
penjelasan cara dan metode memperolehnya. Leibniz segera membalas surat
tersebut, tapi Newton tidak menyadari bahwa suratnya baru diterima Leibniz, dan
diperlukan waktu 6 minggu untuk membalasnya. Balasan surat Leibniz ini
menyadarkan Newton bahwa dia harus menerbitkan metode perhitungan secepat
mungkin.
Newton menulis surat kedua pada tahun 1676, tetapi surat itu baru diterima Leibniz

pada Juni 1677 karena Leibniz sedang berada di Hanover. Surat kedua ditulis
Newton dengan nada lebih sopan yang menyebutkan bahwa bukan Leibniz yang
mencari metode kalkulus. Jawaban surat Leibniz berisikan prinsip-prinsip dasar
dan terperinci tentang diferensial kalkulus versinya, termasuk melakukan
diferensial fungsi atas suatu fungsi.
Kalkulus
Newton tidak menyukai perubahan yang sangat kecil (infinitesimal) menuju ke
tidak terhingga karena dianggapnya hanya remah-remah. Notasi os dari
Newton, pada persamaan-persamaan tentang perubahan (fluxion), karena sekali
waktu os beroperasi seperti halnya bilangan nol dan terkadang seperti bukan
bilangan nol. Perbedaan yang sangat kecil, lebih kecil dari bilangan positif yang
dapat anda beri nama tetapi tetap lebih besar dari nol. Bagi matematikawan jaman
itu, hal tersebut adalah konsep yang sangat aneh. Newton malu dengan persamaanpersamaan tersebut sehingga hal ini tetap disembunyikan rapat-rapat. Ternyata os
pada perhitungan hanyalah batu loncatan menuju penyelesaian suatu perhitungan.
Sebaliknya, Leibniz memperhatikan perubahan kecil ini, dan tetap terpakai dalam
semua perhitungannya; akhirnya derivatif y terhadap x bukanlah merupakan nisbah
bebas bilangan maha kecil ini dari perubahan (fluxion) y/x, tapi nisbah bilangan
maha kecil dy/dx. Kalkulus Leibniz, dengan dy dan dx dapat dimanipulasi seperti
layaknya angka biasa. Alasan ini kiranya dapat menjawab pertanyaan mengapa
para matematikawan lebih suka menggunakan notasi kalkulus Leibniz daripada
notasi kalkulus Newton. Pada diferensial Leibniz ada larangan apabila terjadi
0/0, hal ini harus dihindari, dimana hal ini tidak terdapat pada fluxion Newton.
Newton tetap bersikeras bahwa kalkulus adalah temuannya, namun Leibniz
menyatakan bahwa dia mengembangkan kalkulus versinya sendirinya. Keduanya
saling tuduh bahwa lainnya adalah seorang plagiat. Komunitas matematika Inggris

