Anda di halaman 1dari 15

TUGAS BAHAN KONSTRUKSI TEKNIK KIMIA

Disusun Oleh:

Nama

: Yogi Pratama

NIM

: 03121403043

Jurusan

: Teknik Kimia 2012

Kelas

: B

Dosen Pembimbing: Ir. Faisol Asip

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN TEKNIK KIMIA

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2015

Kriteria Pemilihan Bahan Konstruksi Kimia


Seorang sarjana teknik kimia adalah sosok yang harus bertanggung jawab
pada suatu proses industri kimia. Terlebih lagi dalam pemilihan material
konstruksi pabrik.Pemilihan material konstruksi pabrik untuk peralatan industri
kimia bukan masalah yang mudah dan gampang. Pemilihan material konstruksi
dalam industri kimia mempengaruhi proses, produk yang dihasilkan, keselamatan,
dan biaya peralatan.
Banyak kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan material
konstruksi kimia dan berbagai jenis bahan yang jumlah ketersediannya sedikit.
Perancangan pabrik industri kimia tentu harus memperhatikan berbagai macam
pertimbangan dimulai dari bagaimana prosesnya, tata letak alat-alat industrinya
maupun industrinya sendiri

serta material konstruksinya. Hal semacam ini

dilakukan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan bahan


konstruksi

kimia

tersebut.Seorang

sarjana

teknik

kimia

juga

harus

mengedepankan aspek ekonomi dalam setiap rancangan yang dibuat sehingga


menjadi suatu keharusan tersendiri untuk mengetahui sifat-sifat bahannya.
Dengan mengetahui sifat bahannya akan diketahui bagaimana kekurangan dan
kelebihan bahan tersebut sehingga diharapkan dalam penggunaannya dilakukan
secara efektif .
Kriteria pemilihan bahan konstruksi kimia dapat dibagi menjadi 3 antara lain
adalah sebagai berikut :
a.

Biaya
Yang termasuk dalam hal biaya adlah banyaknya bahan mentah yang

digunakan untuk menghasilkan produk. Biaya disini antara lain biaya awal dari
pemilihan alat industri dimana biaya alatnya berdasarkan material konstruksi dari
alat industri itu sendiri,m sampai tahan dalam beberapa lama alat industri tersebut
juga mempengaruhi cost industri dalam jangka waktu setahun, lima tahun bahkan

10 tahun. Biaya produksi produknya serta biaya perawatannya.Table dibawah ini


menunjukkan biaya dari bahan konstruksi kimia untuk alat industri atau alat
prosesnya.
Suatu indikasi dari biaya penggunaan logam suatu industri dalam suatu alat
industri diberikan pada tabel 7.5 (reference : Coulson & Richards Chemical
Engineering Vol 6, Chemical Engineering process) :

Nilai dari material yang digunakan akan bergantung pada material density dan
strength (design stress) dan hal tersebut diperhitungkan juga dengan biaya
material konstruksinya. Hubungan antara material density, strength dan biaya
material konstuksinya sesuai dengan persamaan dibawah ini :

Peringkat dihitung biayanya, relatif terhadap rating untuk baja ringan (karbon
rendah), ditunjukkan pada Tabel 7.6. Bahan dengan design stress yang relatif
tinggi, seperti paduan stainless dan rendah baja, dapat lebih efisien digunakan

