Anda di halaman 1dari 33

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) menurut Undang-Undang No. 5
Tahun 2014 adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi
pemerintah, diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian, diserahi
tugas dalam suatu jabatan pemerintahan serta digaji berdasarkan
peraturan perundang-undangan.
Aparatur Sipil Negara (ASN) terdiri atas Pegawai Negeri Sipil
(PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Untuk mendapatkan Aparatur Sipil Negara yang berkompeten
khususnya Pegawai Negeri Sipil (PNS), maka harus diadakannya
pendidikan dan pelatihan sebagaimana terkandung dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 14 Tahun 1994 yang menimbang bahawa untuk
meningkatkan

profesionalisme,

pengabdian,

kesetiaan,

dan

pengembangan wawasan serta pembinaan karier Pegawai Negeri


Sipil diperlukan pendidikan dan pelatihan jabatan Pegawai Negeri
Sipil, sehubungan dengan hal itu,maka dibentuklah Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III dengan pola baru.
Adapun tahapan pembelajaran pada Pendidikan dan Pelatihan
Pajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III yang sebagai
mana dimaksud dalam lampiran PERKALAN Nomor 21 Tahun 2013
yaitu :
1. Tahap Internalisasi NilaiNilai Dasar Profesi PNS;
2. Tahap Pembentukan Sikap dan Perilaku Displin PNS;
3. Tahap Pembentukan Pengetahuan Tentang Kedudukan dan
Peran PNS dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
4. Tahap Aktualisasi.
Hal ini diperjelas dalam PERKALAN No. 38 Tahun 2014 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pajabatan
Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III yang menjelaskan bahwa
1

Diklat Prajabatan dilaksanakan selama 31 Hari Kerja atau 263 JP,


dengan perincian, 18 hari kerja untuk pembelajaran klasikal, dan 13
hari kerja untuk pembelajaran non klasikal atau aktualisasi nilai dasar
profesi PNS.
Sehubungan

dengan

kegiatan

diatas,

terdapat

beberapa

permasalahan yang penulis amati di mana penulis bertugas yaitu SMK


NEGERI 1 LEMPUING, seperti kurang aktifnya siswa dalam belajar,
menjalin hubungan dengan dunia industri, pemberian pelatihan dan
pendidikan tambahan kepada siswa, nilai etika pada beberapa siswa
yang masih kurang, dan nilai hasil belajar dari beberapa siswa yang
masih

belum

memenuhi

standar

KKM.

Untuk

mengatasi

permasalahan tersebut diperlukan penanaman nilai-nilai dasar profesi


PNS

pada

diri

penulis.

Nilai-nilai

dasar

tersebut

mencakup

Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti


Korupsi. Kelima nilai dasar tersebut dipelajari selama penulis
mengikuti proses klasikal dalam diklat prajabatan golongan III, dan
untuk mengimplementasikan nilai ANEKA tersebut maka dibentuklah
kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS yang penulis
lakukan di SMK NEGERI 1 LEMPUING.
Berdasarkan penjelasan diatas, untuk kegiatan tahap ke empat
maka penulis menyusun laporan kegiatan aktualisasi dengan judul
LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS PADA
SMK NEGERI 1 LEMPUING KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR.

B. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi PNS


1. Tujuan Aktualisasi

Aktualisasi diharapkan mampu untuk menciptakan Pegawai


Negeri Sipil (PNS) sebagai tunas-tunas baru yang memiliki integritas
tinggi,

serta

dapat

mengamalkan

nilai-nilai

Akuntabilitas,

Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi sesuai


dengan TUPOKSI yang ia miliki.
2.

Manfaat Aktualisasi
Dapat belajar bekerja secara profesional dan lebih berkualitas

sehingga dapat mengabdi dengan bangsa dan negara dan menjadi


pelayan yang baik bagi masyarakat.
C. Ruang Lingkup Aktualisasi
Aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS dilaksanakan pada saat
off cllas selama 13 hari kerja, mulai tanggal 18 September 2015
sampai dengan tanggal 7 Oktober 2015. Aktualisasi dilakukan di
tempat tugas, yaitu di Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering
Ilir, SMK Negeri 1 Lempuing. Ruang lingkup rancangan aktualisasi ini
meliputi penerapan nilai-nilai dasar akuntabilitas, Nasionalisme, etika
publik, komitmen mutu dan anti korupsi pada tugas pokok dan fungsi
guru berdasarkan PERMENPAN Nomor 16 Tahun 2009 Pasal 13.
D. Teknik Analisis
Menurut KBBI (2002 : 43) analisis adalah penguraian suatu pokok
atas berbagai bagian dan penelaahan bagian itu sendiri serta
hubungan antra bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan
pemahaman arti keseluruhan.
Pengertian analisis di atas memiliki hubungan dengan penulis
dalam menyusun Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri
Sipil ini menggunakan teknis analisis Sebab Akibat (pengaplikasian
ANEKA di ruang lingkup sekolah SMK NEGERI 1 LEMPUING).
Penulisan laporan ini menggunakan Teknik Analisis sebab akibat,
yaitu penelitian suatu peristiwa atau kejadian untuk mengetahui
keadaan yang sebenarnya, serta memberikan perlakuan dengan
ruang lingkup sekolah dan siswa yang berada di SMK Negeri 1
3

Lempuing secara nyata dengan harapan dapat memberikan kotribusi


yang baik di tempat bekerja yaitu SMK N 1 Lempuing Kabupaten
Ogan Komering Ilir.