mendukung Newton dan menarik diri dari komunitas matematikawan benua Eropa
yang mendukung Leibniz. Akibatnya, Inggris mengadopsi notasi fluxion Newton
daripada mengadaptasi notasi diferensial Leibniz yang lebih hebat. Akibatnya
cukup fatal, kelak, pengembangan kalkulus di Inggris menjadi jauh tertinggal
dibandingkan negara-negara Eropa lainnya. Polemik tentang penemu kalkulus
terus berlanjut. Sampai akhirnya, akhir tahun 1713, Leibniz mengeluarkan pamplet
anonim, Charta Volans, yang menjelaskan posisinya sekaligus mengungkapkan
kesalahan Newton dalam memahami derivatif kedua atau derivatif yang lebih besar
lagi. Kesalahan ini juga diungkapkan oleh Johan Bernoulli. Tahun 1673, Leibniz
menyempurnakan notasi-notasi kalkulus versinya dan pada tahun 1675, dia
menulis manuskrip dengan menggunakan notasi: ?f(x)dx untuk pertama kalinya.
Tahun 1676, menemukan notasi: d(xn) = nxn? dx untuk integral dan pangkat n,
dimana sejak tahun ini pula dia menghabiskan sisa hidupnya di Hanover, kecuali
pergi untuk kunjungan-kunjungan ilmiah.
Menelaah Biner (binary)
Tahun 1679, Leibniz pertama kali mengenalkan sistem bilangan berbasis dua
(biner). Berawal dari korespondensi dengan Pere Joachim Bouvet, seorang jesuit
dan misionaris di Cina. Lewat Bouvet ini, Leibniz belajar I Ching (sudah ada 5000
SM), heksagram (permutasi garis lurus dan garis patah yang sebanyak 6 susun)
yang terkait dengan sistem bilangan berbasis dua. Yin dan yang pada heksagram
yang dilambangkan garis putus dan garis lurus digantikan dengan angka 0 dan
angka 1. Hasilnya heksagram dikonversi menjadi bilangan biner. Sistem bilangan
ini kelak, menjadi fondasi revolusi komputer. Ada versi lain yang mengatakan
bahwa Leibniz mengemukakan teori penciptaan alam semesta dari kehampaan
(void) lebih dari sekedar Tuhan/0 dan kehampaan/0, karena Leibniz berupaya
menggunakan pengetahuan itu untuk mengubah orang Cina agar mau memeluk

agama Kristen.

Istilah matematika Liebniz dalam biner ini tergolong sangat

kontroversial, barangkali pengaruh latar belakang keluarga dan pendidikannya


sangat besar. Begitu pula sikapnya terhadap bilangan imajiner (i atau v-1) yang
disebutnya dengan roh kudus. Dia sebenarnya memahami bahwa bilangan i
akhirnya mengungkapkan hubungan antara nol dan bilangan tidak terhingga.
Mesin penghitung Leibniz
Tahun 1667, Leibniz tinggal di Frankfurt, bekerja pada Boineburg yang menjabat
sebagai Sekretaris masyarakat alkimia Nurenburg. Di sini, selama bertahun-tahun,
Leibniz terlibat dengan berbagai poyek yang terkait dengan sains maupun politik.
Leibniz memulai membuat mesin penghitung, dimana pada tahun 1673 ditemani
keponakan Boineburg, dihadapan Royal Society (Inggris), guna mendemontrasikan
mesin penghitung yang belum selesai. Mesin penghitung versi Leibniz merupakan
penyempurnaan dari mesin penghitung ciptaan Pascal. Blaise Pascal menemukan
mesin penjumlah pada tahun 1642 dan pada tahun 1673, Leibniz menemukan
mesin yang dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian.
Tahun 1678 1679, dia terlibat proyek pengeringan air yang mengenangi
pertambangan di gunung Harz dengan menggunakan tenaga angin dan tenaga air
untuk mengoperasikan pompa. Proyek ini gagal karena kekuatiran para pekerjanya,
bahwa mesin-mesin ini mampu menggantikan pekerjaan mereka. Disiplin ilmu
geologi pertama kali muncul, yaitu saat Leibniz merangkum hasil kompilasi atas
pengamatannya di gunung Harz. Dia juga mengemukakan hipotesis-hipotesis
bahwa bumi terbentuk dari materi yang awalnya berbentuk cairan.
Karir Leibniz
Pengabdian Leibniz kepada keluarga Brunswick hampir sepanjang 40 tahun dari
kehidupannya. Leibniz mengabdikan dirinya ke dalam tiga profesi utama:

