Anda di halaman 1dari 40

REFLEKSI KASUS

ANEMIA MIKROSITIK
HIPOKROM
E L S A N I TA H A P P Y F LO R I TA
01.211.6503
PEMBIMBING :
D R . K U R N I A D W I A S T U T I S P. A .

IDENTITAS PENDERITA
Nama

: An. DH

Umur

: 10 tahun

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Agama

: Islam

Suku

: Jawa

Alamat

: Sumberejosari karang rayung

Bangsal
Masuk RS

: Anggrek
: 07 Desember 2015

ANAMNESIS
Keluhan Utama : Lemas
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke RS dengan keluhan lemas sejak 3 bulan
SMRS yang dirasakan semakin memberat dan mengganggu
aktivitas pasien. Pasien juga mengeluh cepat lelah saat
bermain dengan teman-temannya. Pasien juga merasa nafsu
makan turun dan berat badan pasien sulit naik. Pasien juga
merasakan badannya lemas walaupun sudah makan banyak.
Pasien juga merasakan perutnya sakit dan sering keringat
dingin. Pasien sering bermain sepak bola dengan temannya
tanpa menggunakan alas kaki dan jarang mencuci tangan
sebelum makan. Pasien tidak ada keluhan demam, pusing
mual dan muntah. Pasien juga tidak menngalami gangguan
pencernaan seperti diare. Pasien juga mengatakan buang air
besar dan buang air kecil tidak ada keluhan.

Riwayat Penyakit
Dahulu
Tidak pernah sakit seperti
ini
Riwayat Penyakit
Keluarga
Tidak ada anggota keluarga
yang menderita keluhan
seperti yang dirasakan
pasien.
Riwayat Persalinan
Anak Laki-laki lahir dari ibu
G1P1A0 hamil 40 minggu,
antenatal care teratur,
penyakit kehamilan tidak
ada, masa gestasi cukup
bulan, lahir secara spontan,
anak lahir langsung
menangis, berat badan lahir
3100 gram.
Kesan : neonates aterm,
lahir secara Spontan

Riwayat Kehamilan dan


Pemeliharaan Prenatal
Ibu mengaku rutin
memeriksakan kehamilan di
bidan 4x hingga bayi lahir. Ibu
juga mengaku mendapat
suntikan TT 1x. Ibu mengaku
tidak pernah menderita
penyakit selama kehamilan,
riwayat perdarahan selama
kehamilan disangkal, riwayat
trauma selama kehamilan
disangkal, riwayat minum obat
tanpa resep dokter dan jamu
disangkal. Obatobatan yang
diminum selama masa
kehamilan adalah vitamin dan
obat penambah darah.
Kesan: riwayat kehamilan dan
pemeliharaan prenatal baik.

RIWAYAT PERKEMBANGAN DAN


PERTUMBUHAN ANAK
Mengangkat kepala : 2
bulan
Memiringkan Badan : 3
bulan
Tengkurap dan
:4
bulan
Duduk
: 6 bulan
Merangkak

: 8 bulan

Berdiri

: 11 bulan

Berjalan
Berbicara

: 12 bulan
: 17 bulan

Bertepuk tangan : 24 bulan

Mencoret pensil pada kertas


bulan

: 36

Melompat kedua kaki diangkat


bulan
Mengenakan sepatu sendiri
bulan
Menggambar lingkaran
bulan

: 42

Bicaranya mudah dimengerti


bulan
Berjalan lurus

: 48
: 54
: 60

: 66 bulan

Mengenal warna-warni
Kesan: pertumbuhan dan
perkembangan sesuai anak
seusianya

: 72 bulan

Riwayat Imunisasi

0-7 hari
1 bulan
2 bulan
4 bulan
6 bulan
9 bulan
Kesan
usia

:
:
:
:
:
:
:

HB1,
HB2, BCG
Polio 1,DPT1,
DPT2, Polio 2
Polio 3, HB3,DPT3
Campak
imunisasi lengkap sesuai

Riwayat Sosial Ekonomi Dan


Lingkungan
Ayah Pasien Bekerja Sebagai
PetaniBiaya Pengobatan Ditanggung
Jamkesda
Pasien Tinggal Di Desa Kenteng Toroh
Dengan Kebersihan Relatif Kurang
Kesa
: Keadaan Sosial Ekonomi
Dan Lingkungan Kurang

Pertumbuhan
Anak Laki-laki, umur 10
tahun
BB lahir : 3100 g
BB saat ini: 30 kg
BMI
PB = 30/1,35
: 135 cm
2
= 16,5
Kesan : status gizi kurang
Riwayat makan dan
minum
Anak diberikan ASI sejak
lahir sampai usia 2 tahun.

