Anda di halaman 1dari 7

GASTROINTESTINAL INFECTIONS (GI)

1.

Sebutkan beberapa bakteri yang lazim sebagai penyebab GTI. Dan jelaskan 3 sifat utama
kebanyakan bakteri yang dapat menimbulkan GTI.
Jawab:
Bakteri penyebab GTI
Virus: Rotavirus & Norwalk virus.
Bakteri: Salmonella, Shigella, Campylobacter, Yersinia, Vibrio & E. coli.
Parasit: Giardia lamblia, Entamoeba histolytica & Cryptosporidium.
3 sifat utama:
o Kemampuan memproduksi enterotoksin
o Kemampuan untuk menempel pada mukosa & menyebabkan peradangan
o Kemampuan untuk menyerang secara lengkap mukosa intestinal / usus
2. Apa yang saudara ketahui tentang terapi Rehidrasi, Terapi pendukung & Antimikroba yang
dapat diberikan untuk GTI.
Jawab:
a. Terapi cairan & elektrolit
Pengobatan utama untuk semua tipe infeksi diare adalah penggantian cairan &
elektrolit. Ada 2 tujuan utama dalam menangani pasien yang kehilangan cairan pada
GE, yaitu
Rehidrasi: penggantian cairan yang hilang merupakan pengobatan agresif dalam
menangani dehidrasi
Terapi pemeliharaan: penggantian terus menerus dari cairan & elektrolit setelah
pasien menderita dehidrasi.
Pasien dengan dehidrasi berat bisa membutuhkan 10-20 ml/kg bolus gram normal.
Cairan harus mengandung karbohidrat sebagai energi tambahan untuk
mengobati hipoglikemia.
Cairan IV dari KCl 20-40 mEq/l harus mengandung serum Kalium adequate
setelah kekurangan dapat diatasi.
Cairan mengandung sendok teh garam & 8 sendok teh gula dalam 1 liter
air.
4 sendok teh gula, sendok teh garam & 1 sendok teh Na2CO3 dalam
segelas orange jus pada 1 liter air. Cairan ini berisi Na2CO3 & mungkin lebih
baik untuk pasien hipokalemia.
b. Terapi pendukung
Penggunaan obat antidiare dalam pengobatan infeksi GTI GE tergantung pada
sebagian produk, agen yang menginfeksi & umur dari pasien. Antidiare seperti tinctur
opium, Loperamid & Diphenil atropin dianggap aman & dapat mengurangi frekuensi
BAB pada beberapa tipe dari infeksi self-limiting GE yang akut pada orang dewasa &
anak2. Bismuth subsalicylate (BSS) menghambat sekresi cairan akibat E.coli. AINS
(indometacin & aspirin) mengatur cairan & elektrolit yg hilang pada diare akut.
c. Terapi antimikroba
Tidak ada obat antimikroba yang efektif untuk viral GE. Penggunaan AB untuk
mengobati bakterial GE tergantung pada organisme penyebab infeksi, keparahan &
kekronikan pada proses infeksi serta efektivitas dari AB dalam mengurangi
keparahan / keadaan pembawa dari penyakit karena kebanyakan infeksi GE pada
pasien ambulatory adalah sel berat / telah menyebar, sehingga dengan keadaan lemah.

URINARY TRACT INFECTIONS (UTI)


1.

2.