pustakawan, ahli sejarah dan orang pintar yang menjadi penasihat. Kiprah Leibniz
sebagai ahli sejarah adalah melakukan riset sejarah. Pekerjaan ini membuat dia
sering berkeliling Jerman, Austria bahkan sampai Italia pada kurun waktu 1687
1690. Saat mengunjungi Vatican, Leibniz ditawari Paus untuk menjadi pustakawan
Vatican. Tawaran ini ditolak karena mengharuskan Leibniz memeluk agama
Katholik, sehingga harus mengingkari karakteristik universal yang diyakininya.
Keinginannya untuk menyatukan kembali Protestan dan Katholik adalah sebuah
proyek besar baginya. Rekonsiliasi kedua agama yang ditempatkan pada
konferensi di Hanover tahun 1683 gagal karena keinginan masing-masing agama
untuk menguasai satu atas lainnya. Catatan kompetensi utama Leibniz sulit
dipahami orang. Ilmu ekonomi, philology (ilmu tentang sejarah bahasa atau studi
perpustakaan), hukum internasional (Liebniz adalah perintis bidang ini),
menentukan pertambangan sebagai industri penggerak perekonomian Jerman,
membangun pusat-pusat pendidikan, semuanya adalah minat-minat Leibniz.
Moralis yang tidak etis?
Setelah menyelesaikan suatu kunjungan tugas ke Paris pada tahun 1676, Leibniz
pulang ke Hanover lewat London dan Amsterdam. Sejenak, dalam persinggahan ke
kota terakhir ini, Leibniz yang memilih diplomat filsafat sebagai karir
terpanjangnya, ternyata terperosok dalam transaksi illegal. Leibniz melakukan
transaksi yang tidak diketahui dengan jelas apa yang dipertukarkan dengan
Benedict de Spinoza (1632 1677), tapi yang jelas tindakan Leibniz itu termasuk
melanggar etika. Yang paling parah adalah bahwa bahan itu menyangkut etika.
Leibniz tampaknya memendam keyakinan bahwa mendasarkan diri pada etika
adalah suatu cita-cita semua pihak. Pada saat itu Leibniz membawa salinan
ringkasan karya puncak Spinoza disebut setelah melalui klarifikasi, yang belum
dipublikasikan Ethica makalah perkembangan etika dalam membahas karya

geometri Euclid. Satu tahun kemudian, Spinoza meninggal dan Leibniz


menganggap keberadaan makalah itu laksana menerima bingkisan salah kirim dari
Amsterdam. Para pemerhati filsafat yang membaca karya itu setuju dengan apa
yang dikemukakan oleh Leibniz, tapi tidak mengetahui bahwa sebenarnya karya
tersebut adalah buah pikir Spinoza. Para pakar bidang etika menyebut bahwa
jangan terburu-buru menuduh Leibniz bersalah atau barangkali Liebniz
mengemukakan pemikiran-pemikirannya tentang etika terpisah dengan Spinoza.
Setidak-tidaknya ada dua contoh dalam matematika (fungsi ellips dan geometri
non-Euclidian) yang dapat dijadikan dasar pembuktian bahwa itu merupakan karya
Leibniz. Catatan harian dan surat-menyurat Spinoza yang dicari setelah
meninggalnya tidak cukup memberi bukti bahwa Leibniz bersalah.
Pengabdian akhir Leibniz
Pikiran Leibniz makin terbuka (berkembang) setelah lebih dari 25 tahun
berkecimpung dalam lautan filsafat. Tidaklah mengherankan bagi para pembaca
dan pemerhati kiprahnya, apabila mendengar bahwa Leibniz mencetuskan teori
monads (substansi dasar individu merefleksikan tatanan jagat raya replika
miniatur dari jagat raya) menyatakan tentang segalanya dalam alam semesta ini ada
dalam suatu tatanan.

Masih ditambah, melancong ke metafisika dengan

mencetuskan theorema optimisme - segala sesuatu (everything) diperuntukkan bagi


yang terbaik dengan semua yang terbaik dari semua dunia yang dimungkinkan.
Akan tetapi semua itu dilupakan orang karena barangkali dianggap mendahului
jamannya. Pada tahun 1759, penjabaran secara rinci didemontrasikan oleh Voltaire
(1694 1778) dengan karya besarnya Candide. Barangkali Theory of Everything
dari Stephen Hawking juga mengambil nama yang pernah dicetuskan Leibniz.
Siapa tahu?

Sumbangsih
Kalkulus tidak akan sempurna apabila tidak ada kiprah Leibniz. Minat Leibniz
yang sangat beragam ternyata membuka cakrawala baru bagi perkembangan ilmu
pengetahuan atau memunculkan disiplin ilmu baru. Hukum internasional, sistim
bilangan berbasis dua (binary) dan geologi adalah disiplin ilmu hasil cetusan dari
Leibniz. Belum lagi karya mesin hitung yang merupakan penyempurnaan buatan
Blaise Pascal mampu membuat orang jaman itu berdecak kagum.

Pengertian Limit Fungsi


Dalam kehidupan sehari-hari kita pernah mendengar kalimat-kalimat,
misalnya : kendaraan itu hampir menabrak orang yang sedang berjalan. Kata-kata
hampir, mendekati dan sebagainya dapat dijelaskan dengan pengertian limit
dalam matematika. Pengertian limit fungsi merupakan konsep dasar yang banyak
digunakan dalam kalkulus, khususnya dalam hitung diferensial. Pada suatu fungsi
y = f (x ), bagaimana perilaku f (x ); jika x mendekati c, tetapi xc. Sebagai
x2 1
x 1

ilustrasi kita ambil fungsi f(x) = x+ 1 dan g(x) =


dan kita cari berapa nilai
fungsi jika x mendekati 1, untuk itu kita buat tabel nilai f(x) dan g(x) untuk
macam-macam nilai x sebagai berikut :
x2 1
x 1

f(x) = x+1

0.9

1.9

0.9

1.9

0.95

1.95

0.95

1.95

0.99

1.99

0.99

1.99

0.999

1.999

0.999

1.999

1.001

2.001

1.001

2.001

g(x) =

1.01

2.01

1.01

2.01

1.1

2.1

1.1

2.1

Akan terlihat bahwa nilai f(x) mendekati 2 jika x mendekati 1 dan nilai g(x)
mendekati 2 jika x mendekati 1 dikatakan limit dari f(x) adalah 2 jika x mendekati
1 dan limit dari g(x) adalah 2 jika x mendekati 1 , masing-masing ditulis :
lim

x 1

lim

( x + 1) = 2 dan

x 1

x2 1
x 1

=2

Dari dua contoh limit fungsi tersebut , secara umum dapat dinyatakan bahwa :
lim

x c

f( x ) = L jika x mendekati c, maka f ( x ) mendekati L dan


ada serta x tidak perlu sama dengan c.

f (c) tidak perlu

lim

x c

Jika ditulis
f( x ) = L maka mengandung arti bahwa x mendekati dari dua
arah yaitu x mendekati c dari kanan dan juga x mendekati c dari kiri
Bentuk limit untuk x
dipahami bahwa :

dinamai limit di tak berhingga. Mudah

lim

lim

x = dan

1
x

=0

Definisi limit fungsi adalah sebagai berikut :


Fungsi f didefinisikan pada interval terbuka yang memuat c, mungkin pada c
tidak ada harga definisi. Limit f(x) adalah L untuk setiap x mendekati c, ditulis :
lim

x c

f( x ) = L Jika untuk setiap bilangan positif , bagaimanapun kecilnya akan

didapat bilangan positif sehingga

f ( x) L

dipenuhi oleh 0

xc

Contoh :
lim

x 4

1. Buktikan bahwa
( 3x -7 ) = 5 dengan menggunakan definisi tentang limit.
Penyelesaian :

Pembuktian terdiri atas dua bagian yaitu pertama ditunjukkan bahwa bilangan
4 adalah anggota interval f(x) dan kedua ditunjukkan bahwa untuk setiap bilangan
positif akan didapat bilangan positif sehingga

x4

(3 x 7) 5

dipenuhi oleh 0

f(x) = 3x - 7 mempunyai interval ( - , ). Jelaslah bahwa bilangan 4


anggota interval tersebut
b.
Harus ditunjukkan bahwa untuk 0 akan didapat bilangan 0 sehingga
a.