BAB II
DESKRIPSI ORGANISASI
A. Tugas Dan Fungsi Organisasi
1.
Dinas Pendidikan
Berdasarkan peraturan pemerintah Nomor 41 tahun 2007 pasal
14 (2) tentang tugas dinas pendidikan adalah Dinas pendidikan
mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah
berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang
pendidikan .
2. SMK Negeri 1 Lempuing
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu bentuk
satuan pendidikan formal yang terkonsentrasi dalam berbagai bidang

kejuruan dan menyelenggarakan pendidikan pada jenjang menengah


sebagai lanjutan dari SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat.
SMK Negeri 1 Lempuing terletak di Desa Sindang Sari Kecamatan
Lempuing Ogan Komering Ilir. SMK Negeri 1 lempuing mempunyai
empat program kejuruan yaitu Program Kejuruan TKR, TKJ,
AKUTANSI, dan AGRIBISNIS. Adapun keseluruhan kelas pada SMK
Negeri 1 Lempuing berjumlah 19 kelas, tarbagi atas delapan kelas
pada tingkat X, enam kelas pada tingkat XI, dan lima kelas pada
tingkat XII.
Adapun visi dan misi yang terdapat di SMK Negeri 1 Lempuing yaitu :
a. Visi
meningkatkan keterampilan kerja dengan landasan iman dan
taqwa.

b. Misi :
Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan
bidangnya dan berwawasan lingkungan
Menciptakan tenaga kerja yang produktif

mandiri

dan

berwawasan berwirausaha
Menerapkan perinsip-perinsip pelayanan prima
Membangun jiwa wirausaha yang handal dan berahlak mulia
Gambar struktur organisasi sekolah sebagai berikut :
KETUA KOMITE SEKOLAH

KEPALA SEKOLAH
Drs. Harun Tektona

WAKA KESISWAAN

WAKA SARPRAS

KAPROG TKJ

KAPROG AKUTANSI

KEPALA TATA USAHA

WAKA KURIKULUM
KAPROG TOKR

KAPROG AGRIBISNIS

WALIKELAS X
WALIKELAS

WALIKELAS

WALIKELAS

WALIKELAS

WALIKELAS

WALIKELAS

WALIKELAS

WALIKELAS

WALIKELAS

WALIKELAS XI
WALIKELAS

WALIKELAS

I
WALIKELAS
WALIKELAS XII

WALIKELAS

WALIKELAS

WALIKELAS

GURU

Gambar 1. Struktur Organisasi


Sekolah SMKN 1 LEMPUING
SISWA

B. Uraian Tugas/Jabatan Guru Mata Pelajaran


Menurut Undang-Undang No. 14 tahun 2005 menjelaskan peran
guru yaitu sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih,
dan penilai. Dalam hal ini penulis sebagai guru mata pelajaran
memiliki beberapa tugas seperti yang tertuang dalam pasal 3 ayat 1
yaitu sebagai berikut :
- menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;
- menyusun silabus pembelajaran;
- menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran;
- melaksanakan kegiatan pembelajaran;
- menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran;
- menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata
pelajaran di kelasnya
- menganalisis hasil penilaian pembelajaran;
- melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan
memanfaatkan hasil penilaian evaluasi
- melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi
tanggung jawabnya;
- menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan
hasil belajar tingkat sekolah dan nasional;
- membimbing guru pemula dalam program induksi;
- membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler

proses

pembelajaran dan yang sejenis

BAB III
RENCANA DAN TARGET AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR
PROFESI PNS
A. Rancangan Aktualisasi
6

1. Penyusunan RPP mata pelajaran Sistem Rem


Guru memahami terlebih dahulu isi dari kalender pendidikan
Setelah itu mencocokan isi silabus dengan kalender pendidikan
sehingga kegiatan belajar pembelajaran dapat selaras dengan
kalender pendidikan
Selanjutnya memnyusun RPP berdasarkan silabus
Dari RPP dan silabus, dibuatlah jam pertemuan persemester dan
pertahun
2. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran Sistem Rem
Menyiapkan peralatan dan bahan ajar teori tentang mata
pelajaran
Mengabsen siswa sebelum memulai materi dimulai guna melihat
tingkat kedisiplinan siswa
Memberikan motifasi untuk meningkatkan kemauan siswa dalam
belajar
Menyampaikan isi materi sesuai dengan RPP yang telah dibuat
Melaksanakan evaluasi sederhana untuk meninjau seberapa
besar isi materi yang dipahami
3. Penyusunan alat ukur/soal sesuai mata pembelajaran Sistem Rem
Menyiapkan materi tentang materi yang akan dibuat menjadi soal
Memilih isi materi yang akan dibuat menjadi soal
Pembuatan soal
Membuat kunci jawaban
4. Penilaian dan pengevaluasian proses dan hasil belajar
Menyiapkan perangkat ujian seperti pembagian soal-soal kepada
siswa
Menertibkan siswa saat ujian apabila siswa mulai ribut atau
berbuat curang
Mengumpulkan

lembar

jawaban

siswa

saat

waktu

ditentukan telah habis


5. Pelaksanaan remedial
Menyiapkan tugas atau soal remidial untuk siswa yang nilai
ujiannya tidak mencapai KKM

yang

Melakukan remedial dengan memberikan tugas atau soal untuk


memperbaiki nilai KKM
Menentukan hasil remedial dari tugas yang telah diselesaikan
oleh siswa
6. Pelaksanaan hubungan dengan dunia kerja industri sehubungan
kerja industri/magang siswa
Mengatur jadwal dan waktu untuk mencari tempat magang siswa
yang relevan dengan program studi kejuruan
Membuat surat pengantar atau surat permohonan kerjasama
prakerin siswa
Melakukan pencarian tempat magang siswa yang relevan
dengan program studi kejuruan
Membuat MOU apabila kesepakatan telah tercapai
Melakukan pendekatan kepada pemilik tempat magang agar
siswa nanttinya mendapatkan tempat untuk praktek kerja industri

