Anda di halaman 1dari 9

Harmoni Islam di Negeri Paman Sam

Sejak abad ke-14 agama islam terus berkembang seiring dengan


berjalannya waktu. Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. sudah
tersebar di seluruh dunia, dunia Barat maupun Timur. Meskipun hanya kaum
minoritas, namun perkembangan islam di dunia luar tetap harus diakui. Seperti
halnya perkembangan islam pada dunia barat, misalnya: Amerika Serikat, Eropa,
Australia, dan Inggris. Yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah perkembangan
studi islam di Amerika Serikat dan sekitarnya, termasuk juga Amerika Latin.
Secara umum kajian islam di Barat disebut juga sebagai orientalis. Dalam
kamus Websters New World College Dictionary dijelaskan bahwa orientalis
adalah: Pada umumnya dihubungkan dengan orang-orang (menyangkut) timur
atau studi tentang budaya dari timur.1 Sedangkan menurut Dr. Moh. Natsir
Mahmud, orientalis adalah: Sarjana barat yang berusaha mempelajari masalahmasalah ketimuran, menyangkut agama, adat-istiadat, sastra, masalah lainnya
yang yang menarik perhatian mereka tentang soal ketimuran. Sedangkan
orientalisme adalah suatu paham atau pandangan yang diciptakan oleh Barat
menyangkut berbagai masalah dunia timur.2
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa masuknya islam di
Amerika Serikat juga dipengaruhi oleh adanya studi mengenai orientalis yang
kemudian menjadi sebuah ketertarikan tersendiri untuk semakin mendalami
agama islam. Selain itu Muhsin Mahdi berkontribusi dalam buku milik Prof. Dr.
Azim Nahdi menjelaskan bahwa: Pendirian institusi pendidikan tinggi Muslim di
Barat untuk kajian Islam berhadapan dengan sarjana Muslim dan non-Muslim

1 David B. Guralink, Webster`s New World College Dictionary Edition III. (Cet. II; New
York : t.p. 1996), h. 200
2 Moh. Natsir Mahmud, Bunga Rampai Epistemologi dan Metode Studi Islam. (Ujung
Pandang: Institut Agama Islam Negeri Alauddin Ujung Pandang, 1998), h. 111

dengan seperangkat tugas-tugas intelektual melibatkan Muslim dan non-Muslim


untuk belajar, mengajar dan mendalami bersama.3
Pada jaman perang, penyebaran islam sudah sampai pada negara
Andalusia atau sekarang dikenal sebagai Spanyol, kemudian perkembangan islam
semakin pesat di dunia barat termasuk di Benua Amerika. Faktor perkembangan
islam di Amerika hampir sama dengan perkembangan islam di Indonesia, salah
satunya dengan adanya kedatangan pedagang dari Gujarat dan atau pedagang dari
Arab Saudi. Masuknya islam di Amerika disertai dengan adanya imigran muslim
dari Indonesia sendiri atau dari negara timur.
Jika ditelusuri kebelakang, mayoritas penduduk Amerika sepanjang
sejarah merupakan penganut agama Kristen Protestan. Kenyataan ini dapat
dilukiskan tepatnya pada masa Revolusi Amerika tahun 1776, dimana keterikatan
antara Amerika dan Kristen Protestan tidak ubahnya seperti kelekatan antara Islam
dan Timur Tengah. Penganut Kristen Katolik pada masa itu berjumlah tidak lebih
dari 2.5% total penduduk, sedangkan penganut Yahudi tidak mencapai satu dari
seribu orang. Perubahan komposisi kependudukan yang terjadi pada awal abad
ke-20 ternyata dibarengi dengan lahirnya komunitas-komunitas agama baru.4
Banyak orang yang menganggap bahwa Amerika merupakan musuh bagi
Islam, namun kenyataannya tidak demikian. Karena sejatinya cukup banyak
imigran muslim yang membawa pengaruh untuk masyarakat Amerika untuk
mempelajari agama Islam. Secara historis Islam tidak memutuskan hubungannya
dengan tradisi Yahudi. Bahkan Islam memandang dirinya sebagai suatu kelanjutan
dari ajaran-ajaran agama Yahudi. Islam tidak menolak agama Yahudi dan Kristen,
tetapi sebaliknya ia menyatakan dirinya sebagai sebuah bentuk yang asli dan
murni dari masing-masing agama tersebut, dan berusaha untuk mengoreksi
berbagai hal didalam kedua agama tersebut yang dianggapnya sebagai tambahan-

