Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Membran plasma merupakan batas kehidupan, batas yang memisahkan sel hidup dari
sekelilingnya yang mati. Lapisan tipis yang luar biasa ini tebalnya kira-kira hanya 8nm.
Membran plasma mengontrol lalu lintas ke dalam 1embra luar sel yang dikelilinginya.
Seperti semua 1membrane biologis, 1membrane plasma memiliki permeabilitas selektif,
yakni 1embrane ini memungkinkan beberapa substansi dapat melintasinya dengan lebih
mudah daripada substansi yang lainnya. Salah satu episode paling awal dalam evolusi
kehidupan mungkin berupa pembentukan membrane yang membatasi suatu larutan yang
mempunyai komposisi yang berbeda dari larutan sekelilingnya, tetapi masih bisa melakukan
penyerapan 1embrane dan pembuangan produk limbahnya. Kemampuan sel untuk
membedakan pertukaran kimiawinya ini dengan lingkungannya merupakan hal yang
mendasar bagi kehidupan, dan 1membrane plasma inilah yang membuat keselektifan ini bisa
terjadi.
Semua 1membrane sel mempunyai struktur umum yang sama, terdiri atas lapisan
molekul ganda dari lipida dan protein. Secara umum, 1embrane plasma di bangun oleh
molekul-molekul lipida 52%, protein 40%, dan karbohidrat 8%. Membran plasma
mempunyai peranan yang sangat penting pada kehidupan sel. Peran membrane plasma yang
perlu mendapat perhatian adalah sebagai penyekat, pemilah, dan pengatur. Selain itu,
1membrane plasma juga berperan sebagai tempat terjadinya reaksi kimia, sarana komunikasi,
penerima, dan penerus informasi, serta 1embrane1 bahan masuk dan keluar sel.
Sedangkan komunikasi dan kontak antar sel dipengaruhi oleh berbagai struktur
dengan kata lain yaitu Cell junction (hubungan antar sel). Struktur hubungan antar sel berupa
modifikasi 1embrane plasma yang menyebabkan sel itu saling melekat pada posisi tetap
(fixed position) dan dapat pula sebagai alat komunikasi. Hubungan seperti ini merupakan
struktur yang umum terdapat pada hewan 1embrane (Vertebrata dan Invertebrata). Terdapat
berbagai tipe hubungan antar sel yang masing-masing mempunyai fungsi spesifik.
Oleh sebab itu, di dalam makalah ini akan dibahas mengenai 1membrane sel secara
keseluruhan mengenai susunan komponen-komponen membrane yang menyusun membrane,
1

dan membrane2antar membrane, serta mengetahui struktur hubungan antar sel dan tipe
hubungan antar sel yang spesifik.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini yakni :
a. Bagaimana struktur membrane plasma?
b. Komponen apa yang menyusun dari membrane plasma?
c. Apa fungsi membrane plasma?
d. Bagaimana proses transport molekul pada membran plasma?
e. Bagaimana struktur hubungan antar sel dan tipe hubungan antar sel?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
a) Mengetahui dan mempelajari struktur membrane plasma dan fungsi dari membrane
2sel.
b) Mengetahui susunan dari komponen-komponen membrane plasma yang menyusun
membrane plasma.
c) Mengetahui dan mempelajari ikatan antara komponen-komponen membrane sel.
d) Mengetahui macam-macam membrane antar membrane, contoh, dan faktor yang
mempengaruhinya.
e) Mengetahui dan mempelajari struktur hubungan antar sel dan tipe hubungan antar sel.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Struktur Membran Plasma


Membran sel sering juga disebut membrane plasma. Membran sel merupakan
bagian paling luar yang membatasi isi sel dengan sekitarnya (kecuali pada sel
tumbuhan, bagian luarnya masih terdapat dinding sel atau cell wall). Membran sel
berupa lapisan yang luar biasa tipisnya. Tebalnya kira-kira 8 nm. Dibutuhkan 8000
membran sel untuk menyamai tebal kertas yang biasa kita pakai untuk menulis. Lipid
dan protein merupakan bahan penyusun utama dari membrane, meskipun karbohidrat
juga merupakan unsur penting. Gabungan lipid dan protein dinamakan lipoprotein.
o Menurut Gortel & Grendel (1925) = Lipid bilayer
Membran berupa struktur yang membatasi sel, terdiri atas lipid yang mengandung
gugus polar dan gugus yang bersifat hidrofob.
Gugus polar mengarah ke bagian luar dari bilayer, sedangkan gugus hidrofob
(rantai asam lemak) berada di bagian tengah dari lipid bilayer.

