Anda di halaman 1dari 25
PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR : PER/04/V/2010/BNN | | TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA (OTK) BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROPINSI DAN BADAN NARKOTIIKA NASIONAL KABUPATEN! KOTA PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL Menimbang Mengingat Nomor: PER / 04 / V / 2010/BNN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/IKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL, bahwa untuk melaksanakan Pasul 66 Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional Provinsi dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota, dipandang perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Narkotika Nasional Provinsi dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota; 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3671); Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 3. Undang-undang 3. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 143, ‘Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5062); 4, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional. Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Noor: B / 1068 / M.PAN-RB / 5 / 2010 tanggal 12 Mei 2010; MEMUTUSKAN : PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL. TENTANG ORGANISASL DAN TATA KERJA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA. Menetapkan BABI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI Bagian Kesatu Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 1 (1) Badan Narkotika Nasional Provinsi yang selanjutnya dalam Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional ini disebut BNNP adalah instansi- vertikal Badan Narkotika Nasional yang melaksanakan tugas, funysi, dan wewenang Badan Narkotika Nasional dalam wilayah Provinsi. (2) BNNP (2) BNNP berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan Narkotika Nasional. (3) BNNP dipimpin oleh Kepala. Pasal2 BNNP mempunyai tugas melaksanakan tugas, fungsi, dan wewenang BNN dalam wilayah Provinsi. Pasal3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, BNNP menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan teknis P4GN di bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat, pemberantasan, dan rehabilitasi; pelaksanaan penyiapan bantuan hukum dan kerja sama; pelaksanaan pembinaan teknis di bidang P4GN kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota; penyusunan rencana program dan anggaran BNNP; evaluasi dan penyusunan laporan BNNP; dan pelayanen administrasi BNNP. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 4 BNNP terdiri atas: oP eos Kepala; Bagian Tata Usaha; Bidang Pencegahan; Bidang Pemberdayaan Masyarakat; dan Biltincin Dacitoaantaeiee Pasal5 Kepala BNNP mempunyai tugas : 4. memimpin BNNP dalam pelaksanaan tugas, flungsi, dan wewenang BNN dalam wilayah Provinsi. b. mewakili Kepala BNN dalam melaksanakan hubungan kerjasama PAGN dengan instansi pemerintah terkait dan komponen masyarakat dalam wilayah Provinsi. Pasal6 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan anggaran, evaluasi dan penyusunan laporan, serta pelayanan administrasi. Pasal7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran; b. _ pelaksanaan urusan tata persuratan, pengelolaan logistik, dan urusan rumah tangga BNNP; c. pelaksanaan urusan-kepegawaian, keuangan, _kearsipan, dokumentasi, dan hubungan masyarakat; d. penyiapan bahan bantuan hukum dan kerja sama; dan e. — evaluasi dan penyusunan laporan Pasal 8 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Perencanaan; b, — Subbagian Logistik; dan ©. Subbagian Admininstrasi Pasal 9 Pasal 9 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran, bahan bantuan hukum dan kerja sama, serta evaluasi dan penyusunan laporan, (2) Subbagian Logistik mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan, pengelolaan logistik, dan urusan rumah tangga BNNP. (3) Subbagian Administrasi. mempunyai tugas melakukanurusan kepegawaian, keuangan, kearsipan, dokumentasi, dan hubungan masyarakat. Pasal 10 Bidang Pencegahan mempunyai tugas melaksanakan kebijakan teknis P4GN di bidang pencegahan dalam wilayah Provinsi. Pasal 11 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud daiam Pasal 13, Bidang Pencegahan