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum :
Compos mentis,
lemah, pucat

Tanda Vital
HR : 112 x / menit,
reguler,
isi tegangan
cukup
Suhu : 37,2 0C
RR : 22 x / menit

Status Generalis
Kepala: mesocephal,
rambut hitam tidak
mudah dicabut
Mata : konjungtiva
anemis (+/+), sklera
ikterik (-/-),Refleks cahaya
(+/+), isokor ( 3mm)
Telinga : discharge (-/-)
Hidung : secret (-), napas
cuping hidung (-)
Mulut : bibir kering (+),
lidah kotor (-), lidah
tremor (-)
Leher : pembesaran KGB
(-), trachea terdorong (-)

THORAX
Paru

Jantung :

Inspeksi : bentuk
normal, hemithorax
dextra dan sinistra
simetris, retraksi
costa (-)
Palpasi : Strem
fremitus kanan =
Strem fremitus kiri
Perkusi : sonor di
seluruh lapangan
paru
Auskultasi : suara
dasar vesikuler,
ronkhi (-/-), wheezing
(-/-)

Inspeksi : Iktus cordis tidak


tampak
Palpasi : Iktus cordis teraba
pada ICS V medial linea
midclavicula sinistra
Perkusi : Batas jantung kiri
di linea midclavicula sinistra,
batas kanan di linea
parasternalis dextra, batas
atas di ICS III sinistra
Auskultasi : Bunyi jantung I
dan II reguler

Abdomen
Inspeksi : datar
Auskultasi : peristaltik (+), bising usus
(+) normal
Perkusi : timpani di seluruh kuadran
Palpasi : supel (+), nyeri tekan (-),
hepar dan lien tidak teraba
Ekstremitas
Akral dingin
: Superior (-/-) Inferior (-/-)
Oedem Extremitas : Superior (-/-) Inferior
(-/-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
7 DESEMBER 2015 (H1)
Pemeriksaan Hasil

Nilai Normal

Hb

5,1 gr/dl

12 16 gr/dl

Ht

19,7 %

36 47 %

Leukosit

6900

4000-10000/mm3

Trombosit

320000

150 450 x 103/ul

Eritrosit

3,53 x 106

4,5-5,5 x 106

8 Desember 2015 (H2)


HEMATOLOGI
Pemeriksaan

Hasil

Nilai Normal

Hemoglobin

5,3 gr/dl

12 16 gr/dl

Hematokrit

19,2 %

36 47 %

Lekosit

12700

4000-10000/mm3

Trombosit

420000

150 450 x 103/ul

Eritrosit

3,49 x 106

4,5-5,5 x 106

8 Desember 2015 (H2)


FESES RUTIN

Warna

Kuning, lembek

Kista

Ancylostoma

+ (Positif)

Trycomonas

Sisa makanan

Ascaris

Lemak

Lekosit

1-2

eritrosit

1-2

Amoeba

Lain-lain

Bakteri +1

GAMBARAN DARAH TEPI


Eritrosit

Mikrositik, hipokrom, ovalosit, teardrop cell,

leukosit

Estimasi jumalah meningkat

Trombosit

Estimasi jumlah normal, trombosit besar

Kesan : Anemia Mikrositik Hipokrom

PEMERIKSAAN PENUNJANG
10 DESEMBER 2015 (H4)
Pemeriksaan

Hasil

Nilai Normal

Hemoglobin

11,3 gr/dl

12 16 gr/dl

Hematokrit

34,2 %

36 47 %

Lekosit

7000

4000-10000/mm3

Trombosit

420000

150 450 x 103/ul

Eritrosit

3,49 x 106

4,5-5,5 x 106

DAFTAR MASALAH

Anemia
Mikrositik
Hipokromik

Leukositosis

Ankylostomia
sis

Badan
Lemas 3
bulan
Anoreksia

Berat Badan
Sulit Naik

Konjingtiva
Anemis

DIAGNOSIS BANDING
Anemia Mikrositik Hipokrom et causa
Ancylostomiasis
Anemia Defisiensi Besi
Anemia karena perdarahan
DIAGNOSIS SEMENTARA
Anemia Mikrositik Hipokrom et causa
Ancylostomiasis
INITIAL PLANNING DIAGNOSTIK
Pemeriksaan Indeks Eritrosit

INITIAL TERAPI:
Infus RL 10 tpm
Transfuse PRC 2 Kolf jarak 4 jam
Inj. Furosemid 15 mg
Asam Folat 1 x 1mg
Maltiron Syr 1x 1 cth
Pirantel Pamoat 1 x 250 mg

INITIAL MONITORING:
Monitoring suhu, frekuensi jantung, frekuensi pernapasan.

