Anda di halaman 1dari 15

TUGAS

IKAN HIAS DAN KORAL

OLEH :
MOHAMMAD INDRAJAB
(1304053100)

BUDIDAYA PERAIRAN
FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
2016

1.

Klasifikasi ikan mas koki

Menurut Budiman dan Lingga (2005), Klasifikasi ikan mas koki adalah sebagai berikut:
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Cypriniformes
Family: Cyprinidae
Genus: Carassius
Species: Carassius auratus (goldfish)
Ikan maskoki yang memiliki nama latin Carrasius auratus pada awalnya dibudidayakan oleh
masyarakat Cina pada tahun 960-1729. Awalnya bentuk maskoki sama seperti ikan mas,
karena memang jenis ikan ini berasal dari satu kerabat. Bedanya maskoki tidak memiliki
sepasang sungut di mulutnya.
Ikan mas koki merupakan salah satu jenis ikan pajangan yang sangat populer. Banyak
penggemar jenis ikan mas koki karena melihat tubuhnya yang aneh dan sulit digambarkan
sehingga banyak orang mengatakan sebagai fantastik! Ikan mas koki ini termasuk ikan yang
lamban geraknya sehingga di dalam akuarium sering menjadi korban bulan-bulanan ikan
lainnya.
Sebenarnya jenis ikan mas koki yang asli tidaklah semenarik ikan mas koki yang kita kenal
sehari hari. Ikan mas koki bentuk dasarnya tidak berbeda dengan ikan mas koki biasa. Daya
tariknya hanya terletak pada warna merah menyala yang membentang dari pangkal ekor
sampai leher.
Tetapi, secara keseluruhan bentuk dan warnanya tidak berbeda dengan ikan mas pada
umumnya. Ikan mas ini disebut juga dengan nama goldfish. Dan, di dalam sebuah akuarium,
ikan mas koki terlihat begitu elok sebagaimana namanya goldfish (ikan mas).
Dan, keistimewaan yang paling menarik dari jenis ikan mas koki adalah bentuk strainnya yang
jauh berbeda dengan ikan mas koki aslinya. Sampai sekarang ini, di negeri China telah banyak
dihasilkan strain strain baru dari ikan mas koki ini.
Berdasarkan penelitian kromosom, spesies ikan yang di temukan di Cina yang masih
berhubungan erat dengan maskoki. Nama ikan itu karper crucian (crucian carp). Bentuk karper
crucian seperti ikan mas yang terdapat di Indonesia tak lain adalah karper. Nama ikan mas
untuk karper itu lazim di gunakan penduduk Jawa, khususnya di Jawa Timur.

Adanya pertalian kromosom itu, para ahli yakin bahwa karper crucianlah yang merupakan asal
muasal maskoki. Kalau kini tidak ada lagi persamaan bentuk antara maskoki dan karper
crucian, penyebabnya telah terjadi mutasi dan kawin silang pada turunannya. Sebagai ikan hias
akuarium, maskoki terkenal di seluruh dunia, terutama di Cina, Jepang,Amerika, dan Eropa.
Kendati sudah diketahui negara sal maskoki, tetapi sampai sekarang belum di temukan catatan
sejak kapan pertama kali maskoki di jadikan ikan hias. Hanya dikabarkan, karper crucian yang
menjadi nenek moyang naskoki dijinakkan pertama kali sekitar 1000 tahun silam, ketika
dinasti Sung berkuasa (960-1279). Sedangkan perkembangannya baru pesat setelah teknik
budidaya air tawar dikenal, yakni semasa pemerintahan Dinasti Ming (1368-1644).
Pada era Dinasti Ming baru bermunculan ikan mas berwarna aneh-aneh. Ikan mas generasi
baru ini disebut goldfish di luar negri dan dikenal dengan nama maskoki di Indonesia.
Saat ini di Cina tipe maskoki diperkirakan sudah ratusan. Untuk memudahkan mengenalnya,
tipe-tipe maskoki diberi mana berdasarkan keunikan yang terdapat pada tubuhnya. Misalkan:
berdasarkan bentuk kepala, mata, tutup insang, selaput hidung, dan selaput mata.
Sekitar tahun 1500an semasa Shogun berkuasa maskoki masuk ke Jepang dan merupakan
piaraan kaum elit pada masa itu. Namun seirung dengan perjalanan waktu akhirnya maskoki
dapat di pelihara masyarakat luas. Maskoki dari Jepang di pasarkan ke seluruh dunia. Antara
lain ke USA, Inggris, Jerman, Prancis, dan juga ke Indonesia.
Menurut Yoshichi Matsui, dalam bukunya Goldfish Guide, maskoki di Jepang dikelompokkan
menjadi 3 berdasarkan asalnya. Masing-masing adalah inpor dari cina (wakin, maruko, ryukin,
domekin), hasil seleksi (jikin, nankin, tosakin, tetsuonaga, osaka ranchu, hanafusa, oranda
shishigashira), hasil dari silangan (kiranshi, shubunkin, shukin, kaliko, azumanishiki).
Ikan maskoki dapat tumbuh hingga mencapai 23 inch (53 cm) dan maksimum mencapai berat
9.9 pounds (4.5 kg), namun hal ini sangat jarang terjadi; sebagian besar maskoki hanya
mencapai separuh dari ukuran maksimal tadi dalam masa pertumbuhannya. Dalam kondisi
yang optimal, maskoki mampu bertahan hidup hingga 40 tahun, tetapi sebagian besar maskoki
umumnya hidup antara 6 - 8 tahun.

