Anda di halaman 1dari 13

1

Tugas Kuliah Aplikasi Komputer


DOSEN PENGAMPU : Dr. ISTADI, MT

JUDUL: EFEKTIVITAS PROGRAM PENGEMBANGAN


MASYARAKAT PT. NATARANG MINING TERHADAP KONSEP
PEMBANGUNAN TAMBANG YANG BERKELANJUTAN
(SUSTAINABLE DEVELOPMENT IN MINING)

HALAMAN JUDUL

Disusun Oleh :

HENDRI MICKY
NIM: 30000215410030

MAGISTER ILMU LINGKUNGAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015

KATA PENGANTAR
Sektor pertambangan memainkan peran penting dalam perekonomian
Indonesia, antara lain melalui kontibusinya kepada penerimaan negara,
penanaman modal, penciptaan efek ganda ekonomi, penyediaan lapangan kerja
dan kesempatan kerja, serta pembangunan daerah, namun sektor ini juga sering
diterpa isu mengenai kerusakan lingkungan (Handayani & Nareshwara, 2011).
Masyarakat sekitar tambang yang berdampak langsung terhadap aktivitas tambang
harus diprioritaskan utntuk dilindungi dan dijamin keberlangsungan hidupnya
pasca penutupan tambang melalui program pemberdayaan masyarakat yang
berkonsep pembanganunan tambang berkelanjutan.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada Dr. Istadi sebagai dosen
pengampu mata kuliah aplikasi komputer yang telah memberikan banyak
pengetahuan mengenai teknik penulisan ilmiah sehingga tugas ini dapat
terselesaikan.
Semoga Allah SWT memberikan rahmat-Nya dan membalas budi baik kita
semua. Penulis berharap bahwa program pengembangan masyarakat yang
dilakukan perusahaan dapat menjamin keberlangsungan masyarakat yang terkena
dampak langsung agar dapat menjadi masyarakat mandiri dan layak pasca
penutupan tambang.

Semarang, 14 Oktober 2015

Hendri Micky

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................................ ii
DAFTAR ISI.......................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR................................................................................ iv
DAFTAR TABEL..................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................1
1.1

Latar Belakang.......................................................................1

1.2

Perumusan Masalah...............................................................3

1.3

Tujuan Penelitian....................................................................3

1.4

Manfaat Penelitian..................................................................3

1.5

Kerangka Pemikiran dan Alur Penelitian.................................4

1.6

Penelitian Terdahulu...............................................................6

BAB II KESIMPULAN............................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA................................................................................8

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Diagram kerangka pemikiran dan alur penelitian...............7

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Daftar penelitian terdahulu terkait ekowisata mangrove.........6

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap perusahaan akan melakukan berbagai kegiatan terencana untuk
dapat menjaga eksistensinya dan menjadi good bussiness. Salah satu caranya
adalah dengan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan pemerintah untuk
menerapkan tanggung jawab sosial perusahaan (Nirmaya, Muflikhati, &
Simanjuntak, 2014), begitu pula dengan industri pertambangan. Industri
pertambangan adalah salah satu sumber devisa yang diandalkan oleh pemerintah
melalui pembayaran Landrent dan Royalti, serta pajak bahan galian untuk
Pendapatan

Asli

Daerah

(PAD)

Pemerintah

Kabupaten/Kota.

Selain

mendatangkan devisa, industri ini juga banyak menyerap tenaga kerja, serta dapat
menghidupkan ekonomi lokal setempat. Industri pertambangan dikenal dengan
industri yang high cost, high risk, high technology. Modal yang sangat besar
diperlukan apabila pengusaha berniat untuk berusaha di bidang pertambangan
seperti biaya pembebasan lahan, pengurusan perizinan serta penggunaan teknologi
dan alat penambangan yang membutuhkan biaya tinggi. Oleh karena kebutuhan
biaya modal yang tinggi tersebut, seringkali pihak perusahaan menomorduakan
aspek lingkungan dalam proses penambangannya. Apalagi perusahaan dengan
skala kecil, dan modal yang terbatas. Mereka akan lebih memilih berinvestasi
pada alat dan teknologi penambangan dibanding dengan mengeluarkan biaya
untuk pengelolaan lingkungan, padahal biaya yang akan dikeluarkan nantinya
apabila terjadi perusakan atau pencemaran lingkungan pasti lebih besar daripada
biaya untuk melakukan pengelolaan lingkungan.

