Anda di halaman 1dari 3

UPAYA PELAYANAN KESEHATAN

PELAYANAN IMUNISASI
Kegiatan imunisasi rutin meliputi pemberian imunisasi untuk bayi umur 0-1 tahun (BCG,
DPT, Polio, Campak, Hb), imuisasi untuk Wanita Usia Subur/Ibu hamil (TT) dan imunisasi
untuk anak SD (kelas 1:DT dan kelas 2-3: TT), sedangkan kegiatan imunisasi tambahan
dilakukan atas dasar ditemukannya masalah seperti Desa non UCI, potensial/ risti KLB,
ditemukan/diduga adanya virus polio liar atau kegiatan lainnya berdasarkan kebijakan teknis.
Pencapaian Universal child Immunization (UCI) pada dasarnya merupakan proksi terhadap
cakupan atas imunisasi secara lengkap pada sekelompok bayi. Bila cakupan UCI dikaitkan
dengan batasan suatu wilayah tertentu, berarti dalam wilayah tersebut tergambarkan besarnya
tingkat kekebalan masyarakat atau bayi (herd immunity) terhadap penularan penyakit yang
dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Dalam hal ini Pemerintah menargetkan pencapaian
UCI pada wilayah administrasi desa/kelurahan. Suatu desa/kelurahan telah mencapai target
UCI apabila >80% bayi di desa/kelurahan tersebut mendapat imunisasi lengkap. Secara
Provinsi, pencapaian UCI tingkat desa/kelurahan tahun 2008 seperti pada grafik berikut.
Gambar V. 7. Cakupan UCI Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara tahun 2008 Sumber :

Dari grafik di atas, seratus persen desa/ kelurahan di Kota Tomohon tercakup dengan UCI
diikuti oleh Bolaang Mongondow Utara (93,0%) dan Kabupaten Minahasa Selatan (86,8%)
sedangkan Kota Kotamobagu paling rendah cakupan UCI yaitu 17,2 %. Target jangkauan
imunisasi bayi ditunjukkan dengan cakupan imunisasi DPT1, karena imunisasi ini merupakan
salah satu antigen kontak pertama dari semua imunisasi yang diberikan pada bayi. Sedangkan
target tingkat perlindungan imunisasi bayi ditunjukkan dengan cakupan imunisasi campak
karena imunisasi inim erupakan antigen kontak terakhir dari semua imunisasi yang diberikan
pada bayi. Untuk menunjukkan tingkat efektifitas program digunakan angka drop out
(DO)DPT1 Campak. 42

Cakupan imunisasi DPT1-Hb1 di Sulawesi Utara dengan 90,4 % dari gambar terlihat cukup
dipengaruhi oleh pencapaian Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sebanyak 154% diikuti

oleh Kabupaten Bolaang Mongondow sebesar 116%. Dua kabupaten masih belum mencapai
target nasional yaitu Kabupaten Sitaro dan Kota Kotamobagu (58,7 % dan 70,1%). Tingkat
efektifitas program digunakan angka drop out (DO)DPT1 Campak dapat dilihat seperti
pada grafik berikut.
Gambar V. 9. Drop Out (DPT1-Campak) Sulawesi Utara tahun 2008

Dari data di atas maka perlu dilakukan revisi data yang berasal dari Kabupaten Sitaro dan
Kabupaten Minahasa Tenggara dimana cakupan campak jauh lebih besar dibandingkan
cakupan DPT1- Hb1 sehingga menghasilkan cakupan negatif. Adapun DO terbesar terdapat
di kabupaten Sitaro dan Kota Tomohon meskipun secara keseluruhan terdapat lima
Kabupaten yang tidak mencapai target program ( >10%) atau dengan kata lain terdapat 5
kabupaten yang tidak mencapai tingkat perlindungan program. Cakupan imunisasi bayi untuk
masing-masing jenis vaksinasi menurut kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran tabel 23.
Maternal and Neonatal Tetanus Elimination (MNTE) merupakan salah satu kegiatan imuniasi
tambahan yang bertujuan untuk menurunkan jumlah kasus Tetanus Neonatal di setiap
Kabupaten hingga < 1 kasus per 1000 kelahiran hidup pertahun. Pada masa lalu sasaran
kegiatan MNTE adalah calon penganten dan ibu hamil namun pencapaian target agak lambat
sehingga dilakukan kegiatan akselerasi berupa pemberian TT 5 dosis pada seluruh Wanita
Usia Subur termasuk ibu hamil (usia 15 49 tahun). Untuk cakupan imunisasi TT ibu hamil
tahun 2008 dapat dilihat pada tabel 26.