2.
1.

Syarat hidup maskoki secara umum dapat dikatakan bahwa maskoki termasuk ikan
yang mampu beradaptasi dengan berbagai variasi kualitas air dan juga suhu.

pH

Nilai pH yang dianggap ideal untuk menumbuhkembangkan maskoki berkisar dari 7.0-8.0.
Meskipun demikian, diketahui bahwa maskoki masih dapat mentolelir nilai pH lebih rendah atau
lebih tinggi dari kisaran tersebut. Hal yang perlu diperhatikan adalah membiarkan terlebih
dahulu maskoki yang akan dipelihara untuk beradaptasi dengan kualitas air yang kita siapkan.
Sangat tidak disarankan untuk melakukan penggantian air atau melakukan perubahan kualitas
air secara drastis.
Walaupun maskoki diketahui mempunyai toleransi lebar terhadap berbagai nilai pH, akan tetapi,
seperti halnya kelompok ikan mas pada umumnya, mereka tidak akan bisa bertahan pada pH
dibawah 5.0 atau diatas 10.0. Untuk itu, dalam melakukan pengelolaan air perlu memperhatikan
kadar pH-nya agar tidak sampai membahayakan mereka.
2.

Kesadahan

Kebutuhan tingakat kesadahan air untuk maskoki diperkirakan antara rendah sampai sedang.
Tidak ada informasi yang akurat mengenai hal ini. Meskipun demikian, dari berbagai laporan,
diketahui bahwa kondisi kesadahan air yang ideal bagi maskoki berkisar antara 17derajat 22
derajat.
3.

Komposisi

Maskoki sangat sensitif terhadap kadat chlorine yang biasa digunakan sebagai disinfektan pada
air olahan. Oleh karena itu, dalam menyiapkan air bagi mereka pastikan baha air tersebut
bebas dari chlorine. Hal ini dapat dilakukan dengan mengendapkan air terlebih dahulu, atau
dengan menambahkan anti-chlorine.
Maskoki merupakan ikan yang banyak mengeluarkan sekresi dari tubunya. Hal demikian dapat
memicu terbentuknya amonia dalam air. Amonia yang terbentuk dapat menjadi racun bagi ikan
bersangkutan, terutama bila kadarnya sudah mencapai 2 ppm. Pergantian air atau penggunaan
sistem diltrasi yang baik akan sangat membantu agar air akuarium maskoki dapat selalu terjaga
kadar amonianya dibawah nilai 2 ppm, atau bahkan 0 ppm.
Logam berat terlarut seperti Zn (seng) atau Cu (tembaga) bersifat racun bagi maskoki dan juga
jenis ikan lainnya. Oleh karena itu, sangat tidak direkomendasikan untuk memelihara atau
meletakkan maskoki dalam bak-bak yang terbuat dari bahan seng atau bahan lainnya yang
dapat melepaskan seng atau tembaga kedalam air. Meskipun demikian, diketahui toleran
terhadap kadar besi dalam air hingga batasan tertentu. Bagi mereka yang akan memelihara
maskoki dengan menggunakan air alami, tidak ada salahnya diwaspadai pula kemungkinan
hadirnya berbagai bahan pencemar yang mungkin masuk dari lingkungan sekitarnya, seperti
phenol; merkuri, minyak, kadmium, dan juga insektisida.