(3 x 7) 5

x4

dipenuhi oleh 0

Misalkan ditetapkan bilangan positif dan ditetapkan juga bilangan yang 0

1 sehingga 0
(3 x 7 ) 5

x4

1 Maka :

3 x 12

3( x 4)

3
(3 x 7) 5

Berarti untuk = /3 maka dipenuhi


. Jadi untuk bilangan
positif yang telah ditetapkan didapat bilangan yaitu = /3. Terbuktilah
bahwa untuk 0 yang ditetapkan didapat bilangan 0 sehingga
dipenuhi oleh 0

2.

x4

2 x2 4x 5
lim
x
4x2 7

Hitunglah :
Penyelesaian :

2x2 4x 5
lim
x
4x2 7

2 4 / x 5 / x2
lim
x
4 7 / x2

200
40

(3 x 7) 5

2
4

1
2

Teorema-teorema Limit Fungsi


lim

lim

x c

x c

Jika
f(x) = L dan
g(x) = M serta k, b adalah konstanta sembarang
maka berlaku teorema-teorema sebagai berikut :
lim

1.

x c

(kx+b)=kc+b

lim

2.

x c

lim

k f(x) = k

x c

f(x) = k.L

lim

3.

x c

lim

{ f(x) g(x) } =

lim

4.

5.

x c

6.

lim

x c

lim

x c

x c

f(x).g(x) =

lim g ( x)

f ( x ) n
n

f(x) .

x c

x c

lim

f(x)

x c

g(x) = L M

lim

lim f ( x)

f ( x)
lim g ( x)
x c
lim

x c

L
M

lim f ( x)

x c

g(x) = L.M

(M0)

f ( x)

x c

Ln

untuk n bilangan bulat positif sembarang

7.
=
berlaku jika L positif maka n harus bilangan bulat positif dan
jika L negatif maka n harus bilangan bulat positif ganjil
Contoh :
lim

a).

Hitung

x 1

( 2 3x + 4x2 x3 )

Penyelesaian :

lim

x 1

lim

( 2 3x + 4x2 x3 ) =

x 1

lim

2 -

x 1

lim

3x +

x 1

lim

4 x2 -

x 1

x3

= 2 (-3) +4(-1)2 ( -1)3 = 10


lim

b).

x 5

Hitung
Penyelesaian :
x 1 2
x5

Maka

x 5

x 1 2
x5

x 1 2
x 1 2

1
x 1 2

=
lim

x 1 2
x5

x 1 2
x5

1
x 1 2

lim

x 5

1
4

Limit Fungsi Trigonometri

1.

x
sin x

lim

x 0

x
sin x

Perhatikan limit fungsi


. Akan dicari berapa nilai dari
Perhatikan lingkaran dengan pusat O(0,0) dan jari-jari satu satuan berikut ini :
Y

Besar sudut pusat QOP adalah x

S
P

radisn. Ruas garis PR dan QS


tegak lurus sumbu x .

x
O

Koordinat titik-titik pada gambar


adalah: P(cos x,sin x), S(1,tan x) ,
R(cos x, 0) dan Q(1, 0)

Maka didapat :

Luas OPR luas sektor OPQ luas OSQ

1
2

atau :

cos x . sin x
1
2

Karena 0 x

1
2

. x. 12

1
2

tan x

maka sin x 0. Dengan demikian jika dikalikan dengan

2
sin x

maka didapat :
lim

x 0

lim

cos x
lim

1
lim

x 0

x 0

x
sin x

x 0

x
sin x

1
cos x

lim

x 0

1 atau

x
sin x

=1
Dengan cara sama di dapat rumus :
lim

2.
3.

x 0

x
lim
x 0 tan x
lim

4.

