Anda di halaman 1dari 50

PERENCANAAN PEMBANGUNAN

PRASARANA TELEMATIKA

Oleh : Eddy Satriya

Disampaikan pada

One Day Total e-Solutions Seminar


The Grand Bali Beach Hotel – Sanur
29 Mei 2002
DAFTAR ISI
1. Pendahuluan
2. Prasarana Telematika (Existing)
3. Perencanaan Prasarana di masa
datang
4. Sekilas Permasalahan Utama
Telematika Nasional
5. Penutup Catatan: Berbagai temuan, interpretasi dan kesimpulan dalam makalah ini adalah murni
pendapat dan penafsiran penulis. Mereka tidaklah harus mencermin pandangan pemerintah
RI ataupun instansi tempat penulis berkerja saat ini.

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 2
1. Pendahuluan

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 3
PENDAHULUAN

 Definisi: Telematika sebagai


bentuk konvergensi dari IT,
telekomunikasi, penyiaran dan
multimedia. (ICT-Information and
Communication Technology)
 Komponen Telematika
 Prasarana dalam GBHN dan UU
Propenas
fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 4
KOMPONEN TELEMATIKA

 KEBIJAKAN DAN KERANGKA REGULASI


 PRASARANA/INFRASTRUKTUR
 PENGEMBANGAN SUMBER DAYA
MANUSIA
 INDUSTRI UTAMA & PENDUKUNG
 APLIKASI
 PEMERINTAH
 NON PEMERINTAH

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 5
GBHN
Arah kebijakan dalam GBHN
(butir 17 Ekonomi):
“Meningkatkan pembangunan dan
pemeliharaan sarana dan prasarana
publik termasuk transportasi,
telekomunikasi, energi dan listrik,
dan air bersih guna mendorong
pemerataan pembangunan,
melayani kebutuhan masyarakat
dengan harga terjangkau, serta
membuka keterisolasian wilayah
pedalaman dan
fb_ai_itb_bali.ppt
terpencil”
satriyaeddy@yahoo.com 6
UU PROPENAS
 UU No. 25 tahun 2000 tentang
Program Pembangunan Nasional
(Propenas)

 Khusus untuk Sarana dan Prasarana


Penunjang Pembangunan Ekonomi
(Bab IV:63-69) “..prasarana meliputi
transportasi, energi dan
ketenagalistrikan, pengairan…serta pos
dan telekomunikasi- informatika”
Sumber: Bappenas (2000) at
www.bappenas.go.id

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 7
3 PROGRAM PENGEMBANGAN
SARANA dan PRASARANA

 Mempertahankan tingkat jasa pelayanan


sarana dan prasarana.

 Melanjutkan Restrukturisasi dan


Reformasi di bidang sarana dan prasarana.

 Peningkatan aksesbilitas masyarakat


terhadap jasa pelayanan sarana dan
prasarana.
fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 8
Program mempertahankan tingkat
jasa pelayanan sarana dan prasarana
(s/p):
 Tujuan: mempertahankan dan meningkatkan kondisi
s/p yang telah maupun yang sedang dibangun
 Sasaran: tersedianya pelayanan jasa sarana dan
prasarana yang mampu memenuhi kebutuhan
minimum dalam pemulihan ekonomi: terjaganya
kondisi konstruksi maupun peralatan sarana dan
prasarana yang belum selesai pembangunan
konstruksinya atau belum beroperasi dengan
sempurna; terlaksananya peninjauan ulang atas
disain maupun rencana konstruksi sarana dan
prasarana fisik; tersedianya sarana dan prasarana
yang berkaitan dengan data serta informasi bagi
landasan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
 Langkah: penyediaan jasa s/p yang mendukung
kegiatan produksi
fb_ai_itb_bali.ppt dan peningkatan ekspor serta
satriyaeddy@yahoo.com 9
Program Melanjutkan Restrukturisasi
dan Reformasi di Bidang Sarana dan
 Prasarana
Tujuan: menciptakan iklim yang kondusif bagi
investasi maupun usaha di bidang jasa pelayanan
s/p serta menyehatkan dan meningkatkan kinerja
perusahaan yang bergerak di bidang s/p
 Sasaran: pulihnya kelayakan keuangan; terciptanya
kompetisi dan pengaturan dalam pembangunan
s/p; meningkatnya efisiensi pemanfaatan dan
ketersediaan sumber pendanaan baru sejalan
dengan peningkatan peran swasta; dan
meningkatnya transparansi dan efisiensi
pemerintah dalam pengelolaan s/p sejalan dengan
berkurangnya peran pemerintah.
 Langkah: restrukturisasi industri dan pemecahan
(unbundling) system / jasa; pengembangan
hubungan komersial dan memperkenalkan
kompetisi; pendekatan baru dalam penetapan
fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 10
tarif berdasarkan mekanisme pasar dan subsidi;
Program Peningkatan Aksesibilitas
Masyarakat terhadap Jasa Pelayanan
Sarana dan Prasarana
 Tujuan: memperluas jangkauan jasa
pelayanan s/p sampai ke daerah terpencil,
pedalaman dan perbatasan.

