Anda di halaman 1dari 46

Telaah kritis

jurnal
Efficacy of Noninvasive Tests
in the Diagnosis of
Helicobacter pylori infection
in Pediatric Patients

Bab I
pendahuluan

Latar belakang
Dalam

upaya penegakan diagnosis probabilita


ketidaktepatan diagnosis yang dibuat.
Uji diagnosis menentukan tingkat kemampuan
prosedur diagnosis dalam ketepatan
mendiagnosis keadaan seseorang penegakan
diagnosis dan pengambilan keputusan medis
yang tepat.
Kemampuan untuk mendiagnosis adanya suatu
keadaan sakit (rule in) maupun kemampuan
prosedur tersebut untuk tidak menemukan
keadaan sakit yang diduga (rule out).

Latar belakang
Infeksi Helicobacter pylori sering terjadi pada
anak.
Penegakan diagnosis = endoscopy sulit pada
anak
Berdasarkan perihal diatas, maka kami berusaha
menelaah jurnal berjudul Efficacy of Noninvasive
Tests in the Diagnosis of Helicobacter pylori
Infection in Pediatric Patients dalam pandangan
Kedokteran Berbasis Bukti (Evidence based
medicine).

Rumusan masalah
Apakah

penelitian pada jurnal berjudul Efficacy


of Noninvasive Tests in the Diagnosis of
Helicobacter pylori Infection in Pediatric Patients
telah memenuhi prinsip prinsip Kedokteran
berbasis bukti?
Apakah penelitian pada jurnal berjudul Efficacy
of Noninvasive Tests in the Diagnosis of
Helicobacter pylori Infection in Pediatric Patients
memberikan hasil yang dapat diterapkan
dalam masyarakat atau layak dipakai dalam
penggunaan klinik ?

Tujuan
Mengkaji

kelengkapan artikel jurnal


di atas berdasarkan aspek metodologi
Menentukan apakah artkel jurnal di atas
sahih (validity)
Menentukan apakah hasil penelitian
penting (importance)
Menentukan apakah hasil penelitian
dapat diterapkan (applicability)

Manfaat
Dengan

telaah kritis penelitian pada


jurnal yang berjudul Efficacy of
Noninvasive Tests in the Diagnosis of
Helicobacter pylori Infection in Pediatric
Patients kita bisa menilai jurnal ini
layak untuk dibaca dan
diaplikasikan dalam dunia
kedokteran yang profesional.

Bab II
Tinjauan pustaka

Evidence Based Medicine


Tidak

semua data/makalah/informasi dapat


diterima sebagai tambahan ilmu pengetahuan
tahun 1990 berkembang suatu ilmu yang disebut
Evidence Based Medicine (EBM) atau Kedokteran
Berbasis Bukti (KBB).
Evidence based medicine merupakan suatu
integrasi dari bukti terbaik yang tersedia
(best available evidence), keahlian klinis
(clinical expertise), dan nilai-nilai yang
menjadi dasar keputusan klinis pasien
(patients preference values).

Evidence Based Medicine


EBM

diharapkan mampu menyaring


semua data dan informasi dalam bidang
kesehatan, sehingga seorang dokter
hanya memperoleh informasi yang
sahih dan mutakhir untuk mengobati
pasiennya.

Evidence Based Medicine

Pedoman telaah kritis uji diagnosa

Apakah terdapat ketersamaran dengan Baku Emas (Gold


standard)?
Apakah sample subyek penelitian meliputi spectrum penyakit
dari yang ringan sampai yang berat, pneyakit yang terobati
dan yang tidak dapat terobati?
Apakah lokasi penelitian disebutkan dengan jelas?
Apakah presisi uji diagnosa dan variasi pengamat dijelaskan?
Apakah istilah normal dijelaskan?
Apakah uji diagnosa yang diteliti merupakan bagian dari suatu
kelompok uji diagnosa, apakah kontribusinya pada kelompok
uji diagnosa tersebut dijelaskan?
Apakah cara dan tehnik melakukan uji diagnosa yang sedang
diteliti dijelaskan, sehingga dapat direplikasi?
Apakah kegunaan uji diagnosa yang sedang diteliti
disebutkan?