Setiap individu berhak mendapatkan kualitas lingkungan hidup yang baik,


namun mempunyai kewajiban untuk menjaga dan melindungi lingkungan.
Menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup, Kerusakan Lingkungan hidup adalah perubahan
langsung dan/atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia, dan/atau hayati
lingkungan hidup yang melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dan
individu yang melakukan perusakan atau pencemaran lingkungan dapat diberi
sanksi pidana oleh Negara.
Citra korporasi dalam industri tambang berbeda dengan industri jasa,
perkebunan atau manufaktur secara umum. Dilihat dari aspek lingkungan dan
relasinya dengan komunitas lokal, citra industri tambang relatif lebih buruk dari
industri lainnya . Hal demikian terjadi karena eksploitasi sumber alam dan praktek
lingkungan yang dilakukan oleh industri ini banyak bertentangan dengan tujuan
pelestarian lingkungan dan kepentingan ekonomi masyarakat lokal. Oleh
karenanya, untuk membangun citra baik serta relasi baik dengan pemangku
kepentingan mereka, maka penilaian kinerja Pengembangan Masyarakat korporasi
dalam industri tambang menjadi sangat penting dilakukan. Selanjutnya kinerja
sosial korporasi yang baik akan meningkatkan peluang investor baru untuk
menanamkan modalnya serta mengurangi resiko korporasi dalam relasi dengan
pemangku kepentingan mereka. Secara lebih fokus evaluasi program ditujukan
untuk memenuhi pertimbangan sosial dan bisnis tersebut, yakni relasi dengan
pemangku kepentingan dan citra korporasi, sementara pertimbangan teknis atau
manajemen

hanya

melengkapi

dua

pertimbangan

sebelumnya.

Dengan

melaksanakan program Pengembangan Masyarakat secara baik, maka resiko


bisnis atas tekanan dari pemangku kepentingan sosial terhadap korporasi akan
semakin rendah. Oleh sebab itu, untuk memastikan korporasi telah melaksanakan
program Pengembangan Masyarakat secara baik diperlukan evaluasi terhadap
program tersebut (Prayogo, 2011) .
Salah satu upaya untuk menekan dampak negatif yang ditimbulkan dari
kegiatan pertambangan adalah dengan melakukan kegiatan pengembangan

masyarakat yang terprogram dengan baik dan berkonsep pembangunan


berkelanjutan.
Penelitian akan dilakukan pada perusahaan Kontrak Karya (KK) berskala
nasional PT. Natarang Mining dengan status permodalan 85 % PMA dan 15 %
PMDN, luas area IUP 10.650 Ha. Lokasi penambangan dan pengolahan bijih
emas terletak di Daerah Way Linggo secara administratif termasuk dalam
Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
1.2 Perumusan Masalah
Citra industri pertambangan relatif lebih buruk dari industri lainnya, hal ini
disebabkan karena praktek eksploitasi sumber daya banyak yang bertentangan
dengan

tujuan pelestarian lingkungan, dan kepentingan ekonomi masyarakat

lokal. Arti penting Pengembangan Masyarakat sebagai alat untuk memperbaiki


citra perusahaan serta menekan dampak negatif yang ditimbulkan.
Penelitian dibatasi pada program Pengembangan Masyarakat untuk
menanggulangi dampak negatif perubahan fungsi lahan terhadap kehidupan
masyarakat sekitar tambang pasca penutupan tambang, mengingat umur tambang
yang terbatas, serta hambatan dalam pelaksanaan program tersebut.

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan penelitian ini adalah :
1. Mengevaluasi pengaruh program pengembangan masyarakat PT. Natarang
Mining
2. Mengetahui hambatan terealisasinya program pembangunan tambang yang
berkelanjutan pada program pemgembangan masyarakat PT. Natarang Mining
3. Memberikan

masukan

mengenai

strategi

pengelolaan

pengembangan

masyarakat yang mengacu pada konsep pembangunan berkelanjutan


1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pihak
terkait antara lain :

1. Manfaat Akademis : memberikan informasi ilmu pengetahuan mengenai


program

Pemberdayaan

Masyarakat

yang

berkonsep

pembangunan

berkelanjutan
2. Manfaat Praktis :
a. Pemerintah : sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam melakukan
evaluasi program Pengembangan Masyarakat agar lebih efektif dan efisien
b. Perusahaan: sebagai bahan pertimbangan untuk merencanakan program
Pengembangan Masyarakat yang akan datang serta mengevaluasi program
Pengembangan Masyarakat yang sedang berjalan agar dapat lebih
bermanfaat.
c. Masyarakat : memberikan gambaran mengenai program Pengembangan
Masyarakat sehingga masyarakat dapat ikut berperan aktif dalam
pembangunan.
1.5 Kerangka Pemikiran dan Alur Penelitian
Sesuai dengan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas ayat (1) menyatakan bahwa perseroan yang menjalankan
kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib
melaksanakan tanggung jawab sosial, sedangkan apabila kita melihat lebih jauh
dari penjelasan pasal ini menyatakan bahwa ketentuan ini bertujuan untuk tetap
menciptakan hubungan perseroan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan
lingkungan, nilai, norma dan budaya masyarakat setempat. Dari penjelasan ini
kita bisa melihat bahwa Pengembangan Masyarakat dimaknai bukan hanya
sebagai pelepasan kewajiban perusahaan kepada masyarakat, namun lebih kepada
menciptakan kesesuaian dan keseimbangan ekosistem, sehingga Pengembangan
Masyarakat akan lebih bermanfaat apabila dikelola dengan berwawasan
pembangunan berkelanjutan.