Bedakan batasan UTI complicated dengan yang Uncomplicated dan berikan contoh
pengobatan untuk status masing2.
Jawab:
UTI Uncomplicated adalah infeksi dimana tidak ada kelainan struktural / neurologik
pada saluran kemih yang menganggu aliran normal dari urin dalam mekanisme/
sistem pengeluaran urin.
Terapi Eradikatif untuk Uncomplicated UTI:
a. Sefalosporin: Cefaclor, Cefadroxil, Cephalexin, Cepharadine.
b. Penisilin: Amoksisilin, Amoksisilin-Klavulanat, Ampisilin, Bakampisilin, Siklasilin.
c. Sulfonamid: Sulfacytine, Sulfamethizole, Sulfamethoxazole, Sulfisoxazole.
d. Tetrasiklin: Tetrasiklin, Doksisiklin, Minoksiklin.
e. Miscellanous: Cinoxacin, Asam Nalidiksat, Nitrofurantoin, Trimetoprim,
Trimetoprim-Sulfametaksazol.
UTI Complicated adalah hasil dari ketidaknormalan / penyimpangan saluran kemih,
karena adanya batu, penggunaan kateter yang lama, pembesaran kelenjar prostat,
kekurangan neurologik / infeksi dari saluran normal pasien dengan penyakit dasar /
yang diperoleh dari RS.
Terapi Eradikatif untuk Complicated UTI:
a. Aminoglikosida: Gentamisin, Tobramisin, Amikasin.
Spektrum: Gram Negatif, termasuk Pseudomonas aeruginosa.
b. Antifungi: Ampoterisin B (Candida), Flucylosine (Candida, Cryptococcus),
Fluconazole (Candida, Cryptococcus).
c. Sefalosporin: Sefazolin, Sefiksim, Sefotaksim, Seftizoksim.
d. Penisilin: Ampisilin (E. coli, Proteus), Karbenisilin-Indanil Sodium (Gram negatif,
Pseudomonas), Meklosilin, Piperasilin.
Sebutkan beberapa bakteri gram positif dan negatif yang dapat menyebabkan terjadinya
UTI.
Jawab:
Bakteri Gram Negatif: Escherichia coli, Proteus mirabilis, Klebsiella aerogenes,
Pseudomonas aeruginosa, Coliform lainnya.
Bakteri Gram Positif: Enterococci, Staphylococci, lainnya.

CENTRAL NERVOUS SYSTEM INFECTIONS (CNSI)


1.

2.

Tampilan

3.

SEXUALLY TRANSMITTED DISEASES (STDs)

Bedakan antara Meningitis dengan Enchepalitis.


Jawab:
Meningitis umum didefinisikan sebagai peradangan pada membran otak / spinal cord.
Sedangkan Encephalitis adalah peradangan pada jaringan otak.
Cara membedakan diagnosis antara infeksi Bakterial dengan infeksi Fungal serta dengan
infeksi Viral dalam kasus Meningitis.
Jawab:
White blood
cell
(106/liter(mm3
))

Bakterial

Keruh

>500

Fungal

Jernih

10-500

Viral

Jernih

10-500

Tipe
Polymorphonuclea
r
Mononuklear
termasuk limfosit
dan / atau monosit
Mononuklear
termasuk limfosit
dan / atau monosit

Protein
Meningkat

50%

Meningkat

Bervariasi

Normal /
meningkat

50%

Obat2 pilihan:

Bayi & Anak (2 bulan 10 tahun)


Remaja & Dewasa (>10 tahun)
Adanya trauma / pembedahan

Obat
Ampisilin / Penisilin + Aminoglikosida
Sefotaksim; Seftriakson; Seftisoksim;
Sefuroksim; Vankomisin; Nafsilin
Ampisilin & Kloramfenikol / Sefotaksim;
Seftriakson; Sefuroksim; Penisilin
Penisilin / Ampisilin / Sefotaksim; Seftriakson;
Seftazidim
1. Penisilin + Nafsilin + Aminoglikosida
2. Sefotaksim; Seftriakson; Seftazidim; Vankomisin
(alergi Penisilin)
1.
2.

Berikan 3 contoh penyakit yang tergolong STDs disertai obat2 pilihannya.


Jawab:
a. Chlamydia Trachomatis Infections
Urethris, Cervicitis, Proctitis & Conjunctivitis: Azithromisin (oral) / Doksisilin
(oral)
Kehamilan: Eritromisin (oral)
Infeksi neonatal (Opthalmia, Pneumonia): Eritromisin (oral / IV)
Limfomagranuloma: Doksisiklin (oral)
b. Gonococcal Infections
Uretral, Cervical, Rectal, faringeal & Optalmia: Seftriakson (IM)
Bacteremia, Artritis, Meningitis: Seftriakson (IV) dengan / tanpa Sefiksim (IV)
Opthalmia Neonatal: Seftriakson (IM) / Sefotaksim (IM/IV)
c. Syphilis
Awal: Benzatin penisilin G (IM)
Neurosifilis: Penisilin G (IV)
Congenital sifilis: Penisilin G (IM/IV) / Prokain Penisilin G (IM)

2.