daripada baja karbon. Biaya relatif peralatan yang terbuat dari bahan yang berbeda
akan tergantung pada biaya fabrikasi, serta biaya dasar materi. Kecuali bahan
tertentu memerlukan teknik fabrikasi khusus, biaya relatif peralatan jadi akan
lebih rendah dari bare relative material cost. Sebagai contoh, biaya yang harus
dikeluarkan dari stainless steel storage tank akan menjadi 2 sampai 3 kali dari
biaya yang harus dikeluarkan pada carbon steel storage tank, sedangkan biaya
relatif dari logam adalah antara 5 sampai 8. Jika laju korosi seragam, maka materi
yang optimal dapat dipilih dengan menghitung tahunan biaya untuk bahan
kandidat yang mungkin. Biaya tahunan akan tergantung pada ketahanan alat
industrinya, dihitung dari laju korosi, dan biaya pembelian peralatan.
Dalam situasi tertentu, mungkin terbukti lebih ekonomis untuk menginstal
bahan yang lebih murah dengan tingkat korosi yang tinggi dan sering
menggantinya; ketimbang memilih lebih bahan yang lebih tahan lama tetapi
dengan material yang mahal. Strategi ini hanya akan dipertimbangkan untuk
peralatan yang relative sederhana dengan biaya fabrikasi rendah, dan di mana
premature failure tidak akan menyebabkan bahaya yang serius. Misalnya, baja
karbon dapat ditentukan untuk limbah cair baris di tempat stainless steel,
menerima kebutuhan kemungkinan untuk penggantian. Pipa Tebal dinding akan
dipantau in situ sering untuk menentukan kapan pengganti dibutuhkan.
Semakin mahal, ketahanan korosi, campuran logam sering digunakan sebagai
cladding pada baja karbon. Jika piring tebal diperlukan untuk kekuatan struktural,
untuk tekanan vessel makan penggunaan material clad secara substansial dapat
mengurangi biaya.

b.

Ketersediaan

Yang dimaksud dengan ketersedian disini adalah sumber daya. Beberapa faktor
sumber daya yang perlu dikaji adalah :
1)

Sumber daya alam yang terkait dengan keetrsedian bahan baku utama

maupun bahan baku pembantu. Dimana yang perlu dikaji adalah segi kualitas dan
kuantitasnya.
2)
Sumber daya yang terkait dengan sarana dan prasarana pendukung antara
lain meliputi ketersediaan dan kemampuan jalan raya, jalan kereta api dan
pelabuhan ini terkait dengan masalah transportasi baik saat tahap konstruksi

dimana perlu sarana transportasi material dan peralatan pabrik sampai tahap
operasi untuk transportasi material dan peralatan pabrik sampai tahap operasi
untuk transportasi bahan baku dan produk. Juga perlu diketahui ada tidaknya
jaringan listrik umum telepon umum yang nantinya dibutuhkan untuk administrasi
perusahaan maupun karyawan.
3)
Sumber daya manusia juga perlu diperhitungkan khususnya apabila pabrik
memerlukan jumlah karyawan yang banyak dengan spesifikasi tertentu. Sumber
daya manusia ini akan berbeda kualifikasinya saat tahap konstruksi dengan saat
tahap produksi titik ujungnya adalah biaya pengadaan tenaga kerja.
c. Sifat-Sifat Umum Bahan
Sifat-sifat umum bahan terbagi menjadi 3, yaitu :
1.

Sifat mekanik

2.

Sifat thermal

3.

Sifat listrik
1. Sifat Mekanik
Sifat mekanik adalah salah satu sifat yang terpenting, karena sifat mekanik

menyatakan kemampuan suatu bahan (seperti komponen yang terbuat dari bahan
tersebut) untuk menerima beban/gaya atau energi tanpa menimbulkan kerusakan
pada bahan atau komponen tersebut. Seringkali bila suatu bahan mempunya sifat
mekanik yang baik tetapi kurang baik pada sifat yang lain. Untuk mengatasi
kekurangan tersebut dapat diatasi dengan berbagai cara. Misalnya saja baja yang
sering digunakan sebagai bahan dasar pemilihan bahan. Baja mempunyai sifat
mekanik yang cukup baik, dimana baja memenuhi syarat untuk suatu pemakaian
tetapi mempunyai sifat tahan terhadap korosi yang kurang baik. Untuk mengatasi
hal itu seringkali dilakukan sifat yang kurang tahan terhadap korosi tersebut
diperbaiki dengan cara pengecatan atau galvanising, dan cara lainnya. Jadi tidak
harus mencari bahan lain seperti selain kuat juga harus tahan korosi, tetapi cukup
mencari bahan yang syarat pada sifat mekaniknya sudah terpenuhi namun sifat
kimianya kurang terpenuhi.
Berikut adalah beberapa sifat mekanik yang penting untuk diketahui, yaitu :
a)

Kekuatan (strength)

Kekuatan menyatakan kemampuan bahan untuk menerima tegangan tanpa


menyebabkan bahan menjadi patah. Kekuatan ini ada beberapa macam,
tergantung pada jenis beban yang bekerja atau mengenainya. Contoh kekuatan
tarik, kekuatan geser, kekuatan tekan, kekuatan torsi, dan kekuatan lengkung.
b)

