Anda di halaman 1dari 83

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO


SEMARANG

Jaringan Nir-Kabel
(Wireless Network)
Dr.Eng. Yuliman
Purwanto, M.Eng.
Sila
bi
Sejarah Singkat
ALOHANET

Prof. Norm Abramson


Sejarah
Singkat
(lanjut)
Contoh :
MFJ 1278 Multi Mode Data Controller
(TNC)
Sejarah
Singkat
(lanjut)
Sejarah
Singkat
(lanjut)
Sejarah
Singkat
(lanjut)
Standar LAN Nir-Kabel
Standar IEEE 802.11 (lanjut)
Wireless LAN Throughput by IEEE Standard

Media Access Control


IEEE WLAN Over-the-Air Layer, Service Access
Standard (OTA) Estimates Point (MAC SAP)
Estimates
802.11b 11 Mbps 5 Mbps
802.11g 54 Mbps 25 Mbps
(when .11b is not present)

802.11a 54 Mbps 25 Mbps


802.11n 200+ Mbps 100 Mbps
c. HomeRF SWAP
d. Bluetooth
Masalah pada LAN Nir-Kabel
Multipath Propagation

Pt
s=
4πd 2
Multipath propagation :

Obyek Obyek

Sinyal langsung

TX RX

GROUND
2
 λ 
Pr = Pt  
 4πd 

λ
Path Loss

Semakin jauh jarak antara pemancar dan penerima,


semakin menurun sinyal yang diterima akibat rugi-
rugi di sepanjang jalan yang ditempuh.
Rugi-rugi untuk transmisi ruang bebas (free-space):
2
 4π  2 2
Lp =   f d
 c 

c = cepat rambat cahaya, f = frekuensi, dan d = jarak


antara pemancar dan penerima.

Rugi-rugi meningkat dengan kwadrat jarak.


L p = 32.4 + 20 log f + 20 log d (dB)
Antena :

λ2
Ar =

Pr = sAr
Pr = Pt − L p + Gt + Gr − Lt − Lr
Jenis Antena
Antena Omnidirectional

RFDG-140, 6.5 dBi 2.4GHz Pola horisontal Pola vertikal


Antena Sektoral

A2.45LP14, 180o
Antena Directional

YAGI

PATCH
PARABOLIC
Antena Directional

RFL-MANT19, 19 dBi
E
Polarisasi

E
E

H
Contoh Soal :
Sepasang kartu WaveLAN bekerja pada 915 MHz digunakan
untuk menghubungkan jaringan dengan jarak 10 km. Daya
keluaran pemancar 0.25 watt (+24 dBm), antena jenis Yagi (juga
pada penerima) dengan bati 10 dBi dan jalur transmisi kabel
LMR-400 sepanjang 50 ft (juga pada penerima). Berapakah daya
penerimaannya jika diandaikan kondisinya adalah free space ?
Solusi :
Dari tabel didapat rerugi kabel di frek. 915 MHz sebesar 1.95 dB
(dibulatkan menjadi 2 dB). Dengan memasukkan semua
parameter yang ada maka diperoleh path loss sebesar 111.6 dB
(dibulatkan menjadi 112 dB). Maka besarnya daya penerimaan :
Pr = 24 − 112 + 10 + 10 − 2 − 2 = −72 dBm
Nilai ini secara praktik masih cukup baik karena untuk sebuah
WaveLAN diperlukan spesifikasi penerimaan daya minimum
sebesar –78 dBm agar bisa menjamin BER yang rendah.
Path Loss pada Rantai Line of Sight (LOS)
Saluran Wi-Fi
Saluran Frekuensi Saluran Frekuensi
1 2412 MHz 8 2447 MHz
2 2417 MHz 9 2452 MHz
3 2422 MHz 10 2457 MHz
4 2427 MHz 11 2462 MHz
5 2432 MHz 12 2467 MHz
6 2437 MHz 13 2472 MHz
7 2442 MHz 14 2477 MHz
Saluran Wi-Fi
Zona Fresnel
Zona Fresnel (lanjut)

Fresnel Zone Clearance


(FZC) Wi-Fi yang bekerja
di Saluran-1 (2.412 GHz) :

Jarak Minimal
(km) Clearence
(m)
1 3.3
3 5.9
4 6.7
5 7.5
6 8.2
7 9.0
Waktu Tunda
Interferensi
Interferensi (lanjut)
Interoperabilitas Sistem
Wireless Fidelity :
Keamanan Jaringan
Keamanan Jaringan (lanjut)
Masalah Konektivitas Aplikasi
Masalah Instalasi
Arsitektur LAN Nir-Kabel
Contoh LAN Nir-kabel standar di dalam sistem jaringan :
Konsep dasar LAN nir-kabel :

