Anda di halaman 1dari 13

Diagnosa dan Pengendalian Penyakit

Cupang
Diposkan oleh : Mas Anto / March 19, 2014 On Cupang
Pengendalian penyakit pada cupang sangat penting dilakukan, karena penyakit merupakan faktor
penghambat kelancaran reproduksi cupang. Penyebab penyakit dibagi menjadi dua, yakni
penyakit non-parasiter dan penyakit parasiter. Penyakit non-parasiter disebabkan oleh faktor
fisika yang tidak cocok, makanan yang tidak sehat (malnutrisi), kelainan tubuh yang disebabkan
oleh parasit, seperti bakteri, virus, protozoa ,cacing dan jamur. Berdasarkan pola
penyerangannya, dikenal 3 penyakit yang kerap menyerang cupang, yakni penyakit pada kulit,
penyakit pada insang dan penyakit pada organ dalam. Berikut berbagai penyakit yang sering
menyerang tubuh cupang.

a. Ikan Sering Muncul ke Permukaan Air dan Tampak Lemah


1. Penyebab

Cupang sering muncul ke permukaan air dan tampak lemah bisa disebabkan oleh kekurangan
gizi, kekurangan oksigen ataupun serangan bakteri, seperti Aeromonas sp, Aeromonas
salmonicida, Flexibacter columnaris, Pseudomonas flourescence dan Mycobacterium.
2. Penanggulangan

Peningkatan kualitas gizi dengan cara memberikan pakan yang lebih baik dan seimbang
kandungan gizinya.

Penggantian air bila sudah keruh dan kekurangan oksigen.

3. Pengobatan

Aeromonas sp.

Bila terserang bakteri aeromonas sp., pengobatan dilakukan dengan cara perendaman dan
pemberian antibiotik, seperti Chlorampenikol, Streptomycin atau Teramcyin sebanyak 250 g/0,5
m3 air. Perendaman dilakukan selama dua jam per hari dengan pengulangan 3-5 kali atau
sampai ikan sembuh.
Bakteri Aeromonas sp. banyak ditemukan pada kolam yang mengandung bahan organik. Ciricirinya sebagai berikut.

Bentuk tubuh seperti batang.

Ukuran tubuh mendekati 1 mikron.

Dapat hidup tanpa oksigen (anaerob)

Bergerak aktif

Hidup pada suhu 15-30 C.

Derajat keasaman air (pH) yang diinginkan 5,9.

Serangan bakteri ini sering terjadi di daerah beriklim tropis dan serangannya bersifat laten.
Artinya, serangannya akan muncul bila tubuh ikan sedang lemah akibat stres yang disebabkan
buruknya kualitas air, perubahan suhu mendadak serta perubahan pH air dan kesadahannya.
Bakteri ini dapat berpindah dari satu ikan ke ikan lainnya lewat kontak badan atau
terkontaminasi lewat peralatan kolam. Ikan yang terserang bakteri ini, selain gejala di atas juga
akan menampilkan gejala lain sebagai berikut.

Warna tubuh berubah menjadi gelap.

Kulit tubuh kasar dan kadang-kadang berdarah.

Kemampuan berenang menurun.

Mulut selalu terbuka akibat serangan pada insang.

Perut membuncit.

sirip rusak.

Insang berwarna keputihan

Mata menonjol.

Aeromonas salmonicida

Bila terserang Aeromonas salmonicida, lakukan pengobatan dengan memberikan 12 gram


Sulfaemerazin dan 6 gram Sulfaguanidine ke dalam setiap 55 kg pakan. Dosis ini diberikan
untuk tiga hari pertama pengobatan. Selanjutnya, campurkan 4 gram Sulfaguanidine ke dalam 45
kg pakan untuk tujuh hari berikutnya. Selain kedua jenis obat tersebut bisa juga diberikan
Oxytetracyclin atau Chloromycetin sebanyak 1 g/kg pakan yang diberikan selama 10 hari.
Berbeda dengan Aeromonas sp., bakteri ini bergerak lebih lamban dan tidak tahan hidup di luar
tubuh inangnya. Aktivitas serangan meningkat pada suhu 20-23 C. Langkah pencegahan
dilakukan dengan merawat kebersihan kolam.