7. Pengkoordiniran penggunaan peralatan praktek


Mengecek ketersediaan peralatan praktek
Membuat data ketersediaan peralatan praktek guna pendataan
untuk perancangan anggaran pengadaan peralatan praktek
selanjutnya
8. Ektrakurikuler proses pembelajaran dan yang sejenisnya (les
tambahan)
Menyiapkan peralatan dan perlengkapan praktek yang akan
digunakan untuk kegiatan praktek
Memulai kegiatan praktek dengan meminta siswa untuk
mengimplementasikan pembelajaran teori dengan praktek sesuai
SOP
Mengevaluasi kegiatan praktek yang telah dilakukan siswa
secara lisan maupun unjuk kerja siswa
9. Pelaksanaan sholat ashar/zuhur berjamaah
8

Menyiapkan peralatan dan perlengkapan sholat bersama siswa


Memulai kegiatan shalat berjamaah yang diawali adzan oleh
siswa
Menandatangani kartu kehadiraan siswa setelah siswa selesai
sholat berjamaah
10. Pelaksanaan pelatihan upacara bendera kepada siswa
Menyusun dan menyeleksi siswa untuk dijadikan petugas
upacara
Membimbing siswa tentang tata cara upacara sipil sesuai SOP
Melaksanakan geladi kotor dan geladi resik upacara bendera
Mengevaluasi siswa tentang proses latihan pelaksanaan upacara
bendera
Berdasarkan uraian di atas, rencana kegiantan aktualisasi juga dapat
dilihat pada tabel rencana aktualisasi dibawah ini :
Tabel 1. Rencana Aktualisai
No.

Waktu

Kegiatan

Pelaksanaan

Penyusunan RPP mata pelajaran Sistem Rem

Hari ke 1 dan 2

Pelaksanaan kegiatan
pelajaran Sistem Rem

Hari ke 4 dan 5

Penyusunan alat ukur/soal sesuai mata


pembelajaran mata pelajaran Sistem Rem

Hari ke 3 dan 4

Penilaian dan pengevaluasian proses dan hasil


belajar mata pelajaran Sistem Rem

Hari ke 5 dan 6

Pelaksanaan remedial mata pelajaran Sistem


Rem

Hari ke 8 dan 9

Pelaksanaan hubungan dengan dunia kerja


industri sehubungan kerja industri/magang
siswa

Hari ke 11, 12,

Pembuatan data dan kelengkapan alat-alat


Hari ke 8 dan 10
praktek jurusan teknik kendaraan ringan

Ekstrakulikuler proses pembelajaran dan yang

pembelajaran

mata

dan 13

Hari ke 5 dan 7

sejenisnya (les tambahan)


9

Pelaksanaan sholat asar berjamaah

10

Melatih peserta upacara bendera

Hari ke 2 dan 9
Hari ke 8

B. Target dan Realisasi


Tabel 2. Target Capaian Rencana Aktualisasi
Target
No.

Kegiatan Tugas
Jabatan

Menyusunan RPP

Melaksanakan
Kegiatan
Pembelajaran

Kuantitas/

Kualitas/

Alokasi

Output

Mutu

Waktu

1 rpp

Sesuai dengan
standar BNSP

2 hari

2 hari

Relevansi
dengan materi

2 hari

Mencapai
standar KKM

2 hari

2 hari

3 hari

2 hari

2 hari

2 x 2 jp

Menyusun
alat
ukur/soal sesuai mata
pembelajaran

2 dokumen

Menilai
dan
mengevaluasi proses
dan hasil belajar

2 dokumen

Melaksanakan
remedial

2 dokumen

Melaksanaan
hubungan
dengan
dunia kerja industri
sehubungan
kerja
industri/magang siswa

2 Dokumen
dan
Dokumentasi
foto

Membuat data dan


kelengkapan alat-alat
praktek jurusan teknik
kendaraan ringan

1 dokumen

Membimbing
ekstrakulikuler proses
pembelajaran
dan
yang sejenisnya (les

Dokumentasi
foto

10

Sesuai
RPP

Biaya

dengan

Mencapai
standar KKM
Tercapai kerja
sama
dengan
dunia
kerja
industri
Chek
terperinci

list

Memahami
proses
pembokaran,
penyetelan, dan

tambahan)

10

pemasangan
kembali engine
sesuai SOP

Melaksanakan sholat
asar berjamaah

1 Dokumen

Melatih
peserta
upacara bendera

Dokumentasi
foto

Ketenangan dan
ketertiban saat
sholat
berjamaah

2 hari

SOP
Upacara

1 hari

tata

C. Capaian Aktualisasi
1. Kegiatan
Tanggal

Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Mata Pelajaran Sistem Rem
18 dan 19 September 2015