3 Prof. Dr. Azim Nahdi, Peta Studi Islam: Orientalisme dan Arah Baru Kajian Islam di
Barat. (Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru, 2003), h. 222
4 Alwi Shihab, Membedah Islam di Barat: Menepis Tudingan Meluruskan
Kesalahpahaman. (Jakarta: Gramedia, 2004), h. 20

tambahan yang salah kepada wahyu yang asli dan benar yang diturunkan Allah
kepada nabi-nabi bangsa Semit, termasuk Yesus.5
Secara Historis Faktual, umat Islam pernah berada di Spanyol selama 7
Abad. Sejarah juga mencatat bahwa umat Islam pernah pula menggeser dominasi
kekuatan imperium Persia maupun Romawi yang kekuatannya saat itu, sama
dengan kekuatan barat saat ini. Khilafah Utsmani pernah pula masuk ke pintu
gerbang Wina (Austria). 6
Pada massanya, agama Islam juga merupakan salah satu kekuatan agama dan
politik yang sangat mengagumkan. Selain itu pada massa pemerintahan Sultan Harun AlRasyid merupakan pusat ilmu pengetahuan bagi para ilmuwan dari dalam negeri maupun
luar negeri yang kemudian lahirlah ilmuwan-ilmuwan muslim yang berpartisipasi dalam
bidang ilmu pengetahuan.

Kehadiran Islam di Spanyol membawa perubahan dalam berbagai segi


kehidupan masyarakat Eropa, terutama dalam aspek peradaban dan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Dari hal ini telah menimbulkan semangat orang barat
dalam mempelajari ilmu pengetahuan yang dibawah oleh Islam. Alhasil, maka
banyaklah orang barat yang menguasai ilmu pengetahuan dari Islam, seperti ilmu
kimia, ilmu hitung, ilmu tambang (minerologi), meteorology (karya Al Khazini),
dan sebagainya. Sedangkan di bidang teknologi adalah orang barat bisa membuat
berbagai macam alat industri yang dihasilkan dari observasi atau penelitian.
Sekitar abad ke-16 M telah ditemukan sebuah alat perajut kaos kaki. Kemudian
tahun 1733 M John Kay telah berhasil membuat alat tenun baru yang dapat
bekerja lebih cepat dan menghasilkan tenunan yang baik. Pada tahun 1765 M
Hargreaves berhasil membuat alat pintal yang dapat memintal berpuluh-puluh
gulung benang sekaligus. Kemudian sekitar tahun 1780 M terjadi revolusi industri
di Inggris, seperti ditemukannya mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769 M

5 Altaf Gauhar, Tantangan Islam. Diterjemahkan oleh Anas Mahyudin, cetakan I


(Bandung: Pustaka, 1982), h. 265

6 Amin Abdullah, Studi Agama: Normativitas atau Histortitas, cetakan I (Yogyakarta:


Pustaka Pelajar, 1996), h. 200

dan alat tenun oleh Cartwright tahun 1785 M yang menyebabkan Inggris menjadi
negara industri maju.7
Oleh karena cukup beralasan jika dunia barat saat itu, memendam rasa
ingin tahu mengapa Islam yang belakangan lahir dapat memperoleh simpati
masyarakat dunia dalam tempo yang cukup relatif singkat. Islam sebagai agama
dalam waktu yang singkat telah berkembang menjadi suatu peradaban yang cukup
besar pengaruhnya, sehingga agama Islam telah menjadi obyek studi sarjana
Barat, bahkan Islam sudah menjadi karir sarjana barat yang melahirkan Orientalis
dan Islamolog Barat dalam jumlah yang besar. Sarjana Barat menaruh perhatian
besar pada studi Islam karena mereka memandang Islam bukan sekedar agama
dan sumber peradaban tetapi juga merupakan kekuatan politik, sosial, dan
kebudayaan yang patut diperhitungkan.8
Pada tanggal 11 September 2001 sebuah tragedi yang mengguncang
masyarakat Amerika yaitu adanya serangan di World Trade Center, New York
yang disebabkan oleh pembajakkan pesawat yang dilakukan oleh teroris yang
kemudian sengaja menabrakkan dua pesawat ke Menara Kembar (Twin Tower).
Diduga teroris tersebut adalah bagian dari al-Qaeda. Dengan adanya kejadian 9/11
(tragedi September) masyarakat Amerika kemudian memandang sebelah mata
kaum muslimin yang tinggal di Amerika. Hal ini yang kemudian menjadikan
agama Islam adalah musuh terbesar Amerika Serikat. Seperti yang dipaparkan
oleh Alwi Shihab dalam bukunya berjudul Membedah Islam di Barat: Menepis
Tudingan Meluruskan Kesalahpahaman: Pemerintah Amerika juga telah
menetapkan 15 negara yang berpenduduk Muslim untuk diperlakukan secara
khusus dalam rangka mengantisipasi kemungkinan kaitannya dengan kelompok
teroris.9
7 Murodi, Sejarah Kebudayaan Islam; Madrasah Aliyah Kelas Tiga, (Jakarta: Toha Putra
Semarang, 2003). h.149