Flexibacter columnaris

Pengobatan penyakit akibat serangan penyakit bakteri Flexibacter columnaris dilakukan dengan
cara merendam ikan dalam larutan kalium permanganat sebanyak 2 ppm selama 10-30 detik.
Lakukan perendaman ulang setiap hari sampai ikan benar-benar sembuh.
Serangan bakteri ini sering menyebabkan luka di kepala,sirip ekor dan insang. Pada awal fase
serangan bagian yang terserang berwarna putih. Selanjutnya, bila sudah parah, menjadi merah.
Jika serangannya mencapai perut menyebabkan bengkak perut dan kematian pun sulit dihindari.
Karena itu, dianjurkan pengobatan dilakukan pada fase awal. Dahulu serangan bakteri ini
menjadi momok yang menakutkan, tetapi sekarang pengobatan yang cukup dapat mengatasi
gangguan penyakit ini.
Bentuk tubuh bakteri ini seperti batang dengan ukuran panjang 12 mikron dan lebarnya 0,5
mikron. Berdasarkan reaksi serangannya, bakteri ini menyukai hidup pada temperatur tinggi,
yakni sekitar 26-30 C.

Pseudomonas flourescence

Cupang yang terserang Pseudomonas flourescence mengalami gejala yang bisa dilihat berupa
bisul dikulit,sirip, rongga perut, dan organ bagian dalam tubuh ikan. Bakteri ini juga
menyebabkan anemia atau kekurangan darah dan pada ikan hias sering membawa kematian
massal.
Pengobatannya dilakukan dengan cara mencampur Oxytetracyclin sebanyak 5 gram ke dalam 50
kg pakan, berikan selama satu minggu. Jika belum tampak perubahan yang berarti, lakukan
pengobatan ulang hingga benar-benar sembuh.

Mycobacterium

Pengobatan paling efektif untuk serangan penyakit ini adalah dengan menyuntikkan antibiotik
Streptomycin dengan dosis 0,01-0,02 mg/g ikan. Cara lainnya dengan merendam ikan di dalam
larutan antibiotik tersebut dengan dosis 10 mg/liter air. Ikan direndam selama 20-30 menit.
Pengobatan ulang bisa dilakukan 3-4 kali dengan dosis yang sama.
Bakteri ini juga menyerang jenis ikan lainnya. Selain ikan menjadi lamban dan malas, gejala lain
yang ditimbulkan sebagai berikut.

Warna tubuh menjadi gelap

Perut membengkak.

Jika dibedah, tampak bintik-bintik berwarna merah di hati, ginjal dan limfa.

b. Nafsu Makan Menurun


1. Penyebab

Keasaman atau pH air terlalu tinggi, suhu terlalu dingin dan keracunan.
2. Penanggulangan

Menurunkan atau menetralkan keasaman air melalui pengendapan dalam tangki selama
kurang lebih 3 hari untuk menormalkan pH atau menggunakan pH down berupa kayu
asam, asam jawa, cuka dapur dan bahan penurun pH yang dijual di gerai ikan hias.

Bila suhu terlalu dingin, tempatkan ikan pada lokasi yang terkena cahaya matahari.
Namun, bila dinginnya air diakibatkan oleh suhu udara sekitar, gunakan pemanas
(heater) yang ukuran panasnya disesuaikan dengan luas akuarium.