INITIAL EDUKASI
Menjelaskan pada keluarga tentang penyakit pasien dan
menjelaskan cara penularan penyakit yang diderita
pasien.
Menjelaskan pada pasien tentang penyebab penyakit,
dan risiko penularan penyakit yang diderita pasien.
Menjelaskan pada pasien untuk meminum obat secara
teratur dan control setelah 1 minggu keluar dari rumah
sakit.
Menjelaskan pada keluarga pasien agar menjaga
kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal pasien.
Memeri motovasi pada pasien dan keluarga untuk
sering mencuci tangan dengan sabun.
Menjelaskan pada pasien tentang pola hidup bersih dan
sehat.

PROGNOSIS
Quo ad vitam

: ad bonam

Quo ad sanam

: ad bonam

Quo ad fungsionam

: ad bonam

ANEMIA
Definisi
Anemia secara fungsional didefinisikan sebagai penurunan
jumlah massa eritrosit (red cell mass) sehingga tidak dapat
memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah
yang cukup ke jaringan perifer (penurunan oxygen carrying
capacity). Secara praktis anemia ditunjukkan oleh penurunan
kadar hemoglobin, hematokrit atau hitung eritrosit (red cell
count). (Bakta, 2011)

Etiologi
Pada dasarnya anemia disebabkan oleh karena: (Bakta,2011)
Gangguan pembentukan eritrosit oleh sumsum tulang
Kehilangan darah keluar tubuh (perdarahan)
Proses penghancuran eritrosit dalam tubuh sebelum
waktunya (hemolisis)

KRITERIA ANEMIA
Kriteria Anemia menurut WHO (2012) :
Anak
Usia 6 bulan 6 tahun Hb < 11 gr/dL
Usia 6 -14 tahun

Hb < 12 gr/dL

Dewasa
Laki-laki dewasa

Hb < 13 gr/dL

Wanita dewasa tidak hamil


Wanita hamil

Hb < 12 gr/dL

Hb < 11 gr/dL

ANEMIA

MIKROSITIK HIPOKROMIK
(MCV <73fl, MCH <22pg,
MCHC 28-35%)

NORMOKROMIK NORMOSITIK
(MCV, MCH, MCHC dalam
batas normal)

HIPERKROMIK MAKROSITER
(MCV >73fl, MCH >32pg,
MCHC >35%)

Anemia defisiensi
Fe

Anemia aplastik

Anemia penyakit
Kronik

Anemia
perdarahan Akut

Anemia defisiensi
vit B12

Anemia Penyakit
Hati Kronis

Anemia
Sideroblastik
(penurunan
sintesis globin)

Anemia Perdarahan
Kronis

Anemia Defisiensi
Asam Folat

Anemia
Sindrom
Mielodisplastik

Anemia infeksi
parasit

Anemia Keganasan

Thalasemia

Megaloblastik

Non-Megaloblastik

Anemia pada
Hipotiroidism
e

NILAI NORMAL MCV MCH MCHC


Usia

MCV

MCH

MCHC

Dewasa

98-112

26-23

32-36

Bayi

73-103

33-41

31-35

Anak 1-5 th

72-88

23-31

26-34

Anak 6-10 th

69-93

22-34

32-36

MCV (Mean Capsular Volume)


untuk menilain isi atau volum
dan ukuran eritrosit

MCH (Mean Capsular


Hemoglobin) untuk menilai
kadar Hemoglobin
MCHC (Mean Capsular
Hemoglobin Consentration)
untuk menilai kadar
hemoglobin rata rata pada
eritrosit

GEJALA ANEMIA
Gejala umum anemia tergantung pada : (Bakta.2011)
a. Derajat penurunan hemoglobin
b. Kecepatan penurun hemoglobin
Gejala Anemia :
. Kelopak Mata Pucat
. Mudah lelah
. Pusing
. Sering Mual
. Ujung Jari Pucat

KLASIFIKASI ANEMIA
Klasifikasi Anemia menurut etiopatogenesis : (Bakta.2011)
1. Anemia karena gangguan pembentukan eritrosit dalam
sumsum tulang
A. Kekurangan bahan esensial pembentuk eritrosit
Anemia defisiensi besi
Anemia defisiensi asam folat
Anemia defisiensi vitamin B12
B. Gangguan penggunaan besi
Anemia akibat penyakit kronik
Anemia sideroblastik
C. Kerusakan sumsum tulang
Anemia aplastic
Anemia mieloptisik
Anemia pada keganasan hematologi
Anemia diseritropoietik
Anemia pada sindrom mielodisplastik

