Anda di halaman 1dari 15

KUTIPAN DAN SISTEM RUJUKAN DALAM KARYA ILMIAH

DISUSUN OLEH :
EVA FIRDA KHAIRUNISA

1515401053

NAVYANATA MUTIARA AGUSTIN

1515401065

PUTRI WIDYA PURNAMA SARI

1515401067

SINTA AGUSTINA

1515401071

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG


JURUSAN DIV KEBIDANAN
TAHUN 2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan
rahmat dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan
makalah ini. Tidak lupa kami ucapkan kepada dosen pembimbing dan temanteman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini jauh dari sempurna
dan disana sini masih banyak kekurangan dan kesalahan, oleh sebab itu kami
sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca.
Pada kesempatan ini juga kami tak lupa mengucapkan terima kasih. Dan
semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan
teman-teman. Amin.
Bandar Lampung, September 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ......................................................................................i
KATA PENGANTAR ....................................................................................ii
DAFTAR ISI ................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang ..............................................................................1

B.

Rumusan Masalah .........................................................................3

C.

Tujuan ............................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN
A.

Kutipan ..........................................................................................4

B.

Sistem Rujukan ..............................................................................6

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan....................................................................................9
B. Saran .............................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Bahasa indonesia merupakan salah satu bahasa yang mempunyai struktur

yang baik, hal tersebut dapat terlihat dari unsur-unsur yang sangat terkait satu
sama lain. Unsur-unsur yang terkait ini tersebut memegang peran penting dalam
menjaga keutuhan bahasa indonesia itu sendiri. Dalam perkembangannya bahasa
indonesia saat ini telah mengalami beberapa perubahan, seperti dalam penggunaan
ejaan, tata bahasa, penambahan kata-kata baru, dan sebagainya. Dalam hal ini
kami berusaha membahas kembali beberapa unsur yang terkait seperti kutipan,
catatan kaki, dan daftar pustaka. Pembahasan ini kami latar belakangi karena saat
ini hampir sebagian besar penulis sebuah karya atau karangan ilmiah kurang
memahami betul kaidah-kaidah yang benar dalam penulisan ketiga unsur tersebut.
Oleh sebab itu, kami rasa penting untuk mengingatkan kembali kepada penulis
dan pembaca agar memperhatikan sebuah aturan dan kaidah penulisan yang benar.
Bahasa yang baik dan benar itu bahasa yang mempunyai keterkaitan dalam 9
aspek penting yaitu:
1. Ragam Bahasa
2. Ejaan Yang Disempurnakan
3. Diksi
4. Kalimat Efektif
5. Alinea / Paragraf
6. Perencanaan penulisan karangan ilmiah
7. Kerangka karangan
8. Kutipan dan Sistem Rujukan
9. Abstrak dan Daftar pustaka
Salah satu aspek di dalam penulisan bahasa adalah tentang kutipan dan
sistem rujukan. Kutipan dan sistem rujukan sangat berperan penting dalam sebuah
penulisan bahasa terutama dalam pembuatan karya ilmiah. Penulisan karya ilmiah
merupakan salah satu bentuk pengabdian seseorangkepada keabadian perubahan.
Melalui tulisan karyailmiah, seseorang sedangmenginformasikan ide, argumentasi