Berikan gejala klinik untuk salah satu penyakit yang anda pilih.
Jawab:
a. Chlamydia Trachomatis Infections
Disebabkan oleh Chlamydia trachomatis.
Menyebabkan infeksi pada saluran kelamin, proctitis, konjungtivitas,
limfomagranuloma, venereum & Opthalmia Neonatal.
b. Gonococcal Infections
Disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae
Gejala pada pria: rasa terbakar pada saat urinasi & gangguan pus-like pada penis.
Pada wanita biasanya asimptomatis, namun infeksi serius dari struktur reproduksi
wanita (vagina, uretra, servik, ovarium & saluran fallopian) dapat terjadi, sehingga
berpengaruh pada sterilitas.
Bacteremia dapat terjadi pada kedua jenis kelamin ini, menyebabkan lesi pada
daerah mukosa, artritis & jarang meningitis & endocarditis.
c. Syphilis
Disebabkan oleh Treponema pallidum
Karakteristik: Sifilis terbentuk dalam 3 tahap, primer, sekunder & tersier. T.
pallidum masuk kedalam tubuh melalui penetrasi membran mukosa dari mulut,
vagina / uretra dari penis. Setelah masa inkubasi 1-4 minggu, luka primer, yang
disebut chancre, terbentuk ditempat masuknya. Chancre ini keras, merah,
protruding & sangat nyeri. Setelah beberapa minggu chancre sembuh secara
spontan, meskipun T. pallidum masih ada.

Rasio
glukosa
CSF/Serum

CT-scan & MRI adalah diagnostik untuk mendeteksi pembengkakan otak.


Prinsip utama yang harus diperhatikan dalam seleksi terapi Meningitis. Berikan contoh
obat2 pilihannya.
Jawab:
a. Pencapaian & pemeliharaan konsentrasi obat AB yang cukup dalam CSF / cairan
ekstraselular otak.
b. Aktivitas mikrobiologi AB saat dalam CNS
c. Penurunan / merubah respon peradangan dalam CNS
d. Secara efektif menangani komplikasi yang dihasilkan dari infeksi.
Usia
Neonatal (hingga 2bulan)

1.

Pengobatan:
a. Addisonian Crisis
Berdasarkan penggantian glukokortikoid, dengan /tanpa penambahan
penggantian mineralkortikoid. Hidrokortison 100 mg IV setiap 6 jam, biasanya
pasien akan stabil setelah 24jam & pada saat itu dosis dapat diturunkan menjadi
50 mg IV setiap 6 jam. Dosis perawatan Hidrokortison adalah 20-30 mg/hari
paling lama 4 / 5 hari.
Pemberian IV & glukosa direkomendasikan untuk merawat dehidrasi, shock &
hipoglikemi.

ADRENOCORTICAL AND OTHER HORMONAL DYSFUNCTION


1.

Bedakan terminologi medik antara Sindrom Cushing dengan Penyakit Addison. Dan
jelaskan tindakan terapi untuk masing2 kasus tsb.
Jawab:
a. Sindroma Cushing
Adalah manifestasi klinik dari peningkatan yang tidak tepat dan kronis dari level
serum kortisol. Gejalanya meliputi obesitas, moonface, ketidakteraturan menstruasi,
lemah otot, bersisik, perubahan psikologis, jerawat, kumis pada wanita, nyeri bagian
belakang, garis2 pada kulit, osteoporosis, hipertensi, renal calculi, batu empedu.
Diagnosis: Screening test: ditemukannya ikatan tinggi kortisol dengan corticosteroidbinding globulin (CBG). Dexamethasone Suppression Tests
Pengobatan: ada dua tipe pengobatan, yaitu:
1. Pengobatan dengan menghambat sekresi pituitari dari ACTH
2. Pengobatan dengan menghambat sekresi adrenokortikal dari kortisol
Obat
Siproheptadin
Bromokriptin
Aminoglutetimid

Metirapon

Mitotan
Ketokenazol

b.

