Anda di halaman 1dari 4

Hand Out Materi Kuliah

Universitas Lampung 2015


Pengampu : Pdt. Lukas Supandi, S.Th
Pertemuan : #11
Pokok Bahasan
: Tanggung Jawab Orang Kristen terhadap bangsa dan negara
TIK
: Mahasiswa dapat menjelaskan konsep
1. Alasan mengapa orang Kristen harus mendukung negara Indonesia
2. Beberapa ekstrim sikap terhadap negara
3. Praktek dukungan terhadap negara

Materi
:
1. Dasar- dasar Alkitab tanggung jawab bernegara
2. Beberapa perkembangan yang menyesatkan
3. Dukungan terhadap demokrasi
4. Hal-hal praktis yang dilakukan orang Kristen
Pembahasan
Semakin seorang Kristen memberi perhatian terhadap surga, semakin serius ia akan
memberi perhatian akan wujud kehendak Allah di dunia. Orang Kristen yang
memperlihatkan semangat untuk melayani orang lain, biasanya memiliki pijakan
kuat pada realita dunia.
Dasar Alkitab
Ketika Yesus menjawab pertanyaan tentang Pajak, Yesus mengatakan berikan
kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa
yang wajib kamu berikan kepada Allah (Markus 12:17). Ini bukanlah taktik untuk
menghindar dari permasalahan, tetapi adalah sebuah pengakuan yang tegas bahwa
menyerahkan kepada pemerintah apa yang sah dan sepatutnya, adalah panggilan
Kristen.
Paulus di dalam Roma pasal 13 mengajar bagaimana harus taat kepada pemerintah
(1), membayar pajak (6-7). Paulus juga menyatakan bahwa setiap pemerintah
adalah pelayan Allah untuk kebaikan warganya (4). Hal yang perlu diingat adalah
bahwa pada jaman itu pemerintah Roma adalah pemerintahan kafir. Inilah
dukungan yang diberikan orang Kristen terhadap pemerintahnya.
Orang Kristen selalu berpikir bahwa dunia adalah tempat tinggal sementara mereka
karena mereka adalah musafir (pengembara) menuju kepada tanah perjanjian yaitu
surga (1 Petrus 2:11; Matius 6:19-20). Tetapi Alkitab juga memperingatkan agar
setiap orang Kristen tidak melupakan tanggung jawab sosial mereka di mana

mereka tinggal. Hal ini juga dilakukan oleh Yusuf dan Daniel ketika berada di
pembuangan.

Perkembangan yang menyesatkan


Perkembangan sejarah tidak selalu memberikan dampak positif, tetapi kita belajar
agar kita tidak terjebak pada masalah yang sama dengan apa yang sudah pernah
terjadi. Ada 3 perkembangan dalam kekristenan jaman modern yang dapat
mengacaukan pemahaman politik orang Kristen:
1. Kecenderungan Politik dari kalangan Kritsen Relativis
Kristen relativis adalah sekelompok orang yang memakai pengajaran Alkitab
bukan sebagai wahyu Allah, tetapi hanya sebagai petunjuk Allah kepada
manusia. Orang Kristen pada jaman ini tidak terikat untuk menguarakan dan
memakainya. Pada konsep ini menunjuk kepada sebuah pendirian kerajaan
Allah di atas dunia dengan cara meyakinkan secara kolektif masyarakat,
nasionalis, ekonomi, pembagian kelas, menyangkal hak asasi. Dalam hal ini
para rohaniwan menempatkan masalah secara sama rata. Semua yang
disahkan dalam nama Yesus adalah sah, meskipun hal itu menentang negara
sekalipun.
2. Larangan-larangan Pietis dari pandangan Kristen Absolut
Pandangan absolut percaya bahwa kebenaran Allah yang tidak berubah
diberikan di dalam Alkitab. Pandangan mereka adalah absolut, tidak bisa
dikurangi. Sedangkan PIETIES adalah kesalehan yang menunjuk tentang
perhatian utama untuk mencapai kesucian, menghindar dari dosa dan
memenangkan jiwa. Mereka mengambil sikap pasif terhadap politik dan tidak
bersedia terlibat pada semua level pemerintahan. Bahkan sebagian dari
mereka tidak ikut dalam pemilu, karena semua urusan politik bukan urusan
mereka.
3. Pandangan politik imperalis sekelompok orang Kristen
Mereka lebih suka menyebut diri mereka fundametalis daripada injili
karena kata fundamentalis memperlihatkan perjuangan tanpa kompromi.
Padangan bahwa wahyu Allah adalah keadilan yang bersifat membalas,
perang suci menunjuk pertalian. Kekuasaan demokrasi modern merupakan
kesamaan perang suci di Perjanjian Lama. Allah memanggil umatNya untuk
mengenyahkan bahwa kafir dan mengambil kerajaan mereka dengan
kekerasan.