 Sasaran: Menyediakan s/p yang diperlukan


dalam memenuhi kebutuhan dasar
masyarakat, termasuk telekomunikasi-
informatika, tenaga listrik dan irigasi.

 Langkah: melaksanakan usaha perintisan


di daerah terisolir, terpencil dan kawasan
tertinggal; memperluas jangkauan
pelayanansatriyaeddy@yahoo.com
fb_ai_itb_bali.ppt
s/p ke seluruh lapisan 11
2. Prasarana Telematika
(Existing)

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 12
PRASARANA TELEMATIKA
EXISTING (PELITA I - VI)
 Identik dengan prasarana telekomunikasi
 Hasil Pembangunan
 Pembangunan prasarana telekomunikasi
baru menunjukkan hasil yang signifikan
sejak kurun Pelita V.
 Kecuali KSO, pembangunan relatif tidak
berhenti sejak krisis ekonomi Mid 1997
(kelanjutan Pelita V)
 Pola Pendanaan
 APBN - DIP
 Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) melalui
DIPP
 Bantuan Luar Negeri (BLN – SLA) + Dana
Perusahaan
 Pola Bagi Hasil
fb_ai_itb_bali.ppt (PBH)
satriyaeddy@yahoo.com 13
Hasil Pembangunan
PERKEMBANGAN KAPASITAS TELEPON DAN TELEKS DI INDONESIA
(kumulatif satuan sambungan telepon-sst terpasang)

Akhir Akhir Akhir Akhir Akhir


No. URAIAN 1968 Repelita I Repelita II Repelita III Repelita IV Repelita V Pra Krisis (Repelita VI) Krisis
(1973/74) (1978/79) (1983/84) (1988/89) (1993/94) (1994/95) (1995/96) (1996/97) (1997/98) (1998/99) (1999/00) 2001

1 Sentral Otom at 77,700 121,460 367,200 576,797 873,913 2,995,694 4,075,237 4,820,017 6,426,097 7,699,648 8,211,165 8,358,259 8,480,873

STDI-I 258,696 1,695,842 2,460,167 3,172,697 4,100,777 4,930,393 5,101,802 5,214,904 na


STDI-II 362,016 549,627 620,967 945,753 1,189,058 1,482,590 1,557,194 na
STDI-III 331,578 439,593 636,042 1,146,255 1,383,570 1,448,021 1,478,657 na
Type Lain 77,700 121,460 367,200 576,797 615,217 606,258 625,850 390,311 233,312 196,627 178,752 107,504 na

2 Sentral Tangan dgn


Batterai Sentral (BS) 29,255 31,620 33,030 28,629 42,778 510 0 0 0 0 0 0 0

3 Sentral Tangan dgn


Batterai Lokal (BL) 65,045 70,300 75,862 73,707 78,452 16,689 8,607 4,325 2,619 1,805 1,805 1,380 1,380

4 Teleks na 1,220 4,200 12,220 17,300 30,400 29,904 29,124 31,163 31,161 29,943 27,967 27,967

Sumber: Kumpulan Lampiran Pidato Kenegaraan Presiden RI di depan sidang DPR setiap tanggal 16 Agustus

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 14
Analisis Pembangunan
Prasarana Telekomunikasi
1983/84 1988/89 1993/94 1998/99 2003/04

Pelita III Pelita IV Pelita V Pelita VI- Propenas-


Krisis Krisis

600.000 ss 900.000 ss 3.000.000 ss 8.000.000 ss ?

DP, DIP, DP, BLN, DP, BLN, DP, BLN, DP, BLN,
PMA, BLN DIP, PMP PBH PBH, KSO PBH, KSO?

40k ss / Th 80k ss / Th 400k ss / Th 1000k ss/T h ?

CATATAN: DP: Dana Perusahaan; PBH: Pola bagi Hasil; PMP: Penyertaan Modal Pemerintah; DIP: Daftar Isian Proyek; BLN: Bantuan Luar Negeri
(Hutang+Hibah), Penanaman Modal Asing

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 15
SASARAN PENINGKATAN
TELEKOMUNIKASI DALAM PJP II

Akhir Akhir Akhir Akhir Akhir Akhir


Sasaran Satuan Pelita Pelita Repelita Repelita Repelita Repelita
V VI VII VIII IX X
1998/99 2003/04 2008/09 2013/14 2018/19
1993/94

Kapasitas Juta ss 3.0 8.0 14.0 21.1 29.5 39.4


Telepon

Kepadat Ss/100 1.59 3.91 6.38 9.04 11.99 15.25


an penduduk
Telepon
Sumber: BAPPENAS (1994), Buku III Rencana Pembangunan Lima Tahun Keenam 1994/195-1998/99

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 16
Kerja Sama Operasi-KSO
(Cuplikan Ringkasan)
 Kerja Sama Operasi antara PT. Telkom dan Mitranya dalam pembangunan
dan penyelenggaraan jasa telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia kecuali
Divre II dan Divre V yang berlangsung dari 1996-2010

ORIGINAL MOU Keterangan


Target Pembangunan Pramindo : 520.000 290.000
(ss) AWI : 500.000 290.000
MGTI : 400.000 350.000
CWM : 237.000 115.000
BSI : 403.000 223.000
Total : 2.030.000 1.268.000
BiayaMinimum 1.5% 0.75% Dari Total
Diklat Pendapatan KSO
Biaya Litbang 1.0% 0.2%
(R&D)
Pembangunan 20% 5% Dari total investasi
Daerah USO KSO

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 17
KERUGIAN KSO
 Kerugian Finansial : Ditanggung oleh PT. Telkom
 Kerugian Ekonomi : Ditanggung oleh ekonomi nasional
PERKIRAAN KASAR KERUGIAN EKONOM I DARI KSO
1 Pendapatan dari pengurangan target pembangunan
selisih pembangunan x ARPU x 10 th=
762.000 x 300 US$ x 10 = 2,286,000,000.0

2 Pengurangan dari biaya Diklat


selisih persentase x ss KSO x ARPU x 10 th =
0.75% x 1.268.000 x 300 US$ x 10 = 28,530,000.0

3 Pengurangan dari biaya R & D


0.8 % x 1.268.000 x 300 US$ x 10 = 30,432,000.0

4 Pengurangan dari biaya Investasi USO


15 % x ssKSO x 700 US$ = 133,140,000.0

Total excl. tax (US$) = 2,478,102,000.0


ARPU: Average Revenue Per Unit (line) (World Bank 1999)

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 18
SEKILAS KONDISI
PRASARANA TELEMATIKA

 Lines in service : 7,2 juta ss (3,4%)


 Pelanggan selular : 5 juta pelanggan
(2.3 %)
 Telepon Umum : 350.000
 Penetrasi PC : 2 juta
 Penetrasi TV : 30 juta
 Cakupan layanan telekomunikasi:
o 76% of kecamatan.
o 39,2% of desa. Sumber: PT.Telkom (Des 2001), Postel dan
Bank Dunia

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 19
Prasarana Telematika -
Internet
 4 Juta pengguna aktif dan 500.000
pelanggan
 147 Internet Service Provider (ISP)berlisensi
 55 ISP aktif
 10 ISP melayani 80% market share
 Bandwidth Mapping : belum tersedia secara
terintegrasi dan resmi.
Source: http://www.i2bc.org/i2bcnews.html

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 20
fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 21
Prasarana Telematika dalam
Transisi
 Perencanaan
• Bappenas, Dephub, Meneg Kominfo dan Depkeu

 Kebijakan
• N21, NITF, Inpres 6/2000 + Action Plan, Tim TRST

 Regulasi
• UU 36/1999, UU 22 dan 25 / 1999, PP dan
Kepmenhub, UU 5/1999

 Proses pembangunan

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 22
3. Perencanaan Prasarana
di Masa Datang

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 23
NEW ECONOMY
 What is new economy?
• Tens of terms and jargons are widely
used, for example : digital economy,
information economy, knowledge
economy, cyber economy, internet
economy, network economy, connected
economy and so forth.
 …….Agricultural Economy - Industrial
Economy -Information Economy -
Knowledge Economy - Bio Economy (?)