menyelengyarakan fungsi : a, pelaksanaan desiminasi informasi P4GN di bidang pencegahan dalam wilayah Provinsi; b. pelaksanaan advokasi P4GN di bidang pencegahan dalam wilayah Provinsi; dan ©. pelaksanaan bimbingan teknis PAGN di bidang pencegahan kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota Pasal 12 Bidang Pencegahan terdiri atas a. Seksi Desiminasi Informasi; dan b. Seksi Advokasi Pasal 13. oA a) (2) Pasal 13 Seksi Desiminasi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan desiminasi informasi P4GN di bidang pencegahan dalam wilayah Provinsi, dan penyiapan bimbingan teknis desiminasi informasi kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota. Seksi Advokasi mempunyai’tugas melakukan penyiapan advokasi PAGN di bidang pencegahan dalam wilayah Provinsi, dan penyiapan bimbingan teknis advokasi kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota. Pasal 14 Bidang Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan kebijakan teknis P4GN di bidang pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi dalam wilayah Provinsi. Pasal 15 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14, Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fngsi : a pelaksanaan peran serta masyarakat P4GN di bidang pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi dalam wilayah Provinsi; pelaksanaan pemberdayaan alternatif PAGN di bidang pemberdayaan masyarakat dalam wilayah Provinsi; dan pelaksanaan bimbingan teknis P4GN di bidang pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota. Pasal 16 Pasal 16 Bidang Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas : qd) Seksi Peran Serta Masyarakat, dan. Seksi Pemberdayaan Alternatif. Pasal 17 Seksi Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan peran serta masyarakat P4GN di bidang péemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi dalam wilayah Provinsi dan penyiapan bimbingan teknis peran serta masyarakat kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota. Seksi Pemberdayaan Alternatif mempunyai tugas melakukan penyiapan pemberdayaan alternatif P4GN di bidang pemberdayaan masyarakat dalam wilayah Provinsi, dan penyiapan bimbingan teknis advokasi kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota. Pasal 13 Bidang Pemberantasan mempunyai tugas melaksanakan P4GN di bidang pemberantasan dalam wilayah Provinsi. Pasal 19 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, Bidang Pemberantasan menyelenggarakan fungsi a, pelaksanaan kegiatan intelijen berbasis teknologi dalam wilayah Provinsi; pelaksanaan penyidikan, penindakan, dan pengejaran dalam rangka pemutusan jaringan kejahatan terorganisasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropixa, prekursor, dan bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol dalam wilayah Provinsi; & nelabeanaan | pelaksanaan pengawasan tahanan, barang bukti, dan aset dalam wilayah Provinsi, i. pelaksanaan bimbingan teknis P4GN di bidang pemberantasan melalui intelijen dan interdiksi kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota; Pasal 20 Bidang Pemberantasan BNNP terdiri atas: a. Seksi Intelijen; b. Seksi Penyidikan, Penindakan, dan Pengejaran; dan c. Seksi Pengawasan Tahanan, Barang Bukti, dan Aset. Pasal 21 (1) Seksi_ Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan kegiatan intelijen berbasis teknoloigi dalam wilayah Provinsi dan penyiapan bimbingan teknis kegiatan intelijen berbasis teknologi kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota. (2) Seksi Penyidikan, Penindakan, dan Pengejaran mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan penyidikan, penindakan, dan pengejaran dalam rangka pemutusan jaringan kejahatan terorganisasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor, dan bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol dalam wilayah Provinsi dan penyiapan bimbingan teknis kegiatan interdiksi kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota. (3) Seksi Pengawasan Tahanan, Barang Bukti, dan Aset mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan pengawasan tahanan, barang bukti, dan aset dalam wilayah Provinsi BAB IT BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA jan Pertama Kedudukan, Tugas dan Pungsi Pasal 22 (1) Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota yang selanjutnya dalam Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional ini disebut BNNK/Kota adalah instansi vertikal Badan Narkotika Nasional yang melaksanakan tugas, fungsi, dan wewenang Badan Narkotika Nasional dalam wilayah Kabupaten/Kota. (2) BNNK/Kota berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan Narkotika Nasional melalui Kepala BNNP. (3) BNNK/Kota dipimpin oleh Kepala. Pasal 23 BNNK/Kota mempunyai tugas melaksanakan tugas, fungsi, dan wewenang BNN dalam wilayah Kabupaten/Kora. Pasal 24 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23, BNNK/Kota menyelenggarakan fungsi 2. pelaksanaan kebijakan teknis PAGN di bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi; b. _ pelaksanaan kebijakan teknis PAGN di bidang pemberantasan dalam rangka pemetaan jaringan kejahatan terorganisasi, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor, dan bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol dalam wilayah Kabupaten/Kota, c. pelaksanaan pelaksanaan penyiapan bantuan hukurn dan Kerja sama penyusunan rencana program dan anggaran BNNK/Kota; ee evaluasi dan penyusunan laporan BNNK/Kota; dan ° f pelayanan administrasi BNNK/Kota. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 25 BNNK/Kota terdiri atas: a. Kepala; b. Subbagian Tata Usaha ; c Seksi Pencegahan; d. Seksi Pemberdayaan Masyarakat, e. Seksi Pemberantasan. Pasal 26 Kepala BNNK/Kota mempunyai tugas : a. memimpin BNNK/Kota dalam pelaksanaan tugas, fungsi, dan wewenang BNN dalam wilayah Kabupaten/Kota. b. mewakili Kepala BNN dalam melaksanakan hubungan kerjasama P4GN dengan instansi pemerintah terkait dan komponen masyarakat dalam wilayah Kabupaten/Kota Pasal 27 SubBayian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan penyusunan rencana program dan anggaran, urusan tata persuratan, urusan rumah tangga, kepegawaian, keuangan, kearsipan, dokumentasi, hubungan masyarakat, bantuan hukum dan kerja sama, evaluasi, dan penyusunan laporan BNNK/Kota. Pasal 28... Pasal 28 (1) Seksi Pencegahan mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan kebijakan teknis P4GN di bidang pencegahan dalam wilayah Kabupaten/Kota. (2) Seksi Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan kebijakan teknis PAGN di bidang pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi dalam wilayah Kabupaten/Kota... (3) Seksi Pemberantasan mempunyai tagas melakukan penyiapan pelaksanaan kebijakan teknis P4GN di bidang pemberantasan dalam rangka pemetaan jaringan kejahatan terorganisasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor, dan bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol dalam. wilayah Kabupaten/Kota, BAB II JUMLAH DAN LOKASI Pasal 29 (1) Pada saat berlakunya Peraturan Kepala BNN ini, di lingkungan BNN terdapat 33 (tiga puluh tiga) BNNP dan 75 (tyjuh puluh lima) BNNK/Kota, (2) Jumlah dan lokasi BNNP dan. BNNK/Kota sebayaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IL Peraturan Kepala BNN ini. Pasal 30 (1) Penetapan jumlah dan lokasi BNNP dan BNNK/Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 didasarkan pada kriteria dan analisis beban kerja. (2) Penetapan (3) Penetapan jumlah, lokasi, dan pedoman kriteria BNNP dan BNNK/Kota ditetapkan oleh Kepala BNN setelah mencapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. BAB IV ESELONISASI Pasal 31 (1) Kepala BNNP adalah jabatan struktural eselon IL.a. (2) Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang, dan Kepala BNNK/Kota adalah jabatan struktural eselon [La (3). Kepala Subbagian dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon Va. BABV. KELOMPOK JABATAN FUNGSLONAL Pasal 32 Di lingkungan BNNP dan BNNK/Kota dapat dibentuk kelompok jabatan fungsional tertentu sesuai dengan kebutuhan yang pelaksanaannya dilakul n sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, Pasal 33 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32, mempunyai tugas sesuai dengan bidang tugas masing-masing berdasarkan Ketentuan peraturan perundang-undangan Pasal 34 Pasal 34 (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308, terdiri atas sejumlah tenaga jabatan fungsional yang terbagt dalam berbagai kelompok satuan sesuai dengan bidang keahlian dan keilmuannya, (2) Kelompok Jabatan Fungsional dikoordinasikan oleh seorang pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh pimpinan satuan kerja masing- masing. 