sin x
x

x 0

tan x
x

=1
=1
=1

Contoh :
lim

x 0

tan 3x
sin 6x

lim

=
=

x 0

tan 3x
3x

6x 3x
sin 6x 6x

3
tan 3x
lim
6 x 0 3x

lim

x 0

6x
sin 6x

1
2

. 1. 1 =

1
2

Kontinuitas Fungsi
Andaikan domain dari fungsi f(x) memuat suatu interval terbuka yang
memuat c maka : f(x) disebut kontinu di c jika dan hanya jika ketiga syarat berikut
dipenuhi yaitu :
f (c) ada

1.

lim

x c

2.

f(x) ada

lim

x c

3.

f(x) = f ( c )
Selanjutnya f(x) dikatakan kontinu pada interval terbuka ( a,b ) jika kontinu
pada setiap titik dalam interval tersebut.
Jika suatu fungsi f(x) tidak memenuhi syarat kontinu disebut fungsi
diskontinu.
Contoh 1:

Selidiki kontinuitas fungsi f (x) =

x2 4
x2

di x = 2

Penyelesaian :

Diselidiki apakah tiga syarat fungsi kontinu dipenuhi f (x) =

1.

0
0

f(2) = suatu harga tak tentu. Jadi f(2) tidak ada


Karena syarat 1 tidak dipenuhi maka f(x) diskontinu di x = 2

x2 4
x2

Dapat digambarkan sebagai berikut :

X
2

Contoh 2 :

Selidiki kontinuitas fungsi f (x) =

x2 1
x2 1

di x = 1

Penyelesaian :

f (1) =

12 - 1
12 1

1- 1
11

0
2

= 0 , ada

lim

x 1

x -1
2
x 1 x 1
lim

f(x) =

lim

x 1

f(x) = f ( 1 ) = 0
Jadi f(x) kontinu di x = 1

1-1
11

0
2

= 0 , ada

LIMIT FUNGSI ALJABAR


1. Pengertian Limit Fungsi Secara Intuitif
Limit dapat digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel fungsi yang
bergerak mendekati suatu titik terhadap fungsi tersebut.
Untuk dapat memahami pengertian limit secara intuitif, perhatikanlah contoh
berikut:

Fungsi f di definisikan sebagai f (x) =

x2 x 2
x2

Jika variabel x diganti dengan 2, maka f(x) =

0
0

(tidak dapat ditemukan)

Untuk itu perhatikanlah tabel berikut :

x
f(x
)

0
1

1,1
2,1

1,5
2,5

1,9

1,99

2.00

2,00

2,0

2,5

2,7

2,9

9
2,99

0
???

1
3,00

1
3,0

3,5

3,7

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa f (x) =

x2 x 2
x2

: mendekati

3. jika x mendekati 2, baik didekati dari sebelah kiri (disebut limit kiri)

maupun di dekati dari sebelah kanan (disebut limit kanan). Dapat ditulis :
lim

x2

x2 x 2
3
x2

2. Menentukan Limit Fungsi Aljabar Bila Variabelnya Mendekati Nilai


Tertentu
Menentukan limit dengan cara diatas tidaklah efisien. Untuk mengatasinya,
kita dapat menentukan nilai limit suatu fungsi dengan beberapa cara, yaitu:

a. Subtitusi
Perhatikanlah contoh berikut!
Contoh:

lim x 2 8
x 3

Tentukan nilai

Penyelesaian :
Nilai limit dari fungsi f(x) = x2 8 dapat kita ketahui secara langsung,
yaitu dengan cara mensubtitusikan x =3 ke f(x)

lim x 2 8
x 3

8 98
1

Artinya bilamana x dekat 3 maka x2 8 dekat pada 32 8 =9 8 = 1


Dengan ketentuan sebagai berikut:
lim f ( x) a

a) Jika f (a) = c, maka

b) Jika f (a) =

c) Jika f (a) =

c
0
0
c

xa

lim f ( x) ~

, maka

xa

lim f ( x ) 0

, maka

xa

b. Pemfaktoran
Cara ini digunakan ketika fungsi-fungsi tersebut bisa difaktorkan
sehingga tidak menghasilkan nilai tak terdefinisi.
Perhatikanlah contoh berikut!
Contoh:

Tentukan nilai

x2 9
lim
x 3 x 3

Jika x = 3 kita subtitusikan maka f (3) =

32 9 0

33 0

Kita telah mengetahui bahwa semua bilangan yang dibagi dengan 0 tidak
x2 9
x 3 x 3

lim

terdefinisi. Ini berarti untuk menentukan nilai

, kita harus

mencari fungsi yang baru sehingga tidak terjadi pembagian dengan nol.
Untuk menentukan fungsi yang baru itu, kita tinggal menfaktorkan fungsi
f (x) sehingga menjadi:

x 3 x 3 x 3.
x 3

x 3

1
x 3

x2 9
x 3 x 3

x 3 x 3
x 3

lim

lim

Jadi,

x 3

lim x 3

x 3

=3+3=6
c. Merasionalkan Penyebut
Cara yang ke-tiga ini digunakan apanila penyebutnya berbentuk akar
yang perlu dirasionalkan, sehingga tidak terjadi pembagian angka 0
dengan 0.
Perhatikanlah contoh berikut!
Contoh:
x 2 3x 2
x 2
x2

lim

Tentukan nilai

Penyelesaian:
x 2 3x 2
x2
x2

lim

x 2 3x 2 x 2
.
x 2
x2
x2

lim

lim

x2

3x 2 x 2

x2

x 1 x 2
x 2
x 2

lim

x2

lim x 1 x 2

x2

2 1.

22

=1.0
=0

d. Merasionalkan Pembilang
Perhatikanlah contoh berikut!
Contoh:
lim

x 1

Tentukan nilai

Penyelesaian:
lim

x 1

3x 2 4 x 3
x 1

3x 2 4 x 3
x 1

3x 2 4 x 3
x 1

lim

x 1

3x 2 4 x 3
3x 2 4 x 3

3x 2 4 x 3
lim
x 1 x 1
3x 2 4 x 3

x 1

x 1
3x 2 4 x 3

x 1

x 1
3x 2 4 x 3

lim

x 1

=
lim

x 1

=
lim

x 1

1
3x 2 4 x 3

3.1 2 4.1 3

1 1

1
11

1
2

3. Menentukan Limit Fungsi Aljabar Bila Variabelnya Mendekati Tak


Berhingga
Bentuk

limit

fungsi

aljabar

berhingga,diantaranya:
lim

x ~

f ( x)
g ( x)

lim f ( x) g ( x)

dan

x ~

yang

variabelnya

mendekati

tak

Untuk menentukan nilai limit dari bentuk-bentuk tersebut, dapat dilakukan


cara-cara sebagai berikut:
a. Membagi dengan pangkat tertinggi
lim

x ~

Cara ini digunakan untuk mencari nilai

f ( x)
g ( x)

. Caranya dengan

membagi f(x) dan g(x) dengan pangkat yang tertinggi dari n yang
terdapat pada f(x ) atau g (x).
Contoh:
Tentukan nilai limit dari:
4x 1
x ~ 2 x 1

lim

a.

4x 1
x~ x2 x

lim

b.

Penyelesaian:
4x 1
x ~ 2 x 1

lim

a. untuk menentukan nilai dari

perhatikan pangkat tertinggi

dari x pada f (x ) = 4x 1 dan g(x) = 2x + 1. ternyata pangkat tertinggi


dari x adalah satu.

lim

x ~

4x 1
2x 1

4x 1

x
x
lim
x~ 2 x
1

x x

1
x
lim
x~
1
2
x
4

1
~
1
2
~
4

40
20

b. Perhatikan fungsi h (x) =

4
2

4x 1
x2 2

=2

! Fungsi tersebut memiliki x dengan

pangkat tertinggi 2, yaitu x2 yang terdapat pada x2 2. jadi, untuk


4x 1
x~ x2 x

lim

menentukan nilai
dengan x2 .