4.

Suhu

Suhu ideal bagi maskoki berada pada kisaran 20 derajat - 25 oC. Fluktuasi perubahan suhu
direkomendasikan tidak lebih dari 5 oC, terutama dalam proses pergantian air atau proses
transportasi. Fluktuasi suhu diatas 5 oC akan sangat membahayakan ikan yang bersangkutan.
Berbagai varietas maskoki sendiri dikembangkan diberbagai tempat dengan variasi suhu yang
berbeda yaitu mulai dari 4 derajat C - 35 oC. Meskipun demikian selalu disarankan agar mereka
dipelihara pada suhu tidak kurang dari 10 oC.
5.

Kepadatan

Kepadatan ikan dalam volume air tertentu akan sangat menentukan tingkat keberhasilan
memelihara maskoki, kemudahan dalam mengelola air dan menghindarkan terjadinya stress
yang dapat memicu terjadinya berbagai masalah ikutan lainnya. Selalu disarankan agar
maskoki dipelihara dengan kepadatan serendah mungkin, atau dipelihara sesedikit mungkin
dalam suatu wadah. Aturan secara umum menyebutkan bahwa kepadatan maskoki dapat
dihitung berdasarkan porsi 1 cm panjang ikan untuk setiap liter air. Pada tempat-tempat
pemeliharaan yang didukung dengan peralatan pendukung kehidupan yang baik kepadatan
maskoki dapat ditingkatkan hingga 0.5 gm panjang ikan per liter air.

3.

1.

JENIS JENIS IKAN MAS KOKI

Bubble Eye/Suihogan Goldfish:

Spesies ikan mas koki unik yang berasal dari Cina ini punya mata yang menunjuk ke atas dan 2
kantung besar berisi cairan,IKan ini juga tidak punya sirip di punggungnya,ikan mas ini bisa
tumbuh 6 -8 inchi.
2.

Ranchu Goldfish:

Ikan mas koki dengan tampilan yang tidak biasa ini disebut sebagai "raja ikan mas" oleh orang
Jepang. Ranchu adalah hasil dari percobaan perkimpoian silang yang berbeda dari Lionhead
Cina.IKan ini ga punya sirip atas,dan punya banyak warna seperti orange, red, white, red-andwhite, blue, black, black-and-white, black-and-red,Ikan dengan badan kuning pucat dan kepala
merah sangat jarang dan langka.
3.

Butterfly tail/Jikin Goldfish:

Indah dan menggemaskan tetapi langka,Jikin diyakini dari Jepang. Ciri yang paling menonjol
adalah ekor yang memiliki bentuk X.ekor kupu kupunya memiliki panjang khas, berbentuk
cerutu atau torpedo. Tubuh yang putih dengan bibir,sirip dan insang merah.dapat tumbuh
sampai 9 inci. Nama lainnya adalah ekor Merak dan Rokuri.
4.

Telescope Eye/Demekin Goldfish:

Spesies ini punya mata yang esar dan unik,Variasi ini berwarna merah, merah-putih,belacu,
hitam-putih, coklat, biru, lavender, cokelat-dan-biru dan warna hitam. Mereka mungkin juga
kadang punya sisik metalik.Walau matanya besar,penglihatannya buruk dan lebih baik tidak
dicampur 1 akuarium dengan jenis lain yang lincah dan ditempatkan di akurium tanpa benda
lanci.
5.

Oranda Goldfish:

Oranda, ikan mas koki unik dari Cina dan Jepang, dicirikan oleh tudung seperti raspberry
dikepalanya. Ikan mas koki ini sangat terkenal di seluruh dunia,dan punya badan bear dengan
4 ekor panjan.
6.

Celestial Eye/Choten gan Goldfish:

Salah satu ikan mas koki aneh yang berasal dari Cina dan Korea.Mata ikan mas ini seperti
mata ikan mas teleskop,tapi mengarah keatas Tubuh ikan ini berbentuk seperti torpedo,dan tak
punya sirip atas
7.