Bila terjadi keracunan, pindahkan ikan ke air yangg bersih. Kuras kolam atau akuarium,
cuci, lalu jemur dibawah cahaya matahari.

c. Perut Buncit dan Sisik Berdiri (Dropsy)


1. Penyebab

Serangan bakteri pada ginjal menyebabkan perut bengkak dan tidak bisa buang kotoran, sisik
ikan pun membuka. Tingkat kematian sangat tinggi.
2. Penanggulangan

Menjaga kebersihan air kolam dan peralatan.


3. Pengobatan

Pengobatan paling efektif untuk serangan penyakit ini adalah dengan menyuntikkan antibiotik
Streptomycin dengan dosis 0,01-0,02 mg/g ikan. Cara lainnya dengan merendam ikan di dalam
larutan antibiotik tersebut dengan dosis 10 mg/liter air. Ikan direndam selama 20-30 menit.
Pengobatan ulang bisa dilakukan 3-4 kali dengan dosis yang sama.

d. Sirip Punggung dan Ekor Rusak


1. Penyebab

Penyebab penyakit ini adalah serangan jamur. Jamur merupakan organisme yang tampak seperti
benang halus di permukaan tubuh ikan. Penyakit akibat jamur mudah dideteksi karena
penampakannya jelas pada permukaan tubuh ikan. Jamur yang sering menyerang tubuh ikan hias
adalah Saprolegnia sp.
2. Penanggulangan

Menjaga kebersihan air dan kolam.


3. Pengobatan

Pengobatan dilakukan dengan merendam ikan dalam larutan 2% Malachite Green (dua buah
Malachihe Green Kristal) dan 10 liter air. Ikan direndam selama 5 menit. Pengobatan dilakukan
2-3 kali per 2 hari.

e. Insang Rusak dan Sulit Bernafas


1. Penyebab

Serangan bakteri.
2. Penanggulangan

Merawat kebersihan air kolam.


3.Pengobatan

Pengobatan dilakukan dengan cara perendaman dan pemberian antibiotik, seperti


Chlorampenikol, Streptomycin atau Teramycin sebanyak 250g/0,5 m3 air. Perendaman dilakukan
selama dua jam per hari dengan pengulangan 3-5 kali atau sampai ikan sembuh.

f. Tubuh Berlendir, Mudah Ditangkap


1. Penyebab

Serangan jamur.
2. Penanggulangan

Merawat kebersihan air kolam.

3. Pengobatan

Bila yang menyerang bukan jamur, tetapi berupa parasit Costia sp., ikan harus direndam dengan
larutan formalin 1:400 atau larutan asetat 1:500 atau 3 cc larutan Metheline Blue untuk setiap 5
liter air dengan lama perendaman 24 jam.
castia merupakan organisme yang bergerak cepat dan memiliki semacam sirip (flages) .
serangannya sangat mematikan. ikan yang terserang mengalami kelebihan lendir di tubuhnya dan
bagian luar tubuh ikan menjadi putih keabuan. pada tingat lanjut terjadi perdarahan di daging
tubuh cupang.

g. Kelainan Pada Tulang Belakang


1. Penyebab

keturunan (genetis).
2. Penanggulangan

Meningkatkan kualitas penyeleksian induk.

Pemberian vitamin D alami melalui cahaya matahari.

h. Ikan Cupang Menjadi Kurus


1. Penyebab

Serangan cacing dan tuberkolosis. Jenis cacing yang sering ditemukan pada ikan hias adalah
Dactylogyrus dan Gyrodactilus. Keduanya suka menyerang ikan hias peliharaan yang
kepadatanya tinggi. Gyrodactilus menyerang bagian kulit dan sirip ikan, sedangkan
Dactylogyrus suka menyerang bagian insan. kedua cacing ini berbentuk pipih. Ujung tubuhnya
dilengkapi pengait yang berfungsi sebagai alat penempel tubuhnya pada nangsanya sekaligus
sebagai alat pengisap darah korban.
ikan hias yang menjadi korban tubuhnya menjadi kurus, sirip ikan rontok, dan tutup insangnya
tidak merapat sempurna. Gejala yang tampak jelas, ikan sering menggosokan tubuhnya pada
benda-benda keras pada sekitarnya.
2. penanggulangan