3) _Jumlah tenaga jabatan fungsional BNN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan analisis kebutuhan dan beban kerja. (4). Jenis dan jenjang jabatan fungsional BNN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. BAB VI TATA KERJA Pasal 35 Semua unsur di lingkungan BNNP dan BNNK/Kota dalam melaksanakan tugas wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisast dan simplifikasi termasuk dalam menjalin hubungan dengan instansi pemerintah terkait dan komponen masyarakat di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. Pasal 36 Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggung jawab memimpin dan mengoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan pengarahan serta petunjuk bagi pelaksanaan tgas bawahan, Pasa 37 Pasal 37 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib melaksanakan sistem pengendalian intern di lingkungan masing-masing yang memungkinkan terlaksananya mekanisme uji silang. Pasal 33 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti, mematuhi petunjuk, dan bertanggung jawab pada atasan masing-masing serta menyampaikan laporan secara berkala tepat waktu. Pasal 39 (1) Fungsi koordinasi dalam bidang P4GN dilaksanakan melalui koordinasi dengan pimpinan lembaga pemerintah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota, Komponen masyarakat dan pihak lain yang dipandang perlu. (2) Koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui: a. Forum koordinasi yang dilakukan secara berkala dan sewaktu- waktu jika diperlukan untuk penyusunan dan perumusan kebijakan nasional di bidany PAGN; b. Kerja sama sesuai dengan bidang tugas dan funysi_ masing- masing dalam pelaksanaan kebijakan di bidang P4GN, cc. Kegiatan lain sesuai dengan kebutuhan. Pasal 40 (1) Dalam rangka PAGN, BNNP dan BNNK/Kota melakukan siaya informasi 24 (dua puluh empat) jam di bidan P4GN, (2) Berdasarkan (2) Berdasarkan hasil informasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), BNNP dan/atay BNNK/Kota segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan serta melaksanakan tindak awal untuk pemberantasan. dan pemutusan jaringan kejahatan terorganisasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor dan bahan adiktif Jainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol yang terjadi di wilayah setempat sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. (3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan secara terkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, instansi pemerintah, dan pihak lain terkait. Pasal 41 (2) BNNP dan/atau BNNK/Kota melaporkan langkah-langkah dan tindak awal yang diambil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 kepada Kepala BNN. (2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dalam satu kesatuan komando oleh Kepala BNN Pasal 42 Ketentuan lebih lanjut mengenai tata kerja diatur oleh Kepala BNN dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan. BAB VII BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 43 (1) Perubahan atas organisasi dan tata kerja BNNP dan BNNK/Kota berdasarkan Peraturan Kepala BNN ini ditetapkan oleh Kepala BNN setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. (2) Struktur organisasi BNNP dan BNNK/Kota adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I dan Lampiran If Peraturan Kepala BNN ini. Pasal 44 Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional ini berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta Pi egal 12 Mei 2010 KEPALA B, RICOTIKA NASIONAL eS keg TRUKTUR ORGANISAS! BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI KEPALA BAGIAN TATAUSAHA, ‘SUBBAGIAN PERENCANAAN — ‘SUBGAGIAN LosisTiK ‘SUBBAGIAN ADMINISTRAS! L BIDANG PENCEGAHAN BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT| BIDANG PEMBERANTASAN SEKSI SEKSI SEKS! DESIMNINASI INFORMASt PERAN SERTA MASYARAKAT INTELIJEN SEKSI SEKSI ADVOKAS! SEKSI PEMBERDAYAAN ALTERNATIF PENYIDIKAN, PENINDAKAN, DAN PENGEJARAN KELOMPOKIAEATAN ‘SEKSI PENGAWASAN TAHANAN, IBUKTI, DAN ASET, LAMPIRAN I PERATURAN KERALA BSA NOMOR EP PERD GW Ea00 US YANGGAT, Met ery REKAPITULAS! UNIT ORGANISASI DAN ESELON DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSE ESELON xo UNIT ORGANISAST Ta La Zr Spee mea per eer es 1. 