Anda di halaman 1dari 22

PERATURAN YANG MENGATUR KEWENANGAN

BIDAN

Disusun Oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Asdella Fitri Masitha


Ayudiah Pangesti
Ferthi Uspita Caturina
Selvia Arzia Maharani
Seri Yunita Marlena
Tiya Setiawati
Yulistia Safitri

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG


JURUSAN DIV KEBIDANAN
TAHUN 2015
KATA PENGANTAR
1

Assalamualaikum wr.wb,Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat


yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali kita berucap syukur. Segala puji hanya
layak untuk Allah Tuhan sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta
hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul
Peraturan Yang Mengatur Kewenangan Bidan. Dalam penyusunannya,
Kami memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu Kami
mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya memberikan dukungan, kasih,
dan kepercayaan yang begitu besar, yang terlaksanalah semua kesuksesan ini
berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun
pada langkah yang lebih baik lagi. Meskipun Kami berharap isi dari makalah ini
bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena
itu, Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini
dapat lebih baik lagi. Akhir kami berharap agar makalah ini bermanfaat bagi
semua pembaca.

Bandar Lampung, Januari 2015

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................

DAFTAR ISI..........................................................................................

ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.............................................................................

BAB II PEMBAHASAN
A. Kewenangan Bidan Sesuai Permenkes Nomor 1464
Tahun 2010 tentang Izin dan Penyelenggaraan
Praktik Bidan ..............................................................................
B. Hak dan Wewenang Bidan..........................................................
C. Sanksi Bagi Bidan.......................................................................
D. Jabatan Fungsional Bidan............................................................
E. Tanggung Jawab Bidan ..............................................................

2
5
8
11
17

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan..................................................................................
DAFTAR PUSTAKA

20

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Pengembangan karir merupakan kondisi yang menunjukkan adanya
peningkatan jenjang jabatan dan jenjang pangkat bagi seseorang pada suatu
organisasi dalam jalur karir yang telah ditetapkan dalam organisasinya.
Pengembangan karir bidan meliputi karir fungsional dan karir struktural.Pada
saat ini pengembangan karir bidan secara fungsional telah disiapkan dengan
jabatan fungsional bagi bidan,serta melalui pendidikan berkelanjutan baik
secara formal maupun non formal yang hasil akhirnya akan meningkatkan
kemampuan profesional bidan dalam melaksanakan fungsinya.Fungsi bidan
nantinya dapat sebagai pelaksana, pendidik, peneliti, bidan coordinator.
Sedangkan karir bidan dalam jabatan struktural tergantung dimana bidan
bertugas apakah dirumah sakit,puskesmas,bidan didesa atau instansi
swasta.Karir tersebut dapat dicapai oleh bidan ditiap tatanan pelayanan
kebidanan/kesehatan sesuai dengan tingkat kemampuan ,kesempatan,dan
kebijakan yang ada. Bidan merupakan salah satu profesi bidang kesehatan
yang memiliki tugas yang berat dan harus dipertanggung jawabkan.
Membantu persalinan adalah salah satu tugas berat bidan. Karena
berhubungan dengan nyawa bayi dan ibunya.
Selain itu bidan juga harus bisa mewujudkan kesehatan keluarga dan
masyarakat. Karena inilah bidan memang sudah seharusnya mendapat
penghargaan baik dari pemerintah maupun masyarakat.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Kewenangan Bidan Sesuai Permenkes Nomor 1464 Tahun 2010


tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan
Berdasarkan

Peraturan

Menteri

Kesehatan

(Permenkes)

Nomor

1464/Menkes/Per/X/2010 tentang Izin dan Penyelenggaran Praktik Bidan,


kewenangan yang dimiliki bidan meliputi:
1. Kewenangan normal:
Pelayanan kesehatan ibu
Pelayanan kesehatan anak
Pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana
2. Kewenangan dalam menjalankan program Pemerintah
3. Kewenangan bidan yang menjalankan praktik di daerah yang tidak
memiliki dokter
Kewenangan normal adalah kewenangan yang dimiliki oleh seluruh bidan.
Kewenangan ini meliputi:
1. Pelayanan kesehatan ibu
a. Ruang lingkup:

