Anda di halaman 1dari 4

Perencanaan Work Over dan Pemahaman Permasalahan Sumur

Bab ini akan menjelaskan proses secara analitis untuk engineer dilapangan dalam
memahami problem sehingga dilakukan operasi Work Over (WO) yang mahal harganya
dan berlawanan dengan operasi rutin sumur yang disebut Servicing.
Penekanan pada bab ini pada pembelajaran perilaku sumur-sumur yang stabil dan
sumur baru, penekannya pada bagian inflow disekitar komplesi sumur, sebagai contoh
penentuan permeabilitas disekitar sumur dan kinerja aliran disekitar perforasi, atau
kinerja aliran pada sumur yang dikomplesi secara open hole disekitar lubang bor.
Sebagian besar penjelasan disekitar :
- Penyebab produksi tidak normal suatu sumur dengan decline curve yang establish.
- Bagaimana menguji perilaku sumur baru untuk mengevaluasi komplesi sumurnya.
- Kapan sumur akan deplesi (menyimpang kinerjanya).
- Apa penyebab utama masalah mekanik yang dapat dianalisa dilapangan.
Definisi servicing dan work over.
Pada tahun 1980 lebih dari 540.000 sumur minyak berproduksi dengan decline curve
yang stabil, kira-kira 510.000 atau 94 % menggunakan metoda pengangkatan buatan,
penggunaan pompa sucker rod 85 % dari metoda pengangkatan buatan yang ada.
Dengan demikian sebagian besar aktivitas produksi dilakukan dengan pemeliharaan
pompa sucker rod.
Fungsi dari unit service.
Upaya-upaya pemeliharaan pompa rod dinamakan well service dan jenis-jenis
peralatan yang digunakan untuk mendukung penarikan pompa sucker rod dinamakan
service unit (bukan rig).
Servis unit juga dapat digunakan untuk menarik tubing dalam rangkaian pemeliharaan
rutin peralatan sumur produksi yang merupakan bagian peralatan dari rangkaian tubing,
pada kondisi yang demikian tubing harus dilepaskan dengan menggunakan kunci tong
dan menariknya sesuai dengan berat rangkaian. Peralatan yang digunakan juga untuk
menarik tubing pump (jenis pompa sucker rod), valve gas lift, packer produksi dengan
penge-set-an berdasarkan berat rangkaian tubingnya.
Dengan demikian perilaku satuan peralatan ini tanpa menggunakan pompa fluida untuk
mematikan sumur, mensirkulasi atau mengontrol sumur, juga tidak terdapat rangkaian
pipa yang diputar untuk melakukan pemboran atau pembuatan ulir dalam usaha
fishing (milling) atau juga tidak merupakan usaha-usaha pembersihan didasar sumur.
Unit service memiliki operator, dengan demikian tidak ada usaha-usaha melakukan
perubahan komplesi juga tidak melibatkan engineer, pekerja-pekerja dibawah
pengawasan seorang pengawas produksi, dan pelaksanaan pekerjaanya berdasarkan
data sumur pada rangkaian rod atau rangkaian tubing.
Bagaimanapun efisiensi servicing secara umum adalah memperbaiki dan merupakan

fungsi keteknikan sehingga karenanya produksi minyak dapat bertambah dengan


memperkecil waktu perbaikan dan melakukan perbaikan terhadap kualitas kerja.
Rig workover.
Operasi work over memerlukan penggunaan rig work over, secara sederhana unit
servisnya memerlukan tambahan tenaga hidrolik atau peralat pemutar (rotary head)
untuk melakukan kerja pemutaran rangkaian pipa. Pompa yang berdiri sendiri dan
tangki yang diperlukan untuk menyuplai dan memsirkulasikan fluida pemati sumur (kill
fluid), rig work over yang modern memiliki meja putar (rotary table) yang sebenarnya
merupakan rig pemboran berskala kecil, sehingga pendefinisiannya tergantung jenis
kerja yang akan dilakukan.
Kemampuan menariknya harus melebihi berat rangkaian pipa sebagai syarat awal pada
rig work over, kemampuan ini dugunakan untuk menarik pipa yang terjepit pada operasi
fishing atau penarikan pipa yang menggunakan jar sehingga memungkinkan untuk
menarik keatas karena kemampuan rig workover ini.
Selanjutnya banyak rig work over menggunakan piringan yang dipasang dipuncak
menaranya dan pengoperasiannya menggunakan traveling block dan multi sheave
(block dengan banyak piringan untuk memperingan beban) serta menggunakan tali
henep yang menggunakan drum (gulungan), drum kedua memiliki diameter yang lebih
besar, digunakan untuk mengangkat rangkaian tubing, dan drum yang memiliki
diameter yang lebih kecil digunakan untuk operasi penimbaan pasir didalam sumur atau
swabbing.