8 Moh. Natsir Mahmud, Orientalisme: Al-Quran Di Mata Barat Sebuah Studi Evaluatif
(Semarang: PT. Toha Putra, 1997) h. 17
9 Alwi Shihab, Membedah Islam di Barat: Menepis Tudingan Meluruskan
Kesalahpahaman. (Jakarta: Gramedia, 2004), h. 2

Seiring dengan berjalannya waktu dan dengan dihukum mati Sadam


Husein sebagai bagian dari al-Qaeda, umat muslim di Amerika sudah dapat
bernafas lega dan mendapatkan kembali tempat di hati masyarakat Amerika. Hal
ini kemudian mempengaruhi perkembangan agama Islam yang sangat pesat.
Selain itu juga dibeberapa kampus universitas-universitas yang ada di Amerika
juga sudah mengadakan adanya kajian studi mngenai Islam. Dalam hal ini
meliputi transkrip-transkip arab, bahasa Arab, pemikiran Islam dan hal lain yang
berhubungan dengan agama Islam.
Dibalik perkembangan Islam di Amerika serikat, para penentu kebijakan
Amerika, tampaknya ragu-ragu dalam mengambil posisi yang pasti terhadap
kebangkitan Islam di Amerika Serikat dewasa ini. Keraguan tersebut berakar dari
ketidakmampuan Washington dalam memprediksi dan mengukur dampak-dampak
kebijakan luar negeri pada negara-negara Islam pada saat mereka memegang
kekuasaan. Oleh karena itu, setidaknya ada tiga hal yang mendasari posisi
Amerika terhadap Islam politik10:

Pertama, Amerika tidak ingin terlihat tidak bersahabat bagi negara-negara


Islam, karena hal tersebut dikhawatirkan akan memperparah sikap mereka
terhadap Amerika. Para pejabat pemerintah Amerika tidak mau mengulangi
kesalahan yang dibuat saat menghadapi revolusi Islam di Iran.

Kedua, keraguan secara terbuka mendukung kelompok Islam manapun yang


kepentingan regional dan sekutunya. Ketiga, para pembuat kebijakan luar
negeri Amerika terdapat sebentuk ketidakyakinan tentang kemungkinan
terjadinya hubungan antara negara Islam dan demokrasi. Kebijakan luar
negeri Amerika Serikat sering dibicarakan dalam lingkup ketegangan
dialektika antara dua pola yang berlawanan

10 Mushlihin al Hafidz, Sejarah Perkembangan Islam di Amerika Serikat dari Masa


ke Masa. http://www.referensimakalah.com/2011/10/material-makalah-perkembangan-islamdi_980.html, diakses pada tanggal 24 april 2013 pukul 17.23

Ketiga, para pembuat kebijakan luar negeri Amerika terdapat sebentuk


ketidakyakinan tentang kemungkinan terjadinya hubungan antara negara
Islam dan demokrasi.
Terlepas dari itu semua, perkembangan Islam di Amerika sangatlah pesat.

Kaum muslimin hadir di Amerika sebelum abad kesembilanbelas. Barangkali


sekitar 20 persen budak Afrika yang dibawa ke Amerikadari abad keenambelas
sampai kesembilanbelas adalah muslim. Namun, hamper semuanya dipaksa untuk
memeluk Kristen. Tidak sampai akhir abad kesembilanbelas yang sejumlah
signifikan Muslim untuk pertama kalinya tampak di Amerika. Gelombanggelombang imigran awalnya dating dari dunia Arab (dari Syiria, Libanon, dan
Yordan). Gelombang-gelombang tersebut lalu diikuti oleh para pengungsi
Palestina yang melarikan diri dan kehilangan rumah-rumah mereka setelah
didirikannya Israel pada tahun1948. Pada decade-dekade terakhir, banyak yang
dating dari Timur Tengah dan Asia Selatan, meninggalkan negeri mereka karena
alasan-alasan politik dan ekonomi.11
Masjid-masjid dan Islamic center saat ini bisa ditemukan tidak hanya di
kota-kota besar tetapi juga di kota-kota kecil dan desa-desa. Lebih dari 1100
masjid dan Islamic Center ada di Amerika Serikat; Chicago memiliki 500.000
Muslim dan 50 masjid. Sementara banyak masjid memadukan dan mencerminkan
keanekaragaman kaum Muslim di Amerika, jamaah masjid yang lain berupa etnis
dan ras. Oleh sebab itu, mungkin ada lebih banyak masjid yang didirikan daripada
yang diperlukan di suatu wilayah untuk mengakomodasi perbedaan-perbedaan ini.
Disejumlah kota, orang bisa mengetahui mana yang masjidnya orang Arab, Asia
Selatan, Turki atau Afro-Amerika.12
Di bagian lain Amerika juga terdapat penyebaran-penyebaran agama
Islam, antara lain adalah Kanada dan Amerika Latin. Seperti di Kanada
11 John L. Espito, Islam: The Straight Path. Diterjemahkan oleh Arif Maftuhin. Cetakan
I (Jakarta: Paramadina, 2004), h. 256
12 Ibid, h. 257