Pelayanan konseling pada masa pra hamil

Pelayanan antenatal pada kehamilan normal

Pelayanan persalinan normal

Pelayanan ibu nifas normal

Pelayanan ibu menyusui

Pelayanan konseling pada masa antara dua kehamilan

b. Kewenangan:

Episiotomi

Penjahitan luka jalan lahir tingkat I dan II

Penanganan kegawat-daruratan, dilanjutkan dengan perujukan

Pemberian tablet Fe pada ibu hamil

Pemberian vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas

Fasilitasi/bimbingan inisiasi menyusu dini (IMD) dan promosi air


susu ibu (ASI) eksklusif

Pemberian uterotonika pada manajemen aktif kala tiga dan


postpartum

Penyuluhan dan konseling

Bimbingan pada kelompok ibu hamil

Pemberian surat keterangan kematian

Pemberian surat keterangan cuti bersalin

2. Pelayanan kesehatan anak


a

Ruang lingkup:

Pelayanan bayi baru lahir

Pelayanan bayi

Pelayanan anak balita

Pelayanan anak pra sekolah

Kewenangan:

Melakukan asuhan bayi baru lahir normal termasuk resusitasi,


pencegahan hipotermi, inisiasi menyusu dini (IMD), injeksi
vitamin K 1, perawatan bayi baru lahir pada masa neonatal (0-28
hari), dan perawatan tali pusat

Penanganan hipotermi pada bayi baru lahir dan segera merujuk

Penanganan kegawatdaruratan, dilanjutkan dengan perujukan

Pemberian imunisasi rutin sesuai program Pemerintah

Pemantauan tumbuh kembang bayi, anak balita dan anak pra


sekolah

Pemberian konseling dan penyuluhan

Pemberian surat keterangan kelahiran

Pemberian surat keterangan kematian

Pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana,


dengan kewenangan:
a

Memberikan

penyuluhan

dan

perempuan dan keluarga berencana


3

konseling

kesehatan

reproduksi

Memberikan alat kontrasepsi oral dan kondom

Selain kewenangan normal sebagaimana tersebut di atas, khusus bagi


bidan yang menjalankan program Pemerintah mendapat kewenangan
tambahan untuk melakukan pelayanan kesehatan yang meliputi:
1. Pemberian alat kontrasepsi suntikan, alat kontrasepsi dalam rahim, dan
memberikan pelayanan alat kontrasepsi bawah kulit
2. Asuhan antenatal terintegrasi dengan intervensi khusus penyakit kronis
tertentu (dilakukan di bawah supervisi dokter)
3. Penanganan bayi dan anak balita sakit sesuai pedoman yang ditetapkan
4. Melakukan pembinaan peran serta masyarakat di bidang kesehatan ibu
dan anak, anak usia sekolah dan remaja, dan penyehatan lingkungan
5. Pemantauan tumbuh kembang bayi, anak balita, anak pra sekolah dan
anak sekolah
6. Melaksanakan pelayanan kebidanan komunitas
7. Melaksanakan deteksi dini, merujuk dan memberikan penyuluhan
terhadap Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk pemberian kondom,
dan penyakit lainnya
8. Pencegahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif
lainnya (NAPZA) melalui informasi dan edukasi
9. Pelayanan kesehatan lain yang merupakan program Pemerintah
Khusus untuk pelayanan alat kontrasepsi bawah kulit, asuhan antenatal
terintegrasi, penanganan bayi dan anak balita sakit, dan pelaksanaan deteksi
dini, merujuk, dan memberikan penyuluhan terhadap Infeksi Menular Seksual
(IMS) dan penyakit lainnya, serta pencegahan penyalahgunaan Narkotika,
Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA), hanya dapat dilakukan oleh
bidan yang telah mendapat pelatihan untuk pelayanan tersebut.
Selain itu, khusus di daerah (kecamatan atau kelurahan/desa) yang belum ada
dokter, bidan juga diberikan kewenangan sementara untuk memberikan
pelayanan kesehatan di luar kewenangan normal, dengan syarat telah
ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Kewenangan bidan
untuk memberikan pelayanan kesehatan di luar kewenangan normal tersebut