Kekerasan (hardness)
Kekerasan dapat didefenisikan sebagai kemampuan suatu bahan untuk

tahan terhadap penggoresan, pengikisan (abrasi), identasi atau penetrasi. Sifat ini
berkaitan dengan sifat tahan aus (wear resistance). Kekerasan juga mempunyai
korelasi dengan kekuatan.
c)

Elastisitas (Elasticity)
Elastisitas menyatakan kemampuan bahan untuk menerima tegangan tanpa

mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk yang permanen setelah tegangan


dihilangkan. Bila suatu benda mengalami tegangan maka akan terjadi perubahan
bentuk. Apabila tegangan yang bekerja besarnya tidak melewati batas tertentu
maka perubahan bentuk yang terjadi hanya bersifat sementara, perubahan bentuk
tersebut akan hilang bersama dengan hilangnya tegangan yang diberikan. Akan
tetapi apabila tegangan yang bekerja telah melewati batas kemampuannya, maka
sebagian dari perubahan bentuk tersebut akan tetap ada walaupun tegangan yang
diberikan telah dihilangkan. Kekenyalan juga menyatakan seberapa banyak
perubahan bentuk elastis yang dapat terjadi sebelum perubahan bentuk yang
permanen mulai terjadi, atau dapat dikatakan dengan kata lain adalah kekenyalan
menyatakan kemampuan bahan untuk kembali ke bentuk dan ukuran semula
setelah menerima bebang yang menimbulkan deformasi.
d)

Kekakuan (stiffness)
Kekakuan

menyatakan

kemampuan

bahan

untuk

menerima

tegangan/beban tanpa mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk (deformasi)


atau defleksi. Dalam beberapa hal kekakuan ini lebih penting daripada kekuatan.
e)

Plastisitas (plasticity)
Plastisitas menyatakan kemampuan bahan untuk mengalami sejumlah

deformasi plastik (permanen) tanpa mengakibatkan terjadinya kerusakan. Sifat ini


sangat diperlukan bagi bahan yang akan diproses dengan berbagai macam

pembentukan seperti forging, rolling, extruding dan lain sebagainya. Sifat ini juga
sering disebut sebagai keuletan (ductility). Bahan yang mampu mengalami
deformasi plastik cukup besar dikatakan sebagai bahan yang memiliki keuletan
tinggi, bahan yang ulet (ductile). Sebaliknya bahan yang tidak menunjukkan
terjadinya deformasi plastik dikatakan sebagai bahan yang mempunyai keuletan
rendah atau getas (brittle).
f)

Ketangguhan (toughness)
Ketangguhan menyatakan kemampuan bahan untuk menyerap sejumlah

energi tanpa mengakibatkan terjadinya kerusakan. Juga dapat dikatakan sebagai


ukuran banyaknya energi yang diperlukan untuk mematahkan suatu benda kerja,
pada suatu kondisi tertentu. Sifat ini dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga
sifat ini sulit diukur.
g)

Kelelahan (fatigue)
Kelelahan merupakan kecendrungan dari logam untuk patah bila

menerima tegangan berulang ulang (cyclic stress) yang besarnya masih jauh
dibawah batas kekuatan elastiknya. Sebagian besar dari kerusakan yang terjadi
pada komponen mesin disebabkan oleh kelelahan ini. Karenanya kelelahan
merupakan sifat yang sangat penting, tetapi sifat ini juga sulit diukur karena
sangat banyak faktor yang mempengaruhinya.
h)

Creep
Creep atau bahasa lainnya merambat atau merangkak merupakan

kecenderungan suatu logam untuk mengalami deformasi plastik yang besarnya


berubah sesuai dengan fungsi waktu, pada saat bahan atau komponen tersebut tadi
menerima beban yang besarnya relatif tetap.
Beberapa

sifat

mekanik

diatas

juga

dapat

dibedakan

menurut

cara

pembebanannya, yaitu :
o

Sifat mekanik statis, yaitu sifat mekanik bahan terhadap beban statis yang

besarnya tetap atau bebannya mengalami perubahan yang lambat.


o

Sifat mekanik dinamis, yaitu sifat mekanik bahan terhadap beban dinamis

yang besar berubah ubah, atau dapat juga dikatakan mengejut.