lim

x~

4x 1
x2 x

4x 1
2
2
x
lim 2 x
x ~ x
2
2
2
x
x

4 1
2
x
x
lim
x~
2
1 2
x

4
1

~ (~) 2
2
1
(~)2

00
1 0

maka fungsi 4x + 1 dan x2 2 harus dibagi

0
1

= 0

b. Mengalikan dengan faktor lawan


lim f ( x) g ( x)

Cara ini digunakan untuk menyelesaikan

x ~

. Jika kita

lim f ( x) g ( x )

dimitai menyelesaikan

+ g (x)] dengan

x~

[f (x) g (x)]
[f (x) g (x)]

maka kita harus mengalikan [f (x)

sehingga bentuknya menjadi:

[f (x) g (x)]
lim f ( x) g ( x ) [f (x) g (x)]
x~

lim

[f (x)]

x ~

[g (x)] 2
f (x) g (x)
2

ataupun sebaliknya.

Contoh:
lim

Tentukan nilai dari

Penyelesaian:

x~

x2 2x x2 x

x2 2x x2 x

lim

x~

lim

x~

lim

x~

=
lim

x~

lim

x~

x2 2x x2 x

2 x2 1

x2 2x x2 x

3x
x 2x x2 x
2

3x
x
x2 2x

x2 x2

x2 x

x2 x2

3
1 0 1 0

x2 2x x2 x

x 2x x x
2

3
2

B. TEOREMA LIMIT
Teorema limit yang akan disajikan berikut ini yang sangat berguna dalam
menangani hampir semua masalah limit. Misalkan n bilangan bulat positif, k
sebuah konstanta dan f, g adalah fungsi-fungsi yang mempunyai limit di a
maka:

lim k k

1.

xa

lim x a

2.

xa

lim k

3.

x a

lim

f (x) = k

x a

f (x)

lim

4.

x a

lim

[f (x) g (x)] =

x a

lim

5.

x a

lim

xa

v [f (x) . g (x)] =

lim

8.

g (x)

lim

f (x) .

x a

g (x)

lim

, dimana

[f (x) ]n = [
n

x a

g(x) 0

x a

f (x)]n

f ( x) n lim f ( x)
xa

lim

x a

x a

lim

x a

x a

xa

f ( x)
f ( x) lim
x a
g ( x) lim g ( x)
x a

lim

f (x)

lim

6.
7.

lim

f (x)

dimana

0 untuk n bilangan genap

lim

x a

f (x) 0 untuk n bilangan ganjil

Contoh:

lim 3x x

Carilah

a.

Penyelesaian:

x4

lim

x 3

b.

x2 9
2x

lim 3x 2 x

a)

x4

lim 3 x 2 lim x

x4

x 4

(teorema 4)

lim x 2 lim x
x4

=3

x4

(teorema 3)

lim x lim x
2

x 4

=3

x 4

= 3. (4)2 4
= 3. 16 4

lim

x 3

x 9
2x

b)

(teorema 2)
= 44

x2 9

lim

(teorema 7)

x 3

lim 2 x

x 3

(teorema 6)

lim ( x 2 9)
x 3

2 lim x
x 3

(teorema 8 dan 3)

lim x 2 lim 9
x 3

x 3

2 lim x
x 3

(teorema 4)

(lim x) 2 lim 9
x 3

x 3

2 lim x

x 3

(teorema 7)

32 9
2.3

18
6

(teorema 1 dan 2)
3
2
6

1
2
2

Daftar Pustaka
Sartono, Wirodikromo Matematika Kelas XI (Erlangga)
Robiyatun, Alifah, Sinar (Siswa Rajin Belajar) (Sinar Mandiri: Klaten.tt)
Sudrajat, Asep, Prestasi Matematika 2 (Ganeca Axact: Bandung. 2000)