Infeksi Helicobacter pylori


Helicobacter

pylori adalah kuman gram


negatif, mikroaerofilik yang menginfeksi
berbagai daerah di lambung dan duodenum.
Menyebabkan ulkus duodenum dan gaster.
Infeksi didapatkan secara per oral dan
sebagian besar ditularkan antar anggota
keluarga pada masa anak-anak.
Manifestasi klinis yang sering terjadi adalah
gangguan saluran cerna seperti muntah,
mual, diare, nyeri perut dan lain-lain tidak
spesifik
diagnosis pasti dari penyakit ini adalah
berdasar pada biopsi.

Infeksi Helicobacter pylori


Diperkirakan separuh dari populasi dunia saat
ini terinfeksi H.pylori.
Pada negara berkembang, prevalensi H. pylori
pada anak berkisar antara 30-80% dan di
negara maju diperkirakan sebesar 10%.
Penelitian interaksi antara H. pylori dan mukosa
gaster paling baik diteliti pada populasi anak
mukosa gaster anak dianggap terbebas
dari berbagai pengaruh yang diakibatkan
agen-agen penyebab penyakit
gastrointestinal sekunder (obat-obatan,
tembakau dan alcohol).

Infeksi Helicobacter pylori


Prosedur

diagnostic yang menjadi gold


standard penegakan diagnosis infeksi H.
pylori adalah endoscopy yang disertai
analysis biopsy ( analysis histologic dan
urease rapid test ataupun kultur
specimen mukosa gaster). tidak tepat
untuk dilakukan pada pasien anak.

Infeksi Helicobacter pylori


Saat

ini, banyak berkembang teknikteknik prosedur diagnostic yang


noninvasive antara lain pemeriksaan
serum (IgG and Cytotoxine-associated
gene product A) dan pemeriksaan saliva
(antibody IgG). Temuan antigen H.
pylori di feses juga dianggap cukup
bermanfaat dalam diagnosis dan
konfirmasi eradikasi kuman.

Bab III
pembahasan

PICO
Populasi : Pada pasien anak
Indeks Case: deteksi infeksi Helicobcter
pylori pada spesimen fecal, saliva, serum
immunoglobulin G dan CagA
Comparison :
esophagogastroduodenoscopy dengn
biopsi
Outcome : senstifitas dan spesifisitas
pemeriksaan noninvasive

Abstrak jurnal
Latar belakang : infeksi Helicobacter
pylori sering terjadi pada masa anak.
Helicobacter pylori dikenali sebagai
penyebab gastritis dan tukak lambung.
Tujuan : untuk meneliti beberapa jenis test
yang bersifat noninvasive, khususnya H.
pylori fecal antigen, untuk mendiagnosis
infeksi H. pylori dengan perbandingan test
gold standard yang sifatnya invasive yaitu
esophagogastroduodenoscopy dengan
biopsy.

Abstrak jurnal
Metode

250 pasien (102 laki-laki, rentang usia 3-18 tahun)


yang dicurigai mengalami kelainan pada saluran
cerna bagian ataa dan menjalani pemeriksaan
esophagogastroduodenoscopy dengan biopsy
(pemerikasaan histologic dan rapid urease test).
Pada semua pasien, dilakukan pemeriksaan H.
pylori fecal antigen, Immunoglobulin G (IgG) H.
pylori serum, dan cytotoxine-associated gene
product A immunoglobulin G (CagA).
Sensitivitas dan spesifisitas tes noninvasive
kemudian dibandingkan dengan pemeriksaan gold
standard.

Abstrak jurnal

Hasil :

dari 93 pasien (37%) diperoleh hasil histopathologik dan rapid


urease test yang positif.
Pemeriksaan H. pylori fecal antigen memiliki tingkat
sensitivitas 97%, spesifisitas 98%, positive predictive value
(PPV) 97% dan negative predictive value (NPV) 98%;
pemeriksaan Immunoglobulin G (IgG) H. pylori serum memiliki
sensitivitas 86%, spesifisitas 80%, PPV 72% dan NPV 90%;
pemeriksaan CagA memiliki sensitivitas 83%, spesifisitas 80%,
PPV 71% dan NPV 89%.

Kesimpulan : penelitian ini menunjukkan bahwa diantara


tes yang sifatnya noninvasive dan mudah diaplikasikan
(khususnya pada anak kecil), pemeriksaan H. pylori fecal
antigen adalah mudah dikerjakan, sederhana dan memiliki
akurasi tinggi dalam men-screening pasien yang terinfeksi H.
pylori.

Telaah Kelengkapan
Penelitian dalam Jurnal
Judul

sudah baik, lugas, tidak terlalu panjang


maupun singkat. Isi dan tujuan dari
penelitian sudah tergambar dari judul
tersebut.

Pengarang

dan institusi

Nama pengarang dan institusi


afiliasi telah ditulis sesuai
aturan jurnal. Alamat afiliasi
dan korespondensi juga
telah dicantumkan dengan
jelas, sehingga pihak
penerbit atau pembaca dapat
menghubungi bila perlu.

Abstrak

Abstrak yang ditulis tidak dalam satu paragraph tetapi secara


terstruktur. Komponen objective, methods, results, dan
conclusion sudah terpenuhi. Namun tidak didapatkan adanya
key words yang kiranya dapat dipakai dalam keperluan buku
indeks.

Pendahuluan
epidemiologi
infeksi H.
pylori pada
anak.

besaran
permasaalahan
yang ditimbulkan
oleh infeksi
tersebut

mengapa
penelitian
tentang infeksi
H. pylori lebih
baik untuk
dilakukan pada
pasien anak
permasalahan
pemeriksaan
baku standar
yang dihadapi

tujuan dari
penelitian

Metode

cross sectional.
250 pasien anak (rentang usia 3-18 tahun)
keluhan saluran cerna bagian atas (gejala
nyeri perut berulang, nyeri perut diurnal
atau nocturnal, nausea, muntah dan
kekurangan zat besi) datang ke rumah
sakit untuk menjalani prosedur
esophagogastroduodenoscopy dengan biopsy.
Informed consent (+) etik penilaian sudah
diperoleh dalam penelitan ini.
Observasi dan cara pengukuran dijelaskan
orang lain dapat mengulangi.
Pengolahan data secara statistic dilakukan
dengan X2 (chi square) test.

Hasil

ditampilkan informasi atau tabel tentang


sensitivitas, spesifisitas, positive
predictive value dan negative predictive
value 4 macam tes noninvasive yang
diteliti

Diskusi

Diskusi relevan dan sesuai dengan judul


dan tujuan penelitian.
Sayangnya, keterbatasan penelitian tidak
diungkapkan pengaruhnya terhadap
penelitian.
Tidak menjabarkan peneyelesaian
terhadap keterbatasan2 yang ada.
Kesimpulan akhir diantara berbagai
pilihan tes noninvasive yang ada,
pemeriksaan H. pylori fecal antigen
merupakan jenis pemeriksaan yang
paling tepat diaplikasikan pada
ruang lingkup pasien anak.

Daftar

pustaka, dll

ditulis sesuai aturan jurnal.


Secara garis besar jurnal telah ditulis
dengan taat azas

Telaah kritis uji


diagnosis
Apakah

terdapat ketersamaran
dengan Baku Emas (Gold
standard)?

Iya. Peneliti membandingkan hasil


seluruh tes yang diuji dengan
pemeriksaan gold standard yaitu
pemeriksaan pemeriksaan
esophagogastroduodenoscopy dengan
biopsy.

Apakah

sample subyek penelitian


meliputi spektrum penyakit dari yang
ringan sampai yang berat, penyakit
yang terobati dan yang tidak dapat
terobati?

Ya

Gejala nyeri perut dibandingkan dengan gold


standard, namun hasilnya tidak memberikan
perbedaan yang signifikan.

Apakah

lokasi penelitian
disebutkan dengan jelas?

Tidak. Lokasi penelitian tidak disebutkan


dengan jelas.
Namun pada jurnal dicantumkan afiliasi
para peneliti kami berasumsi bahwa
penelitian dilakukan di afiliasi para penulis
tersebut yaitu di unit pediatric, unit
endoskopi dan bedah digestif,
laboratorium sentral serta unit
gastroenterology rumah sakit di Italia.

Apakah

presisi uji diagnosa dan


variasi pengamat dijelaskan?

Ya. Pada jurnal ini dijelaskan mengenai


presisi uji diagnosis uji gold standard
pemeriksaan esophagogastroduodenoscopy
yang menggunakan alat Olympus
videoscope XQ140 atau GF100 (Olympus,
Tokyo, Japan) dengan pengambilan
specimen dari 2 titik yaitu dari bagian body
dan antrum. Specimen biopsy kemudian
diamati secara histologis ( bakteri +)dan
juga dilakukan urease rapid test positif
apabila terjadi perubahan warna akibat
adanya peningkatan pH yang disebabkan
oleh H. pylori;

pemeriksaan enzyme immunoassay berdasarkan


metode yang dikembangkan oleh Premier Platinum
HpSA, Meridian Daignostic Inc, Cincinnati, Ohio
mendeteksi adanya antigen pada feses;
untuk pemeriksaan saliva dan antibody serum, para
peneliti menggunakan teknik enzyme immunoassay
yang dibakukan untuk pasien anak (EIA WELLEUROSPITAL; Radium Spa, Pomezia, Italy) dimana
enzyme horseradish peroxidase menjadi pendeteksi
enzyme yang digunakan.
Keadaan variasi pengamat memang tidak
dicantumkan pada jurnal ini, penulis hanya
menyebutkan bahwa semua proses dan hasil
penelitian ini telah disetujui oleh Scientific
Secretariat Bambino Gesti Pediatric hospital,
Roma, Italia.

Apakah

istilah normal dijelaskan?

Ya. Jurnal juga menampilkan nilai-nilai


yang menjadi batasan tes.
Pemeriksaan antibody serum, nilai antara
0-22 UA/mL dianggap normal,
Untuk CagA, nilai lebih dari 7,5 UA/mL
dianggap positif
Untuk antibody saliva, cut off point yang
dipakai ialah 20 UA/mL.

Apakah

uji diagnosa yang diteliti


merupakan bagian dari suatu
kelompok uji diagnosa, apakah
kontribusinya pada kelompok uji
diagnosa tersebut dijelaskan?

Ya. Pada bagian diskusi, disebutkan


bahwa terdapat penelitian multicentre di
Italia yang sebelumnya telah meneliti
akurasi tes fecal antigen dan
penelitian ini bermanfaat untuk
mengkonfirmasi tingkat sensitivitas
dan spesifisitas tes yang telah diteliti
pada peneliti lain terhadap orang
dewasa maupun anak-anak.

Apakah

cara dan tehnik melakukan


uji diagnosa yang sedang diteliti
dijelaskan sehingga dapat
direplikasi?

Ya. Penulis cukup mendeskripsikan secara


rinci teknik pengambilan specimen,
pemeriksaan specimen serta
intepretasi yang dilakukan terhadap
hasil sehingga memungkinkan peneliti
lain jika ingin melakukan replikasi

Apakah

kegunaan uji diagnosa yang


sedang diteliti disebutkan?

Ya. Disebutkan bahwa penelitian ini


bermanfaat untuk mengkonfirmasi
tingginya sensitivitas dan spesifisitas
H. pylori stool antigen test (dalam
kaitannya dengan diagnosis yang dibuat
berdasarkan prosedur diagnostic invasive)
yang telah disimpulkan dari penelitianpenelitian lain yang sejenis.

Penilaian Validitas
(Validity)
Validitas berhubungan erat dengan bias dan
metode penelitian. Pada penelitian ini telah
dilakukan langkah-langkah untuk meminimalisir
terjadinya bias tersebut.
Untuk mencegah terjadinya bias
samplingmenerapkan kriteria inklusi
sampel yaitu sampel adalah pasien anak
(rentang umur 3-18 tahun) yang datang dengan
keluhan nyeri perut berulang, dan gejala
gangguan saluran cerna lainnya.
Untuk mencegah terjadinya bias dalam
pengambilan specimen biopsy sampel,
pemeriksaan esophagogasterduodenoscopy
dilakukan dengan alat standard.