Jaringan nir-kabel secara umum mirip dengan


jaringan Ethernet berkabel.
Arsitektur logis dari sebuah LAN nir-kabel :
Gambaran yang lebih rinci dari Physical Layer dan
Data Link Layer dalam sistem LAN nir-kabel :
Jenis Modulasi pada Sistem LAN Nir-kabel
Contoh pola pelompatan :
Waktu Pola lompatan : CABED
 

5 D
 
4                                                                                          E
 
3 B
 
2 A
 
1 C
 
  2.40 2.41 2.42 2.43 2.44
2.45
Frekuensi (GHz)
Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS)
Chipping code : 0 = 11101100011
1 = 00010011100
Data stream : 1001
Deretan yang dikirim :
 

00010011100 11101100011 11101100011


00010011100
  1 0 0 1
Dalam ranah frekuensi, sinyal ini akan tampak sebagai :
Orthogonal Frequency Division Multiplex (OFDM)
OFDM (lanjut) :
Macam-Macam Modulasi Geser Fasa :
Kanalisasi dan daya keluaran OFDM

Pita Nomor Frekuensi Daya Keluaran


Frekuensi Kanal Pusat Maksimum (dengan
(MHz) bati antena s/d 6 dBi)

Pita rendah 36 5180


40 5200 40 mW
44 5220 (2.5 mW/MHz)
48 5240
Pita tengah 52 5260
56 5280 200 mW
60 5300 (12.5 mW/MHz)
64 5320
Pita atas 149 5745
153 5765 800 mW
157 5785 (50 mW/MHz)
161 5805
Standar 802.11g
Standar 802.11n
Standar 802.11 lainnya :
Jenis Jaringan Nir-kabel

Single Cell
Multiple Cell Wireless LAN

AP AP AP
Physical Layer
Medium Access Control (MAC) Kirim
Data

Yes
Medium

Sibuk ? No
Random
Transmi Delay
t
Data

Tabrakan ? Yes

No

Transmisi
Data
Sukses
MAC (lanjut) :
 Tugas utama protokol MAC : mengatur penggunaan
medium lewat sebuah mekanisme akses saluran.
 Mekanisme akses saluran : cara membagi
penggunaan medium (saluran radio) oleh user.

Memberitahu setiap nodes kapan bisa mengirim


dan kapan menerima data.

 Setiap terminal mengecek data yang masuk : jika


tidak mendeteksi kesalahan maka harus mengirim
acknowledgement kembali ke terminal sumber.
 Jika terjadi kesalahan, maka protokol menjamin
bahwa terminal sumber akan mengirim ulang.
Carrier-Sence Multiple Access with
Collision Avoidance (CSMA/CA)
 Prinsip dasar : mendengar sebelum bicara dengan
sistem connectionless (asinkron)
 Cocok dengan protokol jaringan macam TCP/IP,
mampu mengadaptasi dengan baik kondisi trafik yang
berubah-ubah, dan tahan terhadap interferensi.
 CSMA/CA merupakan turunan dari CSMA/CD (Collision
Detection) yang merupakan dasar dari Ethernet.

Perbedaan utama terletak pada penghindaran tubrukannya :


pada Ethernet, selagi mengirim transceiver memiliki
kemampuan untuk mendengarkan dan bisa mendeteksi
tubrukan, sementara pada sistem nir-kabel saat mengirim
terminal tidak bisa mendengarkan sehingga protokol tidak
bisa mendeteksi tubrukan secara langsung.
Mekanisme akses saluran CSMA/CA :

 Protokol memulai kerjanya dengan mendengarkan saluran (di


sinilah proses carrier sense) dan jika memang kosong, ia akan
mengirim paket pertama.
 Jika saluran sibuk : node akan menunggu akhir transmisi yang
tengah dilakukan pada satu waktu yang acak (proses contention)
 Jika waktu untuk contention ini sudah habis dan saluran
kosong, maka node akan mengirimkan paket.
 Sistem nir-kabel tidak dapat START

melakukan pendeteksian tubrukan,


hanya penghindaran.
NAV = 0
Sistem radio memerlukan waktu No
antara menerima dan mengirim ?
data, maka waktu untuk contention
biasanya diatur lamanya (50 ms SENSE
pada 802.11 FHSS dan 20 ms pada THE
802.11 DSSS). MEDIUM

 Walaupun hal ini memperlama MEDIUM NO Random


waktu tunda contention, tetapi IDLE ? Backoff
bisa menurunkan tubrukan secara Time

signifikan.
TRANSMIT
 Tubrukan memang tidak bisa FRAME

dihindari secara total.