Dukungan terhadap demokrasi

Di dalam sistem pemerintahan terbuka pada prinsipnya memungkinkan setiap


orang untukmencalonkan diri di setiap jabatan. Allah memberikan martabat dan
kelayakan terhadap setiap pribadi. Pemisahan kekuasaan dan pengadaan
pengawasan dan keseimbangan ke dalam struktur dinilai efektif mengurangi
bahaya korupsi. Meskipun prosedur mengekang, korupsi tidak akan pernah
berhenti. Karena itu bentuk pemerintahan yang memaksimalkan kesadaran umum
secara wajar akan lebih stabil daripada sistem lainnya.

Kristen harus menerima bahwa di dalam politik tidak disediakan jawaban hitam
atau putih. Tetapi Allah menghendaki semuanya harus dipimpin dengan cara terbaik
dan berhikmat. Contoh salomo memperlihatkan bahwa Allah memberikan hikmat
kepada penguasa untuk mengatasi masalah secara kreatif (1 Raja 3)
Hal-hal yang bisa dilakukan orang Kristen
Perjanjian baru tidak bicara tentang partisipasi dalam bidang politik. Orang kristen
abad pertama adalah minoritas dari golongan bawah. Mereka tidak berpengaruh
pada politik dan tidak ada prospek untuk memenangkannya. Perlu 200 tahun
sebelum orang Kristen mendapatkan perlindungan politik. Untuk hal itu beberapa
partisipasi politik adalah dengan
Membayar pajak (Matius 17:24-27)
Berdoa untuk pemerintah (1 Tim 2:1-4)
Menjaga perdamaian (Roma 12:18)
Pada saat demokrasi melalui perwakilan, telah membuka jalan untuk keterlibatan
partisipasi politik yang menuntut kita memiliki komitmen dan tanggung jawab:
1. Keterbukaan. Hal ini bisa menolon orang Kristen untuk mengerti masalah dan
memberikan suara dengan baik untuk penguasa. Mengesampingkan politik
bukanlah sifat dasar orang Kristen
2. Berdoa. Semua orang Kristen harus berdoa untuk orang-orang yang sedang
berkuasa (1 Tim 2:1-4). Allah akan bekerja melalui orang-orang yang duduk di
pemerintahan untuk mendengarkan suara rakyat kecil
3. Memberikan suara. Memberikan suara di dalam pemilu atau refendum dapat
menjadi pandangan pribadi terhadap masalah nasional dalam penyelesaikan
masalah.
4. Tulisan. Beberapa orang berusaha mendapatkan pengaruh politik melalui
debat atau tulisan dan bekerja di partai politik yang mendekati idealis mereka
Peringatan untuk hal ini
1. Permainan kekuasaan biasanya membangkitkan hati mereka yang berdosa.
Tidak ada politisi yang mempunyai prinsip dapat mengharapkan langkahlangkah yang mudah, juga untuk orang Kristen
2. Kita harus rendah hati dan tidak terbius keadaan. Kita harus siap menemukan
bahwa kita salah dan harus mampu mengakuinya. Melayani sesama adalah

cinta kita kepada Tuhan. Tidak ada yang menjamin keberhasilan dalam waktu
singkat