 What makes information economy exist? :


Technological Changes; Technology changes,
economics laws do not

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 24
NEW ECONOMICS
 Economics of  Information
Things Economics
– Things can be – Information can be
replicated through replicated at
manufacturing almost zero cost
– Information never
– Things wear out wears out
– Information comes
from nowhere and
– Things exist in a everywhere
location – Information is
perfectly increasing
– Things subject to return
Sources: Philip Evans nad T.S Wurster,”Blown to Bits” HBSP
diminishing and
– Information needs
increasing return
fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com no perfect market 25
DIGITAL DIVIDE
 Digital Divide: Gap between ones that have access
to ICT services and ones who do not.
 Digital Divide happens:
 Between Country
 Between Region (Province)
 Between City
 Between District and Sub-district
 Among people
 In addition, one of the most quoted statistics from the
report of the Independent Commission for Worldwide
Telecommunication Development headed by Maitland
was that " Tokyo has more telephones than the whole of
African continent". (ITU,1998)
 Reason for the digital divide: Income / The
“Wealth” of Nation (Jipp, 1963)
fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 26
URGENSI PRASARANA
TELEKOMUNIKASI
 Down Turn ekonomi di seluruh belahan
dunia
• Anjloknya harga saham ict; banyaknya
perusahaan masuk list (file) chapter 11 di
Eropa; “kisruh” dan gagalnya penjualan
saham ISAT;
 “How can you go on line without line?”
 Rendahnya density dan ruang lingkup
pelayanan telekomunikasi yang masih
sangat terbatas dan belum merata;
 Kontribusi sektor telekomunikasi terhadap
ekonomi ( 1 persen density = 3 persen gdp
(ITU) ?);
fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 27
TARGET PEMBANGUNAN
TELEPON
S/d 2005
Dalam Rapat Kerja Masyarakat Telekomunikasi
(Mastel) bulan Februari 2002 yang lalu, Menteri
Perhubungan telah menetapkan target
pembangunan baru telepon hingga tahun 2005
sebanyak 4 juta ss dengan rincian sbb:

 Telkom : 1,9 juta ss


 Indosat : 1,6 juta ss
 Lain-lain : 0,5 juta ss
Namun hingga saat ini belum diuraikan lebih rinci
rencana pembangunan jaringan kabel dan fasilitas
transmisi penunjang. Juga tidak dijelaskan pihak
lain dimaksud dan target tahunan pembangunan
fasilitas telekomunikasi.
fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 28
PERENCANAAN DEMAND &
SUPPLY
PRASARANA TELEMATIKA
Perkiraan demand jasa telematika biasanya dilakukan secara
macroscopic dan microscopic.
 Macroscopic: dilaksanakan dengan model regresi yaitu korelasi
antara kepadatan telepon dan GDP per capita
 Microscopic: pernah dilakukan oleh PT. Telkom ditahun 1980-an
dengan beberapa universitas dan mempertimbangkan waiting list.
Namum dalam perkembangannya pendekatan microscopic sudah
jarang dilakukan secara nasional dan PT. Telkom juga tidak lagi
menginventarisasi waiting list.
Dalam Repelita VI, pendekatan macroscopic lebih digunakan yang
sangat dipengaruhi oleh kesepakatan politik. Sebagai contoh:
dengan menggunakan pendekatan macroscopic diperkiraan
jumlah sst yang harus dibangun adalah 3,8 juta bukan 5 juta ss.