o Menurut Davson & Danielli (1954)


Membran merupakan struktur lipid bilayer yang disisipi dengan protein globular
yang melintasi 3membrane dan terdapat pula protein di permukaan luar dan dalam
membrane.

o Menurut Singer & Nicholson (1972) = model membran fluid


Dalam konsep mozaik cair, matriks membrane terdiri atas dua lapisan lipida
protein globular yang tidak berkesinambungan dan saling menyesuaikan menurut
susunan yang teratur atau tidak teratur. Gugusan polarnya terletak pada permukaan
membrane yang kontak dengan cairan intra atau ekstraseluler, sedangkan gugusan
nonpolarnya menghadap 4embran dalam.

Saat ini model yang dapat diterima untuk penyusunan molekul-molekul


tersebut dalam membrane ialah model membrane fluida. Struktur membrane sel yaitu
model mozaik fluida yang dikemukakan oleh Singer dan Nicholson pada tahun 1972.
Pada teori mozaik fluida membrane merupakan 2 lapisan lemak dalam bentuk fluida
dengan molekul lipid yang dapat berpindah secara lateral di sepanjang lapisan
membrane. Protein 4embrane tersusun secara tidak beraturan yang menembus lapisan
lemak. Jadi dapat dikatakan 4membrane sel sebagai struktur yang dinamis dimana
komponen-komponennya bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai
bentuk interaksi semi permanen Komponen penyusun membrane sel antara lain
adalah protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.
4

Semua 5membrane sel mempunyai struktur umum yang sama terdiri atas lapisan
molekul ganda dari lipida dan protein. Lapisan lipidanya merupakan penghalang atau
membran bagi substansi-substansi yang akan menembus membrane, sedangkan
lapisan proteinnya menyediakan jalan bagi 5embrane5 substansi. Lapisan lipida dari
membrane sel terutama tersusun dari fosfolipida. Bentuk molekul fosfolipida
merupakan jepit pakaian. Fosfolipida ini merupakan molekul amfipatik yang artinya
salah satu ujungnya merupakan kepala molekulnya ( fosfat ) bermuatan positif dan
larut air ( polar, hidrofil ), sedangkan molekul lainnya terdiri dari 2 rantai asam amino
yang ujungnya merupakan ekor molekul yang bersifat sangat menolak air ( tidak larut
air, non polar, hidropobik ). Ujung-ujung yang hidropob saling bertemu di tengahtengah membrane. Seperti yang terlihat pada gambar berikut:

2.2 Komponen Penyusun Membran Plasma


1. Protein
Protein dalam 5membrane merupakan kunci untuk fungsi membrane secara
keseluruhan. Protein berguna terutama dalam transportasi bahan kimia dan 5embra
informasi di seluruh 5embrane. Setiap 5embrane memiliki kandungan protein yang
berbeda-beda. Protein bisa dalam bentuk perifer atau integral. Jumlah protein
berbeda pada tiap spesies dan bergantung pada fungsinya bagi spesies tersebut.
Terdapat 4 kelompok protein :
5

a. Protein perifer
Dapat ditemukan baik di dalam ataupun di luar permukaan 6membrane
yang membentuk ikatan nonkovalen dengan permukaan 6membrane. Substansi
yang merupakan persenyawaan dengan protein porifer :
Protein perifer atau yang telah bergabung

No

Letaknya

dengan substansi lain


Sitokrom C

1.

Permukaan luar dari


membran dalam
mitokondria.

2.

Spektrin
HPr Protein

3.

Permukaan luar membran


eritrosit.
Permukaan luar membran
bakteri.

D-Gliseraldehid-3 fosfat dehidrogenase


4.

Permukaan luar membran


eritrosit.
Permukaan luar dari

5.

Aldolase

6.

Ribosome

Sebelah tepi RE.

Nektrin

Permukaan darimembran

7.

membran eritrosit.