2.

Sifat Termal Bahan

Sifat termal bahan adalah perubahan sifat yang berkaitan dengan suhu. Sifat
termal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
a)

Kandungan uap air

Apabila suatu benda berpori diisi air, maka akan berpengaruh terhadap
konduktifitas termal. Konduktifitas termal yang rendah pada bahan insulasi adalah
selaras dengan kandungan udara dalam bahan tersebut.
b)

Suhu

Pengaruh suhu terhadap konduktifitas termal suatu bahan adalah kecil, namun
secara umum dapat dikatakan bahwa konduktifitas termal akan meningkat apabila
suhu meningkat.
c)

Kepadatan dan porositas

Konduktifitas termal berbeda pengaruh terhadap kepadatan, apabila pori-pori


bahan semakin banyak maka konduktifitas termal rendah. Perbedaan konduktifitas
termal bahan dengan kepadatan yang sama akan tergantung pada perbedaan
struktur yang meliputi ukuran, distribusi, hubungan pori / lubang.
3.

Sifat Elektrik Bahan

Berdasarkan sifat listriknya, material atau bahan dikelompokkan menjadi 3, yaitu :


1.

Konduktif jika resistansinya < 105 ohm. Elektron mudah bergerak atau

mengalir, jadi netralisasi dapat dilakukan dengan mudah dengan cara grounding.
Contoh : logam dan tubuh manusia.
2.

Insulatif jika resistansinya > 1011 ohm. Elektron bisa dikatakan tak dapat

bergerak, jadi netralisasi hanya mungkin dilakukan dengan ionisasi. Contoh :


plastik dan karet. Dari pengukuran tribocharging, kita bisa menentukan apakah
muatan listrik mudah ditimbulkan pada bahan tersebut. Jika tidak mudah
membangkitkan muatan (atau muatan yang dihasilkan cukup rendah), maka bahan
itu dapat dikatakan sebagai anti-statik.
3.

Statik

disipatifresistansi

di

antara

105

sampai

1011

ohm

Elektron dapat bergerak tetapi lambat, jadi perlu diketahui parameter decay time.
Untuk mengetahui berapa cepat grounding dapat menetralisasi muatan.
Pengukuran tribocharging juga perlu dilakukan untuk mengetahui apakah bahan
tersebut anti-statik atau tidak. Umumnya bahan yang masuk kategori statik

disipatif adalah bahan buatan, artinya memang khusus dibuat untuk mempunyai
resistansi tertentu, misalnya bahan dasarnya adalah insulatif tapi diberi tambahan
karbon dalam kadar tertentu untuk membuatnya bersifat statik disipatif. Jika
kadarnya berlebih, bahan juga bisa bersifat konduktif.
Material teknik dapat diklasifikasikan menjadi 5, yaitu :
1.

Komposit

2.

Logam

3.

Keramik

4.

Polimer
1. Komposit
Perkembangan teknologi material telah melahirkan suatu material jenis

baru yang dibangun secara bertumpuk dari beberapa lapisan. Material ini yang
disebut material komposit. Material komposit terdiri dari lebih dari satu tipe
material dan dirancang untuk mendapatkan kombinasi karakteristik terbaik dari
setiap komponen penyusunnya. Pada dasarnya, komposit dapat didefinisikan
sebagai campuran makroskopik dari serat dan matriks. Serat merupakan material
yang (umumnya) jauh lebih kuat dari matriks dan berfungsi memberikan kekuatan
tarik.Sedangkan matriks berfungsi untuk melindungi serat dari efek lingkungan
dan kerusakan akibat benturan.
Serat kaca (glass fibre) adalah material yang umum digunakan sebagai
serat. Namun, teknologi komposit saat ini telah banyak menggunakan karbon
murni sebagai serat. Serat karbon memiliki kekuatan yang jauh lebih baik
dibanding serat kaca tetapi biaya produksinya juga lebih mahal. Komposit dari
serat karbon memiliki sifat ringan dan juga kuat. Komposit jenis ini banyak
digunakan untuk struktur pesawat terbang, alat-alat olahraga, dan terus meningkat
digunakan sebagai pengganti tulang yang rusak. Selain serat kaca, polimer yang
biasanya menjadi matriks juga dapat dipakai sebagai serat atau penguat.
Contohnya, kevlar merupakan serat polimer yang sangat kuat dan dapat
meningkatkan toughness dari material komposit. Kevlar dapat digunakan sebagai
serat dari produk komposit untuk struktur ringan yang handal, misalnya bagian