COLLISION YES
 CSMA/CA merupakan jaringan ad- ?
hoc (terisolasi) : tidak memerlukan
base station. Frame Transmission Successful
Retransmisi MAC
 Prinsip kerjanya sederhana : setiap kali sebuah node
menerima paket, ia akan mengirim kembali segera
sebuah pesan pendek (sebuah ACK) ke pengirim
untuk menunjukkan bahwa ia sukses menerima paket
tanpa kesalahan.
 Jika setelah mengirimkan sebuah paket ia tidak
menerima ACK maka ia tahu bahwa paketnya tidak
sampai/hilang dan ia harus mengirim ulang paket tsb.
(setelah melakukan contending lagi).
 Protokol MAC menggunakan mekanisme stop and
go: mengirim paket berikutnya hanya kalau paket
yang sedang dikirim telah di ACK oleh penerima.
MAC retransmissions in CSMA/CA :

 ACK “ditanam” di dalam protokol MAC, sehingga


tidak bertubrukan (contention mulai sesudah ACK).
 Paket broadcast dan multicast tidak akan ACK,
sehingga lebih mudah bertubrukan.
RTS/CTS
 Masalah biasanya timbul jika ada terminal yang tidak “terdengar”
oleh terminal lain, disebabkan oleh berbagai hal (hidden node).
 Hidden station, walaupun aktif, tidak dipedulikan oleh terminal lain
sehingga menimbulkan risiko tubrukan yang besar.
 Diatasi dengan RTS/CTS (Request to Send/Clear to Send) dengan
prinsip handshaking : sebelum mengirim paket, pengirim mengirim
RTS dan menunggu CTS dari penerima.
 Penerimaan CTS menandakan bahwa terminal bisa menerima RTS
sehingga paket dapat dikirim. Pada saat yang sama, semua node di
area penerima mendengar CTS (walau tidak bisa mendengar RTS)
sehingga mengerti bahwa sebuah transmisi sedang dilakukan.
 Inilah keunggulan collision avoidance dari RTS/CTS (disebut
juga virtual carrier sense) : semua nodes menghindari
pengaksesan sesudah mendengar CTS walaupun carrier
sense-nya menunjukkan bahwa mediumnya bebas.
RTS/CTS and hidden nodes in CSMA/CA :

 Keunggulan lain RTS/CTS : waktu tubrukan jauh lebih


pendek.
 Jika dua buah nodes ingin mengirim pada slot yang sama
dari contention window, maka RTS mereka akan bertubrukan
dan mereka tidak akan menerima CTS, maka mereka hanya
kehilangan RTS dan bukan seluruh paket.
Roaming dan Out of Range Forwarding
 MAC juga berfungsi sebagai pengendali akses (untuk
mencegah nodes yang tidak berizin untuk mengakses
jaringan), melakukan roaming, dan fungsi out of range
forwarding.
 Setiap node, untuk menghindari kebingungan di antara
AP perlu mendaftar ke salah satu access point yang
terdekat (atau yang terkuat sinyalnya).
 Roaming : jika node-nya bergerak/berpindah, secara
otomatis layanannya akan berpindah ke AP lain.
 Out of range forwarding : jika sebuah node ingin
berkomunikasi dengan nodes yang lain yang berada di
luar jangkauannya, maka AP akan meneruskan paket ke
jaringan kabel, menuju AP di mana nodes tujuan berada.
Roaming dan Out of Range Forwarding
Roaming dan Out of Range Forwarding
Roaming Approach

 Stasiun yang bergerak merasakan sinyal AP-nya


melemah
 Stasiun menggunakan fungsi scanning untuk mencari
AP lain atau menggunakan informasi dari scanning
sebelumnya.
 Jika telah mendapati AP baru, stasiun mengirimkan
Reassociation Request ke AP baru.
 Jika Reassociation Response berhasil baik, maka
stasiun telah sukses melakukan roaming. Jika gagal,
stasiun akan scanning mencari AP lain.
 AP mengindikasi Reassociation ke Sistem Distribusi.
 Informasi Sistem Distribusi diperbaharui. Secara
normal AP yang lama dicatat lewat Sistem Distribusi.
Radio MAC forwarding
Pustaka
[1] Jim Geier, “Wireless LANs”, 2nd Ed. SAMS Pub. Inc., 2002
[2] Walter R. Bruce III, Ron Gilster, “Wireless LANs End to End”,
Hungry Minds, Inc., 2002
[3] ARRL UHF/Microwave Experimenter's Manual (American
Radio Relay League, 1990).
[4] Hall, M.P.M., Barclay, L.W. and Hewitt, M.T. (Eds.),
Propagation of Radiowaves (Institution of Electrical
Engineers, 1996).
[5] Barry McLarnon, VE3JF, “VHF/UHF/Microwave Radio
Propagation: A Primer for Digital Experimenters”, Internet
sources, 2002.
[6] Jerry Fitzgerald, “Business Data Communications”, 4ed.,
John Wiley & Sons, Inc., 1993
[7] Herbert Taub & Donald L. Schilling, “Principles of
Communication Systems”, McGraw-Hill Inc., 1971.