10

Kegiatan Pengembangan Masyarakat PT. Natar

Industri Pertambangan mempunyai umur yang

Bagaimana keberlanjutan masyarakat pasca pen

Masyarakat Ring I berdampak langsung, akan berafiliasi dan menjadi t

Bagaimana efektivitas program


Apakah
Pengembangan
evaluasi program
Masyarakat
Pengembangan
PT. NM terhadap
Masyarakat
pemberdayaan
yang sedang
masy
be

Analisis Deskriptif
CIPP

Pengisian k
Data sekun

Gambar 1. Diagram kerangka pemikiran dan alur penelitian

Alternatif langkah-langkah yang


Diketahuinya
perlu dilakukan
kondisi
untuk
peran
pengelolaan
serta masyarakat
Pengembangan
serta kebutuhan
Masyarakat
danyang
kesesuaia
berko

1.6 Penelitian Terdahulu


Daftar peneliti yang melakukan penelitian terhadap pengembangan
masyarakat disajikan pada Tabel 1
No.
1
1.

Peneliti
Judul
Metode
Rekomendasi Strategi pengelolaan
(Tahun)
2
3
4
(Cahyo
Pelaksanaan 1.Deskriptip
Tanggung
kualitatif
no,
Jawab Sosial 2.Metode pemilihan
2013)
dan
informan
Lingkungan
menggunakan

Hasil
Pengembangan Masyarakat yang ber
5
Pelaksanaan tanggung jawab
lingkungan hanya untuk
mentaati peraturan bidang
lingkungan.
Komponen
sosial
khususnya
untuk

11

2.

(Boniska,
2008)

PLTU
purposive dan
Tanjung Jati
snowballing
B Jepara
3.Analisa data
menggunakan
model interaktif
Kajian
Analisa kualitatif
Dampak
dengan
Lingkungan
menggunakan
Kegiatan
teknik purposive
Penambanga
sampling
n
Bahan
Galian
Golongan C

masyarakat
memperoleh
khusus

belum
perhatian

1. Kegiatan penambangan
bahan galian golongan C
tidak
sesuai
dengan
Rencana Detail Tata
Ruang
Kota
Bagian
Wilayah Kota VI (BWK
VI) Tahun 2000-2010.
2. Berdasarkan pengamatan
di lapangan dan studi
pustaka jenis batuan yang
terdapat di lapangan
adalah breksi vulkanik.
3. Dampak lingkungan yang
timbul akibat kegiatan
penambangan
adalah
kerusakan jalan, jatuhanjatuhan material, kondisi
tanah yang
semakin
gersang.
4. Usulan pengelolaan yang
dapat dilakukan untuk
memulihkan
kondisi
lingkungan adalah dalam
bentuk rekayasa vegetasi
dan mekanis

Tabel 1. Daftar penelitian terdahulu terkait ekowisata mangrove

12

BAB II KESIMPULAN
Sumber daya alam suatu saat akan habis apabila dieksploitasi secara terus
menerus, pada saat itu terjadi maka perusahaan pertambangan akan menutup
usahanya dan meninggalkan lokasi penambangan yang berbeda dari fungsi awal
lokasi tersebut.
Masyarakat yang berada di zona ring I (satu) berdampak langsung
terhadap aktivitas penambangan mau tidak mau akan berafiliasi dengan
perusahaan dan menjadi tergantung kepada perusahaan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi program pemberdayaan masyarakat pasca tambang sehingga
masyarakat bisa tetap bertahan dan menjadi masyarakat mandiri setelah
perusahaan tersebut tutup.

13

DAFTAR PUSTAKA
Boniska, F. A. (2008). Kajian Dampak Lingkungan Kegiatan Penambangan
Bahan Galian Golongan C. Universitas Diponegoro.
Cahyono, B. H. (2013). Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
PLTU Tanjung Jati B Jepara. Universitas Diponegoro.
Handayani, R., & Nareshwara, S. (2011). Peran Penting Sektor Pertambangan.
Warta Minerba, 2123.
Nirmaya, G. C., Muflikhati, I., & Simanjuntak, M. (2014). Pengaruh Program
Corporate Social Responsibility ( CSR ) Terhadap Kesejahteraan Keluarga
Di Sekitar Tambang. Jurnal Ilmu Keluarga, 7(1), 1929.
Prayogo, D. (2011). Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Dan
Community Development Pada Industri Tambang Dan Migas. Makara,
Sosial Humaniora, 15(1), 4358.
Peraturan Perundang-undangan
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan
Mineral dan Batubara
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup