Anda di halaman 1dari 13

KONSEP DAN TEORI MODEL KEPERAWATAN

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keperawatan sebagai profesi merupakan bagian dari masyarakat, serta akan berubah
seirama dengan berubahnya masyarakat itu sendiri. Masyarakat terus-menerus berkembang dan
mengalami perubahan. Era kesejagatan hendaknya oleh perawat dipersiapkan secara benar dan
menyeluruh, mencakup seluruh aspek keadaan atau peristiwa yang terjadi atau sedang dan yang
akan berlangsung dalam era tersebut.

Ada 4 skenario masa depan yang diprediksikan akan terjadi dan harus di antisipasi dengan
baik oleh profesi keperawatan Indonesia ( Ma’arifin Husin, 1999 ) antara lain : a. masyarakat
berkembang disini masyarakat akan lebih berpendidikan, lebih sadar akan hak dan hukum,
menuntut berbagai jenjang pelayanan kesehatan/ keperawatan yang professional serta rentang
kehidupan daya ekonomi masyarakat semakin melebar. b. Rentang masalah kesehatan yang
semakin melebar mulai dari yang sederhana sampai pada masalah yang komplek c. IPTEK yang
terus berkembang, dimana penggunaan teknologi dari yang sederhana sampai pada teknologi
yang sangat canggih. d.. Tuntutan profesi terus meningkat.

Tantangan tersebut tentunya harus dapat dikelola dengan baik oleh profesi keperawatan
keperawatan . Namun disisi lain ada permasalahan pokok yang dihadapi perawat Indonesia
dalam sistem pelayanan kesehatan, seperti yang dikemukakan oleh Azrul Anwar, 1999 dikutip
oleh Nursalam, 2002 adalah sebagai berikut : peran perawat professional yang belum optimal,
terlambatnya pengakuan body of knowledge profesi keperawatan, terlambatnya pengembangan
pendidikan keperawatan professional, terlambatnya pengembangan sistem pelayanan asuhan
keperawatan professional.

Langkah strategik yang harus dilakukan dalam mengahadapi tantangan dan permasalahan
diatas adalah “ the nurse should do no harm to your self “ ( Nigthtingale, dikutip oleh Nursalam
2002 ) artinya semua tindakan keperawatan harus dapat memenuhi kebutuhan pasien tanpa ada
resiko negative yang ditimbulkan. Hal ini ditegaskan oleh Lynn Basford dan Oliver Slevin
( 2006 ) yang menyatakan profesi keperawatan menginginkan adanya perawat yang berpikir,
yaitu perawat yang tidak hanya melakukan tugasnya tanpa berpikir, namun yang memikirkan
dengan cermat tentang apa yang dilakukannya dan bertindak bijaksana demi kepertingan pasien
atau klien. Salah satu strategi adalah penerapan model keperawatan yang merupakan aplikasi
praktek keperawatan berdasarkan teori, disamping itu peningkatan pendidikan, pengembangan
Ilmu keperawatan, pelaksanaan riset keperawatan. Untuk dapat menerapkan model keperawatan
yang merupakan aplikasi praktek keperawatan berdasarkan teori maka perlu dipahami dahulu
konsep dan teori model keperawatan.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum
Mampu memahami konsep dan teori model keperawatan.
2. Tujuan Khusus :
a. Mampu menjelaskan pengertian konsep
b. Mampu mengidentifikasi konsep utama keperawatan
c. Mampu menjelaskan pengertian teori keperawatan
d. Mampu mennguraikan proses penyusunan teori keperawatan
e. Mampu menjelaskan karateristik teori keperawatan.
f. Mampu menjelaskan model keperawatan beserta karateristiknya
g. Mampu menjelaskan aplikasi praktek keprawatan berdasarkan teori.
TINJAUAN TEORI

A. Pengertian Konsep, dan Paradigma Keperawatan.

Konsep merupakan kerangka berpikir yang membentuk suatu teori, yang menjelaskan
keterkaitan antar variabel ( Suhartono Taat Putra, 2000 ). Kathleen K.B. et.al.( 2006 )
mengatakan konsep adalah kata-kata yang menunjukkan gambaran dalam pikiran mengenai
fenomena dan juga konsep adalah kata-kata yang menunjukkan gambaran pikiran tentang
karateristik dan arti dari obyek, kejadian atau sesuatu. Konsep dapat 1) mudah diamati atau
kongkret, ide-ide seperti thermometer, ruam dan lesi. 2) dapat diamati secara tidak langsung atau
inferensial, ide seperti nyeri dan suhu atau 3) tidak dapat diamati atau abstrak, ide seperti
ekuilibrium, adaptasi, stress dan ketidakberdayaan

Didalam keperawatan ada empat konsep utama telah diidentifikasi sebagai metaparadigma
keperawatan. Istilah ini berasal dari dua kata Yunani : meta yang memiliki “ dengan “ dan
paradigma yang memiliki arti “ pola” . Pengertian paradigma juga dibahas oleh Masterman
( 1970 ) yang dikutip oleh Alimul Azis, mendefinisikan paradigma sebagai pandangan
fundamental tentang persolan dalam suatu cabang ilmu pengetahuan. Poerwanto P ( 1997 )
mengartikan paradigma sebagai suatu perangkat bantuan yang memiliki pola dan cara pandang
dasar yang khas dalam melihat, memikirkan, memberi makna, menyikapi dan memilih tindakan
mengenai suatu kenyataan atau fenomena kehidupan manusia. Empat konsep tersebut adalah
sebagai berikut :

1. Konsep Manusia .

Manusia bertindak sebagai klien yang merupakan mahluk biopsikososial dan spiritual yang
memilki sifat unik dengan kebutuhan yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat
perkembangannya masing-masing. Manusia bertindak sebagai klien dalam konteks paradigma
keperawatan ini bersifat individu, keluarga, kelompok dan komunitas dalam suatu system.

Konsep manusia lain dalam paradigma keperatan adalah manusia sebagai system, dimana
manusia terdiri dari komponen subsistem yang telah membentuk suatu system. System
tersebut dapat meliputi sistemterbuka, system adaptif dan system personal, interpersonal dan
social yang secara umum dapat dikatakan sebagai mahluk holistic ( utuh ). Sebagai system
terbuka, manusia dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan, baik fisik,
psikologis, social maupun spiritual sehingga proses perubahan pada manusia akan selalu
terjadi khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar. System adaptif, manusia akan
merespon terhadap perubahan yang ada dilingkungannya yang selalu akan menunjukkan
perilaku adaptif dan maladaptif. Sebagai system personal, interpersonal dan social, manusia
memiliki persepsi, pola kepribadian dan tumbuh kembang yang tidak sama, juga memiliki
kemampuan interaksi, peran dan komunikasi yang berbeda, serta kemampuan dalam
kehidupan bermasyarakat khususnya dalam pengambilan keputusan dan otoritas dalam
masalah kesehatan.

2. Konsep Lingkungan

Memandang bahwa lingkungan fisik, psikologis,social budaya dan spiritual dapat


mempengaruhi kebutuhan dasar manusia selama pemberian asuhan keperawatan dengan
meminimalkan dampak atau pengaruh yang ditimbulkan sehingga tujuan asuhan keperawatan
dapat tercapai.

3. Konsep Sehat-Sakit

Komponen ini memandang bahwa keperawatan adalah bentuk pelayanan yang diberikan pada
manusia dalam rentang sehat sakit. Berdasarkan rentang sehat-sakit tersebut, maka paradigma
keperawatan yang akan diberikan selama rentang sehat dan sakit tersebut, apakah statusnya
dalam tahap setengah sakit, sakit atau sakit kronis, sehingga akan diketahui tingkatan asuhan
keperawatan yang akan diberikan serta tujuan yang ingin diharapkan dalam meningkatkan
status kesehatannya. Rentang sakit sapat digambarkan mulai dari setengah sakit, sakit, sakit
kronis dan berakhir dengan kematian. Sedangkan rentang sehat dapat digambarkan mulai
sehat normal,sehat sekalidan sejahtera sebagi status sehat yang paling tinggi. Melalui rentang
ini dapat diketahui batasan perawat dalam melakukan praktek keperawatan dengan jelas.

Sehat menurut WHO adalah keadaan utuh secara fisik, jasmni, mental, dan sosial dan bukan
hanya satu keadaan yang bebas penyakit cacat dan kelemahan.
Menurut UU No. 23/1992 sehat adalah keadaan sejahtera badan (jasmani), jiwa (rohani), dan
sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Jadi sehat adalah suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan
perubahan – perubahan lingkungan internal dan eksternal untuk memepertahankan keadaan
kesehatannya.
Sedangkan sakit pada dasarnya merupakan keadaan terganggunya seseorang dalam proses
tumbuh kembang fungsi tubuh secara keseluruhan atau sebagian serta terganggunya proses
penyesuain diri manusia.

4. Konsep Keperawatan.

Merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan yang bersifat professional dalam memenuhi
kebutuhan dasar manusia yang dapat ditujukan kepada individu, keluarga kelompok atau
masyarakat dalam rentang sehat sakit. Dengan demikian paradigma dalam konsep
keperawatan memandang bahwa bentuk pelayanan keperawatan yang diberikan pada klien
dalam bentuk asuhan keperawatan adalah dalam keadaan tidak mampu, tidak mau dan tidak
tau dalam proses pemenuhan kebutuhan dasar.

Perawat ahli teori mendefinisikan keempat konsep ini secara berbeda-beda sesuai dengan
filosofi, orientasi ilmiah, pengalaman dan pandangan keperawatan yang dipegang oleh ahli
tersebut. Pada saat metaparadigma/paradigma keperawatan ini dipahami akan sangat berguna
untuk menganalisis, membandingkan dan membedakan model-model keperawatan dalam
kerangka kerja keperawatan.

B. Pengertian Teori, Proses Penyusunan Teori Keperawatan , beserta Karateristik Dan


Tujuanya.

1. Pengertian Teori.

Chin dan Jacobs (1983 ) mendefinisikan teori yang dikutip oleh Paula J.C dan Janet W.K (2009 )
sebagai sekumpulan konsep, definisi dan proposrsi yang menunjukkan suatu pandangan
sistematis terhadap fenomena dengan memperlihatkan suatu interelasi khusus terhadap konsep
untuk menguraikan, menjelaskan, memprediksi dan atau mengendalikan suatu fenomena.
Suhartono Taat Putra (2000 ) mendefinisikan teori adalah penjelasan sistematik dari suatu fakta,
yang menjelaskan keterkaitan antar konsep. Jadi teori menghubungkan konsep dengan
menggunakan definisi yang menyatakan hubungan yang signifikan antara konsep-konsep. Secara
umum teori mencakup 3 unsur menurut Kathleen K.B. et.al.( 2006 ) yaitu :

a. Kumpulan konstruk ( construct ) atau konsep yang terdefinisi dengan baik. Konstruk adalah
konsep yang dibuat untuk memnuhi tujuan khusus. Konstruk dapat diukur dan dapat diamati
dalam hubungannya dengan konstruk lainnya. Sebagai contoh, id, ego, super ego adalah
konstruk untuk menjelaskan konsep kepribadian. Contoh dalam bidang keperawatan adalah
kontruk dalam teori Imogene King (1981 ) mengenai pencapaian tujuan mencakup persepsi, ,
diri, citra tubuh, tumbuh kembang, waktu dan ruang, adalah konstruk untuk menjelaskan
konsep sistem personal. Konsep sistem interpersonal konstruknya : interaksi, komunikasi,
transaksi, peran, stress dan koping. Konsep sistem sosial konstruknya : organisasi, otoritas,
kekuasaan, status dan pengambilan keputusan.

b. Kumpulan proposisi, pernyataan yang menentukan hubungan antara konstruk-kontruk.


Sebagai contoh satu dari berbagai konstruk yang terdapat dalam konsep , proposisi yang
dikembangkan King untuk menjelaskan hubungan antara konsep dan teori pencapaian
tujuannya yaitu “ apabila terdapat akurasi persepsi dalam interaksi perawat-klien, transaksi
( pencapaian tujuan ) akan terjadi.

c. Hipotesis, perkiraan yang menguji hubungan antara konstruk dan proposisi. Contoh dalam
teori King ‘ pencapaian tujuan “ adalah kesesuaian persepsi dalam interaksi perawat klien
meningkatkan penetapan tujuan bersama.
Steven, 1983 mengklasifikasikan teori yang dikutip oleh Paula J.C dan Janet W.K (2009 )
menjadi :

a. Teori Deskriptif yaitu mengidentifikasi dan menguraikan konsep utama fenomena tetapi tidak
menjelaskan bagaimana atau mengapa konsep tersebut berhubungan. Sebagai contoh teori
keperawatan deskriptif karya Peplau.

b. Teori Eksplanatori, tingkat penyusunan teori pada tahap ini berupaya menguraikan bagaimana
atau mengapa konsep berhubungan . Tingkat penyusunan ini menguraikan asosiasi dan
hubungan diantara beberapa konsep, tetapi kejelasan logis dan keadekuatan empiris hubungan
ini masih harus digali lagi. Sebagai contoh model dari Jonhson, Roy, Orem, King.

c. Teori Prediktif

Dicapai ketika konsep yang berhubungan dinyatakan dan pernyataan relasinay mampu
menguaraikan hasil di masa mendatang secara konsisten. Teori stress dan sindrom adaptasi
umum Selye ( 1956 ) contoh dari teori ini.