Lionchu/Lionhead Goldfish:

Ikan mas koki Unik ini adalah ikan mas yang tidak memiliki sirip atas dari Thailand dan hasil dari
perkimpoian silang antara lionheads dan ranchus. Memiliki tubuh yang besar, lebar dan
melengkung ke belakang dan kepala yang besar.
8.

Ryukin Golfish:

IKan mas koki berwarna cerah dan menarik dari Jepang ini punya sirip yang besarnya 2 kali
panjang tubuhnya,moncongnya juga lancip dan punggungnya bungkuk. Ryukin punya warna
seperti merah marun, merah-putih, putih, metalik dan warna belacu.di akuarium yang bagus
perawatannya ikan ini dapat mencapai hingga 8 inci atau 21 cm. Nama julukan lainnya adalah
Ribbontail Jepang,Fringetail,Fantail atau Veiltail

9.

Calico/Nacreous Goldfish:

Ikan mas koki bernama Calico atau Nacreous ini punya percampuran sisik warna metalik dan
transparan yang menimbulkan kesan mutiara. Calico bisa tumbuh sampai 12 inchi.Coraknya
terdiri dari bercak-bercak merah, kuning, abu-abu dan hitam bersama bercak gelap dan biru.
10.

PomPom/Hanafusa Goldfish:

Hanafusa punya daging yang tumbuh seperti pom pom di sekitar hidungnya,badannya seperti
lionhead,tapi yang tumbuh adalah hidungnya,kadang malah ada daging yang tumbuh sampai
melewati bawah rahangnya.
11.

Chinsurin/Pearlscale Goldfish:

Ikan mas yang satu ini punysa sisik berbintik bintik dan berwarna mutiara, berasal dari Jepang
dan dipanggil Chinsurin
12.

Common goldfish

Ikan mas biasa hanya berbeda dalam warna dari nenek moyang mereka, ikan mas Prusia. Ikan
mas biasa datang dalam berbagai warna termasuk merah, oranye / emas, ikan mas putih, hitam
dan kuning atau 'lemon'.
13.

Black Moor:

The Black moor adalah berbagai teleskop bermata ikan mas yang mewah yang memiliki
karakteristik menonjol sepasang mata. Hal ini juga disebut sebagai Popeye, teleskop, kuro
demekin di Jepang dan naga-mata di Cina
14. Comet (goldfish)
Ikan mas komet atau komet-tailed adalah berbagai mewah yang paling umum di Amerika
Serikat. Hal ini mirip dengan ikan mas biasa, kecuali sedikit lebih kecil dan lebih ramping, dan
terutama dibedakan oleh panjang ekornya, sangat cagak.
15.

Fantail (goldfish):

Ikan mas Fantail adalah bentuk barat Ryukin dan memiliki tubuh berbentuk telur, sirip punggung
tinggi, sirip ekor panjang empat kali lipat, dan tidak ada bonggol bahu.
15.

Shubunkin:

Fancy dan Shubunkins Jepang hardy ("brokat merah") memiliki ekor tunggal dengan skala
nacreous, dan pola yang dikenal sebagai belacu.
16.

Panda Moor:

Tegalan panda mewah memiliki pola warna hitam-putih karakteristik dan mata menonjol.
17.

Veiltail:

The veiltail fancy dikenal yang ekstra panjang, mengalir ekor ganda. Veiltail standar modern
memerlukan lekukan sedikit atau tanpa tepi trailing dari sirip ekor, seperti dalam pernikahan
jilbab untuk pengantin.

4.

PEMBENIHAN IKAN MAS KOKI

Pada pembenihan ikan mas koki, proses pemeliharaan induk merupakan tahapan awal yang
harus dilakukan. Ikan mas koki dijadikan induk pada usia 7 bulan. Setelah diseleksi, induk dapat
ditebar dan diberi pakan sehari sekali.
Sebelum dipijahkan, terlebih dahulu dilakukan sampling kematangan induk. Setelah
berlangsung pemijahan, induk-induk dimasukkan ke akuarium pemeliharaan yang berbeda.
Telur-telur yang dihasilkan akan menetas 3-4 hari setelah pemijahan (Kiyoku, 2011).
Menurut Budiman dan Lingga (2005), larva-larva ikan mas koki dipindahkan ke akuarium
pemeliharaan setelah berumur 3-4 hari. Larva diberi pakan pada umur 4-10 hari. Benih ikan
mas koki umur 10 hari ditebar ke bak pemeliharaan.
A. Pemeliharaan Induk
1.