2. Anemia akibat perdarahan


Anemia pasca perdarahan akut
Anemia akibat perdarahan kronik
3. Anemia hemolitik
A. Anemia hemolitik intrakorpuskular
Gangguan membran eritrosit (membranopati)
Gangguan enzim eritrosit (enzimopati): anemia akibat
defisiensi G6PD
Gangguan hemoglobin (hemoglobinopati) - Thalasemia Hemoglobinopati struktural : HbS, HbE, dll
B. Anemia hemolitik ekstrakorpuskuler
Anemia hemolitik autoimun
Anemia hemolitik mikroangiopatik
Lain-lain

4. Klasifikasi anemia berdasarkan morfologi dan etiologi:


(Bakta.2011)
A. Anemia hipokromik mikrositer
Anemia defisiensi besi
Thalasemia major
Anemia akibat penyakit kronik
Anemia sideroblastik
Anemia dengan ukuran eritrosit yang lebih kecil dari normal
dan mengandung konsentrasi hemoglobin yang kurang dari
normal. (Indeks eritrosit : MCV < 73 fl, MCH < 23 pg, MCHC
26 - 35 %). Penyebab anemia mikrositik hipokrom:
Berkurangnya zat besi: Anemia Defisiensi Besi.
Berkurangnya sintesis globin: Thalasemia dan
Hemoglobinopati.
Berkurangnya sintesis heme: Anemia Sideroblastik.

B. ANEMIA NORMOKROMIK NORMOSITER


1. Anemia pasca perdarahan akut
2. Anemia aplastik
3. Anemia hemolitik didapat
4. Anemia akibat penyakit kronik
5. Anemia pada gagal ginjal kronik
6. Anemia pada sindrom mielodisplastik
7. Anemia pada keganasan hematologik
Anemia normositik normokrom disebabkan oleh
karena perdarahan akut, hemolisis, dan penyakitpenyakit infiltratif metastatik pada sumsum tulang.
Terjadi penurunan jumlah eritrosit tidak disertai dengan
perubahan konsentrasi hemoglobin (Indeks eritrosit
normal pada anak: MCV 73 101 fl, MCH 23 31 pg ,
MCHC 26 35 %), bentuk dan ukuran eritrosit.

C,. ANEMIA HIPERKROMIK MAKROSITER


1. Bentuk megaloblastik
Anemia defisiensi asam folat
Anemia defisiensi B12, termasuk anemia pernisiosa
2. Bentuk non-megaloblastik
Anemia pada penyakit hati kronik
Anemia pada hipotiroidisme
Anemia pada sindrom mielodisplastik
Anemia dengan ukuran eritrosit yang lebih besar
dari normal dan hiperkrom karena konsentrasi
hemoglobinnya lebih dari normal. (Indeks eritrosit
pada anak MCV > 73 fl, MCH = > 31 pg, MCHC = > 35
%). Ditemukan pada anemia megaloblastik (defisiensi
vitamin B12, asam folat), serta anemia makrositik
non-megaloblastik (penyakit hati, dan
myelodisplasia)

GEJALA KHAS INFEKSI CACING


TAMBANG :
MIGRASI LARVA

a. Sewaktu menembus kulit


Rasa gatal di kulit(creeping eruption)
b. Sewaktu melewati Paru
bisa terjadi Pneumonitis
CACING DEWASA
1. Gangguan Gastrointestinal
a.Anoreksia
b.Mual
c.Muntah
d.Diare
e.Penurunan berat badan
f. Nyeri pada sekitar duodenum, jejunum, ileum
2. Pada pemeriksaan labolatorium ditemukan Anemia
Mikrositik Hipokromik
3. Adanya korelasi positif antara infeksi sedang-berat
dengan tingkat kecerdasan anak

DIAGNOSIS ANEMIA
Anemia hanyalah suatu sindrom, bukan suatu kesatuan
penyakit (disease

entity), yang dapat disebabkan oleh

berbagai penyakit dasar (underlying disease). Hal ini


penting

diperhatikan

Tahaptahap

dalam

dalam

diagnosis

anemia.

anemia

adalah:

diagnosis

(Bakta.2011)
a. Menentukan adanya anemia
b. Menentukan jenis anemia
c. Menentukan etiologi atau penyakit dasar anemia
d. Menentukan ada atau tidaknya penyakit penyerta yang
akan mempengaruhi hasil pengobatan.