berakhir dan tidak berlaku lagi jika di daerah tersebut sudah terdapat tenaga
dokter.
B. Hak dan Wewenang Bidan
Bidan merupakan salah satu profesi bidang kesehatan yang memiliki
tugas yang berat dan harus dipertanggung jawabkan. Membantu persalinan
adalah salah satu tugas berat bidan. Karena berhubungan dengan nyawa bayi
dan ibunya. Selain itu bidan juga harus bisa mewujudkan kesehatan keluarga
dan masyarakat. Karena inilah bidan memang sudah seharusnya mendapat
penghargaan baik dari pemerintah maupun masyarakat.
Penghargaan bagi bidan bisa diberikan dalam bentuk imbalan jasa
atau pengakuan sebagai profesi bidan dan pemberian hak dan kewenangan
kepada bidan dalam menjalankan tugasnya sebagai bidan. Misalnya bidan
yang tidak pernah bermasalah dengan hukum dan selalu berjalan seiring
dengan kode etik bidan dan standar profesi bidan yang ada.
Tapi menurut saya,sebaiknya juga disediakan lencana berprestasi bagi
bidan yang memiliki prestasi dalam prakteknya atas pengabdiannya sebagai
Negara. Dengan adanya penghargaan seperti yang disebutkan diatas,akan
mendorong bidan untuk meningkatkan kinerja mereka sebagai tenaga
kesehatan untuk masyarakat. Mereka juga akan lebih giat untuk mengasah
dan mengembangkan kemampuan dan potensi mereka sesuai dengan
peraturan yang berlaku yaitu standar profesi bidan.
Tidak hanya memberikan penghargaan bagi bidan yang mampu
melaksanakan prakteknya sesuai kode etik dan standar profesi bidan,tapi bagi
bidan yang melanggar dan menyimpang dari kode etik yang ada,juga harus
diberi sanksi yang tegas. Supaya bidan tetap bekerja sesuai kewenangannya.
Contoh sanksi bidan adalah pencabutan ijin praktek bidan, pencabutan SIPB
sementara, atau bisa juga berupa denda.
Penyimpangan yang dilakukan oleh bidan misalnya : Bidan
melakukan praktek aborsi,yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh bidan
karena termasuk tindakan criminal.
Bidan tidak melakukan rujukan pada ibu yang mengalami persalinan
premature,bidan ingin melakukan persalinan ini sendiri. Ini jelas tidak boleh

dilakukan,dan harus dirujuk. Karena ini sudah bukan kewenangan bidan


lagi,selain itu jika dilakukan oleh bidan itu sendiri,persalinan akan
membahayakan ibu dan bayi yang dikandungnya.
Setiap penyimpangan baik itu disengaja atau tidak, akan tetap di audit
oleh dewan audit khusus yang telah dibentuk oleh organisasi bidan atau dinas
kesehatan

di

kabupaten

tersebut.

Dan

bila

terbukti

melakukan

pelanggaran/penyimpangan maka bidan tersebut akan mendapat sanksi.


Contoh penyimpangan yang disengaja adalah praktek aborsi,sedangkan
pelanggaran yang dilakukan secara tidak sengaja misalnya menolong
persalinan yang bayinya mengalami asfiksia tetapi bidan tidak segera
melakukan pertolongan.
Sebagai anggota profesi, bidan mempunyai ciri khas yang, khusus.
Sebagai pelayan profesional yang merupakan bagian integral dalam
pelayanan kesehatan. Bidan mempunyai tugas yang sangat unik, yaitu:
1.

Selalu mengedepankan fungsi ibu Sebagai pendidik bagi anak-

2.

anaknya.
Memiliki kode etik dengan serangkaian pengetahuan ilmiah yang

3.

didapat melalui proses pendidikan dan jenjang tertentu


Keberadaan bidan diakui memiliki organisasi profesi yang bertugas

4.

meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,


Anggotanya menerima jasa atas pelayanan yang dilakukan dengan
tetap memegang teguh kode etik profesi.
Hal tersebut akan terus diupayakan oleh para bidan sehubungan
dengan anggota profesi yang harus memberikan pelayanan profesional.
Tentunya harus diimbangi dengan kesempatan memperoleh pendidikan
lanjutan, pelatihan, dan selalu berpartisipasi aktif dalam pelayanan kesehatan.
sehubungan dengan profesionalisme jabatan bidan, Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia edisi ke-3,hak adalah kewenangan untuk berbuat sesuatu
yang telah ditentukan oleh undang-undang atau aturan tertentu. Bidan di
Indonesia memiliki organisasi profesi yaitu Ikatan Bidan Indonesia atau IBI
yang mengatur hak dan kewajiban serta penghargaan dan sanksi bagi bidan.
Setiap bidan yang telah menyelesaikan pendidikan kebidanan berhak dan
wajib menjadi anggota IBI.

1. Hak bidan :
b.
Bidan berhak mendapat perlindungan hukum dalam melaksanakan
c.

tugas sesuai dengan profesinya.


Bidan berhak untuk bekerja sesuai dengan standar profesi pada setiap

d.

tingkat jenjang pelayanan kesehatan.


Bidan berhak menolak keinginan pasien/klien dan keluarga yang

e.

bertentangan dengan peraturan perundangan,dan kode etik profesi.


Bidan berhak atas privasi / kedirian dan menuntut apabila nama

f.

baiknya dicemarkan baik oleh pasien,keluarga ataupun profesi lain.


Bidan berhak atas kesempatan untuk meningkatkan diri baik melalui

g.

pendidikan maupun pelatihan.


Bidan berhak memperoleh kesempatan untuk meningkatkan jenjang

h.

karir dan jabatan yang sesuai.


Bidan berhak mendapatkan kompensasi dan kesejahteraan yang

sesuai.
2. Wewenang bidan ,antara lain:
a.
Pemberian kewenangan lebih luas kepada bidan untuk mendekatkan
b.

pelayanan kegawatan obstetric dan neonatal.


Bidan harus melaksanakan tugas kewenagan

sesuai

standar

profesi,memiliki

sebagai

bidan,

kemampuan

dan

ketrampilan

mematuhi dan melaksanakan protap yang berlaku di wilayahnya dan


bertanggung
c.

jawab

atas

pelayanan

yang

diberikan

dengan

mengutamakan keselamatan ibu dan bayi.


Pelayanan kebidanan kepada wanita oleh bidan meliputi pelayanan
pada masa pranikah termasuk remaja putrid,pra hamil, kehamilan,

d.

persalinan, nifas, menyusui, dan masa antara kehamilan.


Dan masih banyak lagi.
Dalam lingkup IBI,anggota mempunyai hak tertentu sesuai dengan
kedudukannya,yaitu:
1. Anggota Biasa
a. Berhak mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh organisasi.
b. berhak mengemukakan pendapat ,saran, dan usul untuk
kepentingan organisasi.
c. berhak memilih dan dipilih.
2. Anggota Luar Biasa
a. Dapat mengikuti kegiatan yang dilakukan organisasi.
b. Dapat mengemukakan pendapat ,saran,dan usul
kepentingan organisasi.
3. Anggota Kehormatan

untuk

Dapat mengemukakan pendapat,saran,dan usul untuk kepentingan


organisasi.
C. Sanksi Bagi Bidan
Sanksi merupakan imbalan negative yang berupa pembebanan atau
penderitaan

yang

ditentukan

oleh

hukum

aturan

yang

berlaku.

Sanksi berlaku bagi bidan yang melanggar kode etik dan hak / kewajiban
bidan yang telah diatur oleh organisasi profesi,karena kode etik bidan
merupakan norma yang berlaku bagi anggota IBI dalam menjalankan praktek
profesinya yang telah disepakati dalam Kongres Nasional IBI.
1. Kode etik bidan :
a. Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat
1) Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi, menghayati dan
mengamalkan sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas
pengabdiannya.
2) Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung
tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan
memelihara citra bidan.
3) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman
pada peran, tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kebutuhan
klien, keluarga dan masyarakat.
4) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan
kepentingan klien, menghormati hak klien dan nilai-nilai yang
dianut oleh klien.
5) Setiap bidan dalam

menjalankan

tugasnya

senantiasa

mendahulukan kepentingan klien, keluaraga dan masyarakat


dengan identitas yang sama sesuai dengan kebutuhan berdasarkan
kemampuan yang dimilikinya.
6) Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam
hubungan pelaksanaan tugasnya dengan mendorong partisipasi
masyarakat untuk meningkatkan derajart kesehatannya secara
optimal.
b. Kewajiban bidan terhadap tugasnya
1) Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna kepada
klien, keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi

yang dimilikinya berdasarkan kebutuhan klien, keluarga dan


masyarakat
2) Setiap bidan berkewajiaban memberikan pertolongan sesuai
dengan kewenangan dalam mengambil keputusan termasuk
mengadakan konsultasi dan/atau rujukan
3) Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang
didapat dan/atau dipercayakan kepadanya, kecuali bila diminta
oleh pengadilan atau diperlukan sehubungan dengan kepentingan
klien
c. Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainnya
1) Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya
untuk menciptakan suasana kerja yang serasi.
2) Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya harus saling
menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan
lainnya.
d. Kewajiban bidan terhadap profesinya
1) Setiap bidan wajib menjaga nama baik dan menjunjung tinggi
citra profesi dengan menampilkan kepribadian yang bermartabat
dan memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat
2) Setiap bidan wajib senantiasa mengembangkan diri dan
meningkatkan

kemampuan

profesinya

sesuai

dengan

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


3) Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian
dan kegiatan sejenisnya yang dapat meningkatkan mutu dan citra
profesinya.
e. Kewajiban bidan terhadap diri sendiri
1) Setiap bidan wajib memelihara kesehatannya agar dapat
melaksanakan tugas profesinya dengan baik.
2) Setiap bidan wajib meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
sesuai dengan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi
3) Setiap bidan wajib memelihara kepribadian dan penampilan diri.
f. Kewajiban bidan terhadap pemerintah, nusa, bangsa dan tanah air
1) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya, senantiasa
melaksanakan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang
kesehatan, khususnya dalam pelayananan Kesehatan Reproduksi,
Keluarga Berencana dan Kesehatan Keluarga.

2) Setiap

bidan

menyumbangkan

melalui

profesinya

pemikiran

kepada

berpartisipasi
pemerintah

dan
untuk

meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan terutama


pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga
Dalam organisasi IBI terdapat Dewan Pertimbangan Etika Bidan
(MPEB) dan Majelis Pembelaan Anggota (MPA), yang memiliki tugas :

merencanakan dan melaksanakan kegiatan bidang sesuai dengan

ketetapan pengurus pusat.


melaporkan hasil kegiatan di bidang tugasnya secara berkala.
Memberikan saran dan pertimbangan yang perlu dalam rangka tugas

pengurus pusat.
membentuk tim teknis sesuai kebutuhan,tugas dan tanggung jawabnya
ditentukan pengurus.
MPEB dan MPA merupakan majelis independen yang berkonsultasi

dan berkoordinasi dengan pengurus inti dalam IBI tingkat nasional. MPEB
secara internal memberikan saran,pendapat,dan buah pikiran tentang masalah
pelik yang sedang dihadapi khususnya yang menyangkut pelaksanaan kode
etik bidan dan pembelaan anggota.
MPEB dan MPA bertugas menkaji,menangani dan mendampingi
anggota yang mengalami permasalahan dalam praktik kebidanan serta
masalah hukum.
D. Jabatan Fungsional Bidan
Jabatan dapat ditinjau dari 2 aspek,yaitu jabatan struktural dan
fungsional. Jabatan struktural adalah jabatan yang secara jelas tertera dalam
struktur dan diatur berjenjang dalam suatu organisasi,atau jabatan dilihat
berdasarkan dimana bidan tersebut bekerja seperti di Puskesmas dan Rumah
Sakit. Dan jabatan ini disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki bidan
tersebut. Karir ini dapat dicapai oleh bidan di setiap tatanan pelayanan
kebidanan/kesehatan sesuai dengan tingkat kemampuan ,kesempatan, dan
kebijakan yang ada.
Sedangkan jabatan fungsional adalah jabatan yang ditinjau serta
dihargai dari aspek fungsinya yang vital dalam kehidupan rmasyarakat dan
10

Negara, Selain itu jabatan fungsional juga berorientasi kualitatif. Seseorang


memiliki

jabatan

fungsional

berhak

mendapatkan

tunjangan

fungsional.Jabatan fungsional sebagai bidan bisa didapat melalui pendidikan


berkelanjutan ,baik secara formal maupun nonformal,yang hasil akhirnya
akan meningkatkan kemampuan professional bidan.jabatan fungsional
didapat oleh seorang bidan melalui pendidikan formal seperti D III dan SI
berupa

ijazah,sedangkan

non

formal

berasal

dari

pelatihan

atau

penyuluhan/seminar yang diadakan oleh pemerintah atau organisasi bidan


berupa sertifikat.

Bidan sebagai profesi memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu:


1.

Bidan disiapkan melalui pendidikan formal agar lulusannya dapat


melaksanakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya secara

2.

profesional.
Bidan memiliki alat yang dijadikan panduan dalam menjalankan
profesinya, yaitu standar pelayanan kebidanan, kode etik,dan etika

3.

kebidanan
Bidan memiliki kelompok pengetahuan yang jelas dalam menjalankan

4.
5.

profesinya.
Bidan memiliki kewenangan dalam menjalankan tugasnya.
Bidan memberi pelayanan yang aman dan memuaskan sesuai dengan

6.
7.

kebutuhan masyarakat.
Bidan memiliki organisasi profesi
Bidan memiliki karakteristik yang khusus dan dikenal serta dibutuhkan
masyarakat
Prinsip pengembangan karir bidan dikaitkan dengan peran, fungsi,
dan tanggung jawab bidan Peran, fungsi bidan dalam pelayanan kebidanan
adalah sabagai pelaksana, pengelola, pendidik, dan peneliti.
a. Sebagai pelaksana
Sebagai pelaksana, bidan melaksanakannya sebgai tugas
mandiri, kolaborasi / kerjasama dan ketergantungan.
1) Tugas Mandiri

11

a)

Menerapkan

manajemen kebidanan pada setiap asuhan

b)

kebidanan yang diberikan.


Memberikan pelayanan pada anak dan wanita pra nikah

c)

dengan melibatkan klien


Memberikan asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan

d)

normal.
Memberikan asuhan kebidanan kepada klien dalam masa

e)
f)

persalinan dengan melibatkan klien / keluarga.


Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir
Memberikan asuhan kebidanan pada klien dalam masa nifas

g)

dengan melibatkan klien / keluarga


Memberikan asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang

h)

membutuhkan pelayanan keluarga berencana


Memberikan asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan
sistem reproduksi dan wanita dalam masa klimakterium dan

i)

menopause
Memberikan asuhan kebidanan pada bayi, balita dengan
melibatkan keluarga

a)

2) Tugas Kolaborasi
Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan
kebidanan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien

b)

dan keluarga
Memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan resiko
tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatan yang

c)

memerlukan tindakan kolaborasi


Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa
persalinan dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatan yang
memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi

d)

dengan melibatkan klien dan keluarga


Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas
dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama dalam keadaan
kegawat daruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi

e)

dengan klien dan keluarga


Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan
resiko tinggi dan yang mengalami komplikasi serta kegawat

12

daruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan


melibatkan keluarga.
Memberikan asuhan kebidanan pada balita dengan resiko

f)

tinggi dan yang mengalami komplikasi atau kegawatan yang


memerlukan tindakan kolaborasi dengan melibatkan keluarga.
3) Tugas Ketergantungan / Merujuk
a)
Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan
b)

kebidanan sesuai dengan fungsi keterlibatan klien dan keluarga


Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan

c)

pada ibu hamil dengan resiko tinggi dan kegawat daruratan


Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan
pada masa persalinan dengan penyulit tertentu dengan
melibatkan klien dan keluarga
Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan

d)

pada ibu masa nifas dengan penyulit tertentu dengan


melibatkan klien dan keluarga
Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan

e)

kelainan tertentu dan kegawatan yang memerlukan konsultasi


dan rujukan dengan melibatkan keluarga
Memberikan asuhan kebidanan kepada anak balita dengan

f)

kelainan tertentu dan kegawatan yang memerlukan konsultasi


dan rujukan dengan melibatkan klien / keluarga
b. Sebagai pengelola
1) Mengembangkan pelayanan dasar kesehatan terutama pelayanan
kebidanan untuk individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat
a)

di wilayah kerja dengan melibatkan masyarakat / klien.


Bersama tim kesehatan dan pemuka masyarakat mengkaji
kebutuhan terutama yang berhubungan dengan kesehatan
ibu dan anak untuk meningkatkan dan mengembangkan

b)

program pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya.


Menyusun rencana kerja sesuai dengan hasil pengkajian

c)

dengan mayarakat.
Mengelola kegiatan kegiatan pelayanan kesehatan
masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak serta KB

d)

sesuai dengan program.


Mengkoordinir, mengawasi dalam melaksanakan program /
kegiatan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta KB
13

e)

Mengembangkan strategi untuk meningkatkan kesehatan


masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak serta KB
termasuk pemanfaatan sumber sumber yang ada pada

f)

program dan sektor terkait.


Mengerakkan, mengembangkan kemampuan masyarakat
dan memelihara kesehatannya dengan memanfaatkan

g)

potensi potensi yag ada.


Mempertahankan, meningkatkan mutu dan kegiatan

h)

kegiatan dalam kelompok p[rofesi.


Mendokumentasikan seluruh kegiatan
dilaksanakan.
2) Berpartisipasi dalam

tim

untuk

yang

melaksanakan

telah

program

kesehatan dan sektor lain di wilayah kerjanya melalui


peningkatan kemampuan dukun bayi, kader kesehatan dan
tenaga kesehatan lain yang berada di bawah bimbingan dalam
a)

wilayah kerjanya.
Bekerjasama dengan puskesmas, institusi sebagai anggota
tim dalam memberikan asuhan kepada klien dalam bentuk

b)

konsultasi rujukan dan tindak lanjut.


Membina hubungan baik dengan dukun, kader kesehatan /

c)

PLKB dan masyarakat


Memberikan pelatihan, membimbing dukun bayi, kader dan

d)
e)

petugas kesehatan lain.


Memberikan asuhan kepada klien rujukan dari dukun bayi
Membina kegiatan kegiatan yang ada di masyarakat yang
berkaitan dengan kesehatan.

c. Sebagai pendidik
1) Memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada
individu,

keluarga,

penanggulangan

kelompok,

masalah

dan

kesehatan

masyarakat
khususnya

tentang
yang

berhubungan dengan pihak terkait kesehatan ibu, anak, dan


a)

keluarga berencana.
Bersama klien pengkaji kebutuhan akan pendidikan dan
penyuluhan kesehatan masyarakat khususnya dalam bidang
kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana.

14

b)

Bersama klien pihak terkait menyusun rencana penyuluhan


kesehatan masyarakat sesuai dengan kebutuhan yang telah

c)

dikaji, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.


Menyiapkan alat dan bahan penddikan dan penyuluhan

d)

sesuai dengan rencana yang telah disusun.


Melaksanankan program / rencana pendidikan

dan

penyuluhan kesehatan masyarakat sesuai dengan rencana


jangka pendek dan jangka panjang melibatkan unsur
e)

unsur yang terkait termasuk masyarakat.


Bersama klien mengevaluasi hasil pendidikan / penyuluhan
kesehatan

masyarakat

dan

menggunakannya

untuk

memperbaiki dan meningkatkan program dimasa yang akan


f)

datang.
Mendokumentasikan semua kegiatan dan hasil pendidikan /
penyuluhan kesehatan masyarakat secara lengkap dan
sistematis.
2) Melatih dan membimbing kader termasuk siswa bidan serta

a)

membina dukun di wilayah atau tempat kerjanya.


Mengkaji kebutuhan latihan dan bimbingan kader, dukun

b)

dan siswa
Menyusun rencana latihan dan bimbingan sesuai dengan

c)

hasil pengkajian
Menyiapkan alat, dan bahan untuk keperluan latihan
bimbingan peserta latih sesuai dengan rencana yang telah

d)

disusun
Melaksanakan pelatihan dukun dan kader sesuai dengan
rencana yang telah disusun dengan melibatkan unsur

e)
f)
g)

unsur terkait
Membimbing siswa bidan dalam lingkup kerjanya
Menilai hasil latihan dan bimbingan yang telah diberikan
Menggunakan hasil evaluasi untuk meningkatkan program

h)

bimbingan
Mendokumentasikan

semua

kegiatan

termasuk

hasil

evaluasi pelatihan dan bimbingan secara sistematis dan


lengkap.
d. Sebagai peneliti

15

Melakukan investigasi atau penelitian terapan dalam bidang


kesehatan baik secara mandiri maupun secara kelompok.
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Mengidentifikasi kebutuhan investigasi yang akan dilakukan