Persiapan wadah pemeliharaan:

a.

Ikan mas koki dapat dijadikan induk apabila sudah mencapai umur tujuh bulan.

b. Wadah pemeliharaan ikan mas koki berupa akuarium berukuran 100 x 60 x 60 cm dan bak
fiber bervolume 1000 liter.
c.

Pengisian air sebanyak 200 liter pada akuarium dan untuk bak fiber sebanyak 500 liter.

d.

Kemudian dipasang aerasi dan heater ke dalam wadah pemeliharaan.

2. Penebaran Induk
a. Penebaran Induk

Induk pertama-tama diaklimatisasi, caranya plastik dibiarkan terbuka hingga ada


pertukaran suhu dan penyesuaian air.

Induk diseleksi antara jantan dan betina. Penebaran induk diakuarium terpisah untuk
menghindari pemijahan liar.

Induk ditebar diakuarium pemeliharaan 1 5.

b.

Pakan dan pemberian pakan induk

Pakan yang diberikan untuk induk adalab pakan buatan (pellet)

Pemberian pakan induk dilakukan sekali sehari yaitu pada pagi ban pukul 07.00 -08.00
WIB.

Pemberian pakan dilakukan dengan cara menebar secara merata dan dosis yang
diberikan sekitar 3 % dan total berat badan ikan.

3.

Pengelolaan kualitas air

a. Agar air di akuarium tidak keruh dan terjadi pertukaran, didalam akuarium pemeliharaan
induk dipasang pompa air berukuran kecil.
b. Setiap 3 hari sekali dilakukan pergantian air sebanyak 80 % (160 liter), pencucian dinding
dan dasar akuarium serta pencucian saringan.
4.

Pemberantasan dan pencegahan hama dan penyakit

a. Untuk mencegah timbulnya hama dan penyakit pada ikan maskoki dengan cara rajin
membersihkan wadah pemeliharaan, menjaga kualitas air lingkungan perairan tetap stabil dan
normal.
b. Sedangkan untuk pengobatan bagi induk ikan maskoki Tetracylin, sebanyak 4 kapsul
dalam 100 liter air selama 24 jam.
5.

Sampling kematangan induk

a. Sehari sebelum dipijahkan induk-induk ikan mas koki baik jantan maupun betina
dipuasakan.
b. Sampling induk matang gonad yang siap untuk dipijahkan cukup dengan melihat ciri-ciri
berikut:

Induk ikan jantan pada sirip dada terdapat bintik putih bulat menonjol bila diraba sangat
kasar, dilihat di anusnya berbentuk oval dan kecil dan bila distriping akan keluar cairan putih
susu yang disebut sperma.

Sedangkan ciri induk ikan betina duburnya besar, menonjol, bentuknya bulat dan bila
diraba bagian perutnya akan terasa lembek.
B. Pemijahan
a.

Pemijahan dilakukan pada akuarium berukuran 100 x 60 x 60 cm

b. Akurium diisi air sebanyak 200 liter, diberi aerasi dan substrat sebagai tempat peletakan
telur.
c. Akuarium pemijahan diberi kaca berukuran 39 x 26 cm guna untuk mempermudah
perhitungan jumlah telur.
d. Induk mas koki memijah ditandai dengan induk jantan menggosok-gosokkan tubuhnya
kebagian belakang tubuh induk betina.
e. Setelah cukup lama terjadi percumbuan, induk betina akan segera mengeluarkan telur
bersamaan dengan sperma induk jantan disekitar substrat rapia, kaca dan dasar aluminium.
f.

Proses pemijahan teijadi pukul 04.00-06.00 WIB

g. Setelah proses pemijahan berlangsung induk-induk diangkat dengan serokan, dan


ditimbang bobot akhirnya.
h. Untuk poses pematangan gonad kembali, induk-induk dimasukkan ke akuarium
pemeliharaan yang berbeda.
C. Penetasan Telur
a. Telur-telur hasil pemijahan dipindahkan ke dalam akuarium penetasan, berukuran 100 x 60
x 60 cm dan 60 x 40 x 40 cm.
b.