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 29
Telephone Density vs Income

Korelasi antara income suatu negara dengan


kepadatan telepon
 ln density = a + b ln gnp + e
 ln gnp = p + q ln density + e
 Granger Causality
Jipp, A., “Wealth of Nations and Telephone Density”,
Telecommunication Journal (July 1963), pp 199-201

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 30
DATA YANG DIGUNAKAN

 Table 1.1 Size of Economy (GNI/GDP per


capita)
 Table 5.9 Power and Communications (main
lines, average revenue per lines ~ ARPU)
 Semua data merupakan laporan Bank Dunia
( 2001) dalam “World Development Indicators”
dan dapat diakses di http://www.worldbank.org

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 31
Gross
National
Income per
Capita

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 32
Tel
Mainlines
per 1000
people

Revenue per
line
US$

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 33
International (ln d = -5.5421 + 0.9918 ln g)

3
ln of telepon density

0
0 2 4 6 8 10 12
-1

-2

-3
ln of per capita GDP

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 34
asia pacific (ln d = -4.1579 + 0.8324 ln g)

3
ln of telepon density

0
0 2 4 6 8 10 12
-1

-2
ln of per capita GDP

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 35
Internasional

12
10
ln gdp per capita

8
6
4
2
0
-4 -2 0 2 4 6
ln telephone density

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 36
Asia Pacific

12
10
ln gdp per capita

8
6
4
2
0
-2 0 2 4 6
ln telephone density

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 37
HASIL REGRESI KEPADATAN TELEPON
TERHADAP INCOME

1998 1999

Internasional ln d = -6.06840 + 1.0345 ln g ln d = -5.5421 + 0.9918 ln g


( 0.3012) (0.0391) (0.3265) (0.0428)
R-square = 0.8118 R-square = 0.8109
Df = 162 Df = 125

Asia ln d = -5.1615 + 0.9135 ln g ln d = -4.1579 + 0.8324 ln g


(0.5808) (0.0755) (0.6154) (0.0823)
R-square = 0.7608 R-square = 0.7673
Df = 46 Df = 31

Catatan: Angka dalam kurung adalah standard error

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 38
HASIL REGRESI INCOME
TERHADAP KEPADATAN
TELEPON

1998 1999

Internasional ln g = 6.1797 + 0.7847 ln d ln g = 5.9395 + 0.8176 ln d


(0.0296) (0.0741) (0.0907) (0.0353)
R-square = 0.8118 R-square = 0.8109
Df = 162 Df = 125

Asia ln g = 6.1049 + 0.8327 ln d ln g = 5.5345 + 0.9218 ln d


(0.0688) (0.1589) (0.2211) (0.0911)
R-square = 0.7608 R-square = 0.7673
Df = 46 Df = 31

Catatan: Angka dalam kurung adalah standard error

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 39
GNP/capita (US Dollar)
2004 2005
Target 1,174.0 1,331.0
Pembangunan
international
telephone density (d) 4.3418074 4.9173926
utilization factor 0.85 0.85
population (2004/05) 221,682,000 224,714,700
lines to be constructed 2,490,214 4,045,957

asia pasific
telephone density (d) 5.6163669 6.2349131
utilization factor 0.85 0.85
population (2004/05) 221,682,000 224,714,700
lines to be constructed 5,814,295 7,529,089

By 2001 (dec)
line in service 7,200,000
population 212,578,800
telephone density (d) 3.386979322

Sumber: data kependudukan dari perkiraan BPS, data lainnya dari PT. Telkom dan Bappenas

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 40
4. Sekilas Permasalahan
Telematika dan Tantangan di
Masa Depan

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 41
Telekomunikasi
 Belum berjalannya reformasi sektor telekomunikasi
secara umum seperti yang diharapkan dalam UU
Telekomunikasi No. 36/ 1999.
 Masih minimnya pembangunan baru prasarana telepon
tetap
 Lambatnya penyusunan peraturan pelaksana UU 36.
 Belum berjalannya kompetisi penyelenggaraan jasa
telekomunikasi tetap
 Belum jelasnya penyelesaian terminasi dini hak
ekslusivitas PT. Telkom dan PT. Indosat.
 Walaupun KSO sudah hampir dalam tahap
penyelesaian, masih perlu dicari bentuk pola
(schemes) pengikut sertaan swasta dalam
pembangungan prasrana telomunikasi
fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 42
Informatika dan Multimedia
 Belum sinkronnya berbagai kebijakan yang
diambil oleh pemerintah dengan kebutuhan
yang ada dilingkungan masyarakat pengguna
maupun pengusaha di sektor telematika
 Belum tercapainya tingkat awareness yang
memadai terhadap potensial telematika
dilingkungan kabinet dan birokrasi pemerintah
 Terputus-putusnya pengelolaan TKTI (Tim
Koordinasi Telematika Indonesia) sebagai
badan adhoc yang mengelola pengembangan
telematika
 Belum selesainya perubahan status
perusahaan TVRI
fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 43
Highlights
1. Hasil Regresi : kepadatan vs income
• Ln density = -5.5421 + 0.9918 ln gnp per capita (internasional)

