Anda di halaman 1dari 18

PROSES-PROSES

PEMFOSILAN

PROSES-PROSES PEMFOSILAN
1.

Fosil-fosil yang tidak termineralisasi (rongga


dalam cangkang tidak terisi oleh berbagai
mineral)

Fosil-fosil yang tidak berubah


Sering dijumpai pada batuan-batuan berumur
Mesozoikum dan Kenozoikum, seperti gigi ikan
hiu, berbagai tulang dan cangkang molluska.

Fosil dalam amber


Kadang-kadang dapat kejatuhan getah tumbuhan
dan mati karena terbungkus olehnya yang
kemudian dapat menjadi fosil

Proses distilasi
Tumbuhan atau bahan organik lainnya setelah mati dengan
cepat tertutup oleh lapisan tanah. Karena panas di dalam
bumi maka gas dalam tumbuhan atau bahan organik tersebut
menguap dan yang tertinggal hanyalah zat organiknya dalam
bentuk suatu gambaran atau tepak dari fosil bersangkutan
yang dapat terlihat dengan jelas di dalam batuan

Mummifikasi
Proses ini jarang terjadi dan hanya terdapat di daerah
ataupun di gua yang hawanya sangat kering sekali. Karena
udara yang sangat kering itu maka hewan yang mati akan
lekas menjadi kering dan dengan begitu bakteri pembusuk
tidak ada kesempatan untuk membusukkan hewan yang
mati. Dengan cara itu hewan yang mati tersebut akan
menjadi fosil berupa mumi.

Pemfosilan dalam es
Dalam hal ini hewan yang mati tertutup serta
terlindung oleh lapisan es yang membekukannya
dengan segera. Oleh karena itu dinginnya es tersebut
maka tidak ada bakteri pembusuk yang dapat hidup
dalam bangkai itu untuk membusukkannya dan
udaranya tertahan oleh lapisan es itu. Sebagai contoh
paling terkenal dari proses fosilisasi ini adalah
penemuan fosil Mammot

Pemfosilan dalam aspal.


Di beberapa daerah di dunia terdapat berbagai tempat
dimana aspal keluar dari dalam tanah. Hal ini disebabkan
karena suatu lapisan tanah yang mengandung minyak
bumi serta aspal terbuka oleh kikisan dan akibatnya
minyak bumi tersebut mengalir keluar dari permukaan
tanah sehingga lama kelamaan menutupi suatu daerah
yang luas. Sering terjadi bahwa minyak bumi itu mengalir
hilang dan tinggallah aspalnya yang merupakan danau
aspal. Di dalam danau tersebut sering terperangkap
hewan yang kemudian tidak dapat keluar lagi dan mati di
tempat itu

Pemfosilan berupa mumi.


Proses ini jarang terjadi dan hanya terdapat di
daerah ataupun di gua yang hawanya sangat
kering sekali. Karena udara yang sangat kering
itu maka hewan yang mati akan lekas menjadi
kering dan dengan begitu bakteri pembusuk
tidak ada kesempatan untuk membusukkan
hewan yang mati. Dengan cara itu hewan yang
mati tersebut akan menjadi fosil berupa mumi

2. Fosil-fosil yang termineralisasi

Permineralisasi
Suatu proses pengisian dari tiap-tiap lubang (pori) oleh
mineral-mineral lain yang terdapat dalam tulang atau pun
dalam cangkang kerang. Hanya lubangnya saja yang
terisikan sedangkan bahan semula yang menyusun tulang
ataupun cangkang tersebut tetap tidak berubah.
Replacement
Proses ini mencakup suatu penggantian total dari bahanbahan yang menyusun cangkang organism dengan mineralmineral lain
Koprolit
Kotoran hewan yang berubah menjadi fosil.
Gastrolit
Batu membulat yang halus dipermukaannya didalam badan
hewan yang telah menjadi fosil

Histometabasis
Merupakan suatu istilah yang khusus dipakai
untuk tumbuhan terutama fosil kayu yang
mengalami penggantian total. Molekul demi
molekul dari jaringan tumbuhan itu diganti oleh
berbagai mineral lain yang meresap ke dalam
jasad tumbuhan tersebut setelah terpendam dalam
tanah. Struktur mikro dari tumbuhan tersebut
masih terpelihara dan tampak jelas. Mineral yang
menggantikannya pada umumnya adalah rijang,
opal ataupun kalsedon

3. Proses lain
a.
b.
c.
d.

External Mold
Internal Mold
Cast
Lubang dalam tanah

Internal Mold

External
Mold

Mana yang internal ? Mana yang external?

Cast