11

RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar


peserta didik dalam upaya mencapai KD (Lampiran Permendiknas No.
41 Tahun 2007, II butir B). Berdasarkan pernyataan lampiran tersebut,
maka dalam penyusunan RPP pada kegiatan aktualisasi penulis yang
telah dilaksanakan dapat dikategorikan memiliki kualitas mutu dan
responsibilitas terhadap tugas pokok dan fungsi guru, karena RPP
yang telah disusun merupakan penjabaran dari silabus yang bertujuan
untuk mengarahkan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar
agar kompetensi dasar yang ada dapat tercapai.
Dalam penyusunan RPP, pertama-tama guru memahami isi silabus
dan isi kalender pendidikan, hal ini berguna untuk mengarahkan isi dari
RPP itu sendiri dan mengarahkan dalam penjadwalan kegiatan
ataupun dalam mengalokasikan waktu agar seluruh materi dapat
tercapai dan dengan alokasi waktu yang tepat pada tiap materi.
Selanjutnya guru mengisi indikator pembelajaran dan menyusun
tujuan pembelajaran bagi siswa sesuai dari silabus yang telah ada.
Kemudian guru menentukan peralatan, kelengkapan, sumber belajar,
media, ataupun model pembelajaran yang akan digunakan, tentunya
media ataupun model yang akan digunakan harus sesuai dengan
materi yang akan diajarkan dan harus sesuai dengan kondisi siswa
ataupun keadaan di sekolah.
Di dalam RPP terdapat kegiatan pembelajaran antara lain pembuka,
kegiatan inti, dan penutup. Pada kegiatan inti penulis membagi tiga
bagian kegiatan yaitu Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi Pada
kegiatan inti terkandung isi dari materi ajar yang akan diajarkan kepada
siswa. Nilai dasar dari akuntabilitas juga dapat dilihat dari penambahan
Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi tersebut, karena penulis telah
menyusun RPP sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007
tentang standar proses. Kemudian yang terakhir, guru mencantumkan
tentang pengevaluasian materi yang telah diajarkan terhadap siswa.
Berdasarkan penjabaran di atas, maka RPP yang telah dibuat
sesuai dengan Peraturan Pemerintah yaitu perencanaan proses
12

pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran


yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar,
metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar (PP
No. 19 Tahun 2005 Pasal 20).
Penjabaran nilai-nilai dasar yang terkandung sebagai berikut :
a. Akuntabilitas
- Tanggung Jawab atau Responsibilitas
Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

merupakan pengaplikasian bentuk tanggung jawab seorang guru


atas tugas pokok dan fungsinya sebagai guru.
- Kejelasan
RPP yang dibuat harus jelas, yaitu jelas dalam artian isi dari
RPP tersebut harus sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada,
dapat dimengerti, dan dapat mengarahkan proses pembelajaran
sesuai dengan fungsinya.
b. Komitmen Mutu
- Efektif dan Efisien
Penyususnan RPP dapat terbilang efektif karena didalam
penyusunan tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah
No. 19 Tahun 2005 Pasal 20. Adapun RPP yang disusun dapat
mengarahkan kegiatan pembelajaran baik metode, media, dan
waktu yang sesuai untuk materi yang diajarkan pada proses
pembelajaran sehingga RPP tersebut dapat efisien dalam
penggunaannya.
- Berorientasi Pada Mutu
Dalam pemilihan metode ajar, RPP disesuaikan dengan isi
materi yang akan diajarkan. Sedangkan pemilihan media ajar yang
akan

digunakan

disesuaikan

dengan

isi

materi

dan

juga

memanfaatkan kemajuan teknologi sehingga dapat lebih menraik


minat siswa dalam proses penyampaian materi pembelajaran.

13

Kegiatan

Melaksanakan

Tanggal

pelajaran Sistem Rem


23 September 2015

Kegiatan

Pembelajaran

mata

Salah satu tugas pokok dan fungsi seorang guru adalah melakukan
kegiatan pembelajaran, dengan tujuan siswa dapat menerima dengan
baik semua materi dan berinteraksi secara edukatif sehubungan
14

dengan materi yang diajarkan.


Pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap upaya yang sistematik
dan sengaja untuk menciptakan agar terjadi kegiatan interaksi edukatif
antara dua pihak, yaitu antara peserta didik (warga belajar) dan
pendidik (sumber belajar) yang melakukan kegiatan membelajarkan
Sudjana (2004 : 28).
Sehubungan dengan penjelasan di atas, kegiatan pembelajaran
dilakukan mengikuti apa yang telah disusun dalam RPP yang tentunya
searah

dengan

silabus

sehingga

tanggung

jawab

ataupun

responsibilitas seorang guru atas tupoksinya dapat terlaksana.


Kegiatan dimulai dengan pembukaan seperti pengucapan salam,
mengabsen, pemberian motifasi, dan mengulang sepintas materi
sebelumnya. Selanjutnya pemberian isi materi dilakukan dengan cara
menampilkan video tentang materi pembelajaran dan memberikan
kilasan-kilasan penjelasan seiring berlangsungnya video. Penampilan
video dilakukan secara berulang maksimal dua kali sampai tiga kali
penayangan agar siswa dapat lebih menangkap isi dari video tersebut.
Dengan pemanfaatan teknologi, maka proses belajar mengajar akan
lebih baik, sehingga efektifitas yang didapat dalam proses tersebut
akan lebih baik pula. Pemanfaatan teknologi yang ada pun menambah
nilai kreatifitas dan inovasi dalam pross pembelajaran.
Siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok dan siswa tersebut
diinstruksikan untuk membuat atau menjawab pertanyaan sehubungan
dengan video yang telah ditampilkan, dengan harapan siswa dapat
lebih memahami materi yang terkandung dalam video tersebut.
Selanjutnya dilakukan pembahasan tentang hasil diskusi kelompok
untuk melihat sejauh mana siswa dapat memahami isi materi yang
telah

disampaikan

melalui

video

tersebut.

Metode

diskusi

ini

merupakan suatu inovasi dalam proses belajar mengajar dimana siswa


dituntut untuk aktif dalam mencerna materi yang diberikan.
Penjabaran nilai-nilai dasar yang terkandung sebagai berikut :
15

a. Akuntabilitas
- Responsibilitas/Tanggungjawab
Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan tanggung jawab
sesuai dangan tugas pokok dan fungsi yang dimiliki seorang guru.
Dalam proses belajar guru juga dituntut untuk bertanggung jawab
atas pemahaman materi yang didapat oleh siswa, contohnya pada
saat siswa belum begitu mengerti tentang apa yang disampaikan,
maka guru menyampaikan kembali dengan sabar dan perlahan
sehingga siswa dapat benar-benar mengerti.
b. Komitmen mutu
- Efektif
Melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan RPP yang
telah disusun sehingga pelaksanaan pembelajaran lebih tertata dan
tidak berubah arah dari isi di dalam silabus yang telah ditetapkan
oleh pemerintah.
- Kreativitas
Pemanfaatan teknologi dan metode pembelajaran yang sudah
ada dapat menciptakan interaksi yang lebih baik dari siswa
sehingga materi dapat tersampaikan lebih maksimal, dengan tujuan
siswa dapat lebih memahami materi yang disampaikan.
Foto-foto dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran sebagai berikut :

16

Gambar 2. Foto Kegiatan Pembelajaran

3. Kegiatan
Tanggal

Penyusunan alat ukur/soal sesuai mata pembelajaran


mata pelajaran Sistem Rem
23 September 2015

Dalam penyusunan alat ukur perlu diperhatikan tingkat kesukaran,


hubungan antara materi pelajaran, dan kejelsan dari pertanyaan
tersebut. Maka dalam penyusunan harus dapat efektif, efisien dan
inovatif.
Efektif dalam pemilihan materi, efisien sehingga dapat mengukur
tingkat

pemahan

mengembangkan

siswa
daya

terhadap
pikir

siswa

materi,

dan

merupakan

inovatif
sebagian

akuntabilitas yang terkandung dalam penyusunan alat ukur/soal.


17

dalam
nilai

Kegiatan dimulai dengan mempersiapkan materi yang telah


diajarkan, selanjutnya pemilahan soal yang diambil dari materi tersebut.
Soal dipilih berdasarkan tingkat kesulitan dan dapat mewakili seluruh
materi yang telah diajarkan. Soal yang dibuat diupayakan agar dapat
memancing daya pikir siswa ataupun penalaran siswa terhadap materi
yang diajarkan. Soal yang di buat mencangkup jawaban singkat,
penguraian ataupun penjabaran, dan pertanyaan dengan tingkat
kesulitan tinggi yaitu siswa diperintahkan untuk membuat alur berupa
gambar tentang materi yang telah disampaikan.
Dari penjabaran tersebut maka alat ukur yang dibuat dapat
dikategorikan memiliki tingkat efektif karena soal sesuai dengan materi
yang telah diajarkan, soal terrsebut juga efisien karena mengandung
pemahaman tentang materi yang telah diajarkan dan memiliki tiga
tingkat kesukaran soal. Kemudian soal tersebut inovatif karena isi soal
tersebut bukan hanya mengukur daya ingat siswa melainkan juga untuk
mengetahui daya penalaran siswa terhadap materi yang telah
diajarkan.

Penjabaran nilai-nilai dasar yang terkandung sebagai berikut :


a. Komitmen Mutu
- Efektif
Alat ukur berupa soal-soal disusun sesuai dengan materi yang
telah diajarkan sehingga soal dapat digunakan untuk mengukur
tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan.
- Efisien
Butir-butir soal mewakili seluruh materi yang telah diajarkan,
sehingga

guru

dapat

mengetahui

seberapa

besar

tingkat

pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan.


- Inovatif
Tingkat kesukaran/kesulitan butir-butir soal dibagi menjadi tiga
tahap yaitu jawaban singkat, uraian, dan menguji tingkat
penalaran siswa. Sehingga soal tersebut sesuai dengan standar
penilaian yang ada.
18

4. Kegiatan
Tanggal

Penilaian dan pengevaluasian proses dan hasil belajar


mata pelajaran Sistem Rem
25 September 2015

Penilaian hasil belajar merupakan prosedur dan instrumen penilaian


proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian
kompetensi dan mengacu pada standar penilaian (Permendiknas No.
41 Tahun 2007 tentang Standar Proses). Dalam proses penilaian
siswa diterapkan nilai-nilai dasar dari etika publik, antara lain jujur,
percaya diri, disiplin, dan memiliki komitmen.
Proses penilaian siswa dimulai dengan mengatur bangku siswa,
membagikan soal kepada siswa, siswa diberikan waktu dalam
mengerjakan soal, pengumpulan soal dan jawaban, dan yang terakhir
penilaian dari jawaban siswa.
Pada saat siswa mengerjakan soal, siswa dituntut untuk jujur
dengan cara siswa tidak diperbolehkan untuk bertanya kepada siswa
lain, siswa tidak diperbolehkan melihat jawaban dari siswa lain, siswa
hanya diperbolehkan bertanya pada guru mengenai kejelasan dari
soal,

dan

siswa

tidak

diperkenankan

untuk

berbuat

curang.

Selanjutnya siswa dituntut untuk percaya diri dan memiliki komitmen


terhadap jawaban dari soal yang ia kerjakan dan tidak terpengaruh
atas aktifitas dari siswa lain.
Dengan ini secara langsung maupun tidak langsung guru telah
19

mengajarkan tentang beretika mutu kepada siswa, dan guru pun tiak
membedakan siswa satu dengan siswa lainnya, sehingga kesamaan
rata antara siswa dapat terlaksana dalam proses penilaian.

Penjabaran nilai-nilai dasar yang terkandung sebagai berikut :


a. Etika Publik
- Jujur, Percaya Diri, dan Berkomitmen
Kejujuran siswa dalam proses pengerjaan soal menjadi nilai
tersendiri dalam mendidik siswa untuk dapatberetika, seperti siswa
dilarang melakukan kecurangan dalam mengerjakan soal, maka
secara tidak langsung guru telah membimbing siswa untuk tidak
melakukan kecurangan apapun dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun rasa percaya diri yang ditanamkan guru kepada siswa
dengan cara siswa tidak boleh bertanya kepada siswa lain dan
tidak boleh melihat jawaban dari siswa lain secara tidak langsung
dapat perlahan-lahan menanamkan rasa percaya diri pada siswa
tersebut

dalam

konotasi

positif.

Siswa

diajarkan

untuk

meningkatkan rasa komitmen dalam diri mereka dengan melatih


mereka untuk tidak berbuat curang dalam mengerjakan soal, tidak
terpengaruh terhadap peseta lain, dan menaati aturan yang telah
ditetapkan.
- Adil
Guru bersikap adil dan tidak membeda-bedakan siswa, secara
keseluruhan tingkat kepentingan dan hak siswa dianggap sama
dalam melakukan penilaian terhadap kemampuan siswa dalam
memahami materi.
Foto-foto dalam pelaksanaan kegiatan diatas sebagai berikut :

20

Gambar 3. Pelaksanaan Pengevaluasian Hasil Belajar Siswa


5. Kegiatan
Tanggal

Pelaksanaan remedial mata pelajaran Sistem Rem


30 September 2015

Dilaksanakannya remidial adalah untuk membantu siswa agar


dapat mencapai nilai standar KKM, dan juga agar siswa belajar
kembali sehingga siswa dapat lebih mengerti tentang materi yang
diajarkan. Hal ini juga berfungsi agar guru tidak mengharapkan atau
tidak mendapatkan gratifikasi dengan memberikan nilai Cuma-Cuma.
Ada tiga cara untuk melakukan remidial, yang pertama dengan
memberikan kembali soal yang telah diujikan, yang kedua dengan
memberikan soal yang berbeda, dan yang ketiga dengan memberikan
tugas-tugas yang berhubungan dengan materi pelajaran yang diujikan.
Pelaksanaan dimulai dengan memberikan kembali soal yang
sama ataupun soal yang berbeda, dan dapat pula siswa tersebut diberi
tugas. Kemudian memberikan waktu kepada siswa tersebut untuk
mengerjakan soal ataupun tugas yang telah diberikan.
Setelah siswa menjawab soal, selanjutnya jawaban yang telah
dikumpul diperiksa kebenarannya, sehingga didapatkan nilai untuk
siswa yang melakukan remidial.
Penjabaran nilai-nilai dasar yang terkandung sebagai berikut :
a. Antikorupsi
Guru memberikan nilai kepada siswa sesuai kemampuan yang
dimiliki siswa, apabila ternyata kemampuan siswa tersebut masih

21

kurang, maka dapat diperbaiki dengan adanya remidial, sehingga


guru tidak melakukan tindakan korupsi dengan menerima
gratifikasi guna memperbaiki nilai siswa yang masih dibawah
KKM.

6. Kegiatan
Tanggal

Pelaksanaan hubungan dengan dunia kerja industri


sehubungan kerja industri/magang siswa
28 September 2015

Berdasarkan

kurikulum

dan

program

pembelajaran

Sekolah

Menengah Kejuruan, maka diadakannya kerjasama dengan dunia


industri untuk meningkatkan keterampilan siswa dan sebagai syarat
agar siswa dapat mengikuti ujian akhir nasional. Maka kerjasama
dengan dunia industri menjadi salah satu tugas pokok guru terutama
kepala program jurusan untuk membangun kerjasama dengan dunia
industri tersebut.
Dengan melakukan kerjasama dengan dunia industri maka penulis
telah menerapkan nilai responsibilitas terhadap tugas pokok dan
fungsi

guru.

Dimana

guru

telah

mencari

dan

memilih

tempat/perusahaan yang sesuai dengan program kejuruan yang


dibina, sehingga kualitas mutu pun dapat tercapai.
Kerjasama dengan perusahaan dimulai dengan pencarian dan
pemilihan perusahaan yang sesuai dengan program kejuruan yang
bersangkutan, setelah itu pembuatan surat pengantar, selanjutnya
guru datang langsung keperusahaan yang telah sesuai dengan
membawa surat pengantar atau surat permohonan dari sekolah.
Apabila kesepakatan telah tercapai, maka guru menyiapkan MOU
(Memorendum

of

Understanding)

Naskah

kerjasama

antara

perusahaan dengan sekolah yang ditandatangani oleh kedua belah


pihak.
Dari penjabaran diatas maka dapat dikatakan penulis telah
mengikuti prosedur yang ada sehingga kualitas mutu telah tercapai
22

dan tanggung jawab atas tugas pokok dan fungsi guru telah
berlangsung.
Penjabaran nilai-nilai dasar yang terkandung sebagai berikut :
a. Akuntabilitas
-

Tanggung Jawab
Sesuai dengan isi dari kurikulum dan isi dari program

pembelajaran Sekolah Menengah Kejuruan tentang tugas pokok


dan fungsi guru kejuruan, maka penulis melakukan kegiatan
hubungan kerjasama dengan dunia indutri sehingga tugas pokok
dan fungsi penulis sebagai guru dapat terlaksa.
b. Komitmen Mutu
- Kreatifitas dan Kepekaan
Agar kegiatan hubungan dengan dunia
berlangsung

dengan

baik,

maka

penulis

industri
menyusun

dapat
surat

pengantar atau surat permohonan dari sekolah ke perusahaan dan


menyusun MOU yang dibutuhkan dalam kerjasama jangka
panjang dengan perusahaan. Untuk kepekaan, penulis melakukan
kegiatan tersebut berdasarkan proses dan prosedur yang ada
guna menjaga nama baik dan etika dari pihak sekolah.
Foto-foto dalam pelaksanaan kegiatan diatas sebagai berikut :

Gambar 4. Foto Kegiatan Hubungan Industri

23

7. Kegiatan
Tanggal

Membuat data dan kelengkapan alat-alat praktek


jurusan teknik kendaraan ringan
26 September 2015

Guna memperlancar proses pembelajaran, maka peralatan dan


kelengkapan yang ada di suatu program studi maupun suatu
sekolahan harus didata dan dijaga dengan baik. Pendataan ini
berfungsi untuk mengetahui jenis, jumlah, dan kualitas peralatan dan
kelengkapan yang dimiliki oleh suatu bidang studi. Selain itu juga
berfungsi untuk menjaga barang atau peralatan agar tidak hilang.
Peminjaman atau pemakain barang dan peralatan juga harus didata
guna menjauhkan penyalah gunaan peralatan milik sekolah sehingga
digunakan untuk kepentingan pribadi, yang dalam hal ini termasuk
juga gratifikasi.
Kegiatan
ini

dimulai

dengan

mengumpulkan

perlatan,

membersihkan peralatan, dan juga mendata atau mencatat tentang


jenis, jumlah, dan kondisi barang tersebut. Setelah barang didata,
maka peralatan atau barang tersebut dirapikan dan dikembalikan
ketempat penyimpanan barang atau peralatan tersebut.
Berdasarkan kurikulum dan program pembelajaran

Sekolah

Menengah Kejuruan, maka diadakannya kerjasama dengan dunia


industri untuk meningkatkan keterampilan siswa dan sebagai syarat
agar siswa dapat mengikuti ujian akhir nasional. Maka kerjasama
dengan dunia industri menjadi salah satu tugas pokok guru terutama
kepala program jurusan untuk membangun kerjasama dengan dunia
industri tersebut.

Penjabaran nilai-nilai dasar yang terkandung sebagai berikut :


a. Anti Korupsi
-

Tanggung Jawab
Melakukan pendataan kelengkapan peralatan atau barang

dapat berpengaruh pada penggunaan barang atau peralatan


24

tersebut

untuk

kepentingan

pribadi,

sehingga

tindakan

gratifikasipun dapat terhidari.


Foto-foto dalam pelaksanaan kegiatan diatas sebagai berikut :

Gambar 5. Foto Pendataan Peralatan atau Barang

8. Kegiatan

Membimbing ekstrakulikuler proses pembelajaran dan


yang sejenisnya (les tambahan)

Tanggal

27 September 2015

Penambahan

keterampilan

diperlukan

pada

siswa

guna

menghadapi ujian kompetensi yang diadakan disetiap Sekolah


Menengah Kejuruan (SMK). Kegiatan ini dilakukan karena rasa
25

tanggung jawab yang dimiliki guru atas kelancaran dalam proses


belajar mengajar siswanya, sehingga dalam pelaksanaan ini guru tidak
memungut biaya pada siswa, dan hanya mengharapkan agar siswa
tersebut aktif dan mendapat keterampilan yang sesuai dengan
jurusannya.
Penjabaran nilai-nilai dasar yang terkandung sebagai berikut :
a. Komitmen Mutu
Guru memberikan les tambahan dengan harapan agar
pengalaman dan keterampilan yang didapat siswa dapat berguna
untuk kelulusan dan menjadi salah satu keunggulan yang ia miliki
untuk

bersaing

pada

saat

mencari

pekerjaan

setelah

ia

menyelesaikan proses pembelajarannya disekolah.


b. Anti Korupsi
Didalam pemberian les tambahan ini, siswa tidak dipungut
biaya sama sekali. Karena hal ini merupakan salah satu
pelayanan yang difasilitasi oleh sekolah untuk berjalannya
kegiatan tersebut.

Foto-foto dalam pelaksanaan kegiatan diatas sebagai berikut :

26

27

Gambar. 6 Foto Pembimbingan Ekstrakulikuler atau Les Tambahan


9. Kegiatan
Melaksanakan sholat asar berjamaah
Tanggal

22 September 2015

Pelaksanaan sholat berjamaah ini dilakukan untuk mendidik siswa


agar dapat menyeimbangkan kewajiban dunia dan kewajiban akhirat,
sekaligus membentuk siswa menjadi lebih disiplin dan beretika luhur.
Kegiatan ini dimulai dengan menyuruh siswa untuk azan dan
bershalawat untuk memberi waktu jeda siswa yang sedang antri untuk
mengambil air wudhu. Selanjutnya guru yang bertugas sebagai imam,
memimpin sholat berjamaah dan diakhiri dengan doa-doa singkat.
Setelah

itu

siswa

memberikan

kartu

kehadiran

siswa

dalam

melaksanakan sholat yang ditandatangani oleh guru yang bertugas.


