Anda di halaman 1dari 50

Dr Novita Elyana, Sp.

Rad

Pemeriksaan Imaging
Foto Polos Abdomen
( BNO foto ):
supine, sinar vertikal/ AP
BNO 3 posisi:
supine AP dan
sinar horisontal: posisi
erek, LLD, atau supine
( sesuai kondisi pasien )

Pemeriksaan Imaging
Barium meal ( OMD ):
Upper GI study
Menggunakan kontras ( Ba, water slb)
Kontras tunggal
Kontras ganda

Follow through:
Upper GI dan usus
halus
Kontra tunggal ( Ba )
Pengamatan / Ft
periodik

Pemeriksaan Barium Meal

Pemeriksaan follow through

Pemeriksaan Imaging
Ba enema/ Colon inloop
Kontras ganda/ tunggal
Curiga perforasi: kontr water soluble.
Persiapan pasien pre pemeriksaan

PEMERIKSAAN BARIUM ENEMA

Pemeriksaan Imaging
CT Scan Abdomen:
Canggih, helical/spiral
Kontras: IV, per oral.
kd per rektal.
MRI:
Canggih, mahal, aman
Waktu pem lama, artefak
ok gerak
Lebih baik dg Tesla tinggi
MRCP: tanpa kontras

USG:
Tidak invasif, aman,
relatif murah, cepat
Tidak memerlukan
persiapan khusus
Tampak jelas: hepar,
bilier, pankreas, lien, ren,
ascites

PEMERIKSAAN USG
USG GINJAL

USG HEPAR

VESICA FELEA

PANCREAS

LIEN

Pencitraan: FPA

Kwalitas foto: Densitas,simetri,


cakupan: diafragma - pelvis
Penilaian:
- Preperitonel fat line.
-Jumlah dan distribusi
udara usus, td distensi,
free air,
- Tepi hepar, lien
- Psoas line, kontur Ren
- Batu/ kalsifikasi: GB,
pankreas, tr Urinarius
- Coll vertebralis/costa/ sacroiliac
jont, pelvis

Abdomen akut
Kasus cito Bedah ?
Termasuk Abdomen akut:
- Pneumoperitoneum
- Obstruksi usus : invaginasi, volvulus, ileus obstruktif.
- Ileus paralitik
- Inflamasi: Abses subfrenik, Abses para-kolika, Appendisitis,
Kolesistitis akut, Pankreatitis akut.
- Renal: urolithiasis
- Trauma

Anatomi Traktus Digestivus


Tr. Gastrointestinalis:
Cavum oris
Faring
Esofagus
Gaster
Duodenum
Jejenum ileum
Colon
Rektum
Anus

Organ pelengkap:
Lingua dan dentes
Glandula: salivaria,
pancreas, mukosa dll
Hepar dan sist bilier

Pemeriksaan Imaging:

Foto polos:
Torak PA
Ft Polos Abdomen (FPA)
FPA 3 atau 2 posisi.
Pem dengan kontras:
-Sialografi
-Ba meal ( OMD )
-Ba Follow through
-Ba enema
-ERCP

CT Scan Abdomen
USG
Kedokteran nuklir
MRI

Pemeriksaan Imaging
Ft Torak PA
Pneumoperitoneum jelas.
Kelainan mirip akut abdomen: pneumonia
infark miokard, pneumotorak.
Komplikasi akut abdomen :
Efusi pleura , aspirasi pneumonia.
Gb prabedah; Abses subfrenik

Abdomen Akut
Pemeriksaan Radiologi:
Torak PA
BNO 3 posisi
USG: pankreas, bilier, renal, asites, abses
Lain2: IVU, Ba enema
CT Scan
MRI
Nuklir

Pneumoperitoneum

Free air: intra kavum peritoneal.

Operasi cito; 90%.

Terdapat pada: perforasi TrGI, trauma, post operasi.

90% terdeteksi Ro (1cc udr)


Gb: udara ant Hepar dan dinding abdomen / Morison pouch.,
Rigglers sign, Cupula sign, Foot ball sign,
Lig. Falciforme sign , gambaran segitiga diantara loop usus

PNEUMOPERITONEUM

Ileus Obstruktif
Prinsip:
dilatasi bagian proksimal obst
kolaps bagian distal obst.

Dilatasi usus halus & usus besar


Usus Halus
Haustra
Valvula conniventes
Jumlah loop
Letak loop
Radius curvatura loop

Diameter lumen
Massa feses

Kolon
+

>>>>

<<<<

Sentral

Perifer

Kecil

Besar

30-50mm

> 50 mm

Obstruksi Usus Halus


Obst total: 3-5 jam tampak
Obst partial: s/d 12 jam
Kausa: strangulasi, volvulus, tumor, Crohn,
invaginasi, gall stone ileus
Gb: distensi usus halus( coilled spring/ edema
valv koniventes, Harring bone/ coilled spr 2 usus
yg berdekatan, multipel air fluid level , stepladder pattern,

Obstruksi Usus Halus


BNO supine

Posisi erek

Ileus Paralitik
Kausa:
- post op
- pneumonia
- Peritonitis
- kolik/ ggl ginjal
- inflam: App, pankr
- metab: HipoKkolesist, salp.
- oklusi vask
- Trauma
- obat2 an
- perforasi pd ileus obs.
- gagal jantung

Ileus Paralitik
Gb Ro:
- Dilatasi semua bag.
usus.
- Multiple air fluid level
Pem lain, mis USG:
mencari E/:
- kolesist

ILEUS PARALITIK

Abses Subfrenik
Kausa: perforasi gaster, duodenum,
post operasi.
Gb Ro: gas buble, displacement organ dan usus.
Lain2: diafragma elevasi, gerakan <
konsolidasi basal paru
efusi pleura
gb ileus paralitik (lokal/general )
skoliosis kearah yang sakit
USG : adanya massa

ABSES SUBFRENIK

Abses parakolika
Kausa: appendisitis, perforasi divertikel
infeksi organ2 dalam pelvis.
Ro : pendesakan kolon kearah medial
hilangnya fat line
USG : adanya massa

Kolesistitis dan kolelithiasis


Ro: Batu opak di kuadran atas kanan abd.
Gas dalam Gall Bladder
Sentinel loop
USG:- Ukuran GB bisa >/N/<
- Batu: hiperekoik dg acoustic
shadow.
- Internal eko/ sludge
- Murphy sign ( kolesistitis akut )

KHOLESISTITIS

CHOLELITHIASIS

Appendicitis
Ro: sulit didiagnosa dg FPA
( Ft normal tak menyingkirkan dx )
- appendicolith
- sentinel loop
- dilatasi sekum
- skoliosis ke kanan
- preperitoneal fat kabur
- psoas line kanan kabur
- gas dalam appendix (sulit tampak)
USG: - blind end tube , tebal > 7 mm
- massa infiltrat/ abses/ batu

Appendicitis

Radiologi Abdomen pada anak

Dilakukan dengan hati2


Anak bukan miniatur dewasa
Cegah hipotermi pada neonatus
Cegah dehidrasi, puasa bila perlu, maks
4 jam.
Radiasi seminimal mungkin, proteksi rad sedapat
mungkin jangan diulang
Bila perlu kontras -> Ba dalam NaCl atau
kontras water soluble isotonik ( hipertonik->dehidrasi,
bila aspirasi terjadi edema paru )

Udara dalam trak. GI pada anak

Gaster: beberapa menit


Usus halus bagian atas: 5 30 menit
Seluruh usus halus: 3 jam
Sekum: 3 4 jam
Kolon desenden: 5 6 jam
Sigmoid : 8 9 jam
Rektum : 12 jam

Atresia Esofagus
Segera sesudah lahir
-> kesulitan menelan
Bila ada fistula trakeo
esofageal -> distensi abdomen.
tanpa fistula: usus tak
terisi udara.
Ft Torak: gb Pneumonia

Stenosis Pilorus Hipertrofikans


Bayi laki-laki: 5x wanita.
Onset: umur 2 8mg
Palpasi: massa di epi
gastrium
Ro: distensi gaster,
udara pada usus hls sedikit ( single bubble
sign )
Kontras: canalis pilorus sempit ->string sign,
shouldering
USG: tebal otot pilorus >/= 4,5 mm, panj >
15mm

HPS

Invaginasi/ Intususepsi

Jarang pada neonatus.


Peak insidens:
6 9 bln ( makanan padat pertama )
2 th: mungkin E/: polip, divertik Mecke
Klinis: distensi, muntah, diare lendir darah, teraba massa seperti
pisang
Ro: dilatasi usus halus, empty iliac fossa,
kadang2 tampak outline udara pada kaput intususepsi.
Kontras ( Ba/udara ): gb cupping, coilled spring untuk diagnosa,
dapat sebagai terapi.
USG: Doughnut sign, Sandwich sign.

INTUSUSEPSI

INVAGINASI / INTUSSUSEPSI

INVAGINASI DENGAN
PEMERIKSAAN KONTRAS ENEMA

Enterokolitis Nekrotikans
Insidens: prematur, neonatus dengan stress,
kelainan kongenital lain.
Klinis: muntah, distensi abdomen, rectal
bleeding
Ro: distensi usus, awal didaerah kanan bawah,
pneumatosis intestinalis ( udaraintra
mural ) terutama pd kolon dan ileumterminale,
udara pada vena porta
Lanjut: perforasi.
Sekuelestriktur (evaluasi dengan Ba enema)

NEC

Megakolon kongenital (Hirschprung desease)


Inkomplet migrasi pleksus myentericus pd embryologi.
A ganglionik segmen kolon -> tidak dapat
relaksasi/peristaltik
Laki2 > wanita
Gejala: neonatal konstipasi
Komplik: enterokolitis, prforasi
Ro: dilatasi usus dengan fecal material >>
Ba dlm Nacl/ kontras isotonik, tanpa klisma: perubahan
kaliber lumen, retensi Ba ses 24 jam

HIRSCHPRUNG DISEASE

Atresia Ani
Bayi baru lahir -> tak keluar mekonium
3 type: letak rendah, intermediate, tinggi
Letak tinggi biasanya disertai fistula;
laki2: rektouretral, rektovesikal, rektoperineal.
wanita: rektovaginal, rektoperineal, rektovesikal
Ro: lateral invertogram, knee chest position, prone
position (perlu waktu supaya udara mengisi tempat
paling distal )
Fistula: retrograd uretrografi / vaginografi

ATRESIA ANI