ANCYLOSTOMIASIS
Infeksi Cacing Tambang (Hookworm)
Pada manusia disebabkan Ancylostoma duodenale
(ankilostomiasis). Cacing tambang mempunyai siklus
hidup yang kompleks, infeksi oleh larva melalui kulit
dan mengalami migrasi ke paru paru dan
berkembang menjadi dewasa pada usus halus.
Infeksi cacing tambang menyebabkan anemia
mikrositik dan hipokromik karena kekurangan zat
besi akibat kehilangan darah secara kronis. Cacing
dewasa terutama hidup di daerah yeyunum dan
duodenum. Telur dikeluarkan melalui tinja dan tidak
infektif pada manusia. Larva filariform yang bersifat
infektif hidup secara bebas di dalam tanah dan air
(Ideham, 2010).

Larva di tanah

Infeksi oleh larva melalui


kulit mengalami migrasi ke
paru paru
Berkembang menjadi dewasa
pada usus halus dan
menempel pada usus untuk
memperoleh nutrisi dari
pembuluh darah di usus
Cacing dewasa bertelur di
jejunum

Telur keluar bersama


feses

SIKLUS HIDUP ANCYLOSTOMA


Fase cutaneus,
yaitu cutaneus larva migrans, berupa efek larva
yang menembus kulit. Larva ini menyebabkan
dermatitis yang disebut Ground itch. Timbul rasa
nyeri dan gatal pada tempat penetrasi.
Fase pulmonary
berupa efek yang disebabkan oleh migrasi larva dari
pembuluh darah kapiler ke alveolus. Larva ini
menyebabkan batuk kering, asma yang disertai
dengan wheezing dan demam.
Fase intestinal
berupa efek yang disebabkan oleh perlekatan cacing
dewasa pada mukosa usus halus dan pengisapan
darah. Cacing ini dapat mengiritasi usus halus
menyebabkan mual, muntah, nyeri perut, diare, dan
feses yang berdarah dan berlendir

PENANGANAN INFEKSI CACING


1. Pembinaan air bersih,

2. Jamban keluarga

3. Kesehatan lingkungan,
4. Sesudah pengobatan cacing secara massal pada
penduduk dapat mengurangi penularan dan menurunkan
prevalensi infeksi soil-transmitted helminths di
pedesaan, terutama pada anak usia kurang dari 10
tahun.

PENATALAKSANAAN ANCYLOSTOMIASIS
PENGOBATAN SECARA BERKALA DENGAN OBAT ANTELMINTIK
GOLONGAN BENZIMIDAZOL (PIRANTEL PAMOAT, MEBENDAZOL,
LEVAMISOL HIDROKHLORIT) PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DAPAT
MENGURANGI DAN MENJAGA CACING-CACING TERSEBUT BERADA PADA
KONDISI YANG TIDAK DAPAT MENIMBULKAN PENYAKIT (BUNDY DKK, 2012).
KEUNTUNGAN PEMBERANTASAN KECACINGAN SECARA BERKALA PADA
KELOMPOK ANAK USIA SEKOLAH MELIPUTI :

a. Meningkatkan cadangan besi.


b. Meningkatkan pertumbuhan dan kondisi fisik.
c. Meningkatkan daya kognitif dan tingkat kehadiran
sekolah.
d. Mengurangi kemungkinan terkena infeksi
sekunder.
(Jukes, 2013).

PENATALAKSAAN ANKYLOSTOMIASIS
1.Pirantel Pamoat dosis tunggal 10
mg/KgBB
2.Mebendaszol 100mg 2x1 selama 3
hari berturut turut
3.Albendazol pada anak diatas usia
2 tahun 400mg

DAFTAR PUSTAKA

1.

Bakta I. Made. Hematologi Klinik. Anemia Mikrositik hipokromik. Edisi 2 Penerbit


Jakarta 2011.

2.

Bundy dkk. Ancylostoma infection in child and multiple helmint infectons:


Impack and control. Parasitology. 2012 ; 122 : S73-S81.

3.

CDC, 2009. Siklus Hidup Hook Worm. Ascariasis dan ancilostomiasis pada anak.

4.

Jukes M. Better Education Improvement Health And Nutrition: Implication for


child development programs. Pediatric Infection. 2013 : 76-145

5.

WHO. Anemia In Child And the World Nutrition Situation- Nutrtion Life Cycle.
ACC-SCN : 2012

6.

Strikland, G.T. dkk. Strategy For Education Hook Worm and Worm Infection.
Worm Infectoin Pediatric. 2010).

7.

Ideham, B. 2010 . Helmitologi Kedokteran. Surabaya : Airlangga UniversityPress,


77-81, 89-99.