Streptococcus faecalis.

b. Protein integral
Dapat ditemukan di antara membrane dan memiliki daerah hidrofobik
yang menempel di antara membrane serta daerah hidrofilik yang menonjol dari
dua permukaan bilayer. Berfungsi untuk memasukkan zat-zat yang ukurannya lebih
besar.
c. Protein transmembran
6

Protein ini terintegrasi pada lapisan lipid dan menembus 2 lapisan lipid
atau transmembran. Bersifat

amfipatik,

mempunyai

sekuen helix

protein,

hidrofobik, menembus lapisan lipida, dan untaian asam amino hidrofilik. Banyak
diantaranya merupakan glikoprotein, gugus gula pada sebelah luar sel. Di sintesis
di RE, gula dimodifikasi di badan golgi.
d. Protein yang berikatan dengan lipid
Dapat

ditemukan

di

luar

7membrane

lipid

pada

ekstraseluler atau

sitoplasmik. Protein plasma memiliki fungsi antara lain sebagai berikut :


a) Protein pembawa (carrier) senyawa yang melewati membrane plasma,
b) Menerima isyarat (signal) hormonal,
c) Meneruskan isyarat tersebut ke bagian sel sendiri atau ke sel lainnya,
d) Sebagai pangkal pengikat komponen-komponen sitoskeleton dengan
senyawa-senyawa ekstraseluler.

Protein Membran

e. Gerakan protein membrane


1) D. Prye dan M. Edidin ( penambahan virus pada kultur sel) mengemukaka
bahwa protein membran tidak tetap letaknya secara lateral tapi dapat bergerak
ke arah lateral pada lapisan lemak.
7

2) Frye dan Edidin ( penggabungan sel manusia dengan sel tikus) mereka
mengamati penyebaran protein membran terjadi karena difusi, tidak
memerlukan ATP dan tidak dihambat oleh inhibitor metabolik.
3) G. Nicolson membuktikan beberapa protein integral tetap pada membran
karena di kekang oleh jalinan protein di bawah permukaan dalam membran.
2. Lipid
a. Fosfolipid
Molekul fosfolipid terdiri dari dua bagian, yaitu kepala dan ekor.
Bagian kepala memiliki muatan positif dan 8embrane serta bagian ekor tanpa
muatan. Bagian kepala karena bermuatan bersifat hidrofilik atau larut dalam air,
sedangkan bagian ekor bersifat hidrofobik atau tidak larut dalam air. Fosfolipid
digolongkan sebagai lipid amfipatik.

b. Kolesterol
Banyak terdapat pada 8membrane sel hewan (sekitar 50% dari molekul
lipid).

Membran

mengandung

sel

tumbuhan

kolesterol.

dan

Kolesterol

semua
lebih

sel
sedikit

bakteri

tidak banyak

dibandingkan lipida

membrane lainnya dan tidak terlalu bersifat amfipatik. Gugus hidroksil dari
kolesterol yang bersifat hidrofilik menentukan orientasi molekul ini pada
membrane sel. Gugus hidroksil berada pada bagian permukaan membrane.
Kolestrol pada membrane sel berfungsi untukmengatur fluiditas dan stabilitas
membran serta mencegah asam lemak lebih merapat dan mengkristal dengan
meningkatkan suhu pretransisi

Kolesterol
c. Gerakan Lipida Membran
Lipida lebih mudah bergerak pada membran dari pada protein.Molekul
lipida dapat bergerak beberapa mikron ke arah lateral dalam wakru 1-2 detik.
Molekul lipida yang mempunyai kontak langsung dengan protein membran
lebih sukar bergerak ( boundarylipid ). Ketidakstabilan membran di sebabkan
karena adanya lipida yang jenuh dan tak jenuh.
3. Karbohidrat
Karbohidrat pada membrane sel terdapat dalam bentuk yang berikatan
dengan lipid atau protein (glikolipid dan glikoprotein). Selain itu juga terdapat pada
permukaan sel dan berfungsi dalam interaksi sel dan sekitarnya. 9membrane
epitel glikolipid terdapat pada permukaan apical yang terpapar dan berfunsi unt uk
melindungi dari pH rendah dan degradasi enzim. Karbohidrat pada 9embrane
plasma terikat pada protein atau lipida dalam bentuk glikolipida dan glikoprotein.
Pada 9embrane plasma terkandung 2 10% karbohidrat. Karbohidrat dalam
lemak berfungsi untuk meningkatkan hidrofisilitas lemak dan protein. Peran
penting karbohidrat dalam berbagai aktivitas sel :

a) Sistim kekebalan
Karbohidrat pada Molekul karbohidrat bertanggung jawab
terhadap kekhasan sifat antigenis 9embrane sel. Sifat antigenis
ini berkaitan dengan membrane kekebalan (imun) tubuh dan
kemampuannya membedakan sel sendiri dari sel asing. Sel asing
dapat dikenali sebagai sel asing, karena glikoprotein pembentuk
9

membrannya memiliki karbohidrat yang berbeda dengan karbohidrat


glikoprotein pembentuk 10embrane sel penerima. Keadaan seperti
ini memacu tanggapan kekebalan.
b) Pengenalan sel
Karbohidrat mampu membedakan sel yang satu dengan
sel lainnya.