Sedangkan Teori keperawatan didefinidikan oleh Lynn Basford dan Oliver Slevin, ( 2006 )
adalah teori yang dibentuk di dalam atau di adaptasikan ke keperawatan, yang digunakan untuk
mendeskripsikan, menjelaskan atau memprediksi hubungan antar konsep yang relevan dengan
praktek keperawatan.

2. Proses Terbentuknya /Penyusunan Teori Keperawatan.

Proses terbentuknya /penyusunan teori keperawatan ini menurut Chin dan Jacobs (1983 ) yang
dikutip oleh Paula J.C dan Janet W.K (2009 ) mencakup proses, aktivitas dan produk. Pada
tahap proses lima fase berurutan dan saling berinteraksi : eksplorasi, analisa konsep, membangun
hubungan, menguji hubungan dan memvalidasi hubungan dalam praktek. Pada tiap-tiap fase
proses terjadi suatu aktivitas. Selama penyusunan teori muncul lima produk : filosofi
keperawatan, definisi konsep, model konseptual, kerangka kerja teoritis dan teori. Untuk lebih
jelas dapat dilihat pada table dibawah ini :

Proses Aktivitas Produk


Eksplorasi Mengidentifikasi nilai, kepercayaan, dan asumsi : Filosofi keperawatan.
- Apa yang yang sebenarnya dilakukan perawat
( tindakan, keterampilan dan untuk siapa
( individual, keluarga, komunitas )
- Kapan ( dalam kondisi apa ) ?
- Di mana ( dilingkungan seperti apa ) ?
- Bagaimana ( peran-praktisi, penelitian )
Analisis Mendefinisikan dan menguraikan konsep utama : Identifikasi Konsep.
Konsep - Keperawatan : tindakan, interaksi,proses
- Klien : individu, keluarga, komunitas
- Kesehatan : pemeliharaan, pencegahan, pemulihan
- Lingkungan : rumah sakit, komunitas, klinik
Membangun Teori deskriptif : Model konseptual
hubungan Menguraikan beberapa hubungan konsep diantara
konsep, tetapi hubungan tersebut tidak dengan jelas
didefinisikan di antara semua konsep.
Menguji Teori eksplanatorik Kerangka kerja
hubungan Menjelaskan interelasi diantara konsep utama, namun teoritis
demikian keadekuatan hubungan secara logis dan
empiris membutuhkan penjelasan lebih jauh.
Memvalidasi Teori prediktif dan preskriptif Teori
hubungan Memberikan serangkaian konsep yang saling
dalam berhubungan dan pernyataan relasi yang logis serta
praktek sesuai dengan pengujian empiris juga yang
menjelaskan atau memprediksi fenomena.

3. Karateristik Dan Tujuan Dari Teori Keperawatan

Karateristik Teori Keperawatan

a. Mengidentifikasi dan menjabarkan konsep khusus yang berhubngan dengan dengan hal-hal
nyata dalam keperawatan sehingga teori keperawatan didasarkan pada
kenyataan;kenyataan yang ada.

b. Teori keperawatan berdasarkan alasan-alasan yang sesuai dengan kenyataan yang ada

c. Teori harus konsisten sebagai dasar dalam mengembangkan konsep keperawatan

d. Dalam menunjang aplikasi, teori harus sederhana dan sifatnya umum sehingga dapat
digunakan pada kondisi apapun dalam praktek keperawatan.

e. Teori dapat digunakan sebagai dasar dalam penelitian keperawatan sehingga dapat
digunakan dalam pedoman praktek keperawatan.

Tujuan Teori Keperawatan

Teori keperawatn sebagai salah satu bagian kunci perkembangan ilmu keperawatan dan
pengembangan profesi keperawatan memiliki tujuan yang ingin dicapai diantaranya :

a. Adanya teori keperawatan diharapkan dapat memberikan alasan-alasan tentang kenyataan-


kenyataan yang dihadapi dalam pelayanan keperawatan, baik berbentuk tindakan atau
model praktek keperawatan sehingga berbagai permasalah dapat diatasi
b. Membantu para anggota profesi perawat untuk memahami berbagai pengetahuan dalam
pemberian asuhan keperawatan.

c. Memberikan dasar dari asumsi dan filosofi keperawatan sehingga pengetahuan dan
pemahaman tindakan keperawatan dapat terus bertambah dan berkembang.