Mekanisme kerja
Menghambat sekresi ACTH
Menghambat sekresi ACTH
Menghambat pembentukan
kortisol dengan memblok
konversi kolesterol menjadi
pregnenolon
Menghambat kortisol
dengan memblok tahap
akhir dari pembentukan
kortisol
Destruksi sel adrenokortikol
pada sintesis kortisol
Menghambat pembentukan
kortisol dengan memblok
konversi kolesterol menjadi
pregnenolon

Nama
Kerja singkat
Hidrokortison
Kortison asetat
Kerja sedang
Prednison
Prednisolon
Metilprednisolon
Triamsinolon
Kerja lama
Deksametason
Betametason

ES
Merangsang nafsu makan,
berat badan bertambah,
sedasi
Mual, hipotensi, sakit kepala
Letargi, mual, anoreksia,
sakit kepala, ruam kulit,
hipotensi, takikardia
Sedasi, ruam kulit,
hipertensi
Anoreksia, mual, muntah,
diare, letargi, penurunan
daya ingat, hepatoksisitas
Mual, muntah, lemah,
ginekomasti, hepatoksisitas

Penyakit Addison
Adalah ketidakcukupan/kekurangan adrenokortikal, merupaka penyakit yang
berbahaya dan dapat menyebabkan kematian dengan cepat apabila tidak diobati.
Manifestasi klinik: non spesisik: anoreksia, lemah, lemah & berat badan menurun.
Hiperfragmentasi pada kulit & membran mukosa. GI: mual, nyeri abdominal, diare &
muntah.
Diagnosis: Screening test: kadar ACTH tinggi dalam plasma. ACTH Stimulation Test
Kadar plasma ACTH: level ACTH biasanya meningkat sampai 55 pmol/liter
(250pg/ml) pada pasien dengan kekurangan adrenokortikol.

b.

2.

t biologi

Dosis ekivalen (mg)

8-12
8-12

20
25

18-36
18-36
18-36
18-36

5
5
4
4

36-54
36-54

0,75
0,60

Terapi perawatan
Hidrokortison 15-30 mg/hari dibagi dalam 2 / 3x/hari dengan dosis yang lebih
besar pada pagi hari. Prednison dapat dijadikan sebagai alternatif dengan dosis
5-7,5 mg/hari.

Bedakan pula terminologi medik dan prinsip terapi yang dipilih antara:
a. Hipertiroidisme dengan Hipotiroidisme
Jawab:
Sistem tubuh
Umum

Hipertiroidisme
Intoleransi pada panas, penurunan BB
walau nafsu makan meningkat,
berkeringat.

Kepala

Rambut tipis; tekstur halus

Mata

Pandangan kabur, lid lag, lid


retraction.
Pembesaran daerah goiter dengan
/tanpa getaran

Leher
Kardiak

Palpitasi, edema, meningkatkan detak


& tekanan sistolik

GI
Genitourinary
Extremitis

Diare, hiperdefekasi
Amenorhea / penurunan siklus haid
Pretibial myxedema, panas,
kelembaban kulit

Neuromuskular

Lelah, lemah, tremor

Hipotiroidisme
Intoleransi pada dingin, BB
bertambah walau nafsu makan
berkurang; rambut rontok serta
suara lemah; menurunkan
keringat; mudah capek
Rambut kering, rapuh & jarang;
penipisan dari aspek lateral pada
mata
Kelopak mata membengkak
Goiter pada hipotirodisme
primer tidak ditemukan pada
gangguan pituitari
Detak jantung lemah, dispnea,
pembesaran kardiak, nyeri
prekordial
Konstipasi
Menorhagia, dismenorhea
Pelebaran kaki&tangan, pretibial
myxedema, kulit terasa dingin &
kering, kuku rapuh & berwarna
kuning
Lemah, & lemah, paresthesias,

Emosi

Gugup, iritabilitas, kelabilan emosi,


insomnia & pemendekan siklus tidur

keterlambatan reflek tendon


dalam
Ketidakstabilan emosi, depresi,
letargi, menurunkan energi &
meningkatkan kebutuhan tidur

Hipotiroidisme

b.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan Mekanisme Umpan Balik Negatif dalam sistem
hormonal. Berikan salah satu contoh hormon2 apa yang saling berkaitan.
Jawab:
Mekanisme umpan balik negatif
Hipotalamus

Prinsip terapi:
Penyakit
Hipertiroidisme

3.