Merawat kebersihan kolam

Mengarantina ikan sakit

3. Pengobatan

Jika cupang menjadi kurus akibat serangan cacing, pengobatan dilakukan dengan merendam ikan
yang terinfeksi ke dalam larutan ammonium 1 :2.00o selama 15 menit. Larutan tersebut dibuang

dengan cara mencampur 10 bagian ammonium ke dalan 90 bagian air. Selanjutnya, 1 cm3 larutan
ini dicampurkan ke dalam 1 liter air sehingga terbentuk perbandingan 1: 2.000. Selain itu, bisa
juga menggunakan larutan formalin 200-250 ppm selama 30 menit.
Sampai saat ini belum ditemukan cara yang paling efektif untuk mengobati serangan
tuberkolosis. Kebanyakan peternak memusnahkan ikan yang terkena serangan penyakit jenis ini.
Selain cacing, udang renik (copepoda) pun bisa menyerang tubuh ikan. Copepoda berupa
indicus sp.,berbentuk pipih mirip kutu sehingga disebut juga kutu ikan, mengisap sari makanan
serta darah ikan. Akibatnya, ikan menjadi kurus. Kondisi ini diatasi dengan perendam kolam
menggunakan kapur sirih, pembersihan dan penjemuran kolam. Pengobatan ikan yang sakit
dilaksanakan dengan merendam ikan dalam larutan Lindane 0,013 ppm selama dua hari atau
direndam selama 30 menit dengan 1 g/liter air larutan Neguvon.
Selain Argulus indicus, cacing jangkar atau Learnea cyprinaceae merupakan jenis udang renik
yang bisa membuat badan ikan menjadi kurus. Cacing jangkar memiliki kait yang berguna
sebagai alat penempel pada tubuh inangnya. Pada stadium lanjut, Learnea cyprinaceae
mengelilingi tubuh ikan dan bisa tampak dengan mata telanjang. Bentuknya seperti jarum yang
mengait. Sebagian besar serangan terjadi pada kolam pendederan. Ikan yang terserang akan
mengalami luka sobek dan berdarah. Lakukan pengeringan dan pengapuran kolam untuk
mengatasi serangan cacing jangkar.
Cacing jangkar dibasmi dengan cara mengguntingnya, lalu memusnahkan bagian yang telah
digunting dengan cara membakar atau menguburnya dalam tanah. Biarkan sisa jangkarnya di
dalam tubuh ikan. Namun untuk mencegah terjadinya infeksi, rendam ikan ke dalam larutan
Bromex 0,12-0,15 ppm, larutan formalin 25 ppm atau larutan Sumithion 50 EC.

i. Cupang Mata Menonjol


1. Penyebab

Pop eyes disebabkan oleh infeksi. adadua macan firus yang bisa menyerang ikan hiyas, yakni
Epithelioma populasi dan herpes. Serangan virus pertama dapat menimbulkan cacat, berupa
bercak putih yang secara perlahan membentuk lapisan lemak berlendir dan berwarna transparan.
Jika serangan terjadi di mata, bisa menyebabkan bembengkaan pada bola mata. Sementara itu,
virus herpres merupaken virus ganas yang bisa menyebabkan kematian massal.
Virus adalah mikroorganisme halus yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.Organisme ini
tergolong unik karena tidak memiliki pencernaan sehingga untuk dapat hidup harus menumpang
pada tubuh ikan yang dijadikan inang. Virus dapat memperbanyak diri di dalam sel pencernaan
inang, sekaligus memproduksi asam nukleat demi kebutuhan hidupnya. Di dalam tubuh
inangnya, virus membentuk selubung protein yang di sebut capsid. Setiap virus memiliki capsid
yang berbeda, sehingga ada virus yang tidak bisa di imunisasi akibat capsidnya bisa berubahubah. Padahal, capsid inilah yang menjadi pertahanan tubuh virus.
Serangan virus mengakibatkan kerusakan sel atau jaringan cukup luas dan membawa kematian
dalam tempo relatif cepat. Infeksi virus yang menyebabkan terjadinya ifeksi skunder dapat
melemahkan tubuh ikan.