ataupun temuan dari hasil kegiatan ilmiahkepada pembaca. Dengan membaca


tulisan karya ilmiah, pembaca memperolehsejumlah informasi untuk
diimplementasikan dalam kehidupan sehar-hari. Untukitu, penulisan karya ilmiah
mempunyai fungsi transformasi dan kreasi ilmiahuntuk merubah perilaku individu
maupun masyarakat.
Penulisankaryailmiah harus diawali oleh serangkaian kegiatan
ilmiah,sehingga isi tulisan karya ilmiah merupakanpengetahuan yang sahih
(valid).Kegiatan ilmiah merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh
fakta,konsep, generalisasi dan teori yang memungkinkan manusia dapat
memahami fenomena dan menyolusikan masalah yang dihadapinya. Oleh karena
itu, karyailmiah berisikan akumulasi pengetahuan yang berupa fakta , konsep,
generalisasi.
Sangat beralasan apabila penulisan karya ilmiah dipandang sulit, selain
kesulitan dari aspek isi yang harus dituliskan, kesulitan lain berkaitan dengan
aspek proses penulisan. Dalam proses penulisan karya ilmiah, penulis harus
memiliki kiat-kiat atau strategi meracik isi tulisan dalam norma -norma kaidah
kebahasaan serta mekanisme psikofisik untuk mengendalikan produktivitas yang
kontekstual : oleh karena itu, isi karya ilmiah dipengaruhi juga keterampilan
penulis dalam meracik bahasa tulis melalui proses pengendalian psikofisik sesuai
dengan konteks.
Diluar kesulitan tersebut, masih ada kesulitan yang berkaitan dengan
pengutipan dalam tulisan karya ilmiah. Akibat kesalahan dalam pengutipan dapat
menjadi plagiat sehingga karya tulis itu tidak dapat dipandang ilmiah lagi. Harus
diakui bahwa perbedaan kualitas karya ilmiah yang dihasilkan oleh seseorang
merupakan realitas yang harus dijaga namun karya ilmiah yang sama dihasilkan
oleh orang yang berbeda itu harus ada dalam realitas. Untuk menjaga perbedaan
kualitas karya ilmiah, seseorang harus memiliki keterampilan meracik kutipan,
sama dengan keterampilan seseorang dalam meracik bumbu masakan.
Keterampilan meracik kutipan dalam penulisan karya ilmiah diperoleh melalui
proses be lajar dan berlatih. Dimiliki apabila seseorang belajar dan berlatih
meracik kutipan dalam penulisan karya ilmiah dan teori yang telah dihasilkan dari

berbagai kegiatan ilmiah untuk memahami fenomena dan menyolusikan masalah


saat ini dan masa datang.
Poerwodarminta (2003:619) mengemukakan bahwa kutipan diartikan,
pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan
ilustrasi atau memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri: merujuk pada arti
tersebut, maka kutipan merupakan produk dari kegiatan mengutip. Produk
tersebut merupakan hasil dari pengambilalihan karya orang lain untuk ilustrasi
atau memperkokoh argumen penulis. Pengambilalihan tersebut harus dilakukan
berdasarkan norma penulisan yang berlaku. Apabila pengutipan dilakukan diluar
norma yang berlaku, maka pengutipan tersebut dipandang sebagai plagiat. Oleh
karena itu, seorang penulis harus memenuhi norma pengutipan yang berlaku
sehingga tidak dipandang sebagai plagiat.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, dapat dirumuskan beberapa
permasalahan sebagai berikut.
1.

Bagaimanakah kajian tentang kutipan dalam penulisan Bahasa Indonesia?

2.

Bagaimanakah kajian tentang sistem rujukan dalam penulisan Bahasa


Indonesia?

3.

Apakah fungsi dari kutipan dan sistem rujukan dalam karya ilmiah?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari makalah ini adalah :
1.

Untuk mengkaji tentang kutipan dalam penulisan Bahasa Indonesia?

2.

Untuk mengkaji tentang sistem rujukan dalam penulisan Bahasa


Indonesia?

3.

Untuk mengetahui fungsi dari kutipan dan sistem rujukan dalam karya
ilmiah?
3

BAB II
PEMBAHASAN

A. Kutipan
Kutipan merupakan suatu gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai
sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa
diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain
sebagainya.
1. Fungsi Kutipan

Sebagai landasan teori untuk tulisan kita

Sebagai penjeasan

Bisa juga sebagai penguat pendapat yang kita kemukakan

2. Jenis Kutipan
a. Kutipan Langsung
Kutipan langsung (direct quotation) adalah kutipan hasil penelitian,
hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya sama persis
dengan teks aslinya (yang dikutip). Dalam merujuk sumber kutipan di teks
utama, sebutkan referensinya dengan menulis nama pengarang, tahun
penerbitan, dan nomor halamannya.
b. Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung (indirect quotation) merupakan kutipan


hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya
tidak sama dengan teks aslinya, melainkan menggunakan bahasa atau
kalimat penulis/peneliti sendiri. Dalam pengutipan ini, sumber rujukan
harus disebutkan, baik dengan nomor halaman atau tanpa nomor halaman.
Paling sedikit ada dua jenis kutipan tidak langsung atau ada dua cara
dalam mengutip secara tidak langsung. Pertama, dengan meringkas,
menyimpulkan, atau merujuk pokok-pokok pikiran orang lain.
c. Cara Membuat Kutipan
Berikut ini beberapa teknik pencantuman sumber kutipan. Penulis
bisa memilih beberapa cara di antaranya sesuai kebutuhan. Teknik tersebut
adalah:
Cukup ditulis nama penulis, tahun penerbitan, dan halamannya.
Kutipan langsung. Misalnya: Perilaku seks adalah segala tingkahlaku
yang didorong oleh hasrat seksual. (Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, 1994 :
137). Kutipan tidak langsung. Misalnya: Dr. Sarlito Wirawan Sarwono
(1994 : 137) berpendapat bahwa, perilaku seks adalah segala tingkah-laku
yang dirorong oleh hasrat seksual.
Cukup dinulis nama penulis, penerbit dan tahun penerbitan.
Kutipan langsung. Misalnya: Perilaku seks menurut Dr. Sarlito Wirawan
Sarwono (Raja Grafindo Persada: 1994) adalah: Perilaku seks adalah
segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual.
Kutipan tidak langsung. Misalnya: Perilaku seksual adalah segala tingkah
laku yang didorong oleh hasrat seksual. (Dr. Sarlito Wirawan Sarwono,
Raja Grafindo Persada :1994).
Cukup ditulis nama penulis dan buku karangannya.

Kutipan langsung. Misalnya : Dr. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku


Psikologi Remaja berpendapat: Perilaku seksual adalah segala tingkah
laku yang didorong oleh hasrat seksual.
Kutipan tidak langsung. Misalnya: Dr. Sarlito Wirawan Sarwono dalam
buku Psikologi Remaja berpendapat bahwa perilaku seksual adalah segala
tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual.
Tiga teknik tersebut adalah di antara teknik yang paling sering
digunakan. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah:
Bila penulis lebih dari tiga orang, cukup menulis nama penulis yang
pertama diikuti dengan tulisanet al (et al = dan kawan-kawan).
Bila sumber itu kumpulan tulisan, tulis nama orang atau badan yang
mengedit, diikuti dengan ed (ed = editor).
Bila sumber itu terjamahan, ditulis pula nama penulis aslinya, tetapi di
belakangnya ditulis nama penerjamahnya. Judul buku yang ditulis boleh
judul asli atau terjamahan.
Bila sumber itu tidak diketahui nama pengarangnya, ditulis nama
sumbernya (penanggung jawab) kemudian ditulis data lainnya.
Bila sumber itu surat kabar atau majalah, maka ditulis judul artikel, nama
surat kabar atau majalah, tanggal/bulan/tahun penerbitan.

B. Sistem Rujukan
Sistem Rujukan adalah system yang dikelola secara strategis, pragmatis,
merata proaktif dan koordinatif untuk menjamin pemerataan pelayanan kesehatan
maternal dan neonatal yang paripurna dan komprehensif bagi masyarakat yang
membutuhkannya terutama bagi ibu dan bayi baru lahir, dimanapun mereka
berada dan berasal dari golongan ekonomi manapun, agar dapat dicapai
peningkatan derajat kesehatan ibu hamil dan bayi melalui peningkatan mutu dan
keterjangkauan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di wilayah mereka
berada.
Sesuai SK Menteri Kesehatan Nomor 23 tahun 1972 tentang system
rujukanadalah suatu system penyelenggaraan pelayanan yang melaksanakan

pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap suatu kasus penyakit atau
masalah kesehatan secara vertical dalam arti dari unit yang berkemampuan kurang
kepada unit yang lebih mampu atau secara horizontal dalam arti unit-unit yang
setingkat kemampuannya.
1. Fungsi Rujukan
a) Dari sudut pandang pemerintah sebagai penentu kebijakan
Membantu penghematan dana, karena tidak perlu menyediakan
berbagai macam alat kedokteran pada setiap sarana kesehatan.
Memperjelas system pelayanan kesehatan, kemudian terdapat
hubungan antara kerja berbagai sarana kesehatan yang tersedia.
Memudahkan pekerjaan administrasi, terutama pada aspek
perencanaan
b) Dari sudut masyarakat sebagai pemakai jasa pelayanan
Meringankan biaya pengobatan, karena dapat dihindari pemeriksaan
yang sama secara berulang-ulang
Mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan, karena
telah diketahui dengan jelas fungsi dan wewenang setiap sarana
pelayanan kesehatan
c) Dari sudut tenaga kesehatan
Memperjelas jenjang karir tenaga kesehatan dengan berbagai akibat
positif, semangat kerja, ketekunan dan dedikasi.
Membantu peningkatan pengetahuan dan ketrampilan melalui jalinan
kerjasama.