1 e 2 2. |BAGIANTATAUSAHA : 1 3 3, | BIDANG FENCEGAHAN : 1 2 4, | BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT : 1 2 , | BIDANG PEMBERANTASAN 2 1 3 STRUKTUR ORGANISAS! BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA KEPALA SUBBAGIAN TATAUSAHA, aes =. |\{ ake |[ PENCEGAHAN ASE BADAN NARKOTIKA NASIONAL s = Ik INDONESIA TANcGaL | Be MET POT REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON DILINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATENKOTA xo ‘UNIT ORGANISAST Roa 1, | KEPALA BNNK/KOTA ees Tae 2, | SUBBAGIAN TATAUSAHA 3. | SUBBIDANG PENCEGAHAN 4, | SUBBIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Pee ieien Nerotika Nasional Provinci Bal Denpasar 8.1_| Badan Narkotika Nasional Kota Denpasar Denpasar 8,2_| Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung _ | Badung 8.3_| Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gianyar _| Gianyar 9, | Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara | Mataram Barat 9.1_| Badan Narkotika Nasional Kota Mataram Mataram, 9.2 | Badan Narkotika Nasional Kota Lombok Timur | Lombok Timur 9.3. | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumbawa | Sumbawa Barat Barat 70. | Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara | Kupang Timur 10.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Kupang Kupang 10.2 | Badan Narkotika Nasional Kab Rote Ndao Rote Ndao 10.3 | Badan Narkotika Nasional Kab Sumba Barat | Sumba Barat Daya Daya TI. | Badan Narkotika Nasional Provinsi Nanggroe Aceh | Banda Aech Darusalam 111 | Badan Narkotika Nasional Kota Langsa Tangsa 11.2 | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lhokseumawe | Lhokseumawe 11.3 | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Biroun | Bireun 12, | Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu Bengkulu 13, | Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan | Palembang 13.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Prabumulih | Prabumulih 13.2 | Badan Narkotika Nasional Kab Empat Lawang _| Empat Lawang 13.3 | Badan Narkotika Nasional Kab Oku Timur (Oku Timur 13.4 | Badan Narkotika Nasional Kab Pagar Alam | Pagar Alam. 13.5 | Badan Narkotika Nasional Kab Lubuk Linggaw | Lubuk Linggau 14. | Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara | Medan 14.1 | Badan Narkotika Nasional Kab. Langkat Langkat 14.2 | Badan Narkotika Nasional Kota Siantar Siantar 143 | Badan Narkotika Nasional Kota Deli Serdang | Deli Serdang 14.4 | Badan Narkotika Nasional Kab Asahan Asahan 15 | Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat | Padang 15.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Payakumbuh | Payakumbuh 15.2 | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Solok | Solok 15.3 | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Padang — | Padang Panjang Panjang 16. | Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi Jambi 16.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Jambi Jambi 17. | Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau Pekan bana 17.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Pekanbani Pekanbaru 18 | Badan Narkotika Nasional Provinsi Bangka Belitung | Pangkal Pinang 18.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Pangkal Pinang | Pangkal Pinang Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali Denpasar 8.1_| Badan Narkotika Nasional Kota Denpasar Denpasar 82 | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung | Badung 83 _| Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gianyar _| Gianyar Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara | Mataram | Barat 9.1_| Badan Narkotika Nasional Kota Mataram Mataram, 9.2_| Badan Narkotika Nasional Kota Lombok Timur | Lombok Timur 93 | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumbawa | Sumbawa Barat Barat | Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara | Kupang Timur = 10.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Kupang Kupang 10.2 | Badan Narkotika Nasional Kab Rote Ndao Rote Ndao 10.3 | Badan Narkotika Nasional Kab Sumba Barat | Sumba Barat Daya Daya I. | Badan Narkotika Nasional Provinsi Nanggroe Acch | Banda Aceh Darusalam 11.