Kriteria operasi work over.


Operasi work over dapat dengan baik didefinisikan berdasarkan pelaksanaan jenis
pekerjaaan yang dilakukan. Work over akan melibatkan satu atau lebih kriteria sebagai
berikut :
- Pekerjaan yang dilakukan pada awal penyelesaian sumur.
- Pekerjaan yang dilakukan untuk memodifikasi formasi atau treating formasi.
- Pekerjaan pemasangan pipa menjadi permanent (pemasangan casing atau liner , juga
pemasangan permanent packer, bridge plug) yang dimodifikasi atau diperbaiki.
- Pekerjaan dimana sumur dilakukan rekomplesi memindahkan atau menambah zone
yang akan diproduksi.
- Pekerjaan yang dilakukan pembukaan tubing produksi sehingga memerlukan fluida
pembunuh (kill fluid) atau mengontrol tekanan.
Sehingga jelas operasi work over dapat mempengaruhi sifat fisik formasi disekitar
sumur terutama permeabilitas formasi atau berubahnya konfigurasi peralatan menjadi
permanen. Dengan demikian pengoperasian work over harus berhati-hati termasuk
perencanaannya dan supervisinya, pada dasarnya memerlukan pengetahuan

keteknikan , diskusi berikut akan mengemukakan penyebab-penyebab untuk


dilakukannya work over , dan indentifikasinya berdasarkan metoda analitis.
Perencanaan work over.
Work over harus direncanakan karena akan dapat menyebabkan masalah yang terjadi
selama pengoperasiannya, problem dapat terjadi secara tiba-tiba dan memerlukan
perhatian secepatnya, alternative sebagai perkiraan yaitu berdasarkan terjadinya
kehilangan produksi sehingga dilakukan program work over dan rekomplesi dan
dimasukkan dalam rencana anggaran.
Autority for expenditure (AFE).
Jenis-jenis work over memerlukan expenditures yang lebih besar dibandingkan
servicing, standart pelaksanaannya berasal dari kantor keteknikan dilapangan dan
disebut juga sebagai AFE atau Authority For Expenditure, dukumennya terdiri dari :
- Faktor-faktor teknik yang mendukung dilakukannya work over.
- Usulan prosedur work over juga sketsa penggambaran sumurnya.
- Perkiraan biaya dan justifikasi keekonomiannya (seperti pay out).
Work over yang dilakukan pada sumr baru (bila pengujian sumur menunjukkan rate
yang lebih kecil dari rate yang optimum) juga diperlukan AFE yang terpisah dari AFE
pengeboran sumurnya, juga prognosisnya.
Indikasi problem.
Pada sumur pengangkatan buatan , kegagalan yang terjadi pada system pengangkatan
pada umumnya disebabkan karena adanya kehilangan produksi, seperti adanya
kegagalan dan tidak diperlukannya work over, sebagai contoh bagian tertentu dari
sucker rod mengalami korosi dapat diselesaikan dengan merubah matrialnya, namun
bagian luar dari pumpa menunjukkan masalah yang lebih serius karena adanya pasir
yang ikut terproduksi.
Dengan anggapan kapasitas pengangkatan buatan bukan merupakan masalah,
engineer produksi dapat memperhatikan satu atau beberapa dari indikasi yang
menyatakan problem sehingga perlu dilakukan work over.
- Terjadi penurunan produksi dengan cepat pada sumur-sumur yang establish.
- Komplesi yang tidak sesuai dengan kondisi sumur (tidak sesuai dengan performance
sumur).
- Depletion (penurunan rate).
- kegagalan mekanik.
Terjadinya penurunan produksi secara tiba-tiba.
Beberapa penyebab penurunan produksi yang dapat di deteksi dengan melakukan
monitoring dari data testing sumur, monitoring penggunaan metoda decline curve juga
dapat dilakuan.

Kemungkinan problem yang didiskusikan adalah :


- Berkurangnya permeabilitas disekitar lubang sumur.
- Sand fill (terjadinya pengisian pasir pada pealatan produksi pompa).
- Kegagalan sand control dalam penggunaan gravel pack.
- Water atau gas coning.
- Terjadinya komunikasi antar zone.
- Problem khusus pada EOR.
- Terjadinya kebocoran pada tubing, casing dan packer.