Pengobatan
Thioamid, Iodida, Antagonis Adrenergik, Radioaktif Iodin,
Pembedahan (Iodida, Thioamid / propanolol preoperasi sama
penurunan gejala), Kontras media Iodin
Kolesteramin, Kolestipol, Nitroprusid, Litium, Iodida, Amiodaron,
Ipodat, Sulfonilurea, Sulfonamid, PAS, Resorsinol, Fenilbutazon,
cabai alami (mengandung Tiosianat & Goitrogen lainnya)

Hiperparatiroidisme dengan Hipoparatiroidisme


a. Hiperparatiroidisme
Hiperparatiroidisme primer adalah sebuah karakteristik gangguan endokrin
dengan kelebihan ketidakkontrolan pembentukan hormon paratiroid (PTH)
dari adenomatous (keterlibatan kelenjar tunggal, 80%), hiperplastik
(keterlibatan kelenjar ganda, 20%) / malignan (<2%) kelenjar paratiroid.
Patogenesis: kelebihan pembentukan PTH disebabkan oleh hiperkalsemia &
hipopospatemia melalui mekanisme yang tergambar. Hiperkalsiuria terjadi
ketikaawal ginjal untuk reabsorpsi Ca adalah berlebih; Serum Ca 2,99
mmol/liter (29 mg/dl)
Tanda & gejala: GI (anoreksia, mual & muntah) & manifestasi neurologik dari
lemah, keterlambatan reflek tendon dalam, cacat mental.
Pengobatan: Hidrasi, penggantian kekurangan elektrolit; Diuretik (Furosemid);
Na-pospat; Mitramisin; Kalsitonin; Estrogen, Progestin; Glukokortikoid;
Indometasin; Dialisis; Banyak gerak; -bloker; simetidin; Bisphospatase;
Etidronat di-Na.
b. Hipoparatiroidisme
Penyebab utama dari Hipoparatiroidisme adalah pasca operasi / pembesaran
anterior leher.
Patogenesis: kekurangan produksi hormon PTH menyebabkan:
Penurunan reasorpsi tulang
Hiperpospatemia & hipopospaturia
Penurunan absorpsi intestinal dari Ca
Penurunan level dari aktif 1-25-OH-D3
Hipokalsemia & hiperkalsiuria
Alkalosis metabolik dari penurunan eksresi bikarbonat
Diagnosis: Hipoparatiroidisme pasti terinfeksi dengan hipokalsemia,
hiperpospatemia, ketidakterdeteksinya level dari PTH & sejarah operasi leher
sebelumnya.
Pengobatan: pemberian PTH secara oral disertai suplemen Ca & Vit. D untuk
meningkatkan absorpsi Ca. CaCO3 & Vit. D (Ergokalsiferol & Kolekalsiferol)

Pembentukan faktor X

Pituitari
Anterior

Hormon A

Organ target

Hormon B

Efek biologi

Faktor X merangsang pembentukan hormon A,


dimana rangsangan dilakukan oleh organ target,
sehingga menyebabkan pembentukan Hormon B.
Hormon B kemudian bekerja pada hipotalamus &
pituitari untuk menekan pembentukan faktor X dan
hormon A, oleh sebab itu penekanan pembentukan
hormon B itu sendiri.

c.

PEMILIHAN TERAPI
1.

Perbedaan karakter fisiologis yang berpengaruh kepada respon obat bagi pasien bayi,
lansia, wanita hamil & menyusui
a. Bayi
Pada usia ini perbedaan respon yg utama disebabkan belum sempurnanya berbagai
fungsi farmakokinetik tubuh. Contoh:
Fase biotransformasi hati (terutama glukuronidasi dan jg hidroksilasi) yg
kurang
Fase ekskresi ginjal (filtrasi glomerulus & sekresi tubuli) yg hanya 60-70%
dari fase ginjal dewasa
Kapasitas ikatan protein plasma (terutama albumin) yg rendah
Sawar darah otak dan sawar kulit yg belum sempurna
Dg demikian diperoleh kadar obat yg tinggi dlm darah & jaringan. Disamping itu,
terdapat peningkatan sensitivitas eseptor terhadap obat. Akbatnya terjadi respon yg
berlebihan atau efek toksik pd dosis yg biasa diberikan berdasarkan perhitungan
luas permukaan tubuh
b. Lansia
Absorpsi obat:
- Meningkatkan pH lambung
- Menurunkan permukaan absorpsi
- Menurunkan kecepatan aliran darah
- Menurunkan motilitas GI
- Menghambat waktu pengosongan lambung
Distribusi obat
- Meningkatkan lemak tubuh
- Menurunkan massa tubuh
- Menurunkan total air tubuh
- Menurunkan albumin serum
- Menurunkan output kardiak
Metabolisme obat
- Menurunkan aliran darah hati
- Menurunkan massa hati
- Menurunkan aktivitas enzim hati
Ekskresi obat
- Menurunkan aliran darah ginjal
- Menurunkan LFG
- Menurunkan sekresi tubular
- Menurunkan jumlah nefron

d.