Telur-telur ikan maskoki akan menetas 3-4 hari setelah pemijahan.

D. Pemeliharaan Larva
a. Larva-larva ikan maskoki dipindahkan dan akuarium penetasan ke akuarium pemeliharaan
setelah berumur 3-4 hari.
b.

Akuarium yang digunakan 100 x 60 x 60 cm, 60 x 40 x 40 cm dan 25 x 15 x 15 cm.

c. Akuarium diisi air, hingga volume 150 liter lalu diberi aerasi kemudian dilakukan
pemasangan heater.
E. Pemberian Pakan
a. Larva ikan maskoki mulal berumur 4-10 hari dibeni pakan buatan berupa kuning telur
rebus yang dilarutkan dalam air hingga halus.
b. Cara pemberian sedikit demi sedikit dan sering, satu kali pemberian pakan sebanyak 0.34
gram kuning telur.
c.

Pemberian pakan pada pukul 08.00, 11.00, dan 15.00 WIB.

F. Pengelolaan Kualitas Air


a. Setiap tiga hari sekali dilakukan pergantian air sebanyak 50% (100 liter), pencucian dinding
dan dasar akuarium.
G. Pemeliharaan Benih
a.

Benih ikan maskoki umur sepuluh hari ditebar di kolam dan bak pemeliharaan.

b. Frekuensi pemberian pakan berupa pellet diberikan 2 kali sehari, pada pukul 09.00 dan
13.00

5.

PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN

IKAN MAS KOKI

Menurut Redaksi AgroMedia (2008), memelihara dan merawat koki dalam rumah cukup mudah.
Hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas air, pemberian pakan, dan sarana penunjang
akuarium.
1.

Persiapan akuarium

Pemeliharaan koki dapat dilakukan di dalam akuarium atau di dalam kolam. Di dalam akuarium
atau kolam berukuran 100 x 50 x 50 cm, idealnya diisi 4-10 ekor koki dengan panjang 10-15
cm. Untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan koki, akuarium yang digunakan juga diberi
peralatan penunjang seperti aerator, power head, dan filter.
2.

Kualitas Air

Air yang digunakan untuk ikan koki sebaiknya terbebas dari bahan-bahan yang dapat
menyebabkan ikan sakit. Idealnya, air yang digunakan untuk akuarium koki memiliki tingkat
keasaman (pH) 6-7 dan bersuhu 22-260C. Mengingat koki merupakan ikan yang termasuk
rakus, sehingga kotorannya juga banyak, air akuarium atau kolam harus diganti rutin setiap
minggu disertai juga dengan pembersihan media filter. Jika media filter sudah jenuh sebaiknya
diganti saja.
3.

Pemberian Pakan

Makanan yang terbaik untuk koki adalah makanan alami seperti cuk, kutu air, cacing sutra, dan
cacing darah. Namun, untuk menunjang perttumbuhannya, koki juga perlu diberi pelet yang
memiliki komposisi gizi lebih komplet. Namun pemberian pelet jangan sampai berlebihan.
Pasalnya, sisa pelet yang mengendap didasar akuarium atau kolam dapat mengubah kondisi
air yang pada akhirnya membuat ikan stres dan mudah terserang penyakit. Mengingat koki
merupakan ikan yang terkenal rakus, pemberian pakan sebaiknya dilakukan secara rutin tiga
kali sehari. Dosis pakannya disesuaikan dengan daya makan koki. Hentikan pemberian pakan
saat koki terlihat sudah tidak bernafsu memangsa pakan yang diberikan.

6.

HAMA DAN PENYAKIT

A. Hama
1.

Bebeasan (Notonecta)

Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke


permukaan air 500 cc/100 meter persegi.
2.

Ucrit (Larva cybister)

Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian: sulit diberantas; hindari
bahan organik menumpuk di sekitar kolam.
3.

Kodok

Makan telur telur ikan. Pengendalian: sering membuang telur yang mengapung; menagkap dan
membuang hidup-hidup.
4.

Ular

Menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.
5.

Lingsang

Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.


6.

Burung

Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning. Pengendalian: diberi
penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.
7.