2. Penanggulangan

Merawat kebersihan kolam.


3. Pengobatan

Pengobatan akibat serangan virus epithelioma papulasum bisa menggunakan arsenik yang di
larutkan ke dalam senyawa arycil dengan dosis 1ml larutan arsenic 1% di campur dengan
senyawa arycil dengan konsentrasi 5%. Selanjutnya, campuran kedua cairan tadi di suntikan ke
tubuh ikan yang terserang penyakit sebanyak 3 kali selang 1 hari.
Belum ada obat yang efektif untuk pengobatan pop eyes yang di sebabkan oleh serangan
penyakit herpes. Cara terbaik ialah dengan imunisasi virus herpes yang telah di lemahkan.
Selain itu, cucilah kolam menggunakan klorin, keringkan, jemur dan setelah 10 hari baru di isi
air.

j. Tubuh Cupang Seperti Di bedaki


1. Penyebab

Penyakit ini di sebabkan oleh serangan parasit Oodinium limnecticum yang menimbulakan gejala
yang di sebut velvet, yakni tubuh ikan menghitam dan di sekujur tubuh seperti di bedaki.
Sepintas mirip serangan jamur, tetapi bila tidak segera di atasi, kondisi tubuh ikan akan segera
melemah, tidak nafsu makan, dan senang berkumpul di sudut yang gelap akibat malas bergerak.
2. Penanganan

Merawat kebersihan air

Menjaga temperatur tetap konstan

Menaikan suhu air di saat serangan telah terjadi

3. Pengobatan

Pengobatan di lakukan dengan memberikan 5 tetes malachite green pada konsentrasi 0,75%
untuk setiap 20liter air. Rendam ikan selama 5 menit. Obat ini tidak baik untuk larva ikan.
Pengobatan ikan dewasa bisa di ulang sampai velvet hilang.

k. Insang Cupang Rusak


1. Penyebab

Infeksi bakteri flexibacter sp. atau mycobacteriumsp.


2. Penanganan

Merawat kebersihan air kolam

3. Pengobatan

Pengobatan paling efektif untuk penyakit ini dengan cara perendaman dan pemberian antibiotik
seperti Chlorampenikal, Streptomycin, atau Teramycin sebanyak 250 g/0,5 m3 air. Perendaman
di lakukan selama 2jam per hari dengan pengulangan 3-5 kali atau sampai ikan sembuh.

l. Insang Rontok
1. Penyebab

Serangan bakteri mycobacterium.


2. Penanganan

Merawat kebersihan air kolam.


3. Pengobatan

Pengobatan di lakukan dengan cara perendaman dan pemberian antibiotik seperti


Chlorampenikol, Streptomycin, atau teramycin sebanyak 250 g/0,5 m3 air. Perendaman di
lakukan selama dua jam perhari dengan pengulangan 3-5 kali atau sampai ikan sembuh.

m. Perdarahan dan Bengkak Di Anus


1. Penyebab

Infeksi bakteri.
2. Penanganan

Merawat kebersihan air kolam.

Pengurasan dan penjemuran kolam.

3. Pengobatan

Pengobatan dilakukan dengan cara perendaman dan pemberian antibiotik, seperti


Chlorampenikol, Streptomycin atau Teramycin sebanyak 250 g/0,5 m3 air. Perendaman dilakukan
selama dua jam per hari dengan pengulangan 3-5 kali atau sampai kan sembuh.

n. Tutup Insang Selalu Terbuka


1. Penyebab

Gangguan Mycobacterium sp.


2. Penanganan

Merawat kebersihan air kolam.