Struktur Karbohidrat
c) Kerangka Membran
Kerangka 10embrane atau disebut juga sitoskeleton
mempunyai tiga macam jenis yaitu mikrotubulus, mikrofilamen,
dan membrane intermediet.
d) Mikrofilamen (Filamen aktin)
Bersifat fleksibel, membrane aktin biasanya berbentuk
jarring atau gel. Aktin berfungsi membentuk permukaan membrane.

e) Mikrotubula
Mikrotubula atau mikrotubulus adalah tabung yang
disusun dari mikrotubulin.
f)

Filamen Intermediet

10

Berbentuk serat mirip tali, membrane intermediet


memberi kekuatan mekanis pada membrane sel.
2.3 Fungsi Membran Plasma
1. Kompertemenisasi
Membran sel merupakan selaput berkelanjutan dan tidak putus yang membatasi
dan menyelubungi suatu ruangan (kopertemen). Membran sel menyelubungi isi
seluruh sel, selain itu ada juga membrane yang membatasi nukleus dan ruangruang di sitoplasma. Ini kita ibaratkan sebagai ruang-ruang yang ada di dalam
gedung. ruang-ruang tersubut perlu di batasi oleh partisi atau tembok. Sehingga
kegiatan di masing-masing di satu ruangan dengan ruang yang lain. Di dalam
sel kompertemenisasi mutlak perlu ada, karena ruang-ruang di dalam sel berisi
cairan dan adanya percampuran cairan dari ruang-ruang tersebut merupakan
malapetaka bagi sel tersebut.
2. Interaksi Antar Sel
Pada organisme bersel banyak, membran sel bertanggung jawab terhadap interksi
antara sel satu dengan yang lainnya. Alat tubuh pada umumnya terdiri dari
macam sel yang berbeda yang harus bekerja sama untuk melaksanakan fungsi
keseluruhan. Membran sel menyilahkan sel untuk saling mengenal kemudian
saling bertukar substansi dan informasi dengan tidak memandang apakah sel sudah
terpakai di tempat tertentu, seperti dari jaringan.
3. Perubahan Energi
Perubahan satu bentuk energi menjadi bentuk energi lain merupakan hal yang
sangat penting dalam proses hidup, dan membran sel sangat terlibat dalam proses
ini. Hal yang sangat mandasar bagi semua kehidupan adalah kemampuan sel
tumbuh-tumbuhan untuk mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia
yang terkandung dalam Karbohidra. Sel hewan maupun tumbuh-t umbuhan juga
mampu untuk mengubah ener gi kimia dari karbohidrat tersebut manjadi ATP
atau senyawa lain berenergi tinggi. Proses pengikatan energi ini terjadi di dalam
mambran dari mitokondria dan kloroplas. Energi cahaya, termal, makanikal
diubah oloeh reseptor dari sistem saraf menjadi implus saraf yang merupakan
11

cara kumunikasi dalam sistem saraf tersebut. Meskipun mekanisme pengubahan


ini belum diketahui secara pasti, namun demikian membran sangat terlibat dalam
proses ini.
4. Transfer Informasi
Membran mempunyai peranan mentransfer informasi dari satu sel ke sel yang
lain. Di dalam membran teradapt reseptor yang mampu mengkombinasi dengan
mulekul tertentu dengan bentuk yang sesuai, seperti yang selalu

berkombinasi

dengan suatu subtrat yang sesuai. Sel yang berbeda mempunyai membran yang
memiliki reseptor yang juga berbeda, sehingga bermacam-macan resept or akan
berkombinasi dengan bermacam-macam ligand. Ligand adalah molekul atau ion
yang dapat berkombinasi dengan reseptor yang terdapat dalam membran. Ligand
yang paling banyak dipelajari adalah hormon, faktor tumbuhdan neurotrasmitter,
semuanya terikat pada membran sel tampa menembusnya. Interaksi antara
reseptor yang terdapat di membran sel dengan ligand y ang terdapat di luar sel dapat
menimbulkan stimulus baru yang terlibat dalam pengaturan bermacam-macam
kejadian dalam sel.
5. Penyediaan Enzim
Banyak yang terdapat
Contoh

dapat

dikemukakan

di dalam sel merupakan bagian dari membran.


