Anda di halaman 1dari 15

SSALAMUALIKUM WR W

Kelompok X
FERDI YANSA NPM 1403068
ARIF JUNIAR NPM 1403062
FEBRI ARMAN SAPUTRA NPM 1403081

TUJUAN
untuk menambah wawasan mahasiswa dalam bidang
komunikasi lisan.
komunikasi secara lisan sangat di butuhkan bagi mahasiswa
untuk bersosialisasi maupun untuk memenuhi kebutuhan dalam
masalah perkuliahan.
Karena komunikasi lisan sangat dibutuhkan untuk dapat
menyampaikan pendapat dengan baik .

KOMUNIKASI LISAN
Pengertian Komunikasi Lisan
Komunikasi Lisanadalah komunikasi dengan
mengucapkan kata-kata secara lisan dan
langsung kepada lawan bicaranya.

KOMUNIKASI VERBAL

Komunikasi verbal melalui lisan dapat dilakukan secara langsung


bertatap muka antara komunikator dengan komunikan, seperti
berpidato atau ceramah. Selain itu juga, komunikasi verbal melalui
lisan dapat dilakukan dengan menggunakan media, contoh
seseorang yang bercakap-cakap melalui telepon. Sedangkan
komunikasi verbal melalui tulisan dilakukan dengan secara tidak
langsung
antara
komunikator
dengan
komunikan.
Proses
penyampaian informasi dilakukan dengan menggunakan berupa
media surat, lukisan, gambar, grafik dan lain-lain.

TUJUAN KOMUNIKASI VERBAL


Adapun tujuan menggunakannya komunikasi verbal (lisan dan
tulisan) antara lain:
Penyampaian penjelasan, pemberitahuan dan arahan.
Presentasi penjualan dihadapan para audien.
Penyelenggaraan rapat.
Wawancara dengan orang lain.
Pemasaran melalui telepon.

TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROSES


KOMUNUIKASI LISAN
Menurut Bovee dan Thill (2006:8), proses komunikasi terdiri dari 5 (lima) tahap,
yaitu:
1) Pengirim mempunyai suatu ide atau gagasan.
Sebelum proses penyampaian pesan dapat dilakukan, maka pengirim pesan
(sender) harus menyiapkan ide atau gagasan apa yang ingin disampaikan kepada
pihak lain atau receiver. Ide dapat diperoleh dari berbagai sumber. Ide-ide yang ada
dalam benak kita akan disaring dan disusun kedalam suatu memori yang ada
dalam jaringan otak, yang merupakan gambaran persepsi kita terhadap kenyataan.
Setiap orang akan memiliki peta mental yang berbeda, karena kita memandang
dunia dan menyerap berbagai pengalaman dengan suatu cara yang unik dan
bersifat individual.

2) Pengirim mengubah ide menjadi suatu pesan


Dalam suatu proses komunikasi, tidak semua ide dapat diterima atau
dimengerti dengan sempurna. Separtiyang telah diuraikan pada bagian B
dari bab ini, proses komunikasi dimulai dengan adanya ide dalam pikiran,
yang lalu diubah kedalam bentuk pesan, pesan seperti dalam bentuk katakata, ekspresi wajah, dan sejenisnya, untuk kemudian dipindahkan kepada
orang lain.
3) Pengirim menyampaikan pesan.
Setelah mengubah ide-ide ke dalam suatu pesan, tahap berikutnya adalah
memindahkan atau menyampaikan pesan melalui berbagai saluran yang
ada kepada si penerima pasan. Rantai saluran komunikasi yang digunakan
untuk menyampaikan pesan terkadang relatif pendek, namun ada juga
yang cukup panjang. Panjang pendeknya rantai saluran komunikasi yang
digunakan akan berpengaruh terhadap efektifitas penyampaian pesan.

4) Penerima menafsirkan pesan.


Setelah penerima menerima suatu pesan, tahap berikutnya adalah
bagaimana ia dapat menafsirkan pesan. Suatu pesan yang
disampaikan pengirim harus mudah dimengerti dan tersimpan
didalam benak pikiran si penerima pesan. Selanjutnya, suatu pesan
baru dapat ditafsirkan secara benar bila penerima pasan telah
memahami isi pesan sebagaiman yang dimaksud oleh pemgirim
pesan.
5) Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan balik
kepada pengirim.
Umpan balik (feedback) adalah penghubung akhirbdalam suatu
mata rantai komunikasi, Ia merupakan tanggapan penerima pesan
yang memungkinkan pengirim untuk menilai efektivitas suatu
pesan.

SISTEMATIKA TEKS PIDATO


Teks pidato yang baik harus disusun sesuai dengan sistematikanya. Secara
umum, sistematika teks pidato terdiri atas bagian berikut ini:
1.Pendahuluan
Bagian ini merupakan bagian awal sebuah teks pidato.
2.Isi
Bagian isi memuat materi pokok yang dibahas dalam pidato.
3.Penutup
Poin-poin yang termasuk ke dalam bagian penutup adalah sebagai berikut.
a. Kesimpulan
b. Ungkapan penutup
c. Salam penutup

TEKNIK BERBICARA YANG EFEKTIF

1. Teknik Pembukaan Pembicaraan


a. Teknik menggunakan data
teknik memulai suatu pembicaraan hendaknya berdasarkan data yang konkrit (nyata)
atas jelas sumber datanya.
b. Teknik anekdot
teknik ini adalah membuka pembicaraan dengan menggunakan kata-kata yang lucu
sehingga dapat membangkitkan gairah hadirin untuk mendengarkannya
c. Teknik mengajukan pertanyaan
memulai suatu pembicaraan dapat juga dilakukan dengan teknik mengajukan pertanyaan
agar dapat membangkitkan minat pendengar
d. Teknik mengemukakan kejadian yang aneh
teknik ini hampir sama dengan teknik anekdot
e. Teknik memulai dengan menyatakan keistimewaan tempat atau keistimewaan suatu
kejadian

2. Teknik pola penyajian


a. Pola waktu (time order), maksudnya suatu pembicaraan menggunakan urutan
waktu.
b. Pola tempat, maksudnya adalah suatu penyajian yang urutannya menggunakan
aturan tempat
c. Pola topik (topic order), maksudnya adalah dalam penyajian suatu topik,
kemukakan dahulu pendahuluannya, selanjutnya baru mengemukakan bagianbagian isinya
3.Gaya berbicara
gaya berbicara adalah cara penampilan diri dalam berbicara. Hal-hal yang perlu di
perhatikan adalah :
a. pakaian
b. sikap badan dan cara berdiri
c. pandangan mata pembicara
d. sikap jiwa pembicara
e. air muka dan tangan
f. suara
g. Tulisan

PERSENTASI ILMIAH
PENGERTIAN
TUJUAN PERSENTASI
TATA CARA
TAHAP TAHAP PESENTASI
SISTEMATIKA SLIDE
TEKNIK PERSENTASI

KESIMPULAN
Komunnikasi lisan adalah suatu cara untuk
menyampaikan suatu pendapat dengan baik dan
benar.
Komunikasi lisan dapat membantu kita dalam
bersosialisasi.
Komunikasi lisan adalah sarana bagi kita untuk
menjadi negara yang baik di mata dunia.

TERIMAH KASIH