Menyusun rencana kerja pelatihan
Melaksanakan investigasi sesuai dengan rencana
Mengolah dan menginterpretasikan data hasil investigasi
Menyusun laporan hasil investigasi dan tindak lanjut
Memanfaatkan hasil investigasi untuk mningkatkan dan
mengembangkan program kerja atau pelayanan kesehatan.

E. Tanggung Jawab Bidan


a) Konseling
1) Remaja putri
2) Pranikah
3) Prahamil
4) Ibu hamil
5) Ibu bersalin
6) Ibu nifas
7) Klimakterium
8) Menopause
b) Pelayanan kebidanan normal
1) Hamil
2) Bersalin
3) Nifas
4) Pemeriksaan fisik
5) Senam hamil
6) Pengendalian anemia
7) Amniotoni
8) Uterotonika
9) ASI eksklusif
c) Pelayanan kebidanan abnormal
1) Hamil: abortus imminens.hiperemisis tingkat I , pre eklamsi,
2)

anemia, suntikan penyulit


Persalinan: Letak sungsang, KPD tanpa infeksi, HPP, laserasi,dan

3)

distosia
Pertolongan nifas abnormal: Retensio plasenta, renjatdan infeksi,
plasenta manual, jaringan konsepsi,kompresi bimanual, uterotonik

kala III + IV
4) Ginekologi : Keputihan, penundaan haid, rujuk
d) Pelayanan kebidanan pada anak
1) Intranatal
2) Hipotermi
3) Kontak dini
4) ASI eksklusif
16

e)

f)
g)
h)

5) Perawatan tali pusat


6) Resusitasi pada bayi asfiksia
7) Minum sonde dan pipet
8) Tsimulasi tumbuh kembang
9) Imunisasi lengkap
10) Pengobatan ringan pada penyakit ringan
Pelayanan KB
1) Penanganan efek samping
2) Pemberian alat kontrasepsi sesuai pilihan
3) Suntik pil
4) Pasang AKBK
5) Lepas AKBK tanpa penyulit
6) Penyuluhan IMS dan narkoba
7) Pelayanan kesehatan masyarakat
8) Pembinaan peran serta
9) Pelayanan kebidanan komunitas
Deteksi dini
Deteksi dini, pertolongan I rujuk, IMS,narkoba, (NAFZA)
Pertolongan I narkoba

17

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sebagai anggota profesi, bidan mempunyai ciri khas yang, khusus.
Sebagai pelayan profesional yang merupakan bagian integral darn pelayanan
kesehatan. Ada 3 faktor yang berpengaruh terhadap kinerja seseorang antara
lain : Faktor individu, Faktor psikologis, Faktor organisasi : struktur
organisasi, desain pekerjaan, kepemimpinan, sistem penghargaan (reward
system).Prinsip Pengembangan Karir Bidan antara lain: Pendidikan lanjutan,
Job fungsional, Prinsip pengembangan karir bidan dikaitkan dengan peran,
fungsi antara lain: Sebagai pelaksana, Sebagai pengelola, Sebagai pendidik,
Sebagai peneliti.Perubahan adalah Proses yang kompleks dan terjadinya
dalam waktu yang relatif lama atau suatu proses dan kolaborasi yang meliputi
suatu agen perubahan dan klien.Macam - macam perubahan antara lain :
Perubahan tehnologi, Perubahan demografi, Gerakan konsumen, Promosi
kesehatan, Gerakan wanita

18

DAFTAR PUSTAKA
http://dypta.wordpress.com/2009/01/21/teori-teori-yang-mempengaruhi-modelkebidanan/
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20091023200847AAmzha
http://subektiheru.blogspot.com/2008/03/indikator-kinerja.html
http://akbidypsdmi.net/index.php?exec=newsdetail&NewsID=29

19