Memudahkan/meringankan beban tugas, karena setiap sarana


kesehatan mempunyai tugas dan kewajiban tertentu
2. Jenis Rujukan
a)

Rujukan medis :
Rujukan pasien
Rujukan pengetahuan
Rujukan laboratorium atau bahan pemeriksaan.

b)

Rujukan Kesehatan :
Rujukan ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan, misalnya
:pengiriman dokter ahli terutama ahli bedah, kebidanan dan
kandungan, penyakit dalam dan dokter anak dari RSU Provinsi ke
RSU Kabupaten.
Pengiriman asisten ahli senior ke RS Kabupaten yang belum ada
dokter ahli dalam jangka waktu tertentu.
Pengiriman tenaga kesehatan dari puskesmas RSU Kabupaten ke RS
Provinsi.
Alih pengetahuan dan ketrampilan di bidang klinik, manajemen dan
pengoperasian peralaan.

c)

Rujukan Manajemen
Pengiriman informasi
Obat, biaya, tenaga, peralatan
Permintaan bantuan : survey epidemiologi, mengatasi wabah (KLB).

3. Syarat Membuat Rujukan


Adanya unit yang mempunyai tanggung jawab baik yang merujuk maupun
yang menerima rujukan
Adanya pencatatan tertentu :
Surat rujukan
Kartu Sehat bagi klien yang tidak mampu
Pencatatan yang tepat dan benar
Kartu monitoring rujukan ibu bersalin dan bayi (KMRIBB)
Adanya pengertian timbal balik antar yang merujuk dan yang menerima
rujukan
Adanya pengertian tugas tentang system rujuikan
Sifat rujukan horizontal dan vertical (kearah yang lebih mampu dan
lengkap).

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian pembahasan pada bab sebelumnya dapat ditarik beberapa
kesimpulan sebagai berikut.
1. Kutipan merupakan sebuah sistem pengambilan sebagian data berupa kalimat
baik tulisan maupun lisan dari pendapat orang lain baik langsung maupun
tidak langsung untuk dijadikan sebagai acuan dan pendukung sebuah karya.
2. Sistem rujukan dalam konteks karya ilmiah merupakan sebuah data informasi
atau sumber untuk menunjukkan darimana sebuah kutipan diambil sehingga
dapat disesuaikan atau dipertanggungjawabkan.
3. Fungsi dari kutipan dan sistem rujukan dalam karya ilmiah adalah sebagai
landasan teori, memperjelas pembahasan serta rujukan silang antar halaman
yang telah disesuaikan dengan daftar referensi sebagai pertanggungjawaban
sebuah karya ilmiah.

10

B. Saran
Dalam pembuatan makalah ini penulis menyadari masih banyak kekurangan
yang perlu diperbaiki dengan demikian dengan demikian penulis mengharap kritik
dan saranya yang sikapnya membangun dengan demikian penulis dapat membuat
makalah yang lebih baik lagi, atas kritik dan saranya kami ucapkan terimakasih.

DAFTAR PUSTAKA
http://aromblog.blogspot.com/2011/12/kutipan-dan-daftar-pustaka.html
http://husainalfaruq.blogspot.com/.../makalah-kutipan-bahasa-indonesia.html
http://pandidikan.blogspot.com/.../pengertian-dan-cara-dalam-mengambil.html
http://sinaukomunikasi.wordpress.com/2013/09/20/serial-teknik-penulisan-ilmiahkutipan-dan-sistem-rujukan/.com
http://omdompetaub.wordpress.com/2014/01/04/kutipan-dan-sistem-rujukandalam-karya-ilmiah/

11