2.

Wanita hamil
Perubahan pada ginjal, liver & saluran GI. Pada trimester, aliran darah ginjal
menjadi ganda, sehingga LFG menurun, akibatnya clearance obat dipecepat. Ada
beberapa obat dapat menurunkan metabolisme hati selama kehamilan. Motilitas
usus juga menurun, karena waktu transit intestinal untuk meningkatkan. Karena
transit lebih lama, maka dibutuhkan waktu tambahan bagi obat untuk di absorpsi.
Wanita menyusui
1) Sekresi obat ke ASI
Pd umumnya banyak obat yg disekresikan kedalam ASI dg kadar : pd ASI
< plasma
Keberadaan dalam ASI sukar dideteksi karena kadarnya rendah
Pasien dg gagal ginjal : konsentrasi dlm ASI >>
Beberapa obat disekresi dalam bentuk tidak aktif
2) Konsentrasi obat mencapai ASI tergantung pada
Dosis obat
Half life obat
Ikatan dg protein plasma
Berat molekul
Kelarutan didalam lemak
Perbedaan pH antara plasma dan ASI
3) Pengaruh obat pada proses laktasi (pembuatan ASI)
Dapat meningkatkan atau menurunkan produksi ASI
Meningkatkan ASI
Metoklopramid
Oxytocin
Menurunkan ASI
Bromocriptin
Levodopa
Diuretik
Alkohol

Obat2 yang perlu perhatian / tidak harus diberikan bagi pasien bayi, lansia, wanita hamil
& menyusui
a. Bayi
Obat
Androgen
Aspirin & salisilat lain
Kloramfenikol
Glukokortikoid
Fluorokuinolon
Heksaklorofen
Asam nalidiksat
Fenotiazid

ES
Pubertas prematur pada pria, menurunkan tinggi pada remaja d
epiphyseal closure
Intoksitas dari overdosis akut (asidosis, depresi nafas hiperterm
sindrom pada anak dengan chickenpox / influenza
Gray sindrom (neonates & infant)
Menghambat pertumbuhan dengan penggunaan jangka lama
Tendon rupture
Toksisitas CNS (infant)
Erosi cartilage
Kematian mendadak pada infant

Sulfonamide
Tetrasiklin

b.

Kernikterus (neonatus)
Kuning pada gigi

Lansia

c.

Wanita hamil
- Penghambat ACE
- Antikanker / Immunosupresan: Aminopterin, Busulfan, Sikloposfamid,
Metrotrexat
- Antiseizure: Karbamazepin, Fenitoin, Trimethadion, Asam valproat
- Derivate Vit. A: Etretinat, Isotretinoin, Vit. A
- Obat lain: Alkohol (dosis tinggi), Kokain (dosis tinggi), Litium,
Tetrasiklin, Talidomid, Warfarin
- Hormon seks: Estrogen, Progestin, Androgen

d.

Wanita menyusui: Obat yg biasa digunakan dan hendaknya dihindari oleh wanita
yg sedang menyusui
Amiodaron

Kandungan iodine dapat menyebabkan hipotirodisme neonatus

Aspirin

Resiko teoritis sindrom Reye

Barbiturat

Mengantuk

Benzodiazepin

Latargi

Karbimazol

Gunakan dosis efektif terendah untuk menghindari


hipotiroidisme

Kontraseptif
(kombinasi oral)

Dapat mengurangi produksi air susu dan menurunkan


kandungan nitrogen dan protein

Obat sitotoksik

Masalah yg mungkin timbul adalah penekanan imun dan


neutropenia

Efedrin

Iritabilitas

Tetrasiklin

Risiko teoritis perubahan warna gigi

VIRAL DESEASE Non HIV dan HIV


1.

2.

3.