C. Model Keperawatan Beserta Aplikasi Praktek Keperawatan Berdasarkan Teori.

1. Model Keperawatan

Model keperawatan dikembangkan berdasarkan pada asumsi, nilai dan kepercayaan para ahli
teori tentang manusia, kesehatan, lingkungan dan keperawatan. Tujuan utama dari model
keperawatan adalah memandu praktek keperawatan berdasarkan teori dan mengarahkan
penyusunan teori. Tujuan lainnya adalah memeberikan persepktif unik untuk memandang
situasi klien, memberikan pedoman untuk mengorganikasikan pemikiran dan pengamatan,
memfokuskan, menginterpretasikan data dan mengkomunikasikan temuan pada orang lain,
memandu fokus praktek keperawatan dalam setiap komponen proses keperawatan,
menghubungkan praktek, teori, penelitian dan pendidikan keperawatan.

Semua model keperawatan mempunyai beberapa karateristik umum yang sama . Beberapa
karateristik ini adalah :

a. Model keperawatan menunjukkan disiplin keperawatan secara total, suatu citra dari
keseluruhan bidang keperawatan

b. Masing-masing model memberikan persektif yang unik dan berbeda tentang klien,
kesehatan, lingkungan dan keperawatan

c. Tingkat penyusunan model,derajat keabstrakannya dan tingkat kekhsusanya bervariasi

d. Model keperawatan memberikan arahan untuk pembuatan penelitian, pembentukan


hipotesis dan memandu pengumpulan data dan penyusunan teori.

e. Secara keseluruhan, model keperawatan memberikan langkah kritis dalam praktek


keperawatan yang lebih jauh berlandaskan teori, penelitian, pendidikan dan pada akhirnya
ilmu keperawatan.

Model keperawatan dapat dikatagorikan menjadi tiga katagori :

a. Model perkembangan, berfokus pada perkembangan klien melalui suatu urutan yang
teratur untuk mencapai kesehatan yang optimal dan tingkat tanggung jawab diri yang lebih
tinggi. Pendekatan ini diuraikan dalam model Orem dan Roger bahwa peran perawat
adalah meningkatkan pemulihan dan pertumbuhan klien.
b. Model sistem, memandang klien sebagai biopsikososial yang saling berkaitan. Peran
perawat adalah memulihkan ekuilibrium atau memfasilitasi adaptasi. Roy, Neuman dan
Johnson menggunakan pendekatan ini dalam model keperawatan mereka.

c. Model interaksi, menekankan interaksi perawat- klien dan perkembangan hubungan antara
klein perawat untuk bekerja kea rah pencapaian tujuan klien. Contoh model keperawatan
dengan menggunakan pendekatan ini adalah model Orlando, Peplau dan King.

Semua model keperawatan mengandung beberapa aspek dari ketiga pendekatan, namun
demikian, masing-masing model cendrung menekankan satu katagori diatas katagori lainnya
( Paula J.C dan Janet W.K 2009 ). Berikut ada beberapa contoh model keperawatan beserta
karateristik utama dari model :

Nama Karateristik utama dari model


Hildegard E. Peplau Hubungan interpersonal
Faye G. Abdellah Berpusat pada`masalah, berpusat pada`pasien
Ida Jean Orlando Psikodinamik-Interpersonal
Virginia Handerson Kebutuhan Dasar Manusia
Martha E. Rogers Ilmu tentang manusia sebagai sebuah unit
Dorothea Orem Perawatan Diri
Imogene M.King Teori pencapaian tujuan
Sister Callista Roy Adaptasi
Jean Watson Asuhan Kemanusian
Betty Neuman System perawatan Kesehatan : pendekatan
individu Total.
Leininger keperawatan transkultural
Rosemarie Rizzo Parse Manusia Hidup-Sehat