di

sini

bahwah

Na-Kactivated ATPase

yang

berkaitan dengan pompa sodium dan kalium terdapat di dalam membran sel .
enzim sitokrom yang terlibat dalam respirasi merupakan bagian dari membran
dari mitokondria. Sebaliknya enzim monoamin oksidase yang menyebabkan
katekolamin tidak aktif hanya terdapat di bagian luar membran mitokondria.
Sejumlah protein dan glikoprotein banyak terdapat di dalam membran sel,
bertindak sebagai reseptor dari hormon dan benda penolak atau terlibat dalam
pengangkutan substansi ke dalam sel. Ditempatkannya enzim di dalam membran
sel mempunyai beberapa tujuan. Pada proses fosforilasi oksidatif yang terjadi di
mitokondria, transpor elektron yang paling efisien tercapai apabila enzim berada
saling berdekatan.
Bagian dalam membran menyediakan bantuan fisik dan orientasi yang
diperlukan. Protein dalam membran yang bertindak sebagai tempat pengikat bagi
12

bermacam-macam

ion,

asam

aminon

dan

gula dikenal

sebagai

carrier

dipandang sebagai mekanisme dalam proses dalam trnsporaktif.


Sistem enzim dalam membran pada umumnya disebut adenilsiklase yang
terdapat pada hampir semua jaringan mamalia kecuali sel darah merah. Aktivasi
terhadap adenilsiklase menimbulkan perubahan ATP menjadi adenosin monofosfat
siklik

(cAMP) didalam

selanjutnya

membawa

sel. Meningkatny a jumlah

pengaruh terhadap

respons

cAMP didalam
fisiologik

sel

dari sel,

misalnya:sistem enzim menjadi aktif, terjadi perubahan permeabilitas membran


terhadap substansi tertentu, terjadi sintesa atau sekresi hormon, sintesa protein.
6. Membran Sel Sebagai Perantara
Membran sel merupakan perantara bagi keluar masuknya

zat terlarut.

Kemampuan membran plasma meluluskan substansi tertentu masuk ke atau


keluar

dari

permeabilitas

sel,

tetapi

membatasi

selektif. Suatu

membran

pergerakan

substansi tertentu

dikatakan permeabel

terhadap

disebut
suatu

substansi tersebut. Permeabilitas membrane plasma tergantung dari :


a)

Ukuran Sel
Molekul berukuran besar tidak dapat menembus membrane plasma.

Molekul air dan asam amino berukuran kecil dengan mudah dapat
menembus membran plasma, tetapi kebanyakan protein yang merupakan
gabungan dari banyak asam amino tergolong molekul besar dan tidak dapat
menembus membran plasma.

b)

Kelarutan Dalam Lemak


Substansi yang larut

dalam menembus membran plasma dengan

lebih mudah dibandingkan dengan substansi lain. Hal ini sebabkan karena
membran plasma terdiri lapisan lemak. Contoh substansi yanglarut dalam
lemak : O, CO dan hormon steroid.
c)

Muatan Ion
13

Muatan ion yang akan menumbus membran plasma sangat


menentukan susah mudahnya ion tersebut masuk ke atau keluar dari sel.
Zat yang mempunyai muatan berlawanan dengan muatan membran plasma
akan di tarik ke arah membran plasma sehingga lebih muda menembus
membran plasma,tetapi bila ion mempunyai muatan sama dengan muatan
membran plasma akan di tolak oleh

membran plasma dan pergerakan ion

menembus mambran plasma sangat terbatas. Gejala ini seuai dengan hukum
fisika yang menyatakan bahwa dua muatan yang sama akan saling tolak
menolak dan dua muatan yang berbeda saling tarik menarik.
d)

Ada atau Tidak Adanya Mulekul Pengangkut


Beberapa protein yang disebut carrier maupun untuk mengikat

dan mengangkut substansi melintasi membran plasma.


2.4 Transport Molekul Membran Plasma
Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara
dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik
(CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul
lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik
membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.
Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu
lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan
transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme
khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.

Transpor pasif
Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien

konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan difusi
terfasilitasi merupakan contoh dari transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal
yang meningkatkan entropi atau ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran
yang lebih acak. Difusi akan berlanjut selama respirasi seluler yang mengkonsumsi
O2 masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut melintasi membran selektif yang arah
14

perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat terlarut total (dari hipotonis ke
hipertonis). Difusi terfasilitasi juga masih dianggap ke dalam transpor pasif karena zat
terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya.
a. Difusi
Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam
pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi
rendah. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar.
Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang
berdifusi dalam udara.
b. Osmosis
Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif
dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran
semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut,
yang

mengakibatkan

gradien tekanan sepanjang membran.