• Ln density = -4.1579 + 0.8324 ln gnp per capita (aspac)

2. Hasil Regresi : income vs kepadatan


• Ln gnp per capita = 5.9395 + 0.8176 ln density (internasional)

• Ln gnp per capita = 5.5345 + 0.9218 ln density (aspac)

• Jumlah satuan sambungan yang harus dibangun sampai 2005 untuk


mencapai international average
• Dengan referensi internsional : 4.1 juta sst
• Dengan referensi asia pasific : 7.5 juta sst

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 44
REKOMENDASI - Pemerintah
(guna mencari solusi prasarana telematika)
1. Menetapkan pola baru pengikutsertaan swasta dan operator baru dalam
pembangunan dan penyelenggaraan jasa telekomunikasi;
2. Menjalankan kompetisi sebenar-benarnya dan program-program reformasi
sektor lainnya;
3. Memperbaiki kondisi makro investasi yang kondusif dan meningkatkan
kepercayaan investor (menghentikan perlakuan istimewa pada BUMN);
4. Mempercepat penyelesaian peraturan pelaksana dan peraturan tambahan
UU Telekomunikasi No. 36/1999;
5. Melaksanakan koordinasi yang baik dengan instansi terkait guna
mempercepat pembangunan prasarana telematika termasuk untuk daerah
terpencil, perbatasan dan pelaksanaan USO;
6. Memperkuat, memperjelas posisi dan komposisi Tim Koordinasi
Telematika Indonesia (TKTI)
fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 45
REKOMENDASI - Swasta
• Memanfaatkan setiap peluang yang ada di sektor telematika serta
industri terkait seperti pengembangan UKM/SME, e-Government
application, dan e-commerce;
• Memulai dan antisipasi berbagai aplikasi dan peluang bisnis secara
lebih fokus, sederhana dan bertahap;
• Menjajaki berbagai kemungkinan aplikasi telematika di daerah-
daerah dengan memperhatikan karakteristik dan daya saing
daerah masing-masing;
• Menyiapkan dan meningkatkan awareness birokrasi akan
pentingnya potensi telematika dalam ekonomi nasional dan daerah
melalui berbagai kegiatan penyuluhan, seminar dan lain-lain
dengan “menggandeng” perusahaan besar regional, internasional
maupun lokal.
• Tidaklah harus menunggu “juklak” dan “juknis” dari pemerintah.
fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 46
“Dark Sides” of ICT
industries
• STDI-II (Adam Schwarz [1994], A Nation in Waiting)
• Palapa C and PT. Satelindo
• Kerja Sama Operasi (Michael Backman [1999], Asian
Eclipse p.331)

• Inpres 1, 2 and 6 of 2001 (Transparency,


effectiveness and Efficiency, and “Politicking” the
process)

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 47
PENUTUP
Four Steps to ?
Wisdom C+C+H
3-4
learning Wisdo
Stan Davis (2001)
m
2-3
C+C learning
Knowled
1-2
ge
C learning
Informati
0-1 on
learning
Data

Where is the life we have lost in living?


Where is the wisdom we have lost in knowledge?
Where is the knowledge we have lost in information?
T.S. Eliot, Choruses from “The Rock,” I
(Collected Poems 1909-1919)

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 48
THANK YOU &
GOOD LUCK IN YOU CAREER

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 49
Eddy Satriya
• 1989 :Lulus ITB Teknik Elektro (Ir -
Telekomunikasi)
• 1997 :Lulus University of Connecticut (MA in
Economics)
• 1989-90:Konsultan Pembangunan
Telekomunikasi Repelita IV- Program
Management Consultancy (PMC-IV)
• 1990-sekarang : Bekerja di Bappenas
membidangi Pos, Telekomunikasi dan
Kontak Penulis: Informatika. Berartisipasi aktif di TKTI, NITF,
electronic government dan Cyber Policy Club
satriyaeddy@yahoo.com
(2002) dan berbagai program lintas sektor
esatriya@bappenas.go.id
eG@yahoogroups.comlainnya.
(bahasa Indonesia)
ict_for_development@yahoogroups.com (English)

fb_ai_itb_bali.ppt satriyaeddy@yahoo.com 50