kritis dari struktur pesawat terbang. Sebenarnya, material komposit bukanlah


pengguaan asli dari kevlar. Kevlar dikembangkan untuk pengganti baja pada ban
radial dan untuk membuat rompi atau helm anti peluru.
Untuk matriks, kebanyakan material komposit modern menggunakan
plastik thermosetting, yang biasanya disebut resin. Plastik adalah polimer yang
mengikat serat dan membantu menentukan sifat fisik dari material komposit yang
dihasilkan. Plastik termosetting berwujud cair tetapi akan mengeras dan menjadi
rigid ketika dipanaskan. Plastik ini memiliki tahanan terhadap serangan zat kimia
yang baik meskipun berada pada lingkungan ekstrim. Untuk tujuan khusus,
digunakan matriks dari keramik, karbon dan logam. Contohnya, keramik
digunakan untuk material komposit yang didesain bekerja pada temperatur sangat
tinggi dan karbon digunakan untuk produk yang menerima gaya gesek seperti
bearing dan gir. Pada material komposit dikenal istilah lamina dan laminate.
Lamina adalah satu lembar komposit dengan satu arah serat tertentu, sedangkan
laminate adalah gabungan beberapa lamina.
Manfaat utama dari penggunaan komposit adalam mendapatkan kombinasi
sifat kekuatan serta kekakuan tinggi dan berat jenis yang ringan. Dengan memilih
kombinasi material serat dan matriks yang tepat, kita dapat membuat suatu
material komposit dengan sifat yang tepat sama dengan kebutuhan sifat untuk
suatu struktur tertentu dan tujuan tertentu pula. Penerbangan modern, baik sipil
maupun militer, adalah contoh utamanya. Keduanya akan menjadi sangat tidak
efisien tanpa adanya material komposit. Material komposit canggih kini telah
umum digunakan pada bagian sayap dan ekor, propeller, bilah rotor, dan juga
struktur internal pesawat terbang. Hambatan dalam aplikasi material komposit
umumnya adalah soal biaya. Meskipun sering kali proses manufaktur material
komposit lebih efisien, namun material mentahnya masih terlalu mahal. Material
komposit masih belum bisa secara total menggantikan material konvensional
seperti baja, tetapi dalam banyak kasus kita memiki kebutuhan akan hal itu. Tidak
diragukan, dengan teknologi yang terus berkembang, pengunaan baru dari
material komposit akan bermunculan. Kita belum melihat semua yang material
komposit dapat lakukan.

2. Logam
Jenis material teknik yang dipakai secara luas dalam teknologi modern
adalah baja. Baja adalah material logam yang dapat dipakai secara fleksibel dan
mempunyai beberapa karakteristik. Material ini kuat dan siap dibentuk menjadi
bermacam-macam keperluan teknik. Material ini berspektrum luas dan
mempunyai kemampuan berdeformasi secara permanen yang merupakan modal
penting dalam menentukan harga tegangan luluh pada berbagai beban.
Berbagai material logam tidak dalam bentuk murni dipakai dalam teknik tetapi
dipakai dalam bentuk paduan, misalnya paduan besi dan baja (dari Fe), aluminium
(Al), magnesium (Mg), titanium (Ti), nikel (Ni), paduan seng (Zn) dan tembaga
(Cu) (perunggu). Sifat sifat umum dari logam, yaitu :
a) Konduktifitas listrik dan termal yang tinggi
b) Sifat-sifat mekanik (kekerasan dan kekuatan) umumnya tinggi
c) Masa Jenis relatif tinggi
d) Bersifat korosi
e) Warna yang khas dan tidak transparan
3. Keramik
Al2O3 adalah material teknik yang disebut keramik atau Aluminium
oksida. (Al2O3) mempunyai 2 keunggulan. Pertama, Al2O3 stabil secara kimia
dalam lingkungan yang beraneka ragam karena Al akan di oksidasi. Pada
kenyataannya hasil reaksi oksidasi dari aluminium akan memberikan aluminium
oksida yang lebih stabil. Kedua, keramik Al2O3 mempunyai titik lebur lebih tinggi
(2020oC) daripada logam Al (660oC). Hal ini membuat Al2O3 sukar lebur dan
dipakai secara luas dalam industri peleburan.
Contoh material keramik yang lain yang banyak dipakai adalah magnesium oksida
(MgO) dan silika (SiO2). Material keramik ini sering dipadukan dengan
aluminium oksida (Al2O3) untuk mendapatkan sifat yang lebih baik. Material
keramik silikon nitrida Si3N4 dapat diurai menjadi keramik oksida yang penting.
Selanjutnya, material keramik yang berdaya jual tinggi adalah keramik yang
mempunyai gabungan unsur antara satu unsur logam dan satu unsur bukan logam