Ikan gabus

Memangsa ikan kecil. Pengendalian:pintu masukan air diberi saringan atau dibuat bak filter.
8.

Belut dan kepiting

Pengendalian: lakukan penangkapan.


B. Penyakit
1.

Bintik merah (White spot)

Gejala: pada bagian tubuh (kepala, insang, sirip) tampak bintik-bintik putih, pada infeksi berat
terlihat jelas lapisan putih, menggosok-gosokkan badannya pada benda yang ada disekitarnya
dan berenang sangat lemah serta sering muncul di permukaan air.

Pengendalian: direndam dalam larutan Methylene blue 1% (1 gram dalam 100 cc air) larutan ini
diambil 2-4 cc dicampur 4 liter air selama 24 jam dan Direndam dalam garam dapur NaCl
selama 10 menit, dosis 1-3 gram/100 cc air.
2.

Bengkak insang dan badan ( Myxosporesis)

Gejala: tutup insang selalu terbuka oleh bintik kemerahan, bagian punggung terjadi
pendarahan.
Pengendalian; pengeringan kolam secara total, ditabur kapur tohon 200 gram/m 2 , biarkan
selama 1-2 minggu.
3.

Cacing insang, sirip, kulit (Dactypogyrus dan girodactylogyrus)

Gejala: ikan tampak kurus, sisik kusam, sirip ekor kadang-kadang rontok, ikan menggosokgosokkan badannya pada benda keras disekitarnya, terjadi pendarahan dan menebal pada
insang.
Pengendalian:

direndan dalam larutan formalin 250 gram/m3 selama 15 menit dan direndam dalam
Methylene blue 3 gram/m3 selama 24 jam;

hindari penebaran ikan yang berlebihan.

4.

Kutu ikan (argulosis)

Gejala: benih dan induk menjadi kurus, karena dihisap darahnya. Bagian kulit, sirip dan insang
terlihat jelas adanya bercak merah (hemorrtage).
Pengendalian:

ikan yang terinfeksi direndan dalam garam dapur 20 gram/liter air selama 15 menit dan
direndam larutan PK 10 ppm (10 ml/m3) selama 30 menit;

dengan pengeringan kolam hingga retak-retak.

5.

Jamur (Saprolegniasis)

Menyerang bagian kepala, tutup insang, sirip dan bagian yang lainnya.
Gejala: tubuh yang diserang tampak seperti kapas. Telur yang terserang jamur, terlihat benang
halus seperti kapas.
Pengendalian: direndam dalam larutan Malactile green oxalat (MGO) dosis 3 gram/m3 selama
30 menit; telur yang terserang direndam dengan MGO 2-3 gram/m3 selama 1 jam.
6.

Gatal (Trichodiniasis)

Menyerang benih ikan. Gejala: gerakan lamban; suka menggosok-gosokan badan pada sisi
kolam/aquarium.
Pengendalian: rendam selam 15 menit dalam larutan formalin 150-200 ppm.
7.

Bakteri psedomonas flurescens

Penyakit yang sangat ganas.


Gejala: pendarahan dan bobok pada kulit; sirip ekor terkikis.
Pengendalian: pemberian pakan yang dicampur oxytetracycline 25-30 mg/kg ikan atau
sulafamerazine 200mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.
8.

Bakteri aeromonas punctata

Penyakit yang sangat ganas. Gejala: warna badan suram, tidak cerah; kulit kesat dan melepuh;
cara bernafas mengap-mengap; kantong empedu gembung; pendarahan dalam organ hati dan
ginjal.
Pengendalian: penyuntikan chloramphenicol 10-15 mg/kg ikan atau streptomycin 80-100 mg/kg
ikan; pakan dicampur terramicine 50 mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.

DAFTAR PUSTAKA

Budiman A.,Agus dan Lingga P. 2005. Maskoki. Penebar Swadaya. Jakarta.

Kiyoku. 2011. Metode Pemeliharaan Ikan Mas Koki. http://begundelz-anakjalanan.blogspot.com/2011/05/metode-pemeliharaan-ikan-mas-koki.html. Di akses, 26


September 2011.

Redaksi AgroMedia. 2008. Buku Pintar Ikan Hias Populer. AgroMedia Pustaka. Jakarta.