Pengurasan dan penjemuran kolam.

3. Pengobatan

Pengobatan paling efektif untuk serangan penyakit ini adalah dengan menyuntikkan antibiotik
Streptomycin dengan dosis 0,01-0,02 mg/g ikan. Cara lainnya dengan merendam ikan di dalam
larutan antibiotik tersebut dengan dosis 10 mg/liter air. Ikan direndam selama 20-30 menit.
Pengobatan ulang bisa dilakukan 3-4 kali dengan dosis yang sama.

o. Serabut Seperti Kapas Di Sekujur Tubuh


1. Penyebab

Infeksi jamur.
2. Penanggulangan

Merawat kebersihan kolam.


3. Pengobatan

Pengobatan dilakukan dengan merendam ikan dalam larutan 2% Malachite Green (dua buah
Malachite Green kristal) dan 10 liter air. Ikan direndam selama 5 menit. Pengobatan dilakukan 23 kali per dua hari.

p. Cotton Mouth
1. Penyebab

Jamur yang muncul pada mulut ikan disebabkan oleh perubahan suhu yang mendadak dan
buruknya kualitas air.
2. Pengobatan

Gunakan pembunuh jamur seperti Primafix sesuai dosis anjuran.

q. Fin Root
1. Penyebab

Fiin root disebabkan oleh serangan bakteri Salmonella sp dan Pseudomonas sp. Serangan
ditandai dengan adanya lubang atau luka pada sirip. Pada tingkat lanjut, serangan dapat
merontokkan sirip sehingga iakn menjadi botak.
2. Pengobatan

Pengobatan menggunakan obat antibakteri yang tersedia di pasaran atau menggunakan antibiotik
yang biasa dipakai manusia, seperti Kanamcyin atau Teracycline. Pilih antibiotik yang memiliki
spektrum luas untuk melawan bakteri gram negatif, seperti Salmonella dan Pseudomonas.

r. Cacingan (Gill Flukes)


1. Penyebab

Cacing atau parasit yang menyerang insang yang menyebabkan ikan kelihatan sulit bernapas,
insang memerah dan kadang-kadang disertai infeksi jamur.
2. Pengobatan

Gunakan obat-obat Coppersafe khusus untuk cupang yang tersedia di gerai penjual cupang.

s. White Spot
1. Penyebab

Penyebab white spot adalah protozoa. Serangannya ditandai dengan menguncupnya ekor ikan,
muncul bintik-bintik putih pada tubuh ikan dan ikan sering menggosokan tubuhnya pada bendabenda terdekat. White spot disease biasanya menyerang ikan yang daya tahan tubuhnya lemah.
2. Pengobatan

Gunakan obat-obatan yang mengandung bahan pembunuh protozoa, seperti Malachine Green
atau Metheline Blue.

t. Velvet
1. Penyebab

Penyebab penyakit ini adalah suhu yang dingin dan air yang kotor. Velvet merupakan penyakit
yang paling sering menyerang cupang. Serangannya ditandai dengan menguncupnya ekor
cupang, tubuh ikan berwarna hitam, serta berselaput putih.
2. Pengobatan

Obat yang biasa digunakan untuk white spot, seperti Metheline Blue atau Malachine Green dapat
digunakan untuk mengobati velvet.

u. Penyakit Mental (Bacul)


1. Penyebab

Penyebab penyakit mental adalah stres pada cupang dewasa. Ikan kelihatan takut dan berdiam di
dasar akuarium. Bacul terjadi akibat perlakuan kasar atau trauma pernah mengalami kekalahan.
2. Penanganan

Mental ditinggalkan dengan mempertemukan cupang bacul dengan cupang betina supaya garang
kembali.

v. Sirip Keriting Pada Ikan Serit


Menurut Gene Lucas sirip keriting pada cupang merupakan sifat dasar yang diturunkan oleh
induknya, seperti rambut keriting pada manusia.