(C, N, 0, P, S ). Logam dari keramik mempunyai ciri susunan yang sama pada
skala atomik. Susunannya kristalin, artinya atom-atomnya tertumpuk dalam
sebuah keteraturan atau pola yang berulang. Perbedaan antara bahan logam dan
keramik adalah pada material keramik dengan pengolahan yang sederhana dan
bersih dapat dibuat dalam bentuk nonkristalin, sehingga atom-atom tertumpuk
atau tersusun dalam ketidakteraturan atau pola yang acak.
Sifat-sifat umum dari keramik, yaitu :
a) Keras dan getas
b) Kekuatan tarik rendah
c) Kekuatan Tekan Tinggi
d) Isolator yang baik
e) Tahan korosi
f) Tahan pada temperatur tinggi
4. Polimer
Polimer merupakan material hasil teknologi modern yang mempunyai
karakteristik lebih banyak dari pada material yang lain. Bahan buatan ini
merupakan cabang khusus dari kimia organik. Plastik adalah bahan murah yang
dapat dibentuk dari beberapa polimer selama fabrikasi. Mer dalam sebuah polimer
adalah sebuah molekul hidrokarbon tunggal seperti etilen (C2H4). Polimer adalah
molekul rantai panjang yang mengandung beberapa ikatan mer. Polimer yang
umum dalam dunia perdagangan adalah polietilen (C2H4 ) dengan harga n berkisar
antara 100 sampai 1000. Beberapa polimer penting (termasuk polyethylene)
adalah campuran sederhana dari hidrogen dan karbon. Beberapa yang lain
mengandung oksigen, misalnya acrylic, nitrogen (nilon), fluorine (fluoroplastic),
dan silikon (silicone). Polimer mempunyai sifat ringan, murah dan mampu
menggantikan logam dalam aplikasi disain struktur.
Sifat-sifat umum dari polimer, yaitu :
a) Ringan (masa jenis relatif rendah)
b) Tidak tahan temperatur tinggi
c) Kekuatan tarik rendah dan keuletan tinggi
d) Isolator yang baik

e) Modulus elastisitas rendah


Perhitungan Distribusi Fasa dengan Hukum Lever
Prosedur lever rule (hukum tuas) biasanya digunakan untuk mencari persen atau
fraksi fase. Selain menggunakan hukum lever, digunakan juga garis horizontal (tie
line).Prosedur dari hukum tuas antara lain adalah sebagai berikut :
1.
Tarik garis horisontal pada temperatur yang diketahui.
2.
Diperoleh komposisi alloy keseluruhan, Co.
3.
Fraksi sebuah fase dihitung dengan mengambil panjang dari komposisi
alloy keseluruhan, Co, kebatas fase yang lainnya dan dibagi dengan panjang total
tie line (panjang CL - C).
4.
Fraksi fase yang lain dilakukan dengan cara yang sama.

Gambar 7. Diagram fase tembaga-nikel


5.

Jika diinginkan dalam persen, fraksi dikali 100. Jika komposisi dalam %

berat, maka fraksi adalah fraksi massa (berat).

dimana:
WL= fraksi berat fase L
C = komposisi fase

CL= komposisi fase L


Co= komposisi keseluruhan
Sebagai contoh, diketahui C 42,5 ; Co 35 ; CL 31,5.

=0,68
Dengan cara yang sama untuk fase :

=0,32