Kegiatan sholat berjamaah ini dapat sedikit demi sedikit memupuk
keimanan yang berpengaruh pada nilai etika yang dimiliki guru
maupun siswa.

28

Penjabaran nilai-nilai dasar yang terkandung sebagai berikut :


a. Etika Publik
Guru menanamkan nilai moral didalam norma agama dan
menumbuhkan salah satu poin yang terdapat dalam Pancasila,
yaitu Ketuhanan yang maha esa, sehingga siswa diharapkan
dapat memahami dan membudayakan nilai-nilai luhur tentang
beretika.

10. Kegiatan
Tanggal

Melatih peserta upacara bendera sipil


01 Oktober 2015

Pelatihan upacara bendera sipil dilakukan untuk mengajarkan dan


melatih siswa tentang SOP kegiatan upacara bendera sipil, sehingga
dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa terhadap tugastugasnya sebagai petugas upacara bendera sipil. Kegiatan ini dimulai
dengan pemilihan perangkat petugas upacara bendera, selanjutnya
siswa yang telah dipilih dilatih sesuai tugas dan fungsi siswa tersebut.
Setelah dilakukan pelatihan, maka selanjutnya dilakukan gladi
kotor untuk melihat kekurangan-kekurangan atau kesalahan yang ada
pada siswa guna diperbaiki. Setelah semua berjalan dengan baik,
maka dilakukan gladi resik guna memastikan seluruh petugas upacara
telah benar-benar siap menjalankan tugasnya
Penjabaran nilai-nilai dasar yang terkandung sebagai berikut :
a. Nasionalisme
Guru mengajarkan dan melatih siswa dalam pelaksanaan upacara
29

bendera sipil guna menumbuhkan rasa kecintaan siswa terhadap


bangsa Indonesia. Rasa nasionalisme siswa harus tetap dijaga salah
satunya dengan kegiatan pelatihan upacara bendera sipil.

Foto-foto dalam pelaksanaan kegiatan diatas sebagai berikut :

30

Gambar. 7 Foto Pelatihan Upacara Bendera Sipil

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Dari isi uraian diatas, maka penulis menarik kesimpulan sebagai
berikut :
1. Internalisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS yang diterapkan selama
mengikuti pelaksanaan Diklat Prajabatan CPNS dengan uraian
alokasi waktu kegiatan 31 Hari Kerja atau 263 JP, dengan
perincian, 18 hari kerja untuk pembelajaran klasikal, dan 13 hari
kerja untuk pembelajaran non klasikal atau aktualisasi nilai dasar
profesi PNS dengan materi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi.

31

2. Bagian akhir dari proses pembelajaran diwajibkan untuk menyusun


rancangan Aktualisasi Nilai Dasar Profesi PNS yang nantinya
diterapkan di lapangan.
3. Implementasi pelaksanaan Aktualisasi diwujudkan dalam laporan
kegiatan Aktualisasi di SMK NEGERI 1 LEMPUING.
4. Untuk menciptakan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat
khususnya siswa di SMK NEGERI 1 LEMPUING, dibutuhkan
penanaman nilai ANEKA pada seluruh kegiatan yang dilaksanakan.
B. SARAN
Adapun sebagai saran dari penulis adalah :
1. Penambahan materi yang mendalam tentang tugas, kewajiban, dan
hak seorang PNS.
2. Penambahan jam pertemuan dan pelatihan tentang prosedur
pembuatan rancangan dan laporan aktualisasi nilai dasar profesi
PNS secara mendalam dan bertahap.
3. Penambahan waktu diklat prajabatan.
4. Memberikan sosialisasi tentang nilai ANEKA ke sekolah-sekolah
dan instansi lain.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR
41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT
DAERAH. 2007. http://www.gitews.org/tsunami-kit/en/E6/further
_resources/national
_level/peraturan_pemerintah/PP%20412007_Organisasi%20Perangkat% 20Daerah.pdf. 15 September
2015.
Anonim. SALINAN PERATURAN PEMERINTAH NO.14 TAHUN 1994.
1994. http://ropeg.kemkes.go.id/documents/PP_14_1994.pdf. 20
September 2015.
Anonim. SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR
5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA.
http://web.kominfo.go.id/sites/default/files/UU5-2014%20tentang
%20Apar- atur%20Sipil%20Negara.pdf. 15 September 2015.
Dompu. Suaidin. PERATURAN MENTRI PENDIDIKAN NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007. 13
Desember
2012.
http://www.slideshare.net/sdompu/permen
32

diknas-no-41-tahun-2007-standar-proses-15623976. 21 Septemb
er 2015.
Kementrian
Agama.
PERATURAN
PEMERINTAH
REPUBLIK
INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR
NASIONAL PENDIDIKAN. 2005. http://kemenag.go.id/file/
dokumen/ PP1905.pdf. 03 Oktober 2015.
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA. Peraturan Kepala LAN. 13
Agustus
2014.
http://lan.go.id/regulasi/-/document_library_
display. 20 September 2015.
Setiawan. Ebta. KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA. 2014-2015.
http://kbbi.web.id/analisis. 21 September 2015.
Siswoyo. Dedi. Pengertian Pembelajaran Menurut Para Ahli. 2011.
http://dedi26.blogspot.co.id/2013/04/pengertian-pembelajaranmenurut-para.html. 21 September 2015.

33