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Langsa Tangsa 11.2 | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lhokseumawe Lhokseumawe 113 | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bireun | Bireun Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu Bengkulu | Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan Palembang 13.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Prabumulih | Prabumulih 13.2 | Badan Narkotika Nasional Kab Empat Lawang _| Empat Lawang 13.3 | Badan Narkotika Nasional Kab Oku Timur Oku Timur 13.4 | Badan Narkotika Nasional Kab Pagar Alam’ Pagar Alam 13.5 | Badan Narkotika Nasional Kab Lubuk Linggau_| Lubuk Linggau | Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara Medan 14.1 | Badan Narkotika Nasional Kab Langkat Langkat 14.2 | Badan Narkotika Nasional Kota Siantar Siantar 14.3 | Badan Narkotika Nasional Kota Deli Serdang Deli Serdang 14.4 | Badan Narkotika Nasional Kab Asahan Asahan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat Padang 15.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Payakumbuh Payakumbuh 15.2 | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Solok Solok 15.3 | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Padang Padang Panjang Panjang, . | Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi Jambi | 16.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Jambi Jambi | Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau Pekan bara 17.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Pekanbara Pekanbaru Badan Narkotika Nasional Provinsi Bangka Belitung — | Pangkal Pinang. 18.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Pangkal Pinang | Pangkal Pinang Ration Navini RTE a Badan Narkotika Nasional Pro’ Denpasar 8.1_| Badan Narkotika Nasional Kota Denpasar Denpasar 8,2_| Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung | Badung 8.3 | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gianyar _| Gianyar 9. | Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara | Mataram Barat 9.1_| Badan Narkotika Nasional Kota Mataram Mataram 9.2 _| Badan Narkotika Nasional Kota Lombok Timur _| Lombok Timur 9.3 | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumbawa | Sumbawa Barat Barat 10. | Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara | Kupang Timur 10.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Kupang Kupang, 10.2 | Badan Narkotika Nasional Kab Rote Ndao Rote Ndao 10.3 | Badan Narkotika Nasional Kab Sumba Barat | Sumba Barat Daya Daya 11. | Badan Narkotika Nasional Provinsi Nanggroe Acch | Banda Acch Darusalam_ 11.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Langsa Langsa 11.2 | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lhokseumawe Lhokseumawe 11.3 | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bireun _| Bireun 12. | Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu Bengkulu 13. | Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan | Palembang _ 13.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Prabumulih Prabumulih 13.2 | Badan Narkotika Nasional Kab Empat Lawang | Empat Lawang 13.3 | Badan Narkotika Nasional Kab Oku Timur Oku Timur 13.4 | Badan Narkotika Nasional Kab Pagar Alam Pagar Alam 13.5 | Badan Narkotika Nasional Kab Lubuk Linggau | Lubuk Linggau 14, | Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara | Medan 14.1 | Badan Narkotika Nasional Kab Langkat Langkat 14.2 | Badan Narkotika Nasional Kota Siantar Siantar 14.3 | Badan Narkotika Nasional Kota Deli Serdang | Deli Serdang 14.4 | Badan Narkotika Nasional Kab Asahan Asahan 15 | Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat | Padang 15.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Payakumbuh | Payakumbuh 15.2 | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Solok Solok 15.3 | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Padang | Padang Panjang Panjang 16. | Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi Jambi 16.1 [Badan Narkotika Nasional Kota Jambi Jambi 17. | Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau Pekan baru 7.1 | Badan Narkotika Nasional Kota Pekanbara Pekanbaru 18 | Badan Narkotika Nasianal Pnvinel Ranala Relinina Dn.