Penilaian validitas
Untuk mencegah bias pengamatseluruh
pemeriksaan laboratorium dikerjakan di
laboratorium sentral yang dimiliki oleh rumah
sakit tempat penelitian dilakukan.
Untuk metode penelitian, peneliti menggunakan
metode cross sectionalsesuai dengan
tujuan penelitian yang ingin memvalidasi
akurasi metode diagnostic noninvasive yang
telah diteliti sebelumnya.
Secara umum, kami menganggap jurnal ini
cukup valid dinilai dari bias yang minimal
dan pemilihan metode penelitian yang
sesuai dengan tujuan penelitian.

Penilaian Pentingnya Hasil penelitian


uji Diagnostik (Importance)

Pemeriksaan

total

esophagogastroduodenosc

Pemeriksaa
n

fecal

Positif
negatif

opy
positif
90
3

3
154

93
157

93

157

250

negatif

antigen
test
total

Prevalensi : 93/250 = 37,2%


PPV
: 90/93 = 97%
NPV
: 154/157 = 98%
Sensitivity : 90/93 = 97%
Spesificity : 154/157 =98%
LR +
: 97%/2% = 48,5
LR : 3%/98% = 0,03
Pre test odds : 37,2%/62,8% = 0,59
Post test odds : 0,59 x 48,5 = 28,6

Penilaian Pentingnya Hasil penelitian


uji Diagnostik (Importance)
Pentingnya suatu uji diagnostik dapat dilihat dari
kemampuan dari tes untuk mengubah ketidakyakinan
sebelum tes dan setelah testampak dari pergeseran
yang cukup besar dapat dilihat dari kurva yang terbentuk
antara pre test probability dengan post-test probability
positif dan negative.
Post test probability positif ialah nilai dari PPV
sedangkan post test probability negative
merupakan hasil dai 1-NPV. Pada penelitian ini, nilai
pre test probability = prevalensi = 37,2%. Nilai post
test probability positive = PPV = 97% dan nilai
post test probability negative = 1-NPV = 2%.
dari hasil tersebut kami simpulkan hasil penelitian ini
cukup penting karena pergeseran nilai yang cukup besar.

Kemampuan Terapan Hasil Studi


pada Pasien (Applicability)
Menurut

kami, uji diagnostik fecal antigen


test untuk mendeteksi infeksi H. pylori pada
anak dapat diterapkan di Indonesia dan
di RSDS khususnya mengingat insiden
penyakit yang cukup tinggi.
Selain itu uji diagnostic ini kami anggap
tepat untuk diterapkan pada populasi
anak dimana pemeriksaan
esophagogastroduodenoscopy yang
invasive sulit untuk dilakukan.

Bab IV
kesimpulan

Penelitian

dalam jurnal sudah cukup


memenuhi prinsip-prinsip epidemiologi
klinik.
Jurnal ini dapat dikategorikan sahih
Penelitian dalam jurnal dapat digunakan
untuk kegiatan klinik.

NO
1

PEDOMAN
Apakah terdapat ketersamaran dengan Baku Emas (Gold standard)?

YA
X

Apakah sample subyek penelitian meliputi spectrum penyakit dari X

TIDAK

yang ringan sampai yang berat, penyakit yang terobati dan yang
tidak dapat terobati?

Apakah lokasi penelitian disebutkan dengan jelas?

Apakah presisi uji diagnosa dan variasi pengamat dijelaskan?

Apakah istilah normal dijelaskan?

Apakah uji diagnosa yang diteliti merupakan bagian dari suatu X

kelompok uji diagnosa, apakah kontribusinya pada kelompok uji


diagnosa tersebut dijelaskan?

Apakah cara dan tehnik melakukan uji diagnosa yang sedang diteliti X

dijelaskan sehingga dapat direplikasi?

Apakah kegunaan uji diagnosa ynag sedang diteliti disebutkan?

TERIMA KASIH