Anda di halaman 1dari 7

B.

Pemeriksaan Sistem Respirasi


1.Anamnesis
Anamnesis adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan antara dokter
(pemeriksa)

dan pasien yang

bertujuan

untuk

mendapatkan

informasi tentang penyakit yang dideritadan informasi lainnya yang berkaitan yang
dapat mengarahkan diagnosis penyakit pasien.
Banyak keluhan yang akan disampaikan oleh pasien tentang penyakitnya,
walaupum demikian tidak semua keluhan atau informasi-informasi yang disampaikan dapat
bermakna atau berkaitan dengan sistem Respirasi sehingga diperlukan suatu teknik bertanya
untuk menggali informasi tersebut.
Anamnesis terbagi atas 2 golongan, yaitu Auto Anamnese dan Allow
Anamnesis. Auto anamnese: Keterangan tentang penyakit diberikan langsung kepada pasien
yang meminta pengobatan. Allow anamneses: Keterangan tentang penyakit pasien didapatkan
dari orang lain atau keluarga yang membawanya kedokter untuk mendapatkan pengobatan
atau pertolongan.
Dalam pengobatan pernapasan adalah keterampilan cara anamnesis
mendokumentasikan dalam penyakit yang mungkin sampai bertahun-tahun. Setiap situasi
memiliki tantangan yang spesifik, jika anamnesis lebih baik maka anda bisa mendiagnosis
dengan cepat dibantu dengan pemeriksaan fisis dan pemeriksaan penunjang.

Mulai penilaian pernapasan dengan wawancara pasien dan menanyakan riwayat


pernapasan. Mulai penilaian dengan wawancara membantu Anda menjalin hubungan dengan pasien dan
dapat mengurangi kecemasan pasien. Selama sejarah, Anda akan mengumpulkan informasi tentang saat
pasien dan masalah pernapasan sebelumnya. Anda bisa mewawancarai pasien, dan dalam beberapa kasus,
anggota keluarga atau orang lain yang signifikan. Ketika melakukan penilaian perlu mengingat enam gejala
pernapasan yang penting: Batuk, produksi sputum, dyspnea, hemoptysis, nyeri dada, dan mengi.

Perihal yang perlu ditanyakan baik secara auto ananmnese ataupun allow anamnse adalah
perihal sebagai berikut :
1. Keluhan utama dan keterangan tambahan lainnya
2. Riwayat /pengobatan terdahulu
3. Riwayat merokok
4. Penyakit penyerta lainnya
5. Tindakan bedah yg pernah dialami
6. Riwayat keluarga
7. Status sosial ekonomi
1. Keluhan Utama
Keluhan utama adalah keluhan atau derita pasien yang menyebabkan dia datang pada
dokter untuk meminta pengobatan atau pertolongan. Pada penyakit Paru keluhan utama dari pasien paru
dikenal dengan Kardinal Simtom sebagai penyataan pasien bahwa dia mengalami kelainan pada parunya.
Adapun mengenai Kardinal Simtom sudah dibahas secara panjang pendek pada bab sebelumnya yang
meliputi sebagai berikut :
Batuk,
Sesak nafas,
Batuk darah,
Nyeri dada.
Selain penjelasan Kardinal Simtom diatas, maka keterangan lain yang perlu didapatkan dari pasien
sehubungan dengan penyakit parunya adalah mengenai:
1.

Sputum

2.

Demam

3.

Mengorok disaat tidur

4.

Suara serak

5.

Penurunan berat badan dan anorexia


Begitu selesai mendapatkan keterangan tentang keluhan utama, tentukan segera status KU

tersebut akut atau kronis. Perihal menentukan status keluhan ini penting sekali karena dalam manajemen
penanganan untuk kedua jenis penyakit tersebut berbeda satu dengan lainnya. Selanjutnya marilah kita bahas
perihal yang perlu ditanyakan pada keluhan utama:
a. Batuk

Defenisi batuk adalah pengeluaran udara dari paru dan saluran nafas secara explosive
dengan tekanan yang tinggi sewaktu melewati glottis yang terbuka secara paksa dan mendadak. Batuk,
perihal yang perlu ditanyakan :
Tentukan batuk tersebut akut atau kronis
Timbul dadakan dan sukar dihentikan
Dahak ada atau tidak
Timbul pada posisi tubuh tertentu
Timbul pada saat atau cuaca tertentu
Timbul setelah mencium sesuatu atau bahan kimia tertentu
Terjadi setelah teraspirasi sesuatu benda baik yang bersifat padat atau cair
b. Sesak nafas (dyspnea)
Keluhan yang bersifat subjektif berupa kesulitan atau rasa tidak enak pada saat bernafas.
Sesak nafas hal yang ditanyakan :
Tentukan status sesak nafas tersebut
Apakah sesak nafas timbul setelah batuk yang kuat
Sesak nafas tersebut timbul pada saat-saat tertentu saja
Sesak nafas terjadi setelah melakukan aktivitas
Sesak timbul pada posisi tubuh tertentu
Apakah sesak nafas ini timbul terus menerus
Apakah sesak nafas ini disertai dengan mengi.
c. Batuk darah
Batuk darah (hemoptysis) : Keluar segar, sputum yang disertai dengan bercak darah, atau
darah yang menyertai sputum. Dalam melakukan anamnese pada pasien dengan sangkaan batuk darah harus
berhati-hati, karena sering sekali pasien menyatakan muntah darah sebagai batuk darah. Hal ini mungkin
disebabkan sewaktu terjadinya muntah darah sebagian kecil darah teraspirasi ke dalam saluran nafas sehingga
timbul refleks batuk, bersamaan dengan muntah darah tersebut terjadi batuk, maka oleh pasien muntah darah
yang dialaminya dinyatakan sebagai batuk darah. Batuk darah perihal yang perlu ditanyakan :
v Tentukan status batuk darah tersebut
v Volume darah setiap kali batuk
v Apakah batuk darah terjadi setelah batuk yang kuat
v Apakah batuk darah timbul setelah batuk biasa
v Apakah darah yang keluar disertai sisa makanan
v Warna darah, merah cerah atau merah kehitaman
d. Nyeri dada (chest pain) :

Rasa tidak enak pada dada hingga rasa sakit yang dapat dinyatakan/ditunjuk baik mengenai
intensitas ataupun lokasinya. Penyebab nyeri dada ini dapat berasal intra thoracal atau extra thoracal. Rasa
nyeri merupakan problema yang agak menyusahkan terutama dalam menentukan asal nyeri tersebut. Pada
nyeri dada (chest pain) hal yang perlu ditanyakan :
Tentukan status nyeri dada tersebut, akut atau kronis
Timbul setelah batuk dan disusul dengan sesak nafas
Apakah rasa nyeri tersebut menyebar atau setempat
Apakah dada pasien pernah mendapat trauma sebelumnya
Rasa nyeri pada dada timbul apabila pleura parietalis terkena rangsangan sehingga rasa
sakit pada dada dibagi menjadi 2 bahagian berdasarkan keterlibatan pleura yaitu pleuritic pain dan nonpleuritic pain.
Setelah pembahasan tentang kardinal simtom, selanjutnya anamnese dilanjutkan
dengan menanyakan hal lain yang erat kaitannya dengan kelainan paru.
a. Dahak (sputum) :
Sekresi yang berasal sistem trakheobronkhial, paring, hidung, sinus dan mulut. Pada orang yang tidak
mempunyai kelainan pada paru, sputum diproduksi dalam jumlah yang relatif sedikit dan tidak merangsang
untuk terjadinya batuk. Pengeluaran sputum ini dilaksanakan dengan bantuan batuk. Dahak (sputum) perihal
yang perlu ditanyakan

Tentukan kondisi dahak yang dinyatakan pasien bersifat akut atau kronis
Viskositas dari sputum
Warna dan bau sputum
Apakah dahak tersebut sulit dibatukkan
Jumlah sputum yang diproduksi, apakah produksi sputum tersebut mempunyai priodisitas tertentu
Apakah ada ditemukan butiran seperti pasir atau sejenisnya di dalam sputum tersebut
Apakah produksi sputum bertambah pada posisi tertentu

b. Demam
Peningkatan suhu tubuh > 38oC (oral) atau > 38,5oC (rectal). Demam perihal yang perlu
ditanyakan :
Tentukan status demam, akut atau kronis
Apakah demam ini disertai menggigil dan berkeringat
Selama demam mulut terasa pahit dan nafsu makan tidak ada sama sekali
Apakah demam tersebut mempunyai priodisitas
Apakah demam yang dialami dengan panas tinggi atau tidak

Keringat malam merupakan hal yang abnormal bila keringat malam tersebut disertai dengan
penurunan suhu tubuh.

c. Anorexia dan penurunan berat badan (BB) :


Hilangnya selera/keengganan terhadap sesuatu yang berhubungan dengan makanan.
Penurunan berat badan didefenisikan sebagai pengurangan berat badan sebesar > 10% dari berat badan
sekarang.
Anorexia/penurunan BB perihal yang perlu ditanyakan :

Status anorexia/penurunan BB akut atau kronis


Apakah ada kelainan pada saluran cerna
Apakah cepat merasa kenyang setelah mengkonsumsi sejumlah kecil makanan
Apakah penurunan Berat Badan akibat anorexia tsb terjadi setelah mengkonsumsi/menghentikan obat
tertentu.
2. Riwayat Penyakit/Pengobatan Sebelumnya
Setelah anamnese KU dan menentukan status penyakit akut atau kronis. Maka
selanjutnya adalah menanyakan tentang penyakit terdahulu termasuk pengobatannya.

Apakah pernah menderita sakit yang sama sebelumnya, jika ada, berapa lama berselang dari sekarang ini
(tentukan waktunya dalam hari, minggu, bulan atau tahun, jangan memakai jawaban yang spekulatif misalnya
baru-baru ini, sudah lama dan sebagainya).
Jika sebelumnya tidak pernah menderita penyakit seperti ini, anamnese dilanjutkan dengan penyakit lain yang
pernah diderita, jika ada, berapa lama berselang dari sakit sekarang ini.
Riwayat pengobatan/pemakaian obat-obatan, baik untuk penyakit yang sama dengan sekarang ini atau penyakit
lain, berapa lama memakai obat tersebut, kurang dari 2 minggu atau lebih dari 2 minggu.
Cari tahu mengenai jenis obat yang dipakai, misalnya dengan menanyakan perubahan yang dapat
dirasakan/dikenal oleh pasien sewaktu mengkonsumsi obat tersebut.
Ketika mengambil riwayat obat, daftar saat pasien asupan baik resep dan over-the-counter
(OTC) obat, rekaman dosis, frekuensi dan durasi pengobatan. Tanyakan pasien apa tablet setiap untuk dan
ketika diambil, ini memberikan indikasi pasien pemahaman masalah mereka dan kepatuhan. Ingat bahwa
beberapa obat (misalnya betablockers atau NSAID) dapat membuat asma lebih buruk. Itu pil kontrasepsi oral
merupakan faktor risiko untuk pulmonary emboli. ACE inhibitors diresepkan untuk hipertensi dapat
menyebabkan cough.bhh Pertanyaan-pertanyaan berikut mungkin berguna dalam mengambil sejarah
pernapasan:

3. Riwayat Alergi Obat


Tanyakan tentang alergi, jika pasien menyebutkan suatu alergi, tanyakan apa yang
sebenarnya terjadi, dan berapa lama lalu itu terjadi.
4. Riwayat Merokok dan alkohal
Riwayat merokok perlu ditanyakan terutama pada pasien dengan umur lanjut
(cancer age), tanyakan jumlah rokok yang dikonsumsi, jangan tanya jumlah batang rokok,
tetapi jumlah bungkus rokok yang dikonsumsi perharinya, lama merokok, untuk ini tanyakan
pada pasien sejak umur berapa mulai merokok. Kalau sudah berhenti sudah berapa lama
berselang dari saat sakit sekarang ini.
Rincian merokok sangat penting. yang harus ditanyakan:
Usia mulai
Usia berhenti (jika berlaku)
Apakah rokok, cerutu atau pipa
Rata-rata dihisap per hari.
Ini dapat membantu untuk mengubah informasi ini menjadi 'pak tahun (di mana 1 tahun
adalah 20 bungkus rokok yang diisap setiap hari selama satu tahun). Menanyakan apakah alkohol minuman
pasien. Jika ya, mengkonversi asupan mingguan menjadi unit-unit jika memungkinkan. Satu gelas anggur
atau satu-setengah pint bir setara dengan 1 unit. Ingat bahwa beberapa bentuk pneumonia (Staphylococcus
aureus dan Klebsiella) terjadi pada pecandu alkohol.
5. Penyakit Penyerta Lainnya
Penyakit penyerta lain yang dimaksud di sini adalah penyakit yang memerlukan
pengobatan seumur hidup (long live therapy). Penyakit yang dimaksud antara lain DM dan
hipertensi, khusus untuk penyakit pada paru, DM perlu ditanyakan, karena erat kaitannya
dengan penyembuhan TB Paru yang diderita.
6. Riwayat keluarga
Ketika mencatat riwayat keluarga, mungkin lebih mudah untuk menggambar bagan silsilah.
Apakah ada anggota keluarga menderita gangguan pernapasan? Sebuah keluarga riwayat prematur emfisema
atau sirosis hati mungkin menunjukkan 1-anti trypsin. Apakah ada riwayat keluarga emboli paru atau deep

vein trombosis. Tanyakan tentang atopi, eksim asma, Apakah ada riwayat keluarga yang mengalami hal yang
sama atau tidak ada.
Perihal yang perlu ditanyakan dalam anamnese sehubungan dengan penyakit yang diderita dengan keluarga
adalah sebagai berikut :
Apakah ada keluarga pasien yang menderita penyakit sejenis dengan penyakit yang dialami sekarang ini?
Apakah dalam keluarga ada riwayat atopi?
Apakah ada keluarga pasien yang menderita penyakit dengan keganasan atau penyakit yang dapat diturunkan
secara genetis ?
7 . Status Sosial Ekonomi
Status sosial ekonomi pasien perlu ditanyakan, hal ini menyangkut lingkungan tempat tinggal,
pekerjaan,

pendidikan. Status sosial ekonomi ini perlu ditanyakan berkaitan dengan keberhasilan dengan

pengobatan, sebagai contoh pasien yang sering sesak nafas karena tidak tahan dengan cuaca dingin, tinggal di
pegunungan, sering tidak menyadari bahwa sesak nafasnya dipicu oleh cuaca dingin tersebut, maka untuk
pasien yang demikian tidak ada salahnya kita anjurkan untuk mencari tempat tinggal baru yang lebih bercuaca
panas. Namun terkadang hal ini terkendala dengan kemampuan ekonomi serta kepentingan pekerjaan pasien.
Sosial atau pergaulannya juga perlu ditanyakan, Sosial sangat penting dalam sistem
pernapasan, penyakit pernapasan yang dapat disebabkan, atau memburuk, oleh faktor sosial seperti
perumahan, pekerjaan, hobi atau hewan peliharaan. Bertanya tentang hewan peliharaan adalah penting dalam
riwayat sesaknya pernapasan. Misalnya, bulu kucing mungkin memicu serangan asma atau burung dan
hewan peliharaan alergi rhinitis adalah penyebab langka pneumonia.
Tanyakan tentang situasi keuangan pasien: adalah Pasien berhak atas keuntungan negara
(misalnya sosial mendukung) tanyakan tentang diet dan olahraga.
8. Pekerjaan
Menanyakan pekerjaan pasien dalam urutan kronologis mulai dari saat meninggalkan sekolah
pasien. Beberapa kondisi pernapasan memiliki periode laten yang panjang antara waktu pemaparan dan
presentasi. Tanyakan tentang gangguan akibat kerja (misalnya asbes dan mesothelioma eksposur). Itu Panjang
setiap pekerjaan dan deskripsi pekerjaan perlu ditanyakan.