Osmosis

merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan
meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi
melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang
dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel
selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding
dengan tekanan turgor. Osmosis adalah suatu topik yang penting dalam biologi
karena fenomena ini dapat menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan
ke dalam dan ke luar sel.
c. Difusi Terfasilitas (Facilitated Diffusion)
Transport dengan cara difusi fasilitas mempunyai perbedaan dengan
difusi sederhana yaitu difusi fasilitas terjadi melalui carrier spesifik dan difusi
ini mempunyai kecepatan transport maksimum (Vmax). Suatu bahan yang
akan ditransport lewat cara ini akan terikat lebih dahulu dengan carrier protein
yang spesifik, dan ikatan ini akan membuka channel tertentu untuk membawa
ikatan ini ke dalam sel. Jika konsentrasi bahan ini terus ditingkatkan, maka
jumlah carrier akan habis berikatan dengan bahan tersebut sehingga pada saat
itu kecepatan difusi menjadi maksimal (Vmax). Pada difusi sederhana hal ini
15

tidak terjadi, makin banyak bahan kecepatan transport bahan maakin


meningkat tanpa batas.

Transpor aktif
Merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah

perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif


membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam
transpor aktif ialah channel protein dan carrier protein, serta ionophore.

Transport aktif terbagi atas transport aktif primer dan sekunder. Transport aktif
sekunder juga terdiri atas co-transport dan counter transport (exchange).
a. Transport aktif primer
Transport aktif primer memakai energi langsung dari ATP, misalnya pada
Na-K pump dan Ca pump. Pada Na-K pump, 3 Na akan dipompa keluar sel
sedang 2 K akan dipompa kedalam sel. Pada Ca pump, ca akan dipompa keluar sel
agar konsentrasi Ca dalam sel rendah.

b. Transport sekunder co-transport


16

Pada transport sekunder co-transport , glukosa atau asam amino akan


ditransport masuk dalam sel mengikuti masuknya Natrium. Natrium yang masuk
akibat perbedaan konsentrasi mengikutkan glukosa atau asam amino ke dalam sel,
meskipun asam amino atau glukosa di dalam sel konsentrasinya lebih tinggi dari
luar sel, tetapi asam amino atau glukosa ini memakai energi dari Na (akibat
perbedaan konsentrasi Na). Sehingga glukosa atau asam amino ditransport secara
transport aktif sekunder co-transport
c. Transport sekunder counter-transport
Pada proses counter transport/exchange, masuknya ion Na ke dalam sel
akan menyebabkan bahan lain ditransport keluar. Misalnya pada Na-Ca exchange
dan Na-H exchange. Pada Na-Ca exchange, 3 ion Na akan ditransport kedalam sel
untuk setiap 1 ion Ca yang ditransport keluar sel, hal ini untuk menjaga kadar Ca
intrasel, khususnya pada otot jantung sehingga berperan pada kontraktiitas
jantung. Na-H exchange terutama berperan mengatur konsentrasi ion Na dan
Hidrogen dalam tubulus proksimal ginjal, sehingga turut mengatur pH dalam sel.

Fagositosis
Proses aktif lain dimana sel memasukkan substansi melintasi membran disebut

fagositosis atau juga disebut makan sel. Pada proses ini uluran sitoplasma yang disebut
pseudopodia mendekap (melingkari) partikel padat di sebelah luar sel. Sekali partikel
dilingkari, membran melekuk ke dalam, membentuk kantong yang berisi partikel tersebut.
Kantong yang terbentuk ini disebut vakuola fagositik yang kemudian memisahkan diri
dari membran sel. Pada waktu bersamaan terjadi pencernaan partikel yang terdapat di
dalam vakuola fagositik. Partikel yang tidak tercerna dan zat ampas hasil metabolisme sel
disingkirkan dari dalam sel dengan fagositik terbalik. Phagocytosis umum dilakukan oleh
lekosit, makrofoga, sel hati, sel lemak, dan beberapa sel epitel dalam keadaan khusus.

