Anda di halaman 1dari 3

Persalinan adalah Suatu proses

pengeluaran hasil konsepsi yang dapat


hidup dari dalam uterus melalui vagina
ke dunia luar.

Kala II; Tahap Pengeluaran Bayi

Kala III; Tahap Pengeluaran Plasenta

Kala IV; Tahap Pengawasan

1. Tanda-tanda persalinan.
Terjadi kontraksi hebat
Timbul mulas dan nyeri
Keluar lendir bercampur darah
Air ketuban pecah

DISUSUN OLEH :
MAHASISWA POLTEKKES
TANJUNGKARANG

1. Tanda bahaya persalinan


Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak
terasa mules
Tali pusat atau tangan bayi keluar dari
jalan lahir
Ibu tidak kuat mengejan atau mengalami
kejang
Air ketuban keruh dan berbau
Setelah bayi lahir, ari-ari tidak keluar
Ibu gelisah atau mengalami kesakitan
yang hebat

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG


JURUSAN KEBIDANAN
TAHUN 2015

2. Proses persalinan

Kala I; Tahap Pembukaan

Seorang ibu yang baru melahirkan


berharap akan menyusui bayinya setelah bayinya
lahir. Inisiasi menyusui dini adalah memberikan
kesempatan pada bayi untuk mulai menyusu
segera setelah bayi dilahirkan.


2. Bagaimana menjaga kesehatan ibu nifas?

Nifas adalah darah yang keluar dari rahim


yang disebabkan melahirkan atau setelah
melahirkan.[1] Darah nifas keluar selama
40 hari setelah melahirkan.

1. Apa yang dilakukan ibu nifas agar dapat

menyusui ASI ekslusif?


Menyusui adalah proses pemberian
susu kepada bayi atau anak kecil
dengan Air Susu Ibu (ASI) dari
payudara ibu.
Bayi menggunakan refleks
menghisap untuk mendapatkan dan
menelan susu.
ASI Eksklusif adalah pemberian ASI
saja sejak bayi dilahirkan sampai usia
6 bulan. ASI sangat baik untuk
kesehatan bayi,Ibu menyusui adalah
ibu yang memberikan susu kepada
bayi atau anak kecil dengan air susu
ibu (ASI) dari payudara ibu itu
sendiri.

Makan makanan bergizi 1 (satu) piring


lebih banyak dari sebelum hamil.

Istirahat cukup supaya ibu sehat dan ASI


keluar banyak.

Minum 1 (satu) kapsul vitamil A dosis


tinggi.

Minum 1 (satu) tablet tambah darah


setiap hari selama nifas.

Jaga kebersihan alat kelamin, ganti


pembalut setiap kali basah.

3. Tanda-tanda bahaya dan penyakit ibu

nifas.

Perdarahan
hebat
atau
peningkatan
perdarahan secara tiba-tiba (melebihi haid
biasa atau jika perdarahan tersebut
membasahi lebih dari 2 pembalut saniter
dalam wakrtu setengah jam)
Pengeluaran cairan vaginal dengan bau busuk
yang keras.
Rasa nyeri diperut bagian bawah atau
punggung.

Sakit kepala yang terus menerus, nyeri


epigastrik, atau masalah penglihatan.

Setiap
kehamilan
selayaknya
memang
direncanakan dan diharapkan
keberlangsungannya.
Namun,
banyak orang yang nyatanya tak
mampu mencapai kondisi ideal
tersebut.
Alhasil,
mereka
menerima karunia luar biasa itu
dengan terpaksa. Oleh karena
itu,
agar
tidak
timbul
keterpaksaan
tersebut,
hendaknya dilakukan antisipasi
terlebih dahulu, antara lain
dengan penggunaan kontrasepsi.
Kontrasepsi merupakan upaya
untuk
mencegah
terjadinya
kehamilan.