2. Aplikasi Praktek Keperawatan Berdasarkan Teori.

Praktek keperawatan berdasarkan penerapan teori adalah penerapan pengetahuan berbagai


teori, model dan prinsip dari berbagai disiplin ilmiah, perilaku, humanistik dan keperawatan
kedalam praktek klinik. Model keperawatan memberikan kerangka kerja yang luas untuk
saling mengaitkan berbagai aspek situasi. Untuk mengidentifikasi model yang paling sesuai,
perawat menggunakan keterampiran berpikir kritis mereka, dasar pengetahuan yang luas,
intuisi dan pengalaman mereka untuk menimbang pertanyaan berikut :
a. Apakah model keperawatan mengetengahkan semua masalah kesehatan klien yang
ditunjukkan ?

b. Apakah tujuan keperawatan yang diajukan oleh model sesuai dengan hasil kesehatan yang
diinginkan klien?

c. Apakah intervensi keperawatan yang berkaitan dengan model keperawatan, konsisten


dengan pengharapan klien untuk asuhan keperawatan ? ( Fawcett et al, 1992 dikutip oleh
Paula J.C dan Janet W.K 2009 )

Model yang dipilh mempunyai pengaruh utama pada praktik keperawatan dan masing-masing
komponen dari proses keperawatan (Paula J.C dan Janet W.K 2009 ), seperti tabel dibawah
ini :

Komponen Proses Keperawatan Model Keperawatan


Kegunaan Kegunaan
Pengkajian Menggambarkan bagaimana cara Memandu data apa yang harus
mengumpulkan data dikumpulkan
Diagnosis Menggambarkan bagaimana cara Membantu pengaturan,
memproses data penggolongan dan penafsiran data

Memberikan format untuk Memberikan konsep diagnosis


diagnosis keperawatan keperawatan.
Rencana Menguraikan bagaimana untuk Memandu apa yang harus
membuat rencana direncanakan

Memfasitasi penyusunan rencana Merancang tipe intervensi


asuhan yang unik bagi klien keperawatan yang sesuai
Implementasi Menguraikan fase-fase Mengarahkan tindakan keperawat
implementasi yang spesifik dengan model
Evaluasi Mengidentifikasi bagaimana cara Memandu apa yang harus
untuk mengevaluasi dievaluasi.
Membutuhkan akuntabilitas Meningkatkan akuntabilitas dari
melakui penggunaan pendekatan praktek berdasarkan teori
sistematis untuk praktik
keperawatan.
Proses meningkatkan kontinuitas Memberikan pendekatan perawatan
asuhan klien yang komprehensif dan masuk
akal.
KESIMPULAN

Konsep merupakan fondasi dasar teori, sehingga konsep utama keperawatan ( paradigma
keperawatan ) juga menjadi dasar teori keperawatan yang akan memandu praktek keperawatan
dengan menggunakan model keperawatan sehingga para perawat profesional menggunakan
keterampilan berpikir kririts dengan mempertanyakan apakah model keperawatan
mengetengahkan semua masalah kesehatan klien yang ditunjukkan ? Apakah tujuan keperawatan
yang diajukan oleh model sesuai dengan hasil kesehatan yang diinginkan klien?, Apakah
intervensi keperawatan yang berkaitan dengan model keperawatan, konsisten dengan dengan
pengharapan klien untuk asuhan keperawatan sehingga berdasarkan teori dapat membenarkan
masing-masing komponen dalam proses keperawatan serta dapat memperlihatkan akuntabilitas
kepada klien, tim kesehatan, dan lembaga tempat bekerja.
DAFTAR PUSTAKA

Azis Alimul H, ( 2004 ). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Salemba Medika, Jakarta.
Kathleen Koening Blais et al,( 2006 ). Praktek Keperawatan Profesional, Konsep dan
Persefektif. EGC, Jakarta.
Lynn Basford dan Oliver Slevin,( 2009 ). Teori dan Praktek Keperawatan, Pendekatan Integral
Pada Asuhan Pasien. EGC, Jakarta.
Ma’arifin Husin ( 1999 ). Perubahan Dan Keperawatan Indonesia. Makalah Seminar Nasional,
Jakarta.
Nursalam, 2002. Manajemen Keperawatan, Aplikasi Dalam Praktek Keperawatan Profesional.
Salemba Medika, Jakarta.
Paula J. Christensen dan Janet W. Kenney, 2009. Proses Keperawatan, Aplikasi Model
Konseptual. EGC, Jakarta.
Suhartono Taat P., 2000. Filsafat Ilmu Kedokteran. GRAMIK FK Unair Surabaya.
Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan.1992. CV. Eko Jaya, Jakarta.