Pinositik
Pada pinositik atau dikenal juga sebagai minum sel, substansi yang didekap lebih

merupakan larutan daripada partikel padat. Di sini tidak tampak adanya uluran sitoplasma
sehingga caranya adalah dengan menarik larutan ke permukaan membran. Membran
melekuk ke arah dalam dan melingkari larutan dan akhirnya terpisah dari membran.
17

Hanya beberapa sel saja yang mampu melakukan fagositosis, sedangkan kebanyakan sel
lainnya melakukan pinositosis. Pinocytosis umum berlaku bagi sel-sel epitel, terutama
pada sel dinding pembuluh kapiler darah Pergerakan substansi ke dalam sel dengan cara
fagositosis atau pinositosis disebut endositosis. Sedangkan pergerakan substansi ke arah
luar sel disebut eksositosis.
2.5 Hubungan Antar Sel (CELL JUNCTION)
Hubungan antar sel dipengaruhi oleh berbagai struktur. Struktur melekatnya

sel

merupakan modifikasi membrane plasma yang menyebabkan sel itu saling melekat pada
porsi tetap dan dapat pula sebagai alat komunikasi. Hubungan seperti ini merupakan
struktur yang umum yang terdapat pada hewan metazoa termasuk vertebrata dan
invetebrata.
Spesialisasi hubungan tersebut merupakan modifikasi permukaan sel sehingga
memungkinkan sel-sel dapat mengadakan komunikasi dengan sel sekitarnya. Berbagai
spesialisasi dapat merupakan pegangan untuk sel-sel yang berdekatan, menutup celah
ekstraseluler pada beberapa tempat dan dapat meneruskan impuls listrik. Berdasarkan
ukuran luas daerah spesialisasi dapat dibedakan menjadi:
a. Daerah Mocula yang berarti bercak
b. Daerah zonula yang merupakan daerah yang melingkar sekeliling sel seperti pita
c. Daerah ascia meliputi daerah yang lebih luas dari sekedar bercak.
Berdasarkan struktur membrane sel di bedakan menjadi tiga macam tipe ubungan
antar sel yaitu :
1. Daemososmes
2. Tight Juction (HUbungan menyatu)
3. Gap Junction (nexux)
1. Daemosomes
Desmodomes merupakan tipe hubungan antar sel yang berfungsi untuk
melekatkan sel yang satu dengan yang lain. Dalam pengamatan dengan mikroskop
cahaya desmosom nampak sebagai benda-benda yang berwarna gelap.
18

Pada desmosom kedua membrane yang berimpitan nemapak sejajar dan lebih
tebal, dipisahkan oleh rongga-rongga antar sel, bedanya rongga tersebut bervariasi
antara 200-300A dan berisi materi granuler dan materi padat yang berbentuk pita yang
disebut sentriol lamella, yang kaya akan karbohidrat. Dibawah membrane desmosom
terdapat cytoplasmic plaque yang merupakan pemadatan dari sitoplasma. Dan pada
tepi sitoplasma ada lapisan tebal yang dibentuk oleh materi berupa filament-filamen
dan dari lapisan ini terpencar mikrofilamen-mikrofilamen (onofilamen) yang
bentuknya mirip sapu yang mengarah ke dalam sel. Desmosom dapat dibedakan
menjadi:
a) Spot desmosome
Spot desmosom merupakan suatu struktur serupa kancing (dua kancing
yang berimpit) yang menghubungkan antara sel-sel yang berdekatan sehingga
kedua membrane menjadi terikat erat satu dengan lainnya melalui desmosom itu,
dan membrane plasma tetap terpisah sebagai suatu lembaran yang parallel dengan
jarak kurang lebih 30 nm. Fungsi dari spot desmosom adalah memberi dukungan
mekanis yang kuat dalam hubungan antar sel. Jika filament memperkuat
perlekatan ke dalam,sedangkan sentriol lamella memperoleh adhesi sel.

b) Belt Desmosomes
Belt desmosom merupakan pita yang berada diantara sel-sel sebagai
pengangikat sel-sel yang berdekatan. Pada sayatan melintang belt-desmosom
dapat dibedakan dari spot desmosom, karena pada belt desmosom kekurangan
daerah yang tidak tembus electron (electron opaque plaque) dan filamennya lebih
kecil yang disebut denga filament kontraktil yang mengandung aktin dan
mempunyai ruang antar sel berukuran kurang lebih 200A.
c) Hemiodesmosom
Hemidesmosom adalah yang komponennya

hanya

sebagian dari

komponen spot desmosom, atau dinamakan setengah desmosom (hal-desmosom)


yang berfungsi untuk melekatkan sel dengan jaringan ikat. Ditemukan pada
19

bagian dasar sel epitel yang melekat pada membrane dasarnya. Perlekatan ini
dibangun oleh satu lempeng protein yang berada si sitoplasma sel dan banyak
tonofilamen yang menembus membrane sel.