Berikan contoh obat2 antiviral pilihan untuk:


a. Herpes simplex: Acyclovir
b. Hepatitis kronik: Interferon -2b
c. Infeksi Cytomegalovirus: Ganciclovir / Foscarnet
d. Infeksi Varicella zoster: Acyclovir, untuk yang resisten Acyclovir gunakan
Foscarnet
Jelaskan mekanisme kerja farmakodinamik & ES yang lazim timbul pada pemberian
Interferon Alpha.
Jawab:
Interferon manusia adalah senyawa alami yang muncul dengan komplek antiviral,
menstimulir pembentukan daya tahan tubuh & kerja antineoplastik. Mempunyai 3 kelas,
yaitu Alfa, Beta & Gamma. 3 bentuk Interferon alfa, yaitu alfa-2a (Roferon-A), alfa-2b
(Intron A) & alfa-n3 (Alferon N).
Mekanisme dari kerja Antiviral:
Interferon alfa mempunyai efek ganda dalam siklus replikasi virus. Setelah berikatan
dengan membran sel inang, obat memblok:
- Masuknya virus kedalam sel
- Sintesis dari RNA virus pesan & protein virus
- Perkumpulan & pelepasan virus
Farmakokinetik:
Tidak diabsorpsi secara oral, tapi pemberian secara parenteral (IM & SM). Tingkat
plasma obat 4-8 jam. Inaktivasi muncul secaracepat pada cairan tubuh & jaringan.
Efek samping:
Menyebabkan sindrom seperti flu dengan ciri2:
- Demam
- Fatigue
- Mialgia
- Sakit kepala
- Menggigil
Gejala dapat diminimal dengan terapi yang berkelanjutan.
Beberapa gejala (demam, sakit kepala, mialgia) dapat dikurangi dengan Asetaminofen.
Beberapa ES lain: anoreksia, kehilangan berat badan, diare, sakit perut, dizziness &
batuk. Pemberian lama / dosis tinggi dapat menyebabkan menekan sumsum tulang;
neurotoksik termasuk fatigue & depresi; rambut rontok; kegagalan fungsi tiroid &
mungkin kardiotoksisitas.
Jelaskan persamaan & perbedaan antara HIV Infection dengan AIDS.
Jawab:
HIV (Human immunodeficiency virus) adalah mikroba yang AIDS. HI V menyebabakan
defisiensi imun dengan membunuh limfosit CD4 T (sel CD4 T) yang dibutuhkan untuk
respon imun. Hasil dari defisiensi imun, pasien mempunyai resiko infeksi & neoplasma.
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah suatu sindrom pada individual
yang positif HIV serta:

4.

Jumlah sel CD4 T dibawah 200 sel/l, atau


Mempunyai penyakit yang menyertai, yaitu Pneumocystis carinii pneumonia,
Cytomegalovirus retinitis, Disseminated histoplasmolisis, TBC & Kaposis
sarcoma.

Jelaskan tentang klasifikasi obat Antiretroviral & berikan regimen pilihan untuk
Multidrug therapy awal untuk infeksi HIV.
Jawab:
Klasifikasi Obat Antiretrovirus:
a. Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTI)
Didanosin = Videx
Lamivudin = Epivir
Stavudin = Zerit
Zalcitabine = Hivid
Zidovudin = Retrovir
b. Non-nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (Non-NRTI)
Delavirdin = Rescriptor
Nevirapin = Viramune
c. Protease Inhibitors
Indinavir = Crixivan
Nelfinavir = Viracept
Ritonavir = Norvir
Saquinavir = Invirase
Pilihan untuk Multidrug therapy awal untuk infeksi HIV:
a. Regimen pilihan: 1 PI + 2 NRTI
Ke-3 obat tsb harus mengandung 1 PI & 2 NRTI sehingga memberikan manfaat
klinik & mereduksi plasma HIV RNA dibawah batas aman pada sebagian besar
pasien yang diterapi dengan obat ini.
Protease Inhibitors
Kombinasi NRTI
Indinavir
Zidovudin + Didanosin
Nelfinavir
Zidovudin + Zalcitabin
Ritonavir
Zidovudin + Lamivudin
Saquinavir
Stavudin + Lamivudin
Stavudin + Didanosin
b. Regimen alternatif: 1 NNRTI + 2 NRTI
Ke-3 obat harus mengandung 1 NNRTI & 2 NRTI dapat menurunkan plasma HIV
RNA pada batas tidak aman diberbagai pasien, tapi efek antiviral mungkin tidak
terus menerus seperti pada regimen pilihan.
NNRTI
NRTI
Nevirapin
idem dengan atas
Delavirdin