perkembangan agama Islam merupakan paling pesat dibanding perkembangan


agama lainnya. Bahkan lebih pesat dibandingkan dengan perkembangan Kristen
dan Yahudi. Jika di Jerman para pemeluk Islam berasal dari Turki dan di Perancis
berasal dari Afrika Selatan, maka pemeluk Islam di Kanada berasal dari berbagai
negara. Selain itu, banyak juga mahasiswa dari Indonesia yang melanjutkan
studinya di salah satu Universitas terkenal di Kanda yaitu McGill University.
Maka tidaklah heran jika pertumbuhan dan perkembangan umat Islam di Kanada
sangat pesat.
Selain itu juga ada kajian mengenai studi islam di beberapa universitas di
Kanada, terdapat juga Islamic Center dan sejumlah masjid dan musholla. Hal ini
menunjukkan bahwa komunitas muslim di Kanada tidak sedikit dan berperan
dalam kehidupan masyarakat Kanada.13
Sedangkan di Amerika Latin yang mengalami perkembangan dan
pertumbuhan Islam dengan pesat salah satunya adalah Argentina. Jumlah
penganut agama Islam mencapai sekitar 3 juta jiwa yang kemudian menjadikan
Argentina sebagai negara yang memiliki penduduk muslim yang besar
dibandingkan dengan negara-negara di Amerika Latin lainnya. Sebelumnya
Amerika Latin merupakan wilayah misionaris Nasrani sejak awal abad ke-16.
Meski demikian, namun dakwah Islam dan semangat religiusnya tetap tinggi. Hal
ini dibuktikan dengan adanya masjid dibeberapa wilayah, salah satunya di Buenos
Aires yang merupakan ibukota Argentina. Masjid yang dibangun pada tahun 1989
tersebut kini telah menjadi pusat pengkajian dakwah dan juga sebagai pusat
ibadah masyarakat Islam disana. Selain di ibukota Argentina juga sudah banyak
didirikan masjid-masjid yang kokoh dan megah.14

13 Anonim, Pertumbuhan Islam Pesat di Kanada. Diterbitkan pada tanggal 15 Maret,


2009. http://badrislam.blogspot.com/2009/03/pertumbuhan-islam-pesat-di-kanada.html. Diakses
pada tanggal 26 April 2013 pukul 16.21 WIB

14 Anonim, Menengok Islam di Argentina. Diterbitkan pada tanggal 09 November,


2009 http://badrislam.blogspot.com/2009/11/menengok-islam-di-argentina.html. Diakses pada
tanggal 26 April 2013 pukul 15.48 WIB

Islamic Center yang berada di Argentina diberi nama The King Fahd
Islamic Cultural Center yang dibangun pada tahun 1996. Pusat kajian islam ini
dilengkapi dengan bangunan masjid, perpustakaan, sekolah dan lain sebagainya.
Adanya kaum muslimin di negara Argentina dipengaruhi oleh adanya pendatang
atau imigran muslim dari Timur Tengah seperti Libanon dan Syiria.15
Selain di Chicago, Argentina dan Kanada masih banyak umat islam yang
tinggal di berbagai wilayah di Amerika Serikat yang menyebarkan agama islam
dengan pnuh kedamaian dan melakukan interaksi sosial dengan baik dengan nonmuslim di negaranya. Tentu saja kajian-kajian islam di Barat juga berpengaruh
dalam dakwah islam sendiri.

KESIMPULAN

Agama Islam merupakan agama penyempurna untuk agam-agama


sebelumnya. Maka tidaklah heran jika Islam tersebar di seluruh dunia terutama di
negara bagian Barat yang mayoritas penduduknya merupakan kaum Yahudi dan
15 Ibid.

Nasrani. Namun hal ini tidak menyurutkan dakwah islam di Barat. Dengan adanya
orientalisme semakin banyak pula orang yang ingin mempelajari Islam secara
mendalam.
Berbagai faktor yang mempengaruhi berkembangnya agama Islam salah
satunya adalah kedatangan imigran muslim serta faktor kemauan diri yang
membuat islam semaikin pesat perkembangannya. Selain Amerika Serikat,
wilayah Eropa juga mengalami peningkatan perkembangan agama Islam.