2. Tight Junction (hubungan menyatu)


Tigh Junction (Hubungan menyatu) ini dinamakan juga sebagai zonula accludens
yang pada umumnya terletak di bawah dekat permukaan atas (bagian afel) dari sel.
Hubungan kedua membrane sangat rapat sehingga pertemuannya terlihat sebagai garis
lurus,tidak ada ruang antar sel. Tight Junction terbentuk dari bergabungnya deretan
protein integral dari kedua membrane. Deretan molekul protein tersebut
dinamakansealingstrad. Tight Junction berfungsi sebagai segel dalam, dalam
hubungan antar sel dan dapat berperan sebagai penghalang gerak protein integral pada
membrane plasma. Hubungan ini terdapat pada jaringan yang melapisi rongga badan,
dinding-dinding pembuluh dan saluran empedu serta hati, seperti gambar di bawah
ini.

3. Gap Juntion (Nexus)

20

Merupakan tipe hubungan antar sel yang sangat rumit. Jarak antara dua membrane
plasma kurang lebih30A dan ruang antar sel ini ditembus oleh saluran-saluran halus
saluran tersebut tersusun oleh 6 sub-unit protein pada tiap membrane esaluran Gap
Junction berukuran sekitar 20A. Dengan adanya gap ini terjadilah komunikasi antar
sel. Melalui saluran tersebut, berbagai molekul (dengan BM 1000kebawah) dapat
melintas dari satu sel ke sel lain, seperti misalnya glukosa, hormone,vitamin, dan
asam amino.Hubungan seperti itu mempunyai fungsi adhesi seluler sehingga sel dapat
melekat satu dengan lainnya. Hubungan anatar sel tersebu tumum ditemui pada sel
hewan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
A)

Membran Plasma
Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma.

Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan
alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan
dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid bilayer)
dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui

21

membran sel. Semua membrans el mempunyai struktur umum yang sama terdiri atas
lapisan molekul ganda dari lipid dan protein.
Komponen utama membran sel terdiri atas Phosfolipid, selain itu terdapat
senyawa lipid seperti sfingomyelin, kolesterol, dan glikolipida. Phosfolipid memiliki
dua bagian yaitu bagian yang bersifat hidrofilik dan bagian yang bersifat hidrofobik.
Bagian hidrofobik merupakan bagian yang terdiri atas asam lemak. Sedangkan bagian
hidrofilik terdiri atas gliserol, phosfat, dan gugus tambahan seperti kolin, serin, dan
lain-lain.
Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion
secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul
hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara
itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan
substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.
Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan
terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara,
yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran
tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan
mekanisme khusus.

B)

Hubungan Antar Sel


Hubungan antar sel dipengaruhi oleh berbagai struktur. Struktur melekatnya

sel merupakan modifikasi membrane plasma yang menyebabkan sel itu saling melekat
pada porsi tetap dan dapat pula sebagai alat komunikasi. Struktur hubungan antar sel
umumnya terdapat pada hewan metazoa termasuk vertebrata dan invetebrata.
hubungan tersebut merupakan modifikasi permukaan sel sehingga memungkinkan selsel dapat mengadakan komunikasi dengan sel sekitarnya. Berdasarkan struktur
membrane sel di bedakan menjadi tiga macam tipe ubungan antar sel yaitu
Desmososmes, Tight Juction (HUbungan menyatu) dan Gap Junction (nexux).
3.2 Saran
22

Adapun saran penulis kepada pembaca agar pembaca dapat mengetahui bahwa
membrane plasma dan hubungan antar sel penting bagi kehidupan kita untuk di
pelajari dan di pahami secara mendetail.
Selain dari pada itu, penulis memohon maaf apabila terdapat kesalahan karena
penulis masih dalam proses pembelajaran. Dan kami berharapkan dengan adanya
makalah ini,dapat menjadi wacana yang membuka pola pikir pembaca dan memberi
saran yang sifatnya tersirat maupun tersurat.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Neil A, Reece , Jane B, and Mitchell, Lawrence G. 2002. Biologi, Edisi
kelima jilid 1. Jakarta: Erlangga.
("Hubungan Antar Sel," 2015; Putra, 2013)

23